Kepribadian

7 Arti Memiliki Dunia Tapi Kehilangan Nyawa – Apa Gunanya Kesuksesan, Kekayaan & Kekuasaan Jika Kehilangan Hidup? Pantaskah Mengorbankan Nyawa Demi Harta Dan Jabatan?

Arti Memiliki Dunia Tapi Kehilangan Nyawa - Apa Gunanya Kesuksesan, Kekayaan & Kekuasaan Jika Kehilangan Hidup Pantaskah Mengorbankan Nyawa Demi Harta Dan Jabatan

Tidak ada manusia yang mampu memberikan umur panjang untuk anda

Hidup adalah anugerah. Tidak ada orang yang memberikannya kepada kita secara cuma-cuma selain dari pada Allah yang ada di sorga. Sayang, ada orang yang menganggap remeh hidupnya. Mereka menganggap dirinya terlalu rendah padahal tidak ada satu orang pun manusia yang dapat membuatnya berumur panjang walau hanya sehari saja. Memang di dalam dunia ini kita harus rendah hati bahkan semakin sering menyangkal diri saat kelebihannya banyak. Namun rasa rendah diri ini bukan berarti sampai kita rela untuk membunuh diri sendiri oleh karena kekurang hati-hatian dalam menjalani hidup. Jangan pernah anggap sepele nyawamu karena itu datangnya dari Tuhan, jika mau mati, matilah dengan bijaksana di dalam Tuhan!

Layakkah mengorbankan nyawa demi gemerlapan duniawi?

Ada begitu banyak orang di dunia ini yang kehilangan nyawanya hanya karena berebut ini-itu yang sesungguhnya hanya sementara. Mereka ditawan oleh niat hatinya yang selalu ingin lebih baik dari orang lain (arogansi) yang menyeretnya dalam persaingan yang tidak sehat. Terbiasa dalam praktek tipu-menipu (manipulasi) yang menyeret hidup dalam konspirasi. Menggila terhadap materi sampai kehilangan akal sehat yang menggiring kehidupannya ke dalam bencana yang merenggut hidup. Pantaskah kita kehilangan nyawa hanya demi memiliki kelimpahan & kekayaan duniawi? Layakkah kita kehilangan rasa persaudaraan dan kebersamaan hanya demi memperebutkan kekuasaan dan jabatan?

Mengapa hina sekali, mengorbankan diri demi materi fana?

Mengapa manusia suka mengorbankan dirinya demi kenikmatan dan kemuliaan duniawi? Karena masing-masing berpikir bahwa semua yang ada di dalam dunia ini mampu memuaskan dirinya secara terus-menerus. Padahal materi nikmatnya sesaat saja sedang hati manusia bagaikan pusaran puting beliung yang menyerap segala sesuatu namun tidak pernah berhenti. Mana mungkin anda bisa makan terus-menerus? Apa sanggup nonton terus-menerus? Serius mau jalan-jalan lagi dan dan lagi? Sadarilah bahwa segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini sifatnya cuman sementara, dinikmati hanya sesaat. Justru saat kita terlalu intens/ sering melakukannya, maka semakin cepat bosan.

Hidup yang tidak adil hanya membuat suasana hati buruk

Mereka yang terlanjur cinta dengan dunia ini berjuang demi kenikmatan dan kemuliaan sesaat. Terjebak dalam pola-pola mencari uang yang salah sehingga suasana hati semakin tidak tenang. Mereka hidup dalam rasa bersalah yang menyesakkan jiwa untuk sesuatu yang sia-sia. Dengan berlaku demikian rasa damai di dalam hati semakin hampa. Memang panca indra sedang menikmati materi tetapi hatinya bertolak-tolakan. Momen yang seharusnya dilalui dalam senyuman manis berasa tanggung karena dirinya sendiri tidak mampu adil dalam bersikap. Bagaimana mungkin sistem yang tidak mengedepankan kesetaraan dapat mendatangkan damai sejahtera sebab masing-masing orang bersaing demi sesuap nasi.

Kedamaian hati lebih penting daripada kekayaan dan kekuasaan

Sudah saatnya kita hidup dalam kebenaran sebab kebenaranlah yang membuat hati damai. Memang materi bisa membuat hati senang tetapi bukan berarti selalu tenang. Sikap yang tidak adil dalam memperlakukan orang lain merupakan satu dari sekian banyak penyebab yang menjauhkan hati dari rasa damai. Untuk apa anda bergelimangan harta tetapi hati tidak pernah damai? Sadarilah bahwa kedamaian hati lebih penting daripada harta benda termahal sekalipun! Ketenangan jiwa lebih utama ketimbang jabatan dan kekuasaan terbesar sekalipun! Oleh karena itu, tinggalkan kebiasaan lama sekalipun membuat kaya dan langkahi dosa lama sekalipun menggiring kita dalam besar kuasanya (jabatannya).

Bagaimana kita berkorban demi kebenaran? Mengorbankan berkat yang dianugerahkan kepada anda

Kebenaran yang hakiki adalah Tuhan itu sendiri. Ada dua makna di balik hal benar yang sejati, yaitu mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesama sama dengan diri sendiri. Jika berbicara tentang mengasihi Tuhan secara utuh, berarti tidak hanya sekedar mematuhi firman-Nya melainkan juga turut mengayomi & memelihara ciptaan lainnya. Saat mengasihi sesama seperti diri sendiri, itu berarti sebagai sebuah usaha untuk menyetarakan diri sendiri dengan orang lain. Apa yang kita lakukan kepada diri sendiri, sebaiknya dilakukan juga untuk orang lain. Berkat yang dianugerahkan Tuhan kepada kita membuat diri ini menjadi saluran berkat untuk kebaikan orang lain. Bukankah setiap orang telah dianugerahkan sikap yang dapat diekspresikan langsung? Yang sederhananya adalah melayani sesama lewat kata-kata, yaitu beramah-tamah. Simak juga kawan, Apa saja pengorbanan sejati yang bisa kita lakukan?

Pengertian nyawa secara umum

Apa yang dimaksud dengan nyawa? Menurut kami sendiri nyawa adalah hidup itu sendiri yang mampu membuat setiap manusia mampu bertahan sampai sekarang. Sesuatu yang dianugerahkan Allah secara turun-temurun dari nenek moyang kita, Adam & Hawa. Ini jugalah yang membuat seseorang panjang umur sampai sekarang, entah sejauh mana adanya ketika semua itu harus berakhir (wafat). Bukankah masing-masing orang tersembunyi tanggal kematiannya? Di samping itu, dengan pemberian Allah inilah, setiap orang beroleh semangat yang membuat kita terus beraktivitas melakukan hal-hal positif, baik saat fokus kepada Tuhan, waktu belajar dan bekerja. Seperti ada tertulis dalam Markus 8:36 yang setara dengan firman berikut ini.

(Matius  16:26) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Arti memiliki dunia tetapi kehilangan nyawa

Secara umum ada dua nyawa manusia, yaitu (1) saat masih hidup di bumi ini dan (2) di akhirat kelak (hidup di surga).

Dalam hidup ini, kita cenderung menjadi pribadi yang lain karena lebih fokus untuk menguasai dunia ketimbang mengurus keperluan nyawa kita. Seolah uang, emas, harta, kekayaan, kesuksesan, pujian, popularitas dan kekuasaan lebih penting dari nyawa yang dianugerahkan Tuhan. Kita terlalu fokus terhadap segala bentuk materi duniawi yang nyatanya hanya mampu memberi kesenangan untuk memuaskan indra. Sedang hati masih terasa hampa oleh karena kita tidak mampu menggenapi instruksi Allah. Ada dua inti dari setiap perintah Allah, yaitu kasih kepada Tuhan dan sesama. Sedang yang belum maksimal untuk di lakukan setiap orang adalah mengasihi orang lain sama dengan diri sendiri. Pada titik inilah banyak orang merasa hampa sebab

  1. Menjadi seorang pengusaha tajir & intelek tetapi tidak memiliki Tuhan.

    Jiwa manusia asalnya dari Tuhan, saat anda hidup dalam kebenaran jiwa ini tenteram. Akan tetapi sekalipun harta benda yang dimiliki sangat-sangat banyak, semuanya itu tidak dapat dinikmati sepenuhnya. Suasana hati rasa-rasanya belum penuh, seperti ada yang kurang, masih ingin yang lebih lagi. Itulah mengapa ada banyak oknum pengusaha kaya yang selalu merasa kurang di dalam dirinya. Memang mereka memiliki gelimangan harta yang luar biasa banyaknya, sayang semua itu terasa tanggung, masih belum cukup dan hatipun terus memintanya. Jika keinginan ini terus dipelihara, besar kemungkinan sang pengusaha tajir tersebut menjadi serakah lalu mulai melakukan praktek kotor untuk menjalankan bisnisnya.

    Telah nyatalah bahwa saat kita tidak memiliki Tuhan, sekaya apapun diri ini, itu tidak akan cukup untuk mendatangkan kepuasan hati. Anda mungkin saja membeli berbagai barang mewah yang harganya tak terhingga dari merek ternama limited edition. Tetapi barang tersebut tidak mampu memuaskan hatimu sebab jiwa yang adalah roh tidak bisa menyatu dengan materi. Satu hal penting yang mampu memuaskan hati adalah saat pikiran senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  2. Menjadi seorang pejabat terkenal & sangat berkuasa namun tidak mengasihi sesama (tidak ada kebersamaan dan keadilan).

    Kasih kepada sesama perlu diekspresikan secara sama. Saat kita tidak mampu mengasihi orang lain secara adil, besar kemungkinan timbul rasa bersalah. Kita menjadi tidak enakan kepada orang lain karena berkat yang dianugerahkan Tuhan tidak dibagikan kepada sesama. Ketidakadilan peraturan di dalam masyarakat membuat manusia kehilangan kemampuan untuk mengasihi orang lain sama seperti diri sendiri. Masing-masing orang lebih cenderung berebut secara sendiri-sendiri untuk mencapai puncak tertinggi kehidupan.

    Sistem yang menawarkan hadiah paket kombo yang tinggi-tinggi ini memancing persaingan tingkat tinggi di antara manusia. Banyak calon yang lihai bersandiwara sangat mulus-licin di muka tetapi hati dipenuhi dengan berbagai tujuan picik (munafik). Penggunaan uang dalam jumlah besar menjadi liar hingga menyimpang ke jalan-jalan yang salah. Semua keadaan tersebut membuat situasi di dalam masyarakat semakin tidak kondusif sehingga rasa kebersamaan melonggar sama sekali.

    Untuk apa anda menjadi penguasa tertinggi tetapi hubungan dengan banyak orang terganggu? Kekuasaan tinggi yang dimiliki telah menjadi daya tarik tersendiri sehingga membuat orang lain iri hati terhadap diri ini. Banyak gangguan sosial yang justru semakin membuat kita terpaksa menjauh dari kehidupan bermasyarakat. Memilih untuk hidup sendiri-sendiri di tempat sepi yang jauh dari keramaian. Apa itu yang namanya pejabat yang menjalankan kekuasaannya dari tempat-tempat sunyi dimana tidak ada banyak orang? Sekali lagi kami katakan, jangan gadaikan kebersamaan yang manis dalam masyarakat demi kekuasaan yang tidak adil.

  3. Memiliki kenikmatan dan kemuliaan duniawi tetapi dipenuhi ketidaktenangan hidup (tidak ada damai).

    Inti kehidupan manusia tepat berada di dalam hati dan pikirannya. Apa gunanya kita hidup di dunia ini jika hati tidak tenang? Memang uang yang banyak itu telah membuat kita mampu membeli berbagai kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang tidak dapat dimiliki oleh orang lain. Bahkan rumah yang kita miliki termegah dan termewah satu kabupaten/ satu provinsi/ satu negara tetapi hati terasa terhimpit oleh sesuatu yang entah berantah. Kita seolah-olah terjepit hatinya padahal apa yang terjadi di sekitar hanyalah hal-hal biasa yang juga dialami oleh manusia pada umumnya.

    Diri ini menjadi begitu sensitif sehingga goyangan sedikit saja sudah membuat diri ini terhempas dalam emosi yang panas dan dendam yang menggemaskan hati. Kita dimanjakan oleh harta benda yang memberikan terlalu banyak rasa nyaman dan kemewahan sehingga ketika berada di lingkungan yang baru (di tengah keramaian), pikiran menjadi kurang damai. Untuk apa berbagai hal materi yang kita nikmati itu jika hanya membentuk/ menciptakan kerapuhan yang tidak menenangkan hati?

  4. Beroleh kelimpahan harta benda tetapi dipenuhi ketakutan.

    Terlalu candu terhadap kenikmatan materi membuat manusia memerlukan uang seolah meminum air. Dia berpikir bahwa barang-barang yang dibeli dengan harga selangit itu bisa mendatangkan kepuasan di dalam hati. Lantas mengkonsumsinya lebih sering sehingga menjadi bosan lalu ingin yang lebih lagi. Mencari-cari barang dan jasa yang lebih paten dari yang sebelumnya sedang dompet mulai mengempis. Mulai berpikir untuk melakukan berbagai aksi penipuan yang syarat dengan konspirasi semata-mata demi memenuhi kebutuhan yang tinggi akan barang-barang mahal nan mewah.

    Seiring dengan semakin banyaknya dosa yang dilakukan, makin tinggi pula rasa bersalah di dalam hati. Roh Allah yang memberikan kita rasa percaya diri tidak ada lagi dalam hati sehingga saat bertemu dengan orang lain, muncul rasa takut yang menggebu-gebu. Jangankan bertemu dengan orang asing di luar sana, melihat istri dan anak sendiri pun muncul rasa gentar di dalam hati terlebih ketika kita keluar rumah.

  5. Memiliki materi yang banyak-banyak namun akhirnya ditimpa bencana alam.

    Manusia dengan segala ilmu pengetahuan yang dimilikinya mampu menumpuk-numpuk kekayaan secara terus-menerus. Melakukan berbagai eksplorasi secara besar-besaran terhadap lingkungan sekitarnya untuk memperkaya dirinya sendiri. Membangun berbagai hunian megah yang mewahnya tak tertandingi sampai menghabiskan banyak sumber daya alam. Pohon-pohon ditebang, sungai digali dan gunung diruntuhkan semata-mata demi membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur yang sebenarnya tidak penting.

    Eksploitasi yang berlebihan jelas sangat merugikan lingkungan sekitar kita. Alam yang seharusnya menjadi rekan telah menjadi musuh bagi umat manusia. Berbagai bencana alam menerpa wilayah tertentu seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, badai (angin kencang, badai tropis, puting beliung), kekeringan, gagal panen, serangan binatang buas (serangga), gelombang panas dan badai matahari. Pada akhirnya, harta benda melimpah yang dikumpulkannya telah membuat banyak umat manusia kehilangan nyawanya!

  6. Memiliki gemerlapan dunia yang waw tetapi akhirnya menghadapi perang.

    Mengapa manusia berperang satu sama lain? Atau mengapa kelompok tertentu suka menjajah yang lainnya? Apa yang sekiranya bisa diperebutkan sehingga konflik bisa pecah di antara satu orang dengan orang lainnya? Sampai kapan konflik ini akan terjadi?

    Keserakahan terhadap uang membuat sekelompok orang bersikap lebay melakukan penggalian terhadap berbagai sumber daya alam di bawah tanah. Mereka menggali lebih dalam semata-mata demi menemukan harta terpendam yang  tersembunyi di dalam dasar tanah. Di sisi lain, keberadaan hutan yang semakin menyempil didorong oleh meningkatnya jumlah orang kaya-raya yang membangun kediaman megah dan mashyur. Infrastruktur yang semakin berkembang pesat juga telah menyingkirkan banyak wilayah hijau. Sedang penggunaan mesin yang semakin menjamur telah memperkeruh kondisi udara di lingkungan tersebut.

    Semua keadaan tersebut memaksa manusia bertahan dari lingkungan yang telah rusak dengan menyandarkan dirinya pada teknologi. Penggunaan BBM akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Pemakaian bahan bakar yang boros membuat sistem lebih cepat kehausan minyak bumi. Secara bertahap habisnya bahan bakar beresiko mematikan berbagai usaha (perdagangan), transportasi, pemerintahan dan lain sebagainya. Banyak negara akan mengalami krisis ekonomi sedang perang nuklir pecah di antara negara-negara maju. Semua keadaan ini adalah bagian dari seleksi sosial yang secara tidak langsung mengorbankan kehidupan sekumpulan masyarakat demi kepentingan para konglomerat.

    Pantaskaah kita melakukan manipulasi, konspirasi hingga kehilangan nyawa hanya demi berebut minyak bumi? Bukankah pemborosan ini timbul oleh karena perilaku yang destruktif terhadap lingkungan sekitar dan pemakaian BBM untuik menjalankan mesin-mesin canggih? Untuk apa semua kebanggaan: kelimpahan, kekayaan, kesuksesan, kemewahan, kenyamanan, popularitas yang lebay ini jika akhirnya mengantarkan kita pada kebangkrutan ekonomi dan peperangan?

  7. Memiliki kekayaan & kekuasaan besar di bumi yang hanya sementara tetapi di akhir zaman masuk neraka abadi.

    Manusia yang terlalu fokus pada materi membuatnya tidak percaya diri saat tidak memiliki kemewahan. Mereka bagai orang yang malu-malu kucing dan tidak mampu berjalan biasa saja di antara kerumunan masa karena sudah terbiasa hidup terpandang. Merendahkan orang lain begitu banyak di dalam hati semata-mata demi memunculkan rasa bangga. Melakukan praktek manipulasi untuk menyembunyikan pengetahuan positif agar semakin banyak rakyat yang kemalangan. Melancarkan aksi kejahatan untuk mewujudkan tujuan yang sempit. Melakukan intimidasi dan provokasi demi memperoleh warisan orang lain. Menjadi orang yang kaya raya dengan melancarkan konspirasi untuk menjebak kalangan tertentu lalu merampas sumber daya yang mereka miliki. Dan masih banyak lagi kesalahan lainnya termasuk dosa akibat memunahkan makhluk hidup (hewan atau tumbuhan) tertentu dari lingkungan.

    Semua pelanggaran atas kejahatan yang dilakukan telah mengantarkan kita ke bagian kiri ketika hari penghakiman kelak. Pada akhirnya kebanggaan duniawi yang kita cari dengan menyelewengkan aturan dan tipu muslihat menjebloskan kita ke neraka dengan panas abadi dimana penderitaan, ratap, tangis dan kertak gigi tidak pernah berakhir.

Janganlah gadai hidupmu demi uang dan janganlah jual nyawamu demi pujian juga janganlah serahkan hidupmu untuk berkuasa secara tak adil

Jangan pertaruhkan nyawa demi kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang sementara sebab itu tidak dapat membawa anda dalam kebahagiaan kekal (sorga). Tetapi pertaruhkan hidup demi mengejar kebenaran yang hakiki. Artinya, kita harus merasa hina karena mengorbankan nyawa demi uang dan jabatan yang bermanfaat hanya sesaat. Hendaknya kita hanya mengorbankan nyawa dengan bijak oleh alasan yang benar. Mengapa harus bijak? Agar kita tidak mati konyol karena kesalahan sendiri dan demi alasan-alasan yang sepele lainnya. Melainkan jadilah pribadi yang cerdik dalam mengambil keputusan/ menentukan pilihan tetapi tulus saat menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Usahakan kebenaran yang hakiki: fokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian serta berbagi kasihlah kepada sesama secara adil di sela-sela pekerjaan dan pelajaran yang ditekuni. Selalu sadari bahwa jiwa manusia berasal dari Allah yang mengharuskan kita untuk mengisinya dengan memperjuangkan kebenaran sejati.

Salam, Jangan anggap rendah nyawamu!
Masakan uang & jabatan lebih berharga dari nyawamu!
Jika mau berkorban jadilah bijak budi!
Jangan mati sia-sia karena kesalahan sendiri!

4 replies »

    • Sesungguhnya tulisan ini hanyalah keranjang sampah yang berisi banyak hal buruk. Teliti baik-baik.
      Terimakasih, salam jumpa kembali….

      Suka

      • Coba pak salah satu contoh point tulisan yg di bilang bapak sebagai sampah,tolong di jelaskan biar komentar nya jelas dan bisa jadi bahan diskusi yg lebih baik

        Disukai oleh 1 orang

      • Entah bagaimana dimatanya tapi dimata kami semua ini hanyalah teori-teori sampah yang suatu saat akan usang di makan waktu.

        Kami sendiri tidak mampu menjelaskan bagian sampahnya tetapi hati ini harus menginjak-injak semua karya dalam blog ini agar tidak dijadikan suatu kebanggaan.
        Salam jumpa kembali….

        Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.