Keluarga

+10 Penyebab Kantuk – Mengantuk Karena Metabolisme Sel Mencapai Puncaknya Atau Stabil Di Bawah


Penyebab Kantuk - Mengantuk Karena Metabolisme Sel Mencapai Puncaknya Atau Stabil Di Bawah

Ada matahari di siang hari dan ada bulan-bintang di malam hari. Tidak ada yang salah dengan malam yang gelap pekat dan tidak ada persoalan di siang yang terang cerah. Ini adalah gejala alam yang sudah ada sejak masa penciptaan. Kita sendiri pun hampir tidak pernah mempertanyakan hal ini “mengapa ada gelap & mengapa ada terang?” Mungkin saat masih kecil hal tersebut sering kita tanyakan tetapi saat diajari di sekolah, kita baru memahami segala seluk-beluk tentang fenomena alam tersebut. Karena hal ini sudah dialami sejak dari kecil, justru telah menjadi suatu kebiasaan, yaitu beristirahat di malam hari dan saat pagi tiba semua aktivitas akan diawali. Bukankah di semua waktu tersebut kita selalu berbahagia karena sudah terbiasa.

Demikian juga dalam kehidupan ini, ada suka dan duka, ada waktu menikmati hidup dan ada waktu bermasalah, ada waktu beruntung dan ada waktu merugi. Bukankah semua kejadian tersebut merupakan fenomena kehidupan yang harus dihadapi dengan penuh keikhlasan? Kita harusnya mampu beroleh kebahagiaan di dalam semua waktu tersebut. Menikmatinya dengan penuh rasa syukur kepada Allah sebab telah menganugerahkan rasa yang berbeda-beda untuk mewarnai kehidupan sehingga hari-hari terasa lebih indah. Bila kita mampu memahami maksud dan tujuan Allah dari segenap peristiwa yang datang silih berganti, lama-kelamaan akan terbiasa dengan semua itu sehingga tidak ada lagi rasa sakit atau kesedihan yang melukai hati. Malahan peristiwa tersebut menjadi suatu kesempatan untuk memelihara konsistensi kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati.

Seharusnya, ketika beraktivitas dan tertidur sekalipun, kita sama-sama bahagia. Tidak ada yang janggal dengan kedua rutinitas ini, bukankah kita sudah terbiasa dengan semuanya itu? Asalkan tahu waktu yang tepat saat melakukannya. Terlalu lama bekerja (sedikit tidur) dan terlalu lama tidur (kerja sejengkal) jelas tidak baik bagi kesehatan fisik, mental dan sosial. Rasa kantuk yang tiba-tiba muncul di kala aktivitas sedang padat-padatnya merupakan suatu kendala sekaligus pertanda. Sifat mengantuk ini akan menjadi kendala ketika masih cukup banyak pekerjaan yang belum diselesaikan tetapi kelopak mata sudah layu. Juga akan menjadi pertanda aktivitas fisiologis yang menunjukkan bahwa waktu istirahat telah tiba.

Pengertian

Kantuk adalah perasaan hendak tidur yang bisa muncul dimana pun, kapan pun dan apa pun yang sedang kita alami. Ada dua jenisnya, yaitu kantuk fisiologis adalah perasaan hendak tidur yang merupakan dorongan kebiasaan badani yang hampir tidak bisa ditunda. Sebab menunda waktu tidur dalam artian begadang beresiko tinggi menyebabkan gangguan kesehatan. Sedang yang kedua, kantuk patologis merupakan perasaan hendak tidur yang lebih sering muncul dari orang normal lainnya akibat pengaruh suatu penyakit tertentu. Orang yang mengantuk lalu menindaklanjutinya dengan tertidur akan memberikan kesempatan yang besar bagi tubuh untuk membersihkan berbagai sudut sel dari kotoran metabolisme.

Alasan mengapa manusia mengantuk

Membersihkan rumah adalah salah satu rutinitas biasa yang selalu kami kerjakan hari demi hari. Saat orang lain sedang sibuk mengerjakan sesuatu di dalamnya, enggan rasanya hati ini untuk membersihkannya. Lagi pula menyapu lantai saat orang lalu-lalang akan membuat debu-debu yang sudah terkumpul bisa jadi menyebar kembali karena terbawa oleh jejak kaki yang secara tidak sengaja menginjak kotoran tersebut. Tetapi, saat rumah telah sepi dan aktivitas tidak padat, tepat saat itulah waktu yang baik untuk membersihkan sudut-sudutnya. Demikianlah juga dengan sistem imun saat membersihkan berbagai jenis virus, bakteri dan jamur termasuk sisa hasil metabolisme dari dalam tubuh manusia.

Berikut selengkapnya, faktor penyebab anda mengalami kantuk.

Faktor fisiologis.

  1. Setelah makan.

    Sesaat setelah makan, organ pencernaan yang awalnya santai menjadi tegang dan kendur secara bergantian. Aktivitas ini membuat seluruh energi akan ditarik di derah perut. Sehingga pasokan energi dari organ-organ lain di seluruh tubuh akan dikurangi sebab tubuh kita sedang fokus untuk mencerna sambil menahan berat makanan. Secara tidak langsung keadaan ini membuat organ-organ gerak melemah sehingga timbullah kantuk. Rasa mengantuk ini akan lebih kentara saat jumlah makanan yang dikonsumsi cukup banyak sampai perut penuh sesak.

    Adalah baik bagi anda untuk membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi agar tidak terlalu kenyang. Terlebih ketika ada rencana untuk melakukan berbagai aktivitas lainnya setelah makan. Sebab beban di daerah perut yang cukup besar (kelebihan beban) membuat seluruh kalori akan difokuskan untuk mencerna makanan sedang suplai kalori ke organ lainnya menurun termasuk di daerah otak. Akumulasi keadaan inilah yang menyebabkan anda mengantuk.

  2. Perubahan suhu lingkungan menjadi dingin.

    Ada slogan di dalam masyarakat yang mengatakan bahwa “kalau dingin-dingin itu enaknya tidur.” Manusia sebagai salah satu makhluk hidup berdarah panas harus mampu mempertahankan suhu tubuhnya stabil pada 370 Perubahan suhu udara dapat menyebabkan kantuk karena fokus energi tubuh diarahkan ke daerah kulit. Sebab saat cuaca mendingin, tubuh akan berusaha menghasilkan panas yang diperoleh dari cadangan lemak. Kebutuhan akan kalor yang lebih di daerah kulit menarik energi di hampir semua organ tubuh. Otot-otot yang melemah cenderung membuat seseorang terkantuk-kantuk. Oleh karena itu, orang-orang menggunakan jeket saat hari mulai hujan dimana cuaca semakin dingin namun ingin tetap aktif terkecuali bagi mereka yang sudah terbiasa. Simak teman, Mengapa suhu di tempat tinggi lebih dingin dari dataran rendah.

  3. Puncak metabolisme tubuh.

    Jika diumpamakan, tubuh kita seperti mesin sepeda motor yang terus-menerus aktif saat hari terang. Menurut anda berapa jam ketahanan sepeda motor bila digunakan secara nonstop? 3 jam ata 6 jam atau 8 jam atau 12 jam? Silahkan coba sendiri jika tertarik. Saat mesin kepanasan beberapa komponennya akan mengalami penurunan fungsi. Jika kebiasaan menggunakan mesin secara nonstop terus berlanjut maka kerusakan sudah diambang pintu.

    Tubuh hampir sama dengan mesin, yang harus berhenti sejenak untuk menjaga kondisinya tetap prima. Manusia butuh tidur untuk menjaga tubuh tetap fit dari hari ke hari. Saat metabolisme tubuh telah berlangsung selama seharian penuh: sel, jaringan, otot dan organ telah bekerja sampai batas teratas. Akan ada beberapa sisa hasil metabolisme di sekitarnya yang belum sepenuhnya diangkut oleh darah. Pada jam-jam akhir memasuki malam hari, sisa hasil metabolisme sel yang terlewat selama proses pembersihan akan semakin menumpuk. Keadaan ini secara tidak langsung menyebabkan perubahan pH di daerah otot sehingga timbullah kelelahan dan badan rasanya pegal di sana-sini.

    Puncak aktivitas metabolisme tubuh memiliki sinyal-sinyal seperti kelesuan, kelelahan, keletihan, kelopak mata menguncup dan pegal yang timbul pada otot gerak aktif tertentu merupakan pertanda istirahat yang membuat seseorang merasa kantuk. Mata yang telah layu dan tubuh yang hampir tidak bisa digerakkan akan menjadi awal pengantar tidur.

  4. Waktu siang hari tiba.

    Dari subuh, pagi sampai siang aktivitas manusia cukup padat sehingga saat makan siang telah selesai cenderung mengantuk. Keadaan ini juga bisa dipicu oleh karena puncak aktivitas metabolisme tubuh setelah seluruh sel bekerja kurang lebih 6 jam. Kelelahan ini akan ditambah oleh beban aktivitas organ pencernaan yang meningkat. Ketika energi siap pakai yang tersisa di seluruh tubuh telah menurun drastis tepat saat itulah rasa kantuk merayu-rayu. Hal ini akan diawali dengan gangguan konsentrasi hingga kelopak mata yang menjadi layu yang membuat waktu mengantuk anda semakin lengkap.

  5. Waktu malam hari tiba.

    Saat malam tiba, kegiatan berkurang drastis, subu berubah menjadi sejuk dan nyanyian rimba mengantarkan kita untuk merasakan kantuk. Sadar atau tidak, alam rimba bernyanyi-nyanyi menghibur hati manusia di malam hari. Nyanyian rimba lebih baik dari lagu klasik manapun, baik yang ditimbulkan oleh jengkrik, katak dan hewan malam lainnya. Lantunan nada-nada indah ini melatih kecerdasan otak sekaligus menjadi pengantar tidur yang mengantarkanmu pada mimpi-mimpi yang indah.

  6. Setelah lelah berolahraga.

    Saat berolahraga, kita menguras energi di seluruh tubuh termasuk memakai cadangan lemak yang tersimpan. Aktivitas sel yang tinggi membuat peredaran darah lancar untuk mentrasport karbohidrat dan kolesterol sekaligus membawa pulang sisa metabolit. Semua pekerjaan ini mengabsorbsi lebih banyak cadangan energi yang disimpan di bawah kulit dalam bentuk lemak. Di satu sisi cadangan energi menipis sedang di sisi lain sisa metabolit masih tersaturasi di beberapa bagian tubuh. Semua keadaan ini menyebabkan keletihan dan badan mulai terasa sakit saat digerakkan yang mengantarkan seseorang untuk mengantuk.

    Oleh karena itu, bagi anda yang berencana masih memiliki banyak agenda lain yang harus dikerjakan setelah berolahraga. Silahkan berolahraga alakadarnya saja, 15-30 menit cukup. Semakin lama waktu yang terpakai saat berolahraga, makin besar pula kemungkinan untuk terlelap tidur setelah itu. Beberapa orang yang memiliki penyakit insomnia akan menghabiskan sorenya dengan berolahraga agar ketika malam tiba tidurnya lebih pulas.

  7. Tiduran atau terlentang.

    Saat kita membaringkan diri baik di atas kasur, lantai, papan dan bidang datar lainnya, otot berada dalam keadaan rileks. Hampir semua otot, tulang dan sendi berada dalam posisi longgar sehingga aktivitas sel konstan pada batas paling bawah. Keadaan istirahat semacam ini membuat peredaran darah menjadi stabil pada batas terbawah, terlebih ketika yang aktif hanyalah kelopak mata yang sedang terbuka. Akibatnya, suplai oksigen ke seluruh tubuh berkurang sehingga timbullah rasa kantuk. Oleh karena itu, bergeraklah agar suplai oksigen terjaga dan mengantuk pun pergi.

  8. Duduk terlalu lama.

    Releksasi otot tubuh tergolong tinggi saat kita sedang duduk. Posisi santai semacam ini membuat metabolisme tubuh menurun sehingga kecepatan jantung untuk memompa darah turut melambat. Suplai oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang sehingga timbullah rasa kantuk yang diiringi dengan menguncupnya kelopak mata.

    Bagi anda yang terbiasa bekerja sambil duduk, mungkin saja keadaan ini membuat mata lebih cepat terkulai hingga konsentrasi turut lenyap dan pekerjaan jadi berantakan. Oleh karena itu, adalah baik bagi anda untuk mengubah posisi kerja dengan cara berdiri sambil menyelesaikan tugas-tugas kantor di belakang meja. Kebiasaan berdiri membuat banyak otot tetap aktif sehingga peredaran darah dan suplai oksigen lancar. Jadi kantuk pun tidak berani lagi menunjukkan rayuan tidurnya!

  9. Sedang tidak beraktivitas.

    Ketika seseorang sedang berada dalam posisi santai, rutinitas akan berhenti sehingga metabolisme otot akan menurun. Keadaan ini akan diiringi dengan menurunkan permintaan energi dan oksigen oleh sel sehingga laju aliran darah turut menurun. Termasuk di dalamnya adalah berkurangnya kecepatan aliran darah yang mentransport oksigen ke seluruh tubuh. Keadaan ini secara tidak langsung akan membuat seseorang cenderung mengantuk.

  10. Setelah melakukan aktivitas yang intens.

    Misalnya, kami jalan-jalan keliling kota sampai kelelahan, pasti pulang-pulangnya kantuk semakin kentara dan langsung tiduran setelah membersihkan diri.

    Anda mungkin menghabiskan waktu berjam-jam untuk berwisata di tempat-tempat yang disukai. Dimana yang dilakukan di sana adalah keliling sana-sini, bercengkrama, berdiri, berenang dan lain sebagainya. Kepadatan aktivitas tersebut membuat anda langsung terlelap saat sampai di rumah.

    Ada juga yang berjalan-jalan ke mall besar sekedar cuci mata di pagi hari. Mereka menghabiskan waktu untuk berkeliling dari satu toko ke toko lain untuk menanya ini dan itu tetapi tidak ada satu pun yang dibeli. Lantas di akhir-akhir mereka mengamati jamnya masing-masing dan ternyata hampir tengah hari. Lantas mereka memutuskan untuk makan siang setelah itu rasa kantuk menawan sehingga sesampainya di rumah dengan tangan kosong, masing-masing langsung ke kamarnya untuk tiduran.

  11. Sedang kelaparan dan kehausan.

    Orang yang kelaparan cenderung mengalami kekurangan asupan kalori. Kekosongan di dalam perut menyebabkan jumlah karbohidrat alias kadar gula darah menurun drastis. Energi akan berusaha diambil dari cadangan lemak di bawah kulit. Jika cadangan ini telah terkuras ditambah lagi penumpukan sisa metabolit semakin membludak di lokasi tertentu maka kantuk pastilah datang juga.

    Manusia bisa hidup tidak makan selama beberapa hari tetapi dehidrasi membuat lamanya bertahan hidup lebih pendek. Sebab metabolisme Tubuh menghasilkan zat sisa yang akan dibantu oleh cairan (air) elektrolit untuk di detoksifikasi di hati lalu akan dikirim langsung untuk disaring di ginjal, barulah sampai ke kandung kemih agar bisa diekskresikan dalam bentuk urin. Jadi, ketika kita berhari-hari tidak mengkonsumsi air, zat sisa metabolit akan menjadi racun, menyebabkan pegal, keram, kejang hingga kematian sel-sel di sekitarnya.

    Faktor kebiasaan.

  12. Sistem kerja shift (terutama setelah dinas malam).

    Beberapa orang juga sering mengalami kantuk sembarangan di siang hari oleh karena sistem kerja shift di kantor. Biasanya para pekerja di bidang kesehatan, kemanan dan emergensi memiliki shift kerja yang terbagi-bagi untuk bertugas di pos masing-masing. Karyawan yang baru-baru pertama menyesuaikan diri dengan kebiasaan tersebut pastilah akan mengantuk di waktu yang tidak tepat. Tetapi bagi para pegawai yang pintar mengatur waktu tidur dan sudah terbiasa tidak sampai ketinggalan hal-hal penting sebab rasa kantuk terkendali penuh. Saksikan juga, Tips tetap melek saat shift di malam hari.

  13. Setelah begadang.

    Saat ada acara tertentu di rumah, mungkinkah itu suka (misalnya hajatan pernikahan) dan bisa juga duka (misalnya acara penguburan) akan membuat waktu tidur sedikit bergeser lebih larut malam. Keadaan ini bisa saja membuat seseorang menguap di siang harinya karena waktu tidur di malam hari yang tersita oleh aktivitas yang tidak biasa. Simak juga, Cara begadang yang sehat.

  14. Belum sarapan.

    Sama sekali belum sarapan di pagi hari bisa membuat seseorang cenderung mengalami kantuk di saat melakukan aktivitas. Kalori yang telah terkuras dari dalam darah dan cadangan lemak membuat konsentrasi terganggu hingga mata terkulai lemah. Oleh karena itu, anak-anak sekolah dianjurkan untuk sarapan sebelum berangkat agar bisa mengikuti aktivitas belajar-mengajar dengan penuh kesadaran, konsentrasi dan semangat. Bila tidak sarapan, cobalah mengkonsumsi air garam manis untuk membuat tubuh tetap berenergi agar mampu menjalani pagi dengan penuh semangat.

    Faktor patologis.

  15. Gangguan tidur seperti insomnia.

    Insomnia bisa disebabkan oleh faktor kesehatan fisik dan bisa pula disebabkan oleh gangguan kesehatan mental. Rasa cemas dan takut yang menghantui seseorang di malam hari membuatnya tidak bisa tidur. Kemungkinan keadaan ini ditimbulkan oleh rasa bersalah atau karena seuatu hal yang belum diikhlaskan. Oleh karena itu, jagalah diri agar tidak melakukan dosa dan ikhlas menerima kenyataan hidup seadanya agar malam hari yang dilalui cukup tenang untuk terlelap, bukannya malah terjaga sepanjang malam.

  16. Efek samping obat batuk, flu, asma, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan jantung.

    Obat-obat semacam ini cenderung menyebabkan kantuk karena mengandung zat semacam morfin, mengurangi peredaran darah dan mengurangi detak jantung. Secara tidak langsung mereka akan lebih banyak merasa kantuk dan menghabiskan waktu di atas tempat tidur.

  17. Diabetes atau kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme).

    Aktivitas sel yang kurang turut mengurangi laju peredaran darah dan detak jantung. Secara tidak langsung keadaan ini mengurangi suplai oksigen ke seluruh sel, ditambah lagi dengan kejadian hipotiroidisme yang membuat pasien lebih sering merasa kantuk.

  18. Kurang gizi (gizi buruk).

    Kekurangan makanan membuat seseorang lebih banyak menghabiskan waktunya di atas tempat tidur. Semakin sedikit asupan makanan dan minuman maka semakin sedikit pula tingkat metabolisme tubuh. Keadaan ini akan berakumulasi pada intensitas kelelahan yang semakin sering timbul dan disertai dengan rasa kantuk yang kuat.

  19. Penyakit cacingan.

    Seorang anak yang memiliki peternakan cacing di dalam pencernaannya cenderung mengalami kantuk kerap kali timbul saat mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah. Oleh karena itu, obatilah penyakit cacingan anak anda dengan senantiasa menambahkan garam dapur pada makanan yang dikonsumsi. Selebihnya, ikuti program pemerintah yang dilakukan di lingkungan setempat dalam hal pemberantasan penyakit cacingan.

  20. Dan semua jenis penyakit.

    Pada dasarnya semua penyakit cenderung menyebabkan kantuk sebab sistem daya tahan tubuh sedang berkonsentrasi untuk menetralkan berbagai agen penyebab penyakit tersebut. Belum lagi masalah beberapa pasien yang kerap kehilangan nafsu makan ketika mereka jatuh sakit sehingga gula darah ikut anjlok. Lagi pula beberapa penyakit menyebabkan gangguan keseimbangan dalam siklus krebs dan glikolisis sehingga pembentukan energi melambat. Akibatnya, semua faktor ini cenderung membuat seorang yang sakit lebih doyan dan lebih baik jika beristirahat di rumah sampai kesehatannya benar-benar pulih.

Kantuk bisa disebabkan oleh karena tubuh telah mencapai puncak metabolismenya yang ditandai dengan hampir habisnya karbohidrat di dalam darah dan cadangan lemak terpakai sekaligus menumpuknya sisa metabolit yang dihasilkan sel. Di sisi lain keadaan ini dipicu juga oleh karena aktivitas sel yang menurun stabil, memicu turunnya laju peredaran darah dan menurunnya jumlah datak jantung. Tingkat metabolisme yang menurun stabil pada batas bawah membuat asupan oksigen ke seluruh tubuh berkurang sehingga menimbulkan kantuk. Mengantuk juga bisa disebabkan oleh karena beban organ tertentu semakin besar sehingga energi dari berbagai tempat akan dikonsentrasikan pada satu titik. Secara patologis, berbagai jenis mikroorganisme bisa saja mengganggu proses pemecahan karbohidrat dan lemak menjadi energi di dalam tubuh. Situasi semacam ini pun bisa membuat konsentrasi menurun hingga kelopak mata terkulai lemah.

Salam, Mengantuk itu kadang normal dan abnormal,
Semua tergantung kondisi tubuh secara global

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.