Kepribadian

11 Cara Mengubah Kata-Kata Negatif Jadi Semangat (Positif) Melakukan Yang Benar


Cara Mengubah Kata-Kata Negatif Menjadi Semangat Melakukan Yang Benar

Penyemangat duniawi tergantung dari materi & kemuliaan

Manusia duniawi, semangat mereka berasal dari indranya. Saat apa yang dilihatnya luar biasa, besar dan lebih dari orang lain, tepat saat itulah ada kemungkinan untuk menjadi bersemangat. Sewaktu pujian yang di dengarnya memukau hati, tepat saat itulah hari yang dijalani akan lebih semangat. Ketika kita mencium wewangian yang harum-harum, rasanya baru itulah api motivasi yang membara di dalam hati. Sejak tangan kita dibelai dan kepala diusap  oleh orang yang disukai, waktu itulah ada kobaran api yang menyemangati ruang dada ini. Sewaktu kita mengecap sedap-sedapan yang nikmat di lidah, karena itulah timbul hati yang bersemangat menjalani waktu sekalipun hanya sesaat saja.

Penyemangat duniawi tunduk di bawah aturan dunia, motivasi dalam kebenaran hakiki berada di bawah kendali Tuhan: pilih mana?

Saat semangat kita sangat tergantung dari indra, itu sama seja dengan berlaku seperti sorang bocah yang belum dewasa. Bocah yang masih mengharapkan agar orang tua menghibur dirinya dengan mengatakan “cilukbaa” dan “memberikan hadiah.” Seorang yang masih sangat ketergantungan dari kenikmatan materi duniawi yang mempesona indranya. Mereka yang berusaha untuk mencapai titik kemuliaan yang lebih baik dari sesamanya demi berkobarnya semangat di dalam hati. Sadarilah bahwa dengan menetapkan gemerlapan duniawi sebagai penyemangat hati, tepat saat itu jugalah kita memberikan diri dikendalikan oleh orang lain. Apakah anda ingin hidup ini berada di bawah kendali orang? Oleh karena itu, “jadikan kebenaran sejati sebagai penyemangat agar Tuhan sajalah yang mengontrol kehidupan anda!”

Dasar menjadi bersemangat: aktivitas positif, sikap berkorban dan membiasakan diri

Ketahuilah bahwa semangat atau tidaknya kita tergantung dari aktivitas, pengorbanan dan kebiasaan. Tiga hal tersebut sangat menentukan kobaran api yang membakar hidup sehingga semakin lama, rasanya makin merasuk ke dalam hati sanubari ini. Aktivitas positif yang dilakukan berupa fokus kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) dan mengasihi sesama lewat pekerjaan juga pelajaran yang digeluti. Pengorbanan sangat dibutuhkan saat melakukan kebaikan, kita harus belajar berkorban dimulai dari hal-hal kecil. Sebab pelajaran yang baik selalu dimulai dari yang terkecil lalu berangsur-angsur mengantarkan kepada hal besar. Misalnya dengan beramah tamah: banyak pengorbanan saat melakukannya juga dibutuhkan kepintaran. Membiasakan diri adalah suatu jalan kepada sikap konsisten, tak pernah lelah apa lagi mengeluh. Melainkan terus menggiatkannya sekalipun badai hidup ini menerpa.

Indahnya pengorbanan

Tuhan Yesus telah mendahului kita untuk berkorban di depan demi menebus dosa-dosa yang telah dilakukan. Dia adalah “pedoman” sekaligus sebagai “mainframe” atau “cetakan” atau “dasar” atau “tolak ukur” dari setiap perilaku umat manusia. Kita semuanya sudah mengetahui betapa sederhananya kehidupan Yesus Kristus selama hidup di bumi. Sekalipun memiliki kekuatan yang besar, Ia tidak pernah diperlakukan sebagai raja (kecuali saat memasuki Yerusalem). Yang dilakukan-Nya adalah berjalan kaki dari kampung ke kampung untuk memberitakan injil. Seharusnya, kita juga mengikuti jalan pengorbanan yang telah lebih dahulu ditempuh Tuhan. Kita mengorbankan apa yang telah diberikan Tuhan, berkat yang dianugerahkan-Nya, kita bagikan kembali kepada sesama. Ini bisa dimulai dengan melayani lewat sikap yang ramah dan santun. Selanjutnya berkorbanlah lewat materi dan bakat (potensi) yang dimiliki.

Dari yang kami ketahui, sikap ramah adalah suatu untuk menjadi sabar menghadapi tekanan. Kami memulai sikap ramah tamah ini di dalam keluarga sendiri. Memang awalnya sulit, hati seperti tercabik-cabik karena diabaikan. Akan tetapi kami mengikhlaskan semuanya itu sambil terus memuji-muji Tuhan di dalam hati. “Saat anda dipukul pertama sekali, pasti rasanya sakit dan membuat kita menjeri atau merintih tetapi ketika hal tersebut sudah sering terjadi, niscaya jeritan dan rintihan itu hilang karena sudah terbiasa.” Demikian juga halnya dengan permainan komunikasi, kita awalnya akan tersakiti tetapi terus diiklhlaskan dan fokus memuji-muji Tuhan di dalam hati. Berkomitmenlah untuk tidak pernah mengabaikan saat ada orang yang berkomunikasi, hindari membalas saat ada orang yang mempermain-mainkanmu. Jika ini terus diulang-ulang niscaya akan menjadi kebiasaan baik. Saat sudah menjadi kebiasaan, tidak ada lagi kepahitan dan rasa sakit asalkan hidup terus diarahkan pada aktivitas positif. Simak juga, Contoh pengorbanan selama hidup di dunia.

Hambatan semangat

Hambatan pertama semangat adalah hawa nafsu. Saat kita fokus kepada Tuhan karena menginginkan materi, itu salah. Ketika mengasihi sesama dengan ramah seorang kepada yang lain agar terhormat, itu juga salah. Hindari melakukan kebenaran sejati karena suatu paksaan tetapi lakukanlah itu sebagai suatu kewajiban bagi orang yang telah ditebus dari dosanya. Saat mengasihi orang lain, misalnya ramah, tujukanlah itu kepada Tuhan. Ini adalah usaha agar kita tulus dan tidak mengharapkan balasan dari orang tersebut. Dalam banyak situasi, keinginan kita yang tidak terwujud merupakan salah satu faktor penting yang mengerutkan semangat di dalam hati. Oleh karena itu, miliki rencana dalam hidup ini tetapi jangan memaksakan hal tersebut agar terwujud, melainkan berusaha semaksimal mungkin lalu hasilnya pasrahkan kepada Tuhan.

Hambatan yang kedua adalah dosa. Anda jangan sakit hati karena orang lain terus berdosa dan tidak mendapatkan hukuman. Lalu sekonyong-konyong mengikuti kebiasaan buruk yang dilakukannya dengan berkata “kalau dia bisa, saya juga bisa dong!” Di sinilah banyak orang yang gagal fokus, sejak dari awal kita telah sepakat bahwa fokus kehidupan kita ada pada Tuhan, jadi ikutlah Tuhan dan fokuskan pikiran kepada-Nya saja. Hindari fokus kepada pendosa, masakan anda menjadikan orang yang berdosa sebagai nilai standar untuk mengukur kehidupanmu? Segera minta maaf jika melakukan kesalahan dan hindari melakukannya dengan sengaja apalagi sampai berulang-ulang kali. Pastikan bahwa suatu kesalahan terjadi oleh karena tidak ingat atau teledor.

Rintangan berikutnya adalah sikap tinggi hati. Untuk sesaat saja, sikap sombong memang membuat kita senang dalam waktu yang singkat. Tetapi ingatlah bahwa begitu anda menyadari orang lain lebih baik (walau sedikit saja), semangat langsung tenggelam berubah menjadi galau, jatuh tak terasa lagi. Sikap angkuh juga membuat kita membeda-bedakan manusia, hanya berbaur dan berbuat baik kepada orang-orang yang dianggap selevel. Ini jugalah yang mengarahkan manusia menjadi pememicu kedengkian sehingga diseret dalam persaingan yang tidak sehat. Lama-kelamaan, keadaan akan berubah menjadi buruk karena tidak ada lagi rasa kebersamaan di dalam masyarakat. Malahan mulai timbul berbagai macam faksi/ kelompok tertentu yang memperjuangkan kepentingan mereka sendiri.

Pengertian

Aktivitas pikiranmu adalah sumber penyemangat sejati. Memang di luar sana ada banyak hal yang membuat kita bersemangat namun semua itu hanyalah sesaat saja. “Nggak percaya, silahkan coba sendiri….” Mereka yang pikirannya aktif pada hal-hal positif berpeluang lebih besar untuk bersemangat menjalani hidup yang tidak selalu baik. Pikiran yang positif akan diiringi dengan perkataan dan perilaku yang juga baik dan benar. Sayang yang namanya pikiran negatif selalu saja muncul, baik yang berasal dari luar sekalipun yang berasal dari dalam diri sendiri (kata hati sendiri).

Pikiran negatif adalah segala sesuatu yang mendatangkan keburukan saat dipikirkan: membuat suasana hati tidak tenang, kata-kata amburadul dan perbuatan acak-acakan. Hal-hal negatif semacam ini bisa saja muncul di dalam hati atau ditimbulkan oleh orang lain. Tetapi orang yang bijak akan dimampukan untuk mengubah hal-hal buruk tersebut menjadi motivasi positif tanpa menolaknya mentah-mentah. Tentu saja untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan latihan yang penuh dengan kerendahan hati dan sifatnya terus-menerus. Mengapa rendah hati? Sebab saat kita sombong mudah menjatuhkan diri ini, hanya dari cibiran dan tertawa kecil orang lain saja, hati sudah merasa dongkol.

Cara Mengubah Kata-Kata Negatif Menjadi Semangat Melakukan Yang Benar

Saat hati kita mulai berspekulasi tentang banyak hal yang terjadi di sekitar, pernyataan itu bisa saja benar dan bisa saja tidak. Satu hal yang perlu diingat adalah sifat yang cenderung menyalahkan orang lain lebih buruk ketimbang diri sendiri atas suatu peristiwa. Sebab mudah untuk memaafkan dan mengikhlaskan suatu peristiwa saat kita mengakuinya. Namun suatu kejadian berubah memahitkan akibat orang lain bersalah, terkecuali kita mampu menerima kenyataan tersebut apa adanya, mengikhlaskan, memaafkan dan merelakannya sebagai bagian dari ujian kehidupan.

Salah satu hal yang membuat kita tidak mampu mengikhlaskan suatu peristiwa karena tidak menyetujui apa yang dikatakan oleh hati ini. Saat hati berkata begini-begini, kita berkata seharusnya begitu. Keadaan ini menimbulkan semacam pertentangan di dalam hati sendiri yang membuat hidup kita semakin tidak tenang. Berikut ini beberapa kata-kata negatif yang melemahkan semangat sekaligus berpotensi untuk menjadi penyemangat.

  1. Kamu berdosa.

    Di pagi hari, kami disapa oleh sesorang tetapi tidak menjawab hal tersebut karena terlalu sibuk dengan pekerjaan tangan ini-itu. Kami masih menyesali hal tersebut, apabila mengingatnya, yang dilakukan adalah “Ya Tuhan, ampuni kami orang yang berdosa ini. Mohon kuatkan kami agar tidak mengulanginya di waktu-waktu yang akan datang.”

    Rasa bersalah semacam ini bisa saja melemahkan semangat di dalam hati. Terlebih ketika suara-suara itu terus saja mengaum di dalam lubuk hati anda. Oleh sebab itu, lepaskan rasa bersalah itu dengan meminta maaf atas kejadian tersebut dan jangan lagi diulangi di waktu mendatang. Tetapi jangan terus-menerus biarkan pikiran mengalami kekosongan, inilah kesempatan bagi iblis untuk mengungkit-ngungkit hal itu. Melainkan habiskan waktu dalam kegiatan positif (fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja).

  2. Kamu kayak anak bayi.

    Ungkapan semacam ini bisa saja timbul karena kita terlalu cemen dengan diam saja saat menghadapi suatu perbantahan. Terkadang kita harus mengiyakan saja setiap kata-kata penuh sindiran tersebut. Biarkan mereka menang dan relakan saja kata hatimu tersebut sembari memohon kekuatan kepada Tuhan. Katakanlah, “Ya Tuhan, saya memang hanya seorang anak kecil. Mohon kuatkan hati dan berikan kebijaksanaan yang dari pada Engkau dalam menjalani cobaan ini.”

    Bukankah kita harus menjadi anak-anak untuk menyambut kerajaan Tuhan? (Markus 10:15) Jadi, belajarlah untuk merendahkan hati dan biarkan saja ejekan dari sesama dan yang dari dalam hati itu berlalu. Tetapi jangan fokus kepada kata-kata tersebut melainkan teruslah bernyanyi-nyanyi memuliakan Allah di segala waktu. Aktivitas fokus kepada Tuhan adalah salah satu cara paling ampuh untuk melupakan suatu julukan yang kurang enak didengar.

  3. Kamu bodoh.

    Mungkin di dalam hati anda ada kata-kata yang menyatakan hal semacam ini untuk merendahkanmu. Jangan terus melawan perkataan tersebut sebab dengan bersikap demikianlah rasa ikhlas semakin sulit untuk diraih. Melainkan terima saja apa adanya dengan memohonkan kekuatan kepada Tuhan. Anda perlu membalikkan arahnya dengan berkata “Saya memang manusia bodoh Tuhan. Mohon kekuatan dan bimbingan-Mu untuk mendidik saya di dalam kebijaksanaan.”

    Menjadi orang yang ikhlas itu penting, termasuk saat menghadapi kata-kata negatif yang asalnya dari dalam diri maupun dari luar diri sendiri. Hindari sikap terus menerus membela dan meninggikan diri untuk membuktikan bahwa kita tidak sebodoh yang mereka kira. Melainkan rendahkan hati dan ikhlaskan saja hal tersebut sambil memohonkan agar Tuhan mengajari anda dalam rupa-rupa pengetahuan sorgawi.

    Hindari mengosongkan pikiran saat ada waktu luang melainkan gunakan itu untuk belajar hal-hal penting dari kesalahan yang telah terjadi. Selain itu, andapun dapat terus membaca-baca firman untuk membuat pikiran tetap positif.

  4. Kamu nggak punya harga diri.

    Kata-kata semacam ini bisa timbul dari dalam hati secara otomatis atau akibat cibiran dari sesama. Jangan abaikan suara tersebut di dalam hatimu melainkan ubah arahnya menjadi positif dengan mengatakan. “Saya memang orang yang tidak punya harga diri Tuhan. Mohon kuatkan hati untuk melakukan hal-hal tersebut karena saya melakukannya demi kemuliaan nama Tuhan.”

    Kalau kita direndahkan orang karena melakukan hal yang benar, itu adalah pengorbanan yang pantas dilakukan. Hanya saja, pastikanlah selalu bahwa kita berada di sisi yang tepat. Kebenaran hakiki adalah kekuatan saat kita jatuh karenanya, itu adalah suatu keuntungan. Hanya saja, jangan sampai benarnya dirimu dijadikan sebagai jebakan untuk menjatuhkan anda. Melainkan lakukanlah kebenaran dengan bijak, anda tidak harus menunjukkan betapa benarnya dirimu dihadapan semua orang melainkan lakukanlah sesuatu secara sembunyi-sembunyi sebab Tuhan menyukai yang tersembunyi.

    Tahukah anda mengapa kami merilis nama admin di blog ini sebagai anonim? Sebab Tuhan mau agar kita melakukan kebaikan secara sembunyi-sembunyi agar kelak upah kebaikan tersebut bisa di tuai di sorga. Tidak perlu menunjukkan kepada orang lain bahwa anda benar melainkan biarkan saja mereka merendahkan. Terima semuanya itu apa adanya dan tetap baik kepada mereka sebab upah yang kita nanti-nantikan letaknya di sorga bukan di dunia ini. Lalu teruslah fokuskan pikiran untuk memuji Tuhan di dalam hati (bisa juga dengan bedoa dan membaca firman).

  5. Kamu nggak tau malu.

    Perkataan semacam ini bisa saja membuat semangat kita terjun bebas tak beraturan dan bersedih hati. Bahkan kepahitan itu semakin nyata saat kita melawan dan menentang keadaan tersebut. Oleh karena itu, mengangguk saja dan tersenyum lalu katakan dalam hati, “saya memang orang yang tidak tahu malu ya Tuhan. Mohon kuatkan hati menjalani semuanya ini, arahkanlah hati kami untuk mengejar kebenaran sejati.”

    Hindari mengosongkan pikiran saat kata-kata yang memilukan itu terjadi melainkan selalu fokus kepada Tuhan, selesaikan pekerjaan dan pelajari sesuatu. Pada satu titik, anda akan mampu terbiasa dengan kata-kata tersebut karena meyakini bahwa diri ini sudah berada di jalur yang benar. Sehingga saat umpatan yang sama muncul, tidak ada lagi rasa sakit melainkan semua bisa dihadapi dengan senyuman dan kitapun bisa berbuat baik kepada lawan-lawan di sekitar.

  6. Kamu kurang ajar.

    Tiba-tiba berbagai cercaan muncul di dalam hati dan di luar diri pun (dari orang lain) ada kata-kata penuh nista. Ikhlaslah menerima kenyataan itu apa adanya lalu mohonkan kekuatan dari Tuhan. Katakanlah “Saya memang kurang ajar ya Tuhan. Kuatkan hati dan ajarilah saya untuk lebih bijak seturut firman-Mu.”

    Setelah mengatakan hal tersebut janganlah juga fokus kepada cercaan itu lalu membahas-bahasnya di dalam hati. Melainkan silahkan fokuskan pikiran kepada Tuhan, bisa juga dengan belajar dan menyelesaikan pekerjaan yang layak.

  7. Kamu lemah.

    Ada-ada saja alasan bagi orang lain untuk menyatakan bahwa kita lemah dan cemen. Mereka sengaja memanas-manasin kita agar turut masuk dalam permainannya yang penuh api dan jebakan. Oleh karena itu, ikhlaskan saja lalu katakan dalam hati, “kami memang lemah tanpa Engkau ya Tuhan. Kami tidak mampu melakukan apa-apa tanpa hadirat-Mu. Mohon kuatkanlah hati menjalani semuanya ini.”

    Setelah mengatakan semuanya itu, janganlah fokus dengan kata-kata negatif tersebut melainkan tujukan pikiran hanya untuk memuliakan nama Tuhan saja, mempelajari sesuatu atau menyelesaikan pekerjaan tertentu.

  8. Kamu sampah.

    Ada suara yang tiba-tiba muncul karena gersangnya hati dari aktivitas positif. Keadaan ini semakin buruk akibat kita melawan pernyataan tersebut secara habis-habisan. Oleh karena itu, berupayalah untuk menerima semua apa adanya dengan berkata, “Saya memang hanya sampah, debu-tanah yang penuh dengan dosa-dosa. Mohon kepada-Mu kuatkan hati menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan ya Tuhan.”

    Perkataan keji bisa saja keluar dari dalam hatimu atau dari mulut orang lain untuk melukai diri sendiri. Masalahnya bukan terletak pada kemampuan anda memenangkan setiap perbantahan melainkan bagaimana mengikhlaskan semuanya itu. Selalu sadari bahwa sifat sombong justru membuat persoalan yang muncul semakin memahitkan hati. Tetapi orang yang selalu merendahkan hati dan memohonkan kekuatan kepada Tuhan sembari memuji-muji nama-Nya di segala waktu pasti semangatnya akan dibaharui.

  9. Kamu manusia rendahan.

    Ada ada saja cara manusia mencoba mengerutkan semangatmu untuk memperjuangkan kebenaran hakiki. Jangan biarkan hal tersebut mematahkan semangatmu kawan. Melainkan terima apa adanya lalu ikhlaskan saja semuanya itu. Katakan dalam hati, “saya memang manusia rendahan ya Tuhan. Ini sudah sepantasnya terjadi. Mohon kuatkan hati menjalani semuanya ini seturut firman-Mu.”

    Jika anda mampu menerima setiap makian dari orang lain apa adanya sembari fokus kepada Tuhan niscaya semua akan berlalu layaknya angin sepoi-sepoi. Seperti yang kami katakan bahwa aktivitas positif adalah cara terbaik untuk melupakan makian dari arang lain. Bahkan anda dapat membalas orang tersebut dengan senyuman, anggukan, sapaan dan berbagai sikap ramah lainnya.

  10. Kamu orang yang hina.

    Setiap dari kita mungkin pernah direndahkan oleh orang lain. Hal tersebut akan terasa memilukan hati jika terus diingat-ingat dengan mengulang-ngulangnya dalam hati. Jadi sebenarnya, bukan perkataan orang lain yang menyakiti kita melainkan kebiasaan yang terlalu fokus dan mengulang-ulang kata-kata tersebut di dalam pikiran sendiri. Oleh karena itu, terima apa adanya, katakan dalam hati, “saya memang orang yang hina ya Tuhan, ini sudah seharusnya terjadi. Mohon kepada-Mu kuatkan hati menjalani setiap jejak kehidupan di bumi ini.”

    Satu lagi yang anda perlu lakukan adalah tetap fokuskan pikiran kepada hal-hal positif. Bahkan saat tidak ada kerjaan sekalipun, silahkan bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan atau bacalah firman-Nya. Niscaya berbagai perkataan kotor tersebut akan mampu diabaikan.

  11. Kamu tidak berarti.

    Saat kita menyadari bahwa kita bukan apa-apa dan masih banyak orang yang lebih baik dari diri ini, sungguh kata-kata semacam ini akan terngiang di telinga. Jangan terus melawan hal tersebut tetapi ikhlaskan saja teman, katakanlah di dalam hati. “saya memang orang yang tidak berarti ya Tuhan. Mohon kuatkan hati menjalani kehidupan ini. Kami ingin berguna untuk melakukan kebenaran sejati dimulai dari keluarga sendiri.”

    Jangan sibukkan pikiran untuk membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kebiasaan ini cenderung membuat suasana hati semakin buruk dan semangat pun memudar. Melainkan sibukkan diri untuk fokus kepada Tuhan dalam nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya (bisa juga dengan berdoa dan membaca firman). Atau bisa juga dengan mempelajari sesuatu dan menyelesaikan pekerjaan yang telah dipercayakan kepada kita dimulai dari dalam keluarga sendiri.

  12. Dan lain sebagainya.

Hidup ini sangat tergantung dari pikiran masing-masing. Saat apa yang terjadi selaras dengan apa yang ada di dalam pikiran sendiri, itu tandanya anda telah belajar untuk menjadi ikhlas dalam menyikapi dinamika kehidupan. “Bukan hanya perkataan baik yang membuat hati tenang melainkan saat kita mampu membalikkan arah umpatan untuk memohonkan keikhlasan, kekuatan dan perlindungan dari Tuhan.” Sibukkanlah diri dengan aktivitas positif, fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja dari waktu ke waktu. Rajin-rajinlah berkorban sebab lewat kebaikan yang dilakukan kita diuji oleh situasi. Kami sendiri belajar untuk sabar bertahan di tengah pencobaan, dimulai dari sikap yang ramah tamah. Jika dalam hal-hal kecil saja mampu ikhlas & sabar, niscaya dalam masalah besar juga akan diberi kesanggupan untuk bersikap bijak. Setelah itu, biasakanlah diri melakukan hal-hal yang baik tersebut agar suatu saat nanti akan menjadi budaya. Apa yang sudah membudaya tidak lagi mendatangkan rasa sakit melainkan semuanya itu mampu dibalikkan menjadi energi positif yang menambah semangat dalam menjalani setiap hambusan nafas ini.

Salam, Kata-kata sangat cepat berlalu,
mengingatnya terus makin berkilau,
jika mampu dilupakan semuanya palsu.
Persoalannya apakah itu positif atau negatif?
Tentukan apa yang pantas diingat dengan arif
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.