Infokom

+10 Musang Berbulu Domba, Manusia Memiliki Kekurangan Bukan Dualisme


Musang Berbulu Domba, Manusia Memiliki Kekurangan Bukan Dualisme

Perhatikan persepsi anda agar hati tenang dan orang lainpun senang

Ada dua hal yang agak mirip-mirip di dunia ini tetapi belum tentu keduanya sama. Seperti kaki kiri dan kanan, tangan kiri dan kanan, telinga kiri dan kanan, mata kiri dan kanan, lubang hidung kiri dan kanan dan lain sebagainya. Dua organi ini memang mirip sekali tetapi sadarilah bahwa keduanya tidak sama persis. Coba masukkan sepatu kiri anda ke kaki kanan, apa bisa? Ini adalah salah satu bukti otentik perbedaan itu. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memberikan opini. Biasanya sesuatu yang dinilai secara terburu-buru cenderung menjadi persepsi yang kurang tepat sehingga menimbulkan polemik berkepanjangan. Tetapi sudut pandang yang matang membuat penilaian anda terhadap sesuatu menjadi lebih pas dan mengena di hati orang yang mendengarnya.

Hidup ini penuh dengan dualisme

Materi di alam semesta penuh dengan dualisme, bisa bermanfaat dan dapat pula berbahaya bahkan menghancurkan. Seperti gelap dan terang yang selalu berganti-ganti, layaknya panas dan dingin yang selalu silih berganti, bagaikan dua mata uang logam, ada kepala dan ekor. Ketahuilah bahwah segala bentuk materi selalu mengandung makna dualisme. Artinya, dapat dipakai untuk sesuatu yang bermanfaat dan bisa pula digunakan untuk kejahatan. Misalnya saja uang, orang bisa memanfaatkannya untuk melakukan kebaikan tetapi bisa pula dipakai untuk membayar orang lain sebagai uang sogok agar membela hal yang salah. Apakah begitu manusia di dunia ini, selalu memiliki sisi positif dan negatif? Saksikanlah, Dualisme Kehidupan Manusia.

Dualisme hanya berlaku untuk materi

Sekarang, kita diperhadapkan pada sebuah fakta yang tidak bisa ditolak oleh siapapun juga sebab pepatah tentang hal tersebut sudah ada sejak zaman dulu bahkan sebelum generasi kita terlahir di dunia ini. Kata orang “segala sesuatu bagaikan pedang bermata dua” atau yang sepadan dengannya “semua hal di dunia ini bagaikan buah simalakama.” Sekarang, kita harus benar-benar bersikap kritis agar tidak salah kaprah mengaplikasikan pepatah ini. Bila dipikir secara berulang kali memang hal tersebut benar adanya saat kita aplikasikan pada segala bentuk materi yang dimanfaatkan oleh manusia. Tetapi, saat kita mencocokkannya dalam diri pribadi manusia itu sendiri, akan menemukan bahwa “melakukan dosa itu tidak salah sebab sudah tabiat manusia dari sononya.”

Tempat tahi dengan tempat emas tidak pernah sama: memang sama-sama kuning

Bila dipikir-pikir secara cepat maka kita akan menemukan bahwa manusia sesungguhnya pernah melakukan yang benar dan pernah juga melakukan yang salah. Bukankah ini salah satu bentuk dualisme? Jika demikian jadinya, setiap orang sah-sah saja melakukan kejahatan sebab itulah makna dari kehidupan yang mendua. Ini jelas salah satu POLA PIKIR FATAL yang dapat merusak struktur sosial bermasyarakat. Sebab saat kita mengesahkan paham dualisme untuk materi agar dipaksakan untuk dianut oleh manusia maka kebenaran akan menjadi kabur. Orang-orang akan mengeluarkan dari perbendaharaan hatinya hal-hal yang positif dan juga hal-hal yang negatif. Mungkinkan air bersih yang bisa diminum satu saluran dengan air bandar (got) yang kotor?

Kelemahanlah yang membuat kita bersalah bukan sifat dualisme

Pertanyaan yang paling tepat saat ini adalah, “mengapa manusia masih melakukan kejahatan?” Jika kita beralasan melakukan kejahatan karena dualisme maka perbuatan itu sah (bukan dosa). Tetapi hal yang jahat itu jelas-jelas sebagai sebuah dosa yang dilakukan oleh karena ketelodoran manusia itu sendiri. Jadi, sikap kita yang kurang benar lebih pantas bila dianggap sebagai sebuah kelemahan. Akibat kurangnya kemampuan mengendalikan diri sehingga khilaf dan jatuh dalam dosa. Kesalahan yang tidak disengaja inilah yang harus dimaklumi oleh masing-masing orang sekaligus sebagai ujian sosial untuk membuat kita tabah menjalani hidup. Inilah usaha yang sedang digencarkan oleh setiap orang, bagaimana agar sikapnya dapat terhindari dari hal-hal yang jorok tersebut.

Setiap orang belum sempurna tetapi sedang menuju kesempurnaan

Saat kita masih kanak-kanak, sering sekali melakukan dosa, baik lewat bibir maupun lewat sikap. Tetapi saat umur semakin tinggi, banyak membaca Kitab Suci, rajin ibadah, fokus Tuhan, melakukan kebaikan dan telah menanggung berbagai pencobaan, alhasil kemampuan untuk menjauhkan diri dari dosa lebih mumpuni. Hanya orang dewasa yang bebal sajalah yang masih saja melumpur dalam kejahatannya sekalipun kata hati (suara hati) memperingatkannya dengan sangat. Sadarilah bahwa salah satu dosa yang tidak diampuni di dunia ini adalah, sifat yang menentang terhadap Roh Kudus. Orang yang masih melakukan kejahatan padahal suara hatinya telah memperingatkan hal tersebut dengan sangat secara berulang-ulang, pembangkangan semacam ini tidak diampuni di sorga kelak. Seperti ada tertulis.

(Matius 12:31-32) Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

Setiap dari kita sedang menuju titik sempurna dalam kehidupan ini tetapi bukan dalam arti semua hal yang benar tersebut telah kita aplikasikan 100%. Masih saja ada dalam hidup ini pelanggaran yang sifatnya sebagai sebuah ketelodoran yang tidak disengaja. Hal semacam ini telah diampuni lewat karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib. Tetapi, saat Roh Kudus dalam hati ini telah memperingatkan kita tentang sesuatu bahkan suara tersebut telah berlangsung selama berulang kali dan berhari-hari. Ketahuilah bahwa ketidaktaatan terhadap Roh (suara hati) akan mengurangi posisi anda di sorga bahkan ketika hal tersebut terlalu banyak bersiaplah dilempar ke dalam neraka. Seperti ada tertulis (posisi di sorga lebih rendah).

(Matius  11:11) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Bahkan Tuhan Yesus akan menentang kita di akhir zaman jika selalu saja tidak mengindahkan Suara Roh Allah di dalam hati (suara hati).

(Matius 7:22-23) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Pengertian musang berbulu domba

Musang berbulu domba adalah oknum yang sebenarnya bertujuan jahat tetapi menyamar sehingga keberadaannya diterima di antara orang benar. Mereka sering juga disebut sebagai orang-orang munafik, yaitu orang yang bermuka, mulus di depan tetapi di belakang orang melakukan kejahatan secara diam-diam. Orang munafik merasa berhak melakukan dosa karena merasa bahwa hal tersebut sudah tabiat manusia hanya saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ada tiga macam jenisnya, yaitu yang alamiah, mekanik dan organik. Mereka sulit dikenali secara kasat mata tetapi orang yang berpengalaman mampu membedakannya dengan bijaksana.

Bentuk-bentuk musang berbulu domba

Ketahuilah bahwa segala sesuatu di bumi ini bisa jadi musang berbulu domba, hanya hal tersebut bukan berarti bahwa kita harus takut terhadap mereka. Seperti kata Tuhan Yesus, “kita adalah domba yang diutus ke tengah-tengah serigala” (Matius  10:16). Artinya, HIDUP DI TENGAH-TENGAH SERIGALA BERBULU DOMBA ADALAH TAKDIR. Hanya saja, Tuhan telah memperingatkan kita untuk senantiasa berjaga-jaga dan mampu bersikap cerdik mewaspadai kejahatan sekaligus tulus saat berbagi kasih kepada mereka. Kita harus senantiasa fokus kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) agar tetap waspada. Menjadi cerdik dengan peka terhadap situasi dan senantiasa belajar lewat pengalaman. Namun tetap berbuat baik (memberi manfaat) kepada mereka tanpa menuntut balasan apa-apa (tulus). Seperti ada tertulis

(Matius  10:16) “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Berikut ini bermacam-macam jenis musang berbulu domba yang mungkin belum anda sadari.

Jenis kemunafikan alamiah.

  1. Api dan Sinar Matahari.

    Ya, api memang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia tetapi berhati-hatilah saat menghidupkan api. Sebab salah-salah meletakkannya bisa-bisa hal berharga hangus terbakar dilalap si jago merah.

    Sinar matahari memang bermanfaat untuk membuat jalan-jalan terang sehingga tidak mudah tersandung saat pergi kemana-mana. Matahari panas juga bermanfaat untuk menguji kekuatan kulit kita agar lebih tahan terhadap perubahan temperatur. Orang yang mampu menyesuaikan diri dengan panasnya dapat mencapai tahap adaptasi yang menuju evolusi.

    Tetapi tahukah anda bahwa sinar matahari akan menjadi gelombang panas yang meningkatkan dehidrasi, menyakiti bahkan merenggut nyawa seseorang? Bila panasnya keterlaluan maka ada kemungkinan menimbulkan api di dalam hutan-hutan yang kering setelah musim kemarau berbulan-bulan. Tetapi janganlah khawatir sebab Tuhan telah mengutus ciptaan yang mengimbangi kekuatannya di depan kita, yaitu tanaman hijau. Ketahuilah bahwa segala bentuk tanaman hijau adalah pemakan aktif energi foton. Untuk menjaga “lingkungan tetap ngeri-ngeri sedap dimana panasnya stabil” yang dibutuhkan adalah menanam pohon, mengurangi jumlah kendaraan dan membatasi area pertanian.

  2. Angin sepoi-sepoi.

    Jelas semilir angin begitu lembut menyentuh kulit tetapi bisa berubah menerjang dan menghempaskan segala sesuatu. Memang ini adalah salah satu jenis musang berbulu domba yang sangat akrab saat kita berkendara apalagi ketika menggunakan sepeda.

    Tenang saja, keliarannya yang dikenal sebagai angin puting beliung, tornado, topan dan lainnya bisa dikendalikan dengan cara menanam lebih banyak pohon, mengurangi pembangunan gedung mewah, membatasi jumlah kendaraan dan mengurangi tanah lapang yang gundul juga menjaga kontur tanah tetap berlekuk-lekuk. Sebab sadar atau tidak, bukit dan lembah bisa jadi sebagai penghalang untuk menurunkan kecepatannya. Dengan berkurangnya kendaraan, polutan lebih minim sehingga udara menjadi ringan. Pepohonan selain bermanfaat untuk membersihkan udara juga berguna untuk menahan laju angin. Gedung mewah yang menghabiskan lahan dan sumber daya turut mengurangi jumlah energi yang dipakai dan polutan yang dihasilkan.

  3. Hujan dan Air yang mengalir.

    Air sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Bahkan setiap hari tidak akan pernah nikmat & segar tanpa minum air. Tetapi lagi-lagi komponen alamiah ini adalah musang berbulu domba. Salah-salah memanajemen lingkungan, bisa jadi keberadaannya menenggelamkan dan menghanyutkan segala sesuatu.

    Lagi-lagi pepohonan bermanfaat besar untuk mencegah terjadinya banjir dan banjir bandang. Akar-akar pohon menggemburkan tanah sekaligus menahan laju air ke tempat yang lebih rendah. Daun-daunnya juga berperan untuk menahan tendangan air hujan dari atas agar tanah tidak tertekan dan tetap gembur. Lagipula pepohonan bermanfaat untuk menyerap sinar matahari agar uap air tidak menumpuk karena kalor yang berlebihan sehingga hujan yang terlalu deras bisa dicegah sedini mungkin.

  4. Bumi yang tegar.

    Tanah tempat kita berpijak adalah kekuatan penopang yang tidak pernah goyah. Sekeras apapun anda memukul dan membantingnya, dia tidak pernah melawan. Justru tanah ini telah menjadi salah satu pondasi yang mendasari segala sesuatu yang hendak kita bangun di atas bumi. Tetapi tetap saja, bahan alamiah ini adalah musang berbulu domba.

    Pantaslah kita menobatkan pepohonan pada khususnya dan hutan pada umumnya sebagai sebagai pelindung bumi ini (The Guardians Of The Earth). Sebab keberadaan akar-akar pohon di bawah tanah dapat menjadi sebuah ikatan yang saling kait-mengait yang membuat struktur tanah lebih kokoh. Tentu saja, jaring laba-laba ekstra yang ada di dalam tanah mencegah terjadinya longsor bahkan saat terjadi gempa tidak ada tanah yang retak.

    Musang berbulu domba organik.

  5. Pohon tunggal.

    Ketahuilah bahwa pohon saat sendiri itu tidak kuat, melainkan akar dan batangnya sangat lempung. Dari sinilah kita memahami bahwa sesungguhnya orang yang suka menyendiri sangatlah rapuh. Sekalipun manfaatnya banyak tetapi pohon tunggal bukanlah pilihan baik untuk dipelihara.

    Jika pohon yang sangat besar tumbang secara tiba-tiba, banyak kerugian yang bisa diderita, terutama ketika di sekitar situ ada rumah penduduk. Bila kita belajar dari alam maka akan menemukan bahwa akar dan batang pohon yang benar-benar kuat dikarenakan hidup bersama tanaman menjalar di sekitarnya. Tanaman jalar yang sering sekali dimanfaatkan orang sebagai tali alamiah ini turut menciptakan rajutan kencang di bawah tanah sehingga akar pohoh lebih kokoh dan tidak mudah tumbang. Jumlahnya yang banyak dan hujan yang tetap turun adalah alasan kuat yang membuat pohon tidak mudah rubuh.

  6. Binatang buas yang kehilangan predator dan tempat tinggal.

    Tahukah anda bahwa binatang adalah musang berbulu domba? Memang dagingnya empuk dan lezat tetapi saat jumlah hewan peliharaan terlalu banyak, bisa-bisa hutan rusak lebih cepat oleh karena pembukaan lahan yang luas demi menyuplai bahan makanannya. Membunuh semua hewan buas (ular, burung, kodok, kelelawar) di hutan juga bisa meningkatkan jumlah serangga yang menyebabkan gangguan langsung ke pemukiman warga setempat. Membabat-habis hutan-hutan demi hunian mewah justru lebih parah lagi sebab dengan hilangnya habitat aslinya maka rumah manusia akan menjadi tempat mencari makanan yang beresiko memicu peringatan serangan binatang buas.

  7. Sesama manusia di sekitar kita.

    Sebagai makhluk sosial mustahil kita bisa menjauhkan diri dari orang lain. Kita tidak harus melawan mati-matian setiap orang yang dianggap sebagai musang berbulu domba. Sebab perlawanan nyata justru membuat hidup kita repot sendiri sedangkan pekerjaan dan pelajaran terbengkalai tidak jelas.

    Adalah baik bagi kita untuk mulai belajar bersikap cerdik, bersahabat dengan sifat positifnya dan menghindari diri dari tabiat negatifnya. Sadarilah bahwa semakin terasah kehidupan ini lewat ujian sosial maka semakin cerdas pikiran. Kami sendiri sudah mengalami hal ini, hanya saja janganlah lupa untuk mengisi waktu dengan aktivitas positif (fokus Tuhan, belajar dan bekerja). Satu-satunya penghiburan di saat-saat seperti ini adalah dengan melakukan kebenaran yang hakiki, kasihi Allah seutuhnya dan sesama seperti diri sendiri.

    Jangan lupa juga untuk bersikap tulus saat hidup dekat-dekatan dengan si musang berbulu domba itu. Artinya, tetap berbagi kasih kepadanya, berkat yang dianugerahkan Allah bagikan kembali kepada orang-orang tersebut. Mulailah dengan melayani sesama lewat sikap yang santun dan ramah. Ingat, lakukan semuanya dengan tulus hati tanpa mengharapkan imbalan apa-apa melainkan nantikanlah upahmu di sorga kelak.

    Musang berbulu domba mekanik,

  8. Komputer & Gadget (smartphone, tablet, handphone, laptop, komputer PC).

    Harus kami akui bahwa memiliki telepon pintar adalah suatu keuntungan yang tidak biasa. Namun selalu sadari bahwa mesin elektronik tersebut menyimpan kejahatan yang siap dimanfaatkan. Pintar-pintarlah mengendalikan diri sehingga dapat menggunakannya secara bertanggung jawab. Benda yang satu ini memang penuh dengan dualisme tetapi orang yang cerdas tidak membiarkan hasratnya lepas kendali.

    Komputer PC/ laptop bermanfaat untuk menyelesaikan tugas kuliah atau tugas kantor. Mesin yang satu ini juga dapat diberdayakan untuk terhubung dengan dunia maya menggunakan modem. Anda bisa saja jalan-jalan di berbagai blog dan media sosial tetapi pastikan bahwa tidak kecanduan dengan kebiasaan tersebut. Berpuasalah selama satu hari penuh dalam seminggu untuk menghindari kemungkinan menjadi ketagihan teknologi.

  9. Pesawat televisi.

    Saat menonton televisi, kami suka mendengar lagu-lagu hiburan yang ditampilkannya. Lantas mengubah lagu tersebut menjadi lagu rohani di dalam hati. Anda juga dapat menyaksikan berbagai acara positif di dalamnya. Tetapi ketahuilah bahwa barang elektronik yang satu ini bagaikan musang berbulu domba yang dapat menjerumuskan anda pada hal-hal yang salah. Bila anda cerdas, akan dimampukan untuk mengubah dampak negatif tersebut menjadi bermanfaat untuk menguji diri sendiri agar terbebas dari berbagai arogansi, kesombongan, iri hati, fanatik, pornografi dan lain sebagainya. Simak juga kawan, Kegunaan televisi dalam kehidupan sehari-hari.

  10. Stasiun radio.

    Anda yang tidak memiliki televisi, dapat mendengarkan berita update lewat siaran radio di daerah masing-masing. Stasiun yang satu ini juga bagaikan pedang bermata dua yang dapat menghibur dan menambah wawasan pendengar tetapi dapat pula melemahkan kehidupan. Pandai-pandailah memanfaatkannya agar tidak terperangkap oleh muslihat di balik kata-kata manis yang didengar.

  11. Segala bentuk ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Ketahuilah bahwa mesin berteknologi yang kita miliki saat ini dapat mendatangkan kebaikan sekaligus keburukan bagi kehidupan. Kebaikannya adalah pekerjaan lebih mudah tetapi keburukannya adalah aktivitas manusia cenderung minim sehingga beresiko menekan kecerdasan dan menurunkan kesadaran. Semua keadaan ini dapat membuat manusia sulit mengendanlikan diri dan cenderung menyimpang dari kebenaran.

    Saran kami dalam berbagai penggunaan mesin adalah pakai itu secara bersama-sama. Jika memang waktu luang anda cukup banyak maka gunakanlah cara-cara konvensional (manual) untuk menyelesaikan berbagai tanggung jawab yang dipercayakan kepada anda.

Hidup ini memang penuh dengan dualisme namun camkanlah bahwa itu hanya berlaku untuk hal-hal materi yang ada di sekitar kita. Sedangkan yang menentukan sebaik atau seburuk apa ekspresinya adalah manusia itu sendiri. Semakin baik pilihan, keputusan dan pengelolaan yang kita tempuh akan semakin tepat guna juga arah pengoperasiannya. Saat kita mampu menjaga keseimbangan alam maka seumur hidup alam menjadi ibu yang baik merawat umat. Ketika kita mampu mengendalikan nafsu, bersikap selektif dan kritis memanfaatkan teknologi, alhasil pikiran semakin cerdas. Sewaktu anda mampu bersahabat dengan musang berbulu domba di sekitarmu, mengambil sisi positif dan menghindari watak buruknya, niscaya hidup semakin bijak. Dalam hari-hari yang dijalani memang ada suka dan duka tetapi orang bijak mampu berbahagia baik saat bersuka maupun berduka.

Salam, Orang yang tegar,
tetap familiar,
walau sekelilingnya liar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.