Kesetaraan Manusia

Kebahagiaan Vs Kesenangan Adalah EFEK KEJUT – Manusia Dapat Memanipulasi Pikiran Sendiri


KEBAHAGIAAN Vs KESENANGAN Cs EFEK KEJUT – Manusia Dapat Memanipulasi Pikiran Sendiri

Pendekatan (perumpamaan) tentang manajemen pola pikir

Tahukah anda bahwa pikiran kita sama seperti “gelas kosong.” Muk ini akan diisi tergantung dari kehendak si yang empunya, entah dipenuhi dengan yang biasa atau yang nikmat atau bisa juga yang pahit-pahit. Saat pertama sekali membuat air gula/ air teh pasti akan terasa kurang ini atau itu sehingga ada yang membuangnya akibat salah resep. Tetapi ketika seseorang telah mahir melakukannya, alhasil takarannya selalu tepat sehingga baik untuk diminum. Bahkan kita pun kerap kali menyajikannya kepada anggota keluarga lainnya. Demikianlah otak kita adalah wadah untuk berlangsungnya berbagai proses sehingga lewat semuanya itu kita belajar untuk menciptakan sendiri kebahagiaan yang dibutuhkan.

Gelas kosong” tersebut dapat anda isi dengan minuman apa saja. Silahkan racik sendiri bahan-bahannya. Jika tidak paham tentang resep terbaik, silahkan tanyakan kepada kaum keluarga atau orang di sekitar anda tentang cara pembuatannya. Bisa juga dengan melakukan Googling untuk mengetahui cara membuat teh, kopi, sirup madu, susu, es campur, es lilin dan lain sebagainya. Saat pertama kali membuat minuman khusus tersebut pasti rasanya agak aneh dan tidak sesuai harapan. Akan tetapi, lama kelamaan, anda terbiasa melakukannya bahkan anda pun mengetahui tentang betapa pentingnya menambahkan garam dalam minuman sehingga rasanya benar-benar afdol.

Resep Kebahagiaan sejati

Kebahagiaan anda sangat tergantung dari kemampuan untuk memanajemen pola pikir yang dimilki. Resep rahasianya adalah kebenaran sejati dan aktivitas positif, yaitu fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Juga senantiasa berbagi kasih kepada sesama seperti diri sendiri lewat pelajaran dan pekerjaan yang digeluti dari waktu ke waktu. Hindari memasukkan ke dalam gelasmu (pikiranmu) berbagai keburukan seperti iri hati, kesombongan, arogansi, hawa nafsu sesat, prasangka buruk, sungut-sungut, ketakutan dan lain sebagainya. Biasanya suara-suara jahat itu selalu mendengung di dalam otak ini tetapi jangan fokus kepada hal-hal negatif tersebut melainkan tujukan hati kepada Tuhan, mempelajari sesuatu dan menyelesaikan pekerjaan yang diemban.

Memang saat anda pertama-tama meracik dan memadukan semua resep ini di dalam pikiran besar kemungkinan mengalami kegagalan. Tetapi orang yang mampu bertekun melakukannya secara terus-menerus, bertahan dari segala godaan yang timbul, tidak menuntut balas (tulus) terhadap kebaikan yang dilakukan dan tidak pernah menyerah. Niscaya rasa bahagia itu pastilah akan tercapai juga. Suatu kebahagiaan hati yang datangnya dari dalam diri sendiri sehingga tidak ada pengaruhnya terhadap besar-kecilnya materi yang dicicipi indra. Melainkan hati terus bersukacita karena ditujukan untuk kemuliaan nama Tuhan. Bahkan aktivitas ini juga dilakukan secara multitasking sehingga tidak ada waktu luang yang terbuang sia-sia. Sebab dalam waktu-waktu itupun hati bisa selalu bernyanyi memuliakan nama-Nya. Selengkapnya, Kebahagiaan Hati Abadi.

 Perbedaan, resep kesenangan muncul dari efek kejut

Pengalaman pertama saat indra kita dibuat terkesima karena senang setelah mencicipi/ memakai sesuatu yang baru tentu saja membuat diri ini terkejut. Saat kita mengkonsumsi makanan dengan resep baru, lidah terkejut karena bergetar dengan cara berbeda sehingga senanglah hati. Ketika pertama sekali seseorang mengkonsumsi cabai, pastilah reaksinyaa kepedasan, minum air putih banyak-banyak dan berucap “shh…. Ahh….” Ketika kita baru saja dibelikan baju baru, pastilah matanya berbinar-binar sehingga muncullah rasa senang. Ketika pertama sekali bekerja pasti rasanya melelahkan ketika kawan menanyakan hal tersebut. Sewaktu anda pertama sekali naik pesawat pastilah kisah tersebut luar biasa, seperti kejutan yang membuat hati melayang. Selagi teman-teman anda merayakan ulang tahun dan memberikan hadiah secara diam-diam, pasti anda terpesona sehingga senangnya minta ampun.

Tahukah anda bahwa “efek kejutan” yang menciptakan rasa senang yang “minta ampun” itu sifatnya hanya terjadi di awal-awal? Kalau tidak percaya silahkan coba sendiri, datanglah ke tempat wisata favorit atau konsumsilah makanan ternama (populer) yang ada di sekitar anda. Pasti pertama-tama rasanya senang banget, waw…, minta ampun…. Tetapi lama-kelamaan ketika kunjungan yang kedua, ketiga, keempat, kelima dan seterusnya, niscaya SEMUANYA BIASA SAJA! Memang demikianlah jadinya kesenangan duniawi, hanya berlangsung sesaat saja, cepat sekali berlalu dan menimbulkan rasa bosan yang mengarah kepada terbiasa. Sebenarnya anda bosan dengan semuanya itu tetapi karena pikiran positif, dibuanglah kata-kata tersebut lalu digantikan dengan sesuatu yang lebih bermakna yang disebut dengan TERBIASA.

Persepsi tentang terbiasa terhadap kenikmatan duniawi tersebut akan membuat hati ini mudah berpuas diri. Akan tetapi, bagi mereka yang KAYA RAYA (hidup bergelimanagan harta), besar kemungkinan dia tidak menganggapnya sebagai “sesuatu yang biasa” melainkan lebih kepada “sesuatu yang membosankan”. Sebab semakin tinggi uang di tangan maka keinginan juga semakin banyak sehingga muncullah rupa-rupa antusiasme untuk mencoba sesuatu yang baru. Inilah penyebab utama mengapa yang namanya nafsu itu selalu meningkat apalagi jika didukung oleh pendanaan yang besar. Tepat saat seseorang mengubah persepsinya terhadap lesunya kejutan “bukan karena sudah terbiasa” melainkan “karena menjemukan,” tepat saat itu juga ada rasa tidak puas dari dalam hati. Ketidakpuasan inilah yang kemudian membuatnya menghendaki berbagai-bagai hal yang lebih bernilai lagi. Saksikanlah kawan, Mengapa tempat wisata sama saja?

Perbandingan : Ketergantungan terhadap kesenangan kejutan akan mengarah ke hal-hal jahat!

Sekarang, pilihan ada di tangan anda. Mau mencari kesenangan kejutan yang sifatnya sesaat saja? Itupun hanya pertama-tama lho kawan, untuk seterusnya agar bisa terkejut senang lagi, perlu sesuatu yang baru! Mampukah anda menghibur diri dengan mencari-cari efek kejut di berbagai tempat? Jika belum terdapat di daerah sendiri maka akan terbang ke luar kota, sudah bosan maka akan keluar negeri. Bila sudah keliling duniapun tetapi masih bosan, lalu mulailah menikmati hidup dengan cara-cara yang salah. Sebab semua yang baik-baiknya telah dinikmati sampai bosan mati rasa (karena terlalu sering), kini tinggal sisa hal-hal negatiflah yang hendak dicoba-coba. Hingga akhirnya terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, pelacuran (seks bebas) dan judi online (kasino – offline). Tidak cukup sampai di situ saja, saking banyaknya uang di tangan berbagai-bagai hobi ekstrim turut digeluti, seperti memelihara hewan langka yang dilindungi, mengoleksi berbagai benda peninggalan sejarah negara lain dan masih banyak lagi.

Manusia Dapat Memanipulasi Pikiran Sendiri

Sadarilah bahwa anda dapat membuat suasana pikiran sendiri berubah sebab otak ini ada di bawah kendalimu. Tidak ada orang lain yang mengendalikan pikiranmu terkecuali jika terlalu fokus pada media yang berseliweran sehingga hawa nafsu menjadi liar. Selalu yakinkan diri sendiri bahwa hati ini sepenuhnya berada di bawah manajemen pola pikir yang digiatkan selama ini lewat aktivitas yang dijalani. Anda bisa merasa bahagia, bisa merasa senang, bisa merasa tenteram, bisa merasa puas, bisa merasa damai jika mengehendaki hal tersebut. Bahkan saat di tengah tekanan sekalipun anda mampu memanipulasi diri dengan tersenyum kepada orang lain sambil tetap bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati. Sadarilah teman bila senyum saja bisa dimanipulasi apalagi pikiran pun dapat diarahkan untuk menjadi bahagia, sukacita, damai dan tenteram. Hanya saja tekunilah aktivitas positif tersebut agar menjadi kebiasaan bahkan membudaya.

Kesimpulan

Jikalau anda orang yang cerdik tapi tulus, akan dengan rela hati menjalani hidup ini sambil memperjuangkan kebenaran sejati. Sekalipun hidup berada di tengah pencobaan hari lepas hari, semuanya dijalani dengan bijaksana. Melawati masalah tanpa melakukan aksi balas dendam melainkan membalas keburukan dengan sikap yang baik dan santun. Enggan untuk cemburu, cemberut, mengeluh apalagi bersungut-sungut karena semuanya itu, melainkan terus bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati (berdoa, membaca-mendengar firman). Juga turut menyibukkan diri untuk belajar dan bekerja sembari berbagi kasih kepada sesama dari waktu ke waktu.  Kebahagiaan sejati hanya bisa diwujudkan dengan menjaga pikiran, perkataan (lisan-tulisan) dan perbuatan berada dalam jalur yang benar. Menghindari kesenangan lewat sifat bangga dengan menyangkal diri dan tidak ketagihan terhadap kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Materi yang ada dinikmati apa adanya bukan untuk bahagia tetapi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Baca-baca teman, Alasan untuk menjadi bahagia dalam hidup.

Salam, Pilih kebahagian sejati yang selamanya
atau kesenangan kejutan penuh propaganda
agar hawa nafsu semakin meraja-lela
?

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s