Ekonomi

+10 Bahaya Mesin Ancaman Peradaban Manusia – Ilmu Pengetahuan & Teknologi Adalah Bencana Karena Waktu Luang Melimpah

Alasan Mesin Ancaman Peradaban Manusia – Ilmu Pengetahuan & Teknologi Adalah Bencana Karena Waktu Luang Semakin Melimpah

Arogansi dan ketamakan adalah batu sandungan

Sungguh, bumi ini dahulu adalah Taman Eden yang dipenuhi dengan berbagai pepohonan yang menghasilkan buah-buahan. Sedang semua hewan takluk di bawah kekuasaan manusia. Semua yang ada di seluruh penjuru negeri telah ditujukan untuk membaikkan keadaan manusia. Sayang, manusia yang syarat dengan hawa nafsu arogan selalu saja menginginkan lebih dan lebih lagi. Keadaan semakin buruk saja oleh karena kemampuan intelektual yang telah dicuri dari Allah. Suatu potensi untuk mengetahui dan menyelidiki hal-hal yang tersembunyi agar dimanfaatkan sebagai kekuatan memperbaiki kualitas hidup dari waktu ke waktu. Sayang ilmu pengetahuan dan teknolog tersebut telah menjadi batu sandungan bagi kita untuk bisa hidup dari generasi ke generasi di dunia ini.

Kalangan intelek membuat sistem yang hanya menguntungkan kaumnya saja

Sebenarnya Tuhan telah melarang kita untuk mengkonsumsi Buah Pengetahuan tersebut tetapi nenek moyang sendiri telah mengkonsumsinya sehingga hal tersebut terus ada dan tetap ada dari generasi ke generasi. Dengan ilmu itulah kita belajar membuat berbagai-bagai sistem yang mendukung diri sendiri agar semakin terhormat dalam jabatan yang tinggi-tinggi. Lagipula sistem yang dibuat tersebut membuat kalangan penguasa dan pengusaha (kapitalis) semakin banyak hak materi yang diperolehnya. Sistem yang mereka sebut sebagai pemerintahan itu telah mengkristalisasi segala potensi negara/ daerah semata-mata demi gemerlapan duniawi yang lebih tinggi dari kebanyakan orang.

Ilmu pengetahuan yang seharusnya ada untuk memperbaiki kualitas hidup kemanusiaan, telah menjadi alat untuk memperoleh lebih banyak kekuatan. Sebab masing-masing manusia ingin jadi Tuhan, dipuji dan kaya-raya bahkan bila perlu disembah sekaliannya. Mereka meraih semuanya itu dengan menggunakan dasar-dasar yang menurutnya masuk akal tetapi sesungguhnya penuh dengan ketidakadilan. Situasi di dalam masyarakat menjadi kental dengan arogansi, iri hati dan persaingan. Sisitim kapitalisme mengakomodasi lebih banyak kekuatan kepada orang-orang tertentu menjadi milik pribadi. Kekuatan ekonomi menyuplai orang-orang tertentu menjadi sangat kaya sehingga kekayaan itulah yang membuat mereka semakin tamak.

Harta melimpah-limpah adalah awal yang memicu bencana alam

Mereka yang memiliki harta benda sangat banyak inilah yang beresiko tinggi serakah memanfaatkan uang/ sumber daya yang ada. Sebab dengan uang tersebut mereka bisa membuat rumah-rumah ekstra megah dan mewah juga membeli mesin-mesin yang menghancurkan hutan dan melepaskan banyak polutan ke lingkungan. Semakin tinggi jumlah uang yang dimiliki oleh satu-satu orang maka semakin bebas dirinya untuk meluluh-lantakkan pepohonan dan lingkungan sekitar demi hasrat yang berlebihan terhadap kenikmatan duniawi. Sedangkan di sisi lain, alat elektronik yang digunakannya semakin banyak saja sehingga membuat pembuangan sampah dan polutan meningkat di lingkungan sekitarnya. Lama kelamaan, keadaan inilah yang akan memicu bencana alam.

Mesin dan ancaman yang ditimbulkannya

Tahukah anda bahwa Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat sebenarnya bagaikan buah simalakama. Anda dapat mengarahkannya kepada hal-hal yang baik juga kepada sesuatu yang buruk. Pada dasarnya, penggunaan ilmu pengetahuan hanya mengarahkan manusia pada arogansi dan keserakahan. Akan tetapi dengan adanya kasih (mengasihi sesama seperti diri sendiri) niscaya pemanfaatannya dapat mengarah kepada hal-hal positif. Mesin berteknologi adalah salah salah satu besutan ilmu pengetahuan yang cenderung merugikan manusia secara masif. Awalnya memang kita merasa beruntung memilikinya tetapi hal ini berujung pada bencana. Berikut beberapa bahaya mesin berteknologi tinggi bagi kehidupan.

  1. Membuat manusia malas.

    Coba lihat mesin-mesin di sekitar anda, bukankah itu yang membuat pekerjaanmu ringan? Memang pada kadar tertentu kegunaannya yang memudahkan segala sesuatu adalah baik. Tetapi tahukah anda apa akibatnya? Saat teknologi yang diminyaki bekerja keras maka diri ini hanya duduk manis menunggu hingga semuanya selesai. Bukankah dengan demikian kita diajarkan untuk malas? Sehingga saat ada pekerjaan yang berat-berat, enggan untuk melakukannya melainkan ditanggungkan atau menyuruh orang lain atau memperbudak mesin?

  2. Membuat manusia manja.

    Salah satu hal yang membuat banyak manusia sangat menyukai mesin berteknologi karena selalu mengikuti apa yang kita inginkan. Alat elektronik ini, cukup di tekan saja maka akan bekerja sesuai dengan yang kita inginkan. Sadarilah bahwa orang yang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya beresiko melemahkan hati. Sebab hal tersebut hanya berlaku saat berhubungan dengan materi sedang saat berhubungan dengan orang lain, kita tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan dari orang tersebut.

  3. Membuat manusia individualis.

    Mereka yang memiliki banyak uang, tidak perlu lagi istri sebab sudah ada mesin cuci, pemanasan air, penanak nasi, oven, mikrowave dan lain sebagainya. Untuk menghibur dirinya, cukup dengan main game komputer online/ offline. Saat hendak kemana-mana, memakai kendaraan roda empat serba tertutup untuk banyak orang tetapi hanya diisi oleh satu manusia saja. Masih banyak lagi hal yang membuat mesin canggih tersebut mengarahkan kita untuk tidak membutuhkan orang lain untuk hidup. Terlebih ketika uang banyak di tangan, “goyang saja maka semuanya dapat!”

    Dukungan uang yang melimpah membuat seseorang lebih leluasa (bebas) untuk membeli mesin berteknologi dan pembantu rumah tangga. Mereka tidak lagi butuh suami/ istri sebab hari-harinya dihabiskan bersama semua barang-barang canggih tersebut. Orang yang menikah dengan teknologi merasa bisa menjalani kehidupannya yang syarat dengan egosentris (hanya mementingkan diri sendiri).

  4. Membuat manusia menuntut kesempurnaan.

    Ketepatan kerja mesin adalah 100% sedangkan akurasi manusia adalah 50:50. Sebab saat kita memerintahkan sesuatu kepada barang berteknologi tersebut, apa yang kita minta, itu juga yang dilakukannya/ yang keluar. Tetapi saat berhubungan dengan sesama manusia, apa yang kita inginkan darinya tidak melulu 100% diikuti melainkan berada pada kisaran 50:50. Keadaan ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satu di antaranya adalah suasana hati seseorang, saat suasana hati seseorang sedang tidak bagus, kemungkinan akan kurang tanggap terhadap orang yang berkomunikasi dengannya.

    Saat seseorang selalu terhubung dengan mesin, mindsetnya telah terbentuk bahwa apa yang diinginkannya pasti akan selalu dituruti 100% sehingga di dalam dirinya terbentuk pola perfeksionisme. Sehingga saat berhubungan dengan sesama manusia, tidak mau dekat-dekat dengan orang yang memiliki kekurangan melainkan hanya berada disamping orang yang selalu tampil sempurna (terhormat, terkenal, ternama)

  5. Membuat sesorang semakin menjauhi dari kehidupan sosial.

    Orang yang memiliki banyak barang elektronik canggih di sekitarnya, akan menjadikan mesin tersebut sebagai sahabatnya. Yang terlalu ketergantungan dengan smartphone biasanya sangat dekat dengan gedget tersebut. Bahkan saat benda tersebut jauh darinya, akan timbul rasa gelisah, cemas dan khawatir berlebih hingga membuatnya sedih sendiri (galau). Pada tahap ini, ketagihan akan barang elektronik tertentu menandakan bahwa seseorang tidak bisa hidup tanpa teknologi tersebut tetapi tanpa seorangpun di sekitarnya, ia merasa normal-normal saja. Terlebih ketika menyadari bahwa sesungguhnya ada perbedaan antara orang per orang yang kerap menimbulkan persinggungan. Semua keadaan inilah yang cenderung membuat seseorang semakin menjauh.

  6. Menciptakan budaya instan.

    Mesin canggih sekali tekan, tunggu bentar maka semuanya kelar. Biasanya saat kita berhubungan dengan mesin, tidak butuh menunggu lama hingga semua yang kita inginkan terwujud. Tetapi saat berhubungan dengan sistem dalam masyarakat, ada banyak tahapan proses yang harus kita tunggu, tentu saja ini membutuhkan kesabaran yang terkendali dengan baik. Akan tetapi orang yang sudah biasa instan dalam hidupnya dimana semuanya “tinggal klik/ tekan” cenderung cepat bosan dan kesal saat ada proses yang menurutnya terlalu lama.

    Mereka yang terbiasa cepat, saat dilayani dengan cara yang lambat akan menjadi orang yang pemarah. Apakah ini kesalahan sistem atau kesalahan orang yang suka marah-marah? Satu lawan banyak (sistem), menang siapa coba?

  7. Enggan mengikuti ujian sosial.

    Sebenarnya mesin juga menguji manusia tetapi hal tersebut hanya bersifat individu. Bagaimanakah anda menghadapi ujian yang diketahui oleh banyak orang? Ada lebih besar rasa malu saat kita menghadapi ujian sosial sedangkan saat diuji oleh teknologi, hanya diri sendiri yang tahu, tidak ada orang lain di sekitar. Orang yang enggan malu inilah yang cenderung tidak mau menghadapi ujian sosial, pas masuk ke dalamnya secara tidak sengaja, lebih cenderung melakukan pelarian (misal menikmati hidup berlebihan, balas dendam dan bertingkah aneh-aneh).

  8. Sulit mengendalikan diri.

    Mereka yang hidup terlalu kecanduan dengan teknologi mesin beresiko memiliki waktu luang yang banyak. Sebab semua hal telah dikerjakan oleh mesin sehingga pekerjaannya tinggal colok dan tekan saja. Waktu senggang yang hanya dihabiskan untuk menikmati hidup cenderung membuat otak lemah, kecerdasan turun dan kesadaran kurang. Keadaan ini berimbas pada kemampuan mengendalikan diri saat gejolak sosial sedang berlangsung. Kemungkinan besar mudah terjerumus pada hal-hal yang menyimpang dari kebenaran (dosa).

  9. Membuat beberapa orang sakit-sakitan.

    Pikirmukah duduk santai seharian penuh itu baik, sebab seluruh pekerjaan telah dihandel oleh mesin? Sadarilah bahwa duduk terus menyebabkan banyak penyakit. Misalnya saja, kaki yang lemah, kencing bersin, batu empedu, penyakit ginjal, diabetes, obesitas, darah tinggi dan kehidupan seksual tidak harmonis (lemah syahwat). Itu hanya beberapa contoh saja, masih banyak masalah kesehatan yang disebabkan kebiasaan terlalu lama (lebay) bersantai-santai.

  10. Memicu pencemaran udara dan bencana alam.

    Sadarilah bahwa aktivitas mesin cenderung tidak efisien bila dibandingkan dengan makhluk hidup. Polutan yang dihasilkannya sangat tinggi atau lebih merusak dari pembuangan nafas manusia. Saat jumlah mesin berteknologi ini meningkat drastis, sampah udara yang dihasilkannya juga turut meninggi. Keadaan ini tentu akan membuat kerapatan dan kepadatan udara semakin tinggi. Akibatnya sinar matahari akan terasa sangat panas sehinggaa membuat beberapa orang enggan keluar rumah (gelombang panas).

    Udara yang padat dan berat beresiko membuat angin semakin kencang sehingga memicu badai, seperti topan, puting beliung, tornado, badai tropis, katrina dan lain-lain. Sampah logam, karet dan plastik (bahan utama mesin robotika) yang mencemari lingkungan beresiko menyebabkan pencemaran tanah dan tambang-tambang yang menghasilkan bahan tersebut lebih merusak ekosistem hayati. Lagi-lagi bencana alam yang terjadi, mereka yang tinggal di daerah pinggiran akan menderita banyak kerugiaan sedang para pemilik mesin yang hidup di rumah-rumah mewah akan hidup dengan tenang. Orang kaya kesalahannya legal, Rakyat teledor dituntut.

  11. Memicu konflik yang lebih besar.

    Satu senjata api saja bisa membuat orang saling bunuh-bunuhan dalam sekejap. Apalagi jika orang tersebut memiliki tank, pesawat tempur, helikopter dan lain sebagainya. Semu mesin-mesin tersebut telah meningkatkan arogansi manusia sehingga dimampukan untuk mencapai tujuannya yang besar dengan menghalalkan segala cara, salah satunya dengan membunuh dan menghancurkan (perang). Kebanggaan menyebabkan perang.

Dampak buruk pertama (akibat primer bagi penemu/ pengelola) mesin adalah menyebabkan kesombongan di hati penemunya. Lalu muncullah sikap arogan yang selalu ingin lebih hingga berujung kepada keserakahan. Sehingga ada kemungkinan melegalkan segala cara untuk mewujudkan keinginannya dengan memanfaatkan teknologi.

Dampak negatif sekunder (sampingan) bagi pengguna alat elektronik secara berlebihan adalah menyebabkan kemerosotan mental, fisik dan kehidupan sosial pemakaianya. Oleh karena itu, gunakanlah secara bijaksana, jangan fokus kepadanya. Ingat bahwa fokus kita hanya kepada kebenaran hakiki, mengasihi Tuhan seutuhnya dan sesama seperti diri sendiri.

Kebiasaan cepat dari teknologi mesin memang pada awalnya baik sebab dapat membuat orang sibuk masih sempat mengerjakan hal lainnya. Akan tetapi bagaimana jadinya jika pengguna barang elektronik tersebut bukan orang sibuk? Artinya, sebenarnya hal tersebut dapat dilakukan secara manual (konvensional) sebab ada cukup banyak waktu luang tetapi pemakaian teknologi elektrik telah menyebabkan waktu luangnya semakin melimpah. Lalu untuk apakah waktu luang yang terlalu mubazir itu? Jangan-jangan digunakan seharian penuh untuk melakukan berbagai kebiasaan menyimpang misalnya bergosip, mengumpat, melakukan hal-hal aneh, narsis, caper, norak, lebay, gila hormat, candu popularitas, selingkuh dan lain sebagainya. Sadarilah bahwa otak manusia butuh sibuk, saat pikiran tidak bekerja maksimal, biasanya pengendalian diri kurang dan sikap cenderung mengarah kepada hal-hal yang negatif.

Salam, Gunakan teknologi,
saat jadwal padat merapat,
saat banyak waktu luang,
pakailah cara manual
(konvensional)!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.