Ekonomi

+10 Penyebab Utama Pemanasan Global (Global Warming) Manusia Terlalu Fokus Pada Hal-Hal Duniawi


Penyebab Utama Pemanasan Global (Global Warming) Manusia Terlalu Fokus Pada Hal-Hal Duniawi

Global warming pertanda rusaknya kesempurnaan ciptaan Allah

Alam sekitar adalah perangkat penopang/ penyokong kehidupan yang dianugerahkan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia secara turun temurun. Di masa penciptaan, Yang Maha Kuasa mempersiapkan berbagai kebutuhan umat-Nya di mulai dari hari pertama hingga hari ke lima. Sedang manusia itu sendiri diciptakan-Nya di hari terakhir, tepat saat semua yang diperlukannya telah tersedia secara utuh dan lengkap. Hanya saja, ada beberapa orang yang merasa dirinya sudah sempurna, hidup menyendiri saja sudah baik dirasanya dan semakin bangga dengan kemampuan intelektual yang mumpuni. Lalu mulailah manusia itu merusak kelengkapan ciptaan Allah karena berpikir bahwa dia hebat dan merasa mampu hidup seorang diri (satu spesies ogois serentak) di bumi ini.

Pemerintah kunci pengendalian global warming

Perubahan iklim yang terjadi secara besar-besaran telah mendatangkan bencana di berbagai daerah di seluruh penjuru negeri. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja melainkan di negara lain dan di belahan bumi lainnya pun global warming telah menjadi momok yang sulit ditepis oleh siapa pun. Keadaan ini terjadi karena faktor pemicu pemanasan global menyangkut berbagai lini dalam kehidupan manusia, mulai dari sisi ilmu pengetahuan, teknologi, kebiasaan/ budaya masyarakat hingga kepribadian masing-masing orang. Tentu saja, faktor yang tidak kalah penting mempengaruhi keadaan ini adalah regulasi yang dibuat oleh pemerintah setempat dalam rangka membatasi pemakaian uang/ sumber daya yang berlebihan.

Dasar dari kerusakan lingkungan

Faktor paling mendasar yang menyebabkan kerusakan lingkungan adalah fokus manusia yang lebih besar terhadap kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Orang-orang yang berpikir bahwa hal-hal duniawi mampu mengisi kekosongan dalam relung hatinya adalah sesuatu yang salah. Sebab kebutuhan hati sifatnya berkelanjutan, nonstop dan tanpa batasan. Sedang sumber daya alam dan sumber daya manusia itu sendiripun sifatnya terbatas adanya. Sehingga, saat manusia memforsir dirinya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, lingkungan acak-acakan, terbengkalai dan rusak sebab tidak mampu menahan ketamakan yang semakin menggila. Jika keadaan ini terus berlanjut, keseimbangan alam akan terganggu. Kemampuan bumi untuk mengimbangi kekuatan sinar matahari berada di bawah standar sehingga memicu pemanasan global.

Pada tahap selanjutnya, manusia menjadikan materi sebagai berhala sesembahan bagi dirinya sendiri dan bagi kaumnya. Mereka akan membangga-banggakan pencapaian kekayaan, kesuksesan, penghargaan dan popularitas yang telah dicapainya. Mereka menjadikan hal tersebut sebagai tujuan utama pencarian hidup. Kemudian mulailah manusia itu mencari masalah atau sengaja menimbulkan masalah semata-mata agar dirinya beroleh keuntungan besar. Beberapa lainnya mulai menjadi pahlawan kesiangan yang harus digaji tinggi untuk menyelesaikan soal-soal yang sebenarnya dipicu oleh ketidakseimbangan power (pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan). Sedang banyak juga yang memanipulasi sesama dan menggelapkan sistem (KKN) sehingga mengeruk sumber daya (uang) yang sangat besar dari aktivitas tersebut.

Kalangan berduit tebal akan hidup dalam kebiasaan glamour yang di luar logika. Aktivitas mereka menyebabkan penimbunan polutan di udara, tanah dan air. Sehingga air tidak lagi sehat, tanah tercemar, tandus dan tidak dapat ditumbuhi oleh tanaman. Sedang udara semakin padat-merapat sehingga kemampuannya menghantar panas semakin tinggi saja. Tekanan tinggi di atmosfer membuat pembebasan kalor ke luar angkasa terhambat sehingga panas semakin menumpuk-numpuk di lingkungan. Mesin-mesin yang menjadi kebanggaan akan dioperasikan secara serentak yang berkontribusi menambah jumlah kalor di lingkungan. Panas yang terkumpul tersebutlah yang membuat suhu udara semakin meningkat tajam yang bisa berubah menjadi gelombang panas hingga badai matahari.

Alasan utama mengapa pemanasan global terjadi

Ciri utama pemanasan global adalah debu yang mulai menghalangi pandangan pada jarak jauh. Di malam hari debu-debu tersebut juga membuat pandangan berpendar karena timbul semacam kabut yang terdiri dari karbon dan logam berat.

Pemanasan global adalah meningkatnya suhu lingkungan secara ekstrim yang diiringi dengan perubahan cuaca yang liar dan cenderung disusul oleh berbagai bencana alam lainnya. Bencana tersebut dimulai dari banjir, tanah longsor, banjir bandang, kekeringan, badai (angin ribut, topan, puting beliung, badai tropis), gagal panen, gelombang panas dan badai matahari. Situasi ini dipicu oleh perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan karena menjadikannya sebagai objek eksplorasi yang dilakukan secara berlebihan. Padahal sejak dari awal penciptaan, manusia dan lingkungan adalah rekan sehidup semati. Bahkan bisa kami katakan bahwa bumi ini bisa berjalan dengan semestinya tanpa manusia di dalamnya (kita punah). Akan tetapi, dunia ini takkan pernah selamat tanpa kehadiran hutan-hutan di dalamnya. Sebab pepohonan adalah pelindung yang telah dianugerahkan Tuhan sejak dari awal penciptaan. Berikut akan kami jelaskan beberapa faktor utama penyebab pemanasan global dari berbagai lini kehidupan.

  1. Minyak bumi, suspensi yang seharusnya tetap berada di dalam bumi.

    Pengeboran minyak dari dalam bumi merupakan salah satu tindakan manusia paling agresif. Sebab suspensi yang hitam pekat ini seharusnya tetap berada di dalam bumi tetapi kita mengeluarkannya kemudian menebarkannya ke atmofer. Minyak mentah pastilah mengandung logam berat di dalamnya sehinggga ketika bahan tersebut digunakan logam berat tersebut akan dilepaskan ke udara sehingga menambah kerapatan udara. Animo masyarakat yang terlalu tinggi terhadap mesin berteknologi ditambah lagi dengan peningkatan ekonomi masyarakat yang terus membaik menyebabkan pemakaian mesin semakin membanjiri jalanan.

    Ada baiknya, sistem bermasyarakat melakukan pembatasan terhadap konsumsi BBM untuk kepentingan pribadi. Sebaiknya ditujukan untuk kepentingan umum saja terkecuali diketahui cara bagaimana membersihkan berbagai unsur logam berat yang terkandung di dalamnya.

  2. Polutan memenuhi atmosfer.

    Pemakaian mesin yang tinggi oleh manusia telah berkontribusi besar terhadap jumlah pengotor di udara. Dimulai dari instalasi listrik, pengairan masyarakat (PAM), pendingin udara, transportasi (darat, laut, udara), mesin proyek, peralatan perkantoran, barang elektronik rumah tangga dan lain sebagainya. Pemakaian energi fosil bagaikan memindahkan logam berat yang seharusnya berada di dalam bumi ke udara bebas. Keadaan ini jelas menambah kerapatan, berat dan masa jenis udara. Bahan polutan yang terus saja bertambah secara lambat laun akan menambah tekanan atmosfer di wilayah setempat.

    Biasanya polutan akan bercampur dengan debu. Jika bahan pengotor di udara semakin padat, jarak pandang akan lebih pendek. Penglihatan kita saat mengamati benda-benda yang jauh akan terasa berawan akibat polusi yang terus menebal.

  3. Polutan menjadi penghantar dan penyimpan sinar matahari yang baik.

    Semakin tinggi kerapatan suatu benda semakin baik perannya untuk menghantarkan panas. Misalnya saja, besi adalah penghantar panas yang lebih baik dari kayu karena besi lebih rapat & berat dibandingkan dengan kayu.

    Kecenderungan polutan untuk selalu berada di bawah merupakan salah satu pengaruh dari gaya gravitasi akibat rotasi bumi. Kecenderungan inilah yang membuat wilayah dataran rendah yang berada dekat pantai lebih padat polutan dibandingkan dengan dataran tinggi.

    Kerapatan, berat dan tekanan udara yang tinggi membuat atmosfer tersebut menjadi penghantar panas yang baik. Keadaan ini berimbas pada suhu udara yang semakin tinggi di dataran rendah daripada di tempat yang tinggi.

    Selain itu, masa jenis udara yang besar juga membuatnya menjadi penyimpan panas yang baik. Karena itulah wilayah yang udaranya kotor tetap akan terasa gerah sekalipun di malam hari.

  4. Polutan yang dihasilan kendaraan mengandung logam berat sebagai konduktor panas.

    Karbondioksida adalah gas yang berat sehingga memenuhi permukaan bumi dan lingkungan sekitar. Sama halnya dengan polutan yang dihasilkan lewat pembakaran minyak, oli dan gesekan mesin yang akan dimuntahkan ke udara. Knalpot kendaraan dan cerobong asap pabrik memuntahkan ke atmosfer gas karbon dan berbagai jenis logam berat lainnya. Gas tersebut tidak akan naik lebih tinggi ke atmosfer melainkan tetap di bawah dekat dengan permukaan bumi. Setelah beberapa lama molekulnya akan menggumpal lalu menjadi debu dan jatuh ke atas permukaan tanah. Jadi bisa dikatakan bahwa debu yang selalu ada ketika kita menyapu lantai adalah zat pencemar yang belum diserap oleh tanaman maupun lautan. Semakin banyak debu yang terdapat di lingkungan, semakin tinggi pula tingkat polusi yang terjadi.

    Berbagai debu dari karbon dan logam berat tersebut merupakan salah satu bahan terbaik untuk menghantarkan panas. Akibatnya, saat sinar matahari terbit sampai terbenam, suhu udara di wilayah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain di sekitarnya.

  5. Mesin turut pula menimbun panas ke lingkungan.

    Sadarilah bahwa pemanasan global turut pula ditimbulkan oleh jumlah mesin yang semkin banyak dipakai oleh masyarakat setempat. Ekonomi masyarakat yang jauh lebih baik membuat mereka lebih mudah menggoyang kantong sekedar membeli berbagai mesin yang diiklankan di televisi. Sekalipun pada hakekatnya mereka tidak membutuhkan mesin tersebut tetapi hanya bagian dari gaya hidup ogah-ogahan anak orang tajir. Otomatis ribuan bahkan jutaan mesin yang beroperasi dalam satu waktu akan melepas energi kalor yang cukup besar untuk membuat anda keringatan sekalipun hari sedang mendung. Panas yang dihasilkan oleh cahaya matahari akan bertemu dengan panas yang dihasilkan mesin sehingga semakin meningkatkan temperatur udara di lingkungan.

  6. Daya pantul sinar matahari tinggi.

    Gedung-gedung tinggi yang terdiri dari kaca memantulkan cahaya matahari. Atap yang terdiri dari lempengan seng dan bahan logam lainnya sangat baik dalam memantulkan cahaya matahari. Akibatnya, intensitas penyinaran semakin tinggi menyebabkan peningkatan temperatur saat berada di luar ruangan. Bisa dikatakan bahwa hampir semua bahan metal yang berkilau (menggunakan cat minyak/ glossy) dapat memantulkan cahaya matahari.

  7. Daya serap sinar matahari kurang

    Tumbuhan hijau dan pepohonan adalah satu-satunya makhluk hidup yang bermanfaat untuk menyerap sinar matahari. Aktivitas daun yang senantiasa berfotosintesis membutuhkan sinar matahari untuk mematangkan bahan makanan yang dibutuhkannya selama hidup. Sayang, ada banyak pepohonan yang ditebang oleh keegoisan umat manusia. Mereka lebih menyukai beton-beton tebal dan mulus untuk melindungi dirinya dan keluarga dari sinar matahari langsung. Bangunannya yang besar dan tamannya yang luas telah menyingkirkan komponen penyerap sekaligus pelindung bumi ini dari sinar matahari langsung.

  8. Daya cerna polutan berkurang : permukaan tanah ditutupi beton dan hutan lenyap.

    Pada satu titik, gaya sentripetal (gaya gravitasi) akan menggiring seluruh pengotor yang ada di udara ke wilayah yang lebih rendah. Sebagian ada polutan yang sangkut ke tanah, sebagian ada yang diserap oleh pohon dan sisanya akan di giring ke wilayah paling rendah di permukaan bumi yaitu lautan. Jadi, bisa dikatakan bahwa lautan adalah tujuan akhir dari pemurnian atmosfer dari berbagai jenis pengotor.

  9. Kemampuan mendinginkan atmosfer berkurang bahkan hilang.

    Atmosfer memiliki skema khusus untuk mendinginkan diri, yaitu dengan cara turunnya hujan. Dari sekian banyak manfaat hujan, salah satu yang sangat penting adalah kemampuannya untuk membersihkan udara dan mendinginkan atmosfer. Ketika hujan turun berbagai-bagai polutan yang masih berterbangan dan membuat pandangan berkabut pada jarak jauh akan dicuci bersih lalu dibawa oleh aliran ke tempat yang lebih rendah (menyerap ke dalam tanah, masuk got, saluran air, sungai dan laut).

    Pepohonan yang telah ditebang menjadi salah satu faktor utama kurangnya intensitas hujan. Awan tidak mampu berkondensasi sebab temperatur udara masih terlalu tinggi. Selain itu, suhu udara yang sangat panas membuat awan tersuspensi merata ke lingkungan untuk meningkatkan kelembaban sehingga mustahil bertambah berat untuk bisa menjadi hujan.

    Salah satu manfaat hujan lainnya adalah mempercepat pembusukan berbagai bahan organik dan anorganik. Jadi, sampah-sampah yang ada dilingkungan tidak sampai mencemari tanah dan udara jika hujan selalu turun tepat pada waktunya. Tetapi, hujan yang tidak turun-turun dalam kurun waktu yang lama bisa jadi sebagai salah satu faktor penting pendukung pemanasan global.

  10. Pertanian yang berlebihan.

    Lahan pertanian yang sangat luas tanpa batas merupakan salah satu faktor yang menyebabkan hilangnya hutan-hutan tropis yang bermanfaat sebagai pendingin sekaligus pembersih udara. Perusahaan yang hanya mengembangkan tanaman padi-padian dan palawija secara besar-besaran (ratusan hingga ribuan hektar) yang tidak diimbangi dengan penanaman tanaman perkebunan dari pohon yang berkayu dapat mengganggu keseimbangan alam. Perlu ditemukan suatu perbandingan yang elok agar ada keseimbangan antara tanaman kecil dan berkayu dalam suatu wilayah. Bila perlu tanaman pertanian dan perkebunan diletakkan secara selang-seling dengan perbandingan 7:1.

    Tanaman palawija dan padi-padian bukanlah penyerap panas dan pembersih udara yang baik. Sebaliknya, hutan berkayu dapat dijadikan sebagai paru-paru bumi sekaligus menjaga ketersedian air di wilayah pertanian tersebut. Ini bisa jadi salah satu cara terbaik untuk membuat hujan tetap turun pada waktunya dan ketersediaan air tanah cukup untuk mengairi seluruh ladang para Petani.

  11. Peternakan yang kebablasan.

    Ternak biasa yang mencapai beberapa ekor untuk setiap keluarga merupakan salah satu perusahaan rumahan yang ramah lingkungan. Akan tetapi, perusahaan besar yang memiliki ratusan hingga ribuan ternak yang dimiliki oleh seorang kapitalis jelas sangatlah merugikan lingkungan. Sebab banyaknya rumput (tanaman rambat/ tanaman palawija lainnya) sebagai pakan ternak yang harus dimiliki mencakup lahan berhektar-hektar. Keadaan ini akan semakin memperparah kerusakan hutan yang ditambah lagi dengan lahan pertanian yang semakin luas. Hampir tidak ada lagi hutan-hutan yang tersisa sebagai penyerap panas dan pembersih udara di muka bumi.

    Peternakan ribuan hewan hanya dimungkinkan jika makanan yang dibutuhkan dibuat dari rangsum yang tidak membutuhkan rumput atau tanaman rambat lainnya. Ketersediaan makanan yang dibuat secara sintetis merupakan salah satu faktor pendukung peternakan yang berkelanjutan. Atau para ilmuan perlu mengembangkan daging yang lebih ramah lingkungan di laboratorium.

  12. Penyebab berdasarkan faktor kepribadian manusia itu sendiri.

    Sikap manusia yang cenderung individualis membuatnya lebih suka sendiri. Mereka juga menyukai penggunaan mesin berteknologi yang sifatnya sendiri-sendiri. Enggan menggunakan kendaraan umum, malah lebih memilih untuk memakai kendaraan pribadi saat hendak kemana-mana. Orang dengan gengsi tinggi juga tidak mau menggabungkan diri dengan masyarakat biasa. Merekal lebih memilih untuk berkendara sendiri-sendiri sekalipun mobil tersebut sesungguhnya bisa memuat lebih dari empat orang penumpang.

    Manusia yang merasa bahwa hidupnya hanya bersandar pada materi akan mengejar hal tersebut lagi dan lagi. Sayang, efek puasnya hanya sesaat lalu konsumsipun lebih sering sehingga berubah jenuh. Lalu mulailah mereka memikirkan untuk menggali, menambang dan meracik sesuatu yang lebih eksentrik dengan mengorbankan lebih banyak sumber daya yang tersedia. Secara berangsur-angsur tindakan yang berlebihan ini membuat manusia serakah karena melakukan eksplorasi tanpa memperhitungkan dampaknya bagi lingkungan sekitar.

  13. Minat tinggi akan kemewahan, kenyamanan dan kemegahan duniawi.

    Manusia yang serakah dan tamak sangat gila dengan kemewahan, kemegahan dan kenyamanan duniawi. Seolah hal-hal tersebut mampu membuat mereka bahagia, padahal semua itu hanyalah kesenangan sesaat. Faktor warisan dan pendapatan selangit merupakan salah satu penyebab semakin tingginya minat terhadap hal-hal yang glamour dan serba mahal. Selain itu, berbagai iklan dan sinetron/ film yang menunjukkan kehidupan serba mewah menjadi pemikat tersendiri terhadap budaya yang suka berlebih-lebihan ini.

    Konsumsi manusia terhadap kayu sangat tinggi seiring dengan kebutuhan akan rumah-rumah mewah yang antik nan klasik. Masing-masing konglomerat tidak hanya memiliki satu rumah melainkan hampir di setiap daerah dimana dia berkunjung, di sana juga ada hunian pribadi nan mewah yang dibangun untuk dirinya sendiri. Sekalipun kita tahu bahwa tidak ada orang yang menempati rumah tersebut kecuali pembantu rumah tangga.

    Rumah-rumah mewah yang besar juga turut menjadi tempat pemborosan energi yang tinggi. Dimulai dari skema kelistrikan yang dikandungnya sampai kepada pembersihan yang memerlukan mesin, pendingin udara, pengairan, sound sistem, multimedia dan berbagai perangkat listrik lainnya.

    Minat yang tinggi akan kenyamanan membuat manusia sangat terpukau dengan penggunaan mesin yang serba otomatis. Padahal mesin-mesin tersebut menggunakan listrik dan bahan bakar minyak yang cukup besar. Ditambah lagi karena semakin banyak saja orang yang kaya raya, kian tinggilah pemakaian barang elektronik serba otomatis. Semua kebiasaan hidup mewah, megah dan nyaman yang terkesan lebay ini telah menyebabkan tingginya pemakaian minyak bumi, besarnya jumlah polutan dan semakin sempitnya kemampuan lingkungan menyerap panas dan polusi yang terjadi.

  14. Sifat konsumtif yang sangat boros.

    Orang yang memiliki banyak harta benda terbiasa mengkonsumsi barang dan jasa lebih banyak. Menurut hukum ekonomi, semakin tinggi penghasilan seseorang makin besar pula tingkat konsumsi yang dapat dilakukannya. Manusia yang konsumtif cenderung menggunakan barang secara membabi-buta: tidak membutuhkannya tetapi tetap saja di beli semata-mata demi harga diri, gengsi dan pujian yang fana. Mereka juga cenderung meningkatkan daya beli seiring dengan iklan-iklan yang ditayangkan di berbagai media, baik melalu televisi, radio dan media sosial lainnya (di internet).

    Kebiasaan masyarakat yang konsumtif cenderung membuang banyak polutan ke udara dan sampah ke lingkungan sekitarnya. Lagi pula untuk membuat barang dan jasa tersebut potensi alam (SDA) akan diambil, dikelola dan dikonversi oleh perusahaan kecil sampai besar. Jika ini terus berlangsung selama bertahun-tahun, semua pengotor tersebut akan menjadi zat pencemar. Secara perlahan tapi pasti lingkungan akan mengalami degradasi sehingga pemanasan global terjadi secara bertahap tapi pasti.

  15. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pemanasan global.

    Masyarakat yang tidak memahami tentang bahaya dan proses terjadinya pemanasan global cenderung tidak dapat melakukan tindakan antisipasi sedini mungkin. Mereka lebih terbuai dengan berbagai pesona kerlap-kerlip duniawi dan tidak peduli dengan polusi atau pencemaran yang dihasilkan lewat semua proses tersebut.

    Tanpa pengetahuan yang memadai tentang lingkungan, manusia juga semakin gila akan kemewahan hidup yang lebay. Mereka tidak lagi peduli dengan lingkungan sebab pikirnya, dengan mesin dan minyak di tangan maka semuanya beres. Padahal Tuhan telah menciptakan bumi ini sempurna adanya dimana masing-masing ciptaan adalah penting untuk menyeimbangkan kekuatan ciptaan lainnya. Tumbuhan hijau dan hutan pada umumnya adalah penyeimbang aktivitas manusia. Pepohonan juga bermanfaat penting untuk menahan kekuatan sinar matahari yang membakar dengan senantiasa menghasilkan udara bersih (atmosfer) dan menyerap udara kotor (polutan) sehingga pemanasan global tidak mungkin terjadi.

  16. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang garam.

    Masyarakat yang juga tidak mampu memahami manfaat garam akan membuat dirinya sendiri berada dalam kesulitan. Sebab garamlah yang membuat pepohonan dan tumbuhan lainnya tetap hijau subur dan memampukan manusia untuk tampil lebih sehat di segala lini kehidupan. Lagi pula senyawa garam tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat penampilan lebih menarik termasuk dalam usaha membantu melangsingkan badan. Artinya, masyarakat yang mengetahui manfaat garam dapat mengurangi sifat konsumtifnya sambil menjaga penampilan tetap keren.

  17. Manusia terlalu fokus kepada materi.

    Pemanasan global (global warming) merupakan perwujudan dari budaya materialisme. Saat masyarakat terlalu fokus terhadap materi, besar kecenderungan berpikir bahwa kepuasan, kebahagiaan dan ketenteraman hatinya berasal dari hal-hal materil. Mereka akan mengejar kekayaan, kesuksesan, kemewahan, kemegahan, kenyamanan, pujian, penghargaan dan penghormatan secara berlebih-lebihan. Padahal kebutuhan hati bagaikan black hole yang mengkonsumsi segala sesuatu secara terus-menerus. Sedang materi terbatas adanya, terlalu sering dikonsumsi malah jadi bosan dan muncullah niat untuk membeli sesuatu yang bernilai sekalipun berada dalam zona negatif.

    Sika hedonisme hanya membuat konversi sumber daya alam menjadi barang dan jasa semakin meningkat tajam. Sedang kemampuan lingkungan untuk menghasilkan prodak alamiah yang baru membutuhkan waktu yang cukup lama. Jumlah konglomerat dengan gaya hidup glamour yang semakin bertambah dari tahun ke tahun akan melipat gandakan konsumsi masyarakat. Semua keadaan ini akan berdampak pada kerusakan lingkungan yang membuat panasnya mentari di siang hari semakin menyengat dan gerahnya malam semakin menggelisahkan masyarakat kelas bawah pada umumnya.

Sejak dari awal penciptaan seluruh bumi adalah sempurna adanya. Hanya saja sikap kita yang kurang cerdas, kurang pengalaman, arogan dan serakah telah menghancurkan tatanan yang sudah lengkap tersebut. Seharusnya kita menjadikan lingkungan sekitar sebagai rekan/ sahabat dan bukannya sebagai objek eksplorasi untuk memuaskan hasrat sesaat yang merugikan ciptaan lainnya. Kita menjadikan materi dan kemuliaan duniawi sebagai pemuas untuk mengisi kekosongan di dalam hati sehingga mengkonsumsinya secara brutal sampai potensi alamiah tak tersisa sama sekali. Akhirnya, yang merasakan akibat dari degradasi lingkungan adalah kita juga. Sekalipun ada beberapa kelompok yang merasa masih mampu bertahan di tengah bencana alam dengan keberadaan minyak bumi (BBM). Namun sampai berapa lama hal tersebut mampu melindungi anda, Padahal konsumsi bahan bakar minyak yang tinggi membuat kapasitas produksi lebih rendah dari konsumsi sehingga hanya menunggu waktu saja sampai sistem kehausan energi. Ujung-ujungnya, diperhadapkan juga dengan perebutan ladang minyak baik secara diam-diam (konspirasi terselubung) maupun secara terang-terangan (peperangan).

Salam, Pemanasan global akibat kesalahpahaman,
Manusia dan lingkungan harus menjadi rekan,
Pepohonan ada menjaga keseimbangan,
Agar alam tidak terlalu kuat menekan,
Buang egoisme lenyapkan keserakahan,
Mari hidup bersama bergandengan tangan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.