Infokom

10 Alasan Robot Tidak Ada – Diciptakan Mustahil Sebab Tidak Cukup Teknologi & Energi


Alasan Robot Tidak Ada - Diciptakan Mustahil Sebab Tidak Cukup Teknologi & Energi

Alam semesta dan seluruh komponen yang ada di dalamnya adalah unsur-unsur ilmu pengetahuan yang membantu manusia menemukan hal-hal baru. Jadi, sesungguhnya alam semesta yang adalah Allah sendirilah yang mengajarkan kita tentang berbagai-bagai hal. Pengalaman yang diperoleh dari alam inilah yang membantu umat manusia untuk menyelesaikan berbagai persoalan pelik yang sedang dihadapi. Misalnya saja dalam hal penemuan manfaat garam dalam berbagai bidang kehidupan (termasuk untuk membuat madu dan susu). Bukankah ini adalah anugerah Allah, lagi pula di dalam Kitab Suci telah dinyatakan dengan jelas bahwa mineral yang satu ini adalah garam perjanjian yang telah dianugerahkan Tuhan kepada umat-Nya.

Jika komponen lain di alam semesta memiliki kemampuan khusus yang benar-benar tidak bisa kita saingi. Misalnya saja, kekuatan cahaya matahari, pohon dan hewan buas. Mereka memiliki kekuatan tetapi tidak mempunyai kesadaran untuk mengendalikannya. Bagian-bagian alam semesta tersebut hanya bergerak berdasarkan insting dan rutinitas yang dijalani dari hari ke hari. Yang mereka tahu hanyalah mengikuti kebiasaan-kebiasaan lama yang sudah tertanam dalam setiap selnya. Tidak ada yang dapat ditiru atau digali sebab ciptaan tersebut tidak memiliki kesadaran. Di antara semua ciptaan itu yang paling lemah kekuatan ototnya jika dibandingkan dengan yang seukuran adalah manusia. Tetapi satu-satunya keunggulan kita adalah otak.

Manusia sebagai salah satu dari karya Sang Pencipta memiliki kelebihan dalam hal kemampuan berpikir dan beraktivitas secara leluasa, baik di atas tanah maupun di dalam perairan. Tubuh manusia yang begitu menawan dan terkadang membuat hati bergetar merupakan salah satu objek vital bagi para ilmuan. Ada semacam daya tarik yang dipancarkan lewat lekak-lekuk dalam setiap detailnya. Jika ilmuan bisa membuat kijang (mobil) dan kuda (mesin roda empat) maka mungkin saja bagi para peneliti ini untuk turut mengambil andil menciptakan sesuatu yang mirip manusia. Berhubung karena kemampuan membuat mesin semakin baik dari waktu ke waktu, secara teoritis di atas kertas jelas tidaklah sulit untuk membuat manusia imitasi.

Pengertian

Robot alias manusia tiruan adalah teknologi mesin yang menyerupai manusia dan dapat beraktivitas layaknya manusia namun dikendalikan melalui aplikasi oleh seorang admin/ pemilik. Mesin sudah lama ditemukan oleh para ilmuan pendahulu kita. Pada dasarnya, hanya ada satu mesin untuk satu perangkat elektronik. Misalnya saja pada sepeda motor ada satu mesin, mobil ada yang memiliki satu mesin dan ada pula yang dua mesin (dua gardan). Sedang pesawat terbang memiliki tiga sampai empat atau lebih mesin baik sebagai komponen utama maupun sebagai cadangan. Ilmuan bisa saja bercita-cita untuk membuat mesin ini dan itu tetapi yang harus disadari betul adalah “setiap sel dalam tubuh manusia adalah mesin mikroskopis.” Jadi, dari sini sudah mulai tergambarkan bahwa “mustahim membuat teknologi robotika yang memiliki banyak mesin di dalam dirinya.

Faktor penyebab robot tidak ada

Imajinasi manusia memang luar biasa. Itu adalah hal yang biasa saja, justru dengan daya khayal tersebut menciptakan semacam rekreasi berpikir. Hiburan otak semacam ini cukup menarik untuk dilihat tetapi bukan berarti baik jika di bawa dalam ingatan untuk dilakoni di hati sendiri. Katakan saja bahwa hal tersebut sebagai suatu pekerjaan yang bermanfaat untuk menghibur hati setiap penonton walau hanya sesaat saja. Di balik semuanya itu, kami hanya ingin mengingatkan saja bahwa teknologi yang satu ini masih mustahil untuk diciptakan sebab mesin yang kita desain hingga sekarang masih tergolong primitif. Sedang ukurannya yang besar dan beratnya yang tinggi turut mengurangi daya saing dari sepupu tirinya yang sudah tua dan mampu bertahan di segala zaman, yaitu sel. Sel yang ada dalam tubuh manusia adalah mekanika tercanggih dan paling maju (mutakhir) sepanjang masa.

Berikut selengkapnya, alasan mengapa robot masih belum ada sampai sekarang.

  1. Bobot tubuh yang lebih berat.

    Kita hanya bisa berandai-anda saja. Kiri-kira saat ada seorang profesor yang mampu membuat robot, taroklah ukuran tinggi badannya sama dengan manusia pada umumnya. Menurut anda, siapa yang lebih berat, manusia yang diciptakan dari daging, tulang dan darah atau teknologi mesin yang diciptakan dari logam, plastik, oli dan bahan bakar minyak (BBM)? Harap disadari bahwa dimana-mana, masa jenis logam selalu lebih besar dari masa jenis darah dan daging bahkan dari tulang sekalipun. Bobot yang berat ini tentu saja tidak efisien untuk digunakan saat hendak bergerak ke sana-ke mari.

  2. Butuh lebih banyak energi.

    Robot yang terbuat dari besi telah menjadi suatu pemberat dalam pergerakannya. Tentu saja masa jenis mineral logam padat tidak sebanding dengan masa jenis bahan-bahan yang terdapat dalam tubuh manusia yang terdiri dari ±70% air. Baja dan timah bahkan aluminium sekalipun tenggelam saat dilempar ke dalam perairan, menunjukkan bahwa mineral padat tersebut lebih berat dari air. Bobot yang lebih besar ini, jelas saja menjadi suatu pemberat yang mengharuskan suatu mesin agar bekerja lebih berat dan lebih keras menggerakkan bagian-bagiannya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa bahan bakar minyak yang digunakan untuk menyuplai mesin yang menyerupai manusia ini sangatlah besar.

  3. Butuh lebih oli dan pelumas.

    Manusia pada hakekatnya memiliki banyak sekali sendiri di dalam tubuhnya. Inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat kita lebih lentur. Robot yang menyerupai manusia tentunya memerlukan sendiri yang juga banyak untuk membuatnya mampu bergerak seolah-olah seperti manusia. Sudah otomatis semakin banyak sendi kian banyak pula oli dan pelumas yang dibutuhkan. Tentu saja pemakaian yang lebih sering membuat bahan pengemulsi yang satu ini harus makin sering diganti.

  4. Butuh lebih banyak biaya operasional.

    Berat badan yang besar secara otomatis membutuhkan energi yang tinggi khususnya saat digerakkan. Semakin besar ukuran robot tersebut, kian tinggi pula bobotnya sehingga bisa dikatakan bahwa lebih murah membeli makanan manusia ketimbang memelihara robot. Di zaman sekarang, mungkin uang Rp. 20.000,- sampai Rp. 50.000,- sudah cukup untuk menafkahi seorang manusia selama satu hari penuh (makan 2-3 kali). Tetapi saat anda merawat mesin, ketahuilah bahwa biaya yang dibutuhkan cenderung lebih tinggi sebab energi yang diserap dan biaya operasional juga reperasi (perbaikan) lainnya jauh lebih besar.

  5. Tidak ada logam yang lentur.

    Mengapa mustahil untuk membuat robot? Karena sampai sekarang seorang ilmuan hanya mampu menempatkan mesin pada bahan-bahan padat semisalnya baja, besi, timah, aluminium dan bahan-bahan campuran lainnya. Sebab suatu mesin yang memiliki kumparan harus di tempatkan pada bahan yang kokoh, jika tidak maka bahan dasarnya akan berangsung-angsur melepuh dan hancur akibat perputaran kumparan tersebut. Pada mesin yang lebih besar, kumparan yang lebih kuat disebut sebagai piston yang akan menghasilkan putaran dan tenaga ribuan kali lebih besar sehingga kekuatan wadahnya juga harus dari logam yang cukup tebal dan kuat. Jadi mustahil menempatkan suatu bahan plastik atau silika untuk menahan putaran mesin robot sebab bahan-bahan tersebut akan lebih cepat meleleh, aus dan hancur oleh gerakan dan panas yang terbentuk. Gerakan yang kaku ini jelas sekali membuat cita-cita membangun robot yang mirip manusia sudah agak menjauh dari bentuk aslinya. Sekalipun ada yang mirip-mirip, tetap saja dia bisa dibedakan dengan manusia asli yang gerakannya lebih lentur (luwes).

  6. Butuh lebih banyak pendingin.

    Saat aktivitas sel di dalam tubuh manusia mencapai puncuknya, akan timbullah rasa kantuk sehingga membuat seorang yang sedang kelelahan hanya ingin tiduran di kamarnya. Lain halnya saat mesin telah mencapai puncak aktivitasnya yang ditandai dengan suhu yang mulai overheat. Jika kelebihan panas ini tidak ditindaklanjuti dengan mengistirahatkan/ mematikan mesin, ada kemungkinan akan mengalami gangguan kecil sampai besar. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak pendingin atau setidaknya lubang angin yang lebih banyak. Artinya, pembuatan robot tidak bisa sama persis seperti manusia yang selalu berpakaian. Melainkan mesin canggih ini tidak bisa mengenakan pakaian agar tetap kontak langsung dengan udara bebas sehingga sirkulasi udara di dalam mesinnya senantiasa lancar.

  7. Butuh lebih kemampuan mengatur keseimbangan.

    Sadarkah anda kalau sedang berjalan santai di atas lantai yang datar, setiap langkah kaki yang diambil turut menggerakkan bagian tubuh lainnya? (seperti punggung, pundak, bokong, tangan dan leher). Pertanyaannya sekarang, bagaimana para peneliti menciptakan sistem gerak tiruan manusia sekaligus pengatur keseimbangan pada saat berjalan, duduk, berdiri dan melakukan posisi lainnya? Sistem keseimbangan mekanik merupakan salah satu perangkat yang paling sulit untuk diciptakan sehingga robot hanyalah imajinasi sampai saat ini. Sebab bayi-bayi saja butuh beberapa tahun untuk melatih sistem keseimbangan dalam hipotalamus sampai ia bisa berjalan lalu lalang di setiap ruangan dalam rumah.

  8. Butuh lebih banyak mesin.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa “setiap sel dalam tubuh manusia adalah mesin mikroskopis yang sudah tahu tugasnya semenjak mengalami duplikasi pada fase mitosis (pembelahan sel).” Lagipula setiap sendi memiliki beberapa otot yang membuat sendi tersebut tampaknya aktif bergerak. Setidak-tidaknya ada satu otot yang berfungsi untuk menggerakkan satu sendiri. Demikianlah juga seharusnya robot yang menyerupai manusia ini harus memiliki lebih banyak mesin di dalam dirinya. Jadi jumlah mesin dalam tubuh manusia mekanik ini harusnya lebih banyak dari mesin pesawat terbang (paling sederhana ada tiga atau empat mesin pesawat). Apakah mungkin, dalam satu tubuh (body set) ada banyak mesin di dalamnya? Lalu kalau mungkin, bagaimana pula prosedur mendinginkannya? Dampak negatif barang elektronik.

  9. Bisa kena virus dan di hack atau dikendalikan oleh orang lain.

    Kita hanya berandai-andai. Misalnya saat ini seorang manusia memiliki satu robot di sisinya. Entah itu sebagai pembantu, istri, suami, pelayan, pekerja kebun, penyusun berkas dan lain sebagainya. Bukankah mesin-mesin tersebut harus diprogram terlebih dahulu atau di dalamnya diinstal beberapa aplikasi agar bisa melakukan suatu pekerjaan? Lalu, bagaimana jadinya, saat mesin komputerisasi yang ada di sisimu itu terkena virus atau serangan hackers? Bisa jadi, mesin yang awalnya ulet, gigih dan pekerja keras tersebut kini berbalik menyerang, mencuri dan menghancurkan barang-barang tertentu di rumah anda. Lagi pula, hidup memperbudak mesin dengan kita sebagai raja/ ratu yang duduk manis tinggal klik/ tekan beresiko membuat kecerdasan dan kesadaran menurun. Akibatnya, kemampuan untuk mengendalikan diri semakin terjun bebas (di luar kendali).

  10. Menghasilkan polutan yang lebih tinggi.

    Pernahkah anda melihat gajah? Sekalipun tidak secara langsung tetapi setidaknya pernah melihatnya di televisi atau di beberapa buku pelajaran (bisa juga lewat koran atau majalah). Tahukah anda bahwa gajah mengeluarkan kotoran lebih dari 100 Kg per hari? Bagaimana jadinya jika mesin-mesin yang ada di sisi anda lebih berat dan lebih besar dari gajah? Tentulah robot ini menghasilkan polutan yang sangat besar yang dilepaskan ke udara. Sehingga masa jenis, tekanan dan kerapatan udara semakin tinggi saja. Belum lagi sampah-sampah plastik dan kaleng (baja) yang dibuang ke lingkungan. Semua keadaan ini berakumulasi pada tingkat pencemaran yang memicu kerusakan lingkungan hingga mendorong terjadinya bencana alam. Belum lagi masalah pasokan BBM yang habis diminum oleh robot layaknya mengkonsusi air mineral. Ujung-ujungnya, kita terpaksa menyeret diri sendiri juga menyeret anak dan cucu kelak untuk berperang memperebutkan ladang minyak yang tersisa dari negara lain. Baik melalui perang angkat senjata maupun lewat praktek konspirasi manipulasi. Simak juga kawan, Siapa yang diuntungkan di tengah perubah iklim yang ekstrim?

Mengapa sampai saat ini mesin tercanggih yang kita ciptakan adalah pesawat terbang? Sebab hanya pesawat terbanglah yang di dalamnya memuat minimal empat mesin untuk membuat logam tersebut melesat kencang di atas angin. Sedang membuat robot mirip manusia membutuhkan teknologi yang lebih canggih dari teknologi yang ada saat ini. Sebab setiap sendi dalam tubuh digerakkan oleh satu otot, padahal jumlah sendi dalam diri manusia lebih dari 10 pasang, mungkin ada puluhan lagi. Bagaimana para peneliti membuat otot mesin yang berukuran mikro agar bisa ditempatkan di bawah kulit yang tipis? Ini suatu hambatan sekaligus tantangan bagi para mahasiswa yang berstudi di bidang robotika. Lagi pula untuk membawa logam berbobot besar kemana-mana tidaklah mudah, itulah mengapa robot penari yang pernah di buat di luar negeri berukuran kecil saja (tidak sampai satu meter). Di atas semuanya itu, untuk apa pula manusia mesin? Bukankah lebih baik melakukannya sendiri agar lebih aktif, cerdas dan sadar dari waktu ke waktu. Saksikanlah kawan, Bahaya teknologi mesin.

Salam, Mesin mirip manusia bisa saja difilmkan,
Semua itu kreativitas bukti kecerdasan,
Senyatanya butuh teknologi yang lebih detail,
untuk membuat manusia jenis metal,
yang lebih canggih dari pesawat termahal
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.