anak

+10 Penyebab Mencret, Mengapa Sakit Perut?

Faktor Penyebab Mencret, Alasan Mengapa Sakit Perut

Masa lalu tidak semuanya baik: selektif dan kritislah menentukan pengalaman yang baik itu

Pengalaman bagaikan emas di antara lumpur. Anda tidak butuh semuanya itu tetapi perlu mencari dan menampi dengan teliti sampai bagian joroknya terbuang sedang yang terbaiknya (kecil saja) dikumpulkan. Kita tidak butuh semua masa lalu itu sebab terlalu banyak ketelodoran, kekecewaan, rasa sakit, dendam, perselisihan, jalan buntu, jebakan dan masih banyak lagi kejadian yang memilukan hati. Menyimpan semua unek-unek yang kotor itu, hanya melemahkan pikiran dan memudarkan semangat hidup saja. Oleh karena itu, saringlah baik-baik setiap pengalaman agar diperoleh sari-sari yang memberikan manfaat, tidak saja hanya kepada diri sendiri, bila perlu kepada mereka keluarga dekat, orang-orang di sekitar dan siapapun yang anda temui dalam hidup ini.

Kesehatan, penyakit dan disabilitas

Kesehatan fisik sangat penting untuk menunjang keberlangsungan hidup kita. Tidak sampai di situ saja, manfaat utamanya adalah membuat manusia tetap produktif dari waktu ke waktu. Orang yang sakit dan mengalami disabilitas berbeda. Orang yang jelas-jelas sakit tidak mampu juga untuk bekerja, yang dibutuhkan adalah istirahat yang cukup. Hanya berbaring di tempat tidur dan tidak keluar rumah merupakan salah satu usaha terbaik kita untuk memberi kesempatan kepada antibodi guna menetralisir, mendestruksi dan mengangkut keluar berbagai jenis mikroorganisme dan racun selama beberapa hari. Sedang orang yang mengalami disabilitas bisa saja fisiknya kekurangan tetapi masih mampu melakukan aktivitas seperti biasa.

Sekilas tentang sistem pencernaan makanan manusia

Di antara semua sistem organ yang terdapat di dalam tubuh (di rongga badan) manusia, salah satu sistem yang paling besar volumenya adalah pencernaan. Sedang secara keseluruhan menjadi yang ke dua setelah sistem gerak manusia. Untuk skala Tentu saja semakin besar ukuran tubuh dan semakin gemuk badan seseorang, makin besar pula volume sistem pencernaannya. Sekalipun mereka (melibatkan banyak organ) yang paling besar tetapi merekalah yang paling minim pekerjaannya. Aktif besar hanya sebanyak tiga kali sehari, tergantung berapa kali seseorang mengkonsumsi makanan dalam sehari. Sedang proses penyerapan sari-sari makanan berlangsung dari waktu ke waktu (sekalipun di malam hari), mengapa demikian? Sebab di dalam perut, makanan juga mengalami tahapan fermentasi. Dari proses pembusukan ini, beberapa zat-zat makanan esensial diperoleh seperti vitamin K.

Gangguan pencernaan menyebabkan gangguan fokus berpikir

Rasa-rasanya susah sekali hidup ini kalau-kalau manusia mengalami gangguan pencernaan. Dimulai saja dari atas yakni sariawan, sakit gigi, radang pada lidah, radang tenggorokan, sakit perut (mencret) maag, sariawan usus, kolitis dan lain sebagainya. Semua ketidaknyamanan di dalam salah satu organ di bagian ini cukup mengganggu aktivitas keseharian kita. Seperti yang kami katakan bahwa volumenya besar sehingga lebar permukaan yang dimiliki penampang organ tersebut dapat menampung lebih banyak urat syaraf sensori. Keadaan inilah yang menyebabkan rasa sakit yang ditimbulkannya sangat kentara bahkan sampai membuat seseorang tidak bisa bergerak jauh atau beraktivitas lebih lama. Beraktivitas dalam keadaan perut sakit jelas beresiko mengganggu konsentrasi, yang terjadi  malahan pekerjaan tersebut amburadul.

Pengertian

Mencret atau menceret adalah sering buang air besar dengan tinja berbentuk cair; diare (KBBI Offline). Menurut kami, ini merupakan suatu penyakit perut dimana lambung terlalu banyak mengeluarkan getahnya namun kemampuan usus untuk menahan dan menyerapnya kembali, telah hilang sehingga tinja menjadi encer. Pada awalnya, keadaan tersebut lumrah saat bayi baru dilahirkan karena makanannya hanya terdiri dari ASI saja. Ini juga terjadi di awal masa penyesuaian saat bayi diberikan berbagai hal baru (makanan) di masa pertumbuhannya. Lama kelamaan perut akan beradaptasi juga karena kebiasaan tersebut. Keadaan ini sama dengan saat ada penduduk yang terbiasa meminum air mentah dari sungai tetapi tidak sakit perut tetapi saat ada orang baru yang mencoba melakukan hal yang sama pasti akan muncrat-mencret itu!

Alasan mengapa sakit perut (mencret)

Kami sendiri pernah (bahkan sering) mengalami ini dahulu, beberapa waktu lamanya (sekitar dua tiga hari). Rasanya sangat tidak nyaman dan maunya hanya ingin terus-menerus tiduran di pembaringan. Terutama saat perut terus-menerus berputar dan berbunyi “krok-krok” selama berulang kali. Ketidaknyamanan ini sebenarnya masih bisa diatasi asalkan kita berbaring di tempat tidur. Akan tetapi semakin banyak pergerakan yang dilakukan, makin banyak pula munculnya pusaran dan suara tersebut. Mungkin keinginan untuk ke belakang (melapor ke toilet) bisa ditahan-tahan tetapi rasa kurang nyaman yang timbul di dalam rongga perut teramat mengganggu dan cukup melelahkan. Inilah suatu tanda yang menunjukkan bahwa sesungguhnya diare beresiko mengganggu konsentrasi pikiran sehingga pekerjaan tidak dapat diselesaikan secara maksimal dan tepat waktu.

Berikut akan kami jelaskan beberapa faktor yang menyebabkan mengapa seseorang bisa menderita sakit perut (mencret)

Fisiologis.

  1. Bayi baru lahir.

    Anak yang baru lahir makanannya hanya cairan pastilah kotoran yang dibuangnya juga berupa cairan. Demikian juga saat mereka menyesuaikan diri dengan berbagai makanan dan minuman lainnya. Sekalipun orang tuanya tidak masalah mengkonsumsi makanan & minuman tersebut, itu karena Ayah & Bunda sudah terbiasa. Sedang bayi baru mencicipi makanan pertamanya semenjak menghirup udara bebas dari atmosfer bumi. Tentu saja, semuanya ini membutuhkan waktu baginya untuk menyesuaikan diri.

  2. Pertama sekali berkunjung ke wilayah lain yang makanannya unik.

    Bagi orang tua yang sudah memiliki kekebalan tubuh yang mumpuni, mungkin makan dimana saja juga tidak masalah dan gejala sakit perut tidak akan mengganggunya. Lain halnya dengan anak kecil dimana sistem kekebalan tubuhnya belum cukup pengalaman tetapi masih cari-cari pengalaman. Tepat saat berkunjung ke tempat tertentu atau wilayah lain yang memiliki makanan khas tertentu yang benar-benar beda dari konsumsi sebelum-sebelumnya. Mungkin anak akan mengalami gangguan pencernaan sementara. Bunda tidak perlu khawatir terhadap hal tersebut, itu bukan karena makanannya tidak sehat tetapi anak sedang belajar untuk memahami dunianya.

    Faktor makanan.

  3. Air yang belum matang.

    Terlalu terburu-buru mengangkat air dari tungku/ kompor karena terlambat bangun pagi sedang jam berangkat ke Sekolah/ Kantor sangat dekat. Minuman yang belum mendidih saat dimasak tetapi sudah dituang dalam termos dan cerek, mungkin bisa membuat kita mencret. Tetapi mungkin juga kita masih sehat-sehat saja sampai sekarang karena sumbernya berasal dari mata air dari dalam tanah (bukan dari sungai). Saat memasak air sampai matang (mendidih selama 5-15 menit) mikroorganisme di dalamnya akan lenyap sedang beberapa senyawa racun akan hilang karena menguap ke udara.

  4. Makanan yang belum matang.

    Bahan konsumsi yang kerap kali kurang matang saat di masak adalah daging. Bagi beberapa orang hal itu sungguh tidak apa-apa tetapi ada pula yang mengatakan bahwa itu sangat tidak lazim. Memang keadaan ini beresiko membuat orang tertentu lebih sering buang air besar ke toilet. Penyakit gangguan pencernaan bisa menyerang seketika dan hilang seketika itu juga. Semuanya ini tergantung dari kedewasaan daya tahan tubuh masing-masing orang.

  5. Banyak minum air di pagi hari.

    Mengkonsumsi tiga gelas air hangat @200 cc pada pagi hari bisa menciptakan dorongan langsung yang membuat rasa kebelat ingin segera dilepas ke belakang. Kebiasaan ini bisa jadi sesuatu yang baik untuk memperlancar BAB terkecuali jika malamnya perut sedang kosong (tidak makan/ puasa rutin). Biasanya akan timbul sakit perut yang datang cepat dan berakhir cepat. Jika langsung menanggapinya dengan jongko di toilet pasti kotoran (yang sedikit encer) akan keluar dengan sendirinya.

  6. Terlambat makan.

    Bagi anda yang tidak terbiasa puasa, makanlah tepat pada waktunya. Orang yang sudah terbiasa mengkonsumsi makan rutin sebanyak dua kali sehari atau tiga kali sehari tidak akan bisa meninggalkan kebiasaan tersebut. Saat apa yang sudah biasa dibuang jauh-jauh, ada kemungkinan mengidap sakit perut bahkan mondar mandiri ke belakang sampai ngos-ngosan sendiri. Tetapi bagi mereka yang sudah dewasa atau sudah terbiasa melakukan puasa, pastilah terlambat makan setengah sampai satu jam itu bukan masalah serius.

  7. Makanan pedas.

    Ada orang yang sudah terbiasa mengkonsumsi selera pedas tetapi sehat saja kondisinya sampai sekarang. Tetapi bagi pemula yang mencoba-coba mengkonsumsi cabai pastilah rasa-rasanya lidah akan terbakar dan segera mencret. Bukankah keadaan ini sama halnya dengan seorang yang belum terbiasa mengkonsumsi suatu makanan, saat pertama-tama pasti akan terjadi kejutan dahsyat. Tetapi sewaktu sudah dibiasakan sedikit demi sedikit lama kelamaan menjadi terbiasa.

  8. Makanan basi.

    Bagi beberapa orang makanan yang agak basi menjadi tantangan untuk menguji seberapa kuat sistem imunnya. Tetapi makanan yang terlalu/ sangat basi bisa berbahaya saat dikonsumsi. Seseorang yang terlanjur memakan sesuatu yang sudah lama dimasak dan belum diletakkan di dalam pendingin bisa-bisa sakit perut. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak mengkonsumsi sesuatu yang sudah terlalu basi dan berbau.

  9. Makanan kadaluarsa.

    Beberapa makanan yang sudah kadaluarsa bisa jadi membuat perut sakit sesaat sesudah dimasukkan ke dalam perut. Sebab bahan pengawet yang ada di dalamnya telah habis dilisiskan mikroorganisme sehingga yang terkandung justru racun dari hasil fermentasi (mikroorganisme) dan/ atau dari hasil oksidasi logam (wadah pembungkusnya). Oleh karena itu, perhatikan baik-baik setiap tanggal kadaluarsa produk sebelum membeli dan membawanya pulang ke rumah masing-masing.

  10. Terlalu asam.

    Pernah ada orang yang mengatakan bahwa tidak baik mengkonsumsi buah yang asam-asam di pagi hari, bisa-bisa mendadak sakit perut. Terlebih ketika kita belum memasukkan apa-apa ke dalam perut. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika mengkonsumsi makanan dari umbi (ubi kayu, ubi jalar) dan biji-bijian (nasi, jagung, gandum) terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi buah yang asam-asam.

    Belum terbiasa.

  11. Budaya mengkonsumsi air mentah.

    Mungkin di luar sana ada orang yang sehat-sehat saja saat mengkonsumsi air sungai yang belum matang sambil berenang (jangan coba-coba konsumsi air kolam, itu sudah dikasih kaporit). Ada keyakinan masyarakat yang mengatakan bahwa “saat kita mengkonsumsi air sungi di dalam hutan maka tubuh dijaga dari kekuatan magis di dalam wilayah tersebut.

    Sebenarnya usaha tersebut tidak ada hubungannya dengan kekuatan mistis tetapi meminum air sungai adalah bagian dari melatih imunitas tubuh. Saat mereka sudah terbiasa dengan hal tersebut, sistem imun akan meningkat sehingga membuatnya jauh dari berbagai penyakit di dalam hutan. Sedang bagi kita yang baru pertama sekali mencoba memberanikan diri melakukan hal yang sama, mungkin akan sakit perut. Kebiasaan ini jelas tidak dapat dilakukan di perairan yang sudah tercemar oleh limbah pabrik, manusia (kotoran) dan hewan (kotoran, bangkai) seperti di kota-kota besar.

  12. Budaya mengkonsumsi makanan mentah.

    Saat orang-orang di jepang gemar mengkonsumsi ikan yang hanya disiram dengan jeruk nipis saja tetapi tidak sakit perut. Mungkin saat kita di sini menirukan hal yang sama malah yang terjadi adalah sebaliknya, yakni mengalami mencret dan mondar mandir ke toilet setelahnya. Bagi mereka yang mudah menyerah karena peristiwa tersebut cenderung tidak mau lagi melakukannya sampai kapanpun. Kami juga berpikir demikian “buat apa mengkonsumsi makanan mentah-mentah tetapi tidak enak? Mendingan memasaknya baik-baik lalu digarami secukupnya sehingga gurih dikunyah sampai ke tenggorokan lalu ke perut dengan lancar.

    Pengaruh mikroorganisme & parasit.

  13. Terkontaminasi bakteri usus.

    Makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri usus membuatnya tercemar sehingga saat dikonsumsi sebelum matang betul beresiko tinggi menyebabkan sakit perut akut. Keadaan ini semakin menjadi-jadi ketika daya tahan tubuh seseorang menurun drastis karena penyakit lainnya (komplikasi). Mikroorganisme yang seharusnya berada di usus besar (kolifekal) tidak bisa lagi kembali ke dalam perut (lambung). Akan tetapi situasi semacam ini mungkin saja terjadi akibat kurangnya kebersihan makanan atau self higiene (kebersihan diri) yang kurang adekuat. Oleh karena itu, bersihkan makanan dengan air yang mengalir sesaat sebelum di masak dan cuci tangan dengan sabun sebelum makan.

    Selain bakteri E. coli masih banyak lagi jenis mikroorganisme lainnya yang menyebabkan sakit perut seperti Klebsiella sp., amuba dan lain-lain.

    Saat puasa.

  14. Baru pertama berpuasa.

    Orang yang baru pertama sekali puasa bisa mengalami sakit perut tetapi bisa juga disertai oleh diare bila tidak ditindaklanjuti. Sakit perut timbul karena lambung kosong namun getahnya masih aktif mencerna diri sendiri yang kalau dibiarkan begitu saja akan menyebabkan maag. Sedangkan diare disebabkan oleh ketidakmampuan usus menyerap zat gizi (utamanya air) dan kekurangmampuan membatasi aktivitas mikroorganisme sampai menyebabkan diare.

    Bagi yang baru pertama puasa, lakukanlah itu secara bertahap, pelan-pelan saja sehingga organ pencernaan bisa belajar untuk memahami maksud hati. Sambil-sambil tetap konsumsi air garam isotonik atau air garam manis untuk menjaga lambung tetap stabil & netral dari aktivitas mencerna diri sendiri (maag) dan dari aktivitas kuman jahat yang membandel.

  15. Hawa nafsu tinggi terhadap buah di awal berbuka.

    Bila waktu berbuka puasa sudah dekat, hindari mengkonsumsi berbagai jenis buah-buahan yang asem-asem sebelum makan besar. Terkecuali di rumah ada apel merah dan salak. Sebab dua buah-buahan ini memang rasanya asam tetapi seratnya yang tinggi tidak mengundang kadar asam lambung meningkat melainkan membantu menetralkannya. Sedang buah-buahan jenis lain apalagi durian sebaiknya dihindari konsumsinya di awal berbuka kecuali setelah makan.

    Komplikasi penyakit lain.

  16. Penyakit imunodefisiensi.

    Melemahnya imunitas seseorang bisa ditimbulkan oleh dua sebab, yaitu faktor genetik (yang diturunkan) dan faktor penyakit (serangan kuman).

    Sistem organ pencernaan sebagai salah satu yang sering melakukan kontak dengan berbagai benda asing (makanan dan minuman) yang berasal dari luar. Perlu daya tahan tubuh yang baik untuk mengenali dimana antigen yang jahat sehingga dapat langsung dilokalisir, bila mungkin dilisiskan dan disisihkan setelah itu baru dibuang. Mereka yang mengalami imunodefisiensi cenderung rentan dengan bahan konsumsi yang benar-benar baru sekalipun hal tersebut tidak masalah bagi orang lain. Tubuh terlalu sensitif saat ada serangan kuman yang tidak biasa sehingga menimbulkan reaksi yang berlebihan, misalnya alergi, diare dan lain-lain.

  17. HIV/ Aids.

    Penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem imun pasien. Sasaran utamanya adalah menghancurkan antibodi pendeteksi yang disebut sebagai CD4. Pasien akan mengalami penurunan jumlah CD4 dari tahun ke tahun semakin sedikit. Keadaan ini membuatnya rentan diserang mikroorganisme yang mungkin bagi orang lain merupakan flora normal. Artinya, kuman yang biasanya baik menjadi sangat ganas oleh karena kekebalan tubuh pasien menurun drastis. Salah satu dari gejala awal serangan virus disertai dengan mencret kronis.

  18. Penyakit cacingan.

    Parasit ini bisa berasal dari mana saja, umumnya berada di tanah dan tidak tertutup kemungkinan terkandung dalam air. Terlebih ketika makanan dan minuman tersebut belum matang saat dikonsumsi. Cacing juga dikenal terdapat dalam daging, misalnya daging ikan, sapi, babi dan lain sebagainya.

    Biasanya melakukan penetrasi dalam tubuh manusia dalam fase telur. Rata-rata melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi juga bisa melalui kulit kaki (cacing tambang). Penyakit mencret yang dialami akan tetap ada selama cacing-cacing berkeliaran di dalam usus. Akan tetapi saat anda berhasil menyingkirkan mereka (salah satunya dengan senantiasa mengkonsumsi air garam manis), tepat saat itulah penyakit perut membelit itu akan berhenti.

  19. dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri….

Sakit perut adalah penyakit yang sudah dialami manusia sejak dari kecil. Hanya saja intensitas kejadiannya berbeda-beda tergantung dari sistem imun dan kebersihan masing-masing orang. Mereka yang mampu bertahan dari kerasnya penyakit diare dengan senatiasa mengkonsumsi makanan berserat (misalnya dari umbi-umbian dan biji-bijian) akan belajar mengembangkan adaptasi tubuh terhadap lingkungan yang kadang tidak bisa ditebak. Berhati-hatilah saat sedang berpuasa, kita rentan sekali diserang oleh mencret sehingga kadang berpikir bahwa peristiwa tersebut akibat kejahilan seseorang. Tetapi sadarilah bahwa sakit perut saat sedang berpuasa terjadi akibat tidak mampu menahan diri terhadap berbagai-bagai jenis buah-buahan yang nikmat sedap dan ternama. Lalu sekonyong-konyong mengkonsumsinya tanpa makan besar (berbuka) terlebih dahulu. Akibatnya perut mules dan meliuk-liuk sehingga diri inipun meraung-raung kesakitan karenanya. Jadikan semua peristiwa buruk yang menimpa anda sebagai pengalaman untuk masa depan yang lebih baik dan sekedar berbagi kisah dengan sesama.

Salam, Mencret bisa membuat pusing,
Bisa jadi emosi mulai terguncang,
dan hubungan dengan sesama tegang
Yang cendikia hadapinya dengan tenang

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.