Kepribadian

10 Manfaat Televisi Menguji Hati, Menghilangkan Kebiasaan Buruk & Pikiran Negatif


Manfaat Televisi Untuk Menguji Hati, Menghilangkan Kebiasaan Buruk & Pikiran Negatif

Ada banyak lawan yang selalu mencoba menjatuhkan anda tetapi ketahuilah bahwa musuh pertama dalam kehidupan ini adalah diri sendiri. Tidak ada orang yang begitu kuat sampai mampu membuat anda sekarat selain dari diri sendiri. Sesama manusia hanyalah penggoda yang mencoba menembus secara paksa inti kehidupan ini, yaitu pikiran masing-masing. Selama pikiran tidak mudah ditembus oleh rayuan maut maka selama itulah seseorang dapat bertahan untuk tidak melakukan dosa. Akan tetapi orang yang terlena akan goncang imannya sehingga terjerumus dalam dosa. Biasanya tidak cukup hanya sekali sebab kejahatan mengandung efek candu yang mendorong manusia melakukannya lagi dan lagi. Hingga akhirnya terbentur lalu jatuh sampai tergeletak baru bertobat.

Dunia dipenuhi ladang ranjau

Sadar atau tidak, dunia ini penuh dengan peperangan. Dimanapun anda berada, itu adalah wilayah perang, entah hal tersebut sudah disadari atau belum. Kami hanya mencoba mengingatkannya saja agar setiap orang dapat mewaspadai hal tersebut. Jangan takut berlebihan karena perang dingin ini melainkan santai saja dan berjaga-jagalah, jangan sampai masuk jebakan yang penuh ladang ranjau. Sekalipun masuk ke sana, semua bisa diatasi asalkan hati ini tetap tertuju kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Selama hal-hal positif mengiringi hari-hari yang dijalani maka selama itu pula kehidupan kita berada dalam posisi aman terkendali. Semuanya itu karena kita mampu memanfaatkan senjata yang dikibaskan musuh untuk memperkuat diri sendiri. Baca-bacalah, Macam-Macam Perang Di Dunia Ini.

Arahkan serangan musuh untuk membangun kekuatan

Strategi paling jitu untuk menghadapi perang dingin adalah menjadikan amunisi yang ditembakkan musuh sebagai tameng untuk melindungi diri sendiri. Kumpulkan peluru-peluru itu lalu tempa semuanya menjadi perisai sehingga kekuatan musuh bagaikan cacing yang menggeliat kepanasan didekat kita. Inilah yang disebut dengan EVOLUSI SEJATI yaitu saat anda mampu memutar-balikkan senjata yang ditujukan lawan menjadi salah satu cara untuk memperkuat diri sendiri. Pada tahapan ini, anda sudah harus terlebih dahulu membereskan berbagai masalah hati, misalnya arogansi, egois, iri hati, dendam, benci, sombong dan lain sebagainya.

Sebelum menghadapi musuh besar di luar taklukkan dahulu ego yang bersarang di dalam diri masing-masing

Sebelum kita mampu mengubah kekuatan yang diarahkan musuh menjadi keuntungan bagi diri sendiri, kita harus mampu menundukkan diri sendiri di dalam kerendahan hati. Artinya, sebelum mengalahkan musuh besar di luar sana, terlebih dahulu kita harus menyangkal diri: menaklukkan ego sendiri, menundukkan arogansi, menekan iri hati, menepis rasa dendam, membuang hawa nafsu dan berbagai perbuatan daging lainnya. Usaha selanjutnya adalah tetap memusatkan pikiran kepada Tuhan, berbagi dengan sesama, mengasihi musuh dan melakukan hal-hal positif (belajar dan bekerja). Ketika kita sudah selesai dengan masalah yang ditimbulkan oleh hati sendiri maka yang selanjutnya kita hadapi adalah bos-bos besar kapitalis yang melancarkan serangannya lewat teknologi yang ada dalam genggaman masing-masing.

Pengertian

Televisi adalah salah satu teknologi audio visual yang memungkinkan kita untuk menyaksikan berbagai siaran yang dipancarkan dari tempat yang jauh. Kotak ajaib ini dijual dengan harga murah di tangan anda untuk dibawa ke rumah masing-masing. Memang kelihatannya teknologi yang satu ini seolah-olah sangat bermanfaat bagi kehidupan tetapi salah satu perannya adalah ranjau yang siap meluluh lantakkan keluarga. Orang yang tidak mampu mengantisipasi pengaruh buruknya akan terbius lalu terjatuh dalam dosa kecil sampai besar. Tetapi mereka yang mampu beradaptasi dan berimprovisasi akan menjadikan bahan-bahan cerita yang ada di TV sebagai alat untuk menguji diri sendiri dari berbagai rayuan maut perbuatan daging.

Televisi sebagai alat untuk menguji diri, mengatasi kebiasaan buruk & pikiran kotor

Jangan menjadi orang yang terlalu naif sehingga sama sekali bersikap polos saat berada di depan layar kaca. Sadarlah selalu, biarkan informasi tersebut masuk melalui indra lalu saring, guncang dan seleksi semuanya satu persatu agar yang diserap oleh otak adalah nilai-nilai positifnya saja. Sedang berbagai konten negatif yang termuat di dalamnya, jadikan itu sebagai perangsang perbuatan daging dalam dirimu agar mencuat ke permukaan sehingga belajar untuk mengendalikannya. Jadi, jangan gelisah ketika perbuatan daging melejit dalam pikiran, pandanglah itu sebagai ujian agar anda mampu mengendalikannya sehingga tidak sampai berujung pada sikap (perkataan & perbuatan) yang menyimpang.

Cara memanfaatkan televisi untuk menguji diri, menghilangkan kebiasaan buruk & pikiran negatif

Pesan-pesan untuk menguji diri sendiri telah disampaikan secara gamblang oleh rasul Paulus dalam firman yang berkata sebagai berikut.

(I Korintus  11:31) Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

Kami merasa bahwa kalau seorang sosialis sejati terus-menerus melawan aktivitas oknum kapitalis yang beresiko merusak secara terang-terangan dengan turun di jalan-jalan kota, efeknya hanyalah sementara. Sebab teknologi multimedia semacam ini akan tetap ada dan terus ada sehingga tidak dapat diblokir terlalu lama. Sekalipun generasi kita mampu meniadakan berbagai penyebaran teknologi tersebut tetapi generasi berikutnya pastilah akan terkena batunya, sebab suatu aturan akan hilang bersamaan dengan kematian orang-orang yang membuatnya. Oleh karena itu, marilah kita mulai belajar memanfaatkan televisi ini untuk melatih diri sendiri tetap jauh dari berbagai bentuk dosa dan pelanggaran.

Bila kita mampu memanajemen dengan baik pemanfaatan unit televisi tersebut niscaya manfaat positifnya akan menjadi milik pribadi dan seluruh anggota keluarga dari generasi ke generasi. Langsung saja, berikut selengkapnya cara memanfaatkan senjata musuh menjadi alat untuk memperkuat diri sendiri.

  1. Menggunakannya untuk menguji kemampuan fokus kepada Tuhan.

    Aktivitas fokus kepada Tuhan adalah suatu pekerjaan multitasking yang dapat dilakukan sembari mengerjakan hal lainnya, termasuk sambil menonton TV. Prosedurnya adalah sebagai berikut.

    • Level Junior.

      Menonton acara yang sedang berlangsung tetapi mengabaikannya untuk memfokuskan pikiran memuji-muji Tuhan di dalam hati masing-masing. Bisa juga dilakukan sembari mengeluarkan suara, bermain musik dan sambil menari. Ini adalah tahapan awal yang dapat dilakukan oleh semua orang. Mulailah dengan mengulang-ngulang satu, dua dan tiga suku kata saja. Baru setelah itu anda bisa mengembangkannya lebih banyak lagi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Jika masih bisa dinikmati lakukanlah hal tersebut sembari menggerakkan jari, kaki, kepala dan lain sebagainya: seirama dengan pujian yang dilantunkan untuk kemuliaan nama Tuhan.

    • Level Senior.

      Kemampuan fokus kita kepada Tuhan juga harus turut berkembang seiring bertambahnya usia dan meningkatnya kecerdasan. Mengembangkan kemampuan fokus kepada Tuhan sembari mengambil beberapa kalimat yang anda dengarkan dari kotak ajaib tersebut. Untuk sampai pada tahap ini, anda harus kreatif, banyak membaca Kitab Suci dan tujukanlah semua kata-kata pujian dan keagungan itu hanya kepada Tuhan. Mulailah dengan mengulang-ngulang satu, dua dan tiga suku kata saja. Baru setelah itu anda bisa mengembangkannya lebih banyak lagi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Jika ada kata-kata yang relevan dari televisi untuk dicaplok ke dalam lagu pujian yang dilantunkan silahkan dicangkokkan. Tetapi jika tidak, silahkan dilanjutkan sesuai dengan bakat kreatif yang anda miliki.

    • Untuk perhatian.

      Semua keadaan ini tidak harus anda alami. Jika Tuhan menganugerahkan anda kemampuan kreatif, silahkan lanjut ke tingkat senior akan tetapi jika tidak, tetap junior juga tidak masalah yang penting, hati ini menikmati semuanya itu dengan bahagia.

      Selalu ingat untuk KEMBALI KE DASAR. Jika tiba-tiba saja pikiran menjadi kalut dan otak mandek, kembalilah kepada kemampuan memuji Tuhan dalam satu suku kata saja, misalnya Haleluya, puji Tuhan, Hosana dan lain sebagainya. Baru setelah yang satu suku kata dinikmati tanjak terus gasnya menjadi lebih banyak lagi. Dalam segala kekacauan pikiran yang dialami, jangan lupa untuk mulai lagi dari awal pada anak tangga yang pertama.

      Sadarilah bahwa tidak ada orang lain yang mengenali suasana hati ini melainkan anda sendirilah yang mengetahui hal tersebut. Jadi bergeraklah berdasarkan kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepadamu.

  2. Memanfaatkan TV untuk bertahan menghadapi kebisingan.

    Menonton televisi tetapi pikiran fokus untuk memuji-muji Tuhan. Ini merupakan aktivitas yang dimanfaatkan untuk belajar menghadapi kebisingan. Anggap saja bahwa berbagai suara dan bunyi yang keluar dari dalam sana, sebagai salah satu suara yang mengganggu. Teruslah latih diri melakukan aktivitas memuji-muji Tuhan di dalam hati sembari melihat dan mendengar kotak ajaib tersebut sampai otak merasa tidak terganggu dengan suara dan gambar tersebut. Melainkan hati ini semakin bahagia, ada sukacita dan hal tersebut bisa dipertahankan secara terus-menerus.

    Jika anda merasa menikmatinya, lakukanlah kegiatan ini sembari menggerakkan beberapa anggota tubuh (misalnya jari, tangan, kaki, kepala dan lainnya) seirama dengan nyanyian yang dilantunkan di dalam hati. Lakukanlah itu berdasarkan irama yang keluar dari dalam otak anda, baik musik pop, dangdut, rock maupun musik rap.

  3. Mamakai televisi untuk menghilangkan nafsu seksual.

    Birahi seks yang besar adalah bencana yang siap menggulung kehidupan di kala ada kesempatan dalam kesempitan. Oleh karena itu, lihat baik-baik berbagai cewek seksi/ cowok ganteng yang berhasil memancing nafsu seks di dalam hati. Hanya tepat saat pencobaan ini sedang berlangsung, fokuskan pikiran kepada Tuhan sembari memuji-muji nama-Nya. Jika sudah tidak tahan lagi, langsung kecewakan diri dengan mematikan televisi atau mengganti channel atau bisa juga dengan meninggalkan tempat tersebut. Hindari membayang-bayangkan orang-orang yang anda sukai di dalam pikiran sendiri bahkan saat berhubungan seks dengan pasangan/ bermasturbasi bagi yang singel, lakukanlah sembari memuji-muji nama Tuhan di dalam hati. Simak juga, Tips mengatasi kebiasaan masturbasi.

    Aktivitas fokus kepada Tuhan sangat bermanfaat untuk menghalau kebiasaan kita yang membayang-bayangkan lawan jenis entah berantah. Sadarilah bahwa menyukai seseorang yang bukan pasangan resmi di dalam hati adalah dosa apalagi kalau sampai menelanjanginya lewat imajinasi/ khayalan tingkat tinggi.

  4. Memfungsikannya untuk menghancurkan arogansi dan kesombongan.

    Sikap arogan selalu saja merasa ingin lebih dari orang lain. Hati yang dipenuhi oleh hal ini, selalu ingin lebih dari keadaannya saat ini. Anda bisa menghancurkan sisi arogan yang sombong ini dengan membandingkan diri sendiri dengan orang-orang yang ada di dalam televisi lalu mengucapkan beberapa kalimat menyangkal diri. Seperti, “Orang-orang ini luar biasa. Itu sudah seharusnya terjadi. Kuatkan hatiku menjalani semuanya ini Tuhan.” Bisa juga dengan, “kehidupan kami di sini masih sangat terbelakang. Kami pantas mendapatkannya. Kuatkan hati menjalani semuanya ini ya Tuhan.”

  5. Mendayagunakannya untuk menghilangkan hawa nafsu dan ketagihan.

    Bagi anda yang saat ini sedang kecanduan dengan acara tertentu, ini adalah kesempatan baik untuk mengecewakan diri sendiri agar hasrat tersebut berangsur-angsur bisa ditekan seminimal mungkin. Silahkan menonton acara kesukaan seperti biasa, pas saat scenenya lagi seru-seruan atau berada di tengah, silahkan langsung shut down pesawat televisi tersebut. Lalu alihkan konsentrasi dengan cara memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Andapun bisa mengalihkan konsentrasi dengan mempelajari hal-hal positif atau mengerjakan sesuatu yang bermanfaat lainnya.

    Sebagai orang tua, anda juga dapat memanfaatkan TV untuk menghilangkan ketergantungan anak terhadap acara tertentu. Ini harus dilakukan dengan tegas, yaitu membiarkan anak menonton acara yang biasanya sangat disukainya. Kemudian saat dia lagi asyik-asyiknya menonton, ada antusiasme yang kuat bahkan tawa kelihatan dari bibirnya: langsung matikan televisinya. Lalu arahkan anak untuk belajar atau untuk mengerjakan sesuatu (membantu pekerjaan rumah). Ini adalah salah satu trik jitu mengecewakan anak sehingga tidak terus ketagihan dengan acara TV tertentu.

    Harap diperhatikan agar saat melakukan hal ini tidak dalam keadaan marah-marah tetapi mintalah kepadanya baik-baik. Tetapi kalau keras kepala langsung push >> TV matikan tanpa amarah dan arahkan langsung untuk melakukan aktivitas positif lainnya untuk mengalihkan konsentrasi.

  6. Mengaktifkannya untuk menghilangkan iri hati.

    Bagaimana reaksi anda ketika melihat dan mendengar berbagai aktivitas mewah yang dilakukan oleh artis-artis di dalam televisi? Apakah akan marah-marah, menggerutu, bersungut-sungut atau jangan-jangan hati sendiri terpacu untuk menginginkan hal yang sama? Ini adalah bentuk-bentuk iri hati yang merusak pikiran sendiri.

    Daripada menghabiskan waktu untuk sekedar cemburu melulu, alangkah lebih baik jika anda memanfaatkan moment tersebut untuk mengatasi sifat-sifat buruk ini. Ketika rasa iri itu muncul, langsung katakan di dalam hati, “dia pantas mendapatkannya. Kuatkan hatiku ya Tuhan.” Bisa dengan “Waw, orang itu benar-benar spesial. Ini sudah seharusnya terjadi. Kuatkan hati kami menjalani semuanya ya Tuhan!” Atau bisa juga dengan “Dia memang luar biasa, itu sudah sepantasnya. Kuatkan hati kami menjalani semuanya ini ya Tuhan!”

  7. Mengendalikan diri untuk tidak menghakimi orang lain.

    Jangan pernah biarkan segala bentuk aktivitas yang syarat dengan kata-kata menghakimi memimpin otak/ pikiran anda. Berupayalah untuk meredam berbagai bentuk kata-kata serapah dan kutuk saat menyaksikan gejolak yang ditampilkan oleh sutradara.

    Jikalau anda mulai merasa bahwa acara tersebut mulai tidak logis, amburadul dan menyimpang lebih baik matikan televisi atau sekedar beralih ke channel lain saja. Hindari kebiasaan bersungut-sungut karena tidak puas terhadap suatu acara. Ingatlah bahwa keluh kesah adalah pikiran negatif yang beresiko meredupkan kebahagiaan dan mengacaukan pikiran. Sekali lagi kami tegaskan, daripada kita menghakimi para aktor/ aktris yang bermain dalam suatu acara, lebih baik matikan TV tersebut lalu alihkan konsentrasi pada hal yang lebih bermutu, yaitu fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja.

  8. Bermanfaat menghilangkan sikap fanatik terhadap agama tertentu.

    Hayo-hayo, siapa di sini yang sangat fanatik dengan keyakinannya sehingga saat melihat orang berbeda keyakinan menjadi ganas-beringas? Sadarilah bahwa anda dapat memanfaatkan kotak ajaib ini untuk menghilangkan sifat-sifat buruk tersebut. Silahkan saksikan sinetron atau acara lainnya yang berlainan keyakinan dengan anda. Tonton itu sambil tetap fokus memuji-muji Tuhan di dalam hati, alhasil tidak ada apa-apa yang terjadi sehingga lama kelamaan sikap fanatik itupun bisa ditepis bahkan menguap.

  9. Menggunakannya untuk mengatasi ketakutan/ fobia.

    Apakah anda takut dengan pocong, kuntilanak, genderuwo (dan lainnya) bahkan mungkin saja takut keluar rumah di malam hari? Atau mungkin saat ini sedang memiliki fobia dengan hal-hal tertentu (misalnya fobia ketinggian)? Televisi pun bisa diberdayakan untuk menghilangkan berbagai masalah ketakutan tersebut. Hanya saja anda harus menemukan dengan teliti, kapan acara-acara dimaksud akan ditayangkan. Ini bertujuan agar tidak ketinggalan sampai yang kebagian hanya bagian akhirnya saja.

  10. Kesempatan berbuat baik mendoakan orang lain.

    Jangan jugalah mendoakan orang yang sedang berakting memerankan suatu sinetron atau FTV. Ketahuilah bahwa apa yang mereka lakukan di dalam sana murni hanyalah sebuah sandiwara kehidupan yang tidak benar-benar nyata. Semuanya itu hanyalah suatu kepura-puraan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan dunia nyata. Demikian juga dengan berbagai acara infotainment (gosip artis), ketahuilah bahwa acara yang satu inipun penuh dengan sandiwara kehidupan yang terkadang tidak ada hubungannya dengan dunia nyata. Saksikanlah, Televisi membodohi pemirsa.

    Satu-satunya yang membuat anda iba hingga memanjatkan doa-doa adalah saat menyaksikan berbagai berita terbaru. Dalam acara berita ini terdapat berbagai informasi yang menyuguhkan nasib malang beberapa orang dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri juga. Doakanlah keadaan orang-orang tersebut agar mereka dikuatkan menghadapi cobaan yang sedang dijalani, entah itu kecelakaan, bencana alam, peperangan dan lain sebagainya.

  11. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Sia-sia rasanya jika kita terus menolak mentah-mentah berbagai teknologi yang ditawarkan oleh kapitalis. Lagipula televisi dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang berbagai hal positif di seantero negeri bahkan informasi dari negara lain juga. Camkanlah bahwa manfaat dan bahaya yang dibawa kotak ajaib ini adalah seimbang. Bisa menjadi alat untuk menghibur dan menambah pengetahuan keluarga namun bisa juga menjadi ranjau yang akan meledak dan mencemari kehidupan ini. Pilihan ada di tangan masing-masing sebagai seorang manajer yang harus memimpin setidak-tidaknya diri sendiri agar mengantisipasi sensasi kepura-puraan yang ditampilkannya. Melainkan memanfaatkan TV untuk mengendalikan dan mengatasi berbagai-bagai kedagingan (kebiasaan buruk & pikiran kotor) yang sudah tertanam dalam diri ini sejak manusia diciptakan dari debu dan tanah yang fana. Simak juga, Dampak Buruk TV bagi keluarga.

Salam, Waktu yang digunakan menonton,
sangat menentukan pengaruhnya.
Jangan lebay, 1-2 jam cukup
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.