Gado-Gado

7 Alasan Semakin Tinggi Suatu Daerah Suhu Dingin – Tekanan & Kerapatan Rendah Maka Temperatur Menurun


Penyebab Mengapa Semakin Tinggi Suatu Daerah Temperatur Semakin Rendah – Tekanan & Kerapatan Udara Yang Rendah Menurunkan Suhu Udara

Hidup ini bagaikan pedang bermata dua, pintarlah mengelolanya

Salah satu pengaruh buruk sekaligus baik dari kecerdasan manusia adalah kemampuan membanding-bandingkan. Pandai membandingkan bisa jadi mengarahkan seseorang untuk menjadi iri hati (cemburu) sehingga berdampak buruk bagi kehidupannya. Mampu membuat pertimbangan pintar juga dapat membuat seseorang semakin luas wawasannya tentang kehidupan. Sekarang, kemampuan ini akan diserahkan ke dalam kuasa kita masing-masing per orang, apa yang akan anda lakukan? Kekuatan apapun yang anda miliki di dunia ini, semuanya itu dapat dimanfaatkan untuk hal benar sekaligus yang jahat. Oleh karena itu, berhati-hatilah memanfaatkan potensi diri, pastikan semuanya itu sesuai dengan kebenaran sejati (kasih kepada Tuhan sepenuhnya dan sesama sama seperti diri sendiri).

Keluarga adalah standar

Saat berkunjung ke tempat yang satu, biasanya kita selalu membandingkannya dengan suasana di rumah sendiri. Sebab hari-hari hidup yang kita jalani lebih banyak dihabiskan di dalam rumah. Atau sekalipun sebentar saja berada di sana, kita sangat menikmati momen kebersamaan dengan keluarga tercinta. Bukan karena semuanya baik tetapi oleh perpaduan antara hitam dan putih itulah yang membuat waktu bersama keluarga masing-masing menjadi indah. Disyukuri dan nikmatilah semua itu apa adanya, bukankah dengan demikian  hati lebih lega saat hendak kemana-mana? Jadi, saat kita merasa bahwa memiliki keluarga itu indah maka biasanya akan menjadikan aktivitas yang dilakukan di dalamnya sebagai sebuah standar saat hendak menilai sesuatu.

Perbedaan itu biasa jadi enjoy aja

Misalnya saja, kita berkunjung ke suatu tempat yang situasi dan kondisinya agak berbeda dari lingkungan rumah: rumahnya di gunung lalu berkunjung ke pantai. Pasti yang akan kita rasakan adalah suasana yang lebih hangat ketimbang di rumah, maka akan keluar pernyataan “di sini lumayan panas juga ya….” Sedang saat seorang yang datangnya dari wilayah yang berada di dataran rendah, pasti ngakunya “Sepertinya biasa aja ya….”  Dari ilustrasi tersebut dapat kita simpulkan bahwa seseorang selalu menilai sesuatu untuk dibandingkan dengan habitat aslinya. Jadi, yang namanya perbedaan persepsi itu pastilah mungkin terjadi, hanya saja jangan sampai kenyataan tersebut memperkeruh kehidupan kita yang dari awal sudah damai dan tenteram. Anggaplah semuanya sebagai bunga-bunga kehidupan.

Di atas semuanya itu, pernahkah anda merasakan perbedaan suhu di antara tempat yang  dengan dengan permukaan laut (dataran rendah) dan yang jauh lebih tinggi dari permukaan laut (dataran tinggi dan pegunungan)? Banyak orang yang meyakini bahwa semakin tinggi suatu tempat maka semakin dingin pula suhunya, sedang semakin rendah suatu tempat maka suhunya akan semakin panas. Ini memang sebuah fakta yang tidak dapat dipungkiri sebab tempat yang lebih rendah memiliki kemampuan yang lebih banyak dalam menahan energi foton sedangkan tempat yang tinggi mudah sekali meloloskan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh matahari. Keadaan ini turut pula dipengaruhi oleh gaya gravitasi, kerapatan dan tekanan udara.

Alasan mengapa temperatur, kerapatan dan tekanan udara rendah di dataran tinggi & pegunungan

Ilmu pengetahuan alam atau disebut juga sebagai sains merupakan suatu kumpulan penjelasan tentang fenomena alam yang saling kait-mengait satu sama lain. Saat anda mampu memahami dasar-dasarnya yang biasa dijabarkan dahulu di bangku sekolah, niscaya berbagai bentuk perkembangannya juga akan sanggup untuk dijelaskan secara lebih rinci.  Semakin tinggi suatu tempat maka suhu, kerapatan dan tekanan udaranya semakin menukik turun karena hubungan antar molekulnya lebih longgar sehingga energi foton akan hilang dengan mudah ke luar angkasa.

Sekalipun kami berkata demikian, ada juga beberapa wilayah dataran tinggi yang temperaturnya hampir bersamaan/ tidak jauh beda dari wilayah pantai akibat pengaruh polusi udara yang meningkat. Artinya, hukum penurunan suhu, kerapatan dan tekanan udara ini dapat bias atau tidak berlaku sama sekali saat jumlah aktivitas mesin-mesin berteknologi sangat tinggi hingga menyebabkan pencemaran udara. Berikut selengkapnya akan kami jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan keadaan tersebut.

  1. Hukum gravitasi.

    Bumi yang terus-menerus berputar pada sumbunya telah menciptakan gaya sentripetal yang mendorong segala sesuatu yang ada di atasnya mengarah ke inti. Kekuatan semacam ini lebih akrab di telinga sebagai gaya gravitasi. Udara adalah salah satu senyawa yang jarak antara molekulnya saling berjauh-jauhan sehingga membuatnya tidak terlihat oleh mata tetapi teraba oleh kulit. Oleh karena gaya gravitasi senyawa udara di bawah terhimpit sehingga beratnya meningkat yang turut membuat jarak antar molekulnya lebih dekat satu sama lain. Keadaan inilah yang membuat kemampuan udara untuk menahan energi foton lebih lama di tempat yang rendah sehingga temperatur di daerah tersebut meningkat.

    Keadaan ini sama halnya seperti di dalam lautan. Begitu matahari telah terbenam bagian atas permukaan laut akan lebih dingin sedangkan saat anda menyelam lebih dalam akan merasakan suhu air yang menghangat. Keadaan ini disebabkan oleh radiasi elektromagnetik yang telah ditahan lebih lama pada kedalaman tertentu akibat pengaruh berat air yang lebih tinggi di daerah yang dalam.

  2. Kerapatan udara.

    Udara yang berada di bawah lebih mampat karena pengaruh molekul di atasnya menumpuk-numpuk. Gaya dorong ke bawah yang dihasilkan molekul di atasnya semakin membuat jarak antara molekul yang berada di bawah lebih rapat. Artinya, molekul udara di bawah lebih mampat dibandingkan dengan yang berada di atasnya. Akibat kerapatannya yang rendah maka udara di tempat tinggi lebih cepat melepaskan radiasi elektromagnetik sehingga temperatur cenderung lebih cepat menjadi dingin ketika sinar matahari menghilang (terbenam atau tertutup awan).

    Pernahkah anda menumpuk-numpuk baju di dalam lemari, sampai setinggi apakah itu? Coba amati baju anda yang berada paling bawah lalu bandingkan dengan yang paling atas. Kira-kira yang mana yang lebih tebal, pasti yang ada di atas ketebalannya lebih besar daripada yang berada di bawah apalagi yang berada di dasar (paling bawah). Itulah yang dimaksud dengan kerapatan semakin tinggi saat suatu tempat semakin rendah.

  3. Tekanan yang berbeda.

    Terjadi Desakan antara udara yang berada di atas terhadap udara yang berada di bawah. Tumpang tindih antara molekul udara inilah yang menyebabkan bagian bawahnya tertekan sehingga jarak antar molekulnya lebih dekat satu sama lain. Akibatnya radiasi elektromagnetik yang terjadi di dataran rendah sanggup ditahan lebih lama sehingga temperatur semakin tinggi.

    Mari lakukan percobaan kecil-kecilan. Hidupkan kompo di rumah dengan hati-hati lalu di dekatnya letakkan secara berjejeran gabus (sterofom), besi (sendok besi) dan kayu (sendok kayu). Pastikan ketiganya berada dalam jarak yang sama dengan sumber api. Setelah pemanasan selama 5 menit silahkan bandingkan suhu ketiganya, bahan apakah yang lebih panas? Besi akan jauh lebih panas baru disusul oleh kayu dan terakhir adalah gabus. Kemampuan benda-benda ini menahan panas dipengaruhi oleh jarak antar molekulnya yang sangat rapat. Semakin mampat molekulnya maka semakin tinggi pula kehandalannya dalam menahan lebih banyak kalor.

  4. Gerak brown.

    Merupakan gerakan terus menerus dari suatu partikel zat cair ataupun gas, artinya partikel-partikel ini tidak pernah dalam keadaan stasioner atau sepenuhnya diam (Wikipedia Org). Gerakan ini akan semakin jelas teramati saat partikel tersebut dipanaskan, misalnya saat memanaskan air lama kelamaan bisa menguap bahkan mendidih.

    Pada saat udara terkena panas maka molekul-molekulnya akan semakin aktif bergerak sehingga terjadi gesekan dan tabrakan. Keadaan inilah yang secara tidak langsung menyebabkan suhu udara di dataran rendah lebih tinggi karena gesekan & tabrakan molekulnya semakin intens terjadi akibat tekanan dan kerapatan yang tinggi,

    Pernahkah anda berdesak-desakan dalam suatu ruangan tanpa pendingin (AC)? Pastilah situasinya akan sangat gerah dan membuat keringat mudah keluar. Tapi saat jumlah orang yang ada di ruangan tersebut mulai berkurang alhasil suhu udaranya lebih adem. Keadaan ini seperti saat berada di angkot/ bus konvensional yang penuh sesak. Awalnya akan terasa panas akan tetapi seiring dengan semakin banyaknya penumpang yang turun alhasil suasananya lambat-laun menjadi tenang dan sejuk.

  5. Keberadaan pepohonan.

    Tanaman hijau adalah konsumen utama (pemakan) energi matahari, semakin banyak jumlahnya maka semakin tinggi pula kemampuan lingkungan untuk mendinginkan bumi. Jadi kalau kita mau bumi ini dingin dan terbebas dari pemanasan global maka tanamlah pepohonan hijau demi suhu udara yang lebih baik.

    Biasanya di pegunungan lebih banyak pepohonan daripada di dataran rendah. Sebab rata-rata wilayah dekat pantai dijadikan sebagai pusat pengembangan pemukiman sehingga jumlah pepohanan yang terdapat lebih sedikit dibandingkan dengan di pegunungan. Wilayah dataran rendah yang penuh beton, kaca dan seng lebih banyak memantulkan kalor sehingga temperaturnya semakin tinggi saja. Sedangkan di daerah pegunungan yang masih hijau, pepohonan sangat banyak sehingga suhu lingkungan lebih dingin karena banyak energi foton yang diserap daripada yang dipantulkan.

  6. Awan di dataran tinggi lebih banyak.

    Semakin tinggi suhu udara maka semakin tinggi pula kelembabannya, semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi pula uap air yang tersuspensi di lingkungan tersebut.

    Tahukah anda bahwa ketika suhu udara meningkat, uap air akan lebih banyak tersuspensi ke lingkungan. Pepohonan dan tanah akan dehidrasi sehingga uap air akan menumpuk ke lingkungan kemudian menjadi awan. Akan tetapi, ketika dalam suatu wilayah yang sedang dilanda panas tidak ada tumbuhan dan tanahpun tandus (ditutupi bangunan) maka uap air yang ada di awan berangsur-angsur menipis dan hilang akibat tersuspensi secara merata di seluruh wilayah yang disinari oleh matahari tersebut.

    Dataran tinggi yang masih hijau dan suhu udara yang rendah (kerapatan & tekanan rendah) membuat awan lebih mudah terbentuk sehingga menjadi tameng untuk mengurangi intensitas sinar matahari yang sampai di atas permukaan bumi. Keadaan ini otomatis membuat temperatur di wilayah tersebut lebih adem hari demi hari.

  7. Polusi udara.

    Sadar atau tidak, mesin yang meraung-raung di jalanan setiap waktu turut membuat jumlah polutan meningkat di udara. Polusi ini berasal dari buangan bahan bakar, oli, gesekan mesin dan debu yang beterbangan di jalanan. Rata-rata buangan (asap) mesin kendaraan terdiri dari senyawa logam dan karbon yang menjadi konduktor yang baik terhadap kalor yang dihasilkan oleh pancaran sinar matahari. Semakin banyak jumlah senyawa logam dan karbon (polutan misal timbal, CO2) yang terbang bebas di lingkungan maka semakin tinggi temperatur udara di tempat tersebut.

    Gaya gravitasi sendiri akan menarik ke bawah berbagai partikel polutan sehingga kerapatan udara semakin tinggi. Udara kotor umumnya lebih mampat sehingga memiliki masa jenis yang lebih besar dibandingkan dengan udara bersih. Semua keadaan ini berkontribusi terhadap gerak Brown yang semakin intens (gesekan tinggi) sehingga kemampuan udara menahan panas semakin meningkatkan temperaturnya.

    Sekalipun anda berada di pegunungan atau dataran tinggi tetapi saat mesin panas beroda masih berkerumun, asap pabrik dimana-mana, asap PLTD melimpah-limpah dan pembakaran hutan merajalela. Tetap saja tempat tersebut mengalami pemanasan global: anomali cuaca, suhu udara meningkat terus dan bencana terjadi dimana-mana bahkan gelombang panas pasti akan menghajar wilayah tersebut cepat atau lambat.

Hubungan antara ketinggian dan temperatur udara

Perlu diketahui bahwa setiap naik 100 m, suhu udara akan turun 0.6 0C. Kondisi ini disebut dengan gradien geothermis. Dengan mengetahui hal tersebut kita dapat menghitung atau memperkirakan suhu suatu tempat tanpa menggunakan termometer. Dengan persyaratan bahwa kepadatan penduduk, pemukiman dan jumlah kendaraan di daerah tersebut tidak berlebihan sehingga belum terjadi pencemaran udara (polusi).

Perhitungannya adalah,
T = 26,3 – (0,6 x (h/100))

Keterangan:
T adalah suhu udara yang akan kita cari
h adalah ketinggian tempat
Temperatur 26,3 0C adalah suhu rata-rata di permukaan air laut sebagai patokan

Sebagai contoh:
Anda berada di tempat dengan ketinggian 3.600 m dpl (di atas permukaan laut), berapakah suhunya ?

Hasilnya adalah :
T = 26,3 – 0,6 X (3600/100)
T = 26,3 – (0,6 X 36) = 4,7 0C (Kaskus CO ID)

Temperatur sangat ditentukan oleh kerapatan, tekanan dan tingkat pencemaran udara dalam suatu wilayah. Semakin rendah tekanan dan kerapatannya maka semakin rendah pula suhunya. Sebaliknya semakin mampat dan padat udaranya maka semakin tinggi pula suhunya. Biasanya tempat yang lebih rendah dan dekat dengan permukaan laut suhunya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan daerah yang lebih tinggi (pegunungan dan dataran tinggi). Tentu saja keadaan ini turut pula dipengaruhi oleh jumlah polutan yang tersuspensi di lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas mesin-mesin berteknologi tinggi. Semakin banyak jumlah dan tinggi aktivitas mesin-mesin beroda tersebut maka semakin panas pula lingkungan tempat tinggal anda sekalipun berada di daerah paling tinggi di ujung dunia! Kami menyebutnya sebagai ilmu pengetahuan yang merusak kehidupan umat manusia bahkan lingkungan sekitar juga turut terdegradasi dibuatnya. Pemakaian teknologi yang arogan dan serakah akan menyebabkan bencana alam dan bencana kemanusiaan dimana-mana!

Salam, Kan sudah pernah Tuhan katakan,
Buah Pengetahuan itu, jangan makan.
Boleh dimakan tetapi tegakkan
keadilan sosial – kesetaraan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s