Ekonomi

11 Masalah Ekonomi Fundamental Tidak Ada Produk Dan Barang-Jasa Tidak Laku – Persoalan Mendasar Tidak Adanya Keadilan Sosial

Masalah Ekonomi Fundamental Tidak Ada Produk Dan Barang-Jasa Tidak Laku - Persoalan Mendasar Tidak Adanya Keadilan Sosial

UANG itulah komoditas yang paling dicari oleh banyak orang di dunia ini. Dari bayi sampai jompo sangat membutuhkannya walau ada yang tidak memahaminya (balita) bahkan sekalipun paham, mereka tidak pedul (lansia). Mereka yang sudah menamatkan pendidikannya dimana umur telah dewasa, hidup mencarinya hari lepas hari. Tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkannya sebab kita masih hidup di dunia yang fana. Daging kitalah yang menginginkan itu sebab aktivitas sel-selnya membutuhkan energi yang diperoleh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kebutuhan akan energi membuat diri ini tidak dapat hidup normal tanpa keberadaan komponen alam semesta lainnya.

Selama kita berada di bawah naungan negara, selama itu pula memerlukan yang namanya uang. Lagipula bukankah tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mencukupi segala jenis kebutuhannya? Karena keinginan datang dari indra, ada yang menawarkan sesuatu (misal iklan, marketing) sehingga kita butuh sesuatu yang dihasilkan oleh seorang atau kerja sama sekelompok lainnya (perusahaan). Keinginan ini bisa berubah menjadi kebutuhan atau dapat pula menguap karena itu hanyalah sesuatu yang secara fundamental tidak penting. Misalnya, bagaimana mungkin seorang pria membutuhkan aksesoris perempuan? Atau bisa juga, bagaimana bisa seorang anak butuh kendaraan pribadi?

Kebutuhan yang tepat pada waktu dan tempat yang cermat merupakan hakikat manfaat uang sebenarnya. Semua ini sangat tergantung dari pengendalian diri masing-masing orang. Mereka yang mampu mengontrol hawa nafsunya dapat mengarahkan keinginan pada hal-hal yang sudah sepantasnya. Semakin bagus tingkat kesadaran seseorang, biasanya semakin baik pula kemampuan mengelola hawa nafsu. Sedang kesadaran erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan yang berhubungan dengan aktivitas positif yang selama ini ditekuni. Jadi, orang yang selalu mendedikasikan hidup untuk fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja dipastikan mampu mengontrol kebutuhan hariannya.

Duluan mana manusia atau uang?

Terkadang ada orang yang mengabaikan kemanusiaan semata-mata demi uang. Mengejarnya terlalu intens hingga lupa waktu untuk beristirahat dan bercengkrama dengan keluarga. Setiap orang perlu menyadari, siapa sesungguhnya yang perlu diduluankan di dalam kehidupan ini. Tidak salah mencari kertas ajaib ini, di balik semuanya itu, siapakah yang kita duluankan di dalam hari-hari yang dijalani, lembaran tampan tersebut atau sesama bahkan diri sendiri? Sadarilah bahwa manusia yang membuat kertas tersebut, Sudah seharusnya kita menduluankan urusan yang berkenaan dengan urusan kemanusiaan ketimbang sekedar mencari uang. Sedang kemanusiaan itu sangat dekat dengan kebenaran yang hakiki. Jadi, dahulukanlah kasih kepada Allah dan sesama ketimbang memperoleh barang fana tersebut.

Penting mana manusia atau uang?

Sekarang, kita akan menyelam lebih dalam menuju lubuk hati masing-masing untuk memahami kebutuhan yang fundamental. Manusia selalu mengejar apa yang menurutnya paling penting, apa yang kita pentingkan di dunia ini? Atau pendekatannya lebih ke arah, dimana yang paling penting suasana hati sendiri atau hal-hal materi yang ada di sekitar diri ini. Tepatnya, mana yang paling berarti dalam hidupmu, apa yang dirasakan hati atau kenikmatan dan kemuliaan duniawi? Sadarilah bahwa gemerlapan duniawi hanyalah sesaat saja, sekalipun kita dapat memenuhinya untuk saat ini, tetapi di masa depan tidak ada yang menjamin keberlangsungannya terlebih ketika tubuh ini lemah. Lagipula kesenangan akan materi sifatnya seperti efek kejut, jika sudah terbiasa rasa terkejut itu akan hilang seiring dengan kebosanan sehingga otomatis menginginkan yang lebih lagi.

Sedang kebahagiaan adalah hasil dari latihan yang dilakukan secara terus-menerus. Ini merupakan suatu kekuatan pengelolaan pikiran yang asalnya dari dalam. Anda harus mampu mengaktifkannya sendiri sembari mengkoneksikan hidup dengan Sang Maha Mulia dan berbagi kebaikan kepada sesama. Orang yang dimampukan untuk mengendalikan pikirannya cenderung mampu menciptakan kebahagiaan dan ketenteraman hati sendiri tanpa harus bergantung pada hal-hal duniawi. Rasa sukacita ini tetap saja ada sekalipun jumlah uang yang dimiliki biasa saja. Tetapi bukan dalam arti kita sama sekali tidak boleh memiliki kertas tampan ini. Melainkan tetap memilikinya sekalipun jumlahnya hanya standar saja. Perbandingan antara kebahagiaan dan kesenangan.

Pengertian Masalah fundamental ekonomi

Yang namanya fundamental adalah sesuatu yang sangat mendasar. Saat dikatakan sebagai persoalan fundamental perekonomian berarti suatu hambatan yang paling mendasar dalam bidang ekonomi yang membuat seluruh masyarakat tidak sejahtera. Terdapat dua penyebab utama yaitu karena kurangnya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Ketika dua kekuatan ini berada dalam taraf di bawah rata-rata pastilah kesejahteraan masyarakat juga tergolong kurang sejahtera. Sebenarnya, masalah kesejahteraan itu mudah untuk dicapai tetapi masalah keinginan biasanyanya semakin meningkat seiring semakin banyaknya godaan yang timbul lewat indra manusia. Sehingga sekalipun seseorang sudah berada dalam keadaan sejahtera tetapi masih saja belum puas atas semuanya itu.

Masalah mendasar dalam perekonomian

Pada hakekatnya, tiada hari tanpa masalah sebab hal-hal yang mengganggu bisa saja timbul di sana-sini. Persiapkanlah diri anda untuk menghadapi semuanya itu. Sebab persiapan yang matang membuat hati lebih siap menanggung semua keadaan yang kurang menguntungkan tersebut. Saat seseorang sudah siap, muncullah sikap antisipasi yang membuat kewaspadaan di dalam dirinya lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Mereka yang senantiasa berjaga-jaga dalam hidup ini, biasanya dapat meminimalisir sikap yang lebay dan kemungkinan timbulnya resiko. Berikut ini selengkapnya berbagai bentuk persoalan fundamental yang kami maksudkan dari awal.

A. Kemampuan sistem untuk menghasilkan barang dan jasa.

Ada dua kekuatan penting untuk menghasilkan produk, yaitu SDM dan SDA. Kedua potensi ini perlu menemukan tempat yang baik di dalam masyarakat sehingga bisa bersatu padu untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Semakin baik pengelolaannya maka semakin bermutu pula prodak yang dihasilkan. Manajemen SDM yang diiringi dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menciptakan barang dan jasa yang beragam. Tentu saja, semuanya ini harus didasarkan pada kejujuran sebab segala sesuatu yang dimulai dengan manipulasi lama kelamaan akan berujung pada kehancuran. Berikut ini, akan kita bahas berbagai soal-soal kehidupan yang mengurangi kemampuan sistem untuk menghasilkan produk.

  1. Lingkungan tidak mendukung.

    Wilayah yang terletak di daerah yang subur tentu saja lebih sejahtera daripada yang bertempat tinggal di lahan-lahan yang tandus. Mereka yang hidup di daerah tropis dengan kekayaan SDA yang melimpah seharusnya lebih makmur daripada orang yang bertempat tinggal di daerah bergurun. Semakin berlipat sumber daya alam, besar kemungkinan barang dan jasa yang dihasilkan untuk mendukung proses perekonomian sangat baik.

  2. Kerusakan lingkungan dan bencana alam.

    Lingkungan yang rusak akibat arogansi dan keserakahan umat manusia akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Mungkin awalnya, degradasi tersebut tidak menimbulkan dampak nyata tetapi lama kelamaan tingkat pencemaran akan semakin parah saja. Tingginya kerusakan hutan dan polusi dapat berakibat pada bencana alam seperti banjir, longsor, badai (angin kencang), kekeringan, gagal panen dan lain-lain. Biasanya, kesehatan lingkungan yang hancur lebur karena bencana alam membuat sumber daya yang terdapat di tempat tersebut tidak memadai untuk menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan oleh penduduknya.

  3. Sumber daya alam tidak dapat beregenerasi.

    Pemakaian sumber daya alam yang tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menumbuhkannya kembali beresiko membuat nilainya semakin menurun drastis dari tahun ke tahun. Pemakaian yang berlebihan dimana tidak diimbangi dengan kemampuan meregenerasi berakibat pada semakin sempitnya jumlah hutan-hutan. Tentu saja kerusakan hutan ini akan berimbas pada kemampuan lingkungan menurun dalam menyerap panas dan polutan sehingga beresiko menimbulkan pemanasan global.

  4. Pemerataan pendidikan kurang memadai.

    Ketahuilah bahwa kepintaran adalah anugerah memang mereka bisa dibentuk tetapi kecerdasan alamiah adalah anugrah dari Tuhan terhadap suatu sistem. Oleh karena itu, memberikan pendidikan yang setara kepada masing-masing anak adalah sebuah cara untuk memfasilitasi bakat tersebut agar kelak dapat membawa perubahan fundamental dalam sebuah sistem.

    Pendidikan yang hanya dipusatkan di perkotaan cenderung menyebabkan banyak daerah lain yang tertinggal. Banyak orang cerdas lebih baik daripada satu. Sebab saat orang yang intelek jumlahnya merata dimana-mana, ada banyak ide-ide brilian yang diperoleh. Bukankah semua potensi tersebut turut meningkatkan jumlah produk yang lebih beragam? Di balik semuanya itu, harap untuk menghindari ide yang penuh dengan tipu muslihat sebab memelihara dosa di dalam sistem sama seperti meletakkan api dalam gelembung baju. Hanya masalah waktu saja hingga keadaan tersebut membuat seluruh sistem porak-poranda (akibat bencana alam dan bencana kemanusiaan).

  5. Mengarahkan pendidikan dalam bidang kreatif dan hiburan.

    Siswa atau mahasiswa perlu diarahkan kepada potensi alamiah yang dimilikinya. Pendidik harus mampu membentuk anak-anak agar pikirannya terbuka sehingga mulai terlihat kemana arah potensi yang mereka miliki. Sarana dan prasarana pendidikan yang baik tentu saja bermanfaat untuk mengakselerasi proses agar diperoleh anak didik yang terampil dalam bidangnya masing-masing.

    Harap diperhatikan bahwa pendidikan manusia tidak hanya mencakup bidang intelektual belaka melainkan berkaitan erat dengan bidang lainnya seperti spiritual, emosional dan sosial. Pengajaran yang baik juga mampu menciptakan manusia dengan daya tahan emosional yang mumpuni sehingga tidak mudah emosi (sedih/ marah) karena pengaruh gangguan-gangguan kecil yang sebenarnya bisa dibaikkan dengan ramah (berdamai dengan masalah alias berteman dengan musang berbulu domba).

  6. Pengembangan teknologi yang ramah lingkungan.

    Para peneliti sebaiknya mengembangkan teknologi yang tidak merusak lingkungan. Bila teknologi tidak pernah akur dengan lingkungan maka mesin tersebut hanya akan menyebabkan masalah masif dalam kehidupan manusia. Salah satu faktor pendukung untuk membuat lingkungan dan mesin mampu bersatu adalah dengan mengikutkan pemanfaatan garam dalam mengolah buangan gas (asap) dan limbah-limbah pabrik. Cara membuat produk ramah lingkungan

  7. Manajemen sampah.

    Negara yang mampu menjaga keberadaan sumber daya alam harus melakukan pengelolaan sampah yang memadai. Buruknya sanitasi sampah dapaat berujung pada kerusakan lingkungan yang berimbas pada SDA yang anjlok. Ini dimulai dari mengurangi timbulnya sampah dengan cara mengeluarkan berbagai produk yang dapat digunakan secara berulang kali. Meminimalisir penggunaan plastik dengan mulai menggunakan kantong yang terbuat dari kertas atau plastik organik. Sebisa mungkin sampah yang dibuang akan dipisahkan menurut jenisnya, yang anorganik akan di daur ulang sedangkan yang organik akan dibusukkan dengan sistem alamiah yang memanfaatkan air laut (garam). Tips mengelola sampah.

    B. Kemampuan manusia untuk membeli barang dan jasa.

    Manajemen uang sangat menentukan kemampuan sekelompok orang untuk membeli suatu produk. Pengelolaan ini berhubungan erat dengan sistem yang membagi uang secara adil bagi seluruh kelompok masyarakat. Semakin baik kemampuan untuk membeli produk maka semakin laris pula di pasaran. Jadi, saat pengaturan uang tidak sampai membuat orang kecil terlalu miskin untuk membeli dan orang besar terlalu bosan untuk menghabiskan uangnya, niscaya penyerapan berbagai bentuk produk akan lebih lancar. Tentu saja keadaan ini berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja yang lebih besar untuk beberapa industri yang sangat diminati masyarakat. Kemiskinan dan pengangguaran pun akan menurun sehingga kesejahteraan rakyat semakin baik dari tahun ke tahun. Berikut ini selengkapnya, soal-soal yang biasa dihadapi dalam manajemen uang.

  8. Sistem yang menjunjung tinggi keadilan sosial.

    Secara umum keadilan berkaitan erat dengan sistem yang mengutamakan kesamaan hak atau disebut juga sebagai kesetaraan (kesejajaran). Kesetaraan erat kaitannya dengan kemampuan sebuah keluarga untuk membeli produk yang dihasilkan secara lokal maupun nasional. Tanpa pemerataan pendapatan besar kemungkinan kebanyakan masyarakat hanya mau membeli sembako dan lebih banyak menabung yang lainnya untuk keperluan mendadak. Masyarakat yang tidak sejahtera akibat sistem kapitalisme membuat produk kuliner dan pariwisata macet tidak lancar. Sehingga industri kelas kakap ini tidak akan pernah maju terkecuali terletak di pusat kota-kota besar. Semuanya ini berakibat pada pola perekonomian yang lesus, sekalipun ada yang berkembang, itu hanya dikawasan perkotaan dimana gaji orang-orang di sana tinggi-tinggi.

  9. Korupsi sistem.

    Biar bagaimanapun juga korupsi yang dilakukan oleh orang-orang di dalam pemerintahan membuat uang hilang atau raib secara tiba-tiba dari sistem. Keadaan ini tentu saja membuat suatu negara terkesan sangat miskin karena para pejabatnya telah merampasi negara. Uang hasil rampasan itu kemudian mereka simpan di dalam tanah atau di brangkas khusus yang tidak diketahui orang lain apalagi pemerintah setempat. Kejahatan kerah putih semacam ini cenderung meproyeksikan sistem dalam keadaan inflasi sehingga nilai mata uang lebih rendah dibandingkan nilai dolar. Mengapa koruptor ada?

  10. Sistem yang mematikan kreativitas.

    Mengganjar orang-orang kreatif dengan kompensasi uang yang sangat tinggi cenderung beresiko melemahkan mereka. Keadaan ini disebabkan oleh karena merasa aman dengan jumlah uang yang bernilai miliaran sehingga lebih banyak menikmati hidup daripada bekerja. Akibat laten dari kehidupan yang dimanjakan oleh uang dapat sekaligus menurunkan kecerdasan dan kesadaran manusia. Semuanya ini akan berakumulasi pada kreativitas yang menurun bahkan hilang sama sekali. Oleh karena itu, sistem pembayaran gaji harus dikelola dengan baik agar tetap membuat orang-orang kreatif bekerja dan bukan malah sombong bermanja ria karena limpahnya hasil yang diperoleh.

  11. Menjaga uang tetap di dalam sistem dan tidak hilang secara tiba-tiba.

    Selain korupsi, salah satu yang membuat sistem kehilangan uangnya adalah akibat ketergantungan akan berbagai produk luar negeri. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengubah perjanjian dengan industri luar negeri agar dalam jangka waktu tertentu mereka siap mengedukasi orang-orang dalam negeri untuk mengelola perusahaan yang dimilikinya. Sistem semacam ini disebut juga dengan nasionalisasi agar uang tetap terjaga dan tidak malah di bawa lari ke luar negeri.

    Sikap cinta tanah air perlu digalakkan sejak dari kecil, tentu saja semakin besar peran negara dalam kehidupan masyarakat, pastilah semakin tinggi pula rasa nasionalisme dan cinta tanah air di dalam diri masing-masing orang. Jika memang ada destinasi wisata dari negara lain yang disukai oleh masyarakat, pemerintah perlu belajar membuat hal yang sama atau mengundang investor yang sama untuk menaturalisasi hal tersebut di dalam negeri sendiri. Ini untuk menjaga agar orang-orang tidak sampai ke luar negeri untuk berwisata melainkan cukup di sekitarnya juga ada.

Kesejahteraan tidak bisa digenjot tanpa barang dan jasa. Bagaimana sebuah sistem dapat menghasilkan produk jika sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tersedia sangat minim? Seiring dengan kemampuan manajemen SDA yang terkendali sehingga tetap diperbaharui dari waktu ke waktu. Juga dengan diadakannya pendidikan yang terstruktur akan menciptakan SDM yang terampil dalam bidangnya masing-masing. Sekalipun sistem mampu menghasilkan barang dan jasa yang lebih baik, tanpa keadilan sosial, percayalah semua produk itu tidak laris. Memang terbeli hanya saja penikmatnya adalah kalangan minoritas masyarakat kelas menengah ke atas. Oleh karena itu, pemerataan pendapatan perlu digalakkan agar barang dan jasa yang dihasilkan tidak menumpuk-numpuk di gudang. Melainkan terus berkembang bahkan bervariasi oleh karena animo masyarakat yang memadai untuk membeli produk tertentu. Dengan demikian penyerapan tenaga kerja oleh manufaktur semakin baik.

Salam, Sosialisme maju bersama,
kapitalisme maju celaka
awas bencana
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.