Kepribadian

Alkitab Restoran Kehidupan, Makanan Hati Ada Di Sana – Ketika Berkat Berubah Menjadi Berhala


Alkitab Restoran Kehidupan – Puisi

Alkitab restoran hati,
Menu-menu kehidupan,
Kedagingan dan ganjarannya,
Kasih dan berkat-berkatnya.

Bangsa yang terpilih,
Tuhan nyatakan kasih,
Terjebak dalam arogansi & serakah,
Tapi janji Tuhan tetap utuh.

Manusia memperebutkan,
harta, tahta dan wilayah,
Melancarkan tipu-muslihat,
demi capai puncak kehidupan.

Bukan berarti bebas hukuman,
ganjaran pemberontakan,
kekeringan, kelaparan,
pedang musuh mengejutkan.

Manusia berputar di situ saja.
Bolak-balik dalam soal yang sama.
Demi kenikmatan duniawi.
Demi kemuliaan duniawi.

Tuhan Yesus datang beri teladan.
Baharui semua kebiasaan.
Melepaskan segala ketagihan.
Terhadap materi & penghormatan.

Sepanjang sejarah kehidupan.
Yang tinggi-besar diperebutkan.
Mengapa tidak disetarakan.
Damai sejahtera di segala zaman.

Alkitab dengan jelas menceritakan.
Berkat bisa diberhalakan.
Hati kian jauh dari Tuhan.
Kasih penuh kemunafikan.

Materi bukan sumber kebahagiaan.
Hal duniawi hanyalah kebutuhan.
Yang terutama adalah kebenaran.
Materi hanya memicu pertengkaran.

Kejar & perjuangkan kebenaran,
Fokuskan hidup kepada Tuhan,
Kasihi sesama dalam keadilan,
Hidup menyatu dengan alam adalah jalan.

Alkitab Restoran Kehidupan, Makanan Hati Ada Di Sana – Ketika Berkat Berubah Menjadi Berhala

Belajar setiap waktu dari restoran kehidupan

Restoran ada dimana-mana. Sebab makan dan minum adalah aktivitas yang rutin dilakukan oleh setiap orang di dunia. Hanya perbedaannya adalah apa yang dikonsumsi dan berapa kali sehari mengkonsumsinya. Ada yang makan tiga kali, ada yang dua kali dan ada pula yang makan besar cukup sekali sehari saja. Tetapi kebutuhan akan Firman Allah sangatlah tinggi, lebih tinggi dari makanan badani. Secara kasat mata, kita melihat Alkitab sebagai firman Allah tetapi sesungguhnya firman Allah adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kebenaran sejati. Anda dapat mengklaim sesuatu sebagai firman saat menemukan pesan-pesan untuk mengasihi Allah seutuhnya dan sesama layaknya diri sendiri di dalamnya. Bahkan andapun bisa menjadi pelaku firman tersebut asal berjuang bersama kebenaran yang hakiki.

Yang tidak mampu diwujudkan selama kapitalis yang syarat ketidakadilan berkuasa

Manusia hidup oleh firman dan lewat itulah kita diberi pencerahan, “bagaimana sebenarnya menjadi pribadi yang sesuai dengan kehendak Allah?” Masalah manusia zaman sekarang adalah tidak mampu menggenapi firman Allah tentang “Penuhilah bumi.” Sebab setiap kali manusia memenuhi bumi, manipulasi merajalela dan sumber daya akan habis. Sehingga timbullah berbagai bencana alam menerjang dan peperangan menghempaskan berbagai wilayah di dunia. Secara tidak langsung keadaan ini seperti badai kematian yang membunuh banyak orang. Akibatnya, sudah berapa ribu tahun manusia hidup di bumi ini tetapi tidak pernah mampu menggenapi firman tentang “penuhilah bumi!” Saksikanlah Dampak negatif pemanasan global.

(Kejadian  1:28) Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Fokus kepada materi adalah awal bencana

Bila anda secara rutin membuka, membaca dan mempelajari firman, besar kemungkinan akan menemukan berbagai-bagai kisah yang menarik hati. Pada dasarnya, hal tersebut berkisah tentang bagaimana Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada orang percaya. Hadir dalam rupa-rupa kedahsyatan dan kebijaksanaan. Allah menganugerahkan hukum taurat agar setiap orang percaya mendapat tuntunan untuk beroleh hidup yang kekal. Sayang, manusia itu hatinya cenderung kepada sesuatu yang fana yaitu hal-hal duniawi. Pencapaian yang tinggi akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi awalnya hanya menjerat hati (membuat pikiran fokus kepada materi). Akan tetapi, lama-kelamaan godaan ini akan semakin jelas ketika keberadaan sumber daya ikut menipis akibat eksploitasi.

Ilmu pengetahuan mengarahkan manusia membuat teknologi yang diberhalakan

Ilmu pengetahuan yang kita miliki mampu memadukan berbagai materi untuk dijadikan sebagai sesuatu yang diagung-agungkan. Kita mencampurkan, menyusun dan mengolah ini-itu untuk menjadi sesuatu sesuai dengan keinginan sendiri. Kemudian menyiarkan dan mewartakan ke berbagai penjuru tentang betapa luar biasanya penemuan tersebut. Orang yang kurang bijak akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang pantas disanjunng. Mereka turut pula mengagungkan dan memuji teknologi tinggi tersebut karena berhasil memberi solusi buat permasalahan yang dialami oleh manusia. Secara tidak langsung kekaguman semacam ini telah membuat manusia menduakan Allahnya alias menjadikan mesin-mesin tersebut sebagai berhala untuk dipuji-puja.

Kebanggaan terhadap sesuatu berpotensi menjadi berhala

Bacalah baik-baik restoran kehidupan yang ada di sisi anda. Di sana akan menemukan bahwa orang-orang jaman dulu mengukir batu, kayu dan mencairkan logam ke dalam tuangan sehingga menjadi berhala untuk dipuja-puji. Sedangkan sekarang manusia mengukir dan membangun rumah yang mewah-mewah juga menuang plastik dan logam ke dalam cetakan untuk membuat mesin berteknologi dan barang mewah lainnya. Teknologi tinggi tersebut secara tidak langsung telah disalah-artikan oleh beberapa orang. Mereka justru membanggakan hal tersebut di dalam hatinya, seolah-olah memberinya kepuasan dan kesenangan. Sayang, itu hanyalah sesaat saja. Mesin-mesin yang dibanggakan inilah berhala dalam hati setiap manusia sehingga menggeser posisi Allah dalam dirinya.

Berkat menjadi berhala sehingga membuat situasi masyarakat kacau balau

Pada satu titik akan memahami bahwa berhala-berhala yang kita ciptakan tersebut telah menjadi cemburuan di hati sesama. Mereka juga terdorong untuk membuat/ membangun dan membeli hal yang sama. Masalahnya sekarang adalah rumah mewah dan mesin berteknologi tinggi yang diberikan kepada kita telah menjadi jerat. Kemewahan, kenyamanan dan kebanggaan duniawi menjadikan manusia semakin individualis, egois, sombong, arogan, manipulatif dan serakah. Secara tidak langsung berbagai sifat-sifat buruk inilah yang semakin menjauhkan kita dari kebenaran hakiki. Artinya, hidup kita yang semakin diberkati Tuhan telah membuat hati ini terpaut dengan berkat materi tersebut sehingga menjadikannya sebagai berhala yang membawa bencana. Ini sesuai dengan nats firman Tuhan yang berkata.

(Ulangan  32:15) Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, — bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun — dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya.

Dalam penderitaan sangat dekat dengan Tuhan, setelah diberkati, “siapa loe siapa gua!”

Dalam beberapa segmen restoran kehidupan dapat kita temukan bahwa ada tokoh-tokoh tertentu yang mengawali hidupnya di dalam penderitaan. Sekalipun demikian cobaan tersebut justru semakin membuat hatinya terpaut kepada TUHAN Allah Semesta Alam. Tekanan kehidupan yang mereka hadapi adalah ujian untuk memurnikan hatinya sehingga layak di hadapan Tuhan. Lantas setelah hidupnya dinilai teruji dan layak, Allah memberkati hari-harinya. Dimulai dari sinilah kepemilikan materi semakin membesar dalam kehidupannya. Secara tidak langsung, inilah yang mengawali transformasi berkat menjadi berhala dalam diri orang percaya. Berbagai kenikmatan dan kemuliaan duniawi tersebut justru membuat hatinya semakin jauh dari Tuhan sedangkan kasihnya kepada sesama makin penuh dengan tipu-muslihat. Simak juga teman, Mengapa ambisi terhadap kenikmatan dan kemuliaan duniawi adalah perzinahan?

Saat berkat semakin besar, kebenaran semakin jauh

Restoran kehidupan, Alkitab menjelaskan cukup terperinci kepada kita bagaimana masalah menjadi api yang memurnikan hati orang percaya di hadapan Tuhan. Penistaan hidup yang bertubi-tubi adalah cara terbaik bagi Tuhan untuk mengarahkan kita agar selalu berharap dan bersandar kepada-Nya saja. Setiap mereka yang sabar dan tetap setia kepada firman Allah yang benar akan mendapatkan ganjaran yang pantas, yaitu hidup beroleh kasih karunia Allah. Berkat-berkat materi dan kemuliaan akan diperolehnya. Sayang keadaan tersebut justru semakin membuat hatinya menjauh dari Allah sebab materi dan kemuliaan duniawi tersebut terlalu besar sehingga hatinya terlena dalam kemabukkan berhala yang turut menggiring moralitas juga ikut bobrok. Saksikanlah kawan, Macam-macam berhala dalam kehidupan ini.

Hal duniawi membuat kita melupakan Tuhan dan tidak lagi tulus mengasihi sesama

Logikanya adalah kekayaan yang dimiliki seseorang membuat dirinya semakin mudah untuk mengakses kemewahan, kenyamanan, teknologi, kehormatan dan derajat yang tinggi. Hal-hal materi ini telah membuat kehidupannya terpetak-petak dalam kemewahan sehingga menjadi individualis dan egois dalam bersikap. Kehormatan dan derajat yang tinggi membuat langkah kakinya semakin pongah (sombong) yang gila akan pujian dan penghormatan. Secara berangsur-angsur semua keadaan ini membuatnya kian melupakan Tuhan dan meninggalkan kebiasaan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Sekalipun dari luar, mereka kelihatan memuji-muji Tuhan tetapi itu hanya suatu kamuflase untuk membuat citra diri baik di mata manusia (munafik). Sedangkan kasih terhadap sesama telah menjadi redup, mereka hanya berbuat baik kepada orang yang mendatangkan keuntungan atau sengaja mengasihi untuk menjalankan muslihatnya (maksud yang tersembunyi) memancing lebih banyak korban.

Pembaharuan hidup berdasarkan teladan Yesus Kristus

Saat Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini. Ia memberikan teladan bagaimana seharunya menjadi orang kristen yang sejati. Yaitu dengan menjadikan kebenaran sejati sebagai yang utama dan pertama. Sedang kenikmatan dan kemuliaan duniawi lebih baik disetarakan. Sebab dinamika hal-hal duniawi ini lebih banyak menarik hati hingga membuat manusia terlena lalu lupa diri. Saat seseorang sudah melupakan Tuhan, besar kemungkinan mengasihi sesama dengan maksud yang tersembunyi. Ditambah lagi pengaruh kemewahan, kenyamanan dan teknologi yang semakin memetak-metakkan kehidupan seseorang, menjauh dari kehidupan sosial. Semua keadaan ini membuat seseorang kurang cerdas sehingga tidak mampu menemukan kepuasan dan kebahagiaan dari dalam hatinya. Rasa puas dan bahagianya baru muncul ketika hidup mewah, nyaman, peralatan berteknologi, dipuji dan dihoromati orang lain.

Pada titik inilah Tuhan Yesus hendak mengubah mindset setiap orang percaya. Kenikmatan dan kemuliaan duniawi itu hanya sesaat, apa bagian kita dari hal-hal yang fana tersebut? Biar bagaimanapun semuanya itu tidak cocok dan tidak akan pernah masuk ke dalam hati ini. Justru ketika masyarakat diarahkan untuk mengejar gemerlapan duniawi, tepat saat itulah bumi ini berada diujung tanduk, baik lewat bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Oleh karena itu, mulailah arahkan hati untuk memahami bahwa hal-hal duniawi hanyalah kebutuhan badani yang sementara. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hati akan kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman harus diraih dengan cara memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyia pujian. Juga dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri lewat pekerjaan dan pelajaran yang kita tekuni hari lepas hari.

Salam, restoran kehidupan adalah sejarah.
Ada kebenaran sejati untuk diraih.
Ingat berkat bisa menjadi berhala.
Setarakan materi agar tidak membawa petaka
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.