Ekonomi

8 Alasan Utang Negara GRATIS – Utang Luar Negeri Biasa Yang Penting Jaga SDA Dan SDM Agar Ketersedian Barang & Jasa Selalu Ada


Alasan Utang Negara GRATIS Yang Penting Jaga SDA Dan SDM Agar Ketersedian Barang & Jasa Selalu Ada

Utang tidak selamanya buruk. Untuk sebagian besar orang per orang, berutang adalah suatu gambaran kehidupan manusia yang kurang baik dalam memanajemen keuangan. Besaran keinginan yang dimiliki lebih tinggi dari kesanggupan untuk membiayainya. Biasanya keadaan ini dipengaruhi oleh hawa nafsu yang terlalu tinggi, gengsi gede-gedean dan pengangguran. Kapasitas pekerjaan seseorang sangat menentukan besaran biaya kehidupan yang mampu ditanggungnya, hanya saja pendapatan yang terlalu berlebihan beresiko membuat keinginan meningkat. Mereka yang sudah terbiasa berada dalam keadaan tinggi akan kecanduan sehingga tepat saat gaji berhenti entah karena apa, langsung saja membuat hutang-piutang di sana-sini.

Tidak hanya manusia secara personal saja yang bisa memilikinya, suatu badan/ organisasi/ industri/ perusahaan bahkan negara sekalipun memiliki sekelumit utang. Keadaan ini bisa timbul karena ketidakmampuan untuk menjadi mandiri, memang tidak ada satupun orang yang dapat hidup sendiri di dunia ini. Perbedaannya adalah ada pihak yang mampu memenuhi kebutuhannya dan ada pula pihak tertentu yang tidak mampu memenuhi keperluan hariannya. Badan yang tidak mampu memenuhi pengeluarannya akan membuat surat hutang-piutang tetapi bagi mereka yang mampu mencukupi semuanya, pasti akan beroleh keuntungan lagi dan lagi.

Tidak ada negara di dunia ini yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Mungkin keadaan ini disebabkan oleh faktor sumber daya alam yang tidak memadai, sumber daya manusia yang tidak mumpuni atau bisa juga karena faktor keinginan terhadap hal-hal tertentu. Aliansi negara-negara di dunia (PBB) mencoba untuk melakukan sebuah esensi penyatuan karena begitu intensnya kebutuhan akan perdagangan. Sehingga dibuatlah suatu format alat tukar yang berlaku secara universal yang disebut sebagai uang Dolar Amerika. Ini dilakukan dalam rangka memantau aktivitas ekonomi di segala penjuru dunia. Sehingga diketahui dengan pasti wilayah mana saja yang tidak mumpuni untuk memenuhi kebutuhannya dan dimana pula wilayah yang sanggup mencukupi keperluannya.

Hampir semua negara di dunia sudah ditempati orang dari negara lain. Artinya, setiap satu-satu negara di seluruh penjuru bumi memiliki orang asing di dalamnya. Dari negara manakah orang-orang tersebut? Kami juga tidak tahu pasti. Pluralisme masyarakat semacam ini mau tidak mau mengharuskan sebuah sistem yang universal dimanfaatkan satu untuk semua dan semua untuk satu. Bank Dunia dengan uang dolarnya adalah satu sistem yang memantau semua pergerakan moneter di seluruh negari. Bisa dikatakan bahwa hampir tidak ada masalah keuangan yang tidak mampu mereka selesaikan sehingga menguasai ekonomi dunia. Sebenarnya hakekat utama dari keberadaan mereka bukanlah pada uangnya tetapi kepada barang dan jasa yang mampu mereka hasilkan.

Amerika tidak menjadi pemegang utama ekonomi dunia karena kebetulan atau karena pembuatan uangnya lebih rumit dari yang lain. Melainkan karena mereka mampu membuat segala jenis barang sedang perusahaannya banyak yang membuka cabang di berbagai negara. Keadaan inilah yang secara tidak langsung membuat mereka mampu menjadi pemimpin ekonomi dunia. Bahkan sekalipun Amerika hancur lebur, aset mereka dari berbagai negari dapat membangun negara yang sama. Itulah hebatnya negara penguasa perekonomian. Keuntungannya akan lebih besar lagi ketika suatu bangsa rekannya tidak mampu lagi meregenerasi berbagai sumber daya alam dan manusia-manusianya malas. Beruntunglah Tuhan Yesus telah memberikan informasi yang cukup memadai untuk memutar potensi alam dengan garam.

Pengertian

Utang negara atau disebut juga utang luar negeri adalah uang yang dipinjamkan (dihibakan) oleh lembaga atau negara tertentu berdasarkan persentasi produk domestik bruto (PDB) atau bisa juga berdasarkan suatu perjanjian tertentu. Biasanya bank dunia (World Bank) atau IMF memberikan piutang kepada suatu bangsa pada kisaran 25% dari PDB. Sedang negara-negara lain juga memberikan hutang berdasarkan atas suatu perjanjian tertentu. Perjanjian ekonomi semacam ini tentu saja berhubungan erat dengan keberlangsungan investasi di negara yang diberikan hutang. Artinya, TIDAK ADA KEWAJIBAN MEMBAYAR KEMBALI semuanya itu. Sebab dalam hal ini hutang lebih berat kepada tanda perjanjian dalam bentuk barter kepentingan antar organsiasi atau negara bersangkutan.

Faktor penyebab utang negara (pinjaman luar negeri) gratis

Seperti yang kami katakan dalam tulisan sebelumnya bahwa yang paling penting dalam ekonomi bukanlah uang tetapi BARANG DAN JASA. Maju-mundurnya perekonomian suatu bangsa tidak bergantung kepada berapa jumlah uang yang dimilikinya melainkan menyangkut kemampuan sumber daya alam dan kreativitas sumber daya manusia. Semakin baik regenarasi potensi alam dan semakin kratif manusianya niscaya ekonomi semakin maju. Tanpa kedua hal ini, bisa dipastikan bahwa suatu bangsa cenderung mengalami krisis moneter dalam waktu cepat maupun di masa-masa yang akan datang. Berikut ini alasan mengapa utang negara gratis.

  1. Dolar hanya memantau keuangan dunia.

    Bank Dunia, dalam hal ini yang berpusat di Amerika hanya berusaha untuk memantau keuangan dunia. Peredaran uang di masing-masing negara sangat tergantung dari barang dan jasa yang dihasilkan. Jika suatu negara kurang mampu menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkannya, maka uang dolar yang diperoleh dari pinjaman luar negeri dibutuhkan lebih banyak. Sebab untuk membeli berbagai barang dan jasa dari bangsa lain, mata uang lokal tidak diakui melainkan hanya uang dolarlah yang menjadi alat tukar internasional.

    Ini hanyalah salah satu dari sekian banyak bentuk pemantauan yang dilakukan Bank Dunia terhadap hutang-piutang yang disebarkannya ke berbagai negara termasuk Indonesia. Jadi uang ini pada dasarnya akan diberikan secara cuma-cuma kepada setiap negara dengan persyaratan tertentu, misalnya dengan mengizinkan pengawasan internasional terhadap sistem bank-bank lokal, menyampaikan laporan tertentu dan lain sebagainya.

  2. Uang dolar tidak digunakan di dalam negara.

    Ini adalah intinya, utang yang diberikan kepada masing-masing negara tidak untuk diedarkan dalam negari bersangkutan. Memang mata uang dolar diakui oleh masing-masing lembaga keuangan tetapi terlalu berbahanya jika diedarkan secara langsung di tangan masyarakat (konsumen). Adalah lebih aman jikalau uang tersebut tetap di simpan di dalam suatu lembaga (bank) dan digunakan hanya untuk hal-hal tertentu saja agar selalu bisa dipantau. Sebab saat dolar tersebut di edarkan di tangan masyarakat, negara akan terlihat kurus kerempeng karena masing-masing orang menyimpannya dalam lemari/ brangkas pribadi yang tidak bisa diamati baik secara nasional maupun internasional. Sama juga halnya ketika para pejabat terus-menerus korupsi maka perputaran dolar tersebut tidak terpantau (hilang dari peredaran) sebab mereka menyimpannya di brangkas masing-masing bahkan menyembunyikannya juga ke negara lain.

  3. Uang dolar hanya digunakan untuk perdagangan.

    Dolar adalah ibu dari semua mata uang di seluruh bumi. Hampir semua negara menggunakannya, sepertinya hanya negara-negara di kawasan Uni Eropa yang menggunakan Euro sebagai mata uang khusus di kawasan tersebut. Mungkin masih banyak juga mata uang yang diakui secara internasional (misal Pondsterling), semuanya itu memiliki perbandingan tertentu dalam nilai dolar. Semua uang dolar yang utamanya dipinjamkan oleh bank dunia (world bank) dan IMF hanya digunakan untuk perdagangan antar negara saja. Lagipula bukankah semuanya itu diberikan secara cuma-cuma dalam batasan tertentu?

  4. Pinjaman diberikan berdasarkan PDB.

    Yang kami ketahui adalah bahwa Bank Dunia mengizinkan pinjaman berdasarkan nilai sumber daya yang dihasilkan oleh suatu negara. Semuanya ini sudah termasuk sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berafiliasi pada produk barang & jasa yang dihasilkan. Produk domestik bruto adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. Dari yang kami tahu World Bank dan IMF masih memberikan pinjaman kepada suatu negara bila piutangnya berada di bawah 25% dari PDB. Jika suatu negara memiliki utang lebih dari 25% PDB, pemerintahannya dikatakan telah mencapai tahapan kebangkrutan (pemerintah gagal).

  5. Pinjaman diberikan berdasarkan perjanjian.

    Ada perjanjian bilateral antar negara dimana salah satu di antaranya berkomitmen mendirikan cabang perusahaan di negara yang dipiutangi. Sebagai investasi pembuka pasca pembangunan suatu badan usaha, maka negara industri asal (investor) memberikan beberapa ratus ribu atau beberapa juta dolar untuk dihibahkan kepada negara tujuan. Pemberian hibah ini juga untuk memperlancar proses administrasi, misalnya pembebasan lahan, pajak dan lain sebagainya. Hibah akan dianggap sebagai utang sampai jangka waktu tertentu dimana perjanjian tersebut berakhir. Ketika perjanjian investasinya berakhir menurut tenggat waktu khusus, tepat saat itu juga hutang dianggap lunas. Jadi, tidak ada yang perlu dibayarkan kepada negara pemberi melainkan cukup dengan menjamin keberlangsungan investasi (industri) yang ditempatkannya berjalan sesuai dengan kewenangan tertentu (rencana yang telah disetujui dari awal).

  6. Pinjaman terus naik setiap tahun tapi negara aman-aman saja.

    Salah satu bukti kongkrit yang menyatakan bahwa pinjaman ini sifatnya gratis adalah kenaikan setiap tahun tidak berpengaruh apa-apa pada perekonomian suatu kawasan. Keadaan ini bisa didorong oleh PDB suatu bangsa yang semakin membaik dari tahun ke tahun sehingga mereka bisa terus-menerus berutang tanpa harus khawatir membayarnya kembali. Setiap nilai ini membuat pemerintah bisa menimbun utang, masalahnya sekarang adalah apakah uang dolar tersebut sudah digunakan untuk pembangunan yang maksimal? Atau jangan-jangan, dolar itu hanya masuk kantong orang-orang (pejabat/ pengusaha) tertentu saja sehingga membuat nilai rupiah semakin anjlok.

  7. Negara-negara maju malah utangnya lebih banyak.

    Jelas bahwa semua negara maju yang memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan barang dan jasa membuat PDB turut membaik. Secara otomatis, mereka pun bisa mengajukan pinjaman yang lebih banyak sesuai besaran di bawah 25% PDB. Semakin banyak jumlah barang dan jasa yang dihasilkan maka semakin banyak pula nilai pinjaman yang dapat diajukan. Hanya saja, masalahnya adalah apakah semua produk tersebut dihasilkan murni dari suatu kreativitas atau jangan-jangan hanya bagian dari konspirasi, menyembunyikan yang benar untuk membuat produknya semakin laris manis? Seperti contoh yang kami berikan ini, Konspirasi melegalkan ganja dan Usaha manipulasi melegalkan rokok.

  8. Pinjaman diberikan untuk seluruh rakyat.

    Apakah Bank Dunia hanya memberikan utang tersebut kepada presiden atau kepada menteri keuangan saja? Tentu saja tidak, bukankan dalam sistem berdemokrasi presiden ditunjuk oleh rakyat, dalam artian berperan untuk memegang mandat yang dipercayakan oleh seluruh masyarakat? Sebab motto demokrasi adalah dari, oleh dan untuk rakyat. Jadi pada dasarnya seluruh rakyat berhak atas penghidupan yang berkeadilan sosial sesuai dengan amanat Pancasila. Keadilan dalam banyak tata bahasa diartikan sebagai kesamaan atau kesejajaran antar seluruh umat manusia dalam suatu wilayah.

Utang Luang Negeri Biasa, Yang Penting Jaga SDA Dan SDM Agar Ketersedian Barang & Jasa Selalu Ada

Sekali lagi kami ingatkan kepada pemerintah untuk menggunakan dolar yang diperoleh dari utang negara (utang luar negari) untuk hal-hal yang produktif. Kita juga harus menjaga ketersedian alias regenerasi sumber daya alam di seluruh negari sebab “tidak ada barang yang melimpah jika bahan baku sedikit” dan “mustahil ada barang jika lingkungan porak-poranda.” Selain itu, negara juga harus melatih kreativitas masyarakat sehingga mampu menghasilkan karya yang menjadi salah satu komoditas penting untuk menjalankan uang. Perlu diadakan pendidikan khusus untuk mengarahkan manusia pada potensi yang dimilikinya sehingga dengan semuanya itu masing-masing orang berperan untuk menggerakkan ekonomi. Harap disadari pula bahwa teknologi mesin hanya meningkatkan waktu luang, menurunkan kecerdasan dan menjatuhkan kesadaran. Akibatnya, seseorang beresiko melakukan tindakan menyimpang dan kehilangan kreativitasnya hanya karena uang di tangan terlalu banyak.

Salam, uang baik jumlahnya pas,
tetapi buruk jika bablas
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.