Kepribadian

10 Alasan Hawa Nafsu Sumber Masalah – Besar Hadiahnya Makin Liar Hawa Nafsu Manusia

Alasan Hawa Nafsu Menyebabkan Masalah - Semakin Besar Hadiahnya Semakin Liar Hawa Nafsu Manusia

Kepintaran mengikuti keinginan

Semakin cerdas orangnya, kian tinggi pula hawa nafsunya.” Percayakah anda dengan pepatah ini? Percaya tidak percaya, ungkapan tersebut memang terbukti adanya. Manusia memiliki hasrat yang lebih tinggi dan lebih besar dari sekalian hewan di luar sana dikarenakan tingkat kecerdasan yang juga sangat besar dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Besarnya kepintaran inilah yang mendorong manusia memiliki keinginan yang juga tinggi. Jika setiap orang tidak mampu mengendalikan pikiran niscaya kecerdasannya yang menyeret orang lain dan dirinya sendiri dalam persoalan hidup. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa “semakin cerdas seseorang harusnya makin bijak juga untuk mengendalikan diri.”

Pekerjaan menentukan kebutuhan

Kemampuan mengendalikan hidup setara dengan besar  kecilnya hawa nafsu yang dimiliki. Orang dewasa memiliki lebih banyak keinginan dibandingkan dengan anak kecil. Tentu saja hal ini dipengaruhi oleh bobot dan ukuran fisik yang juga berbeda. Mereka yang bobotnya besar dan beban kerjanya juga besar, pastilah memiliki kebutuhan yang lebih banyak dari manusia yang beban kerjanya lebih sedikit (mungkin saja tidak ada sama sekali, seperti pengangguran). Terkecuali bagi mereka yang sedang melakukan puasa, pastilah keinginan seputar perut akan lebih diminimalisir. Justru karena itulah, pekerja lembur perlu digaji lebih sebagai tanda jasa untuk memenuhi kebutuhan yang kian bertambah seiring dengan bertambahnya jam kerja.

Informasi yang diperoleh menentukan

Bukankah hawa nafsu yang dimiliki manusia sifatnya tergantung dari informasi yang memasuki indra? Semakin luas jangkauan indra, makin banyak hal yang dinginkan. Mereka yang jangkauan indranya tidak pernah jauh, paling jauh adalah saat pergi berbelanja di kotanya masing-masing, rasa inginnya juga standar saja. Tetapi bandingkan dengan mereka yang menonton televisi secara berlebihan, tanyakan apa cita-citanya? Mungkin saja ada yang berkata “pengen jadi artis, pengen jalan-jalan ke sana, mau beli ini-itu dan lain sebagainya.” Inilah yang disebut dengan nafsu seseorang sangat tergantung dengan informasi yang mampu dicerna dan disimaknya dari waktu ke waktu. Semakin banyak informasi yang diperoleh, makin banyak pula yang direka-rekakan di dalam hati, entah itu baik atau buruk.

Faktor penyebab hawa nafsu yang menguji manusia (nafsulah yang menimbulkan masalah dalam hidup ini)

Pernahkah anda memahami apa yang selalu diperebutkan di dunia ini? Manusia mengejar apa yang dirasanya penting padahal tidak semua hal tersebut adalah dibutuhkan. Sebab kita saling bersaing bukan untuk memenuhi kebutuhan melainkan untuk memenuhi arogansi. Sesungguhnya apa yang kita butuhkan sudah disediakan seluruhnya oleh alam ini tetapi beberapa orang masih ingin lebih. Mereka hidup di dalam hasrat yang tidak pernah puas sehingga rasa bahagianya dangkal saja. Secara tidak langsung apa yang kita inginkan tersebutlah yang menguji hati ini, menggiring kita dalam masalah dan semakin mempersulit kehidupan. Selama kita belum melepaskan hasrat yang salah tersebut maka selama itu pula hidup semakin jauh dari kebenaran. Seperti ada tertulis.

(Yakobus 4:1-2b) Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi.

Berikut akan kami sampaikan beberapa alasan mengapa hawa nafsu sampai menyebabkan masalah atau lebih tepatnya menjadi sumber pertengkaran/ konflik/ perpecahan dalam kehidupan kita.

Keinginan yang wajar.

  1. Hawa nafsu yang murni demi kebutuhan.

    Bukan masalah saat apa yang kita butuhkan adalah hal yang diinginkan. Kebutuhan tersebut seperti keperluan makanan, minuman, pakaian, rumah, pekerjaan, refreshing (jalan-jalan) dan lain sebagainya. Semuanya ini wajar untuk dipenuhi oleh masing-masing orang. Bukankah semuanya itu sudah disedikan oleh alam di sekitar kita secara melimpah? Tetapi bukan dalam arti bisa mengeksplorasi dan menimbunnya secara luar biasa, untuk apa? Biarlah kita mengambil seperlunya saja agar alam sekitar tidak rusak akibat eksplorasi berlebihan.

  2. Hawa nafsu yang menguji adalah demi pilihan.

    Di sinilah banyak manusia diuji. Dalam hidup ini ada begitu banyak pilihan, mulai dari aneka barang, jasa, hobi, sekolah, pekerjaan dan lain sebagainya. Beberapa orang menyebutnya sebagai cita-cita. Adalah baik bagi seorang manusia untuk mengikuti apa yang diimpikannya, melakukan perencanaan dari sekarang dan mempersiapkan diri untuk hal tersebut.

    Kami harus mengakui bahwa pernah dahulu diri ini menginginkan sesuatu, keinginan tersebut secara tidak langsung menggiring kami dalam masalah. Tetapi beruntunglah bahwa diri ini tidak menghadapinya dengan angkuh melainkan senantiasa merendahkan diri. Lagipula kami tidak terlalu menginginkan hal tersebut sehingga sekalipun tidak terwujud, hati tetap puas dan tenteram menjalani hidup.

    Jadi, yang hendak kami katakan di sini adalah, silahkan inginkan sesuatu yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran hakiki. Pilihlah sesuai dengan panggilan hati anda, rencanakan tahapan yang hendak ditempuh, perjuangkan itu dengan sungguh-sungguh tetapi apapun hasilnya pasrahkanlah kepada Tuhan. Saat anda dapat menerima kekecewaan dengan lapang dada, tepat saat itulah hawa nafsu yang tidak cocok untukmu akan dikebiri secara perlahan tapi pasti. Kekecewaan adalah salah satu cara terbaik untuk menghilangkan hasrat yang sesat & berlebihan.

    Hasrat yang kurang tepat.

  3. Hawa nafsu yang salah dengan memaksakan kehendak.

    Keinginan yang tinggi terhadap sesuatu mendorong diri ini untuk mengejarnya sekuat tenaga hingga kebablasan. Kita tidak sadar apa yang dilakukan adalah suatu upaya memaksakan kehendak kepada sesama. Sikap semacam ini jelas tidak diperkenankan sebab dalam prinsip kesetaraan setiap manusia adalah sama. Satu-satunya yang membuat kita berkesempatan untuk memaksakan sesuatu kepada sesama adalah lewat peraturan. Peraturan yang adil demi kepentingan bersama akan dituruti tanpa paksaan oleh setiap orang.

    Dalam mewujudkan keadilan sosial dalam masyarakat, kita tidak boleh memaksakan kehendak. Satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah dengan mengubah aturan mainnya. Mari berdoa semoga orang-orang yang memperjuangkan keadilan sosial semakin banyak bahkan mencakup seluruh rakyat Indonesia. Pilihlah calon pemimpin yang memiliki visi untuk memperjuangkan kesetaraan power (pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan). Lebih nyata lagi, ajukan uji materi undang-undang ke Mahkamah Konstitusi tentang penerapan Pancasila khususnya sila ke lima.

  4. Hawa nafsu yang salah demi arogansi.

    Berhati-hatilah saat memaknai kehidupan sebab ada begitu banyak potensi keinginan yang timbul semata-mata agar kita lebih unggul dari orang lain. Pada tahapan ini, tujuan kita menginginkan sesuatu bukan lagi demi kebutuhan tetapi sekedar memenuhi ego yang besar terhadap hal-hal tertentu. Berhati-hatilah sebab ego dapat menelan kehidupanmu yang positif menjadi liar. Kita seperti orang munafik yang mulus di muka tetapi hati dipenuhi kepicikan terhadap sesama. Semuanya ini dilegalkan agar mencapai taraf hidup yang lebih unggul dari orang lain. Bahkan kita sering merasa lebih hebat dari sesama semata-mata untuk merasakan kesenangan sesaat. Padahal kebahagiaan sejati itu hanya diperoleh dengan memperjuangkan kebenaran hakiki.

  5. Hawa nafsu yang salah demi kekayaan.

    Seseorang sebenarnya sudah mampu hidup di dunia ini dimana semua kebutuhannya telah terpenuhi. Hanya saja, ada hasrat yang besar untuk beroleh harta benda yang lebih besar. Tujuan yang besar tentu saja membutuhkan pengorbanan yang sifatnya mega. Masalahnya sekarang adalah apakah mereka ingin menempuh jalan-jalan yang benar untuk meraih semuanya itu. Padahal semua orang tahu bahwa saat kita kaya, secara otomatis memiskinkan orang lain. Kemampuan dan kecerdasan memiskinkan banyak orang, karena itulah harta benda yang dimiliki semakin bertumpuk-tumpuk melebihi batu kepala ini. Misalnya saja saat kita menjual sesuatu, secara tidak langsung mengurangi harta orang lain dan menambah harta sendiri, bukankah ini juga memiskinkan? Coba bayangkan jika orang tersebut menjadi langganan kita selama bertahun-tahun, bukankah sangat banyak jumlah uang yang kita ambil darinya lewat sistem perdagangan ala kapitalisme?

    Adalah baik bagi kita untuk menerapkan sisitem ekonomi yang berputar sempurna sehingga tidak ada yang diuntungkan secara berlebihan lewat perdagangan yang dilakukan. Menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mempersatukan seluruh rakyat dalam keadilan sosial (sosialisme utopia). Sedang negara adalah satu-satunya kapitalis tunggal sebagai ibu pertiwi yang memelihara seluruh rakyat di dalamnya.

    Ketika manusia mengejar kekayaan maka kemewahan, kemegahan, kemudahan dan kenyamanan hidup turut pula di dalamnya (satu paket). Sesungguhnya kitapun paham betul bahwa jumlah manusia dan jumlah orang kaya raya semakin banyak dari tahun ke tahun. Padahal, harta yang besar membuat hawa nafsu berlebih-lebihan sehingga berpotensi besar mendorong manusia melakukan eksplorasi besar-besaran yang merusak lingkungan. Akibatnya, lama-kelamaan rakyat didera bencana alam karena perilaku para petingginya yang suka berfoya-foya menghamburkan uang. Saksikan teman, Pengertian dan tapal batas kekayaan.

  6. Hawa nafsu yang salah demi pujian/ dihargai/ dihormati.

    Hasrat semacam ini juga turut membuat kita bermasalah dalam menjalani hari demi hari. Fokus kita bukan lagi untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama melainkan semata-mata agar beroleh pujian, penghargaan dan penghormatan dari manusia. Keinginan tersebut jelas beresiko membuat kita ketergantungan sehingga galau-galau sendiri saat apa yang diharapkan tidak lagi bisa diwujudkan. Rasa kecewa yang tidak bisa dihadapi dengan sabar cenderung menciptakan tekanan yang menimbulkan kesan stres. Bila kita tidak kunjung bertobat untuk menghilangkan ketergantungan akan pujian, penghargaan dan penghormatan akan mengalami depresi yang sangat memahitkan hati.

    Adalah baik bagi kita untuk tidak mengejar pujian, penghargaan dan penghormatan dari orang lain melainkan marilah berikan itu kepada setiap orang yang layak menerimanya. Pekalah dengan situasi lingkungan dan berikan pujian, penghargaan dan penghormatan secara wajar tanpa mengharapkan balasannya. Lakukan semuanya itu seperti untuk Tuhan, jangan mengharapkan balasannya dari manusia tetapi nantikan upahmu di sorga kelak. Sedang satu-satunya sumber kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati adalah dengan fokus kepada Tuhan lewat doa, firman dan nyanyian pujian. Juga tidak lupa untuk selalu berbuat baik kepada sesama lewat pekerjaan dan pelajaran yang digeluti dari waktu ke waktu.

  7. Hawa nafsu yang salah demi popularitas.

    Kita mengejar sesuatu agar menjadi orang yang populer. Menargetkan ini-itu untuk menjadi orang yang terkenal. Kita terlanjur fokus kepada hal tersebut, berpikir bahwa itulah sumber kepuasan dan kebahagiaan padahal semuanya hanya sementara saja. Ada orang yang gila dengan popularitas rela melakukan kejahatan semata-mata agar dirinya masuk televisi. Mereka juga suka menebar perilaku sensasional di media sosial semata-mata agar followers, friends, likes, favorites dan indikator ketenaran lainnya mencapai angka yang fantastis. Saksikanlah kawan, Mengapa orang jahat itu populer?

  8. Hawa nafsu yang salah demi jabatan dan kekuasaan.

    Paket kombo jabatan dan kekuasaan telah menarik minat banyak orang untuk mencapai posisi tersebut. Ada nilai gaji yang begitu tinggi, fasilitas yang bermacam-macam dan sumber daya yang besar ditawarkan oleh sebuah kekuasaan. Hadiah yang diperoleh ketika menduduki jabatan tersebut besar, oleh karenanya orang-orang juga berjuang dan berkorban lebih banyak untuk mendudukinya. Siapa yang bisa menjamin bahwa uang jutaan bahkan miliaran rupiah itu tidak diarahkan untuk melakukan penggelapan, hasutan/ provokasi, fitnah, kampanye hitam, kampanye negatif dan berbagai-bagai aksi menyimpang lainnya?

    Semakin tinggi nilai materi yang diperebutkan, semakin besar pula kekacauan yang mungkin saja terjadi. Sebab manusia bermodal besar bisa saja memobilisasi orang-orang yang pendapatannya rendah untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya yang sempit. Sudah tentulah hawa nafsu yang berlebihan ini mendorong manusia untuk menghalalkan segala cara mencapai tujuannya.

  9. Hawa nafsu salah yang merugikan orang lain.

    Hasrat kita yang tinggi terhadap sesuatu bisa saja membuat mata hati berubah gelap. Kita menjadikan hal-hal duniawi sebagai sandaran hati, padahal semua itu hanya sesaat saja. Lantas keinginan yang sama muncul lagi dan lagi bahkan semakin sering. Darimana diperoleh pembiayaan untuk mendanai setiap hasrat tersebut? Mereka akan melegalkan segala cara demi memenuhi hawa nafsunya sampai-sampai merugikan orang lain. Berkonspirasi melakukan berbagai praktek manipulasi untuk merugikan dan menakuti kalangan tertentu sehingga posisinya semakin langgeng saja.

    Akan terjadi konflik kepentingan antar manusia. Satu kelompok akan bersaing dengan kelompok lain. Partai a dengan partai b akan berebut tampuk kepemimpinan. Masing-masing orang berada dalam suhu politik panas yang beresiko membakar apa saja. Gesekan demi gesekan yang terjadi akan berubah menjadi konflik berkepanjangan yang menyebabkan kerugian materi bahkan nyawa pun melayang.

    Usaha merugikan orang lain ini juga kerap dilakukan dengan mempreteli sistem di dalam masyarakat. Beberapa oknum akan menjadikan jabatan/ kekuasaan yang dimiliki sebagai sumber kekuatan untuk membuat aturan yang tidak adil. Mereka merancang peraturan hanya untuk membuat dirinya sendiri dan kelompoknya diuntungkan sedangkan kalangan tertentu tidak mendapat apa-apa. Sekalipun ada hanya recehan dari apa yang mereka peroleh selama menjalankan pemerintahan.

    Manipulasi sistem juga bisa dilakukan oleh sekelompok orang yang bekerja sama untuk melakukan penggelapan. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) akan berjalan dengan sembunyi-sembunyi, terstruktur dan sangat rapi demi keuntungan kelompok dan kaum keluarganya sendiri. Ingatlah bahwa korupsi terjadi bukan hanya karena penggelapan ini-itu melainkan kerja sama beberapa kelompok bisa menimbulkan korupsi yang lebih terstruktur dan mustahil dibongkar KPK. Simak juga kawan, Keinginan kita adalah latihan untuk mendewasakan

  10. Hawa nafsu salah yang merugikan lingkungan.

    Dari awal kehidupan, TUHAN Allah Semesta Alam telah mempersiapkan lingkungan untuk menopang kehidupan umat manusia. Sayang, ketamakan akan kemewahan, kemegahan, kemudahan dan kenyamanan yang berlebihan mengarahkan kehidupan kepada eksplorasi alam yang berlebihan. Lagi pula keinginan yang tinggi untuk menjadi kaya raya membuat manusia mengkonversi sumber daya alam menjadi barang dan jasa secara besar-besaran. Sedang berbagai media mencoba menghasut masyarakat untuk semakin konsumtif membeli ini itu demi kepuasan sesaat.

    Secara otomatis kekayaan yang berlebihan akan mendorong kebiasaan konsumtif semakin tinggi. Keadaan ini secara jelas menyebabkan tingginya polutan dan besarnya jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan. Jika keadaan ini terus berlanjut, kerusakan lingkungan akan terjadi cepat atau lambat. Lingkungan yang rusak semakin meningkatkan resiko terjadinya bencana alam dan ketergantungan terhadap minyak bumi sangatlah tinggi.

    Kerusakan lingkungan membuat manusia sangat bergantung terhadap minyak bumi agar dirinya tetap hidup makmur, nyaman, mewah dan megah. Masalahnya, adalah konsumsi yang tinggi terhadap BBM membuat produksi minyak semakin menipis. Negara yang kritis BBM jelas tidak dapat menjalankan fungsi ekonomi secara maksimal. Keadaan ini mendorong kebangkrutan pemerintah. Otomatis ada hasrat untuk menjajah negeri lain yang memiliki potensi minyak bumi. Penjajahan ini bisa diawali dengan peperangan dan bisa juga lewat manipulasi yang dikonspirasikan oleh beberapa korporasi (perusahaan) besar di dunia.

Kitab Suci sendiri telah menyatakan kepada kita bahwa nafsulah yang mendorong umat manusia dalam masalah. Mengapa kita mengembangkan sistem bermasyarakat yang memperebutkan hal yang tinggi-tinggi? Bukankah ketika hadiahnya besar maka semakin tinggi pula keinginan untuk meraihnya? Padahal meningginya hasrat berpotensi menciptakan mega penyimpangan yang mendatangkan kerugiaan terhadap sistem itu sendiri? Oleh karena itu, mari kendalikan hawa nafsu masyarakat dengan tidak menawarkan hal-hal yang terlalu tinggi. Ini sama saja dengan memancing potensi kericuhan di antara rakyat, cepat ataupun lambat.

Masalah yang kita alami dari waktu ke waktu semata-mata dipicu oleh hawa nafsu. Bukankah sistem kapitalisme memancing keinginan yang tinggi-tinggi untuk menempati posisi dewa yang disembah-puji oleh masyarakat? Paket kombo yang ditawarkan dalam setiap pertarungan sosial beresiko besar memancing kericuhan yang makin intens di antara penduduk. Akibatnya, rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa akan dikorbankan semata-mata demi memperoleh sumber daya, kekayaan dan kekuasaan tingkat dewa. Otomatis, orang-orang yang bekerja sebagai raja dibayar dengan sangat tinggi padahal sekedar suruh-suruh orang ini-itu. Keinginan memang membuat manusia mampu memenuhi kebutuhannya tetapi hasrat tingkat dewa berpotensi menyebabkan kerusakan tingkat dewa. Bayangkan saja bagaimana pertarungan antara orang dengan kekuatan/ power lebih besar, layaknya superman? Bukankah kerusakan yang mereka timbulkan juga besar? Oleh karena itu, setarakan power (pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan) di antara manusia agar tidak sampai menimbulkan bencana alam dan bencana kemanusiaan. Ini sudah dijamin oleh Pancasila khususnya sila ke lima. Saksikan juga, Mengapa kita harus menikmati hidup secara tarik-ulur?

Salam, Manusia gemar berebut yang tinggi-tinggi,
Pengorbanan makin tinggi saat hadiah tinggi,
Nafsu tinggi berpotensi menyebabkan tsunami,
Semua ditempuh termasuk manipulasi-konspirasi,
Setarakan power untuk damai yang abadi,
Agar manusia tidak lagi fokus pada materi,
Tetapi berdedikasi demi kebenaran sejati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.