Kepribadian

TUHAN Adalah Mekanik Kehidupan


TUHAN Adalah Mekanik Kehidupan

TUHAN Adalah Mekanik Kehidupan – Puisi

Saat muda pikiran
Hidup diselingi persoalan
Tak tentu arah tujan
Berjalan tak disiplin

Ada kebenaran
Tapi ku abaikan
Ada kebaikan
Tapi ku hinakan

Orang tua mengarahkan, ku acuhkan
Guru-guru mengajarkan, ku sepelekan
Kerabat jauh-dekat menegur, ku nistakan
Orang lain menasihatkan, ku lupakan

Tetapi mekanik sejati itu Tuhan
Disiksa hidup ku dalam penderitaan
Digilas hati ku dalam permasalahan
Digulung aku dalam kegelapan

Akhirnya aku mengertikan
Jalan-Nya menyesakkan
Penuh lika-liku kehidupan
Semuanya mengarah pada kebenaran

Bersyukurlah kawan
Bila hidup penuh penderitaan
Berharaplah pada Tuhan
Memberikanmu kebahagiaan
Nantikanlah Tuhan
Mengirimkanmu kedamaian
Puji-pujilah Tuhan
Melimpahkanmu ketenteraman

Versi lagu:

Akan seperti apa masa depan kita?

Kita terkadang tidak menduga, akan bagaimana kehidupan ini di dalam lingkupan tangan Tuhan. Ada yang menganggap bahwa hidup yang mulus itu adalah jalan-Nya. Terman yang lain merasa bahwa kenikmatan hidup itu adalah kemauan-Nya. Kawan yang satu merasa bahwa hidup yang bergelimangan harta adalah kehendak-Nya. Dari yang kami rasakan sendiri, semuanya itu tidak seperti yang kita bayangkan masing-masing. Oleh karena itu, menyadari hal tersebut alangkah lebih baik jikalau kita tidak menebak masa depan sebab jalan-Nya penuh dengan rahasia. Hanya satu yang bisa kita pastikan adalah bahwa hidup di dalam-Nya penuh penderitaan.

Pekerjaan mekanik itu kasar tetapi hasilnya buat segar

Pernahkah anda berhenti sejenak di suatu bengkel-reparasi sepeda motor? Mungkin sedang ganti oli, tambal ban dan perbaiki ini-itu. Bagaimana suasana di bengkel tersebut? Bising sana-sini, penuh ketak-ketuk, mesin meraung-raung dan ada pula orang yang bercakap-cakap satu sama lain. Apa yang dapat anda pahami dari kunjungan cepat yang pernah dilakukan tersebut? Yups…. Jika dipertimbangkan berkali-kali apa yang dilakukan para mekanik pada motor yang sedang direparasi, bukankah itu menyakitkan! Putar sana-sini, ketok sana-sini, gedor sana-sini, lepas sana-sini dan lain sebagainya; ini jelas penyiksaan yang tidak mampu dimaafkan. Tapi lihat hasilnya, bukankah sepeda motor anda sudah pulih dari sakit?

Allah adalah mekanik sejati

Kurang-lebih seperti itulah Tuhan dalam kehidupan kita. Manusia itu harus terus diperbaiki oleh Sang Mekanik Sejati, yaitu Tuhan. Jika kita mau memberi diri untuk menanggung berbagai perlakuan buruk itu, alhasil kehidupan ini semakin lama tambah benar dihadapan-Nya. Hati (bukan fisik) kita dipukul dan disiksa oleh karena terus memperjuangkan kebenaran sejati lewat perlakuan buruk orang lain terhadap diri ini. Kita mengalami penderitaan lewat pengabaian dan ejekan atas kebenaran yang dipertahankan selama ini. Memang kulit tidak terluka tetapi jiwa merana oleh karena kejahatan semakin merajalela. Seolah kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghentikan mereka dan memang semua itu harus terjadi.

Ada waktunya menjadi terbiasa dan menikmati pergumulan itu sebagai sesuatu yang bermanfaat

Sang Mekanik Sejati meminta kepada anak-anak-Nya untuk bertahan dan tetap benar di tengah derasnya cobaan hidup. Pertahankan kebenaranmu dan janganlah menjadi lemah mengekspresikannya dalam hari-hari hidup yang dilalui. Suatu saat ketika mampu memaafkan musuh dan berbuat baik kepada mereka, anda akan dituntun untuk menjadi terbiasa. Sungguh, orang yang tekun melakukan kebenaran hakiki, rasa benci terhadap lawan akan berubah menjadi rasa kasihan sehingga hati ikhlas mengampuni sekaligus memohonkan pertobatan mereka. Pada titik ini, aktivitas tersebut telah membudaya sehingga hatinya tergerak dalam ketulusan yang penuh semangat untuk terus melakukan hal-hal yang benar.

Bermasalahlah karena kebenaran: pandai beradaptasi tetapi tetap benar

Hanya saja, pastikan hati tertekan oleh karena kebenaran yang kita usahakan. Jangan sampai penderitaan itu terjadi karena sikap sendiri yang berdosa, cenderung ogah-ogahan (sombong) dan lebay. Pandai-pandailah menyesuaikan diri, licin meliuk-liuk untuk tetap aktif melakukan kebenaran sejati. Fokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian juga gemarlah melakukan kebaikan kepada sesama dalam setiap aktivitas yang dilakukan (saat belajar dan bekerja). Apa berkat yang telah dianugerahkan Tuhan kepadamu, korbankan kembali untuk dibagikan kepada sebanyak-banyaknya orang. Mulailah berkorban (memberi) dari hal-hal yang sederhana, yaitu lewat sikap santun dan ramah yang dimulai dari keluarga sendiri.

Kesimpulan

Tuhan adalah mekanik kehidupan, menuntun kepada hal-hal buruk agar lewat semuanya itu kita belajar menjadi cerdas bahkan bijak. Kebenaran yang kita giatkan akan menjadi alat bagi orang lain untuk menghempaskan kehidupan kita lagi dan lagi sehingga pada satu titik menjadi pandai meliuk untuk menyesuaikan diri (licik) tanpa sedikitpun mengabaikan nilai-nilai yang benar itu (mengasihi Allah seutuhnya dan sesama sama seperti diri sendiri). Pada satu titik siksaan yang mereka lancarkan kepada kita akan menjadi makanan belas kasihan sehingga lebih mampu mengampuninya bahkan berbuat baik kepada lawan sangat dimungkinkan. Pada akhirnya, mereka akan mengerti juga, bukan karena dipaksakan tetapi karena mereka menyadari bahwa kebenaran itu sangatlah penting dan bermanfaat untuk mendatangkan kebaikan bagi kehidupan bermasyarakat.

Salam, Izinkan Mekanikmu bekerja,
dengan berkeras hati untuk
melakukan kebenaran
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s