Gejolak Sosial

+10 Bahagia Yang Murah, Alasan Kebahagiaan Tidak Mahal (Praktis)


Bahagia Yang Murah, Alasan Kebahagiaan Tidak Harus Mahal

Pikiran kita terlalu rumit saat menanggapi dunia ini. Sebab indra ini lebih fokus kepada hal-hal yang jauh di sana. Apa yang kita inginkan di dalam hati terlalu sulit untuk digapai oleh karena mata terus terpana oleh berbagai-bagai bentuk kesenangan duniawi yang ada di sekitar termasuk dalam kotak ajaib (TV). Tanpa disadari kita mau hal-hal tersebut menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari padahal segala sesuatu yang kita saksikan di balik layar kaca penuh dengan kepalsuan. Anda bisa saja menonton berbagai jenis multimedia di sekitar tetapi selalu ingat untuk tidak membayang-bayangkan hal tersebut di dalam pikiran masing-masing. Jika acara tersebut mampu menyenangkan pikiran pas diingat-ingat, sadarilah bahwa tepat saat itu juga kekecewaan akan muncul sebab semua itu tidak realistis.

Kemana hatimu tertuju di sanalah kebahagiaanmu ada

Masalah utama mengapa seseorang tidak bahagia di dunia ini adalah terlalu fokus kepada hal-hal yang masih belum dimilikinya. Sebab pengharapan yang selalu diingat-ingatnya adalah sesuatu yang masih jauh di sana. Pahamilah baik-baik bahwa saat pikiran kita terus tertuju kepada sesuatu maka tepat saat itu hati ingin menggapai hal tersebut. Oleh karena itu, bersihkan dirimu dari berbagai-bagai aktivitas fokus kepada materi sebab semuanya adalah hampa dan tidak ada artinya. Sekalipun anda dapat menggapi berbagai mimpi-mimpi yang dimiliki tetapi itu tidak akan pernah memuaskan hati. Keinginan materi lainnya akan muncul begitu satu hasrat telah terwujud sebab hawa nafsu biasanya terus berkembang.

Hal-hal duniawi tidak masuk dalam hati, hanya melekat sementara di indra saja

Lagipula materi semahal apapun itu, hanya bisa menyentuh indra sebentar saja. Setinggi apapun mahalnya gaun/ kemeja, itu hanya bisa dilihat dan dirasakan sesaat saja. Sama halnya seperti efek kejut, saat rasa terkejut itu telah berlalu maka semuanya biasa saja. Yang anda rasakan setelah itu adalah manfaat dari mengkonsumsi sesuatu (manfaat menggunakan pakaian untuk menutupi aurat dan memberi perlindungan dari suhu panas & dingin). Kenyataan berikutnya semua materi dan kemuliaan (pujian, popularitas) tersebut tidak menyentuh hati melainkan hanya sesaat saja lalu segera berlalu.  Anda harus membelinya lagi dan lagi agar kesenangannya kembali. Mereka yang tidak menikmati materi dengan fluktuatif juga cenderung cepat jenuh lalu menginginkan sesuatu yang lebih. Apalagi ketika indranya telah menyaksikan sesuatu yang lebih waw (lebih mewah & digunakan para artis). Pastilah hal-hal duniawi yang baru lainnya akan diburu.

Perbedaan kesenangan indra dan kebahagiaan hati

Perhatikanlah baik-baik saat lidah menikmati makanan, bukankah itu hanya sementara saja? Resapi saat anda menggunakan jas termahal sekalipun, bukankan itu melekat paling 3-5 jam saja? Demikian ketika anda menonton film/ televisi, acaranya hanya 1-2 jam saja, lebih dari itu justru buat pikiran jemu. Pun sama halnya saat kita mencium wanginya aroma parfum, paling melekat beberapa jam saja, mau pakai lagi untuk waktu lama justru membosankan jadinya. Jadi ketahuilah bahwa indra selalu mengenal kebosanan tetapi hati tidak mengenali kejenuhan pada apa yang dihasilkannya sendiri. Apa yang dihasilkan oleh manusia yang tidak akan pernah membuat kita bosan adalah aktivitas positif yang keluar dari dalam hati: diciptakan dan didorong oleh hati sendiri. Inti dari aktivitas positif adalah kebenaran sejati, yaitu mengasihi Allah seutuhnya dan sesama manusia seperti diri sendiri.

Faktor penyebab bahagia itu tidak mahal

Bahagia adalah suasana hati yang berada dalam sukacita, tenang dan damai bahkan kerap kali meluap dalam bentuk senyuman. Suasana hati macam ini sifatnya sangat konsisten sekalipun ada berbagai gejolak sosial yang berlangsung di luar sana (baik yang dekat maupun jauh). Artinya, orang yang mampu merasakan kebahagiaan sejati adalah yang sanggup membedakakan dan memisahkan kekuatan yang mempengaruhi indra dari hatinya. Memang indra dibutuhkan untuk mencari informasi sekaligus menambah pengetahuan tetapi kita tidak butuh indra untuk menjadi bahagia. Sebab orang yang cerdas mampu menciptakan kebahagiaannya sendiri dengan mengarahkan pikirannya pada berbagai aktivitas positif. Berikut akan kami jelaskan alasan mengapa berbahagia tidak butuh yang mahal-mahal.

  1. Harga asalnya dari indra.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa “dimana hatimu tertuju di sanalah bahagiamu berasal.” Saat mata dan telinga tertuju kepada infotainment yang menggambarkan betapa glamour dan gembiranya kehidupan para artis, alhasil anda ingin sekali hidup seperti mereka. Keadaan ini semakin parah saja ketika pikiran terus saja membayang-bayangkan betapa mewah kehidupan mereka.

    Ketika yang ada dalam pikiran kita adalah kemegahan materi, tepat saat itu juga hal tersebut telah menjadi berhala yang menggeser posisi Tuhan dari dalam diri ini. Mata kita berbinar-binar saat melihat dan mendengar betapa mahalnya rumah, kendaraan, baju, tas, sepatu dan berbagai asesoris lainnya. Sadarilah bahwa semuanya itu hanya sebatas di indra. Karena terus membayang-bayangkan kehidupan mereka yang masyur, makanya timbul pemahaman bahwa harga jual yang mahal itulah sumber kebahagiaan. Kenyataannya hal tersebut hanya fatamorgana karena terlalu fokus kepada infotainment.

  2. Harga tidak menyentuh hati.

    Masalah fundamental yang kita hadapi di sini adalah hati yang terlalu terpusat pada acara-acara televisi yang telah didramatisasi untuk fokus kepada uang. Ini jelas ya, sebab semua masalah itu awalnya dari uang dan kalau tidak bermasalah, tidak ada yang diceritakan di dalam sinetron/ film yang ditonton. Oleh karena itu, penting bagi pemirsa di rumah untuk tidak mengimajinasikan berbagai kisah tersebut seolah berada di dalamnya. Ini adalah usaha pertama untuk menghilangkan pemahaman bahwa bahagia itu asalnya dari uang.

    Ketika kita tidak membayang-bayangkan kemewahan tersebut, saat itu jugalah hal-hal yang berharga tinggi tidak menjadi sumber kebahagiaan. Tetapi saat anda terus-menerus mengimajinasikan kehidupan serba glamour dimana diri sendiri adalah pemeran utamanya. Tepat saat itulah hati fokus pada harga dan sangat menginginkan barang-barang bernilai tinggi.

  3. Gengsi akan barang mahal hanya sementara.

    Ketahuilah bahwa sekalipun saat ini suatu barang lagi-lagi trend tetapi hal tersebut hanyalah sementara saja. Sebab ada banyak hal-hal lainnya yang akan ngetrend setelah itu. Artinya tidak ada barang yang selalu ngetrend selamanya. Satu-satunya hal yang selalu ngetrend selamanya adalah kebenaran sejati.

    Nilai gengsi terhadap suatu barang hanya akan timbul saat barang tersebut terus dipakai dan di-endorse oleh artis yang bersangkutan. Akan tetapi, ketika infotainment mempopulerkan artis lainnya dengan barang endors-an berbeda maka tepat saat itulah nilai gengsi terhadap suatu barang akan berubah. Jadi saat anda fokus kepada kehidupan para artis maka tepat saat itulah ada yang namanya istilah “bergengsi.” Anda melihat dan mendengar pemberitaan tentang harga produk yang digunakan tingginya selangit lalu mengikuti hal tersebut.

    Keadaan ini akan semakin parah saja ketika ada rasa arogan yang selalu ingin lebih dari orang lain. Ingin barang yang digunakan lebih tinggi dari kepunyaan tetangga, teman, saudara atau kerabat lainnya. Dengan demikian secara otomatis timbullah rasa bangga. Padahal tidak lama setelah itu akan muncul barang lainnya yang lebih mahal di toko yang sama atau berbeda. Pemilik toko yang cerdas juga akan dengan sengaja menaik-naikkan nilai sebab dia tahu bahwa anda adalah penggila barang dengan harga mencekik.

  4. Kebutuhan bisa diperoleh dengan harga standar.

    Kunci kebahagiaan adalah “siapa icon kehidupan yang selalu anda pikirkan dari waktu ke waktu?” Saat ikon kehidupanmu para artis di televisi maka sudah otomatis sangat menginginkan hal-hal yang terdengar kemahalan. Sebab para artis itu juga berpesan dalam setiap performanya bahwa “belilah barang mahal maka anda akan senang.”

    Sadarilah bahwa segala yang ditampilkan di dalam televisi belum tentu kita butuhkan. Terkadang barang mewah yang dipopulerkan oleh artis itu hanyalah suatu fantasi yang mewujudkan keinginan buta yang tidak berfaedah. Justru ketika kita menggeser obsesi pikiran dari infotainment-artis kepada aktivitas positif, tepat saat itulah mulai menyadari dan membedakan dimana yang merupakan kebutuhan mendesak dan apa pula keinginan hampa.

    Fokus kepada Tuhan, bekerja dan belajar adalah tiga serangkai yang mencerdaskan otak sehingga membeli pada harga standar. Orang yang terlalu tergila-gila kepada kehidupan glamour menunjukkan pemahaman yang kurang akan kehidupan. Seolah-olah kebahagiaan mereka berpusat pada mata, telinga, hidung, kulit dan lidah. Saat organ-organ tersebut bersentuhan dengan hal yang mahal-mahal, hati terpengaruh sampai melejit kesenangan. Sayang itu hanyalah sesaat.

    Sebenarnya rasa senang yang sama juga bisa mereka ciptakan sendiri saat mengkonsumsi barang-barang dengan harga standar. Sebab yang namanya pikiran berada di bawah kendali masing-masing orang. Bila anda merasa senang maka senanglah hati ini, saat memikirkan hal yang menyedihkan maka sedihlah hati ini. Ketika merasa bahagia lewat aktivitas positif maka bahagialah hati ini. Hanya saja, ingatlah bahwa suasana hati sangat tergantung dari “apa yang sedang dipikirkan” dan “aktivitas yang sedang dilakukan.” Jadi, sekalipun barang kebutuhan yang dibeli tidaklah mahal, hati tetap bahagia saat kegiatan selalu berada dalam lingkaran yang baik (positif).

  5. Liburan bisa diperoleh hanya berbiaya ringan.

    Siapa bilang liburan itu harus mahal? Sadarilah selalu bahwa saat liburan yang terpapar dengan suasana di sana adalah indra. Lagipula udara di tempat anda sama dengan di tempat liburan, hijaunya pohon di tempat anda sama dengan di tempat liburan. Pantai di tempat liburan sama dengan pantai-pantai lainnya di wilayah yang dekat. Jika hanya ingin cuci mata, bukankah semua itu bisa dilihat di internet?

    Anda tidak harus ke Jakarta hanya untuk bersenang-senang. Masakan hanya untuk senang sesaat, harus berjalan sejauh 1.000 KM? Kebiasaan semacam ini sama saja dengan merepotkan diri sendiri. Keinginan yang menggebu-gebu dan mengada-ngada menandakan hidup yang tidak terkendali. Keadaan ini dipengaruhi oleh menurunnya tingkat kesadaran. Penurunan kesadaran awalnya dipicu oleh menurunnya aktivitas otak. Biasanya aktivitas otak yang turun disebabkan oleh terlalu banyak menikmati hidup. Jadi bisa dikatakan bahwa orang yang selalu menginginkan liburan mahal merupakan manusia kurang cerdas akibat terlalu banyak bersantai dan menikmati hidup. Sedang mereka yang menyibukkan diri dengan hal-hal positif cenderung mampu berlibur di tempat sederhana dengan biaya ringan.

  6. Kecintaan terhadap barang mewah >> ketergantungan >> jenuh >> ingin lebih.

    Pahamilah baik-baik, membiarkan diri terpana terhadap materi sama saja dengan melepaskan hawa nafsu berlari semakin liar dari waktu ke waktu. Sebab saat kita tidak pernah kecewa, besar kemungkinan akan mengkonsumsi barang mewah tersebut secara terus-menerus sehingga timbullah rasa ketagihan. Bila terus memberangus barang tersebut untuk mengobati rasa candu, pada satu titik akan menjadi bosan. Lantas, kejenuhan ini akan dijawab dengan membeli produk yang lebih mahal harganya. Demikian seterusnya selama beberapa waktu, dimana hal ini kelak akan menyebabkan ketagihan, kebosanan hingga menginginkan yang lebih.

    Masalahnya sekarang, apakah anda memiliki sumber pendanaan yang lebih baik untuk untuk membiayai semua hasrat tersebut? Sadarilah bahwa manusia semakin tua, penghasilannya semakin rendah. Darimana anda akan menutupi semua keperluan yang dibutuhkan seiring dengan berkurangnya penghasilan? Sadarilah bahwa membiasakan diri untuk beroleh kesenangan sesaat lewat belanja barang mewah hanya akan membuat anda merana di masa lansia (penghasilan tidak mampu memewahkanmu seperti waktu muda dulu).

  7. Di luar sana ada banyak orang yang hidup biasa saja tapi tetap bahagia aja tuh.

    Liriklah kepada Tuhan Yesus Kristus, bagaimana Ia tetap bahagia sekalipun hanya berjalan kaki saat kemana-mana. Padahal sesungguhnya dia bisa saja memesankan kuda atau keledai untuk ditunggangi kepada para muridnya. Perhatikan juga di sekitar kita ada banyak orang yang hidupnya standar saja tetapi mereka tetap bahagia dan masih bisa tersenyum ringan dari waktu ke waktu. Keadaan ini secara otomatis membuat anda harus mulai menggeser nilai kebahagiaan ke arah hati. Berhentilah menggiring dan mendekatkan rasa bahagia anda pada indra sebab semuanya itu hanya sementara dan justru membuat hidup ini semakin mudah terguncang terutama di bulan tua (saat gaji semakin menipis

Cara murah berbahagia tidak butuh sesuatu yang mahal

Kebahagiaan bukan hanya milik orang-orang kaya. Rasa ini juga bukan sesuatu yang sangat jauh untuk digapai manusia sebab jaraknya tidak terlalu jauh dari diri masing-masing. Bahkan itu tidak sama sekali tidak berjarak dari hati anda masing-masing. Satu-satunya yang membuat rasa bahagia itu terlalu jauh adalah saat hatimu berada di televisi. Tepat ketika pujaan hati anda adalah artis-artis Ibu kota yang hidup bermewah-mewahan di luar sana, tepat saat itu jugalah rasa bahagia tersebut semakin langka saja. Tetapi, saat anda mampu memfokuskan kehidupan untuk kebenaran sejati, kemungkinan untuk berbahagia bisa terjadi setiap waktu. Berikut selengkapnya cara murah-meriah untuk meraih kebahagiaan.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Orang yang selalu berbahagia otaknya selalu aktif: tertuju kepada Tuhan, belajar dan bekerja. Justru saat pikiran kita kosong, mudah sekali pikiran ini menjadi galau terutama saat didorong oleh bangkitnya alam bawah sadar yang penuh dengan kecemaran berpikir (misal iri hati, prasangka buruk, sungut-sungut, sombong, kejahatan dan lain-lain). Oleh karena itu satu-satunya cara untuk menjaga otak tetap aktif adalah dengan senantiasa berdoa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan Tuhan. Tiga aktivitas ini pada dasarnya adalah satu yang intinya bermanfaat untuk membuat otak menciptakan sensasi bahagianya sendiri.

    Kita dimungkinkan untuk bekerja sambil memuji-muji Tuhan. Bila dimungkinkan untuk memuji-muji Tuhan di dalam hati sambil bekerja, lakukanlah aktivitas tersebut dalam gerakan yang sesuai dengan intonasi lagu yang dinyanyikan. Nikmati lagu yang anda nyanyikan tersebut sambil memfokuskan pikiran pada pekerjaan kecil yang digeluti.

    Jika memang pekerjaan yang dilakukan, sangat menyita konsentrasi, tanggungkan aktivitas fokus kepada Tuhan. Selesaikan terlebih dahulu pekerjaan tersebut. Di sela-sela rutinitas, ambillah waktu jeda sekitar 2-3 menit untuk kembali memfokuskan pikiran kepada Tuhan.

    Saat sedang beristirahat atau sedang menikmati hidup, bila tidak ada teman yang mengajak bicara, silahkan bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan. Bahkan saat kita sedang makan sekalipun, pujian kepada Allah tetap bisa dilakukan. Puji-pujian kepada Allah menjadi energi untuk melakukan berbagai-bagai kebaikan dari waktu ke waktu. Saksikanlah teman, Tips mengubah lagu duniawi menjadi pujian kepada Tuhan.

  2. Mengasihi sesama.

    Kasih kepada sesama adalah kebenaran kedua yang harus kita wujudkan di dalam tiap-tiap hari yang dijalani. Kasih kepada Tuhan akan menjadi energi yang memotivasi pikiran untuk berbuat baik kepada sesama. Hati akan termotivasi untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Di dalam semuanya itu, lakukanlah kebaikan. Saksikan juga, Cara berbuat baik ala orang kristen.

    • Mempelajari sesuatu.

      Kita bisa belajar untuk mencerdaskan pikiran dari waktu ke waktu. Setiap manusia berhak memperoleh pendidikan yang sama sesuai dengan kesepakatan bersama. Di sela-sela pelajaran yang dicermati, baik juga untuk kita bila membantu orang lain yang tidak tahu menjadi tahu. Seperti yang kami lakukan, mempelajari segala sesuatu sambil menyebarkannya kepada orang lain. Andapun bisa berbagi pengetahuan dimanapun berada, sebab “dimana ada niat di situ ada kesempatan.”

    • Mengerjakan sesuatu.

      Saat bekerja, kita bisa melakukannya secara gotong-royong tanpa mementingkan siapapun. Sayang, saat gaji yang kita peroleh lebih besar dari yang lainnya, apa itu sudah adil namanya? Sebab dimana ada keadilan maka di sanalah ada kesamaan alias kesetaraan. Tidak perlu terlalu hitung-hitungan saat bekerja, bukankah kita bekerja untuk surga? Sadarilah juga bahwa ketika gaji yang diperoleh besar maka segala masalah yang terjadi akan ditanggung dosanya oleh orang berupah tinggi tersebut. Sedang orang yang bergaji kecil, tanggungannya juga kelak di akhirat akan lebih kecil.

      Maksud kami adalah, “semakin tinggi sistem menghargai anda maka semakin besar tanggungan yang dipikul di hari penghakiman kelak.” Oleh karena itu, berlakukanlah kesetaraan, agar kalau terjadi kesalahan, dosanya ditanggung bersama.

      Kita bermanfaat kepada sesama dimulai dari sikap yang melayani (misalnya ramah tamah). Setelah itu, kita bisa berbagi lewat potensi/ kelebihan yang dimiliki. Baik lewat kelebihan bakat maupun materi, bukankah semua itu tergantung kesanggupan masing-masing? Lakukanlah kasih dengan tulus dengan tidak mengharapkan balasan dari manusia. Tetapi harapkanlah itu dari Tuhan di sorga kelak, bukankah upah yang di sorga sifatnya kekal sedang saat orang membalas kebaikan anda dengan uang, pasti habisnya cepat!

  3. Sanggup menanggung cobaan.

    Setiap orang harus memikul salibnya. Salib alias penderitaan adalah suatu proses pembelajaran hidup yang mengarahkan manusia pada kedewasaan mental/ psikhis, fisik dan sosial. Pada satu titik, anda akan merasa terpukul dan terbuang oleh berbagai-bagai bentuk kemelut kehidupan yang datang secara bertubi-tubi. Tetapi saat mampu menikmati semuanya itu dalam rasa bersyukur sembari tetap fokus kepada Tuhan, memuji dan memuliakan nama-Nya setiap saat dalam kesempatan yang ada. Selalu sadari bahwa rasa sakit dan kepahitan hidup membawa manusia dalam kedewasaan bahkan kebijaksanaan yang mumpuni.

    Tahukah anda bahwa hidup yang datar-datar saja justru membuat kita jemu. Akan tetapi pergumulan hidup yang kerap kali datang entah dari mana saja merupakan suatu sisi yang mencoba mewarnai hari-hari yang dijalani. Justru di tengah tekananlah kita mampu melihat pekerjaan Tuhan nyata dalam setiap langkah kaki ini. Jadi nikmati setiap permasalahan yang dihadapi sebagai sebuah anugrah dari Sang Pencipta.

    Diawal-awal, anda mungkin akan mengacuhkan setiap orang yang menyakitimu. Tetapi seiring dengan berkembangnya tingkat kedewasaan rohani, diri ini mampu menerima semuanya apa adanya (iyakan aja setiap tekanan itu). Bahkan sikap tetap santun menanggapi orang-orang yang selalu tampil mengujimu. Semua keadaan ini berkontribusi pada kecerdasan otak sehingga anda lebih mudah dan murah menggapai kebahagiaan itu.

  4. Mampu merendahkan diri.

    Sifat default manusia adalah ingin menjadi Tuhan. Dalam posisi inilah, sistem sering sekali mengalami berbagai-bagai kemelut karena masing-masing orang saling menjatuhkan untuk menempati posisi puncak. Rasa arogansi yang timbul membuat manusia selalu ingin lebih dan lebih lagi demi memuaskan hasrat yang begitu liar. Kesombongan turut membuat manusia sulit menerima tekanan dan rasa sakit yang timbul sehingga enggan untuk menghadapi ujian sosial.

    Pada titik inilah, kita perlu menyangkal diri lalu menyadari betapa manusia bukan apa-apa di dalam alam semesta yang luas ini. Bahkan sekalipun kita tidak ada di dalamnya, alam semesta ini tetap berjalan normal dan hidup lestari. Tetapi tanpa pepohonan hijau, alam semesta tidak akan mampu berjalan dengan baik, justru yang terjadi adalah bencana alam bertubi-tubi. Oleh karena itu, selalu sadari betapa sampahnya diri ini, terima segala sesuatu yang terjadi dan mohon kekuatan dari Tuhan untuk menanggung semuanya itu!

    Kerendahan hati juga diiringi dengan kebiasaan hidup sederhana di segala waktu. Menghindari diri dari praktek mewah-mewahan yang mahal sebab sesungguhnya semua itu hanya melemahkan karena beresiko membuat kecanduan hingga overdosis. Pada tahapan ini, materi akan memperburuk kesehatan fisik, mental dan sosial.

  5. Menghindari ketergantungan terhadap materi.

    Jelaslah bahwa bahagia itu tidak butuh mahal sebab mustahil membeli hati sendiri, bukankah itu sudah ada di dalam kepala masing-masing? Jika kebahagiaan itu sudah ada di dalam pikiran setiap orang, untuk apa lagi materi? Bukankah kita bisa mengaktifkannya masing-masing dengan mengasihi Allah seutuhnya dan sesama manusia seperti diri sendiri?

    Dalam posisi ini, materi diperuntukkan sebagai kebutuhan jasmani. Jadi, tidak perlu membeli berbagai hal yang terlalu mahal demi kemewahan sebab dengan harga standar saja semua itu sudah terpenuhi. Biasakanlah hidup sederhana agar lebih ramah lingkungan, walau harganya murah dan terjangkau bukankan semua itu sudah cukup untuk membahagiakan anda? Ekspektasi yang terlalu mahal beresiko tidak kesampaian atau bisa juga kecanduan.

    Agar anda tetap bahagia sekalipun menikmati hal-hal yang murah-meriah, selalu jaga indra agar terpapar dengan berbagai hal yang fluktuatif. Jangan terus-menerus mengkonsumsi hal yang enak saja, makanlah juga yang pahit (misal sayur pahit). Tidak hanya mengkonsumsi ikan basah tetapi ikan asin juga. Lakukan semuanya secara bergantian agar sensasi yang terjadi di indra tetap mempesona.

    Ingatlah bahwa pelangi tidak indah karena susunannya satu warna saja. Tetapi pelangi indah oleh karena tersusun dari berbagai macam warna (7 warna). Jika anda ingin merasakan keindahan, hindari terus hidup dalam zona nyaman, hiduplah juga dalam lekak-lekuk kehidupan yang terkadang jauh dari kata nyaman.

  6. Menghindari ketergantungan terhadap kemuliaan.

    Kembali selami diri sendiri lalu pahami betul-betul bahwa pujian, penghargaan dan penghormatan tidak mempengaruhi kebahagiaan anda. Tetapi satu-satunya yang menjadi sumber kebahagiaan kita adalah aktivitas otak yang digeluti. Sekali lagi kami ulangi, semakin aktif pikiran maka semakin konsisten juga rasa bahagia yang dimiliki. Oleh karena itu, hindari menunggu untuk dipuji, dihargai dan dihormati orang lain. Melainkan bawakan diri untuk aktif memuji, menghargai dan menghormati sesama sewajarnya.

    Di balik semuanya itu, selalu ingat untuk berlaku ikhlas, tidak perlu mengharapkan dia akan melakukan hal yang sama kepada anda. Melainkan harapan anda hanyalah demi keuntungan di sorga kelak. Orang yang banyak memuliakan sesamanya tanpa pamrih kelak akan dimuliakan juga saat berada di sorga.

  7. Terima kenyataan apa adanya dan mohon kekuatan untuk menghadapi semuanya.

    Ada banyak orang yang tidak bahagia karena kenyataan hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Keadaan ini membuat dia marah terhadap dirinya sendiri dan benci kepada Tuhan. Sadarilah teman bahwa sehebat apapun kita tidak mampu mengubah kenyataan sebab waktu tidak bisa diputar balik. Jika anda hendak mengubah sesuatu maka rencanakanlah itu di masa depan lalu mulai lakukan berbagai pembaharuan dan penyesuaian dari sekarang agar hal tersebut bisa terwujud. Di balik semuanya itu, pasrahkan setiap kejadian hanya kepada Tuhan saja. Sebab sebesar apapun pengaruh yang dimiliki, tidak akan mungkin melakukan kontrol terhadap segala sesuatu.

    Orang yang mampu menerima kenyataan yang sedang berlangsung akan berdamai dengan diri sendiri, Tuhan dan sesama manusia sehingga rasa bahagia itu lebih murah untuk diperoleh.

  8. Hilangkan kepalsuan (sandiwara & kemunafikan) dari dalam diri sendiri.

    Satu-satunya cara menghilangkan kepalsuan adalah dengan bertindak sesuai kata hati masing-masing. Berhenti melawan terhadap suara hati yang benar lalu mulailah untuk menjadi penurut. Sebab saat kita terlalu banyak melawan suara hati sendiri, besar kemungkinan pikiran menjadi kacau balau, hati penuh gelisah, kekesalan dan kesedihan.

    Fokuskan pikiran kepada Tuhan dalam setiap kesempatan yang mungkin dengan demikian segala udang di balik batu akan dibukakan. Bila tujuan hidup kita baik maka berbagai-bagai sikap jahat kepada sesama hanyut terbuang. Akan tetapi, orang yang tujuan hidupnya jahat, niscaya mukanya licin dari luar tetapi hatinya busuk dari dalam. Kebiasaan hidup semacam ini jelas tidak akan mendatangkan kebahagiaan. Oleh karena itu, perbaikilah tujuan hidup anda kawan maka segala kepura-puraan akan diusir sehingga bahagia lebih murah untuk diperoleh.

  9. Arahkan kecerdasan pada potensi positif.

    Gunakan kepintaran yang dimiliki untuk bermanfaat bagi kehidupan bersama di dalam masyarakat. Hindari memakainya untuk diri sendiri. Sebab sifat individualisme hanya menggiring manusia menjadi egois lalu memanfaatkan kemampuan tersebut untuk menguntungkan diri sendiri dengan memanipulasi orang lain. Oleh sebab itu, pakai kecerdasan pada hal-hal positif seperti membuat museum pribadi: buku diari, blog, puisi, cerpen, lagu (termasuk lagu pujian kepada Tuhan), musik dan berbagai kemampuan lainnya.

    Buat diri tetap sibuk. Bila tidak ada pekerjaan yang memadai, anda dapat melakukan berbagai-bagai pekerjaan kecil rumahan seperti membersihkan rumah, menyapu, melap, menata, berkebun dan lain sebagainya. Anda tidak harus menjadi superman agar bisa memberi arti bagi kehidupan tetapi cukup dengan mengarahkan hidup agar beraktivitas memberi manfaat bagi orang lain dimulai dari keluarga sendiri. Sekalipun orang tua memiliki banyak sumber daya tetapi jangan terlena menikmati hidup melainkan sibukkan diri pada bakat yang sudah dimiliki. Hindari menekuni hobi demi pujian dan popularitas melainkan lakukanlah semua itu demi mengarahkan pikiran agar lebih cerdas.

  10. Berpikir positif.

    Suasana hati kita sangat dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan. Bila kita memikirkan hal-hal yang buruk-buruk maka muramlah muka ini. Akan tetapi, orang yang selalu memenuhi hatinya dengan aktivitas positif (fokus Tuhan, bekerja dan belajar) pastilah dapat meraih bahagia itu lebih murah. Berikut berbagai pikiran kotor yang harus dihindari.

    • Imajinasi yang tidak jelas.

      Dahulu kami suka berimajinasi. Karena suka menonton Power Ranger di televisi, yang dipikirkan bagaimana ketika diri ini menjadi Power Ranger dan masih banyak lagi imajinasi yang tidak jelas di luar sana. Ketahuilah kawan bahwa saat berimajinasi memang kita senang minta amput. Akan tetapi begitu kasetnya habis dan pikiran kembali kosong saat itu jugalah gundah gulananya hati menawan diri ini. Oleh sebab itu, daripada sukacita kita putus-putus oleh karena pikiran berhenti berputar, alangkah lebih baik untuk selalu mengaktifkannya dengan memuji-muji Tuhan dalam setiap hembusan nafas ini.

    • Iri hati.

      Orang yang selalu iri hati tidak akan pernah hidup damai. Saat hati terus-menerus membanding-bandingkan sesama dengan tujuan yang tidak jelas, tepat saat itulah ada kemungkinan untuk menjadi dengki. Oleh karena itu, potong aktivitas pikiran saat muncul niat untuk membandingkan. Berikan ucapan selamat kepada orang yang pantas menerimanya dengan demikian, anda dapat menepis rasa cemburu itu. Saat kita tidak mengakui keberadaan orang lain padahal ada dia memiliki kelebihan, tepat saat itu jugalah kita seperti enggan untuk berpapasan dengannya. Tetapi saat anda mampu mengucapkan selama dan mengakuinya, alhasil kitapun lebih ramah menanggapi orang tersebut.

    • Dendam kesumat.

      Sewaktu pikiran dipenuhi dendam, besar kemungkinan keadaan ini dipengaruhi oleh karena terlalu fokus kepada musuh. Banyak hal yang belum diikhlaskan soal perselisihan kecil-besar yang terjadi di waktu yang lalu sehingga sakit hati itu muncul juga. Terlebih ketika melihat lawan-lawan berseliweran di sekitar kita, semakin dongkollah hatimu kawan. Dendam membuat hati sulit sekali menerima keunggulan lawan-lawan di sekitar. Oleh karena itu, relakan kemenangannya, biarkan dia lebih unggul, mohon kekuatan hati dari Tuhan dan tetap fokus memuji Tuhan sehingga dendam itu di tepis dan kitapun dapat kembali ramah kepadanya. Mungkin dengan berkata demikian, “Biarkan dia menang Tuhan, dia pantas memilikinya. Mohon kepada-Mu. Kuatkan hamba melewati semua ini.”

      Dendam juga muncul karena kita belum memaafkan kesalahan kawan. Cara yang paling jitu untuk memaafkan sesama adalah dengan berbelas kasihan terhadapnya. Anda dapat mengatakannya seperti ini, “Seperti Engkau mengasihiku dan mengampuni dosaku, demikian juga mohon kepada-Mu agar Engkau mengampuni dosa orang ini. Sungguh dia masih muda dan belum mampu menundukkan egonya. Juga mohon Kuatkan hatiku untuk menanggung semua beban ini ya Tuhan.”

    • Sungut-sungut.

      Kita bersungut-sungut karena belum mampu menerima kenyataan yang terjadi. Tidak menereima penderitaan sebagai sebuah anugerah untuk melatih mental kepribadian masing-masing menjadi lebih dewasa rohani. Kita harus memahami bahwa sebesar apapun pergumulan yang dihadapi, hal tersebut bertujuan untuk membuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta lebih intim. Lagipula jika anda mau dengan tulus hati menerima kenyataan dan menanggung semua beban itu sembari tetap fokus kepada Tuhan dan mengasihi sesama niscaya, pertolongan yang dari-Nya nyata indah pada waktunya.

      Lagipula saat anda tetap berlaku cerdik namun tetap tulus berbagi kebaikan kepada musuh-musuhmu, besar kemungkinan bisa beradaptasi dengan situasi tersebut. Kemampuan adaptasi inilah yang memampukan kita berimprovisasi dengan musang berbulu domba tanpa terjebak dalam permainan mereka. Pada tahapan ini, kita terbiasa dengan pencobaan sehingga tekanan kehidupan tidak lagi memahitkan hati melainkan rindu untuk berbagi kebaikan kepada orang lain. Berkat yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, itulah yang dibagikan kepada orang lain dimulai dengan sikap yang ramah.

    • Penyesalahan datang terlambat.

      Penyesalan membuat kebahagiaan kita semakin mahal saja. Sebab hati terlalu fokus untuk mengubah masa lalu padahal tidak ada seorangpun yang bisa melakukannya kecuali dalam mimpi. Oleh karena itu, untuk menepis rasa penyesalan di masa depan, lakukanlah yang terbaik dalam setiap sisi kehidupan ini. Hindari berleha-leha lalu teledor sehingga timbul kerugian bahkan korban berjatuhan. Akan tetapi orang yang sudah berusaha secara maksimal memberikan yang terbaik namun hasilnya buruk tidak akan pernah menyesal. Sebab dia telah mencapai batasnya untuk memperbaharui sesuatu, selebihnya adalah kehendak Tuhanlah yang terjadi. Jadi kenyataan pahit yang timbul itupun adalah kehendak Tuhan yang tidak bisa dielakkan oleh seorangpun.

    • Prasangka buruk.

      Sebenarnya prasangka buruk itu selalu mencoba mencari tempat dalam pikiran kita masing-masing. Tetapi orang yang cerdas lagi bijak tidak akan membiarkan hal-hal tersebut menetap dengan membahas-bahasnya. Suudzon semakin kuat saat santai-santai, menikmati hidup, tidak ada pekerjaan dan tidak ada pikiran. Tetapi saat kita terus aktif, hal-hal yang aneh itu tidak ngatam (menetap). Fokus kepada Tuhan, bekerja dan belajar adalah aktivitas postif yang selalu bisa menendang prasangka buruk keluar dari dalam hati masing-masing.

    • Masalah yang muncul.

      Persoalan adalah benang kusut yang harus diluruskan kembali. Akan tetapi saat kita semakin fokus pada benang kusut itu, alhasil pikiran juga akan ikut-ikutan mengalami kekusutan. Pikirkan baik-baik masalahmu tetapi jangan fokus terus ke sana sebab itu membuat otak hanya berjalan di tempat, suasana hatipun semakin buruk saja. Melainkan teruslah bernyanyi-nyanyi memuliakan nama Tuhan dari di tiap-tiap detik yang dijalani agar hati selalu bersukacita. Suasana hati yang baik inilah yang secara berangsur-angsur mendorong Allah untuk menginspirasikan solusi dari pergumulan hidup yang sedang berlangsung itu.

  11. Lakukan semuanya hingga terbiasa dan membudaya.

    Apa yang kami tuliskan ini begitu mudah dan singkat (praktis). Namun ketahuilah bahwa dalam pelaksanaannya tidak ada sesuatu yang semudah membalikkan telapak tangan. Secara tidak langsung kami menginstruksikan untuk menentang kenyamanan hidup, keluar dari zona nyaman (out of box) lalu mulailah perjuangkan kebenaran yang hakiki.

    Di balik semuanya itu, ketahuilah bahwa Tuhan Yesus Kristus telah menjalani semuanya dan bisa melewatinya dengan sukacita. Demikian juga kami mampu menanggungnya karena mengejar kebenaran itu membuat hati puas, damai, bahagia, sukacita, tenang dan tenteram. Bila anda terus memegang poin satu dan dua (juga poin lainnya) pastilah semua ini akan menjadi rutinitas.

    Mereka yang mampu bertahan dari tekanan setelah menekuni kebenaran akan menjadi terbiasa dengan dinamika kehidupan tersebut sehingga tidak lagi membuatnya bersedih hati: galau dan gundah gulana. Orang yang menikmati penderitaannya lalu mensyukurinya sebagai anugerah sambil menaburkan berbagai kebaikan kepada orang lain telah membudayakan kebenaran itu sebagai sumber kebahagiaan tanpa sejumlah uang yang besar melainkan dengan berkorban. Seperti Tuhan memberkati demikianlah kita berkorban membagikan berkat itu.

Kebahagiaan itu murah karena kita bisa menciptakannya sendiri. Akan tetapi, sering kali hal tersebut terlalu jauh untuk digapai karena hatipun menginginkan hal-hal yang terlalu sulit untuk diraih. Sadarilah bahwa fokus kehidupan kita sangat menentukan seberapa bahagianya diri ini. Persis saat yang kita inginkan sudah ada di depan mata bahkan berdiam di dalam lubuk hati masing-masing, tepat saat itu jugalah ketenangan, kedamaian, sukacita, kebahagiaan dan ketenteraman menjadi milik pribadi. Masalahnya sekarang apa yang anda inginkan di dunia ini atau lebih tepatnya apa tujuan hidup anda di dunia ini? Jika bermaksud untuk meraih kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang lebih, pastilah suasana hati yang positif itu tidak akan menetap (hilang-timbul tidak jelas). Akan tetapi, jika yang diinginkan hati adalah kebenaran sejati, bukankah semuanya sudah ada dalam hati? Hanya tinggal diekspresikan saja dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, mendengar-membaca firman dan memuji-muji Tuhan. Juga dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri dalam setiap pekerjaan dan pelajaran yang selami.

Salam, Kebahagiaan itu murah-meriah,
keinginan yang membuatnya terasa susah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s