Kepribadian

10 Bahaya Bosan Orang Kaya Membawa Bencana – Uang Terlalu Banyak Membuat Manusia Lebih Cepat Jenuh


Bahaya Kebosanan Orang Kaya Raya Membawa Bencana – Uang Terlalu Banyak Membuat Manusia Lebih Cepat Jenuh

Apa sumber masalah di dunia ini? Siapa yang menjadi awal dari semua kekacauan di bumi ini? Kekuatan apa yang dapat memobilisasi lebih banyak orang untuk melakukan berbagai-bagai hal yang negatif? Atau lebih tepatnya, apa yang menjadi bahan rebutan umat manusia selama hidup di dunia ini? Semuanya itu, tidak lain disebabkan oleh uang. Memang pada satu sisi, sumber daya yang satu ini menjadi keuntungan yang membawa sistem dalam kemakmuran. Tetapi ketahuilah bahwa manfaat yang diberikannya sama dengan dampak buruk yang dibawanya. Jadi, salah-salah mengelola penggunannya bisa-bisa leher sendiri tertebas dan sistem bermasyarakat menjadi porak-poranda.

Sumber daya yang besar menyebabkan kejahatan yang dipicunya juga besar

Pihak yang paling diuntungkan oleh sistem kapitalisme adalah para petinggi, pejabat dan tokoh inti di dalam suatu sistem. Sedang yang paling dirugikan adalah masyarakat biasa yang tidak tahu apa-apa. Orang-orang besar memandang rakyat sebelah mata sebab semua yang dimilikinya sudah ada dalam genggamannya. Uangnya digoyang saja sudah menggiurkan hati banyak pihak sehingga orang-orang tersebut akan disuruhnya melakukan sesuatu yang diinginkan. Apakah itu akan merujuk kepada hal-hal yang baik atau hal-hal yang jahat, siapa yang tahu? Baik buruknya perjanjian yang dibuat tidak ada yang memahami. Sebab hawa nafsunya besar dan dengan itulah ia bertindak di luar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Kertas tampan ini adalah simbol kebebasan (tidak ada yang sanggup membatasi mereka)

Apa bedanya hawa nafsu orang kaya raya dengan yang hidup apa adanya (sederhana)? Orang dengan harta kekayaan yang melimpah memiliki hasrat yang cenderung meninggi seiring meningkatnya kemampuan menghasilkan uang. Sedangkan hawa nafsu orang yang hidup sederhana berputar-putar dalam kesejahteraan yang sama. Hidup sederhana bukan berarti miskin dan tidak mampu membeli ini-itu melainkan keadaan ini lebih dekat kepada membatasi diri untuk menginginkan hal yang terlalu berlebihan. Jika yang ada saja sudah cukup, untuk apa membeli yang lebih dari itu? Tetapi orang yang merasa diri sangat-sangat kaya raya akan memberangus semuanya itu. Mereka serakah memanfaatkan uangnya dan tidak ada pihak yang dapat membatasinya melakukan pemborosan tersebut.

Kejenuhan orang yang hidup sederhana diarahkan kepada aktivitas positif

Saat orang-orang yang hidup sederhana merasa bosan, mereka tidak akan membiarkan rasa tersebut menguasai pikirannya. Selalu berusaha untuk mengubah persepsi tersebut menjadi TERBIASA dan MEMBUDAYA (tidak menganggap itu membosankan). Kehidupannya akan diarahkan untuk kebenaran sejati agar rasa bahagia menetap di dalam hati. Menghabiskan waktu untuk melakukan berbagai-bagai aktivitas positif: fokus kepada Tuhan (berdoa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya). Juga selalu memberikan waktu untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri dalam setiap pekerjaan dan pelajaran yang ditekuni. Kesemua aktivitas yang baik ini, tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk merasa jenuh melainkan yang ada di dalam hatinya hanyalah hal-hal yang baik dan benar. Kebenaran sejati ini jugalah yang membuat mereka semangat menjalani hidup. Itulah semua yang membuatnya bersukacita dari waktu ke waktu.

Kelesuan hidup konglomerat mengarah pada sifat arogan dan tamak dalam memanfaatkan sumber daya

Ketika orang-orang kaya ini bosan dengan apa yang dimilikinya mereka menganggap hal tersebut sebagai kelemahan. Indra yang sudah mulai tidak terkejut terhadap materi dan kemuliaan yang dinikmati memaksa mereka untuk mencari kesenangan lain. Cara praktis yang mereka lakukan adalah dengan mengoleksi berbagai-bagai barang yang bernilai menurut pemahamannya. Bahkan pada satu titik, ketika kekagumannya mulai luntur terhadap harta benda yang dimiliki sebab di sekitarnya ada orang kaya lain yang memiliki sesuatu yang terasa lebih bernilai. Asal saja dia memiliki uang lebih pastilah turut membeli berbagai-bagai hal yang lebih bernilai dari rekan-rekannya (arogan). Padahal sesungguhnya semua itu tidak dibutuhkannya tetapi diinginkannya hanya demi gengsi dan harga diri (serakah). Saksikanlah teman, Kesenangan adalah kejutan yang hanya terjadi sementara di awal-awal saja.

Dampak negatif kejemuan hidup konglomerat kaya-raya berujung pada hal-hal yang lebay

Pihak yang memiliki banyak sumber daya cenderung menjadikan hal tersebut menjadi kesombonganannya. Harta kekayaan dan jabatan yang dimiliki itulah yang dijadikan sebagai sumber kesenangan. Hanya hal-hal duniawi tersebutlah yang dapat membuatnya tertawa bangga bukan kepayang. Seolah bumi ini milik sendiri sehingga bebas bergerak ke mana saja. Tetapi, tepat saat dirinya melihat orang yang lebih kaya dan glamour dari kehidupannya, muncullah iri hati sehingga semua kesenangan itu kandas. Yang menghujam hatinya hanyalah ketakutan dan kecemasan akibat ganda dosanya saat meraih semua harta tersebut. Berikut ini beberapa macam bentuk bahaya kebosanan orang kaya yang beresiko merusak sistem hingga memicu bencana alam dan bencana kemanusiaan.

  1. Dengan banyaknya duit, membuat dirinya dipenuhi dengan mesin-mesin otomatis.

    Pendanaan yang luar biasa telah membuat seseorang lebih suka berkawan dengan mesin daripada menjalin hubungan dengan manusia. Sebab mesin selalu mematuhi perintah 100%. Namun enggan menjalin hubungan dengan sesama manusia sebab seseorang bisa saja patuh mendengarkan kata-katanya dan bisa juga abai (perbandingannya 50:50).

    Kebiasaan ini membuat para konglomerat tersebut menjadi individualis. Selalu berpikir bahwa apa yang mereka inginkan pasti tercapai. Dampak buruk dari keadaan ini menggiring kapitalis hanya mementingkan dirinya sendiri sehingga cenderung mengabaikan kepentingan orang lain. Mereka bisa saja dipenuhi oleh rasa arogan, yaitu suatu hasrat yang besar untuk menjadikan dirinya terus saja lebih baik dari orang lain.

    Selain itu, hidup yang serba otomatis membuat dirinya lebih banyak duduk santai sehingga kecerdasan otak menurun yang diiringi dengan turunnya kesadaran. Semua keadaan ini akan berakumulasi pada pengendalian diri yang amblas. Saat kehidupannya dihampiri oleh gangguan sosial, responnya pasti agresif atau keluar dari sana untuk menjauh.

  2. Dengan lembaran tampan yang besar membuat rumah yang lebih mewah dan megah.

    Orang yang menguasai banyak sumber daya cenderung bebas menggunakan uangnya. Sekalipun hutan-hutan dibabat habis-habisan demi kayu yang lebih mahal dan lebih bernilai. Semuanya itu dimanfaatkan untuk membangun hunian yang lebih megah dan mewah dari semua orang yang ada di sekitarnya. Mereka menjadikan hal ini sebagai kebanggaan untuk membuatnya senang. Padahal semuanya itu hanyalah sesaat saja.

    Kebosanan orang-orang kaya ini sepertinya hanya menyebabkan luka yang pahit bagi hutan dan lingkungan sekitar. Sebab segala batu, kerikil, pasir, kayu, besi dan bahan-bahan bangunan lainnya berasal dari lingkungan sekitar. Segala bentuk eksplorasi alam yang berlebihan beresiko menimbulkan kerusakan lingkungan dan polutan. Jika keadaan ini terus berlanjut niscaya bencana alam dan kemanusiaan telah menunggu di depan.

  3. Dengan duit yang melimpah bisa membayar orang untuk melakukan kejahatan.

    Seingat kami, orang-orang kaya ini bisa membayar siapa saja untuk mewujudkan apa yang dikehendakinya. Awalnya mereka menyuruh sana – suruh sini demi memuaskan hawa nafsunya. Tidak tertutup kemungkinan, para konglomerat ini juga mampu membayar orang lain demi mewujudkan keinginannya yang salah.

  4. Dengan uangnya yang tebal bisa menyewa jasa PSK.

    Oknum kapitalis adalah pencandu seks kelas berat. Mereka cenderung tidak puas dengan istrinya sendiri. Sebab terlalu memanjakan istri sehingga tubuhnya lemah termasuk area kewanitaannya juga lemah. Sehingga semua keadaan ini mendorongnya untuk lebih doyan mainin wanita jalang di luar sana.

    Lagipula uangnya yang begitu banyak, mau dikemanakan lagikah? Terlalu banyak kelebihannya di rumah. Jadi sesekali dinikmati harta benda yang melimpah-limpah tersebut, masak diliatin terus? 😀 😀 😀

  5. Dengan fulus yang banyak bisa menyogok pengambil keputusan (mengatur perkara – KKN).

    Hati-hati kawanku, jangan coba-coba berurusan dengan orang kaya-raya. Mereka benar-benar licin dalam memainkan perkara kehidupan. Memang tidak semua orang kaya yang suka main curang melainkan hanya segelintir orang saja. Pada dasarnya orang-orang tersebut bisa menyogok siapa saja yang mereka inginkan. Sebab ia sangat menyukai saat namanya bersih dihadapan publik sekalipun muncul juga dalam hatinya rasa bersalah karena keadaan tersebut.

    Tentu saja kejahatan-kejahatan semacam ini cenderung membawa manusia untuk melakukan dosa yang lebih besar lagi. Mereka akan melakukan berbagai cara semata-mata agar dirinya & kaum keluarganya tetap terlihat lebih baik dari orang lain. Mereka melakukan kesalahan tetapi enggan untuk mengakui kesalahan tersebut tetapi saat ada orang yang bersalah kepadanya sangat menuntut untuk memohon maaf. Orang-orang ini sulit sekali mengampuni sesama karena menganggap dirinya selalu  benar akibat sikap perfeksionis.

  6. Dengan uang yang berlipat dapat membeli lebih banyak barang.

    Mereka bebas membeli barang apa saja bahkan sekalipun rumahnya telah dipenuhi oleh berbagai-bagai barang, hatinya masih saja merasa kurang. Terkadang juga rasa bosan muncul karena barang-barang tersebut menjemukannya. Lalu yang lama itupun akhirnya akan dibuang juga lalu digantikan dengan produk baru yang lebih berharga.

    Sudah otomatis saat jumlah uang di tangan sangat banyak, lebih cepat bosan dengan perabotan yang dimiliki besar kemungkinan seseorang menjadi sangat konsumtif. Keadaan ini menyebabkan sampah yang dihasilkannya meningkat tajam bila dibandingkan dengan orang lain pada umumnya.

  7. Dengan gelimangan harta benda membuatnya dapat membeli kendaraan yang banyak.

    Untuk memamerkan hidup yang berkelas, mereka rela membeli berbagai barang beroda yang mewah dan super mahal. Sebab harga yang tinggi menunjukkan kebanggaan yang sangat enak didengar. Terlebih ketika tidak ada orang lain yang memiliki produk tersebut (edisi eksklusif). Semua spesifikasi yang serba tinggi inilah yang membuat dirinya sombong sekaligus senang.

    Sedang saat rasa bosan yang menawan orang-orang yang terlalu kaya dijawab dengan membeli kendaraan yang banyak. Besar kemungkinan, asap kendaraan semakin mengotori udara sehingga kerapatan dan kepadatannya meningkat tajam. Keadaan ini tentu saja membuat temperatur lingkungan semakin panas (global warming) sehingga muncullah berbagai bencana alam.

    Di sisi lain, kepemilikan mobil yang semakin menjamur telah menyebabkan tingginya konsumsi BBM. Keadaan tersebut menyebabkan cadangan minyak terus menipis sehingga timbullah kekuatiran akan jaminan ketersedian minyak di masa depan. Akhirnya, berbagai konspirasi dilakukan untuk merebut cadangan minyak dari berbagai negara di dunia. Bahkan turut pula timbul peperangan nyata demi memperebutkan ladang minyak yang tersisa.

  8. Dengan segala sumber daya yang dimiliki dapat meraih keinginannya dengan cepat.

    Orang yang kaya raya ini sangat menyukai hal-hal yang instan. Bila perlu dirinya yang menjadi pusat perhatian dan diutamakan dari yang lain. Ia rela membayar jutaan demi semua pelayanan yang berlebihan tersebut sebab jumlah dananya di bank terus bertambah setiap hari. Saat menginginkan sesuatu, mereka enggan mengikuti proses yang rumit melainkan membayar orang-orang yang bekerja di sana agar dirinya atau kaum keluarganya diterima/ menang/ juara dan lebih dari yang lainnya.

    Kebiasaan selalu ingin jadi The First membuatnya ketagihan sehingga di dalam segala sesuatu ingin jadi pusat perhatian. Bahkan sekalipun melakukan manipulasi, dia akan tetap menempuh cara-cara picik tersebut demi mencapai tujuannya yang fana.

  9. Dengan terlalu banyak relasi, mereka lebih boros memanfaatkan produk (borus sumber daya).

    Mereka sangat merindui pujian, tepuk tangan dan sorakan juga pengakuan yang tinggi atas pencapaian yang diraihnya. Sekalipun itu, terkesan biasa saja tetapi terkesan dibesar-besarkan dengan mengadakan pesta/ perayaan ekstra besar. Tentulah pesta party semacam ini menelan biaya yang super besar dan sumber daya yang banyak diarahkan ke sana. Bahkan keadaan ini membuat bahan-bahan sembako tertentu kosong di pasaran. Ketika jumlah konglomerat kelas atas dengan aset jutaan dolar lebih dari satu orang, niscaya sumber daya di wilayah tersebut lebih cepat habis. Timbullah inflasi yang menyebabkan berbagai-bagai harga kebutuhan pokok semakin meningkat dari hari ke hari.

  10. Sudah menikmati semua hal-hal yang baik, kini yang tinggal tersisa hanya buruk dan menyimpang.

    Sewaktu orang berkantong tebal dengan aset membludak di mana-mana merasa jenuh, ini akan dianggap sebagai sumber ketidakbahagiaan yang membuat dirinya semakin galau. Oleh karena itu, mulailah dirinya mencoba segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Ia juga menuju luar kota untuk mencicipi berbagai keunikan. Bahkan sampai ke luar negeri dan keliling dunia sekedar untuk memuaskan indra. Padahal semuanya itu hanya sesaat saja, kita pun tidak perlu datang langsung ke suatu tempat, bukankah semuanya sudah ada di Google, tinggal cari saja toh? Mengapa berwisata ke tempat jauh-dekat sama saja?

    Akhirnya, ketika semua telah dijalani tetapi tetap saja menimbulkan efek membosankan, dia pun mulai memutar haluan kemudian menikmati hal-hal buruk yang terdapat di sepenjang perjalanan hidupnya. Seks bebas hanya menjadi bahan candaan antar teman. Narkoba akan dipakai untuk menenangkan pikiran sekaligus membodohi diri sendiri. Kunjungan ke kasino hanya sekedar main-main menghambur-hamburkan uang sekaligus beroleh pujian dan tepuk tangan. Dan masih banyak lagi hal-hal salah yang turut diadopsinya sebab uang yang begitu banyak tidak tahu harus dikemanakan. Ujung-ujungnya semua keadaan tersebut akan menyebabkan overdosis yang beresiko menyebabkan sakit mental dan penyakit gangguan kesehatan.

Oknum konglomerat ini sudah menikmati semuanya yang ada di dunia tetapi tidak bisa puas bahkan tidak akan pernah puas. Sebab yang diberikannya makan hanyalah indra semata. Sebenarnya jika mereka bijak maka yang dikasih makan bukanlah indra karena indra hanyalah embel-embel kehidupan sedangkan inti alias pusat kendali kehidupan berada di dalam hati (pikiran). Ketahuilah bahwa hanya memberikan makanan indra dengan kenikmatan dan kemuliaan duniawi sifatnya seperti semilir angin yang sangat cepat berakhir (sesaat). Jika dikonsumsi terus menerus, besar kemungkinan malah mengalami kebosanan, kecemasan dan ketakutan. Oleh karena itu, berilah juga makanan bagi hati maka hidup akan dilalui dengan rasa puas sekalipun materi yang dimiliki cukup-cukup makan. Kebutuhan hati adalah kebenaran sejati: fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Juga berbagi kasih kepada sesama seperti diri sendiri dalam setiap pekerjaan dan pelajaran yang digeluti. Niscaya, hidup selalu dipenuhi damai, bahagia, lega dan tenteram dari waktu ke waktu. Baca-baca juga kawan, Jenuh itu tidak nyata.

Salam, Hidup adalah kebenaran,
tanpanya tidak ada ketenteraman
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s