Kepribadian

7 Alasan Membiarkan Lawan Menang – Biarkan Mereka Merasa Menang Itulah Yang Dilakukan Tuhan Kepada Kita Sampai Sekarang


Alasan Membiarkan Orang Lain Menang - Biarkan Mereka Merasa Menang Itulah Yang Dilakukan Tuhan Kepada Kita Sampai Sekarang

Mengerti Tuhan, memahami dunia ini

Saat anda mengerti tentang keberadaan Tuhan dan seluruh kebenaran yang diungkapkan oleh-Nya, sungguh dunia ini sudah ada dalam pemahaman kita. Artinya, mengerti kepribadian Tuhan, membuat kita juga mampu memahami banyak hal dalam kehidupan. Memahami pola-pola kebenaran membuat kita sungguh-sungguh mengetahui kecenderungan manusia di bumi ini dan semua ujung dari pengejaran materi yang dihidupinya. Karena telah memahami kejadian  yang sedang berlangsung, tepat saat itu jugalah hati merasa lega. Lalu lewat semua peristiwa tersebut memilih untuk menempuh jalan-jalan kepada kebenaran yang memang menyakitkan tetapi sesungguhnya mendatangkan ketenteraman hati karena berada dipihak yang benar.

Teknik terbaik memanajemen komunitas

Mustahil seorang manusia mampu mengontrol sesamanya seutuhnya, itu namanya diktator! Yang paling mungkin dalam manajemen komunitas adalah meninggikan peraturan dan menegakkan keadilan di antara manusia. Tanpa peraturan, hidup kita selalu berada di ujung tanduk, berjuang sendiri-sendiri menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang terkadang tidak mendatangkan keuntungan bagi sesama manusia. Sedang kesetaraan adalah suatu jaminan untuk menciptakan situasi masyarakat yang kondusif dari hari ke hari bahkan dari generasi ke generasi. Sebab tanpa kesejajaran pengetahuan, penggajian dan kekuasaan; masyarakat dengan kekuatan (power) lebih akan menekan kehidupan sesamanya dan menyebabkan kerugian bagi orang lain juga terhadap lingkungan sekitar.

Allah hanya memperlihatkan bagian besar dari kebenaran sedang yang kecil-kecilnya harus ditemukan sendiri

Kami akan mengungkapkan suatu kebenaran yang biasa dilakukan Tuhan dalam kehidupan kita, yaitu tentang peran Allah untuk menyadarkan umat manusia. Ia hanya menyampaikan pesan-pesan kebenaran secara umum dalam kehidupan kita. Sedang cara-cara menerapkan semuanya itu agar lebih terperinci, telah diserahkan kepada keputan masing-masing orang. Artinya, hukum Taurat yang adalah kebenaran itu sendiri hanya mengatur hal-hal yang jelas nyata sedang segala yang kecil-kecil yang berkaitan untuk mewujudkan semuanya itu harus kita temukan sendiri. Bagian besarnya telah dinampakkan Tuhan kepada umat manusia, sekarang yang perlu kita cari tahu adalah serpihan kecil yang harus disusun untuk membangun tujuan (visi) yang besar tersebut.

Kebenaran sebagai falsafah hidup

Pada kejadian ini bisa kita lihat bahwa sesungguhnya kebenaran adalah visi umat manusia. Gambaran masa depan itu adalah target utama komunitas di dalam masyarakat. Sedang cara-cara untuk mewujudkannya harus kita temukan sendiri. Salah satu bagian terbaik yang perlu kita pelajari adalah Kitab Suci. Dari sana bisa dilihat bagaimana umat manusia berusaha mewujudkan kebenaran itu tetapi mereka selalu saja jatuh karenanya. Naasnya, yang pertama sekali terjebak dalam kegagalan terhadap kebenaran itu adalah para pemimpinnya. Orang-orang yang berdiri di atas meninggalkan kebenaran semata-mata untuk mengejar keuntungan duniawi. Mereka berulang kali gagal mewujudkan kebenaran karena pemimpinnya menyimpang dan sumber daya alam yang tersisa hampir habis. Sedang tanah-tanah berubah menjadi gurun oleh karena keserakahan.

Hal yang benar seperti puzle yang harus disusun sebaik-baiknya

Lantas apa yang dilakukan Tuhan? Allah hampir menelantarkan umat-Nya walau pada satu titik Dia juga mengingat dan menolong mereka. Yang Maha Kuasa menelantarkan umatnya semata-mata demi kebaikan agar mereka sadar. Sehingga orang-orang tersebut tahu rasa bagaimana siksaan akibat dosa yang diperbuatnya. Setelah masa-masa hukuman itu selesai, barulah Allah datang untuk menebus mereka dari tangan musuh-musuhnya sehingga kehidupannya dipulihkan. Masalahnya, mengapa Tuhan tidak menunjukkan kepada kita secara lebih jelas dan terperinci bagaimana melakukan kebenaran? Allah sesungguhnya bukan tidak peduli melainkan yang diharapkan-Nya adalah kita menemukan kebenaran hakiki itu sendiri. Mencari, menyusun dan merekatkan bagian-bagian kecil tersebut demi tujuan mencapai masyarakat yang mengasihi Allah seutuhnya dan sesama manusia setara dengan diri sendiri.

Faktor Penyebab membiarkan orang lain menang dalam berbagai kemelut sosial

Apa yang dilakukan Tuhan ketika manusia berdosa? Apakah langsung memberi hukuman agar api turun dari langit untuk membakarnya? Tentu saja tidak, hukuman pertama yang kita rasakan dari setiap dosa yang dilakukan adalah ketakutan. Sedang akibat dari dosa tersebut kemungkinan akan dirasakan segera atau yang akan datang. Artinya, ”Allah membiarkan kita bergelut dalam dosa yang dengan sendirinya, cepat atau lambat akan pecah menjadi bencana yang merugikan diri sendiri termasuk orang-orang yang dicintai bahkan lingkungan sekitar.” Inilah sifat yang hendak kita tiru dari Yang Maha Mulia, bukan apatis tetapi berpegang kepada peraturan lalu membiarkan orang-orang tersebut tersesat dimana suatu saat akan menuai penuh, upah dari dosa yang diperbuatnya.

Berikut akan kami jelaskan beberapa alasan mengapa membiarkan lawan-lawanmu menang

  1. Meniru kebiasaan Allah.

    Sadarilah bahwa Allah membiarkan kita melakukan dosa kecil tetapi bukan dalam arti membebaskan kita melainkan Dia berharap lewat semuanya itu kita mengerti akibatnya. Pada akhirnya lewat kesalahan kecil tersebutlah, secara tidak langsung kita terdorong untuk melakukan dosa fatal dimana akibatnya akan langsung terasa nyata.

    Dari kejadian ini, yang dikehendaki Tuhan adalah agar kita mampu memahami pola-pola kejahatan itu dimulai dari yang kecil. Saat melanggar hal-hal kecil tersebut, tepat saat itulah semakin besar kemungkinan untuk melakukan berbagai dosa gede lainnya sehingga dampak buruk/ efek sampinya akan sangat jelas menghimpit.

    Inilah yang hendak kita salin dari Tuhan, yaitu membiarkan orang lain terlena dalam kekhilafan kecil, lagi dan lagi. Suatu saat nanti rasa khilaf inilah yang mengantarkan mereka pada megapelanggaran yang berdampak luas hingga menyebabkan malapetaka. Biarkan saja mereka menang dalam kejahatan kecil itu. percayalah suatu saat nanti mereka akan menemukan hidayah lewat akibat yang tertanggung. Yang penting dan perlu anda pegang teguh adalah aturannya.

  2. Cara terbaik menjadi ikhlas.

    Ikhals membuat hati lega menghadapi kenyataan hidup. Kita berupaya untuk menerima kenyataan apa adanya agar tetap luwes dalam melakukan segala sesuatu. Saat kita jauh dari sikap ini, hati menjadi berat menjalani hari bahkan setiap nafas pun rasanya sesak akibat pikiran kita tidak menyetujui apa yang sedang berlangsung. Tepat saat membiarkan lawan-lawan kita menang, tepat saat itulah keikhlasan memenuhi hati dan beban pikiran pun lebih terasa ringan.

  3. Cara terbaik untuk fokus kepada Tuhan.

    Pertarungan sosial tidak harus dimenangkan oleh diri ini. Harap dicamkan bahwa TIDAK ADA SOLUSI untuk menyelesaikan masalah tersebut sebab belum ada peraturan yang menyebutkan hukumannya. Justru hal ini baik untuk melatih mental menjadi lebih tangguh dari waktu ke waktu. Yang perlu kita lakukan adalah biarkan mereka menang dan TETAP BERTAHAN.

    Di sela-sela pertarungan tersebut silahkan fokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Ini adalah jalan terbaik untuk menenangkan hati sambil-sambil menikmati gejolak yang sedang berputar kencang di sekitar anda. Dengan demikian anda bahkan mampu menjadikan kebisingan yang dihasilkan menjadi nada-nada yang membantu kita untuk terus menujukan hati kepada Allah sembari memuliakan nama-Nya. Sekedar jalan juga kemari, Kiat-kiat bernyanyi kreatif.

  4. Cara terbaik untuk tetap berkawan dengan sesama.

    Orang percaya sebagai domba tulen tidak mudah berkawan dengan musang berbulu domba. Perlu teknik khusus agar kita bisa berteman dengan orang-orang tersebut, salah satunya adalah dengan tetap beramah-tamah kepada mereka. Jika kita terlalu menaruh di dalam hati setiap desakan hidup yang dilancarkan, besar kemungkinan menjadi dendam. Oleh karena itu, terbiasalah menekan ego yang ada di dalam hati atau lebih tepatnya hilangkan arogansi. Selama rasa arogan itu muncul niscaya tidak ada damai dengan orang lain sebab kitapun turut melakukan aksi balasan. Jikalau ego keakuan itu terus mencuat, silahkan menyangkal diri dan dan biarkan mereka menang.

  5. Cara terbaik untuk fokus kepada pelajaran.

    Apabila kita belum merelakan kejadian buruk yang menimpa diri ini, besar kemungkinan timbullah aksi balas-membalas. Anda memang tidak salah membalaskan perbuatannya tetapi mau sampai kapan melakukan hal tersebut? Mau sampai kapan menyibukkan diri sendiri untuk turut melakukan berbagai aksi mengganggu tersebut? Lihatlah pelajaranmu kawan, semakin terbengkalai karenanya.

    Ada baiknya bagi kita untuk selalu berusaha menerima kenyataan sembari membiarkan orang-orang tersebut memenangkan permainannya. Mereka yang menyusun permainannya maka biarkanlah mereka menang dan lanjutkanlah pelajaran itu. Hanya saja yang perlu kita lakukan adalah senantiasa waspada dan belajar dari pengalaman yang dijalani dari waktu ke waktu.

  6. Cara terbaik untuk fokus kepada pekerjaan.

    Gangguan sosial jelas sebagai sebuah kekuatan yang berpotensi mengacaukan pekerjaan anda. Mereka yang mulai-mulai menggeluti berbagai aktivitas tersebut pastilah akan disibukkan. Tetapi orang yang terbawa emosi terhadap para pengganggu akan menemukan ketidaktenangan dalam hatinya. Mereka cenderung menjadi manusia yang bekerja tetapi tidak pernah menyelesaikan hal tersebut akibat terlalu serius menanggapi berbagai dinamika yang berlangsung di sekitarnya.

    Oleh karena itu, silahkan terima apa adanya dan biarkanlah mereka menang lalu tetaplah tenang dan selalu bersikap santai di tengah derasnya cobaan hidup. Semakin sering mengalami himpitan niscaya kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi buruk makin cantik saja, dimana setiap tanggung jawab yang dikerjakan selesai tepat waktu.

  7. Kesempatan bagus untuk latihan mengendalikan diri.

    Hal-hal recehan yang menimpa anda merupakan suatu peluang untuk berkembang. Terkecuali jika situasi tersebut melanggar hukum silahkan melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Saat kerikil kecil itu terjadi berulang kali, pahamilah bahwa “kemelut yang sedang terjadi bisa berubah menguntungkan anda bila mampu dilewati dengan penuh damai dan tegar bertahan namun tetap santun bersikap.”

    Berusahalah untuk merelakan kemanengan orang lain dan biarkan mereka tertawa. Namun anda, pastikanlah bahwa pikiran bersih, bebas dari sungut-sungut, dendam dan rasa kesal yang menyundul ke depan. Ini adalah kesempatan emas bagi anda untuk latihan agar tetap fokus kepada Tuhan dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Hidup ini penuh dengan latihan. “Jalanilah semuanya itu dengan sikap damai dan tetap tabah bertahan namun selalu santun seorang terhadap yang lain.” Waspada itu memang harus namun jangan sampai sikap yang terlalu hati-hati membuat diri ini melupakan kebenaran yang hakiki. Di dalam setiap dinamika sosial yang menekan kehidupan ini, selalu kedepankan keikhlasan, melewatinya dengan sabar, tetap fokus kepada Tuhan, bekerja dan belajar juga tidak lupa untuk mengasihi sesama di sela-sela aktivitas sehari-hari. “Belajar dari pengalaman, itulah kewaspadaan standar.” Jangan semua goncangan yang terjadi ditanggapi dengan sikap arogan yang ingin selalu unggul. Kebiasaan ini justru membuat kehidupan kita semakin kacau-balau, melainkan sangkal diri, mengalah dan membiarkan orang lain menang merupakan salah satu cara terbaik membiarkan semuanya berlalu tanpa menyisakan luka malahan ada senyum yang penuh keramahan.

Salam, Kehidupan penuh dengan gonjang-ganjing,
Biarkan mereka menang-riang dalam permainannya,
Bukankah kita tidak dirugikan dalam perang
?
Hadapi godaan dengan tegar & tetap santun ceria
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.