anak

+10 Cara Menjadi Ikhlas Menerima Kenyataan Saat Ada Masalah Kecil Maupun Besar

Cara Menjadi Ikhlas Menerima Kenyataan Saat Ada Masalah Kecil Maupun Besar

Sehebat apapun keberadaan kita  di dunia ini, jangan pernah lupa dengan Tuhan sebagai pencipta dan perancang segala sesuatu. Bahkan sekalipun anda menjadi seorang presiden atau superman, tetap saja mustahil untuk mengubah segala sesuatu sesuai keinginan sendiri. Sebab dalam kehidupan ini, ada yang namanya kehendak ilahi yang berasal dari Allah untuk mengatur kehidupan. Ada pula yang namanya akibat dari kesalahan masa lalu yang suram. Juga yang terakhir adalah karena pengaruh kehendak orang lain setelah itu barulah dipengaruhi oleh keinginan sendiri sendiri. Jadi, kita tidak mampu mengatur segala sesuatu sesuai kehendak sendiri sebab kenyataan dipengaruhi oleh kehendak ilahi, kesalahan masa lalu dan kehendak orang lain juga ketelatenan .

Pertama yang selalu nyata dalam kehidupan kita adalah kehendak Allah. Kita tidak tahu rahasia Tuhan sebab ada sesuatu yang tidak kita ketahui tentang diri-Nya. Ini berkaitan erat dengan panggilan dan pilihan Allah dalam kehidupan masing-masing orang. Hanya saja, Dia telah memberikan petunjuk yang benar tentang bagaimana cara untuk mengikuti jalan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Bahkan kasih-Nya yang begitu besar telah menebus dosa-dosa manusia sekaligus menjadi pedoman hidup dalam kebersamaan sehingga beroleh keselamatan dunia dan akhirat. Kitab Suci yang sudah ada di tangan kita masing-masing merupakan suatu pedoman umum yang memungkinkan setiap orang percaya layak untuk beroleh surga yang kekal itu.

Kedua, kesalahan di masa lalu. Ini bisa saja dipengaruhi oleh kesalahan diri sendiri, orang lain maupun sistem (organisasi/ dosa bersama). Harus disadari bahwa setiap dosa bisa saja diampuni tetapi akibatnya akan selau nyata dalam kehidupan manusia itu sendiri. Misalnya dosa seputar merusak dan mengekspoitasi sumber daya yang tersedia. Mungkin saja kesalahan tersebut telah diampuni ketika memohonkannya kepada Tuhan tetapi akibat yang dirasakan pastilah akan terjadi juga. Misalnya bencana alam seperti tanah longsor, banjir, angin ribut, topan, puting beliung, gelombang panas, badai matahari dan lain sebagainya. Bencana alam semacam ini tentu saja tidak diinginkan oleh siapapun tetapi tetap saja terjadi sebagai ganjaran dari dosa-dosa manusia di masa lalu.

Ketiga, ketelodoran itu berasal dari sesama manusia yang sedang bertingkah aneh. Mungkin karena suasana hatinya sedang tidak baik atau mingkin karena terlalu banyak masalah yang sedang melanda kehidupannya. Keadaan ini membuat suasana hati menjadi kurang baik sehingga tutur kata (lisan-tulisan) dan perbuatan (perilaku) cenderung amburadul. Perilaku yang buruk inilah yang cenderung menimbulkan gangguan dalam kehidupan kita sehingga hari yang dijalani turut berubah jadi buruk akibat ketelodoran orang lain. Mereka yang mampu berpikir positif, ikhlas menerima apa adanya dan senantiasa fokus kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) akkan mampu menghadapinya dengan lapang dada. Tetapi orang yang masih belum dewasa akan turut terpuruk  dan kehilangan kendali atas dirinya sendiri (kesal, dendam, marah, kekerasan).

Keempat, hal yang kurang menyenangkan kerap terjadi karena berbagai kekhilafan yang kita lakukan dari waktu ke waktu. Dosa yang kita lakukan akibatnya bisa langsung dirasakan dan dapat pula dialami di hari-hari yang akan datang. Di sisi lain, hidup ini juga bisa kurang menarik oleh karena otak kurang cerdas sehingga tidak mampu menikmati hidup apa adanya. Pikiran kita masih seperti anak-anak yang baru mengalami euforia kesenangan saat orang lain memberi hadiah. Sifat kekanak-kanakan ini dialami karena terlena dimanjakan oleh kekayaan, kemewahan, kenyamanan dan pujian. Oleh karena itu, keluarlah dari zona nyaman kehidupan agar otak berkembang dengan mengambil beberapa masalah. Salah satunya adalah berperkara karena kebaikan yang kita sebar kepada sesama, misalnya ramah tamah. Sebab tidak semua sikap santun ditanggapi serius oleh sesama, itulah kesempatan kita untuk melatih kecerdasan emosional.

Pengertian

Ikhlas adalah kemampuan menerima kenyataan dengan rela hati dan mampu melakukan segala sesuatu dengan penuh ketulusan. Mereka yang mampu ikhlas adalah orang berpikiran tenang. Sebab tidak ada sesuatu yang lain dikehendakinya. Semua yang ada padanya sudah mampu memuaskan hati. Saat ini, yang perlu dilakukannya adalah mencari cara agar hidup bisa bermanfaat untuk kemuliaan nama Tuhan dan berfaedah juga bagi orang lain. Artinya, sifat ini harus didasarkan pada kebenaran yang sejati sebab tanpanya hati manusia condong kepada materi dan kemuliaan duniawi. Itulah mengapa kesetaraan (pendapatan, kekuasaan dan ilmu pengetahuan) sangat dibutuhkan agar hati manusia tidak lagi fokus mengejar materi melainkan fokus mengejar kebenaran yang hakiki. Dinamika kekayaan, kemewahan, kenyamanan, kebanggaan dan pujian justru semakin menyuburkan iri hati sehingga semakin sulit bersikap ikhlas.

Cara ikhlas menerima kenyataan menghadapi masalah kecil sampai besar

Mengapa selalu ada udang di balik batu? Sebab manusia telah ditawan oleh berbagai-bagai keinginan duniawi. Hawa nafsu inilah yang membuat kita tidak mampu berhati lurus. Sebab kebanyakan dari kenikmatan dan kemuliaan duniawi membutuhkan kelicikan agar dapat menggenggam semuanya itu. Manusia harus saling memanipulasi dengan sikap yang licin sehingga kekayaan, kemewahan, kenyamanan, kebanggaan dan pujian yang diperolehnya semakin banyak. Di sisi lain rasa cemburu telah menawan hati beberapa orang sehingga semakin sulit untuk menemukan orang yang bersih hatinya.

Di tengah semua kekurangan ini, kita harus mampu bertahan dan jangan ikut-ikutan terjebak dalam hawa nafsu dan rasa cemburu. Intinya di sini adalah kejar kebenaran hakiki sebagai jalan hidup masing-masing. Hindari menjadikan materi dan kemuliaan duniawi sebagai tujuan hidup sebab pembiasan itu dimulai dari maksud hati yang cenderung membuat kita semakin tidak mampu menerima kenyataan yang terjadi. Juga tujuan semacam ini hanya membuat kita semakin tidak mampu untuk bersikap tulus saat memberi/ berbagi/ mengasihi. Ketika kebaikan yang kita lakukan ditantang oleh orang lain, besar kemungkinan sikap menggerutu, bersungut-sungut hinga menyesal.

Berikut selengkapnya cara menjadi ikhlas menerima kenyataan dan berbuat baik kepada sesama.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Semakin lurus tujuan hidup kita, makin mudah untuk bersikap ikhlas. Sebab hal-hal duniawi yang ada di sekitar kita justru semakin meningkatkan hawa nafsu di dalam hati masing-masing. Sedang di sisi lain rasa cemburu membuat kita tidak mampu mengikhlaskan saat ada orang lain lebih kaya, mewah, nyaman, bangga dan terpuji dari diri sendiri. Semakin fokus kehidupan ini kepada hal-hal duniawi, besar kemungkinan keikhlasan itu semakin hilang di tengah-tengah masyarakat.

    Fokus kepada Tuhan adalah kebenaran pertama yang mampu membuat suasana hati kita tetap positif. Memang yang paling sering dilakukan saat memusatkan hati adalah memuji dan memuliakan nama-Nya di segala waktu yang mungkin. Baik di dalam hati sendiri, lewat bibir ini, menggunakan alat muusik atau sembari menari kecil.

    Membaca firman adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan tiap-tiap hari. Membaca membuat wawasan dan ilmu pengetahuan yang kita kuasai semakin luas dan dalam. Bacalah Kitab Suci dimanapun kesempatan itu mungkin ada. Silahkan beli pensil (pensil gambar, apa yang ada) untuk mengarsir bagian-bagian tertentu yang merurut anda menerik dan mengandung makna yang unik. Pengetahuan yang baik tentang kebenaran turut melatih otak mencapai tahapan sikap ikhlas yang sejati dalam segala lini kehidupan.

    Kita bisa berdoa setiap saat kepada Tuhan. Jangan batasi diri hanya pada waktu-waktu tertentu saja, melainkan setiap ada sesuatu yang penting selalu komunikasikan kepada Tuhan. Misalnya saat kita belajar menerima kenyataan pahit apa adanya, berdoalah seperti ini: “Ya Tuhan, kejadian ini seperti kopi pahit, hitam dan buruk rasanya tetapi bermanfaat untuk membuat saya tetap sadar dan pasrah seutuhnya kepada-Mu. Mampukan kami tetap kuat menghadapi realita sebab semua ini sudah seharusnya terjadi Tuhan….”

    Saat hati selalu bernyanyi-nyanyi memuliakan Allah, ada sukacita, damai dan ketenangan yang mendatangkan kebahagiaan sehingga jiwa senantiasa tenteram dimana pun, kapan pun dan apa pun yang sedang terjadi. Anda dapat melakukannya secara multitasking sambil menyelesaikan pekerjaan kecil, melakukan perjalanan, menikmati hidup dan saat bersantai. Hati yang selalu tertuju kepada Tuhan adalah yang selalu terpuaskan oleh kebenaran yang membawa kehidupan dan keselamatan, baik di dunia ini maupun di akhir zaman kelak. Baca juga, Cara praktis memusatkan pikiran kepada Tuhan.

  2. Berbagi kasih kepada sesama.

    Mengasihi sesama seperti diri sendiri adalah suatu pertanda bahwa kita semua adalah saudara. Ketahuilah bahwa di hari awal penciptaan, umat manusia hanyalah satu keluarga, yaitu Adam dan Hawa. Semua orang yang ada saat ini adalah keturunan dari nenek moyang yang sama. Jadi mengapa kita harus membeda-bedakan manusia hanya karena perawakan, pekerjaan, bahasa, suku, ras, golongan dan agama yang berbeda-beda? Oleh karena itu kasihilah sesamamu sama seperti mengasihi diri sendiri. Sudah seharusnya kesejajaran antar semua orang (keluarga) digalakkan sehingga manusia mampu bersikap ikhlas satu sama lain. Seperti yang kami katakan sebelumnya, tinggi dinamika kekayaan, kemewahan, kenyamanan, kebanggaan dan pujian maka semakin sulit untuk bersikap ikhlas sebab masing-masing orang melakukan aksi manipulatif saat mencari semuanya itu.

    Berbagi kasih kepada sesama tidak hanya dilakukan lewat materi melainkan hal yang paling mendasar untuk dilakukan adalah melayani orang lain lewat sikap yang ramah dan santun. Melayani orang dengan kata-kata bisa dimulai dengan senyum, sapa, salam, mengucapkan terimakasih, tolong, maaf dan menjadi pendengar yang baik. Inilah kebaikan hati yang paling banyak diekspresikan dan setiap orang bisa melakukannya tanpa terkecuali. Selanjutnya, anda dapat berbagi kepada sesama lewat berkat yang dianugerahkan Allah, baik lewat materi (uang, barang, jasa) maupun lewat kemampuan (potensi) yang dimiliki. Anda bisa melakukan kasih dalam setiap aktivitas bersama orang lain, baik diperjalanan, saat belajar maupun saat bekerja.

    Ingatlah selalu untuk tulus dalam memberi, yaitu lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Sewaktu berbagi kasih terhadap sesama, tujukanlah semuanya itu kepada Tuhan agar hati tidak mengharapkan apa-apa dari orang tersebut. Saat kita berbuat baik kepada sesama, harapkanlah balasannya kepada Tuhan kelak di sorga yang kekal.

  3. Siap diuji oleh orang lain dan situsi.

    Ujian sosial itu selalu ada. Semakin tinggi jabatan yang anda miliki maka semakin tinggi pula ujian yang menyertainya. Tetapi janganlah bersikap apatis karena semuanya itu. Sebab ketidakpedulian justru semakin membuat suasana hati semakin kacau-balau dan rasa damai dan ketenangan pun kian menjauh saja. Melainkan hadapilah masalahmu senyatanya, jangan melarikan diri dari semuanya itu.

    Seandainya, semuanya itu membuat anda mati (akhir hayat), anda berhak untuk lari sebelum semua itu terjadi. Tetapi ujian yang anda hadapi hanyalah persoalan biasa, seputar ujian komunikasi, beberapa ejekan, penghinaan, bully dan fitnah. Bahkan kulit andapun tidak tergores karenanya tetapi hati akan tercabik-cabik. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk membiasakan diri dengan ujian kehidupan semacam ini adalah dengan terbiasa ramah kepada semua orang.

  4. Merendahkan hati dan hidup sederhana.

    Biasanya orang yang tinggi jabatan dan kekayaannya melimpah, mudah sekali mengumbar kesombongan. Mereka ingin beroleh pujian agar dirinya diakui oleh orang lain. Mulut besar semacam inilah yang kerap kali menjebak manusia dalam keangkuhan hanya untuk membuat hatinya senang. Secara tidak langsung perilakunya tersebut telah memancing iri hati sehingga semakin banyak orang yang mengabaikan dan mencobainya. Harap diketahui bahwa semakin tinggi rasa cemburu di dalam hati manusia suasana di dalam masyarakat semakin kacau balau.

    Berusahalah untuk menyangkal diri sendiri. Kalau memiliki kelebihan, anggap itu sebagai milik bersama, bukankah kita setara satu sama lain? Jika memiliki keunggulan, kembalikanlah itu untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan saja. Jangan terlena memuji-muji diri sendiri dalam rasa bangga yang diulang-ulang. “Memang kebanggaan semacam ini bisa menimbulkan rasa senang. Sayang begitu anda menyadari ada orang yang lebih baik dan lebih unggul, hati lebih pahit dan perih tersakiti.”

    Sifat sombong semakin menjauhkan manusia dari sikap ikhlas sebab orang yang angkuh tidak dapat menerima kalau ada teman yang lebih unggul darinya. Sikap tinggi hati juga membuat seseorang tidak mampu mengendalikan diri terutama saat diuji oleh orang lain. Mereka lebih memilih untuk menghindar, melarikan diri, membalas dendam, marah-marah dan berlaku keras terhadap lawan-lawannya. Suasana hati orang sombong seperti berada di awan-awan sehingga mudah sekali diperkeruh dan dijatuhkan oleh tawa kecil yang berlangsung di sekitarnya.

    Adalah baik bagi kita untuk hidup sederhana sama seperti orang lain pada umumnya hidup. Hidup sederhana juga membuat kita lebih ramah lingkungan dan mudah berbaur dengan orang lain (ramah). Sebab kungkungan kemewahan dan kemegahan gedung hanya akan menciptakan sifat individualis yang cenderung membangun kelemahan mental sehingga manusia menjadi sosiopat. Gangguang indra sedikit saja sudah bisa membuat hati tidak tenang, gelisah, cemas, takut dan khawatir.

  5. Tidak kecanduan dengan materi.

    Rasa candu terhadap uang membuat manusia kehilangan akal sehatnya. Bisa saja menghalalkan segala cara untuk meraih semua keinginannya yang belum tentu sebagai bagian dari kebutuhan. Apa yang mereka harapkan adalah materi bisa mendatangkan rasa senang di dalam hati. Sayang hal tersebut hanya berlangsung sesaat saja. Justru yang kemudian akan dirasakannya adalah rasa bosan karena terlalu sering mengkonsumsi materi.

    Pada dasarnya bahan-bahan anorganik di luar sana (materi) tidak dapat memuaskan hati manusia yang adalah organik (makhluk hidup). Oleh karena itu, sebesar apapun uang dan harta yang anda miliki, jelas tidak akan mungkin untuk mengisi hati sebab semunya itu hanyalah sesuatu yang tidak sejenis dengan diri ini. Intinya adalah manusia harus menghasilkan sendiri apa yang dibutuhkannya termasuk dalam hal ini adalah kepuasan. Sebab pusat segala sesuatu asalnya dari otak sehingga segala kebaikan sudah seharusnya terpancar dari dalam pikiran masing-masing.

    Jadikan materi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bukan untuk bahagia dan tenteram. Sebab kebutuhan hati adalah kebenaran sejati sedangkan kebutuhan badani adalah materi. Oleh karena itu, nikmati materi secara fluktuatif, kadang yang enak juga pahit, manis juga asin, murah juga mahal dan lain sebagainya dalam kadar yang terkendali. Hindari menikmati materi secara berlebihan atau terus-menerus (nonstop). Dua keadaan inilah yang kerap kali menimbulkan rasa bosan. Artinya, anda harus menyediakan nilai uang yang lebih tinggi untuk memenuhi keinginan akan barang dan jasa yang lebih bernilai (sebab sudah jenuh dengan barang lama).

  6. Tidak ketagihan dengan kemuliaan.

    Kita sulit menjadi ikhlas karena melakukan kebaikan agar dihormati dan dipuji oleh orang lain. Keadaan ini membuat kita cenderung membeda-bedakan orang, hanya baik kepada orang-orang yang melakukan kebaikan yang sama. Sedang banyak orang lainnya diabaikan kehidupannya. Padahal berdasarkan Pancasila sila ke lima, setiap orang berhak atas kesejahteraan hidup yang sama dengan yang lainnya.

    Sesungguhnya satu-satunya cara melepaskan ketergantungan terhadap pujian, penghargaan dan penghormatan adalah dengan melepaskan semuanya itu kepada orang lain. Saat kita memberikan penghargaan, penghormatan dan pujian kepada sesama, tepat saat itu mulai berlatih untuk aktif melakukan kebaikan kepada sesama.

    Anda harus memahami bahwa pujian, penghargaan dan penghormatan (kemuliaan) erat hubungannya dengan kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati. Artinya, saat hati damai, bahagia dan tenteram, tidak perlu lagi mencari kemuliaan melainkan aktif menghargai, menghormati dan memuji sesama sewajarnya. Sebab aktivitas kitalah yang membuat suasana hati menjadi positif, bukankah dengan berlaku demikian kita berbuat baik kepada orang lain? Kebaikan hati adalah kebenaran sejati kedua yang membuat suasana hati dipenuhi dengan ketenangan.

  7. Mampu menerima segala sesuatu apa adanya.

    Sikap menerima kenyataan apa adanya adalah suatu upaya untuk menyelaraskan hati sehingga tidak menentang segala sesuatu yang berlangsung di sekitar kita. Pada banyak kasus, ketidakikhlasan disebabkan oleh karena hati ini menolak sana-sini. Melawan berbagai situasi yang terjadi sekalipun dari dalam hati saja beresiko menyebabkan kegelisahan, kecemasan, ketakutan dan kekuatiran. Oleh karena itu, biasakan untuk ikhlas menerima segala sesuatu apa adanya dan bawa doa-doa anda kepada Tuhan.

    Bagaimanaa kita menghadapi situasi dalam masyarakat yang penuh dengan ketidakadilan? Apa yang bisa kita lakukan? Kami hendak berkata bahwa tidak banyak yang bisa dilakukan oleh rakyat jelata seperti kita. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah mendoakan agar mata para pemimpin segera dicelikkan oleh keadilan sosial sehingga mewujudnyatakannya dalam suatu aturan yang sah dan diberlakukan untuk seluruh negeri. Juga pilihlah pemimpin (saat pemilu) yang mendukung keadilan sosial, bila perlu suruh untuk menandatangani perjanjian. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengajukan uji materi undang-undang penerapan Pancasila khususnya sila ke lima (kepada MK – mahkamah konstitusi).

    Cakap-cakap khusus yang anda lakukan kepada Tuhan merupakan salah satu cara terbaik untuk mengikhlaskan segala sesuatu. Semakin intim dan semakin spesial doa yang dibawakan kehadapan-Nya niscaya semakin ringan hati ini menjalani hari-hari yang tidak pasti. Oleh karena itu, jangan pernah lupakan dan jangan pernah berhenti untuk memfokuskan pikiran hanya kepada-Nya. Ini adalah usaha pertama untuk membuat pikiran tetap positif. Saat pola pikir berada dalam suasana yang baik, patilah hal-hal dekil sekalipun mampun dibidik dari sudut pandang positif (persepsi positif sama dengan iman kepada Tuhan).

    Ada beberapa poin yang kami siapkan agar kita mampu ikhlas menerima kenyataan apa adanya, berikut selengkapnya.

  8. Tidak ada yang salah di sini ya Tuhan.

    Hidup memang dipenuhi ujian.

    Mereka ini ada untuk melatih kekuatan (kesabaran), keikhlasan dan kepasrahan.

    Kuatkan hati menjalani semuanya ya Tuhan.

    Anda dapat mengatakan hal ini di dalam hati ketika ada seseorang yang melakukan kesalahan kecil maupun besar sehingga menciptakan sedikit pusaran rasa kesal yang menyebabkan kegelisahan. Orang yang mampu memaafkan kesalahan sesama akan dimampukan untuk mengikhlaskan peristiwa buruk yang telah terjadi agar dapat dihadapi dengan lapang dada.

  9. Kejadian ini buah dari kesalahan di masa lalu, terimakasih Tuhan.

    Mohon kuatkan hati menjalani semuanya itu.

    Salah satu cara terbaik untuk menerima dengan ikhlas peristiwa memalukan yang dialami adalah dengan cara menghubungkannya sebagai akibat dari dosa yang dilakukan di masa lalu. Jika anda adalah orang yang rendah hati, pasti bisa melakukan ini. Tetapi mereka yang sombong dan merasa sudah sempurna cenderung enggan mengatakannya sehingga hati semakin jauh dari ketenangan. Jangan lupa juga untuk mendoakan agar Tuhan memberi kekuatan hati kepada anda untuk menanggung semua rasa yang memalukan itu.

  10. Fitnah yang terjadi hari ini adalah buah dari pelanggaranku di masa lalu, terimakasih Tuhan.

    Mohon kuatkan hati menjalani hidup yang penuh tantangan.

    Saat peristiwa yang memilukan terjadi dalam kehidupan anda, hindari mengatakan “apa salah dan dosaku ya Tuhan….” Pernyataan semacam ini jelas menunjukkan bahwa kita tidak merasa berdosa dihadapan-Nya. Sikap perfeksionis tersebut menunjukkan betapa angkuh dan arogannya seseorang sehingga tidak segan membandingkan kebenaran dirinya dengan kebenaran Tuhan.

    Fitnah bisa datang kapan saja, sikap yang tidak mampu ikhlas justru membuat suasana hati kurang elok, sehingga saat kemana-mana hati kesal dan penuh dendam. Oleh karena itu, senyum dan mengangguk saja saat difitnah. Seolah-olah anda mengiyakan hal tersebut, toh bukan di depan hakim melakukannya. Saat kita mengiyakan dan tetap bersikap ramah kepada para pemfitnah, tepat saat itu jugalah hati lega sekalipun di luar banyak yang mengusik.

  11. Semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan.

    Mohon pimpinan dan bimbingan ya Tuhan.

    Kuatkan hati menerima kenyataan.

    Perkataan ini begitu singkat, menandakan bahwa hati sudah dan akan disiapkan untuk menyambut semua kejadian yang berlangsung di sekitar kita. Perkatakan ini sekali saja lalu kembalilah tujukan hati untuk memuliakan Allah di dalam segala waktu yang dijalani dari waktu ke waktu. Selalu minta agar hidup ini dipimpin dan dibimbing oleh Allah saat melalui setiap tapak kaki.

  12. Kejadian ini adalah rencana Tuhan.

    Tujuan-Nya demi kebaikan.

    Hal-hal baik itu tidak selalu menyenangkan,

    terkadang ada juga rasa sakit dan kesedihan.

    Mohon kuatkan hati menghadapi semuanya ya Tuhan.

    ikhlas dimulai dari dalam hati. Saat anda mamp memahami bahwa kebaikan itu sifatnya relatif tepat saat itulah dimampukan untuk ikhlas menjalani semua kenyataan yang kadang tidak selalu menyenangkan. Kita hanyalah manusia biasa yang terus belajar bagaimana caranya hidup. Harus mengerti bahwa kesedihan itu juga bermanfaat untuk mendatangkan kekuatan. Artinya, saat mata menangis tepat saat itu jugalah mata hati dilatih untuk lebih kuat menjalani hidup.

  13. Biarkan dia menang ya Tuhan,

    Di bawah kaki salib-Mu aku beroleh kebahagiaan,

    Firman-Mulah yang selalu menenteramkan,

    Ya Tuhan, kuatkan hati menjalani tekanan demi tekanan.

    Terkadang kita tidak mampu ikhlas menerima apa adanya pencobaan yang berlangsung di dalam hidup ini oleh karena rasa arogan dan sikap iri hati terhadap seseorang. Arogansi dan kecemburuan inilah yang semakin membakar hati seihngga menciptakan pusaran rasa kesal yang menciptakan kegelisahan. Semua keadaan ini, justru semakin membuat hidup tidak tenang dan damai pun perlahan-lahan pergi.

    Kita perlu menyangkal diri dan menundukkan kesombongan yang menjulang tinggi dengan membiarkan orang lain lebih baik dari diri ini. Ikhlas membiarkan sesama yang pantas menang beroleh kemenangan. Bersyukurlah di dalam sukacitanya dan ucapkan “selamat” lalu tetap sibukkan diri untuk memuji-muji nama Tuhan atau sambil mempelajari dan mengerjakan hal-hal yang baik yang ada di sekitar.

  14. Ini kesalahan yang manis Tuhan,

    terimakasih untuk semuanya.

    Mohon bantu kami membaharui diri sendiri.

    Kuatkan hati menjalaninya.

    Saat anda mampu menggali pikiran positif dari peristiwa negatif, tepat saat itu juga suasana hati akan dibaikkan. Anggapan bahwa “kesalahan itu manis” adalah suatu upaya untuk mengikhlaskan suatu kekhilafan yang kita lakukan  dihadapan orang lain. Ini tidak hanya soal kesalahan melainkan bisa juga menganggap bahwa “fitnah itu manis,” “penghinaan itu manis,” “bully itu manis,” “ejekan itu manis,” “pengabaian itu manis,” “sikap acuh tak acuh itu manis” bahkan “segala sesuatu adalah manis.”

    Tanpa sadar, kata-kata manis ini telah membius pikiran kita sehingga tidak ada lagi rasa sakit. Semua kepahitan hidup itu telah dilupakan sebab kita tahu bahwa ada manfaat yang positif di balik semua masalah yang timbul dalam setiap hembusan nafas ini. Setelah mengatakannya di dalam hati, jangan terlena dengan kemanisannya tetapi lanjutkan fokus kepada Tuhan, belajarlah dan kerjakanlah hal-hal yang baik.

  15. Penghinaan ini imut-imut Tuhan Yesus.

    Hati jadi marah sekaligus tergelitik gemas.

    Orang ini tidak bersalah karena perkataannya ceplas-ceplos.

    Ini ujian kehidupan yang diizinkan Kristus Yesus,

    mohon kuatkan hati menanggung hidup yang pedas!

    Lagi-lagi kita mencoba mengalihkan mindset negatif terhadap sesuatu menjadi hal yang lebih lucu dan menggemaskan. Ketika anda dihina oleh orang lain bisa mengubah pemahaman tersebut dengan menganggapnya sebagai “penghinaan yang imut-imut.” Mengapa imut-imut? Toh hal tersebut tidak sampai membuat anda terluka di kulit melainkan hati sajalah yang tercabik-cabik. Ketika anda menganggap bahwa penghinaan itu besar maka ia akan semakin besar merobek-robek hati anda. Akan tetapi saat menganggap bahwa hal tersebut imut-imut, niscaya ada kesan lucu dan menggemaskan sehingga kita bisa mengabaikannya dan malah ramah terhadap si penghina.

    Anda juga bisa menganggap bahwa “ejekan itu imut-imut,” “bully itu imut-imut,” “fitnah itu imut-imut,” “sikap acuh tak acuh itu imut-imut” dan lain sebagainya. Arahkan rasa gemas itu ke zona positif sebab hal yang kurang menyenangkan itu memang “pedas-pedas manis.” Mengapa demikian? Sebab lewat tekanan kehidupan, anda belajar untuk dewasa bahkan menjadi bijak. Selanjutnya, tanggapi sang pengganggu tersebut dengan ramah lalu teruslah fokus kepada Tuhan. Muliakan nama Tuhan, baca firman-Nya dan tetap berdoa. Atau anda pun bisa melanjutkan pelajaran dan pekerjaan yang digeluti sehari-hari.

  16. Pengabaian itu bunga-bunga kehidupan.

    Itu sudah sepantasnya terjadi, kuatkan hati menjalaninya ya Tuhan.

  17. Ejekan adalah bunga yang indah di musim semi dan tidak semua bunga itu harum.

    Oleh karena itu, kuatkan hati menjalani kenyataan ini ya Tuhan.

  18. Bully itu seperti angin yang berhembus.

    Datang-datang mengikat hati tapi cepat lepas.

    Asalkan fokus terus memuji-muji Tuhan Yesus.

  19. Keburukan orang semakin kencang menyiksa,

    bila tidak mampu menerima kenyataan apa adanya.

    Relakan dengan sepenuh hati agar beroleh pahala.

  20. Peristiwa yang jelek tidak baik untuk dikenang.

    Tetapi sibukkan diri dengan fokus kepada Tuhan, pelajari dan kerjakan sesuatu yang berkenan agar hati lapang.

  21. Masalah adalah kue bantat yang membuat panca indra manusia kalam kabut.

    Makan saja, jangan peduli dengan rasanya yang penting bermanfaat.

  22. Hidup ini penuh lekak-lekuk, tidak semuanya mulus cantik.

    Pasti ada masalah yang tetap harus dihadapi dengan lunak.

  23. Hari yang kita jalani berlapis-lapis.

    Ada masa-masa yang keras penuh tangis,

    pula ada masa yang mulus penuh hal manis.

    Kuatkan hati menjalani semuanya itu agar tetap optimis.

  24. Masakan kita hanya menerima terangnya cahaya?

    Gelapnya malam juga perlu diterima apa adanya!

    Masakan kita hanya menerima kesenangan?

    Pahitnya rasa sakit juga harus ditanggung sebagai suatu kewajiban!

  25. Kata-kata kasar seperti jeruk nipis,

    asam dikecap tetapi baik untuk kesehatan.

    Kata-kata kasar didengar bengis,

    tetapi baik untuk melatih kesabaran.

  26. Keburukan itu penting untuk mewarnai kehidupan.

    Anggap saja dia khilaf agar hati terus dikuatkan.

  27. Penghinaan adalah madu kehidupan.

    Manisnya tidak terasa di indra tetapi awal keberuntungan.

    Sadari bahwa kepahitan hidup bermanfaat melatih mental-kepribadian.

  28. Hidup kita dimasak oleh gangguan, pengabaian, ejekan, penghinaan, bully, fitnah dan sebagainya.

    Itu adalah proses menyakitkan yang melatih manusia menjadi dewasa dan cendikia.

  29. Tanpa pergumulan hidup, hari-hari yang dijalani semakin destruktif.

    Kekayaan, Kemewahan, kenyamanan, kebanggaan dan pujian sehinnga tenggelam dalam khilaf.

    Hadapi masalah dan selesaikan persoalanmu agar kedewasaan semakin masif.

  30. Biasakan semuanya itu hingga membudaya.

    Orang yang sudah sering mengalami berbagai tekanan sosial cenderung mampu membiasakan diri. Asalkan hal tersebut dihadapi dengan ikhlas dan lapang dada sembari berbuat baik kepada orang yang bersalah kepada kita. Biasakan diri untuk bersegera memaafkan ketika seseorang melakukan keusilan di sekitar.

    Orang yang tidak menyimpan dendam di dalam hatinya cenderung mampu berbuat baik kepada mereka yang suka mengujinya. Di saat seperti inilah, walau di tengah ujian sekalipun, kita tetap mampu bersikap ramah kepada para penggoda sembari tetap menjaga diri tetap waspada agar tidak terjebak.

    Di saat kebiasaan ikhlas ini telah berlangsung selama beberapa bulan bahkan menahun, niscaya pahitnya fitnah, ejekan, penghinaan, bully, kebisingan dan gangguan sosial lainnya tidak lagi kentara. Anda murni sudah bisa mengikhlaskan semuanya itu dengan melupakan segala kata-kata pedas tersebut sambil berbagi kasih kepada para lawanmu (misal menyapa, mengangguk, senyum, mengiyakan dan lain sebagainya) dengan penuh kerendahan hati. Sedang anda sendiri tidak lagi merasa tegang dan gelisah melainkan semuanya menjadi rileks (santai) berlalu begitu saja. Anda sendiri terus sibuk memfokuskan pikiran kepada Tuhan atau bisa juga dengan belajar atau bekerja sesuai profesi masing-masing. Pada tahapan inilah keikhlasan di dalam hati telah membudaya.

Apakah pembaca sekalian bisa menangkap apa yang kami sampaikan pada bagian ini? Ada banyak kejadian di sekitar kita tetapi tidak semua bisa diatur sesuai dengan yang dikehendaki. Bahkan sekalipun kekayaan, jabatan dan ilmu yang dimiliki selangit, bukan berarti semuanya berada di dalam genggaman tangan sendiri.  Adalah baik bagi kita untuk menjalin hubungan yang intens kepada Tuhan lewat  doa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya. Firman adalah isi hati Tuhan namun anda jangan mengartikannya terlalu dangkal melainkan temukan hal-hal yang istimewa di dalamnya untuk membuat pikiran positif lewat pembacaan berulang-ulang. Sadari juga bahwa ketamakan yang merusak lingkungan resikonya akan kita terima kelak, jadi hindari eksplorasi berlebihan. Bekerja samalah dengan orang lain agar mampu merencanakan sesuatu untuk kebaikan semua orang. Ketika diri sendiri melakukan kesalahan, terima kenyataan tersebut dengan ikhlas, agar hati tetap lapang menjalani hari. Saat ada orang yang mengusik kehidupanmu, “GALI SISI POSITIF DI BALIK PERLAKUAN NEGATIF” tersebut agar mampu menanggapi mereka dengan ramah. Lebih daripada itu, silahkan fokuskan pikiran kepada Tuhan, belajarlah yang rajin dan bekerjalah yang giat.

Salam, Ikhlas itu membebaskan pikiran,
dari tekanan orang lain dan lingkungan,
juga yang diri sendiri ciptakan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.