Ekonomi

7 Alasan Sumber Daya Alam Terbatas – Semuanya Punya Masa Pakai, Habis & Rusak

Alasan Sumber Daya Alam Terbatas – Semuanya Punya Masa Pakai, Habis & Rusak

Ketiadaan Tuhan membuat manusia semakin tamak

Rencana Tuhan atas alam semesta secara umum dan kehidupan umat manusia secara khusus sungguh amat baik. Apa yang tidak kita duga-duga sejak dari awal penciptaan ternyata telah dipersiapkan-Nya untuk kebaikan umat manusia. Semua yang kita perlukan sudah ada, sekarang tergantung bagaimana mengelola semuanya itu. Apa yang diberikan-Nya berada dalam taraf cukup jika kita senantiasa berpaut kepada-Nya. Akan tetapi, tepat saat kehillangan Allah, kita juga kehilangan segala sesuatu. Bahkan sekalipun segala limpahan materi dan kemuliaan terhampar di depan kita, itu tidak mampu memuaskan hati ini. Melainkan yang terus ada di dalam hati ini adalah bagaimana caranya agar memiliki yang lebih dan lebih lagi.

Pikiran dipenuhi oleh ketidakpuasan dan kebosanan

Hati manusia tidak akan pernah puas dengan gemerlapan duniawi. Justru saat terlalu ketergantungan dengan kenikmatan dan kemuliaan duniawi, timbullah rasa yang menjemukan. Terlebih ketika kita tidak mampu memanajemen rasa yang dicicipi lewat indra. Sekalipun yang dikonsumsi adalah sesuatu yang bernilai tinggi secara terus-menerus, tetap beresiko menyebabkan kejenuhan. Sebab otak kita dirancang untuk senantiasa berpikir aktif mereka-rekakan segala sesuatu. Jika fungsi ini tidak diaktifkan, besar kemungkinan menyebabkan kebodohan. Tetapi saat sudah diaktifkan lewat pekerjaan dan pelajaran yang ditekuni, ada kemungkinan menjadi liar (dikuasai oleh kedagingan). Jalan tengah untuk mengatasi sifat serba salah tersebut yakni dengan memusatkan pikiran kepada Allah dalam segala waktu yang dimungkinkan.

Memang ada banyak cara untuk membuat pikiran tetap aktif agar rasa bosan tidak menghampiri, misalnya saja dengan bekerja dan belajar. Aktivitas positif inipun ada masanya untuk berhenti, masa belajar terus seharian? Atau masa bekerja terus seharian? Ada kesempatan dimana waktu yang dimiliki cukup lowong. Jangan berpikiran bahwa waktu kosong itu ada jadwal khususnya, melainkan saat kita berhenti untuk minum air, makan, ke toilet, mengunjungi teman dan lain sebagainya. Semua aktivitas sederhana ini bisa diisi dengan fokus bernyanyi memuliakan nama Tuhan. Bila kita selalu mengisi otak dengan hal-hal yang positif, besar kemungkinan berbagai bentuk ketidakpuasan dan kebosanan akan berlalu dengan sendirinya. Lirik juga kawan, Penjelasan mengapa manusia memerlukan Penciptanya.

Awal kehancuran: SDA, barang dan jasa dijadikan sebagai alat pemuas untuk membahagiakan & menenteramkan hati

Harus dipahami bahwa sumber daya alam yang tersedia dimanfaatkan sebagai suatu kekuatan yang mampu menopang kehidupan umat manusia. Bisa dikatakan bahwa alam sekitar telah dipersiapkan Allah untuk menyokong kehidupan umat manusia dari waktu ke waktu. SDA bisa kita manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan seadanya setiap hari. Tetapi, potensi penyimpangan itu besar sekali terlebih ketika seseorang menganggap bahwa materi adalah sumber kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati. Pada tahapan ini, pemanfaatan materi telah keluar dari jalur kebenaran karena tidak lagi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan melainkan untuk mencapai keperluan tersier yaitu demi kekayaan, kesuksesana, kemewahan, kenyamanan, kebanggaan, penghormatan dan jabatan yang lebih baik dari yang lain. Saksikanlah teman, Akibat kemewahan yang menyengsarakan rakyat.

Saat penopang kehidupan berubah fungsi mendatangkan kemusnahan

Sadarlah teman bahwa bumi dan sumber daya alam yang ada dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia (sampai di situ saja titik). Hanya saja manusia itu cenderung memanfaatkan SDA secara berlebihan demi kesuksesan, kekayaan, kemewahan, kenyamanan, penghormatan, jabatan dan berbagai nilai sombong lainnya. Menurut mereka, semua itu membuat hati senang walau sebenarnya itu hanyalah sementara saja. Pada tahapan ini, sistem bermasyarakat memasuki fase kerusakan lingkungan akibat eksplorasi sumber daya alam secara besar-besaran. Akibatnya, alam sekitar kita yang awalnya berperan sebagai penyokong kehidupan (life guard) akan berubah setia menjadi pemusnah yang menyebabkan kerusakan infrastruktur (rugi materi) dan kehilangan nyawa. Semua ini terjadi akibat pemborosan sumber daya alam yang berujung pada bencana alam dan bencana kemanusiaan.

Pengertian

Sumber daya alam adalah potensi alam yang dapat dikembangkan untuk proses produksi (KBBI Offline). Merupakan hasil alam asli (bahan baku) yang perlu melalui proses produksi agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaannya melimpah saat kita mampu memanajemen proses pembaharuannya. Tetapi bagi masyarakat yang tidak mampu memutar SDA, besar kemungkinan akan kehilangan potensi tersebut dalam waktu singkat. Pemakaian yang boros juga turut membuat keberadaannya semakin menipis terlebih ketika hati dipenuhi oleh hasrat yang tinggi akan pengakuan kemewahan, kenyamanan, kekayaan, kebanggaan, kehormatan dan jabatan. Oleh karena itu, perlu ada badan khusus yang berperan untuk mengendalikan pemanfaatan SDA terutama di antara konglomerat yang berpotensi merusak lingkungan lewat uangnya yang luar biasa banyak.

Faktor penyebab sumber daya alam terbatas dan mungkin masa pakainya akan habis juga rusak.

Saat mampu memanfaatkannya secara adil dan terpimpin, alam sekitar menjadi sahabat manusia. Akan tetapi, ketika perilaku mubazir dipelihara di dalam masyarakat lingkungan menjadi musuh yang hanya akan menyisakan ketidaktenangan dan malapetaka. Oleh karena itu, belajarlah bijak dengan mempelajari apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita dengan cermat. Perhatikan baik-baik bahwa segala sesuatu telah diciptakan dalam posisi yang seimbang satu sama lain sehingga tidak ada bencana yang dimungkinkan untuk terjadi. Berikut akan kami jelaskan, alasan mengapa sumber daya alam terbatas adanya.

  1. Hewan butuh waktu untuk berkembang.

    Di dunia ini tidak ada yang namanya “simsalabim, maka semuanya ada!” Demikian juga saat kita memelihara hewan, tidak langsung besar dalam sekejap mata. Mungkin butuh beberapa bulan, satu tahun, dua tahun bahkan lebih lagi sampai dagingnya layak konsumsi. Pada tahapan inilah kita perlu membatas-batasi jumlah konsumsi terhadap daging. Masakan tiap hari membeli daging? Apa tidak kelu lidah itu saat ke mulut hanya dimasukkan daging? Di sinilah kita perlu merasakan fluktuasi rasa agar nikmatnya daging lebih kentara di lidah jika dikonsumsi pada waktu-waktu tertentu atau secara bergantian.

    Lalu bagaimana jadinya saat ada pesta dimana dibutuhkan jumlah daging yang banyak? Sebenarnya hal ini tidaklah masalah asal berada dalam kategori wajar. Namun akan menjadi sangat berbahaya ketika hewan yang mati dalam satu pesta ada ada ratusan bahkan ribuan. Bukankah keadaan ini sudah dicontohkan dengan sangat jelas di dalam Kitab Suci? Saat suatu keluarga memiliki ribuan ternak yang dipelihara akan memicu kerusakan lingkungan, kekeringan, hama, gagal panen dan bencana alam lainnya? Terlebih ketika jumlah penduduk (oknum) yang kakayaannya lebay semakin banyak. Sebab jumlah uang yang banyak memungkinkan konglomerat untuk memperbudak lebih banyak orang agar mampu merawat lebih banyak hewan peliharaan. Lagipula dengan uang segitu, mereka bebas melakukan apa saja termasuk berfoya-foya.

  2. Tanaman butuh waktu untuk bertumbuh.

    Tumbuhan hijau membutuhkan waktu untuk dipanen, ada yang mencapai dua-tiga bulan (palawija) dan ada pula yang bertahun tahun (tanaman berkayu dan berbuah lebat). Sembari menunggunya sampai menghasilkan sesuatu yang baik, adalah penting juga bagi kita untuk merawat, menyiangi, memupuk dan membersihkannya dari berbagai tanaman menjalar yang mengganggu.

    Oknum berduit tebal bisa saja menggunakan uangnya untuk membuat rumah mewah, megah dan nyaman. Mereka menganggap bahwa hunian yang luas dengan ukuran fantastis tersebut mampu membuatnya bahagia, sayang senangnya hanya sesaat saja. Tentu saja kalau mau terus-menerus senang, silahkan tingkatkan dan bangun lagi seturut trend yang berlaku di antara masyarakat. Atau hendak membangun sesuatu yang benar-benar tidak bisa disaingi dan dimiliki orang lain.

    Setiap dari kita telah mengetahui dengan jelas bahwa manfaat pohon dan tanman hijau lainnya untuk membersihkan udara dari polutan. Ada polusi yang disebabkan oleh makhluk hidup tetapi yang lebih besar adalah polusi yang disebabkan oleh mesin-mesin kendaraan dan barang elektronik lainnya. Saat jumlah polutan semakin meningkat di udara, tekanan akan turut meninggi, kerapatan dan masa jenis udara semakin besar. Secara nyata, keadaan ini membuat panasnya suhu di siang hari tidak terkatakan. Bahkan sekalipun malam telah tiba rasa gerah itu selalu ada.

  3. Air tanah akan habis jika dieksplorasi lebih jauh.

    Pemanfaatan air tanah pada kesempatan yang terukur membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, bila airnya disedot secara berlebihan, besar kemungkinan akan lebih dalam lagi pengeboran yang dibutuhkan untuk menemukan sumber yang bersih. Situasi tentu saja semakin kritis saat jumlah orang yang memanfaatkan air tanah semakin banyak saja. Oleh sebab itu, masyarakat harus merawat tanaman dan lebih banyak menanam pohon agar daya resap air ke dalam tanah tetap terjaga baik. Permukaan tanah yang dipenuhi dengan jalan, tembok dan beton justru semakin memperkecil daya serap tanah terhadap air.

    Jika jumlah pepohonan dan hutan lindung memadai, besar kemungkinan hujan akan turun tepat pada waktunya. Tentu saja, intensitas dan pola hujan yang memadai membuat masyarakat tidak perlu lagi mengebor tanah lebih dalam untuk menemukan air bersih. Jadi bisa dikatakan bahwa merawat ciptaan lainnya terutama pohon adalah garansi keberadaan air dari generasi ke generasi.

  4. Ikan-ikan akan habis dari laut.

    Perlu diketahui bahwa luas lautan lebih besar dari luas daratan di seluruh bumi. Sedang kita sendiri mengetahui bahwa ke dalaman lautan bisa mencapai beberapa mil, bayangkan jika semua bagian-bagian laut tersebut dipenuhi oleh ikan. Asal saja lautan bersih, keberadaan ikan akan selalu ada di sekitar. Asalkan potensi tersebut tidak dieksploitasi secara berlebihan dengan menggunakan pukat harimau dan bom ikan. Alhasil ikan yang berukuran anakan akan terus ada hingga menjadi dewasa dan siap ditangkap untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Simak juga, Mengapa hasil laut menurun drastis?

    Lagi pula kebiasaan mengkonsumsi ikan secara terus-menerus justru membuat rasanya semakin hambar. Anda perlu menimbulkan dinamika di lidah agar tetap bergetar merasakan betapa nikmatnya daging lautan. Kami bahkan kadang kala hanya mengkonsumsi cabai potong, tomat dan nasi yang ditaburi garam untuk menyederhanakan rasa di lidah. Keadaan ini membantu kami untuk tetap merasakan betapa nikmatnya mengkonsumsi sea food.

  5. Bahan tambang akan habis seiring waktu.

    Apa-apa saja jenis bahan tambang yang ada akan habis seiring berjalannya waktu. Terkecuali jika perusahaan tersebut mampu menciptakan logam dari tanah dengan kompresi dan kelembaban tinggi. Harap diketahui bahwa berbagai mineral tersebut (termasuk emas dan batu mulia) dibentuk di wilayah berhutan lebat dan lembab dengan struktur pepohonan yang tinggi dan besar yang telah hidup selama ratusan tahun. Tanah-tanah gersang justru tidak memiliki bahan tambang didalamnya terkecuali minyak bumi.

    Setiap proyek pertambangan memiliki kontrak dengan pemerintah yang telah diatur dalam jangka waktu tertentu. Kontrak tersebut akan terus diperpanjang jika potensi alam yang tersedia masih memadai untuk dikeruk. Sebenarnya menggali bumi lebih dalam untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai termasuk dalam eksplorasi besar-besaran. Kita berharap, hal tersebut tidak dilakukan semata-mata demi kekayaan, kesuksesasan, kemewahan, kebanggaan, kehormatan dan popularitas yang nilainya lebih dari orang lain.

  6. Minyak bumi akan habis karena terlalu boros.

    Penemuan energi yang berlimpah adalah puncak kebanggaan umat manusia di bumi. Saat menyadari telah memiliki sumber minyak jutaan barel, manusia memandang lingkungan sekitarnya sebelah mata. Mereka abai terhadap pepohonan dan hewan-hewan liar sebab BBM mampu membuat kakinya berdiri tegak hingga terbang ke awan-awan. Pada akhirnya hal tersebut berpotensi meningkatkan sampah dan polutan yang berujung pada banjir, longsor, badai (topan, tornado, puting beliung), kekeringan, gagal panen, gelombang panas dan lain sebagainya.

    BBM membuat kita mampu mengolah air kotor menjadi air bersih. Orang-orang pintar memang hebat menciptakan teknologi pembersihan dan pemurnian air. Ini membantu masyarakat untuk tetap beroleh air bersih sekalipun tidak pernah turun hujan di lingkungan sekitar kita.

    Minyak membuat kita bisa bertani di dalam gedung. Sekalipun kekeringan melanda negeri dimana-mana, oknum kapitalis dan ilmuan masih bisa bertahan dengan membuat makanannya tumbuh di dalam gedung. Mereka menciptakan teknologi pertanian otomatis di dalam tembok-tembok yang telah dilengkapi oleh berbagai fitur sekali tekan. Tidak ada lagi gulma dan selamat tinggal hama.

    Bensin dan minyak bumi membantu kita menghirup udara bersih. Teknologi pembersih udara memampukan para konglomerat semakin lega menghirup betapa bersih dan sehatnya udara di dalam lingkungan rumah. Padahal alat yang disebut sebagai Air Conditioner tersebut turut pula menghasilkan dan membuang polutan di luar rumah.

    Bahan bakar minyak membantu kita merasakan kesejukan hutan. Anda tidak perlu lagi masuk hutan, cukup dengan membeli alat ini, rumah yang gersang sekalipun akan disejukkan bak di musim dingin negara-negara Eropa. Tentu saja ini membuatuhkan suplai listrik yang tidak sedikit, tergantung dari besar ruangan yang didinginkannya.

    Bahkan BBM juga digunakan untuk menetralkan hujan dan badai di kota-kota besar. Untuk di ketahui bahwa polusi di kota besar sangatlah tinggi sehingga kemungkinan terjadinya badai juga tinggi. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, biasanya badai akan dinetralkan oleh pemerintah setempat dengan menerbangkan pesawat pengangkut garam di atasnya (saat posisi badai masih di lautan). Masalahnya sekarang adalah diameter badai tersebut seberapa besar kah? Tentu saja semakin luas diameternya maka semakin banyak pula pesawat pengangkut garam yang digunakan.

    Setelah semuanya itu siap-siaplah berperang dengan negara lain. Tahukah anda APA YANG MEMICU PERANG ANTARA AMERIKA DENGAN JEPANG SAAT PERANG DUNIA II MEMANAS? Memang banyak faktor lainnya tetapi faktor utamanya adalah suplai minyak bumi ke Jepang telah dihentikan oleh Amerika. Jadi konflik akibat embargo ini menguntungkan bagi Indonesia sehingga Jepang berencana menghadiahkan kemerdekaan kepada Indonesia.

    Apa yang terjadi di masa lalu mungkin akan terjadi juga di masa depan jikalau BBM mulai menipis akibat borosnya penggunaan. Tentu saja, lahan-lahan minyak yang masih tersisa akan menjadi bahan rebutan oleh negara yang merasa mampu. Seperti ISIS yang pernah menguasai ladang minyak di Libiya. Pertanyaannya sekarang, siapakah pembeli minyak yang dijual oleh ISIS tersebut?

  7. Barang dan jasa akan habis dari pasaran.

    Manusia selalu membutuhkan barang sebab suatu ada masa pakainya dan bisa habis juga rusak. Komoditas tertentu seperti sembako merupakan kebutuhan yang paling banyak dicari dan dibeli dari hari ke hari. Bagaimana jadinya jika sumber daya untuk menghasilkan berbagai barang tersebut tidak bisa diperbaharui? Atau yang mungkin terjadi adalah, bagaimana jadinya jika konsumsi oknum kapitalis begitu tinggi sehingga tidak menyisakan sesuatu bagi rakyat lainnya?

    Sadarilah jika sumber daya alam habis dimakan oleh arogansi dan keserakahan umat manusia, tepat saat itu juga jumlah barang yang diproduksi semakin berkurang. Terkecuali jikalau pemerintah memiliki cukup banyak cadangan minyak bumi sehingga bahan-bahan pokok tertentu masih dapat diproduksi di dalam gedung dan pabrik sintetis. Namun seiring dengan semakin menipisnya cadangan BBM, mereka akan memanfaatkannya untuk keperluan yang penting-penting saja. Disamping itu, keadaan ini jelas akan menimbulkan inflasi yang tinggi. Orang-orang dengan ekonomi menengah ke bawah tidak akan mampu membeli barang yang harganya selangit. Artinya, hanya orang yang kaya raya saja akan selamat oleh uangnya ketika harga barang tidak terjangkau oleh masyarakat bawah. Tentu saja keadaan ini juga akan memicu aksi perampokan, pencurian dan penjarahan sehingga kalangan tertentu mampu bertahan hidup.

Sumber daya alam memang terbatas tetapi kita masih bisa sejahtera bersama jika mampu menggunakannya secara terpimpin dan bijaksana. Keterbatasan SDA akan semakin mencekik jika masyarakat merasa bahwa kekayaan, kemewahan, kemegahan, kenyamanan, kebanggaan, kehormatan dan jabatan yang lebih adalah sumber kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati. Selalu sadari bahwa kebutuhan hati adalah kebenaran hakiki, yaitu mengasihi Allah seutuhnya dan sesama manusia serupa dengan diri sendiri. Masing-masing dari kita harus meyakinkan diri sendiri bahwa gemerlapan duniawi hanyalah kebutuhan jasmani yang fana dan diperlukan secara fluktuatif. Sesekali merasakan sesuatu yang mendasar dimana tidak ada rasa nikmat sama sekali (tawar, pahit, buruk). Ini adalah suatu upaya untuk membuat garingnya hal-hal duniawi tetap terasa indah (anti bosan) di indra di waktu-waktu berikutnya.

Salam, sumber daya alam terbatas,
manfaatkanlah secara waras,
memenuhi kebutuhan jasmani yang lekas.
Kebenaran sejati membuat hati tetap puas,
damai, bahagia & tenteram terus-menerus
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.