Keluarga

Makanan Adalah Racun Terkuat Sepanjang Masa – Konsumsilah Makanan Dalam Jumlah Yang Wajar

Teka-teki yang bisa anda jawab setelah membaca tulisan ini:

Saya adalah ular yang di tawan oleh 32 pasukan. Saya menangis karena saat keluar, selalu dikelilingi oleh pasukan tersebut,  apakah saya?”

dan ini juga,

Aku adalah pasir putih, orang suka menyandarkan punggung dan bokongnya di atas ku tetapi bukan untuk menikmati hidup melainkan untuk menangisi penderitaannya, siapakah aku?

Makanan Adalah Racun Terkuat Sepanjang Masa – Konsumsilah Makanan Dalam Jumlah Yang Wajar

Penyesat itu biasanya datang dekat-dekat menyamar untuk mempengaruhimu!

Kita terkadang tidak menyadari bahwa sesungguhnya apa yang dapat melemahkan kehidupan berada di dekat sendiri. Malahan yang muncul dalam pikiran bahwa segala yang memperburuk diri ini posisinya jauh di sana bahkan terlalu jauh hingga tidak dapat kita capai sumbernya. Padahal semua opini tersebut kurang tepat karena mustahil sesuatu yang jauh dapat mengalahkan kita melainkan penyesat itu sangat dekat sehingga kita terpengaruh. Orang yang sudah berada di bawah pengaruh kejahatan, mungkin saja menyadari hal tersebut tetapi bisa juga tidak memahaminya. Mereka yang mampu menelaahnya dan menelitinya dengan seksama akan memiliki pemahaman bahwa keburukan yang terjadi merupakan suatu bentuk ketelodoran sendiri akibat ajakan seseorang yang ada di sekitar kita.

Sifat konsumtif menimbulkan bencana alam

Yang kita pahami bahwa bencana adalah kumpulan kejadian yang berasal dari luar diri sendiri,  beberapa di antaranya berasal dari tempat yang jauh tetapi kita terkena imbasnya. Kekuatan yang merusak ini bisa saja ditimbulkan alam lalu kitapun menyalahkan lingkungan sekitar. Padahal sesungguhnya bencana tersebut berhubungan dengan kesalahan yang kita perbuat sendiri, yaitu kebiasaan menebang pepohonan, membuang sampah sembarangan, lebih suka kendaraan pribadi dan kebiasaan konsumtif lainnya. Artinya, alam hanya menjalankan tugasnya untuk menjaga keseimbangan termasuk dalam hal ini adalah menetralisir sifat manusia yang terlalu tamak terhadap sumber daya.

Alam mengalami bencana sama halnya penyakit yang diderita tubuh

Alam sekitar sama seperti tubuh kita sendiri. Bumi ini adalah organisme ekstra besar yang mampu menjaga kesehatannya pada batas tertentu. Saat aktivitas di dalamnya terlalu berlebihan bahkan serakah adanya, tinggal menunggu waktu saja sampai dia sakit lalu terjadilah bencana alam. Tubuh kita juga memiliki toleransi yang mampu menanggung aktivitas tertentu sampai batas maksimal. Saat kita sudah berada di luar batas, besar kemungkinan akan terjadi kerusakan pada organ tertentu. Salah satu aktivitas yang sering sekali dilakukan secara berlebihan adalah saat mengkonsumsi makanan. Saat kita mengkonsumsi makanan dalam volume yang berlebihan, besar kemungkinan akan timbullah penyakit metabolisme yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Memuaskan hawa nafsu liar dengan lidah beresiko menyebabkan penyakit

Karena banyak uang di tangan, kita terkadang membeli segala sesuatu yang diinginkan hati. Termasuk dalam hal ini membeli makanan dan minuman tertentu yang sesuai dengan selera yang dimiliki. Sewaktu datang abang penjual es, dibeli es porsi jumbo; melihat bibi penjual kue, dibeli kue-kuenya; ada pedagang misop lewat, dibeli misop ekstra pedas; saat mau pulang singgah dulu ke kantin, membeli cemilan chiki-chiki. Samentara kita mendorong semuanya itu masuk ke dalam mulut, hati senang dan merasa menang. Di hari-hari berikutnya, kebiasaan buruk yang sama terulang-ulang, hati senang dan merasa menang. Sayang, dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, kebiasaan tersebut cenderung mendatangkan penyakit yang nyata dalam kehidupan kita.

Makanan berubah jadi racun akibat aktivitas minim

Sesungguhnya, kita bisa saja banyak makan tetapi aktivitas ini harus juga diiringi dengan kebiasaan banyak bekerja dan bergerak aktif lainnya (olahraga). Sebab tubuh kita membutuhkan yang namanya keseimbangan, harus berimbang antara apa yang masuk dengan apa yang keluar. Saat jumlah makanan yang dikonsumsi terlalu berlebihan karena lidah yang terlalu rakus, besar kemungkinan kita menderita penyakit metabolisme. Penyakit ini adalah kebiasaan buruk yang meracuni diri sendiri sehingga makanan yang dimasukkan ke dalam mulut menjadi seperti racun karena jumlah konsumsi yang terkesan berlebihan. Biasanya, yang menjadi masalah dalam kasus ini adalah zat gizi yang tersaturasi secara berlebihan di dalam darah sehingga membuatnya lebih kental.

Ikat libido lidah dengan berpuasa

Kita harus mampu menjaga birahi lidah masing-masing. Memiliki lidang memang lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Tetapi dengan mengidap penyakit metabolis menunjukkan bahwa lidah sudah membunuhmu secara perlahan-lahan tapi pasti. Kita tertipu oleh kenikmatan yang ditimbulkan oleh ular yang selalu meminta untuk dipuaskan. Ular tengik ini semakin berbahaya karena kita tidak mampu menahan libido yang dimunculkannya hingga mencapai ubun-ubun. Setelah kita menyadari betapa sakitnya tekanan yang ditimbulkannya, barulah kapok lalu undur dari kebiasaan memulas ular tersebut dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Karena tahu akibatnya, kita berusaha memenjarakan ular tersebut di bawah pengawasan tiga puluh dua pasukan gigi anti hawa nafsu lebay. Pasukan perlu dilatih untuk mampu mempuasakan kenikmatan, jangankan puasa total tetapi setidaknya konsumsilah lebih sedikit. Bila aktivitas tidak banyak, satu sendok nasi itu cukup sekali makan saja.

Cara bertahan dari penyakit metabolis saat garam raib dari peredaran

Kita harus cerdik mengendalikan diri terhadap godaan materi yang berseliweran di sekitar. Jangan sampai pesona, aroma dan cita rasa makanan cs minuman yang mondar mandir di hadapan kita membuat akal sehat hilang sehingga mengkonsumsinya seperti menghirup udara. Keserakahan terhadap makanan memang bisa diimbangi dengan mengkonsumsi air garam manis. Artinya, semakin banyak mengkonsumsi makanan harusnya makin banyak pula meminum air garam manis. Akan tetapi bagaimana jadinya jika garam tersebut tidak ada? Atau bagaimana jadinya jika garam tersebut ada tetapi ternyata sudah diracun sehingga tidak bisa dikonsumsi banyak? Otomatis, dengan tidak adanya garam, makanan yang dimasukkan ke dalam mulut juga harus dikurangi sesuai kebutuhan.

Garam meja dan darah manusia

Memang benar bahwa garam sangat bermanfaat dalam kehidupan kita. Tetapi, kita tidak bisa menjamin keberadaannya karena bisa saja kapi-kapitalis yang berkuasa menyebarkan natrium yang sudah diracuni. Mungkin saat ini anda belum merasakannya tetapi waktunya akan tiba dimana sodium yang dikonsumsi telah dipreteli sehingga saat dikonsumsi justru membuat kaki bengkak akibat penumpukan cairan. Saat keadaan ini sudah sampai di rumah anda, berusahalah tidak mengkonsumsi garam tersebut lalu batasi jumlah makanan yang disentuhkan ke lidah. Sebab tanpa garam dapur yang sehat, darah mudah mengental sehingga cenderung menyebabkan penyakit jantung, darah tinggi, kolesterol, diabetes dan berbagai penyakit metabolisme lainnya.

Solusi singkat – praktis agar terhindar dari penyakit metabolit

Makanan yang berubah jadi racun adalah saat asupan makanan yang kita konsumsi lebih banyak dari aktivitas yang dilakukan sehingga membuat darah mengental yang berujung pada penyakit metabolisme. Ada banyak contoh penyakit metabolisme ini, di antaranya adalah diabetes, kolesterol, asam urat, darah tinggi, jantung (arterosklerosis atau disebut juga nyeri jantung) dan lain sebagainya. Cara jitu untuk mencegah agar kita tidak terbaring di atas pasir putih rumah sakit sambil menyesali kesalahan akibat ketamakan sendiri adalah dengan membatasi jumlah konsumsi. Tips lainnya adalah dengan mengkonsumsi air garam manis (kalau ada), herbal ajaib (bawang putih, bawang merah, jahe), buah-buahan (jeruk nipis, nanas, sirsak dan buah asam-asam lainnya), sayur-sayuran serta air putih (±2 liter per hari). Setelah itu yang perlu dilakukan adalah ora et labora (berdoa dan bekerja) sebab nyawa kita ada di tangan Tuhan, yang penting sudah berusaha! Simak juga, Kiat menghilangkan racun dalam tubuh.

Salam, Segala sesuatu bisa menjadi racun,
Saat kita mengkonsumsinya berlebihan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.