Gado-Gado

10 Budaya Warganet Tidak Baik Ditiru Dalam Kehidupan – Dunia Nyata Tak Semudah Dunia Maya


Budaya Warganet Yang Tidak Baik Ditiru Dalam Kehidupan - Dunia Nyata Tak Semudah Dunia Maya

Ilmu bisa menjadi air mengalir menyejukkan atau banjir bandang mencelakakan

Ilmu pengetahuan bisa menjadi air di musim kemarau yang mendatangkan banyak kebaikan bagi seluruh makhluk termasuk manusia itu sendiri. Atau malah menjadi air di tengah banjir yang membuat segala peristiwa menjadi lebih rumit: menggiring manusia dalam persaingan, perselisihan, konflik dan peperangan. Semua manfaat dan dampa buruknya telah diletakkan di tangan kita masing-masing. Semakin tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita miliki maka sudah seharusnya semakin tinggi pula rasa kasih yang dilakukan kepada sesama. Ketidak seimbangan antara teknologi dan mengasihi sesama seperti diri sendiri inilah yang beresiko tinggi menciptkan kerusakan yang sifatnya berlangsur di belakang layar, perlahan tapi pasti.

Pemanfaatan pengetahuan yang tidak adil berubah arogan, manipulatif dan serakah

Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kepentingan bersama adalah sebuah jalan tengah untuk membuat kekuatannya lebih jinak. Setip orang layak mendapatkan pengetahuan yang sama seperti yang lainnya. Sedang pemanfaatan teknologi dilakukan secara bersama-sama terkecuali untuk beberapa hal yang bersifat pribadi. Aroma kebersamaan bisa jadi solusi untuk menekan ancaman besar di balik potensi yang dimilikinya. Tanpa adanya kebersamaan yang setara, iri hati akan tumbuh subur yang menggiring manusia dalam konflik. Keadaan ini sebagian besar dipicu oleh karena sifat dasar manusia yang arogan. Hal ini cenderung membuat seseorang memanipulasi sesamanya beresiko menjadi nafsu serakah yang merugikan orang lain diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Kekuatan yang membuat kita terhubung satu sama lain

Teknologi informasi telah ditingkatkan dengan baik yang disebut dengan internet bermanfaat untuk menghubungkan dan mendekatkan yang jauh hanya dalam sekali klik. Pemanfaatannya yang paling sederhana untuk mengirimkan SMS atau melakukan panggilan telepon. Penggunaannya akan lebih luas lagi saat sistem telah menyediakan jaringan broadband yang lebih kuat dengan perangkat penerima elektronik yang disebut sebagai smartphone, tablet, komputer-PC, laptop dan lain sebagainya. Jaringan internet memiliki server di berbagai negara sehingga membuat manusia dapat saling berinteraksi dan berbagi konten dengan sesamanya. Jika hanya ingin melihat-lihat, tidak perlu capek-capek datang ke suatu tempat, cukup lihat penampakannya di dunia maya, informasi tersebut sudah relevan.

Orang bijak bisa menjadikan media sosial sebagai sarang yang baik walau di sana banyak keburukan

Salah satu manfaat internet yang kami rasakan adalah membuat masing-masing orang saling berbagai informasi. Inilah kekuatan yang paling mendasar dari suatu ilmu pengetahuan, yaitu informasi. Selama seseorang memiliki akses kepada hal-hal yang mendekati kebenaran maka selama itu pula kehidupannya akan digiring dalam kebaikan. Sayang, tidak semua informasi yang dibagikan di dunia maya adalah mendekati kebenaran, justru beberapa di antaranya memiliki pengaruh negatif, yaitu menyesatkan manusia. Oleh karena itu, menjadi seorang pengguna yang bijak sangat dibutuhkan agar lebih selektif dan kritis dalam bersosial media. Kemampuan anda menyaring konten sesuai kebutuhan (bukan keinginan) akan membuat media sosial dan internet menjadi tempat yang mencerdaskan dan juga menyenangkan.

Jadilah pengguna internet yang terbuka!

Sebagai warganet (netizen) yang budiman, kita dituntut agar mampu memanfaatkan internet sejujur-jujurnya. Sebab saat kita merasa bahwa yang dilakukan adalah rahasia, aktivitas di dunia maya cenderung menjadi liar. Biasanya, aktivitas yang dilakukan sembunyi-sembunyi cenderung membuat seseorang menjadi pribadi yang merasa diri sebagai anonim sehingga bebas melakukan apa saja. Padahal, jika kita mampu berpikir jernih, sebenarnya tidak ada yang namanya tindakan yang benar-benar tersembunyi di dunia internet, sebab masing-masing user memiliki IP dan nomor seri komputer sehingga apapun yang dilakukan pasti sudah tercatat dengan jelas oleh server yang digunakan/ dikunjungi.

Pengertian

Warganet adalah pengguna internet yang memiliki ID khusus berdasarkan IP, no seri komputer dan akun media sosial tertentu. Bagi yang memiliki komputer atau laptop dapat mengunjungi nya secara bebas tanpa harus mendaftar terlebih dahulu. Tetapi, mereka yang menggunakan smartphone tentu saja harus memiliki akun media sosial terlebih dahulu baru dapat mengakses segenap fiturnya. Lagipula zaman sekarang semua nomor telepon telah dipegang erat data-data penggunanya oleh Kominfo, sebab sebelum digunakan untuk bertelepon setiap kartu perdana harus di registrasi terlebih dahulu. Ini sekaligus menjadi bukti otentik bahwa tidak ada lagi privasi di media sosial, sekalipun teman di samping tidak mengenal akun anda tapi PEMERINTAH MENGENALINYA.

Budaya adalah adalah kebiasaan yang sudah mendarah daging setelah beberapa waktu berkecimpung dalam bidang tertentu.  Suatu budaya tidak terbentuk dalam waktu singkat, butuh waktu bertahun-tahun hingga sesuatu bisa membudaya. Pertanda bahwa suatu kebiasaan telah membudaya adalah saat mengerjakannya tidak butuh perintah (instruksi) melainkan semuanya itu terjadi karena dorongan dari dalam hati. Budaya warganet adalah suatu aktivitas yang sudah dibiasakan sehingga kerap kali terjadi tanpa disadari. Umumnya, aktivitas yang sudah membudaya tidak hanya dilakukan sekali saja melainkan berulang-ulang kali dalam berbagai-bagai segmen kehidupan. Demikian juga kebiasaan yang kita lakukan di internet & media sosial akan terbawa-bawa di dalam kehidupan nyata.

Budaya warganet yang tidak baik untuk ditiru (di contoh) dalam kehidupan sehari-hari

Kadang kita tidak menyadari bahwa sebagaimana pencitraan yang kita tunjukkan di dunia nyata, demikian jugalah kehidupan kita di dunia maya. Demikian sebaliknya, kebiasaan yang dilakukan di jagad maya turut pula ditekuni dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata. Beberapa orang bergentayangan sebebas-bebasnya di media sosial, seolah tidak ada yang memperhatikan mereka.  Sekali lagi kami ingatkan: “sekalipun orang tua tidak mengenal akun anda di dunia maya tetapi pemerintah mengenalinya.” Jadi berhentilah bersikap pura-pura bodoh lalu merasa sebagai penjahat bertopeng yang kesalahannya tidak akan ketahuan oleh siapapun. Baca-baca kawan, Tidak ada rahasia di internet!

Berikut ini berbagai budaya warganet (netizen) yang tidak baik untuk ditiru-tiru

  1. Menyingkat kata sembarangan.

    Kebiasaan menyingkat bahasa memiliki aturan khusus. Biasanya yang disingkat bukanlah kata per kata melainkan frase. Normalnya yang disingkat minimal dua kata atau lebih (suku kata) tetapi maniak akronim menyingkat kata per kata. Jelaslah bahwa kebiasaan mengirim pesan (SMS atau Chatting) dengan singkatan abal-abal menunjukkan ketidakprofesionalan seseorang. Ini juga mengindikasikan sikap yang terlalu terburu-buru dalam bertindak (tidak sabaran). Hindari membawa-bawa budaya menyingkat kata ini dalam kehidupan sendiri, baik online maupun offline sebab dapat mempengaruhi kepribadian masing-masing.

  2. Sindiran/ ejekan/ bully.

    Sadar atau tidak, saat mendaftar di salah satu akun media sosial, kita seperti membuat sarang sendiri. Di sanalah segala sesuatu yang baik dan buruk kita simpan. Ada pula tetangga yang suka melakukan bully, ejekan dan sindiran, apa yang anda lakukan menanggapi orang-orang semacam itu? Apakah terterik untuk melakukan hal yang sama sehingga melepaskan balasan? Sadarilah bahwa melepas beberapa ejekan bisa jadi awal membiasakan diri. Artinya, mengejek di media sosial besar kemungkinan akan melakukan hal yang sama di dalam kehidupan nyata sehari-hari.

    Untuk menjadi orang yang bijak, anda perlu melatih konsistensi dalam bersikap. Siapa saja bisa menghaturkan ejekan tetapi batasi diri untuk mengejek balik. Manusia biasa membalas ejekan dengan ejekan yang lain. Tetapi orang yang luar biasa membalas keburukan dengan kebaikan yang pantas (misal terima apa adanya lalu balas dengan santun – ramah).

  3. Tidak menerima diri apa adanya.

    Kecanggihan smartphone jaman sekarang membuat penampakan manusia bermuka aspal bisa diubah menjadi semulus beling. Pada awalnya keadaan ini terkesan biasa saja, semua orang juga melakukannya! Tetapi sadarkah anda bahwa terbiasa melakukan edit foto sebelum dikirim ke dinding (linimasa) menunjukkan betapa hidup ini penuh dengan kepalsuan/ kebohongan. Kita tidak mampu menerima kelemahan diri apa adanya sehingga melakukan edit sana-sini, demikian jugalah di dunia nyata cenderung tidak mampu menerima seadanya kalau ada orang yang mengata-ngatai kelemahan/ kekurangan yang dimiliki.

  4. Lebay – aksi berlebihan.

    Hidup ini berlapis-lapis bagaikan kue lapis. Apa yang kita lakukan pada lapisan yang satu pastilah akan turut terpengaruh pada lapisan lainnya. Saat sikap cenderung lebay di media sosial, besar kemungkinan hal inipun terbawa-bawa di kehidupan nyata. Oleh karena itu, berhentilah bersikap berlebihan saat memperbaharui status melainkan lakukan seolah ada orang yang sedang mengawasi anda. Aksi yang berlebihan seperti membuang tenaga untuk sesuatu yang tidak jelas.

  5. Berbohong/ Penipuan/ Manipulasi.

    Ini berkaitan erat dengan berbagai pengakuan yang kita buat dalam setiap status yang diterbitkan. Entah kejadian yang kita maksudkan sudah benar atau tidak tetapi seolah-olah bahwa hal tersebut adalah fakta. Sadarilah bahwa kebohongan-kebohongan kecil akan mengantarkan diri ini pada praktek manipulasi yang lebih besar. Budaya berbohong di internet terutama saat kita mengendorse (mempopulerkan) suatu produk cenderung mendidik diri ini untuk menjadi koruptor di masa depan.

    Jadilah orang yang cerdas dan tidak mudah dikibuli di seluruh jagad maya. Sekalipun anda pernah tertipu oleh segelintir oknum, bukan berarti membalaskan hal tersebut dengan melakukan penipuan kepada pengguna internet lainnya. Putuskan lingkaran manipulasi tersebut agar tidak semakin banyak orang yang tertipu oleh praktek Multi level marketing (MLM).

  6. Melakukan fitnah.

    Sadarilah bahwa kebiasaan kecil mengantarkan diri ini untuk melakukan sesuatu yang besar. Fitnah kecil akan melatih kita untuk melakukan sesuatu yang lebih besar. Daripada menyebarkan berbagai fitnah yang tidak jelas lebih baik diam dan nikmati saja apa yang sudah tersaji.

    Di sisi lain fitnah yang kita terima di dunia maya bisa menjadi kekuatan bagi diri ini untuk menjadi orang yang lebih dewasa dalam menjalani hari. Artinya, saat orang lain memfitnah, silahkan saja tetapi jangan pernah melakukan kejahatan yang sama. Dengan membalas kejahatan ganti kejahatan kita telah meniru kesalahan teman, seolah-olah dia lebih pantas ditiru padahal ada banyak tokoh baik dalam Kitab Suci yang bisa kita pedomani.

  7. Munafik (lain di hati, lain di bibir dan lain yang diperbuat).

    Kita bisa tampil menjadi siapa saja di dunia maya. Pernah berpikiran bahwa kami hendak menjadi orang lain di media sosial, sayang hal tersebut tidak pernah terwujud karena pengaruh waktu yang terus terisi oleh aktivitas menulis. Saat kita tidak jujur dalam mengekspresikan diri di berbagai akun internet maka ada kemungkinan tidak mampu mengekspresikan diri apa adanya di dunia nyata. Kehidupan kita cenderung diarahkan menjadi seperti yang orang lain kehendaki. Ia kalau itu baik adanya tetapi bagaimana jadinya ketika kehidupan ini hanya meniru artis-artis di televisi yang syarat dengan kepalsuan? Kemunafikan biasanya bertujuan untuk menyembunyikan kesalahan sendiri demi menjadi terpuji juga terkenal.

  8. Ketergantungan terhadap kemuliaan.

    Penyakit gila hormat adalau suatu kelainan mental yang perlu diobati sesegera mungkin. Biasanya orang yang gila hormat cenderung tidak mampu menerima ketika ada pihak lain yang terkesan agak mengabaikannya. Mereka juga cepat naik pitam ketika direndahkan oleh pihak-pihak tertentu padahal mungkin saja dialah yang GR atau sebenarnya hal tersebut ditujukan kepada orang lain. Oleh karena itu, jangan hanya terbiasa menerima pujian di media sosial melainkan biasakan jugalah untuk menderita tekanan akibat pengabaian dan ejekan. Juga budayakan untuk menghargai orang lain tanpa menuntut untuk diharagai kembali.

  9. Suka elektronik (robot – malas).

    Sadar atau tidak, di internet dan sosial media ada juga yang namanya robot. Biasanya robot yang satu ini telah diprogram secara khusus untuk melakukan aksi tertentu secara besar-besaran di akun atau status tertentu. Penggunaannya ditujukan untuk meningkatkan aktivitas dan popularitas di media sosial tertentu. Tentu saja untuk melakukannya perlu sejumlah besar uang atau setidak-tidaknya sponsor (dukungan dari korporasi/ perusahaan tertentu).

    Kami sendiri juga bingung, untuk apakah popularitas di media sosial? Atau untuk apakah popularitas dalam sebuah blog? Sepertinya, populer atau tidak cenderung sama saja. Itu hanya kenikmatan indra sesaat yang harus dibeli lagi kalau menginginkan hal yang serupa. Penggunaan robot semacam ini cenderung membuat seseorang menjadi penyuka yang otomatis yang juga mencintai mesin-mesin yang realistis. Padahal tidak selamanya barang elektronik itu baik untuk digunakan.

    Penggunaan robot alias auto like juga cenderung membuat seseorang malas berlelah untuk melakukan sesuatu. Padahal terus-menerus tidak ada kerjaan seharian penuh jelas tidaklah baik bagi kesehatan fisik, mental dan sosial dari waktu ke waktu. Baca-baca juga kawan, Efek samping barang elektronik dalam kehidupan manusia.

  10. Budaya instan.

    Pada akhirnya, kebiasaan yang diajarkan di media sosial dan internet adalah budaya instan. Semakin cepat sesuatu dianggap semakin baik tetapi pada kenyataannya tidak semua hal bisa dilakukan dengan cepat. Sebab realitas kehidupan tidak semudah melakukan “klik dan enter!” Banyak momen dalam kehidupan ini yang justru mengharuskan kita untuk menunggu sebelum menemukan sebuah pintu solusi demi kehidupan normal seperti kebanyakan orang. Sadarilah bahwa orang sabar lebih bijak menjalani hidup ketimbang orang yang suka tergesa-gesa.

Sejak dari kecilnya, manusia adalah peniru ulung, tanpa disuruh sekalipun akan meneladani hal-hal yang dirasanya menarik. Karana itulah ada segelintir orang yang sangat suka mencontoh kehidupan para artis dalam berbagai pemberitaan. Andapun bisa meniru apa saja di dunia ini, sebab ini adalah salah satu tahapan pembelajaran hidup. Hanya saja yang kami minta, jadilah peniru yang menggunakan pikiran untuk menganalisis dan tidak terlena oleh rayuan berbagai-bagai pesona yang menggerayangi indra. Jangan buat mata kepala memimpin langkah kaki sebab segala sesuatu tidak sesederhana apa yang dilihat. Tetapi, jadikan otak sebagai pemimpin, sebab mata hati lebih peka dan jeli dalam melakukan analisis. Sebisa mungkin terlebih dahulu melakukan pengelolaan yang kritis dan selektif terhadap informasi agar lebih bijak dalam menentukan pilihan hingga mengambil keputusan.

Salam, Di internet & media sosial tidak ada rahasia.
Dunia maya sangat jauh beda dengan realita.
Justru ada banyak mata-mata (intel) di sana
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.