anak

10 Alasan Allah Menyatakan Diri Dari Indra Ke Hati, Transformasi Dari Bapa-Anak Ke Roh Kudus


Alasan Allah Mengubah Pernyataan-Nya Dari Indra Ke Hati, Dari Bapa-Anak Ke Roh Kudus

Dalam masalah tidak perlu memanggil orang yang jauh di sana, panggillah Allah lewat suara hatimu!

Bunyi kehidupan memang tidak selalu merdu, itulah kenyataannya. Terkadang ada yang lembut, bisa keras, dapat menggelegar dan mungkin juga ada yang menggoda. Pada tahapan awal, kita bisa saja tertekan hingga membuat kepala pusing dan hati jadi susah. Orang-orang yang terdesak namun patah semangat pasti akan tersingkirkan secara perlahan-lahan. Belajarlah menyesuaikan diri dan tetap tujukan hidup kepada kebenaran yang hakiki, itulah penghiburan yang sejati. Hindari sikap yang melawan tetapi berpeganglah kepada Roh Allah yang ada di dalam hatimu. Mereka yang terhimpit hatinya namun tetap fokus pastilah akan mengalami peningkatan kecerdasan emosional, spiritual dan sosial. Fokuslah kepada Tuhan, bekerja dan belajarlah dalam setiap hembusan nafas ini, itulah aktivitas positif.

Umat manusia sedang mujur, Tuhan sangatlah dekat

Zaman sekarang, kita sangat beruntung kalau mau bertemu dengan Allah cukup dengan fokuskan pikiran kepada-Nya niscaya semua ketenteraman hati akan menjadi miliki selamanya. Bila kita melihat dan mengamati kehidupan umat manusia di zaman dahulu, mereka hanya akan merasakan damai saat ada kekuatan besar yang menggiring langkah kakinya. Percaya kepada senjata yang besar dan kekuatan otot dahsyat yang bisa dilihat oleh mata kepalanya sendiri. Terheran-heran dan takut ketika cuaca berubah drastis dan guruh menggebu-gebu dengan dahsyatnya. Hanya mengucap syukur saat berkat jabatan dan harta berlimpah-limpah adanya. Oknum yang hanya senang dengan penuh kebanggaan saat dirinya sendiri jauh lebih baik dari orang-orang di sekitarnya.

Allah selalu ada memberi rasa puas damai, bahagia dan tenteram

Hari-hari sekarang ini, kita patut bersyukur karena Allah senantiasa hadir di dekat kita bahkan sangat dekat. Asal saja kita bergerak untuk kemuliaan nama-Nya pastilah keberadaan-Nya selalu bisa dirasakan. Beraktivitaslah mengasihi Allah seutuhnya dan sesama layaknya diri sendiri, itulah dua inti dari seluruh isi Kitab Suci. Bila kita bergerak untuk memperjuangkan kebenaran seperti yang dikehendaki-Nya niscaya, Ia selalu bersama dalam setiap pergerakan yang kita lakukan dari waktu ke waktu. Tentu saja kebersamaan itu bukanlah suatu hal yang putus-nyambung dan tidak stabil melainkan Dia bersama kita seumur hidup bahkan sampai Maranata. Hanya dengan bersyukur dan bernyanyi-nyanyi memuliakan nama-Nya maka kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman abadi.

Apa yang diberikan manusia hanyalah hal-hal yang fana

Selama kami menjalani hidup di dunia ini, yang kami ketahui adalah “ketenangan hati yang dikaruniai Allah tidak ada bandingannya dengan yang diberikan manusia.” Apa yang bisa diberikan manusia adalah kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Semahal apapun materi yang kita nikmati saat ini, selalu sadari bahwa itu hanyalah sementara saja. Justru ketika terlalu serakah mengkonsumsinya lagi dan lagi besar kecenderungan menjadi cepat bosan. Ujung-ujungnya kita menginginkan sesuatu yang lebih bernilai, demikianlah hal ini terus saja berulang-ulang. Artinya, ketenangan hati yang diberikan manusia tidak akan pernah mampu memuaskan hati malahan tambah kehausan karenanya. Tetapi apa yang dianugerahkan Tuhan sifatnya abadi seumur hidup bahkan sampai selamanya.

Faktor Penyebab Allah Menyatakan DIri Dari Indra Ke Hati, Transformasi Dari Bapa-Anak Ke Roh Kudus

Proses transformasi keberadaan Tuhan merupakan tahapan yang membutuhkan waktu sangat panjang. Ini adalah bagian dari pembelajaran hidup dimana pertama-tama manusia dituntun untuk menyaksikan kehadiran-Nya dalam rupa-rupa pribadi yang ajaib dan luar biasa. Kemudian kita dipertemukan lagi dengan Yesus Kristus yang langsung mempraktekkan cara-cara yang tepat untuk menerapkan nilai-nilai kebenaran di dalam kehidupan sehari-hari. Hingga pada akhirnya, Allah menyatakan diri lewat Roh Kudus yang dianugerahkan di dalam hati masing-masing orang percaya. Transformasi Allah Tritunggal menunjukkan kepada kita betapa pentingnya mengaktifkan pikiran dalam tatanan hierarki kehidupan. Tentu saja hal ini diperoleh dari berbagai latihan fokus kepada Tuhan dan melakukan aktivitas positif lainnya. Harus paham betul bahwa sesungguhnya kemampuan Roh di dalam hati harus selalu dibina dari waktu ke waktu. Saat kita selalu fokus melakukan aktivitas positif, saat itulah kemampuan dan potensi yang dimiliki semakin dekat ke arah yang benar.

Berikut ini beberapa alasan mengapa Tuhan mentransformasikan kehadiran-Nya dari panca indra ke hati (Makna dibalik transformasi Allah Tritunggal).

  1. Alasan utama agar semua orang beroleh penyertaan Allah (kesetaraan).

    Tahukah anda bahwa dahulu ketika bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan (Mesir) menuju ke tanah perjanjian (Kanaan), di antara ratusan ribu bangsa itu hanya ada tujuh puluh orang saja tua-tua yang menerima Roh Allah. Tetapi sekarang, setelah kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus, masing-masing orang memiliki Roh Allah. Keadaan ini jugalah yang secara tidak langsung membuat manusia setara satu sama lain. Seperti ada tertulis.

    (Bilangan 11:25) Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.

    Lalu pertanyaan berikutnya, jika Roh Allah setara di dalam tubuh masing-masing orang, seharusnya rupa-rupa pekerjaan-Nya sama tetapi mengapa kenyataannya masing-masing orang memiliki potensi berbeda? Perbedaan ini berhubungan erat dengan pengorganisasian masyarakat (gereja). Sebab setiap manusia adalah bagian dari tubuh Kristus yang memiliki peran sendiri-sendiri di dalam masyarakat. Tupoksi yang berbeda membuat kemampuan yang mereka miliki juga berbeda.

    Lagipula kemampuan Roh Kudus sangat tergantung dengan pergumulan hidup yang kita alami dari waktu ke waktu. Semakin tinggi tekanan yang diberikan kepada orang percaya makin besar pula peran-Nya dalam hidup kita. Hanya saja, baiklah setiap aktivitas yang kita lakukan ditujukan untuk mengasihi Allah sepenuhnya dan sesama manusia serupa dengan diri sendiri. Perlu juga diperhatikan untuk selalu menjaga kesucian dalam menapaki setiap jejak langkah ini. Di atas semuanya itu, baiklah kita bersikap cerdik dalam menentukan pilihan namun tetap tulus saat berbuat baik kepada sesama.

  2. Agar bisa langsung berhubungan dengan-Nya tanpa perantara.

    Ketahuilah dengan pasti bahwa sesungguhnya untuk senantiasa berkomunikasi dengan Yang Maha Kuasa kita tidak membutuhkan orang lain. Sebab setiap orang yang datang kepada-Nya dalam roh dan kebenaran akan didengar setiap doanya. Tetapi bukan berarti bahwa kita bisa meninggalkan persekutuan dalam gereja sebab kebersamaan dengan saudara lainnya termasuk bagian dari aktivitas mengasihi sesama serupa dengan diri sendiri. Di dalam komunitas gereja, kita bisa saling mendukung, membantu dan memberi masukan satu sama lain. Sebab masalah sosial yang terjadi di sekitar lebih mudah bila diselesaikan secara bersama-sama. Seperti ada tertulis.

    (Yohanes 14:13) dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

  3. Apa yang dirasakan indra cepat berlalu (sesaat).

    Sadarilah selalu bahwa apa yang dirasakan oleh indra manusia merupakan hal-hal yang sementara saja. Sekalipun Allah menyatakan perbuatan ajaib di hadapan kita saat ini, bukankah itu berlangsung sesaat saja kemudian segera berlalu? Satu-satunya nabi dalam Alkitab yang telah merasakan langsung kedahsyatan Allah dalam waktu yang lama adalah Musa (kurang lebih selama 40 tahun). Masakan setiap kali kita berdosa Sang Pencipta harus menyatakan kedahsyatan-Nya untuk menegur? Emang kita siapa? Sadarilah bahwa kita hanyalah debu tanah yang tidak berharga. Namun kasih karunia-Nya yang besar terhadap umat manusia melayakkan kita menyaksikan kehendak Allah lewat Kitab Suci. Seperti ada tertulis.

    (Mazmur 119:141) Aku ini kecil dan hina, tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan.

  4. Allah hendak menyadarkan kita untuk memilih secara sadar bukan karena paksaan.

    Apa yang dicicipi indra mudah terlupakan. Ketika kedahsyatan yang datangnya daripada Allah dinyatakan dalam kehidupan ini, semua itu hanyalah sesaat saja. Sedang apa yang menempel di indra biasanya mudah hilang dalam sekejap. Lagi pula jika Yang Maha Mulia selalu menyatakan kebesaran kuasanya bukankah efeknya seolah kita ditakut-takuti? Karena kita takut kepada kebesaran-Nya, demikianlah diri ini patuh. Allah jelas tidak suka ketakutan manusia yang berlebihan sebab hal tersebut bisa menjadi hambatan perkembangan kepribadian, potensi dan kehidupan seseorang. Dia mengehendaki agar kepatuhan kita merupakan pilihan dan komitmen yang diambil sendiri di bawah kehendak bebas dan bukan dengan paksaan. Seperti ada tertulis.

    (Pengkhotbah 11:9) Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!

  5. Keturunan berikutnya yang belum menyaksikan dengan mata kepala cenderung tidak taat.

    Keadaan inilah yang kerap kali terjadi dalam kehidupan orang Israel. Mereka yang patuh terhadap hukum Taurat hanyalah orang-orang yang telah melihat kekuatan Tuhan yang gagah perkasa membebaskannya dari musuh. Sedang keturunan mereka yang kemudian mengabaikan Taurat Tuhan karena belum melihat secara langsung segala perbuatan-Nya yang ajaib. Seperti ada tertulis.

    (Hakim-Hakim 2:7) Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

    Lagi katanya.

    (Hakim-Hakim 2:10-11) Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.

    Ancaman terbesar dalam keluarga adalah anak-anak terlebih ketika mereka tidak pernah menyaksikan kemuliaan Tuhan dinyatakan lewat perkara ajaib. Kisah-kisah Alkitab yang dahsyat adanya malah dipandang sebagai suatu mitos sebab mereka sendiri tidak pernah mengalaminya di dalam kehidupan nyata. Keadaan inilah yang menjadi awal kerusakan generasi sehingga membuat mereka cenderung beralih kepada penyembahan berhala (budak teknologi, hamba uang, gemar melakukan kejahatan) bahkan menjadi ateis. Oleh karena itu, sudah seharusnya pernyataan Allah beralih dari indra ke hati agar semua orang serta anak-anak kita merasakan hadirat-Nya.

  6. Materi bisa dikuasai oleh oknum yang memiliki power

    Ketahuilah bahwa saat ini, lewat potensi ilmu pengetahuan, uang dan kekuasaan yang besar; manusia juga dapat melakukan perbuatan yang gagah perkasa. Mereka menyebut kekuatan itu sebagai teknologi, dengan bantuan mesin canggih kapitalis kelas atas dapat menyembuhkan penyakit, menyuburkan tanah, menyediakan makanan enak, membuat tembak, bom, senjata pemusnah masal, mengatur cuaca (pesawat garam) dan lain sebagainya. Bagi masyarakat yang pertama-tama menyaksikannya, mereka akan menganggap bahwa orang-orang tersebut adalah mesias yang datang menyelamatkannya. Seperti ada tertulis.

    (Matius 24:24) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

    Padahal pihak yang memiliki power lebih (kapitalis) mengambil dan mengembangkan kemampuan teknologinya berdasarkan informasi yang diperoleh di dalam firman Tuhan. Yang jelas, orang-orang ini belum tentu memiliki niat yang baik sebab setiap pertolongan yang diberikan harus dibayar dengan harga mahal, pujian, kekuasaan (jabatan) dan setidak-tidaknya menuntut diberikan hak pengelolaan sumber daya alam (mengeksploitasi/ menjajah/ kolonialisme). Artinya, mereka menderma karena maunya besar!

  7. Orang yang dipercayai-Nya menggagahi kerajaan Allah.

    Jika di dalam firman Tuhan, orang yang dipercayai untuk menjadi kepala jemaat adalah para Imam dan para rabi dari kalangan orang Farisi yang terpelajar. Orang-orang inilah yang disindir Tuhan Yesus sebagai golongan munafik, gila hormat dan gila harta. Seperti ada tertulis.

    (Matius 23:13) Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

    Pertanyaannya sekarang adalah, siapakah orang-orang tersebut? Ciri-cirinya adalah suka menggagahi Gereja dan mendapatkan sumber daya besar dari jemaat. Sebab yang dikehendaki Tuhan Yesus adalah perlu adanya kesetaraan di dalam jemaat. Sama seperti Allah memandang semua manusia sama demikianlah juga seharusnya setiap orang diperlakukan setara di dalam jemaat. Sedang jika kita membaca baik-baik tentang persepuluhan seharusnya dikonsumsi bersama di dalam jemaat. Seperti ada tertulis.

    (Ulangan 12:18-19) Tetapi di hadapan TUHAN, Allahmu, haruslah engkau memakannya, di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, engkau ini, anakmu laki-laki dan anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, dan haruslah engkau bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, karena segala usahamu. Hati-hatilah, supaya jangan engkau melalaikan orang Lewi, selama engkau ada di tanahmu.

    Jadi sekali lagi, siapakah orang-orang tersebut di zaman sekarang yang berusaha menguasai dan menggagahi kerajaan Allah? Silahkan cari tahu sendiri dan kami berharap MEREKA SEGERA DAN SUDAH BERTOBAT! Berikut ayat yang kami berikan.

    (Lukas  16:16) Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

  8. Apa yang dirasakan hati kekal dan bisa dibagikan kepada semua orang.

    Kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati hanya dirasakan sendiri, itu bisa terjadi selamanya asalkan kita tetap fokus kepada Tuhan.

    Andai Tuhan datang menyatakan kekuatan-Nya lewat perbuatan yang ajaib, otak kita tidak terasah karena yang mencerna perkara tersebut hanyalah mata kepala ini. Tetapi saat kita terus fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian tingkat kecerdasan akan semakin terlatih dan kesadaran semakin baik sehingga dimampukan untuk mengendalikan diri.

    Ketika kita terus mengundang dan melatih keberadaan Roh Kudus lewat fokus kepada Tuhan, pekerjaan dan pelajaran yang ditekuni niscaya pengetahuan semakin bertambah. Terlebih ketika kita diperhadapkan dengan banyak pergumulan hidup. Sadarilah bahwa saat kita mampu menjalani ujian kehidupan tanpa kehilangan kasih kepada Allah seutuhnya dan kasih kepada sesama seperti diri sendiri. Alhasil pengalaman semakin luas sehingga kian bijak menjalani hidup. Butuh proses untuk menjadi orang yang berpengalaman dimana semuanya itu dibangun atas dasar menikmati penderitaan yang dilalui dengan penuh rasa syukur (karena semua itu bermanfaat).

    Anda pun dimungkinkan untuk membagikan solusi positif saat ada orang lain yang membicarakan masalahnya. Mulailah dari dalam keluarga dengan membantu anak-anak anda untuk menyelesaikan masalahnya dengan tegar bertahan tetapi tetap santun terhadap lawan-lawannya. Ketahuilah bahwa ketenteraman hati yang dianugerahkan Tuhan sifatnya abadi sekalipun hidup ini penuh dengan lekak-lekuk yang tidak selalu baik tetapi tetap dinikmati dalam rasa syukur penuh ketenteraman. Seperti ada tertulis.

    (Imamat  25:18) Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.

  9. Apa yang dirasakan hati bisa dipraktekkan siapa saja.

    Jika anda mengikuti panduan yang diberikan Tuhan Yesus dalam syarat mengikut Dia yakni pikul salib, sangkal diri dan lakukan kebenaran sejati. Saat anda mampu memahami dengan baik maksud dari firman tersebut dan sanggup menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari niscaya ketenteraman hati akan menjadi milik selamanya. Seperti ada tertulis.

    (Lukas 9:23) Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

    Sekalipun anda berada di tengah-tengah himpitan hidup yang memilukan hati, selalu praktekkan ketiga syarat mengikut Yesus tersebut. Rendahkanlah hati dengan menyangkal diri, jalanilah ujian kehidupan dengan setia dan tetap bertahan. Lagi, fokuslah pikiran kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) dan lakukan kebaikan kepada sesama di sela-sela pekerjaan dan pelajaran yang digeluti dari waktu ke waktu.

  10. Apa yang dirasakan hati membuat orang beriman.

    Iman tidak dibentuk dari penglihatan yang dicitrakan oleh indra melainkan dibangun berdasarkan harapan dan keyakinan yang lahir dari dalam lubuk hati yang paling dalam. Karena kita percaya Tuhan dan sorga itu ada sekalipun belum pernah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Namun berharap akan bertemu dengan-Nya dan menempati sorga-Nya suatu saat nanti di akhir zaman. Sedang apa yang dilihat oleh indra sifatnya sesaat saja dan biasanya efeknya hanya sekedar takut dan gentar sehingga mau tidak mau harus percaya kepada Tuhan (ada kesan paksaan). Akan tetapi, tidak demikian dengan iman sebab kepercayaan dibangun atas dasar yang tidak dapat dinikmati lewat indra melainkan apa yang dirasakan oleh hati masing-masing. Seperti ada tertulis.

    (Ibrani  11:1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Pernyataan Allah yang beralih dari indra ke hati menunjukkan betapa pentingnya keberadaan pikiran dalam kehidupan ini. Inilah dasar kehidupan yang memampukan anda untuk menemukan kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman yang tidak pernah berakhir. Dari sanalah Yang Maha Mulia akan membangun, melatih dan membentuk kepribadian ini menjadi seturut kehendak-Nya. Tentu saja ini terjadi selama kita mampu menjaga kesucian diri di mulai dari dalam hati, perkataan dan perbuatan. Memperjuangkan kebenaran yang hakiki dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Serta mampu mengasihi sesama serupa seperti diri sendiri di sela-sela pekerjaan dan pelajaran yang digeluti.  Hadapilah tantangan kehidupan dengan penuh kerendahan hati, selalu berupaya untuk menyangkal diri dan jalani semuanya itu dengan penuh ketabahan. Sebab masalah sekalipun bermanfaat adanya jika dihadapi dengan senantiasa bersandar kepada-Nya (fokus pada Roh di dalam pikiran). Hindari fokus kepada panca indra sebab apa yang dicermatinya bersifat sesaat saja dan orang-orang yang memiliki kepentingan negatif bisa juga mempengaruhinya indra anda. Simak juga, Peralihan di balik keberadaan Allah Tritunggal.

Salam,
Fokus indra bisa disusupi teknologi modern,
Hidup dikendalikan oknum kapitalis edan,
Fokus pada pikiran membuat hidup brilian,
Selalu dalam hadirat-Nya penuh ketenteraman
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.