Kepribadian

+10 Rasanya Tidak Punya Uang – Hidup Di Bawah Tekanan Kapitalis, Mereka Tuhannya, Mereka Yang Disembah, Kita Bisa Apa?


Rasanya Tidak Punya Uang – Hidup Di Bawah Tekanan Kapitalis, Mereka Tuhannya, Mereka Yang Disembah, Kita Bisa Apa

Hepeng itu penting tetapi kebenaran di atas segalanya

Uang adalah komoditas penting dalam hidup ini. Kami merasakan betapa rendahnya diri ini saat kemana-mana tetapi tidak ada apa-apa di kantong. Melihat ini-itu di warung tetapi yang dibeli adalah yang paling murah. Sewaktu, mencari sesuatu, orang-orang mengabaikan mu karena mereka tahu tidak ada uang cas saat mereka membantumu menemukan apa yang dicari. Orang-orang memandangmu dengan sinis sebab tidak ada yang dapat kamu dapat tawarkan kepada mereka. Ada yang meminta sesuatu darimu tetapi tidak dapat memberikannya sebab duit mu pun hasil meminta-minta. Saat kamu berusaha untuk menghemat, malah orang-orang akan memandangmu lebih rendah. Penilaian mereka memang tidak penting, yang terpenting adalah kita sudah berjalan di jalur yang benar.

Apakah tidak ada orang kaya yang benar?

Sayang, uang yang terlalu banyak adalah bencana. Orang yang memiliki banyak hepeng adalah yang paling sombong. Mereka akan menghina dan menindasmu karena merekalah yang memegang kendali. Kamu akan memohon-mohon kepada mereka tetapi tidak juga kunjung dikasih. Hidupmu seperti terkatung-katung tetapi orang-orang itu justru tertawa. Mereka malah lebih mengejek dan kamu tidak bisa apa-apa atau kalau melawan siap-siap tidak mendapatkan apa-apa. Hidupmu jelas berada di dalam genggaman tangan mereka. Mempermain-mainkanmu bahkan meracuni otak pertama dan keduamu tetapi tetap tidak bisa berkutat sebab merekalah yang berkuasa dan merekalah yang mengendalikan semua orang. Apakah tidak ada lagi orang benar di dunia ini?

Kekayaan bisa mengkaburkan mata hati dan sikap pun amburadul

Apa yang kami alami dalam hidup ini, semakin meyakinkan kami bahwa sesungguhnya kapitalisme adalah kekuatan yang paling merusak di seluruh bumi. Kami tidak mengarangnya tetapi merasakannya sendiri lewat pengalaman yang dijalani hari demi hari. Sebab manusia semakin kaya malah sikapnya semakin sewenang-wenang. Mereka semakin gelap mata oleh karena apa yang diinginkan hatinya selalu terwujud dengan mudah hanya tinggal melemparkan beberapa gepok duit kepada orang tertentu. Kita yang tidak memiliki apa-apa menjadi pijakan sekaligus bulan-bulanan yang selalu dipress sehingga diri ini terkatung-katung. Kami bukannya tidak suka kalau memiliki uang tetapi kami hanya tidak mau semakin banyak orang yang menggunakan uangnya dengan sewenang-wenang seperti orang-orang kaya raya tersebut.

Semakin tinggi kekayaan makin besar manipulasi dan konspirasi yang dijalankan untuk beroleh kelimpahan tersebut

Tujuan kami malah semakin jelas untuk jadi sosialis sebab paham betul bagaimana liarnya para konglomerat kaya-raya ini saat dirinya sudah memiliki uang banyak. Memang dahulu kami juga seorang kapitalis yang suka terhadap hal-hal materi. Berupaya untuk menjadi salah satu dari mereka dengan memimpikan banyak hal yang hebat lebih dari yang lain. Sayang, semuanya itu hanyalah sesaat saja. Bahkan mungkin saat-saat inilah yang menjadi waktu terburuk dalam hidup kami. Sebab penggunaan uang yang liar justru semakin memperbesar potensi pemakaiannya untuk hal-hal yang buruk. Termasuk dalam hal ini adalah melakukan berbagai-bagai aksi manipulasi ala konspirasi untuk menjatuhkan pihak lainnya. Mereka inilah yang secara tidak langsung menimbulkan kekacauan di dalam masyarakat.

Apa yang anda rasakan saat tidak memiliki uang?

Berikut ini akan kami ungkapkan secara langsung apa-apa saja yang menjadi beban yang dirasakan saat kita tidak memiliki uang. Apa yang kita alami saat hidup ditekan terus oleh pengaruh buruk kapitalisme yang sangat gila hormat. Mereka ingin mengangkangi setiap manusia sehingga menjilat kepadanya, apa yang bisa kita lakukan, mereka adalah tuhan yang memegang kendali. Sungguh menjilati kemaluannya sekalipun, harus mau melakukannya sebab dia yang memegang kendali dia yang berkuasa dan hidupmu di dalam tangannya. Karena kami sudah merasakan semuanya itu sendiri, makanya kami terus berjuang melawan kapitalisme agar rakyat Indonesia tidak ada yang diperlakukan seperti yang kami alami, sampai menyembah-nyembah kapitalis agar memberikan apa yang kami butuhkan. Berikut ini akan kami paparkan beberapa rasa yang dialami oleh karena (akibat) tidak memiliki duit.

  1. Kamu ingin sesuatu tetapi tidak bisa memilikinya.

    Kita ingin ini itu tetapi tidak mampu membelinya. Menyembunyikan semuanya itu di dalam hati sembari mengusirnya lewat aktivitas bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan. Kami juga melaluinya sembari beraktivitas memberi manfaat kepada sesama lewat tulisan yang dihasilkan.

  2. Kamu di rumah terus, nggak bisa kemana-mana.

    Tidak ada hepeng, tidak ada mobilitas. Stay terus di rumah menyibukkan diri menulis. Sebenarnya, ini bukan suatu masalah besar sebab mengikuti gaya-gaya kapitalis di tengah keterbatasan sama saja dengan bunuh diri. Kita tidak tahu, kapan orang kaya ini akan menghentikan kebiasaan membawa kita jalan-jalan, kalau sempat ketergantungan, pasti rasanya sakit banget karena berhenti tiba-tiba dari rasa candu.

  3. Kamu berusaha bantu-bantu kerja tetapi dianggap pemalas.

    Yah mau gimana lagi, apa yang kami alami memang sebuah ironi. Itu memang benar nihil dan kapitalis menuntut hasil, tidak ada hepeng, tidak ada kebaikan. Sebab kita hanya dilihat sebagai lintah, parasit yang selalu membawa kerugiaan.

  4. Kamu dihina karena makan gratis terus.

    Penghinaan itu akan datang secara bertubi-tubi, bukan saja sekali dua kali bahkan saat makan pun kata-kata tidak senonoh dilontarkan. Mau bagaimana lagi, mereka kapitali, mereka tuhan, mereka tidak pernah salah dan kita harus ngangguk-ngangguk aja.

  5. Kamu tidur nggak pake kasur tetapi masih dihina.

    Kita jelas tidur dalam kerendahan hati tetapi mereka masih saja suka merendahkan. Padahal, kita sudah menghemat sprei, bantal, selimut dan berbagai peralatan tidur lainnyaa semata-mata untuk membuat pengeluaran mereka tingggi. Inilah yang kami tidak ingin orang lain alami di luar sana, saat kapitalis sudah merasa hebat, kehinaanmu pun akan semakin digiling-giling olehnya. Pengalaman itulah yang membuat kami mengehendaki kesetaraan di seluruh negeri.

  6. Kamu tidak pernah gosok gigi.

    Kami bahkan melakukan aksi super hemat untuk menjaga dompet kapitalis tidak terlalu dalam terusik akibat keberadaan kami. Seberapa kali mandi selalu berusaha menghindari gosok-gosok, semoga yang punya duit semakin bertambah kaya. Walau demikian, kita pun tetap masih diserang dengan berbagai umpatan yang penuh hal-hal yang tidak enak didengar.

  7. Kamu mandi tetapi jarang.

    Kita selalu berusaha untuk tidak boros, selalu berupaya untuk tidak memakai banyak aksesoris. Lagi pula pekerjaannya di rumah terus, tidak ada siapa-siapa yang ditemui jadi tidak perlu mandi dan membersihkan diri secara berlebihan, yang penting selalu jaga kebersihan lingkungan rumah. Walau demikian, sebaiknya mandilah sekali sehari terlebih ketika lingkungan sekitarmu kotor dan berdebu (banyak polutan).

  8. Kamu gondrong buat hemat uang.

    Jangan terlalu rapi sebab kerapian zaman sekarang selalu butuh uang. Kami tidak peduli dengan rambut-rambut yang di sana-sini, memang dari awal tidak ada yang memperhatikan. Jadi buat apa merasa GR lalu merapikan ini-itu padahal tidak ada orang baru yang ditemui? Lebih baik terus terlihat gondrong sebab pendek pun rambut tidak ada untungnya malah habis-habisin duit.

  9. Kamu butuh garam tetapi disembunyikan.

    Kami jelas mengalami hal ini, kekuasaan kapitalis yang tidak terbatas dan diktator membuat kami yang miskin tidak bisa melakukan apa-apa. Suka-sukanya menyembunyikan ini-itu, toh uangnya yang membeli semua itu. Mereka mampu mengontrol peredaran garam bahkan sampai kedai-kedai di sekitar kami juga malah menjual garam palsu yang diracun. Inilah mengapa kami terus berusaha menggoyahkan pengaruh kapitalis dalam negeri ini, sebab saat mereka sudah berkuasa, semua dimanipulasi suka-sukanya (membuat dirinya beruntung sedang yang lain dirugikan). Kamu diinjak dan diputuskannya pun, orang lain diam-diam saja sebab semua sudah mereka sogok.

  10. Kamu butuh sesuatu, dibully dulu baru dikasih.

    Uang adalah kekuasaan, saat anda memegangnya maka bisa berlaku semena-mena kepada orang lain. Kami tidak ingin orang lain mengalami hal ini, cukup kami saja yang merasakan betapa sombongnya kapitalis membanggakan hartanya. Mereka akan memberikan apa yang kamu inginkan setelah sebelumnya dikasari terlebih dahulu lewat kata-kata yang penuh caci maki.

  11. Berulang kali diusir tetapi kamu berusaha menelan bulat-bulat kehinaan itu.

    Kami sebagai orang miskin yang tidak memiliki apa-apa, diperlakukan dengan semena-mena. Dihina dan diusir dari rumah sendiri secara berulang kali karena tidak menghasilkan sesuatu. Kami hanyalah lintah, parasit yang begitu anda tahu langsung ditekan untuk dimatikan lalu disingkirkan. Kami hanya bertahan dan berkata, kami siap mati di rumah yang ditempati oleh ayah kami dahulu!

  12. dan lain sebagainya, silahkan tambah sendiri, siapa tahu pembaca punya pengalaman lain…..

Apa yang disisakan kapitalis di dalam sistem hanyalah sesuatu yang lambat laun menyebabkan kehancuran. Saat mereka sudah punya uang, mereka akan menguasai segala-galanya bahkan kehidupan anda pun akan dikontrol dengan mudah. Yang mereka inginkan adalah agar kita menjilat dan menyembah mereka agar mau membantu. Mereka ingin menjadi tuhan dan mengangkangi kehidupan semua orang. Bahkan mereka sudah menyogok banyak-banyak orang lain untuk bersama-sama menghina anda, mereka punya hepeng dan bisa melakukan apa saja lewat itu. Semua keadaan ini, kami harap hanya terjadi bagi diri sendiri dan tidak ingin hal tersebut terjadi kepada orang lain juga. Karena kami telah merasakan bagaimana sakitnya diinjak oleh konglomerat, makanya kami menjadi pejuang sosialis untuk menggoyahkan pengaruh kapitalisme dari bumi pertiwi.

Salam, Orang yang banyak uang
besar kekuasaannya.
Dia memakainya untuk hal salah
tidak ada yang mengetahuinya
justru banyak yang mendukung
sebab dia punya sesuatu
yang mereka sukai.
Mari berjuang bersama
wujudkan sosialisme
di seluruh dunia
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.