Kepribadian

+10 Asap Kehidupan Bisa Merusak Atau Membangun Kepribadian Manusia


Asap Kehidupan – Puisi

Asap hitam selimuti jiwa-raga,
Dari dalam & luar sungguh nyata,
Menghimpit tiap langkahku,
Mendesak tiap hembusan nafasku,
Mengisolasi kehidupan dari sesama.

Ada banyak beban matang,
Gelisah terus meradang,
Ketakutan mengguncang,
Banyak khilaf menggoyang,
Hidup pun terhuyung-huyung.

Ada banyak dinamika,
masalah sosial menerpa,
Soal-soal menghantam,
Pergumulan hidup kental,
Kisah pilu bertumbuk-tumbukan.

Tak ada jalan keluar,
Tak ada solusi cepat,
Tak ada pelampung,
Sesama pada pulang
Hidup tenggelam asap,

Hanya satu penolongku,
Dia satu pelindungku,
Hembuskan angin simpul,
Mengusir asap tebal,
Celikkan mata mendetail,

Mata hati cemerlang,
Semangat kian gemilang,
Persiapan makin terang,
Hati pun jadi tenang,
Asap hitam pun hilang.

Tuhan Yesus besertaku,
Sandarkan punggung pada-Nya,
Genggam kuat tangan-Nya,
Ikuti langkah kakinya,
Pandanglah pada firman-Nya.

Asap Kehidupan Bisa Merusak Atau Membangun Kepribadian Manusia

Asap polutan merusak dimana-mana

Asap adalah wujud materi dalam bentuk gas yang secara kasat mata kurang/ tidak terlihat sama sekali (invisibel) namun aroma pembakaran yang dibawanya dapat tercium dengan jelas. Biasanya terjadi akibat aktivitas manusia  (uap saat memanaskan air, saat membakar ini-itu) dan disebabkan juga oleh karena aktivitas lingkungan (kabut rendah di pagi buta/ pagi hari). Khusus pada bagian ini, kami berbicara tentang asap yang dihasilkan dalam proses pembakaran yang kurang sempurna. Biasanya sangat menyengat aromanya di saat membakar sampah, sebab plastik memiliki bau terbakar yang memekatkan hidung. Pembakaran yang sempurna seharusnya tidak berasap seperti yang terjadi saat menyalakan api biru pada kompor minyak tanah maupun kompor gas dan bunsen.

Pengasapan yang mengganggu kesehatan fisik

Bagi mereka yang baru pertama-tama menghirup asap pembakaran plastik, kemungkinan akan merasakan gangguan pada hidungnya. Sedang mereka yang sudah terbiasa dengan aroma tajam tersebut akan menjalaninya dengan tabah namun tetap santun. Membakar sampah jelaslah merupakan suatu praktek yang tidak dianjurkan sebab mengganggu penglihatan dan penciuman manusia. Manfaat lainnya untuk mengusir serangga yang beterbangan di sekitar lingkungan anda. Sebenarnya, tidak harus bakar-bakar sampah untuk mengusir serangga, cukup dengan menjaga kebersihan, memelihara hutan, berteman dengan predator (katak, cicak, laba-laba, ular), tidak membuang sampah sembarangan dan menghindari genangan air dilingkungan sekitar. Selengkapnya, Tips mengusir serangga.

Menjaga kesehatan fisik dari udara berasap

Lingkungan yang berasap oleh pembakaran jelas tidak baik bagi kesehatan. Keadaan ini bisa saja menyebabkan detak jantung tidak beraturan (aritmia). Hindari gelisah dan tetaplah bernafas dengan lancar niscaya jantung yang berdebar-debar tersebut akan mereda sama sekali dalam waktu seketika. Lebih dari itu, jangan terlalu kuatir berlebihan sebab semuanya itu bisa ditanggulangi oleh sistem daya tahan tubuh. Juga jangan lupa menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan secukupnya, garam, rempah-rempah (herbal ajaib) dan buah (jika ada). Semua bahan-bahan makanan tersebut dapat meningkatkan sistem imun tubuh anda. Bahkan asap itu sendiri akan menjadi penguji yang turut meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Sumber-sumber pengasapan mental

Ada pula hal-hal berasap lainnya yang mengganggu kehidupan, khususnya kesehatan mental. Secara psikis, anda dapat terusik dengan kehadiran kabut transparan beraroma menyengat ini. Jika tidak mampu menerimanya dengan ikhlas apa adanya, besar kemungkinan hati menjadi tidak tenang. Bahkan saat anda membiarkan rasa kesal berlipat ganda di dalam hati, kemungkinan akan merasakan kegelisahan hingga amarah yang diluapkan dalam bentuk kata-kata yang keras bahkan bisa juga berupa tindakan yang terlalu berlebihan. Dalam berbagai kesempatan, asap ini bisa berasal dari luar: ditimbulkan oleh orang atau lingkungan sekitar dan bisa juga berasal dari dalam diri sendiri (perbuatan daging). Pengaruhnya dalam kehidupan dapat mengarah kepada hal-hal negatif dan bila anda bijak akan mengarah kepada hal positif.

Macam-macam asap kehidupan

Keberadaan asap yang mengganggu kesehatan psikis bisa membuat kita sakit kepala, pusing, berontak dan menjauh dari kebenaran sejati. Ini benar-benar suatu tantangan yang tidak pernah mati. Sebab secara alamiah tubuh kita diasapi oleh perbuatan daging secara terus-menerus. Selama masih hidup di dunia ini, selama itu pula perbuatan tercemar itu akan terus kentara dalam kehidupan kita dari waktu ke waktu. Yang dapat kita lakukan adalah menekan dan meminimalisirnya agar tidak sampai mencuat dalam bentuk kata-kata apalagi perbuatan. Sedang pusaran lubang di hati yang terus menganga harus selalu diisi dengan senantiasa fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja dari waktu ke waktu. Berikut akan kami tampilkan beberapa hal yang membuat hidup selalu berasap.

Yang berasal dari dalam (internal)

  1. Sifat sombong.

    Keangkuhan adalah penghalang kehidupan umat manusia yang semakin menjauhkannya dari sesama. Sifat yang satu ini perlu diatasi dengan menyangkal diri, menyadari eksistensi kemanusiaan dan kekurangan dalam diri sendiri. Selebihnya untuk mengatasi kesombongan dengan merendahkan hati dan mau hidup sederhana.

  2. Iri hati.

    Kedengkian membuat kita susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah. Kekuatan yang membuat manusia tidak bisa akur dengan orang lain. Untuk meredam potensi negatif ini, kita perlu rajin berbuat baik, ikhlas menerima perbedaan dan memberikan pengakuan yang wajar terhadap kemampuan sesama.

  3. Hawa nafsu sesat.

    Berjaga-jagalah dengan keinginan anda. Sebab tingginya hasrat sebanding dengan tingkat kepintaran otak. Arahkanlah nafsu tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas positif (fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja). Anda juga dapat mengarahkannya kepada bakat-minat (kelebihan) yang dimiliki. Selalu pastikan bahwa keinginan anda tidak bertentangan dengan standar kehidupan (Kitab Suci & peraturan yang berlaku di masyarakat)

  4. Arogansi cs keserakahan.

    Sikap yang selalu saja menginginkan lebih dari orang lain (arogan) mendorong anda untuk mengkonsumsi materi dan kemuliaan duniawi secara kebablasan. Akibatnya, timbullah rasa bosan sehingga ada niat untuk menginginkan sesuatu yang lebih bernilai. Jika keinginan semacam ini terus disalurkan besar kemungkinan kita menjadi seorang pribadi yang serakah (tamak).

  5. Menyimpan dendam.

    Manusia tidak bisa terus-menerus hidup memendam dendam. Ini berpotensi semakin terkumpul dalam jumlah besar, menumpuk-numpuk dan akhirnya meledak menjadi kekerasan verbal hingga berwujud sebagai perbuatan keji yang nyata-nyata. Kebiasaan menyimpan kesalahan orang di dalam hati hanya membuat hati tambah berat selama menjalani hidup.

  6. Kebencian, kekesalan, kejengkelan.

    Rasa kesal terhadap seseorang atau terhadap suatu hal bisa saja meradang di dalam hati secara tiba-tiba. Ini bisa jadi karena kita tidak cocok dengan perkataan dan perbuatan orang lain. Saat prinsip hidup yang dimiliki jauh berbeda/ bersaing dengan punya teman dalam arti bertentangan, rasa benci itu bisa terkumpul. Hadapi rasa jengkel denga ikhlas sembari membiasakan diri terhadap dinamika kehidupan agar pikiran tidak menjadi sempit menanggapi orang lain. Akhirnya, anda sendirilah yang dirugikan dari kebencian tersebut karena saling jaga jarak dari mereka yang dahulu karib. Padahal orang-orang semacam itu bermanfaat juga menyehatkan psikis anda.

  7. Suudzon berlebihan.

    Setiap kita pasti curiga kepada orang tertentu tetapi jangan fokus kepada rasa curiga tersebut. Sebab prasangka buruk cenderung tidak mendamaikan hati dan membuat sikap jadi negatif saat menanggapi sesama. Selama belum memiliki bukti kuat, selama itu pula kita tidak berhak menuduh orang lain aneh-aneh. Oleh karena itu, jadikan suudzon sebagai nasihat untuk lebih berhati-hati tetapi tetap fokuskan pikiran kepada Tuhan agar hati bebas dari rasa kalut dan takut yang berlebihan.

  8. Berbohong/ menipu.

    Biasanya, manusia berbohong terhadap sesamanya untuk menyelamatkan diri dari hal-hal tertentu. Tindakan cari selamat sendiri semacam ini jelas tidaklah baik bagi bagi masa depan anda. Memang hal tersebut menguntungkan dalam jangka pendek tetapi secara jangka panjang bisa-bisa kepercayaan orang lain terhadapmu terkikis bahkan hilang sama sekali.

  9. Sungut-sungut.

    Keluhan yang terucap lewat bibir kita cenderung membuat pikiran semakin menjurus ke arah negatif. Rasa penyesalan yang menguasai hati bisa membuat kebahagiaan dan ketenteraman hati menguap. Keadaan ini akan semakin memburuk ketika selalu diulang-ulang dari waktu ke waktu. Akibatnya, sekecil apapun berkat yang kita terima tidak mampu dinikmati dengan penuh kelegaan.

  10. Amarah dalam hati.

    Amarah yang menguasai hati cenderung membuat pikiran kerdil. Kita tidak mampu lagi mengembangkan kreativitas sebab amarah yang penuh perlawanan telah merajai pikiran. Akibatnya, otak hanya dipenuhi oleh niat jahat dan kata-kata kotor sedang kemampuan untuk menghasilkan karya-karya idealis telah tenggelam oleh hasrat kuat untuk marah-marah (kekerasan verbal).

  11. Kekerasan fisik.

    Kita cenderung, dipenuhi oleh rasa benci terhadap seseorang terlebih ketika dendam telah menumpuk-numpuk. Kekerasa verbal yang penuh dengan kata-kata jorok masih belum ditanggapi oleh lawan bicara. Respon yang kurang membuat kita tidak puas lalu hendak menegaskan maksud hati dengan melakukan kekerasan fisik. Kita ingin mereka mendengarkannya dan mengubah apa yang salah tetapi cara yang ditempuh terlalu berlebihan. Lantas mencari kepuasan dengan melampiaskan kekesalan: melempar ini-itu, memukul sana-sini, merusak apa-apa dan masih banyak sikap lainnya yang cenderung tidak membangun.

  12. Rasa kecewa.

    Kekecewaan membuat suasana hati semakin dekil. Rasa-rasanya hidup tidak lagi berarti untuk dilalui sebab semuanya pupus sudah. Padahal keadaan tersebut timbul oleh karena kita terlalu fokus memikirkan peristiwa naas tersebut. Coba saja arahkan hati untuk bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan, pastilah semua kekalutan hati akan digeser hingga tak lagi terasa nyata.

  13. Rasa sakit lainnya.

    Ada banyak penyebab sakit hati. Sadarilah bahwa penyakit semacam ini cenderung akan menguras habis kekuatanmu. Artinya, dampak dari rasa sakit adalah kehilangan semangat, lemah, lesu, lunglai dan letih jiwa. Saat tubuh fisik melemah, kita bisa memulihkannya dengan mengkonsumsi makanan dan minum air garam manis. Tetapi saat jiwa loyo, siapakah yang dapat memulihkan kekuatannya? Satu-satunya yang dapat menyemangati jiwa secara terus-menerus adalah saat pikiran fokus kepada Tuhan dan kepada sorga. Bernyanyi-nyanyilah memuliakan nama-Nya sebab demikianlah kelak aktivitas kita saat hidup abadi di sorga.

    Yang berasal dari luar (eksternal).

  14. Acuh tak acuh (pengabaian).

    Masing-masing dari kita pernah diabaikan. Dinamika semacam ini bisa melemahkan bahkan mematikan semangat hidup. Satu-satunya cara untuk mengatasi sikap acuh tak acuh adalah dengan membiasakan diri terhadap hal tersebut. Membalas sikap acuh dengan perilaku yang sama hanya akan membuat kita semakin apatis terhadap sesama. Oleh karena itu, biasakan diri, tegerlah dan tetap hadapi semuanya dengan santun (penuh keramahan).

  15. Ejekan lawan (bully).

    Sindiran lawan bisa saja membuat perasaan jatuh bebas. Semakin fokus terhadap hal tersebut justru semakin galau jadinya hidup ini. Orang yang hidup dalam keikhlasan, tetap sabar, sibuk fokus Tuhan, bekerja, belajar dan berbuat baik kepada sesama akan menghadapinya dengan santai. Tidak perlu membalas ejekan dengan ejekan yang sama sebab balas dendam hanya menjauhkanmu dari rasa damai yang sejati.

  16. Penghinaan dari lawan.

    Kejadian ini sering disebut sebagai “sudah jatuh, tertimpa tangga pula!” Pada satu momen kehidupan kita ada kesalahan yang menimpa diri sendiri. Tetapi, sialnya bukan mendapat rasa simpati malah ada orang yang turut merendahkan. Sika yang suka menghina juga kerap terjadi saat orang lain terlalu mendalam-dalamkan kelemahan yang dimiliki. Saran kami “iyakan saja semuanya itu sebagai pertanda keikhlasan hati.” Lupakan hal tersebut lalu sibukkan diri untuk memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Bisa juga dengan bekerja dan belajar sembari berbagi kasih kepada sesama.

  17. Jurus fitnah.

    Tuduhan yang kurang tepat, terlalu berlebihan atau salah sama sekali merupan suatu hal yang cukup menjengkelkan saat diingat-ingat. Bila kita tidak dapat bersabar menghadapinya dan kehilangan kendali diri akan terseret dalam pembelaan yang tidak pernah berakhir. Terkadang, kita hanya perlu menanggapi fitnah dengan senyuman, anggukan sambil membalas orang tersebut dengan penuh keramahan. Lupakan semuanya itu, bukankah “fitnah adalah kata-kata bagaikan asap yang segera berlalu?” Kecuali anda mendalam-dalamkannya di dalam hati sendiri.

  18. Dan lain sebagainya.

Asap kehidupan bisa mengkaburkan kepekaan mata hati sehingga hidup yang kita tempuh semakin sukar rasanya. Padahal semuanya itu adalah persepsi sementara yang sewaktu-waktu bisa anda ubah sesuai dengan kehendak positif (tujuan yang baik selalu membuat hati energik). Kekuatan yang melemahkan tersebut bisa muncul dari dalam hati sendiri akibat pikiran yang selalu saja kosong dan dapat pula keluar dari perbendaharaan orang lain sampai menghantam mental kita. Solusinya cuma satu “kalau anda benar mengapa mesti gusar?” Jaga sikap dimulai dari dasar hati dengan cara memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Tetap buat dirimu sibuk dengan belajar dan bekerja sambil-sambil berbuat baik kepada sesama, sama halnya seperti diri sendiri. Hanya lewat semua aktivitas positif tersebutlah kita dapat membiasakan diri dengan masalah sehingga mampu menghadapinya dengan hati yang tegar namun tetap lembut dalam bersikap.

Salam, Asap kehidupan selalu ada,
Jangan terpaku terus-terusan padanya,
Buka pikiran arahkan pada kebenaran,
Fokus hati selalu tujukan kepada Tuhan,
Berbagi kasih dalam pekerjaan-pelajaran
Terbiasa menghadapi permasalahan,
Tetap tegar & santun jalani kehidupan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.