Kepribadian

7 Alasan Kebenaran Tidak Pernah Habis (Berakhir), Kebenaran Sejati Tidak Pernah Basi

Alasan Kebenaran Tidak Pernah Habis (Berakhir), Kebenaran Sejati Tidak Pernah Basi

Tubuh kita meraung-raung meminta materi dalam berbagai bentuk. Yang paling mendasar adalah kebutuhan akan makanan dan minuman, setelah itu pakaian dan asesoris lainnya. Keperluan utama lainnya adalah tempat tinggal dan anak-anak butuh pendidikan sedang orang dewasa perlu pekerjaan. Semakin banyak iklan yang anda saksikan, makin bertambah juga keinginan. Bagi mereka yang tidak bisa menahan hatinya akan mewujudkan hal tersebut. Sedang untuk orang yang mampu mengendalikan diri, tetap fokus kepada Tuhan dan terus bergiat melakukan kebaikan akan dimampukan untuk meredamnya. Salah satu cara terbaik untuk meredam hawa nafsu duniawi adalah dengan membatasi intensitas menonton televisi.

Bagi anda orang-orang yang merasa diri cerdas, silahkan arahkan itu kepada hal-hal positif. Misalnya dengan membuat puisi, jurnal, buku harian dan lain sebagainya. Atau mungkin saja anda memiliki bakat di bidang lain, misalnya musik, olahraga, atletis dan berbagai macam bakat lainnya. Seperti yang kami lakukan senantiasa menulis, tetapi jangan harapkan kebahagiaan dari hal-hal tersebut sebab sekalipun ada rasa senang sifatnya hanya sesaat saja. Setelah itu, dengan apa kita membahagiakan hati ini? Terus memuji diri sendiri di dalam hati justru membuat kita sombong sekaligus boring. Artinya, sehebat apapun potensi yang dimiliki, itu tidak akan cukup untuk memuaskan hati yang terus-menerus meminta untuk dipuaskan.

Pikiran manusia seperti lubang yang menganga, kita harus terus mengisi lubang tersebut dengan aktivitas positif. Sebab tepat saat terjadi kekosongan, hati akan terasa hampa sama sekali. Sedang sejauh mana aktivitas belajar menyibukkan kita? Paling net-net 6 jam, setelah itu dengan apa kita mengisi hati ini? Bila sedang sibuk bekerja, paling juga 8 jam net-netnya. Setelah itu dengan apa kita mengisi lubang tersebut? Sadarilah bahwa tepat saat kita membiarkan lubang di hati kosong, tepat saat itu jugalah berbagai kedagingan akan keluar. Lihat teman unggul dikit, jadi dengki. Ada gangguan sedikit, sewot sendiri. Pas teman lagi sial, hati berkata “hore…. Musuh-musuhku berjatuhan, syukurin lho….

Akan timbul lebih banyak lagi persoalan saat kita terus-menerus membiarkan hati/ pikiran ini terus-menerus berada dalam keadaan hampa. Kekosongan hanya akan membawa kehidupan kepada berbagai perbuatan amoral yang bisa saja merugikan orang lain bahkan lingkungan sekitar akan turut dirusakkan. Oleh karena itu, jangan pernah biarkan pikiranmu kosong, jika tidak sedang sibuk oleh aktivitas yang berat silahkan fokuskan pikiran kepada Tuhan. Ini adalah kesibukan otak yang paling banyak dan paling besar kemungkinannya untuk dilakukan. Tepis segala kemelut di dalam hati dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Yang Maha Kuasa. Setelah itu, turutlah berbagi kasih kepada sesama di sela-sela pelajaran dan pekerjaan yang digeluti.

Faktor penyebab kebenaran sejati tidak pernah berakhir

Dua landasan hukum yang tidak pernah berakhir.

(Markus 12:29-31) Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Kasih tidak pernah habis, baik di waktu sekarang maupun di waktu yang akan datang.

(I Korintus 13:8-10) Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Apabila seluruh umat manusia memfokuskan pikirannya untuk meraih kenikmatan dan kemuliaan duniawi, sumber daya yang tersedia tidak akan pernah cukup untuk memenuhi seluruh hasrat tersebut. Istilah kerennya adalah “sekalipun seluruh Indonesia ini hanya dikuasai oleh satu orang saja, itu tidak akan cukup untuk memuaskan hatinya, masih saja ada kekurangan.” Justru ketika setiap orang memforsir pencarian hidupnya kepada kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman lewat gemerlapan hidup yang memukau. Niscaya bumi ini akan rusak dan berbagai-bagai bencana alam akan melanda negeri bahkan bencana kemanusiaan juga tidak bisa dielakkan lagi. [Turut dilirik kawan, Ayat Kitab Suci tentang fokus Tuhan] Berikut akan kami tampilkan beberapa alasan mengapa kebenaran sejati tidak akan pernah habis (berakhir) sekalipun dilakukan secara terus-menerus.

  1. Kebenaran hakiki adalah mengasihi Allah seutuhnya dan sesama seperti diri sendiri.

    Seperti yang telah diwartakan di atas bahwa hanya ada dua dasar kitab suci dan kitab para nabi, yaitu kasihilah Allah secara totalitas jiwa dan raga juga kasihilah sesama manusia serupa dengan diri sendiri. Tidak ada hukum yang lebih utama dari kedua hukum ini. Bahkan bisa dikatakan bahwa ketika ada nilai-nilai Alkitab yang bertentangan dengan kedua hukum tersebut akan ditempatkan sebagai perumpamaan yang tidak perlu dikopi-pastekan seluruhnya dalam kehidupan. Melainkan perlu diekstrak makna positif yang terkandung di dalamnya.

    Kasih kepada Allah dan kepada sesama dapat diekspresikan secara terus-menerus tanpa henti selama nyawa dikandung badan. Tidak ada yang melarang kita untuk melakukan hal tersebut bahkan konstitusi secara undang-undang juga tidak melarangnya. Juga berbagai ajaran dari seluruh agama lain juga tidak melarang kedua hal tersebut. Jadi lakukanlah itu dengan penuh semangat sebab kedua hal tersebutlah yang menjadi tujuan utama umat manusia ditempatkan di dunia ini.

  2. Kebenaran adalah panggilan alamiah manusia (mengisi kekosongan hati).

    Setiap dari kita bisa saja mengabaikan Tuhan sebab mata kepala ini belum pernah melihat-Nya. Tetapi adalah sebuah kemustahilan saat kita mengabaikan kebutuhan hati sendiri. Otak kita adalah sebuah lubang yang menganga menelan segala sesuatu yang masuk ke dalamnya. Bila kita tidak terus memasukkan sesuatu ke dalam sana, pikiran akan jadi kelaparan sehingga mulailah hal-hal buruk itu terjadi. Berbagai kedagingan akan bangkit dari dalam hati sehingga muncullah berbagai masalah seperti dendam, dengki, gelisah, cemas, kuatir, takut, nafsu sesat, lebay dan lain sebagainya. Yang lebih parahnya saat tidak memiliki Tuhan di dalam hati, kita akan menjadikan diri sendiri sebagai tuhan, memuja-muji bakat yang dimiliki dan berbangga hati atas segala pencapaian yang diraih. Sekalipun demikian, masih ada juga kesempatan yang menyebabkan kekosongan/ kehampaan dan kegelisahan yang sangat mengusik ketenangan hati.

    Satu-satunya cara untuk memenuhi “black hole” di dalam hati masing-masing adalah dengan senantiasa menggiatkan kebenaran dari waktu ke waktu. Sebab sejak dari awal, nafas hidup yang mengalir dari dalam diri kita adalah nafas kebenaran yang asalnya dari Allah sendiri. Sedang pribadi Allah telah terdeskripsi seutuhnya kepada dua landasan hukum Taurat dan kitab para nabi, yaitu kasih kepada Allah yang seutuhnya dan kasih kepada sesama sama seperti diri sendiri.

  3. Kebenaran adalah aktivitas.

    Lubang di hati setiap manusia sangatlah dalam. Akan tetapi saat lubang itu berputar, seolah-olah dia sama sekali tidak terlihat. Jadi satu-satunya cara untuk menghilangkan kehampaan di dalam hati manusia adalah dengan senantiasa aktif berpikir positif. Ini bisa kita lakukan dengan menujukan hati hanya kepada Tuhan, baik lewat doa, firman dan nyanyian pujian. Otak kita juga turut berputar ke arah yang positif saat melakukan kebaikan kepada sesama, baik di sela-sela pelajaran maupun di tengah-tengah pelajaran yang ditekuni. Aktivitas positif ini bisa kita lakukan kapan pun, dimana pun dan bagaimana pun peliknya situasi yang dijalani, asal ada kesempatan lakukannya semuanya itu.

  4. Kebenaran hakiki pada dasarnya tidak menggunakan materi.

    Tidak perlu khawatir saat anda mengasihi Allah dan sesama akan kekurangan materi. Sebab pada zaman sosialis materi yang tidak mencukupi akan dibagikan secara bergilir dari waktu ke waktu. Kita tidak perlu takut akan kehabisan materi sebab saat fokus kepada Tuhan dalam doa dan nyanyian pujian, yang perlu dilakukan adalah berpikir dan aktif berkata-kata di dalam hati. Jika memang mampu, silahkan bergeraklah sedikit-sedikit sesuai dengan intonasi nada yang dinyanyikan di dalam hati.

    Sewaktu mmbaca dan mendengar firman, anda tidak perlu selalu mengeluarkan biaya. Uang keluar hanya saat pertama sekali membeli Alkitab, pensil bewarna dan buku catatan kecil. Setelah itu, anda bisa memakainya secara berulang kali bahkan sampai seumur hidup (khusus untuk buku Alkitabnya).

    Saat berbuat baik kepada sesama, mulailah dengan melayani orang lain lewat tutur kata yang sopan dan santun kepada sesama. Bersuaralah dengan baik dan keluarkanlah kata-kata positif agar orang yang mendengarnya turut bersemangat melakukan hal tersebut.

  5. Kebenaran dimulai dari dalam hati.

    Indra kita bisa saja tidak mampu menangkap kehadiran Allah tetapi hati ini dapat selalu terhubung kepada-Nya dari waktu ke waktu. Saat fokus kepada Tuhan berusahalah untuk membersihkan hati dari berbagai hawa nafsu agar nikmatnya memuji-muji Tuhan itu terasa nyata. Tepat ketika ada tujuan duniawi terbesit di dalam hati saat fokus kepada-Nya, saat itu jugalah rasa damai dan bahagia itu tidak mampu ditangkap seutuhnya. Demikian juga saat muncul kesombongan dari dalam hati atau ada suara-suara yang memuji-muji diri sendiri, abaikan hal tersebut dengan fokus kepada Tuhan (ada tiga pilihannya). Tidak lupa juga untuk melakukan senyum mungil menegaskan rasa bahagia di dalam hati sembari memuliakan Allah di dalam setiap kesempatan yang mungkin. Baca-baca ya, Cara fokus kepada Tuhan ala anak muda yang aktif.

  6. Kebenaran bisa dilakukan lewat kata-kata.

    Kita juga bisa turut memuji-muji Tuhan lewat perkataan yang keluar dari bibir ini. Tujukan setiap nyanyian yang dilantunkan kepada Tuhan. Hanya saja aktivitas ini bisa membuat kita lelah. Oleh karena itu, kendalikanlah waktunya jangan sampai berlebihan, kalau sudah kelelahan silahkan beralih dengan memuji Tuhan di dalam hati. Bisa dikatakan bahwa satu-satunya puji-pujian yang dapat terus dilakukan secara nonstop adalah dengan memuliakan Allah di dalam hati masing-masing.

    Pelayanan paling dasar kepada sesama adalah lewat kata-kata. Perkataan kita yang ramah kepada orang lain merupakan kebaikan yang bisa dilakukan kepada siapa saja. Bahkan kepada orang yang tidak dikenal sekalipun anda dapat ramah terhadapnya. Keramahan ini terdiri dari senyum, sapa, salam, mengucapkan terimakasih, tolong dan maaf juga dengan menjadi pendengar yang baik. Selama kita masih bisa bicara, selama itu pula mampu melayani sesama secara terus-menerus. Bahkan senyuman dapat kita ungkapkan begitu saja kepada siapapun untuk membuat diri ini tetap aktif berbahagia.

    Harap diketahui bahwa kita juga bisa melayani sesama dengan mendengarkannya secara seksama sewaktu berkomunikasi. Aktivitas menjadi pendengar yang baik dapat kita lakukan kapan saja ada kesempatan. Jika ada masukan yang bisa kita berikan, silahkan. Tetapi jika kita kurang memahaminya, dengarkan sajalah (iakan saja) sebagai salah satu bentuk kebaikan hati.

  7. Kebenaran bisa dilakukan lewat tindakan nyata.

    Kita juga dimungkinkan untuk memuji-muji Tuhan di dalam hati sembari melakukan gerakan kecil (menari kecil) sesuai intonasi lagu yang dilantunkan. Bahkan saat melakukan pekerjaan ringan seperti menyapu lantai, menyuci piring, merapikan rumah dan lainnya, sambil-sambil juga memuji-muji Tuhan di dalam pikiran masing-masing.

    Selama kita masih mampu bergerak aktif, selama itu pula dimungkinkan untuk melakukan kebaikan kepada sesama lewat tindakan nyata. Kita bisa membantu pekerjaan orang tua, istri, suami dan rekan-rekan kerja di kantor. Tidak perlu berpikir untuk mempertahankan harga diri, sebab hal yang demikian hanya berlaku di zaman raja-raja. Justru saat kita mampu bermanfaat bagi sesama, tepat saat itulah ada kelegaan di dalam hati. Ketahuilah juga bahwa duduk terus seharian jelas tidak baik bagi kesehatan. Alangkah lebih baik jikalau kita senantiasa berdiri sembari membantu apa yang bisa dibantu. Sadarilah bahwa berdiri itu, tinggi manfaatnya lho….

Tidak mungkin kita terus-menerus memberi dengan uang atau dengan barang-barang, sebab ada masanya dimana hal-hal tersebut akan habis. Sedang pengetahuan yang kita miliki pastilah di masa depan akan digantikan oleh berbagai ilmu yang modern, lebih lengkap dan detail (terinci) dari apa yang diketahui saat ini. Satu-satunya hal yang tidak pernah basi di dunia ini adalah kebenaran sejati. Kita dapat mengekspresikan setiap nilai-nilai yang ada di dalamnya, bukankah itu tinggal dilakukan saja? Baik di dalam hati, lewat bibir dan perilaku dari waktu ke waktu. Tujukanlah hatimu kepada Tuhan dengan niat yang tulus yang penuh penyangkalan diri, baik lewat doa, firman dan nyanyian pujian. Berbuat baiklah kepada sesama di sela-sela pekerjaan dan pelajaran yang digeluti, dimulai dari dalam keluarga sendiri. Kebenaran tidak pernah berakhir sampai kapanpun, yang penting tuluslah dan biasakan itu juga abaikan dinamika (baik, buruk) yang mempengaruhi panca indara. Simak juga kawan, Cara mengubah lagu pop, rock, dangdut menjadi rohani.

Salam, Di bumi kebenaran itu sejati,
Di sorga aktivitas sama juga digeluti,
Bumi bagai sorga jika yang benar ditekuni
Teruslah fokus kepada Tuhan,
& berbagi kasih kepada orang lain,
Lakukan dengan setulus hati,
Konsisten sampai terbiasa & ahli
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.