Ekonomi

7 Penjara Kemewahan Tidak Mendewasakan, Bahaya Mewah-Mewahan Merusak & Membuat Kita Tidak Manusiawi

Penjara Kemewahan Tidak Mendewasakan - Alasan Mewah-Mewahan Merusak & Membuat Kita Tidak Manusiawi

Hidup manusia di dunia ini seperti sebuah pohon hutan. Saat tanaman tersebut seorang diri saja, memang tumbuhnya cepat tetapi ketahuilah bahwa robohnya juga cepat oleh pengaruh hantaman angin kencang. Tetapi ketika pepohonan banyak layaknya di hutan-hutan, lantas saja angin sekencang apapun tidak akan pernah bisa merubuhkan walau hanya satu batang pohon saja. Inilah yang kami sebut sebagai kekuatan kebersamaan yang membuat integrasi sistem semakin kokoh untuk kesejahteraan bersama. Biasanya kemakmuran adalah awal dari penemuan-penemuan besar dalam kehidupan sebab saat semua yang diperlukan sudah ada dan sedikit digenjot oleh ujian sosial maka akan dihasilkan sesuatu yang luar biasa untuk kepentingan masyarakat luas.

Hal-hal duniawi itu seharusnya wajar

Kehidupan yang sejahtera tidak diukur dari perolehan materi yang dimiliki masing-masing orang. Sebab gemerlapan duniawi yang terlalu melimpah cenderung berubah fungsi sebagai “lumpur hisap” yang menyedot segala potensi yang kita miliki. Pemenuhan kebutuhan yang kami maksud di sini adalah saat kekuatan materi yang dimiliki berada dalam porsi yang wajar. Kewajaran tersebut diukur dari peluang gemerlapan duniawi yang tidak membuat manusianya ketergantungan dan apalagi sampai overdosis. Dari sinilah ukuran dari efektivitas materi berada dalam kadar wajar dan malahan mendorong manusia untuk memfokuskan kemampuannya berkarya pada bidang masing-masing.

Hidup ini seharusnya diselingi ujian

Harap diketahui bahwa ujian tidak hanya terjadi saat kita duduk di bangku sekolah atau saat mengikuti seleksi masuk kerja di kantor pemerintahan. Melainkan ujian selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu, itulah masalah yang umumnya ditandai sebagai suatu bencana. Anda harus benar-benar mau dengan rela hati menjalani persoalan dalam kehidupan ini. Justru saat tidak ada gejolak, kehidupan manusia menjadi dingin lalu redup tetapi saat ada masalah kehidupan akan memanas hingga mengembang. Perkembangan inilah yang kemungkinan besar akan mengantarkan manusia ke dalam peningkatan kecerdasan maksimal yang menghasilkan kreativitas. Oleh karena itu, jalani ujian sosial bahkan picu hal tersebut agar terjadi dalam hidup anda melalui sikap yang ramah dan santun kepada orang lain.

Kemewahan adalah bencana kehidupan yang masif

Hidup bermewah-mewahan adalah efek dari ketidakadilan pemerintah dalam membagi sumber daya yang tersedia. Orang tertentu di negeri ini, hidupnya sekarat ngos-ngosan karena tingginya harga kebutuhan sedang di sisi lain beberapa orang digenjot dengan sejumlah uang yang berlebih-lebihan. Keadaan ini cenderung memperburuk mental kepribadian manusia karena mendorong terciptanya sifat individualis, egois, arogan, sombong, hawa nafsu tinggi, tamak, korup, kejahatan lainnya dan lain sebagainya. Semua bentuk kerusakan moral manusia tersebut menjadi awal dari kerusakan lingkungan yang didorong oleh kerusakan sistem bermasyarakat itu sendiri.

Alasan kemewahan merusak manusia (dampak negatif hidup mubazir)

Mengapa hidup bermewah-mewahan dapat membuat seseorang terpuruk dan berubah menjadi pribadi yang cenderung tidak manusiawi? Keadaan ini disebabkan oleh karena kekuatan materi terlalu memenjarakan manusia sehingga kehidupan yang seharusnya bersosial malah lebih sering dihabiskan sendiri. Sifat menyendiri inilah yang membuat perilaku cenderung tidak manusiawi melainkan lebih dekat kearah kebinatangan yang terlihat teratur tetapi sesungguhnya rentan dengan perilaku menyimpang. Berikut ini beberapa faktor penyebab kemewahan cenderung merugikan bahkan merusak manusia itu sendiri. (Atau kami juga menyebutnya sebagai dampak buruk akibat perilaku bermewah-mewahan).

  1. Mendorong timbulnya sikap individualisme.

    Sikap individualisme adalah kebiasaan manusia yang lebih suka menyendiri ketimbang hidup bersama dengan orang lain ada di sekitarnya. Keadaan ini jelas-jelas menentang hukum alam dimana manusia ditekdirkan untuk menjadi makhluk sosial yang hidup bersama orang lain. Justru sikap yang menyendiri ini sama seperti kebanyakan dari binatang buas, mereka menempati sarangnya di dalam gua-gua batu untuk hidup tenang dan bebas dari gangguan oleh aktivitas makhluk lainnya.

    Rumah-rumah mewah dan megah yang di bangun di atas tanah-tanah yang luas lebih berbahaya dari gua batu di balik bukit-bukit yang ditempati oleh hewan. Sebab apa yang dimiliki binatang adalah hasil bentukan alami yang tidak memiliki emisi dan sumber daya pembangunannya hampir tidak ada. Sedangkan rumah yang berdinding tebal, tingginya tegas dan pagarnya baja saat pembangunan dan perawatannya membutuhkan biaya yang sangat besar dan menghasilkan emisi gas karbon yang banyak.

  2. Mendorong munculnya perilaku mementingkan diri sendiri.

    Sikap yang egois jelas merugikan orang lain sebab saat kita menganggap diri sendiri penting maka sekaligus di saat yang sama menganggap bahwa orang lain tidaklah penting-penting amat. Sehingga ketika ada kesempatan untuk merendahkan sesama kita memilih hal tersebut tanpa rasa bersalah. Padahal dengan berlaku demikian jelaslah bahwa sikap yang egois sudah pasti akan merugikan orang lain. Awalnya kita menyebabkan kerugian kecil lalu lama kelamaan merasa bahwa kerugian besar juga tidak masalah u

  3. Mendorong timbulnya sikap arogan.

    Orang yang taunya hidup sendiri di bumi ini, cenderung menganggap dirinya sebagai yang pertama dan yang utama. Sikap yang selalu ingin lebih dari orang lain adalah sebuah simbol kekuatan keinginan yang tidak pernah habis. Sebab ketika satu nafsu telah terpenuhi maka akan ada nafsu lainnya yang tiba-tiba saja muncul. Memang manusia adalah penggila keinginan yang tidak pernah habis.

    Berkat materi yang dimilikinya akan digunakan untuk menjadi orang yang lebih baik dari waktu ke waktu. Mengejar satu kemewahan demi meraih kemewahan berikutnya. Begitu orang-orang di sekitarnya melakukan hal yang lebih maka iapun berusaha menjadi sama mewahnya seperti mereka. Malahan ia selalu berjuang menempatkan dirinya di atas orang lain.

  4. Membuat seseorang menjadi sombong.

    Keangkuhan adalah suatu penyakit yang cenderung menyebabkan berbagai niat buruk baik dari pribadi orang yang mengekspresikannya maupun berdasarkan kekuatan orang yang mengamatinya. Ini adalah penyakit manusia yang tidak pernah mati sebab telah ada di dalam diri setiap orang alias bawaan sejak lahir. Tentunya kemewahan yang dimiliki seseorang semakin membentuk dirinya menjadi pribadi yang sangat tinggi hati.

    Pengaruh kesombongan harta biasanya membuat seseorang lebih boros saat menggunakan uangnya. Bisa dipastikan dengan jeli bahwa ia akan membeli berbagai-bagai barang yang konon katanya “sedang trend di berbagai media.” Manusia macam ini telah ketagihan menggunakan materi sebagai sumber kesenangan utama sehingga cenderung menjadi orang yang suka belanja lalu akan merusak atau membuang belanjaan tersebut. Menghambur-hamburkan uang bukan untuk digunakan melainkan semata-mata demi pengakuan, pujian dan kesenangan sesaat.

  5. Memicu orang lain untuk iri hati.

    Sifat iri hati merupakan salah satu hal penting yang membuat seseorang tidak akan pernah bahagia. Selama rasa iri tersebut masih ada di dalam diri masing-masing orang maka selama itu pula kehidupan cenderung menjadi tidak tenang. Mungkin saja dari penampilan luar, kita terlihat baik-baik saja tetapi ketahuilah bahwa sesungguhnya hati begi jengkel dan kesal karena sesuatu.

    Kecemburuan ini merupakan salah satu aksi berlebihan karena terlalu fokus kepada kehidupan orang lain. Masalah utama di sini adalah pikiran, saat apa yang kita pikirkan hanya tentang “betapa herannya kehidupan sesama,” tepat saat itulah manusia cenderung kehilangan kendali karena dipenuhi oleh sakit hati. Daripada terus-menerus mengiri terhadap kehidupan orang lain maka lebih baik fokuskan pikiran hanya kepada Tuhan saja.

  6. Membuat seseorang terlalu fokus terhadap materi.

    Hidup yang bermewah-mewahan membuat indra terus-menerus terpada kepada indahnya dunia ini. Hidup kitapun hanya memikirkan materi sebab uanglah yang menjadi penghibur hati. Malahan lebih parahnya lagi, kita terus merasa bahwa uanglah yang menjadi tujuan utama hidup ini. Kita mulai menyelesaikan masalah dengan cara membelanjakan uang dan ketika ada kasus, mulai sogok sana-sini dan lain sebagainya. Jelaslah bahwa semua kebiasaan ini mengantarkan manusia untuk mengenyam dan kenyang dengan budaya konsumtif yang tidak ada habisnya.

  7. Kemewahan hanyalah sebuah pelarian.

    Mereka yang terlalu dekat dan terlalu besar akses kepada hal-hal materi membuat hal tersebut menjadi sahabatnya. Orang yang suka mewah ini sangat sombong sehingga besar keinginannya untuk tidak bergaul dengan manusia yang sering melakukan kesalahan (perfeksionis). Dia malah lebih baik memilih untuk membeli berbagai-bagai mesin untuk diperbudak sebab mesin tidak pernah salah dan semuanya tinggal diperintah saja. Kurang bergaul dengan sesama membuatnya rentan terhadap stres sekalipun persoalan tersebut disebabkan oleh karena hal-hal sederhana yang sebenarnya dapat dimaklumi. Tekanan ini membuat dirinya mengejar pelipur lara yaitu mengkonsumsi materi dan menggunakan teknologi secara berlebihan. Pelarian ke hal-hal duniawi ini semakin intens dilakukan jika tekanan/ ejekan yang dialaminya semakin sering terjadi.

  8. Menciptakan manusia dengan temperamen buruk.

    Gedung-gedung yang serba mewah dan megah ketika menjadi idola, awalnya terasa sungguh amat baik dan aman saja. Tetapi temboknya yang tebal, tingginya yang kencang dan luasnya yang aduhai telah mengisolasi manusia di dalamnya dari hiruk-pikuk kehidupan bermasyarakat. Secara otomatis orang kaya raya yang menghuninya bagaikan terkungkung dalam keranda antik yang mendorongnya semakin manja. Tidak ada lagi gangguan indra yang mencoba menggoyahkannya tetapi yang ada adalah semuanya nyaman dan semua tenang. Dia lantas terbiasa dengan semua situasi yang sangat tenang dan bebas suara ini.

    Sayang, begitu dia keluar dari rumah nyaman – keranda antik tersebut, ia mulai merasa terancam akibat kegaduhan yang terjadi. Lantas keadaan ini membuat kehidupan manusia semakin jatuh dalam kekacauan suasana hati. Suasana hati yang tidak bagus inilah yang beresiko membuat temperamen seseorang meledak-ledak karena mudah tersulut emosi oleh hal-hal sepele. Jika pengendalian diri menjadi liar, besar kemungkinan sikap-sikap yang tidak manusiawi akan keluar dengan sendirinya yang merugikan sesama manusia.

  9. Menciptakan jarak yang jauh antara manusia dan rasa kebersamaan kendur.

    Orang yang merasa diri sudah memiliki segalanya cenderung hidup menyendiri dengan keangkuhan tinggi. Rasa sombong inilah yang membuat seseorang terlalu meletakkan dirinya di atas orang lain sehingga berbagai konflik kepentingan dan perebutan posisi terjadi. Persaingan untuk mencapai jabatan tertinggi secara otomatis membuat kasih antara manusia semakin lesu karena dipenuhi oleh kepura-puraan (kepalsuan/ kemunafikan). Semua situasi ini cenderung menyebabkan manusia semakin individualis yang secara masif menggugurkan rasa kebersamaan di dalam hati masing-masing orang.

  10. Menciptakan manusia yang manipulatif/ licik.

    Orang yang mulai merasa dirinya sudah memiliki segalanya sebab hidup terus ada dan tetap ada dalam kemewahan cenderung menjadi angkuh. Padahal harga dari sebuah sifat yang sombong adalah mahal adanya. Untuk memenuhi sikap yang penuh selera tinggi inilah, manusia mulai menghalalkan segala cara demi menggapai impiannya. Salah satu cara tercepat untuk memperoleh uang banyak namun kerja sedikit adalah dengan membohongi orang lain. Nyatanya, semakin banyak orang yang berhasil ditipu, semakin banyak pula uang yang berhasil terkumpul. Uang inilah yang kemudian akan digunakan untuk hidup dalam kemewahan yang lebay sekedar pamer ke orang-orang di sekitarnya.

    Sikap manipulatif cenderung membuat manusia semakin jauh dari kasih yang sejati. Mereka hanya mendekati sesamanya demi tujuan-tujuan sempit agar dagangannya dibeli dan prodaknya laris-manis. Artinya, semua hubungan yang dijalin kepada orang lain semata-mata demi uang sehingga kasih di antara sesama seolah telah hambar. Kemunafikan yang licin adalah suatu itikad buruk yang kelihatannya sangat halus tetapi nyatanya semua itu dilakukan semata-mata demi uang yang banyak dan hidup yang mewah.

  11. Pada akhirnya, hidup mewah menghancurkan manusia itu sendiri.

    Saat jumlah uang semakin bertambah dalam suatu daerah kapital maka semakin meningkat pula jumlah orang kaya dalam wilayah tersebut. Meningkatkan jumlah orang-orang dengan berbagai ide dan inovasi kreatif dipicu juga oleh kentalnya rasa arogan yang menciptakan rasa cemburu yang tinggi antar manusia. Jelaslah bahwa dimana ada iri hati maka di sanalah ada persaingan sengit untuk menguasai lebih banyak sumber daya dan jabatan yang tersedia. Semata-mata semuanya ini demi kebanggaan akan kemewahan materi dan kemuliaan duniawi yang akan dipamerkan kepada khalayak ramai.
    KETIDAKADILAN AKAR DARI SEGALA KEJAHATANSeperti biasanya, semakin banyak kertas tampan di dalam suatu sistem (negara) maka semakin tinggi pula konsumsi masyarakat (kapitalis). Akibatnya, sumber daya yang tersedia, hampir semuanya dikonsumsi oleh orang-orang jutawan tersebut (oknum kapitalis). Konversi sumber daya alam yang lebay menjadi barang dan jasa, secara perlahan tapi pasti akan meningkatkan polusi, sampah dan kerusakan lingkungan. Keterpurukan lingkungan secara otomatis membawa manusia dalam berbagai-bagai bencana alam hingga bencana kemanusiaan (peperangan).

Penjara kemewahan yang memanjakan manusia

Hidup bermewah-mewahan hanyalah batu sandungan yang cenderung melemahkan manusia. Kita menjadi makhluk yang terpenjara di balik tembok-tembok megah yang lama-kelamaan melemah akibat bermanja-manja karena perlindungan yang di berikan oleh materi. Harusnya sesama manusia dan lingkungan sekitar senantiasa menguji diri ini sehingga mampu tampil lebih telaten untuk beradaptasi dengan lingkungan. Orang yang pandai menyesuaikan diri inilah yang sebenarnya cerdas dan terampil dalam mengerjakan segala sesuatu. Sebaliknya, kepintaran dan kelihaian dalam beraktivitas cenderung menurun bahkan jatuh akibat hidup yang dilembekkan oleh harta sendiri.

Berikut ini berbagai penjara kemewahan yang cenderung membuat manusia tidak pernah menjadi dewasa.

  1. Rumah mewah serba tertutup.

    Hunian mewah dan megah sama sekali bukanlah kebanggaan. Justru karena ukurannya yang besar, cenderung menjauhkan kita dari hiruk-pikuk situasi lingkungan. Akibatnya, panca indra menjadi sangat terlindungi sehingga ketika keluar dari rumah tidak siap menghadapi godaan-godaan kecil yang memicu kebisingan, bebauan yang tidak sedap, pemandangan yang kurang bagus dan lain sebagainya.

  2. Kendaraan mewah serba tertutup.

    Memang benar kendaraan mewah serba tertutup melindungi kita dari cuaca buruk atau kejadian yang tak terduga (kecelakaan). Tetapi, perlindungan yang berlebihan tersebut cenderung mengamankan indra dari gangguan kebisingan dan perubahan suhu. Padahal jika anda mampu menyesuaikan diri dengan garangnya roda-roda panas dan perubahan cuaca yang tiba-tiba panas atau dingin atau hujan: itu namanya evolusi.

    Seperti yang kami katakan pada tulisan sebelumnya bahwa sesungguhnya adaptasi bertujuan untuk mengarahkan kita kepada evolusi perilaku maksimal yang meningkatkan kecerdasan masing-masing.

  3. Kantor untuk seorang diri saja.

    Betapa mewahnya kehidupan kita di kantor jika ruangan yang dimiliki hanya untuk seorang diri saja? Parahnya lagi jalan untuk masuk kantor tersebut tersendiri (ada jalan khusus) yang semakin membuat kehidupan ini terisolir dari khalayak ramai. Jelaslah bahwa keadaan ini sekaligus menjauhkan kita dari laguh-lagah teman kerja lainnya. Secara otomatis indra juga turut terlindungi dari berbagai gangguan seperti yang dialami rekan karja lainnya. Padahal bila kita mau merendahkan hati, berbagai godaan yang datangnya dari teman sejawat bisa menjadi bahan ujian kehidupan untuk mencerdaskan otak dan mendewasakan mental masing-masing.

  4. Kamar mewah kelas satu di kapal.

    Berbagai fasilitas kamar ini sesungguhnya hanya mempetak-petakkan kehidupan kita dari sesama manusia lainnya. Kita memisahkan diri dari untuk menjadi raja di ruangan yang disewa secara tersendiri. Kita memisahkan diri dari orang-orang yang profesinya berbeda di dalam kapal sehingga kebiasaan ini cenderung membuat kita tidak mampu menerima keunikan teman dalam dunia kerja.

    Orang yang menempati kelas khusus dalam perjalanan laut cenderung menganngap dirinya sebagai raja di ruangannya sendiri. Sikap merajai semacam kemungkinan membangun prinsip-prinsip perfeksionis dalam diri seseorang. Artinya, besar kemungkinan mereka menuntut situasi lingkungan sesuai dengan kehendaknya, yaitu “orang lain yang diam sedang dia bercerita.” Mereka menuntut orang lain berlaku sesuai dengan kehendaknya sedangkan dirinya sendiri cenderung bebas bersikap tidak terikat apapun.

  5. Tempat mewah untuk pesawat.

    Begitulah pengaruh uang yang sangat besar dalam kehidupan manusia sehingga membuat beberapa orang lebih layak mendapatkan tempat yang berkelas dibandingkan kebanyakan yang lainnya. Sesungguhnya adakah perbedaan antara bangku ekonomi dengan kelas satu di atas pesawat? Memang kelas bisnis menawarkan lebih banyak pelayanan indra yang sifatnya sesaat tetapi kelas bisnis hanya memberikan pelayanan yang biasa. Tetapi baiklah kita jangan fokus kepada hal-hal yang demikian melainkan bukankan semua penumpang selamat sampai tujuan? Jadi, mari gunakanlah penalaran positif yang kita miliki masing-masing, mana yang lebih penting kenikmatan indra atau keselamatan penumpang? Sadarilah bahwa sampai di tempat tujuan dengan selamat itu lebih penting daripada sekedar godaan indra yang sifatnya fana?

    Mereka yang lebih suka duduk di kelas bisnis, doyan dengan kenyamanan hidup. Padahal tidak selamanya kenyamanan itu terjadi dalam hidup ini sebab hari-hari yang dijalani bagaikan siang dan malam, selalu ada suka dibalik duka. Ketahuilah bahwa saat kesenangan yang anda alami besar maka kesusahannyapun semakin rumit dan ruwet saja.

  6. Tempat mewah untuk kendaraan roda empat (mobil) atau kereta.

    Tempat yang biasa (ekonomis) yang kami maksudkan di dalam tulisan ini bukan berarti harus dalam keadaan kumuh, kotor dan jorok. Justru keadaan ini bisa saja menyalahi aturan yang berlaku. Tetapi kelas ekonomi yang kami maksudkan adalah tempat yang digunakan sama dengan kebanyakan orang dan tidak berlebih-lebihan (mubazir) dalam hal manfaatnya.

    Justru saat kita mau bareng-bareng bersama orang lain untuk menggunakan transportasi umum, rasanya lebih berani. Sebab biasanya orang yang suka sendiri dan berada di tempat-tempat mewah sangatlah sensitif, kesenggol dikit panas mengganas. Tetapi saat berada di antara kerumunan masa di atas bus kota, senggol-menyenggong sekalipun tidak sampai membuat hati tersinggung: karena sudah terbiasa.

  7. Apartemen/ hotel mewah untuk menginap.

    Berbagai penginapan bintang lima menyediakan pelayanan yang elegan bagi tamu-tamunya. Tentu saja keadaan ini membuat tamu dimanja-manja untuk terus-menerus “stay on” di hotel tersebut. Pelayanan yang diberikan benar-benar ekstraistimewa dan lain dari yang lain. Kembali lagi kepada semuanya itu yang diberikan lewat berbagai kemewahan materi yang dapat dinikmati walau hanya sesaat saja.

    Tahukah anda bahwa beberapa orang lebih senang tinggal di hotel daripada di rumahnya sendiri bersama keluarga? Cintanya untuk hotel-hotel berbintang seperti jiwa yang selalu merindu dan mengindikasikan bahwa suasana di rumah kurang nyaman. Atau jangan-jangan si kawan itulah yang kurang mampu menyesuaikan dirinya. Sadarilah bahwa kebiasaan lemah adaptasi semacam ini justru membuat kehidupan ini terkurung. Memang dalam hal materi kita maju pesat tetapi dalam hal kepribadian dan kekuatan mental sangat tidak maju-maju (masih sama seperti anak ingusan).

Penjara kemewahan dan perkembangan kemampuan fokus yang labil

Saat kita masih kecil, satu rangsangan saja yang diterima dapat membuat diri ini terkejut. Inilah pertanda kuat bahwa ketika disentuh atau diganggu, sel-sel syaraf pusat mengirim impuls hampir ke seluruh area otak sehingga adek kecil itu terbeliak. Akan tetapi seiring dengan proses pendewasaan otak dimana seseorang hidup setara bersama keluarga, tetangga dan orang lainnya, alhasil kejutan yang pecah jadi kekesalan dan amarah tidak akan terjadi lagi. Tetapi sadarilah bahwa hidup bermewah-mewahan cenderung memaksa anda sendiri karena materi yang besar dan megah itu memisahkan dirimu dari kehidupan orang lain. Keadaan ini membuat anda seperti pohon tunggal di taman yang luas, begitu angin kencang melanda pasti langsung tumbang. Oleh karena itu, berhenti hidup bermewah-mewahan terus.

Cara mengalihkan rasa sakit, Anda pilih yang mana.

Fokus Gangguan (Rasa Sakit) Yang Dialami Akan Di Arahkan Kemana? Kepada kepahitan hati, kekesalan dan amarah atau ke hal-hal positif?

Kesimpulan

Sadarilah dari sekarang bahwa kemewahan, kemegahan dan kenyamanan indra adalah hal-hal yang sangat fana di dalam dunia ini. Nikmatnya sesaat saja tetapi dampaknya bisa membuat kepribadian kita tetap menjadi anak-anak. Kita lemah oleh gangguan-gangguan kecil yang sebenarnya bisa diabaikan tetapi karena belum terbiasa cenderung menggurkan kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman di dalam hati. Keadaan semakin buruk saja jika belum mampu menerima kenyataan sehingga melakukan pelarian bahkan pelampiasan dendam sesaat. Oleh karena itu, latihlah kemampuan fokus anda dengan terbiasa berbaur dengan kehidupan masyarakat luas (kelas ekonomis) sehingga otak semakin cerdas. Salah satu tanda kematangan berpikir adalah kemampuan sel-sel otak untuk memfokuskan rangsang ke area positif saja sehingga hal-hal buruk bisa dicegah sedini mungkin.

Salam, Perumpamaan ini mendekati kebenaran,
tetapi tidak selalu benar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.