Ekonomi

10 Alasan Semua Baik Tapi Sifat Arogan, Manipulatif & Serakah Merusak Segalanya

Alasan Semua Baik Tapi Sifat Arogan, Manipulatif & Serakah Merusak Segalanya

Segala sesuatu yang ada di seluruh alam semesta adalah ciptaan Allah. Sebab pada masa penciptaan, Tuhan telah berfirman lalu semuanya jadi (bacalah baik-baik kitab Kejadian). Saat bertutur kata mengucapkan firman itu, hembusan nafas-Nya keluar sehingga menjadikan segala sesuatu seperti yang diperintahkan-Nya. Dengan nafas-Nya “segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada.” Hanya saja yang perlu kita pertanyakan adalah apakah waktu satu hari menurut Allah sama dengan satu hari menurut pemahaman manusia? Seperti kata pemazmur, “Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam (Mazmur 90:4).” Satu hari penciptaan apakah itu sama dengan seribu Tahun? Jadi, tidak ada yang serba instan di dunia ini sebab semua butuh proses.

Kemungkinan terjadinya evolusi fisik lanjutan mengganggu keseimbangan alam

Pada tahapan ini, penilaian yang terlalu dangkal membuat kita terjebak dalam berbagai teori evolusi yang menyatakan bahwa segala sesuatu dihasilkan oleh seleksi alam. Situasi ini berhubungan erat dengan berbagai bentuk kemiripan antara semua makhluk hidup di muka bumi. (Alasan hewan dan manusia mirip-mirip) Bantahan kami adalah, mungkin dahulu di masa penciptaan berlangsung evolusi fisik besar-besaran tetapi hal tersebut sudah terhenti saat ini. Artinya tidak ada lagi kemajuan fisik yang lebih modern. Justru evolusi fisik inilah yang beresiko menyebabkan bencana. Bagaimana jadinya jika binatang yang awalnya jadi mangsa malah berubah menjadi pemangsa? Tentu saja akan terjadi ketidakseimbangan alam sehingga ekosistem berantakan menuju masa-masa penghancuran.

Kita ambil saja contoh, ada orang yang telah berevolusi menjadi superman di dunia ini, bukankah keadaan ini justru berpotensi mengacak-acak muka bumi? Sebab manusia sifat dasarnya arogan yang membuatnya ingin ditinggikan di antara orang lain. Keadaan ini cenderung akan menggiring kehidupan dalam peperangan besar sebab masing-masing negara akan dikuasai superman yang turut pula ingin menguasai wilayah lain. Power (kekuatan) yang begitu besar di dalam genggaman membuat dia semena-mena ingin menundukkan dan menguasai berbagai wilayah, menghancurkan angkatan perang setiap negara agar semua manusia patuh dan menyembah sepenuhnya. Artinya, kekuatan yang besar cenderung semakin mempertajam arogansi dan ketamakan di dalam hati manusia.

Bukan evolusi fisik tetapi evolusi pikiran (mental) dan sosial

Daripada berpikir tentang evolusi fisik lebih baik mulai arahkan perhatian pada ovolusi mental dan sosial. Perubahan semacam ini tidak melibatkan fisik melainkan lebih kepada penajaman kemampuan pikiran (otak). Tujuan utamanya agar mampu beradaptasi hingga berimprovisasi dengan lingkungan alamiah dan terhadap keberadaan orang lain yang kepentingannya berbeda. Kemampuan menyesuaikan diri inilah yang harus dipahami oleh setiap orang agar tidak sampai merusak lingkungan dan jangan sampai memecah-belah rasa kebersamaan. Orang yang sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan akan diarahkan untuk menemukan kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman sendiri tanpa harus mengeksploitasi alam dan sesama secara berlebihan. Orang yang pikirannya sudah berevolusi akan mampu hidup tanpa menghancurkan ciptaan lainnya secara besar-besaran. Melainkan memanfaatkannya dengan bijak untuk kepentingan bersama di dalam kesetaraan.

Allah adalah segalanya

Nafas Allah ada di setiap ciptaan. Sebab saat Dia berfirman, nafas keluar dari mulut-Nya maka segala sesuatu tercipta. Hanya saat menciptakan manusia nafas-Nya langsung dihembuskan ke dalam hidung nenek moyang kita, Adam & Hawa. Jadi bisa dikatakan bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta memiliki nafas hidup. Ini tidak hanya dimiliki oleh manusia melainkan juga oleh seluruh makhluk hidup lainny (termasuk hewan dan tumbuhan). Bahkan lingkungan abiotik (anorganik), semisalnya tanah, batu, air dan udara sekalipun memiliki sebagian dari diri Allah di dalamnya. Jadi, bisa dikatakan bahwa segala sesuatu yang dapat anda lihat, dengar, baui, cicipi dan raba (indrakan/ citrakan) disusun oleh nafas hidup yang daripada Allah.

Tidak ada sesuatu yang buruk dalam dunia ini

Apabila nafas Allah tersusun merata dalam setiap hal yang ada di seluruh alam semesta, sama halnya dengan nafas hidup yang mengalir rata di seluruh tubuh manusia. Bisa dikatakan bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi adalah baik adanya. Tuhan adalah sumber segala kebaikan dan kebenaran, jika demikian sudah seharusnya nyata bahwa tidak ada sesuatu yang jahat di dalam hidup kita. Bahkan dalam seluruh jagad raya tidak ada sesuatu yang salah yang membuat masing-masing kepingannya saling beradu dan menjatuhkan hingga menyebabkan kehancuran yang memusnahkan kehidupan. Jika demikian, mengapa kita terus dirundung dalam bencana alam (banjir, badai, topan, kekeringan, gagal panen dan lainnya) dan bencana kemanusiaan (penyakit, terorisme, peperangan).

Faktor penyebab segala sesuatu adalah baik adanya

Semua hal yang dapat anda citrakan adalah bermutu adanya sebab dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan kebaikan dalam kehidupan umat manusia. Ciptaan lainnya yang tersebar di sekitar kita merupakan suatu sumber daya yang telah dianugerahkan Tuhan. Masalahnya sekarang adalah arogansi membuat manusia memacu dirinya dan orang di sekitarnya untuk mengubah sumber daya tersebut menjadi barang-barang mewah. Mereka telah terjebak dalam kecemburuaan sehingga saling bersaing satu sama lain untuk meraih puncak kekayaan, kesuksesan, kemewahan, kenyamanan dan kemudahan jauh di atas yang lain. Otomatis keadaan ini, beresiko menjadi penyaluran hasrat yang penuh dengan ketamakan. Semua keburukan ini akan berlangsung secara berulang kali sehingga terakumulasi menjadi suatu penghancur yang disebut bencana alam dan bencana kemanusiaan.

Berikut akan kami jelaskan alasan mengapa segala sesuatu baik adanya.

  1. Nafas hidup ada dalam segala hal.

    Saat Tuhan menjadikan yang tidak ada menjadi ada, firman keluar dari mulutnya. Sudah pasti nafas kehidupan dari dalam dirinya akan bergerak sehingga mengaktifkan segala sesuatu. Nafas itu seperti aliran listrik yang memberi energi kepada semua hal sehingga berubah menjadi bentuk-bentuk yang sesuai dengan kehendak-Nya. Jika segala sesuatu dihidupkan oleh Allah maka bisa dipastikan bahwa semua hal baik adanya. Tidak ada satupun yang jahat di bumi ini. Satu-satunya sumber kejahatan yang menyebar secara masif adalah manusia itu sendiri. Sebab arogansi dan keserakahan yang ada dalam dirinya telah memberangus dan menghanguskan ciptaan lainnya dengan semena-mena.

  2. Tanah itu baik.

    Manusia terlalu serakah memanfaatkan pohon. Terlebih ketika rasa cemburu berkembang pesat di antara orang-orang yang secara tidak langsung membuatnya ingin lebih dari orang lain. Keadaan ini mengarahkan seseorang untuk menebang pohon sebanyak-banyaknya sehingga gundullah lereng gunung sama sekali. Tanah yang landai, beberapa di antaranya terjal yang gundul tersebut membuat kawan itu mengganas. Sebagian besar berubah menjadi lumpur yang agak lembek karena basah di musim hujan. Jika keadaan ini terus berlanjut maka lereng yang terjal tersebut akan berubah menjadi longsoran. Semua yang ada di atasnya dan di bawahnya akan beresiko terbawa dan tertimpa arus longsoran.

  3. Air itu baik.

    Air yang sejuk dapat menenangkan pikiran. Ini adalah unsur cairan yang bermanfaat untuk membantu transportasi berbagai-bagai zat di dalam tubuh menjadi lancar. Selain itu, bermanfaat juga untuk membantu mengangkut berbagai jenis racun agar dapat segera di detoksifikasi di hati lalu dibuang ke kandung kemih melalui ginjal. Pula difungsikan untuk mencuci ini-itu, sehingga badan, pakaian, aksesoris dan perabotan lainnya tetap bersih.Sayang, akibat persaingan yang tinggi di antara manusia untuk mencapai kekayaan, kesuksesan dan kemewahan yang lebih tinggi. Mereka menebang pohon di hutan secara besar-besaran bahkan sampai tak tersisa lagi.Suatu saat turunlah hujan deras di wilayah tersebut yang kemudian berubah menjadi banjir besar bahkan banjir bandang. Semua ini terjadi karena kegemburan tanah hilang sedang laju air dari tempat tinggi tidak dirintangi oleh keberadaan pepohonan dan tumbuhan lainnya. Akibatnya, ketika hujan tumpah dari atas langit, debit air meninggi dengan cepat hingga menyebabkan banjir.

  4. Udara itu baik.

    Angin sepoi-sepoi begitu lembut menyapu wajah dan kulit. Padahal bentuk dan wujudnya tidak terlihat tetapi sentuhannya lebih memukau dari belaian seorang istri. Bukankah itu sangat baik untuk oksigenasi kehidupan setiap manusia? Sewaktu udara panas, angin bisa mendinginkan kita yang diciptakan secara manual baik lewat kipasan tangan maupun kipasan mesin (kipas angin).Lagi, arogansi yang meradang di hati setiap orang telah menciptakan persaingan yang tidak sehat yang didorong oleh rasa cemburu. Mereka melakukan eksplorasi secara besar-besaran terhadap alam sehingga hutan lindung hampir tidak terlihat. Di sisi lain uang yang semakin banyak di tangan membuat manusia ramai-ramai membeli barang elektronik dan kendaraan bermotor. Saking malasnya untuk menggerakkan tangan, menggunakan mesin otomat untuk memotong & menghaluskan ini itu. Juga saking malasnya menggerakkan bokong sendiri, mereka membeli kendaraan mewah yang bisa diisi oleh dua atau lebih anggota keluarga tetapi hanya ada satu orang saja di atasnya.

    Semua keadaan ini menyebabkan masa jenis, kerapatan dan tekanan udara semakin tinggi. Sedang pepohonan tinggi yang sudah tidak ada lagi membuat laju angin semakin kencang saja. Udara yang penuh polutan ini akan digerakkan dengan tekanan tinggi sembari dilakukan netralisasi. Jadi sebenarnya, badai terjadi sebagai proses netralisasi alam terhadap polutan. Otomatis saat polutan semakin tinggi maka semakin kuat pula badai yang timbul, misalnya topan, puting beliung, tornado, badai tropis dan lain sebagainya.

  5. Sinar matahari itu baik.

    Hangatnya sinar matahari selalu kita rindukan saat malam telah tiba. Terangnya alam raya selalu kita kenangkan saat gelap menutupi segala sesuatu. Diri ini selalu menanti-nantikan saat matahari terbit di ufuk timur dan terbenam di ufuk barat. Birunya langit selalu membuat hati bahagia sembari mensyukuri rahmat Tuhan.Namun, sayang sekali, semua pesona itu telah berubah menjadi momen yang menakutkan. Sebab sengatan sinar matahari bisa membakar kulit akibat gelombang panas. Bahkan hutan, rumah dan semua yang ada akan terbakar oleh badai matahari. Keadaan ini disebabkan oleh hilangnya atmosfer yang biasanya dihasilkan oleh tumbuhan hijau. Hutan telah dibabat habis oleh keserakahan. Arogansi yang tinggi dalam diri manusia membuatnya enggan menggunakan kendaraan umum. Rumah-rumah mewah dibangun untuk menunjukkan tingginya status sosial seseorang. Berbagai mesin otomatis yang menyerap listrik diadakan agar semakin banyak waktu duduk dan tidur. Semua ini menyebabkan pemakaian energi (BBM) boros yang berkontribusi pada peningkatan polutan. Akibatnya, masa jenis, tekanan dan kerapatan udara semakin tinggi sehingga sinar matari makin membakar kulit dan segala sesuatu yang ada di sekitar.

  6. Hewan-hewan baik.

    Segala jenis binatang melata di padang bisa kita jadikan sebagai sumber protein. Ketahui jugalah bahwa hewan buas bermanfaat untuk memakan berbagai jenis serangga sehingga tidak mengganggu kehidupan manusia. Serangga adalah hewan yang tidak kenal takut bahkan mati pun ditantang olehnya. Itulah mengapa mereka suka berkeriapan di sekitar kita sekalipun banyak yang kita musnahkan, mereka akan tetap ada dan terus ada. Di dalam ikatan rantai makanan, binatang yang besar bermanfaat untuk mengendalikan jumlah hewan kecil seperti serangga pengganggu.Sayang, sikap kita yang terlalu berlebihan melihat hewan menciptakan ketakutan khusus yang disebut sebagai fobia. Reaksi manusia saat melihat hewan seperti melihat setan karena langsung membunuh setiap yang dijumpainya. Ini jelas tidak baik, sebab kalau hal-hal kecil saja dari alam semesta ini tidak kita sayangi maka hal besarnya juga (sesama manusia) beresiko kurang dikasihi. Oleh karena itu, cobalah untuk bersahabat dengan hewan, manfaatkan mereka secara tepat dan hindari membunuh tanpa memakannya. Artinya, sebisa mungkin hewan yang kita matikan adalah yang akan dimakan, jika tidak ingin dikonsumsi, sebaiknya jangan dibunuh.

    Sikap manusia yang arogan menginginkan pencapaian akan harta benda yang berlimpah-limpah turut meningkatkan konversi sumber daya alam. Tanah digali, pepohonan ditebang dan hutan dihancurkan sehingga binatang buas kehilangan sarang dan makanannya. Mereka menjadi ganas karena kelaparan sehingga dengan mata hati yang berani memasuki pemukiman manusia. Di sinilah terjadi serangan binatang buas yang sebenarnya bagian dari usaha untuk melindungi diri.

  7. Tumbuhan itu baik.

    Siapa yang bisa menduga bahwa tumbuhan juga bisa menjadi jahat? Padahal tanaman dikenal sebagai “the real guardian” dari bumi ini! Tidak hanya itu saja, kemampuan hutan untuk menghasilkan berbagai buah, umbi, batang, bulir, air tanah, memancing hujan dan lain sebagainya. Semuanya ini adalah dayaguna tumbuhan hijau yang tidak tergantikan, gratis lagi!Pohon diciptakan untuk hidup bersama tanaman lainnya tetapi ketamakan manusia membuat beberapa di antaranya hidup sebatang kara di tengah-tengah lapangan atau pemukiman penduduk. Kesendirian inilah yang sekaligus menjadi kelemahan sehingga pohon tersebut mudah tumbang dan merusak segala sesuatu yang ada di bawah jangkauannya. Ini menyadarkan kita bahwa kebiasaan hidup menyendiri terlalu lama justru membuat manusia mudah ditumbangkan oleh hal-hal sepele (kurang tabah).

  8. Ilmu pengetahuan sungguh baik.

    Pada dasarnya, semua ilmu adalah baik sebab hal tersebut diperoleh dari alam semesta. Sedang segala yang ada di jagad raya adalah Allah sendiri. Contoh ilmu yang paling mendasar adalah tentang garam perjanjian Allah. Jika kita mampu mengembangkan pengetahuan tentang mineral dasar tersebut pastilah akan menemukan berbagai perkembangan manfaatnya. Sekarang, tergantung dari pengelolaan yang dilakukan masing-masing pribadi. Jika kita hanya tau saja “apa itu” tanpa mewartakannya kepada sesama timbullah ketidakseimbangan. Oleh karena itu, berusahalah untuk menyetarakan ilmu pengetahuan antara manusia.

    Orang yang pintar-pintar, bisa jadi mengarahkan ilmunya untuk kepentingan pribadi (manipulatif). Mereka menjadikannya sebagai lahan untuk mencari lebih banyak uang (materi), kekayaan, penghargaan dan jabatan. Keadaan ini secara tidak langsung membuat sifat ogois dan arogan semakin tajam. Mereka akan memanfaatkan segala kekuatan di dalam dirinya untuk membuat orang lain lemah sehingga dengan sedikit “trik teknologi” menjadi penyembuh sementara. Secara tidak langsung, orang sakit/ lemah tersebut akan semakin ketergantungan kepada pahlawan kesiangan itu. Jelaslah bahwa sang pahlawan kece tersebut akan semakin kaya raya saja.

    Dengan uang yang begitu banyak sang pendekar membangun rumahnya bak istana presiden yang jauh dari pemukiman orang lain. Keadaan ini membuat manusia semakin anjlok kesadarannya, kurang mampu mengendalikan diri, berpikir materi sebagai sumber kebahagiaan & ketenteraman hati. Akibatnya, moralitas semakin bobrok dan cenderung menjadi orang yang anti sosial juga tidak mampu ikhlas menerima seadanya gangguan sosial yang berlangsung di sekitarnya.

  9. Uang itu baik.

    Uang adalah alat tukar yang baik untuk memperlancar proses perdagangan. Akan tetapi, ketika seseorang memiliki banyak sumber pendanaan, pemakaian yang berlebihan juga semakin besar saja. Pemakaian barang dan jasa yang berlebihan ini bukan suatu keuntungan. Harap dicamkan sekali lagi bahwa INI BUAKAN SUATU KEUNTUNGAN. Justru mereka yang mampu membeli secara terus-menerus cenderung lebih cepat merasakan kejenuhan. Di satu sisi belanja yang mereka lakukan membuatnya tidak bahagia. Sedang di sisi lain, otomatis, perkara tersebut membuatnya ingin yang lebih lagi. Nilai materi yang lebih ini apa bisa dipenuhi dari pendapatan setiap bulan? Atau jangan-jangan korupsi dilegalkan demi membeli barang dan jasa tertentu.

    Jadi jangan berpikir bahwa uang yang besar di tangan bisa membuat anda bahagia. Justru menggantungkan kebahagiaan pada materi cenderung menciptakan kebosanan. Akibatnya, belanja menjadi malas kalau tidak ke kota besar, luar daerah, ibu kota bahkan ke luar negeri. Orang-orang yang tidak bahagia ini juga cenderung menyebabkan kekacauan saat menjalin interaksi dengan sesama sebab tidak ada ketenangan di dalam hati. Mereka diganggu sedikit gelisah, cemas, galau, kesal, dendam, marah, keras dan lain sebagainya.

    Oleh karena itu, adalah baik bagi kita untuk menyetarakan kepemiliki uang sebab materi yang berlebihan di tangan satu dua orang membuatnya semakin tidak bahagia. Justru keadaan tersebut semakin membuat hidupnya terpetak-petakkan oleh kemewahan pribadi sehingga kurang mampu berbuat baik kepada sesama, bahkan ramah pun tidak. Keadaan ini hanya menciptakan manusia yang arogan sebab mereka merasa senang ketika dirinya lebih hebat dari orang lain. Sedang ongkos kesombongan itu tidaklah murah yang mendorongnya untuk melakukan penggelapan sana-sini (tamak).

  10. Kekuasaan (jabatan) itu baik.

    Kekuasaan itu baik, kekuatan yang satu ini bisa dijadikan untuk mengatur dan mengorganisasi kehidupan manusia. Hanya saja kekuasaan yang terlalu kuat berpotensu membuat orang merahasiakan banyak hal. Organisasi menjadi tidak terbuka, ada banyak informasi yang disembunyikan dari masyarakat luas dimana semua itu hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Sikap terbuka yang cacat semacam ini membuat praktek manipulasi (KKN) semakin merajalela.

    Oleh karena itu, sebaiknya kekuasaan terbesar diserahkan kepada peraturan. Sama halnya seperti Tuhan adalah firman adalah kebenaran itu sendiri. Demikian juga kekuasaan adalah peraturan yang ditegakkan dan ditinggikan di antara manusia. Sedang kekuasaan di tangan manusia disetarakan sehingga tidak ada lagi informasi yang disembunyikan agar kesewenang-wenangan di tempat gelap (KKN) mustahil terjadi.

  11. dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Segala sesuatu di bumi bahkan di alam semesta ini baik adanya. Sebab semuanya itu aktif dan hidup oleh satu pribadi, yaitu Allah sendiri. Sama seperti ketika Tuhan Yesus Kristus datang ke bumi ini, Ia tidak pernah tenang melainkan senantiasa aktif melakukan berbagai hal yang baik dan benar. Demikianlah kita, umat manusia JANGAN MENGGANTUNGKAN KEBAHAGIAAN KEPADA MATERI DAN KEMULIAAN DUNIAWI. Sebab semakin terlena oleh kemabukan duniawi, makin tinggi pula arogansi, manipulasi dan keserakahan itu. Lama-kelamaan situasi tersebut mengubah berbagai-bagai hal baik menjadi buruk bahkan menghancurkan kemanusiaan itu sendiri. Oleh karena itu, kembangkan kemampuan kognitif (kecerdasan pikiran) sebab rasa puas, damai, bahagia dan tenteram bisa kita ciptakan sendiri. Mulailah latih otak dengan fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja (aktivitas positif). Sedang hal-hal duniawi yang ada di sekitar kita diperuntukkan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, perjuangkan keadilan sosial!

Salam, Materi itu fana,
cukup jika di bagi rata,
untuk kebutuhan seadanya.
Ciptakan kebahagiaan,
di dalam pikiran,
lewat aktivitas positif teman
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.