Gado-Gado

10 Manfaat Rasa Bosan Arahkan Pada Hal Positif


Manfaat Rasa Bosan Arahkan Pada Hal Positif

Sisi-sisi kehidupan memiliki banyak sudut pandang. Memang bumi ini hanya memiliki dua sisi yang selalu bergantian, yakni gelap dan terang. Apa ada orang yang jemu dengan cahaya? Atau adakah yang jenuh dengan kelamnya malam? Ini telah terjadi selama bertahun-tahun silam, berapa umur anda lalu kalikan dengan jumlah hari dalam setahun (365 hari). Jumlah yang diperoleh pastilah sangat fantastis, melebihi ribuan kali tetapi kita tidak pernah bosan mengalami siang dan malam. Atau adakah dari anda sekarang yang merasa bahwa hari-hari yang dilalui selama ini sangatlah boring? Gejala semacam ini jelas sebagai sebuah penyimpangan berpikir karena hewan dan tumbuhan yang derajatnya lebih rendah dari kita tidak pernah merasakannya.

Keadaan yang dialami oleh binatang dan tanaman jelas sebagai suatu contoh yang bermutu dalam kehidupan kita. Mereka makhluk hidup yang tidak pernah bosan. Yang ada dalam benaknya hanyalah beraktivitas dan memberi manfaat bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Mereka mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi yang dianugerahkan Tuhan dan tidak pernah mengeluh selama hidup. Demikianlah seharusnya dengan umat manusia, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan demi kemuliaan nama Tuhan sambil-sambil mengembangkan pikiran sesuai dengan bidang masing-masing. Sebelum mengembangkannya untuk hal-hal duniawi maka kembangkanlah itu untuk hal-hal sorgawi.

Tanaman tidak pernah jenuh, yang ada dalam pikirannya adalah untuk terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Tidak hanya itu saja, mereka juga turut memberi manfaat dalam berbagai bentuk, misalnya dengan menghasilkan oksigen, pembersih polutan, penyerap cahaya, memiliki buah, kayunya dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan masih banyak lagi. Demikian juga dengan hewan yang kita pelihara di rumah. Mereka menjalankan fungsi rantai makanan untuk menekan serangga pengganggu dan menghasilkan daging yang siap untuk dipanen pada waktunya. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana dengan kita, umat manusia? Adakah anda menjalankan suatu peran sampai saat ini?

Salah satu cara terbaik untuk tidak pernah jemu dalam kehidupan adalah dengan senantiasa aktif. Di dalam setiap aktivitas itulah kita dilatih untuk fokus kepada berbagai hal positif.  Sedang kebosanan berada di sisi negatif, bersama-sama dengan dia ada yang namanya perbuatan daging. Rasa ini semakin jelas terlebih ketika kita minim aktivitas dan malahan lebih banyak menikmati hidup. Di saat-saat semacam ini, pikiran rentan terhadap kekosongan yang berubah menjadi kejenuhan. Pikiran kita pada dasarnya aktif, Itulah kelebihan manusia dari makhluk hidup lainnya. Tetapi saat tidak mengaktifkan potensi yang dianugerahkan Allah ini, ada kecenderungan mengarah pada perbuatan daging yang dari awal sudah menetap di dalam alam bawah sadar masing-masing orang.

Kejenuhan adalah tanda kecerdasan

Ada orang yang kemampuan berpikirnya biasa-biasa saja, mereka tidak mudah jemu karena porsi kerjanya/ porsi pelajarannya sudah sesuai dengan kemampuan berpikir yang dimilikinya. Namun ada juga yang porsi kerjanya sudah memadai dengan yang lainnya, hanya saja rasa-rasanya belum cukup untuk menutupi hasratnya yang selalu ingin aktif. Mereka memang menyelesaikan pekerjaannya sesuai jadwal, pelajaran yang diikuti sudah semuanya, disamping itu masih ada aktivitas lainnya yang ditekuni. Semua ini dijalaninya dengan senang hati. Tidak ada rasa terbebanan karena volume aktivitas yang tinggi, justru hal-hal tersebut mendatangkan sukacita tersendiri dalam hidupnya. Sebab yang digelutinya adalah sesuatu yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga bagi kebaikan orang lain.

Khasiat menjadi bosan

Segala sesuatu di dunia ini baik adanya asalkan kita mampu mengarahkannya kepada hal-hal positif. Akan tetapi, saat sesuatu mendesak keluar lalu ditujukan ke hal-hal negatif cenderung menggiring hidup dalam keterpurukan. Mungkin hal tersebut berjalan baik dan lancar saja di awal-awal, namun semakin lama ditekuni makin banyak potensi destruktif yang ditimbulkannya. Pada tahapan ini, kita harus menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa apa yang sedang ditekuni telah jauh melenceng dari visi  utama yaitu hidup untuk kebenaran yang hakiki. Titik dimana kehidupan kita diarahkan ke jalan yang tidak semestinya menciptakan kekosongan di dalam hati. Seolah tidak puas dengan yang sedang dikerjakan karena bergerak pada zona yang tidak benar. Keadaan ini lebih dekat kepada situsi yang membosankan. Hal semacam ini ada manfaatnya, berikut akan kami jelaskan lebih lanjut.

  1. Menuntut kita untuk fokus kepada Tuhan.

    Saat apa yang dilakukan malah menimbulkan kesan jemu mungkin itu bukanlah diri kita yang sebenarnya. Kita beraktivitas menekuni hal-hal yang bukan menjadi panggilan hati sehingga timbullah kesan seolah-olah itu menjemukan. Oleh karena itu, sebaiknya kita melebarkan segenap potensi diri untuk kemuliaan nama Tuhan. Tetap laksanakan aktivitas seperti biasa dan bila sanggup lakukan secara multitasking. Manfaatkan juga waktu kosong untuk fokus kepada Tuhan.

    Membaca, mendengar dan mempelajari firman bisa dilakukan dimana saja. Miliki sebuah pinsil (biasa/ bewarna) untuk mengarsir bagian-bagian tertentu yang menurut anda cukup menarik. Bacalah firman dari awal sampai akhir sehingga pikiran terbuka dan memahami setiap maksud dari kisah yang terjadi. Lalu bandingkanlah kisah tersebut dengan kebenaran yang hakiki.

    Kita bisa berdoa, bukan hanya pada subuh dan malam hari. Bisa melakukannya kapan pun, dimana pun dan apa pun yang sedang digeluti. Sebab berdoa tidak hanya diucapkan lewat kata-kata tetapi bisa juga diperkatakan di dalam hati saja. Apapun yang terjadi dalam hidup anda selalu arahkan hati untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Aktivitas ini seperti curhat di dalam hati sendiri, anda tidak perlu curhat ke orang lain sebab sesama tidak selalu ada di sisi kita. Sedang masalah bisa saja muncul sewaktu-waktu!

    Bernyanyi memuliakan Tuhan bisa dilakukan lewat bibir, bisa di dalam hati, menggunakan alat musik dan sambil menari. Kami sering melakukan aktivitas ini sambil melakukan pekerjaan kecil, saat sedang istirahat, menikmati hidup dan lain sebagainya. Jangan biarkan pikiran kosong terlalu lama sebab tepat saat itulah kejenuhan akan mencuat ke atas bersamaan dengan keinginan daging.

  2. Mengarahkan langkah kaki untuk mengasihi sesama.

    Kita memiliki tujuan di bumi ini. Keberadaan manusia bukanlah suatu hal yang terjadi secara kebetulan saja. Kita harus kembali mengarahkan hidup pada tujuan dasar, yaitu demi kebenaran yang hakiki. “Hanya dengan melakukan kebenaranlah, rasanya diri ini benar-benar hidup.” Jadi, bila selama ini anda marasa hidup seperti orang mati dimana semakin lama semakin boring, sebaiknya kembalilah untuk memperjuangkan apa yang benar, yaitu mengasihi Allah seutuhnya dan sesama manusia sama seperti diri sendiri.

    Untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri, mulailah dari hal yang paling sederhana, yaitu ramah-tamah. Silahkan bertutur lewat senyuman, sapaan, salaman, mengucapkan terimakasih, maaf, tolong dan menjadi pendengar yang baik. Ini dimulai dari dalam keluarga sendiri, selebihnya bisa mengasihi sesama lewat materi (uang) dan potensi (kemampuan/ tindakan) yang dimiliki masing-masing.

  3. Menghilangkan kebiasaan fokus kepada materi.

    Kita terlalu fokus kepada materi, berpikir bahwa kenikmatan duniawi tersebut mampu mendatangkan kesenangan yang terus-menerus. Tetapi nyata-nyatanya semakin mengkonsumsi materi, makin cepat bosannya. Kita mendedikasikan diri untuk sesuatu yang fana dan tidak berarti. Memang semua kenikmatan tersebut sangat menggoda indra tetapi itu hanya diawalnya saja, suatu saat pasti jenuh juga, cepat atau lambat.

    Semua kejemuan yang terjadi justru melatih kita untuk tidak lagi ketergantungan dengan materi. Memilih untuk mencari panggilan hidup yang lebih benar dimana kelegaan dan ketenteraman hati menjadi milik selamanya, yaitu dengan mengejar kebenaran yang hakiki.

  4. Menghilangkan kebiasaan fokus kepada kemuliaan.

    Kekuatan yang mengarahkan kita untuk memusatkan perhatian agar beroleh pujian, penghargaan, penghormatan dan popularitas dari sesama hanya akan berakhir dengan patah hati. Bahkan sekalipun kita berhasil membuat orang lain selalu memuji, menghargai dan menghormati diri ini, tidak akan cukup memuaskan hati. Justru diri sendiri menjadi bosan akibat situasi tersebut sebab tidak ada makna di balik kemuliaan yang diberikan itu. Hanya berlangsung sesaat saja dan setelah itu semuanya kosong sehingga kesempatan rasa jemu menonjol ke permukaan pikiran.

    Dipuji-puji terus apa tidak bosan? Malahan rasanya akan menjadi hambar karena terlalu sering mengumbar hal tersebut. Daripada terus-menerus menerima kebaikan dari orang lain, sudah saatnya kehadiran kita mendatangkan manfaat bagi sesama. Jangan hanya mengharapkan kebaikan tetapi lakukanlah juga kebaikan kepada sesama. Hargai, hormati dan pujilah setiap orang yang pantas mendapatkannya, bukankah ini kebaikan yang tidak membutuhkan biaya mahal bahkan gratis sama sekali? Bertutur dua-tiga kata saja untuk memuji seseorang, bukankah itu gratis? Menyapa dan mengangguk merupakan salah satu bentuk penghargaan yang sederhana, anda bisa melakukannya kepada siapapun pada momen yang tepat.

  5. Membuat kita perlu menikmati hidup fluktuatif.

    Sebaiknya kita perlu belajar menikmati hidup secara fluktuatif. Hindari terus-menerus melakukannya sebab materi bukanlah sesuatu yang bisa mengisi otak yang dinamis. Bahkan mungkin saja, jumlah materi yang kita konsumsi selama ini sudah melebihi kapasitas volume otak sendiri. Bukankah lebih baik jika melakukannya secara fluktuatif? Hindari terus-menerus mengkonsumsi makanan yang enak saja tetapi gunakanlah juga yang rasanya kurang. Adalah baik juga bagi kita untuk tetap mengkonsumsi makanan buatan ibu di rumah sekalipun rasanya kurang mantap.

    Indra kita juga butuh dikalibrasi: berikan jarak yang cukup sebelum menikmati materi pada kesempatan selanjutnya dan pada waktu-waktu tertentu adakanlah puasa secara berkala.

  6. Mengarahkan kita untuk belajar.

    Mungkin di rumah, terlebih saat sedang liburan banyak waktu kosong. Membuang-buang waktu hanya dengan menikmati hidup di depan televisi pastilah bosan juga. Apapun jenis kenikmatan yang anda miliki saat ini, itu bisa sangat menjemukan bila terlalu sering dinikmati. Ada baiknya jika mengarahkan kesempatan itu untuk mempelajari sesuatu. Ada cukup banyak hal yang perlu dipelajari di dunia ini, mulai dari Kitab Suci dan buku-buku positif lainnya. Gunakanlah waktu untuk membaca dan memahami hal-hal yang disampaikan di dalamnya. Pahami baik-baik maksud dan tujuan penulis menceriterakan kisah tersebut. Lalu ambil makna positif yang terkandung di dalamnya dengan membandingkannya dengan nilai kebenaran hakiki.

  7. Mengarahkan kita untuk bekerja.

    Terkadang kita terlalu banyak santai. Ada begitu banyak waktu luang yang menanti sebab akhir pekan telah tiba. Daripada waktu yang sangat berharga di akhir pekan dibuang begitu saja, lebih baik memanfaatkannya untuk bersih-bersih dan rapi-rapikan rumah. Waktu yang terus-menerus didedikasikan untuk bermain game PC/ game smartphone bisa berubah menjadi membosankan. Oleh karena itu, nikmatilah hidupmu tetapi jangan pernah lupa untuk bekerja sebab kesibukan ini bisa menjadi salah satu yang mengisi waktu demi waktu yang dijalani agar tetap positif dan bebas dari suasana membosankan.

  8. Membuat anda bosan melakukan kejahatan.

    Kami masih ingat dahulu bahwa diri ini suka sekali membuka situs pornografi. Setelah lama aktif menonton dan mengunduhnya, kami akhirnya tersadar bahwa apa yang ditampilkan dalam setiap blue film tersebut sifatnya gitu-gitu aja. Masuk-keluar, masuk-keluar, masuk-keluar, semuanya hanya soal itu-itu saja. Paling yang berbeda adalah orang yang melakukannya dan latar belakang tempat dan peristiwa tersebut direkam. Lebih daripada itu, semua begitu-gitu saja, tidak lebih dan tidak kurang. Sejak dari itu, kami mulai merasa bosan menonton apalagi menonton film tersebut.

    Mungkin di antara semua yang sedang anda lakukan saat ini, ada hal-hal yang tidak benar. Rutinitas tersebut mulai malas dilakukan karena menjemukan juga mengundang dosa. Anda harus berhenti melakukan hal tersebut sebab tidak ada manfaatnya juga hanya nambah-nambah dosa. Semua keadaan ini adalah suatu pertanda baik yang mengharuskan kita untuk mulai berubah dan membenahi diri ke arah hidup yang lebih positif.

  9. Menuntut anda untuk berkarya.

    Apabila anda sudah memiliki waktu untuk didedikasikan fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja tetapi masih ada waktu untuk melakukan berbagai hal lainnya. Walau sudah menekuni semuanya itu tetapi rasa-rasanya pikiran tidak tenang dan ingin melakukan hal yang lebih dari itu. Merasa bahwa apa yang sudah dicapai saat ini memang baik adanya hanya saja masih sangat banyak waktu kosong: maka berkaryalah.

    Anda tidak harus membuat film, lagu dan puisi untuk berkarya. Tidak harus menjadi artis sehingga kita disebut sebagai seniman. Melainkan mulailah berkarya di dalam Tuhan. Seperti yang kami katakan pada tulisan sebelumnya bahwa “segala sesuatu berasal dari Tuhan, manusia dan seluruh alam semesta adalah satu.” Jika ada sesuatu yang jahat di dunia ini, itu dimulai oleh manusia.

    Tidak perlu repot untuk berkarya di dalam Tuhan amati baik-baik lingkungan sekitar anda. Kenali berbagai pesona yang ditampilkannya, selami setiap kehidupan yang timbul di atasnya. Anda tidak harus melihat hal-hal besar baru bisa memuji-muji Tuhan di dalam hati dengan lagu Rap Rohani. Melainkan mulai dari hal-hal kecil kita bisa bernyanyi memuliakan Allah, seperti berikut.

    Pasir:
    Dosa kami bagai pasir
    banyaknya luar biasa
    tenggelamkan jiwa
    makin jauh dari Allah.
    Namun kasih-Mu besar
    selamatkan kami
    Kau korbankan diri-Mu
    tuk tebus dosa-dosa
    Terimakasih Tuhan
    bahagialah hatiku

    Ulat:
    Ulat kecil Allah perhatikan
    makhluk mungil Allah pelihara
    diberinya makan
    jalani metamorfosis.
    Demikian hidupku
    di dalam Tuhan
    terus berkembang
    semakin dekat
    dengan kebenaran

    Luka:
    Ini luka sangat manis
    rasanya pedih sekali
    ku merintih kesakitan.
    Hatiku pun pernah terluka
    sayatannya sangat parah
    pilunya menusuk dada.
    Tapi Yesus pegang tanganku
    kuatkan langkah kakiku
    bangun hati setegar tembok
    hibur hati dalam lagu
    sbab hari Tuhan sudah dekat
    .

    Harap di pahami, sekalipun kita senantiasa memuji-muji Tuhan di dalam hati, bukan berarti membenci dunia ini. Jangan benci apapun yang ada di dunia ini sebab semuanya itu berasal dari Allah. Jika ada yang rusak dari pencitraan Allah tersebut, manusialah yang harus bertanggung jawab. Silahkan dengarkan radio, nonton TV, gunakan handphone/ smartphone seadanya dan jangan berlebihan. Tandanya kalau pemakaian teknologi berlebihan adalah ketika hal tersebut membuat anda ketergantungan. Tetapi jadikanlah semua karya seni yang berasal dari sana sebagai sumber inspirasi untuk memuji-muji Tuhan. Anda bisa menggunakan kata-kata yang mereka gunakan untuk memperkaya kosa kata sendiri dan memuliakan nama Tuhan.

  10. Menuntut variasi kehidupan.

    Perhatikanlah alam semesta ini, bukankah hanya ada dua tanda waktu yang kita kenali dan ketahui? Yakni siang dan malam, keduanya bergonta-ganti selalu silih berganti tanpa henti-henti hingga kiamat tiba. Nyatanya mereka tidak pernah bosan, hanya manusia sajalah yang mengaku hidup ini membosankan. Ini disebabkan oleh karena ”alam semesta tidak memiliki kesadaran tetapi menyatu dalam keberagaman dan berputar dalam keseimbangan.”

    Di balik semuanya itu, perhatikanlah lebih dekat semakin detail, kepada setiap proses yang terjadi. Tanpa disadari alam sekitar kita terus bergerak aktif dalam pola-pola tertentu sehingga ada perubahan tidak terasa kecuali diteliti baik-baik. Kami ambil satu contoh tentang perubahan cuaca. Terkadang hari menjadi cerah sekali, berawan, gelap berkabut, mendung, hujan ringan sampai deras dan lain sebagainya. Semua tanda-tanda perubahan itulah yang membuat alam semesta tidak pernah jenuh.

    Memang dalam hidup ini hanya ada empat aktivitas yang kita lakukan, yaitu fokus kepada Tuhan, bekerja, belajar dan menikmati waktu senggang. Sekalipun hanya ada empat kegiatan selama hidup ini, lakukanlah itu secara bervariasi. Dari kegiatan yang satu dan yang lainnya lakukan secara bergantian. Teruslah beraktivitas sekalipun waktu senggang yang dimiliki cukup banyak. Berjalan kakilah menyusuri kota untuk menemukan berbagai keunikan kecil sehingga dengan alasan itulah anda bisa menjadikannya sebagai topik untuk bernyanyi. Sadarilah bahwa saat kita menjauhkan berbagai hal otomatis di dalam kehidupan ini, ada banyak hal kecil yang sangat menarik untuk dijadikan sebagai topik nyanyian memuliakan Allah.

Gunakanlah otak ini agar hati bahagia dan rasa bosan pergi. Aktivitas adalah kunci yang menutup pintu kebosanan untuk mengawali hari yang semakin mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati dan sesama manusia sama seperti diri sendiri. Berbabahagialah dan mengucap syukur, bahwa anda pernah merasa jenuh, itu tanda kecerdasan otak: habiskan energi jenuh dengan selalu menekuni kegiatan positif sehingga kata-kata kejenuhan & sungut-sungut lainnya tidak memiliki tempat dalam hati tiap-tiap orang. Pada akhirnya, rasa jenuh yang kita miliki semakin menjauhkan diri ini dari kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Memang kita membutuhkan hal-hal duniawi tersebut hanya sebatas kebutuhan. Sedang jalan untuk mencari kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati yang hakiki adalah dengan mengusahakan kebenaran hakiki.

Salam, dunia bisa membuat kita bosan,
pesonanya suatu saat akan hangus,
Tetapi kebenaran tidak pernah habis,
Itu tak pernah menjemukan tuk dilakukan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.