Kepribadian

+10 Bahaya Fokus Pada Musuh – Hindari Terlalu Memikirkan Lawan, Anggaplah Semuanya Kawan


Bahaya Fokus Pada Musuh - Hindari Terlalu Memikirkan Lawan, Anggaplah Semuanya Kawan

Manusia dan alam semesta

Tubuh kita ini seperti alam semesta yang terdiri dari satelit, planet dan matahari. Satelit adalah perilaku manusia, planet adalah perkataan dan matahari adalah pikiran. Di antara semua bagian-bagian itu, tidak ada yang lebih penting tetapi masing-masing bagian berhubungan erat dengan komponen lainnya. Ikatan yang terbentuk adalah suatu rangkaian yang terjadi secara timbal-balik sehingga mustahil untuk dipisahkan satu sama lain. Tetapi yang menjadi pusat kendalinya adalah matahari sebab dari sanalah terpancar kekuatan dengan kapasitas sangat besar. Energi elektromagnetik inilah yang mengendalikan seluruh alam semesta sehingga teratur dan tidak saling berlawanan apalagi bertubrukan satu sama lain.

Tiga dimensi kehidupan

Demikianlah kehidupan umat manusia, masing-masing dari kita memiliki tiga dimensi yang berbeda. Suatu rangkaian sistem yang menyatu dalam diri masing-masing. Pikiran, perkataan dan perbuatan adalah bagian yang berbeda tetapi berasal dalam satu tubuh. Satu untuk semua dan semua untuk satu, bekerja sama untuk menjalankan kehidupan. Inilah rangkaian yang tidak bisa dipisahkan sebab setiap komponen membutuhkan kemponen lainnya dan demikian sebaliknya. Gabungan dari semuanya menghasilkan sebuah kekuatan yang dapat mendatangkan kebaikan tetapi bisa juga mendatangkan keburukan, baik bagi diri sendiri dan orang yang ada di sekitar maupun seluruh sistem terkait.

Semua rasa yang dimiliki dikendalikan oleh otak

Jika kekuatan matahari tidak stabil (terguncang atau terlalu kuat) niscaya timbullah berbagai batu terbang yang disebut dengan komet dan meteor, siap meluluh-lantakkan segala sesuatu yang bertubrukan dengannya. Sama juga halnya saat kekuatan pengendali yang berasal dari dalam pikiran tidak stabil, siap-siap saja menjadi orang yang tidak konsisten (hati, tutur kata, perilaku tidak sejajar). Hanya orang yang mampu mengontrol kekuatan otaknya sajalah yang bisa bersikap  lurus (tidak plin-plan) dari waktu ke waktu. Sedang inti dari kekuatan pengendalian tersebut adalah kebiasaan memfokuskan hati kepada hal-hal positif dan menghindari berbagai-bagai pikiran negatif yang mungkin dapat memperkeruh suasana di dalam sana.

Memikirkan musuh sama dengan mengkonsumsi makanan kotor buat sakit perut

Pernahkah anda disuguhi sesuatu, mengkonsumsinya lalu tiba-tiba saja perut sakit lalu ingin segera buang hajat. Situasi semacam ini sungguh kurang mengenakkan terlebih ketika sakit perut tersebut terjadi berulang-ulang sehingga lelah kaki ini berulang kali ke toilet. Demikianlah pikiran kotor itu saat dipelihara. Otak mulas jadinya yang membuat sikap terus saja mengotorkan kehidupan sendiri maupun hari-hari orang lain. Jika keadaan ini terus dibiarkan, besar kemungkinan semakin banyak penyimpangan yang kita lakukan. Oleh karena itu, segera konsumsi obat pencahar otak agar dibersihkan dari hal-hal yang salah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja untuk mengisi segenap waktu yang dijalani.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Kemurnian pikiran sangat menentukan tutur kata dan perbuatan yang keluar dari dalam diri ini. Semakin bersih pikiran dari berbagai-bagai hal negatif maka semakin baik kehidupan anda. Akan tetapi saat hati terus-menerus memikirkan hal yang buruk, pastilah suasana hati menjadi jelek, dipenuhi oleh galau, gundah, gelisah, khawatir, takut dan lain sebagainya. Termasuk dalam hal ini saat kita terus saja fokus kepada lawan-lawan yang berkeliaran di sekitar, alhasil kehidupan ini semakin jauh dari kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati. Oleh karena itu, awasi selalu otak ini agar jangan sampai tertuju kepada orang-orang duniawi yang justru membuat hari-hari kita semakin amburadul. Lihat juga kalau ada waktu, Faedah berpikir jernih.

Dampak negatif fokus kepada lawan-lawanmu

Sadarilah bahwa siapapun di dunia ini berpotensi menjadi lawan anda. Sebab masing-masing orang memiliki kekurangan yang secara tidak sengaja menjadi bagian dari ujian sosial, apakah anda siap menerima apa adanya perkara tersebut atau menentangnya habis-habisan? Semua tergantung dari kemampuan masing-masing terlebih ketika seseorang memiliki sumber pendanaan yang cukup dimana jumlahnya bertambah tiap hari. Semakin banyak jumlah uang di tangan maka semakin besar kemungkinan untuk digunakan pada hal-hal yang sebenarnya tidak penting/ tidak dibutuhkan hanya diinginkan karena harga diri dan gengsi.

Berikut ini akan kami jelaskan lebih rinci tentang dampak buruk fokus kepada musuh dari pemahaman sendiri

  1. Fokus kepada Tuhan lari.

    Hati yang ditujukan untuk memikirkan musuh terus-menerus menggeser kebiasaan fokus kepada Tuhan. Terlebih ketika rasa sombong menguasai hati lalu menganggap bahwa orang tersebut begitu kecil dan lemah sehingga semakin asyik rasanya membahas-bahas hal tersebut. Memang sikap tinggi hati dapat pula menciptakan rasa senang sehingga seseorang terbuai dalam lamunan entah berantah. Oleh karena itu, jangan pernah merendahkan musuh-musuhmu di dalam hati tetapi tujukan saja hati kepada Tuhan dari waktu ke waktu.

  2. Sulit berbuat baik.

    Kita yang awalnya baik menjadir kurang baik dan akhirnya lebih suka diam-diaman. Sebab yang dibahas-bahas di dalam hati hanyalah kepahitan yang ditimbulkan oleh lawan-lawanmu. Pikiran semacam ini tentu saja membuat suasana hati jauh dari rasa sukacita (bahagia). Sudah pastilah bahwa hati yang kurang bersuka seperti kekurangan energi sehingga tidak mampu lagi berbuat baik bahkan untuk tersenyum kepada sesama tidak mampu. Apalagi jika disuruh untuk berkorban lebih pastilah tidak sanggup.

  3. Pikiran kacau.

    Saat yang ada di dalam pikiran adalah seseorang yang dibenci, suasana hati akan memburuk sebab keadaan tersebut membuat suasana hati saling bertolak-tolakan. Sudah otomatis keadaan ini berimbas pada suasana hati yang turut menjadi jelak. Bisa jadi, saat hal-hal baik sekalipun sedang berlangsung di sekitar, kita justru menganggapnya sebagai sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan sehingga tidak memberi tanggapan yang bersahabat.

  4. Hati jadi kesal.

    Sewaktu seseorang menyakiti dengan sikapnya yang acuh-tak acuh, penuh ejekan dan penghinaan, apa yang anda lakukan? Saat terlalu fokus kepada perlakuan buruk teman, timbullah gejolak di dalam hati ini. Seolah berbagai argumen dan spekulasi saling bertarung di dalam hati ini sehingga ada banyak pertentangan yang cenderung membuat hati merasa kesal. Kekesalan hati ini dapat berimbas pada banyak sisi dalam kehidupan seperti yang akan kami tuliskan pada bagian selanjutnya dan sebelumnya.

  5. Lebih mudah berprasangka buruk.

    Bermusuhan dengan orang lain merupakan suatu itikad buruk yang turut memperburuk persepsi kita terhadap orang-orang tersebut. Hal-hal sepele yang mungkin saja hanya kebetulan bisa dianggap sebagai suatu hal yang jahat. Padahal sesungguhnya keadaan itu tidak disengaja terjadi begitu saja tetapi kita yang melihat dan mendengarnya telah menanggapinya secara negatif berlebihan. Semuanya ini diawali oleh karena sentimen yang tinggi terhadap musuhmu.

  6. Gampang iri/ dengki/ cemburu.

    Pikiran yang terus-menerus fokus pada kekecewaan yang ditimbulkan sesama membuat hati semakin benci terhadapnya. Tepat saat sikawan itu nasibnya sedang beruntung, diri ini jadi cemburu berat sehingga tidak mau lagi ramah ke dia. Kita sulit sekali mengucapkan sepatah kata “Selamat!” kepada orang tersebut oleh karena besarnya rasa iri hati tersebut telah memenuhi dada ini.

  7. Terdorong untuk menyombongkan/ membanggakan diri.

    Saat seseorang suka memikirkan kehidupan musuh-musuhnya, ada kecenderungan untuk merasa lebih sebab diri sendiri memiliki lebih banyak keunggulan. Keadaan ini secara berangsur-angsur membuat sikawan tersebut terkesan menyombongkan diri di dalam hati atas semua fakta tersebut. Bahkan ketika ada orang lain yang memuji lawan tersebut di depannya, besar kemungkinan dia balik mengucapkan kata-kata merendahkan sikawan itu. Bahkan kerap kali terdorong untuk bertutur angkuh, menggambarkan seolah-olah dirinya jauh lebih baik.

  8. Dipenuhi dendam.

    Sejak hati ini dipenuhi oleh orang-orang yang menentang kita dalam kehidupan, besar kemungkinan menyimpan sakit hati terhadap mereka. Sebab otak kita mudah sekali memanipulasi sudut pandang sehingga seolah-olah sikawan tersebut bersalah. Oleh karena, diri ini lebih suka menyimpan kesalahan orang lain, lama kelamaan kesalahan tersebut menumpuk dan membesar sehingga rasa dendam begitu berkobar-kobar terhadapnya. Baca-baca kawan, Kegunaan memberi maaf dan meminta maaf.

  9. Cenderung melakukan kekerasan verbal.

    Semakin lama membahas-bahas di dalam hati tentang kesalahan lawan, semakin banyak cara kita untuk menyudutkan mereka di dalam hati. Kita tidak menyadari lalu membayangkan sedang melakukan aksi balasan dengan menindasnya seperti yang dilakukannya kepada diri ini bahkan lebih parah lagi. Niat hati yang sudah mulai mengarah untuk menjatuhkan rival, bisa saja berujung pada kekerasan verbal seperti mengejek, menghina, merendahkan, memfitnah dan lain sebagainya.

  10. Timbullah rasa cemas dan takut.

    Fokus kepada musuh membuat suspensi hati bagaikan lumpur yang hanya menimbulkan kesan jorok dan kotor juga bau. Keadaan ini akan diiringi dengan kata-kata yang tidak lagi semanis dulu dan tingkah laku kini jauh dari kesopanan bahkan sering sekali berbagai bentuk kekerasan keluar dari diri ini. Sikap yang cenderung negatif tersebut telah menyebabkan kerugian bagi orang lain sehingga secara perlahan-lahan mulai timbullah RASA BERSALAH. Rasa tersebutlah yang membuat kita cemas, kuatir dan takut. Besar juga kemungkinan menjadi takut menghadapi orang yang bertentangan dengan diri ini sebab sudah banyak perlakuan buruk yang dilakukan, baik kepada orang tersebut maupun kepada orang lain juga kaum keluarga kita.

  11. Rasa damai, bahagia dan tenteram tenggelam.

    Ketenangan hati telah berlalu sangat jauh dari sisi kita sebab sehari-hari yang kita pikirkan hanyalah “bagaimana cara menjebak orang yang melawan diri ini.” Kehidupan kita tidak lagi bisa tenang sebab pikiran dipenuhi dengan berbagai masalah yang kita karang-karang sendiri. Otak penuh dengan berbagai soal yang mengada-ngada dan tidak akan pernah bisa terjadi yang demikian. Pikiran ini, tidak lagi nyaman oleh karena makanan yang kita masukkan ke dalam otak adalah berbagai pengaruh jahat oleh karena rasa dendam, dengki dan kesal. Semua hal ini mengakibatkan kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati semakin jauh dan sulit untuk ditangkap kembali.

  12. Kebiasaan baik berubah menjadi buruk.

    Berbagai hal baik telah kita tekuni selama ini, hubungan dengan Tuhan dinikmati dan relasi dengan sesama begitu langgeng. Tetapi, karena lawan-lawan kian membludak yang membuat kita memetak-metakkan manusia, pikiran semakin runyam saja. Sebab sistem pemetaan manusia ini terkesan membuat sikap tidak konsisten kepada sesama. Saat bertemu dengan musuh, perilaku menjadi aneh tetapi saat bertemu dengan orang biasa sikap menjadi santun. Bagaimana jadinya ketika yang ada di hadapan kita adalah orang baik dan orang jahat? Bagaimana ekspresi dirimu? Tetap santun atau malah mengabaikan mereka? Keadaan ini jelas semakin membuat suasana hati semakin semeraut bagai benang kusut menimbulkan kegundahan, kegalauan, kesedihan dan kepahitan.

    Ketika suasana hati tidak lagi semulus dahulu, besar kemungkinan perkataan (lisan-tulisan) dan perbuatan negatif melulu. Bahkan mulai-mulai timbul sikap apatis yang membuat kita semakin menjauh dari kebersamaan di dalam masyarakat.

  13. Melakukan pelampiasan – makan, belanja, jalan-jalan lebay dan lain-lain.

    Kekesalan hati yang memenuhi jiwa membuat suasana di dalam sana sangat gelap dan jauh dari kata semangat. Seolah-olah kekuatan ini memudar bahkan untuk melakukan hal-hal biasa saja rasanya berat sekali. Lantas kita mencoba menghibur diri dengan menikmati hidup. Kita menjadikan aktivitas menikmati hidup sebagai sumber kebahagiaan agar timbullah sukacita, sayang hal tersebut hanya berlangsung sesaat saja. Oleh karena itu, mulailah si kawan makan-minum, belanja dan jalan-jalan secara berlebih-lebihan, keadaan tersebut jelas menyebabkan efek bagi tubuhnya. Dampak buruk pertama adalah kebosanan, menginginkan lebih dan menjadi tamak terhadap materi (uang). Sedang di sisi lain keadaan tersebut menyebabkan gangguang kesehatan karena overdosis, misalnya kecanduan makanan tertentu, diabetes, kolesterol tinggi, asam urat naik, darah tinggi, arterosklerosis dan lain-lain. Lihatlah kawan Akibat Terlalu Banyak Makan.

  14. Melakukan pelampiasan – bersosial media dan internet.

    Efek samping dari buruknya suasana hati karena terus memikirkan hal-hal absurd akan membuat seseorang melakukan pelampiasan. Keadaan ini dipicu oleh karena sensasi rasa bahagia dan tenteram telah pergi dari dalam hati sehingga muncullah pemikiran untuk mencari-cari penghiburan di tempat lain. Salah satunya adalah dengan bersosial media. Kita menghabiskan waktu di internet selama berjam-jam, ternyata hanya untuk sekedar mencari like, favorite dan plus one. Berpikir bahwa hal-hal tersebut bisa meredakan kekalutan yang muncul namun semuanya hanyalah sesaat saja. Begitu aktivitas di internet dan sosial media berakhir maka kesuraman di dalam hati mulai muncul kembali seiring dengan timbulnya ingat-ingatan terhadap lawan-lawan kita.

  15. Dan lain sebagainya.

Jangan pernah fokuskan pikiran kepada musuh sebab merasa memiliki penantang justru berpotensi menakuti diri sendiri. Saat kita bertemu dengan orang-orang tersebut, sikap mulai aneh untuk mencari pelarian seolah sedang melihat hantu. Adalah baik bagi anda untuk menerima keberadaan mereka apa adanya dan tanggapi dengan santun. Ketika kita memetak-metakkan siapa lawan dan kawan, membuat beban pikiran semakin berat sebab terlalu banyak pertimbangan yang dilakukan saat berpapasan dengan seseorang. Padahal orang-orang yang ada di hadapan kita ada banyak sekali, apa sempat untuk menganalisis semuanya? Oleh karena itu, ringankan pikiran dengan membuang kebiasaan memetak-metakkan orang melainkan sama ratakan (generalkan) semuanya sebagai sesama manusia yang pantas dikasihi. Ketahuilah bahwa pikiran yang lebih ringan membuat kita lebih santai sehingga ketenangan hati menjadi milikmu selamanya, sekalipun hidup diiringi oleh guncangan! Simaklah teman, Cara berbuat baik kepada lawan.

Salam, Saat pikiran tidak fokus kepada musuh,
segala kesusahan hati akan musnah,
ketenangan pikiran mudah diraih
& hidup lebih bergairah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.