Kepribadian

10 Lawan Yang Tidak Pernah Kalah – Musuh Yang Selalu Ada Maka Bersahabatlah Dengan Mereka


Lawan Yang Tidak Pernah Kalah - Musuh Yang Selalu Ada

Teka-teki yang bisa anda jawab setelah membaca tulisan ini:

Aku sesekali melawan tetapi tidak pernah kalah dan tidak pernah menang, siapakah aku?

Dan ini juga.

Akulah petarung yang tidak pernah kenal lelah tetapi tidak pernah dapat thropi, siapakah aku?

Termasuk ini pula.

Kami sangat suka turun ke bawah tetapi kami naik ke atas dengan dorongan pihak lain dan pada beberapa kesempatan kami sudah banyak berubah saat naik, siapakah kami?

Terakhir.

Akulah manusia yang selalu menekan ke bawah, menghimpitmu hingga demam dan membuatmu meriang-riang, siapakah saya?

Kejahatan itu relatif, kita yang membuatnya menjadi besar

Segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari Tuhan. Bahkan semua hal, dari yang terlihat sampai yang tidak teramati adalah milik Sang Pencipta. Apa yang bisa anda lihat dengan mata kepala sendiri merupakan hasil karya seni besutan Allah. Termasuk di dalamnya segala jenis manusia, kamu dan aku, yang tinggi dan yang pendek, jahat dan baik, yang bebas dan yang terpenjara: semuanya ciptaan Allah. Masalahnya sekarang adalah mengapa ada orang yang berlaku fasik? Apakah mereka juga kreasi Bapa? Kami mengatakan, ya…, mereka juga diizinkan hidup di bumi bersama-sama dengan kita. Tetapi, cara kita memperlakukan dan berhubungan dengan merekalah yang terkadang masih kurang tepat (rendah hati & santun).

Bukan manusia yang jahat tetapi sistemlah yang tidak adil

Di sisi lain, yang membuat manusia jahat sekaligus kejam adalah sistem alias organisasi alias peraturan yang berlaku dalam suatu negara. Bias yang paling berbahaya dalam hidup bermasyarakat adalah ketidakadilan yang merajalela. Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang menjadi suatu keunggulannya dan kelompoknya. Akan tetapi, hal tersebut juga sekaligus menjadi kerugian bagi pihak lainnya. Mengapa kami berkata demikian? Sebab pemerintahan yang tidak menjunjung tinggi kesetaraan seperti seorang pedagang, mereka memang menjual dan mensejahterakan rakyat. Tetapi di balik semua aksi tersebut mereka memberi keuntungan dengan memenuhi kebutuha rakyat namun di sisi lain rakyat dirugikan sebab uang yang mereka berikan lebih banyak dari yang seharusnya.

Ketamakan pesukor karena uangnya banyak, nggak ada yang membatasinya

Akibat praktek ini, ada banyak kalangan kaya raya yang meramaikan kehidupan suatu bangsa, mereka bisa berasal dari koorporasi pemerintah dan dapat pula berasal dari kalangan usahawan (swasta). Orang yang hidupnya berkelimpahan inilah yang menjadi pesukor (penghancur sumber daya organisasi) karena sifatnya yang konsumtif. Sumber daya yang tersedia di dalam sistem memang baik adanya dan mencukupi untuk semua orang. Akan tetapi, oknum kaya raya ini mengkonsumsinya seperti menghirup udara. Jadinya, sumber daya tersebut malahan kurang, seperti lumbung yang sudah dirampas pencuri sehingga beresiko membuat orang kelaparan. Manusia yang kelaparan bisa saja melakukan hal-hal yang ilegal demi memenuhi kekosongan perutnya. Disinilah timbul persepsi bahwa manusia jahat oleh karena sistem yang tidak adil dan amburadul.

Pengertian (defenisi)

Merasakan kebenaran dari fakta ini, membuat kita bertanya-tanya, siapakah sebenarnya yang jahat? Atau orang-orang lebih suka bertanya, siapakah sesungguhnya yang harus kita lawan? Kita harus mempertegas situasinya agar benar-benar memahami, siapakah sebenarnya yang menjadi musuh sejati kita? Perlu lagi kembali kepada pemahaman alam semesta bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang ada di seluruh jagad raya berasal dari Tuhan. Jadi, bisa dikatakan bahwa sesungguhnya mustahil untuk saling bermusuhan dengan siapapun di alam semesta sebab dari semula, kita adalah satu dan berasal dari satu tubuh, yaitu Allah sendiri. Memang ada yang namanya proses rantai makanan, namun itu berlaku untuk kehidupan di alam liar semata-mata demi keseimbangan. Akan tetapi, masakan kita sebodoh itu, saling memakan dan dimakan antara sesama manusia hanya untuk hidup? Bukankah kita telah dianugerahkan akal pikiran untuk menimbang dan menghasilkan apa yang dibutuhkan tanpa harus menyakiti satu sama lain?

Siapa-siapa sajakah musuh yang tidak pernah kalah?

Harap diketahui bahwa peperangan tidak akan putus-putusnya di seantero negeri apabila manusia saling bersaing untuk hidup. Kita harus bekerja sama dalam kesetaraan agar tidak ada satu pun yang diinjak demi kepentingan orang lain sebab semua manusia berhak untuk hidup. Ini bukan saja soal kerja sama di dalam kelompok masyarakat melainkan suatu usaha kerja sama secara totalitas tanpa terkecuali. Artinya, yang dibutuhkan agar bumi ini terus dan tetap lestari menghidupi makhluk di dalamnya dari waktu ke waktu adalah kebersamaan yang setara satu sama lainnya.

Sayang, yang terjadi sekarang ini justru sebaliknya. Sebab masing-masing orang saling bersaing satu sama lain untuk menjadi yang terutama, memiliki title (ilmu), pendapatan (gaji) dan kekuasaan (jabatan) tertinggi. Akibatnya, kita saling beradu satu sama lain untuk memperebutkan posisi tersebut. Keadaan inilah yang mendorong kita untuk melawan ini-itu semata-mata demi beroleh posisi tertinggi dan terbesar di dalam masyarakat. Akan tetapi, di lain sisi kita diperhadapkan dengan lawan yang tidak pernah kalah dan juga tidak pernah menang. Berikut ini akan kami jelaskan siapa-siapa sajakan pihak yang menjadi musuh abadi itu?

  1. Angin – alam.

    Angin merupakan udara yang mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Kekuatan yang ditunjukkan oleh angin memang tidak dapat dihentikan di beberapa tempat di muka bumi, terutama di wilayah yang tinggi (puncak). Sifat ini membuat angin bisa dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi alamiah. Sudah banyak negara di dunia ini yang memberdayakannya untuk dijadikan pembangkit listrik tenaga angin (PLTA).

    Tetapi, khusus untuk tempat yang lebih rendah (dekat permukaan tanah), pengaruh perlawanan dari angin kadang muncul dan kadang hilang. Tidak bisa ditentukan kapan datangnya dan kapan pula berlalunya kondisi tersebut. Dia sering datang tak diundang dan pulang tak diantar, perlawanan yang mereka berikan nyata adanya, mungkinkah anda pernah melawannya?

    Saat kita melawan angin maka yang dilakukan adalah bersungut-sungut karena kehadirannya. Anda dan kami tentu saja tidak pernah menampar angin tetapi bagi mereka yang pernah kesal karena hembusannya, itu sama saja dengan melawan angin. Oleh karena itu, berhentilah melontarkan persepsi yang menunjukkan seolah-olah udara yang bergerak tersebut adalah musuh kita. Cobalah untuk lebih tegar berkepala dingin menghadapi situasi yang kadang tidak bisa kita kendalikan.

  2. Lautan – alam.

    Lautan yang terbentang luas merupakan petarung yang tidak pernah menyerah. Kita mungkin belum menantangnya tetapi dialah yang selalu nantangin umat manusia. Gulungan ombaknya yang tinggi penuh kesombongan, seolah-olah mengatakan “ayo kemon…, kalau berani sini lawan gua….!” Tidak heran kalau ada yang kerap kali memarahi dan menangisinya bahkan ada pula yang memberi persembahan kepadanya. Ada yang marah karena gulungan ombak telah menghanyutkan, membalikkan dan menenggelamkan kapalnya. Mungkin pernah juga ada yang kehilangan kerabatnya dilautan, itu bisa membuat mereka menangisinya.

    Tetapi tidak jarang juga ada orang yang memanfaatkan perlawanan yang ditunjukkannya dengan berselancar. Mereka malah bermain-main, tertawa dan bersenang-senang menikmati gelombang yang bergulung tak henti-hentinya. Para peselancar ini meluncur dan terbang di atas gunung air yang terus bergerak menghantam pasir putih. Mereka sudah paham betul, sia-sia melawannya melainkan lebih baik dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif. Ada pula negara yang menggunakan gulungan air tersebut sebagai pembangkit listrik tenaga ombak.

  3. Air sungai dan air terjun yang mengalir – alam.

    Butiran bening ini sejenis hewan yang sangat suka naik ke bawah. Anda tidak perlu memerintahkannya untuk turun, dia akan melakukannya dengan sukarela. Tetapi dia tidak pernah mau naik ke atas, kecuali anda memaksa, mendorong dan mengangkutnya sehingga bisa menempati tempat tinggi. Selain itu, dalam beberapa kesempatan, ia bisa naik asalkan kita memberinya energi kalor sehingga merubahnya menjadi butiran yang sangat halus yang terbang menembus angkasa yang luas.

    Tidak hanya air laut, air sungai juga bisa digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik (PLTA). Beberapa bendungan buatan justru memanfaatkan hobinya yang suka ke bawah tersebut untuk menghidupkan lampu dan barang-barang elektronik lainnya di rumah-rumah penduduk. Ada banyak yang mendayagunakan kristal bening fleksibel ini untuk berbagai keperluan, yang paling umum adalah untuk urusan cuci-mencuci. Mereka berhenti melakukan perlawanan untuk memotong kebiasaannya (siklusnya) tetapi mengarahkan aktivitas tersebut ke hal-hal positif.

  4. Suhu udara (matahari) – alam.

    Sadarkah anda bahwa variasi suhu udara setiap harinya, timbul untuk membuat indra kita tetap segar? Perubahan ini membantu kita untuk tetap semangat menjalani aktivitas dan menendang kebosanan. Kita haruslah merasa beruntung sebab sinar matahari yang sampai ke kulit telah ditahan lebih banyak oleh molekul udara yang dihasilkan oleh tumbuhan hijau dan lautan bebas. Simak juga, Mengapa sependapat dengan heliosentris?

    Kita kerap kali melawan matahari dengan membangun hunian sendiri dalam kemewahan, kemegahan dan kebesaran yang tidak tergoyahkan. Bahkan kita menyusunnya di atas kesombongan yang lebih besar dari yang seharusnya dibutuhkan. Tidak sampai di situ saja, kita juga menghindari panasnya yang meriang-riang dengan membangun fasilitas pendingin udara (AC). Kita melawan sinar matahari dengan menegakkan teknologi serba canggih untuk melindungi diri ini tetapi justru menyebabkan gelombang panas yang berbahaya. Padahal secara alamiah, pepohonan adalah pelindung dan pendingin yang berlaku sebaliknya meredam demam yang disebabkan oleh sinar matahari.

  5. Kekhilafan – manusia.

    Pernahkah anda khilaf kepada seseorang? Itu adalah hal yang biasa terjadi. Saat jiwa (mental) kita masih seorang kanak-kanak manja, akan banyak kesalahan yang ditimbulkan. Akan tetapi, seiring dengan semakin tingginya pengalaman, kian banyak juga yang kita pahami dari hari ke hari sehingga pikiran semakin dewasa. Mereka yang jiwanya sudah dewasa, mampu mengendalikan sikap sepenuhnya sehingga ketelodoran yang timbul lebih bersifat minimal.

    Biasanya orang yang khilaf melakukan kesalahan kecil yang kemungkinan besar tidak menyebabkan kerugian materi bari orang lain. Melawan kekhilafan dengan tidak menerima peristiwa tersebut apa adanya adalah tindakan yang kurang bijaksana. Sebab biar bagaimanapun kita pasti terpapar dengan hal tersebut ketika melakukan interaksi dengan sesama. Seperti kita ketahui bersama bahwa tidak semua yang kita temui dalam hidup ini adalah orang yang sudah dewasa jiwanya sehingga jarang sekali melakukan kesalahan nyata. Melainkan ada juga di antara kita orang-orang yang belum dewasa karena umur mereka masih sangat muda. Jadi, menentang ketelodoran merupakan sesuatu yang konyol melainkan lebih baik mengikhlaskannya untuk melatih ketegaran hati

  6. Ujian sosial – manusia.

    Pemurnian hidup selalu ada, baik yang dilakukan secara terstruktur maupun yang diatur begitu saja. Melawan ujian sosial hanyalah suatu tindakan yang sia-sia karena membuang energi (materi, tenaga dan waktu) tanpa menghasilkan kemenangan atau kekalahan. Oleh sebab itu, lebih baik memilih untuk bertahan atau menghindar saja. Orang yang mampu belajar dari pengalamannya menghadapi masalah akan ditingkatkan kecerdasan dan kesadarannya dalam menjalani hidup. Saksikanlah,, Manfaat pemurnian hidup.

  7. Gangguan sosial – manusia & hewan.

    Defenisi dari gangguan sosial menurut kami adalah gesekan kepentingan yang berbeda-beda. Misalnya saja, kita sedang belajar tetapi di sebelah rumah ada orang yang sedang bercakap-cakap. Contoh lainnya, kita sedang bekerja tetapi ada kendaraan bermotor dengan suara unik yang lewat di jalan raya. Atau bisa juga, kita sedang istirahat tetapi tetangga lagi ketok palu memperbaiki rumahnya. Semua bentuk gangguan ini sebenarnya bisa ditoleransi. Ketahuilah bahwa manusia bisa berkembang otaknya sehingga mampu menyesuaikan diri dengan hal tersebut. Yang kita butuhkan adalah lebih banyak waktu untuk beradaptasi, bertahan, menyibukkan diri pada hal positif (fokus Tuhan, bekerja, belajar) dan tetap santun (tidak memusuhi para pengganggu). Melawan situasi ini merupakan suatu hal yang mustahil dan justru mencaukan kehidupan sendiri tetapi orang yang cerdik pintar menyelami, menikmati, beraktivitas dan bersahabat dengan gangguan sosial tersebut.

    Gangguan sosial juga kerap kali ditimbulkan oleh hewan-hewan di sekitar kita. Terkadang merasa GR lalu bangga dengan hal tersebut tetapi kadang juga membuat hidup semakin kacau-balau. Sadarilah bahwa sesungguhnya semakin fokus kita terhadap suara-suara yang ditimbulkan oleh binatang, makin amburadul pikiran ini. Sebab keberadaan mereka tidak dapat dipastikan seratus persen. Tidak ada jaminan apa-apa karena kita tidak mampu berkomunikasi dengan mereka. Bahkan sekalipun kita mencabut nyawanya (membunuh binatang tersebut) tetap saja mereka tidak takut dan tidak memahami yang kita maksudkan. Jadi, lebih baik abaikan keberadaan mereka sembari terus fokus kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian) serta berbagi kasihlah kepada sesama seperti diri sendiri (lewat pekerjaan dan pelajaran yang ditekuni).

  8. Perdebatan & diskusi – kehidupan.

    Berdebat (berdiskusi) adalah teori yang dipersandingkan sehingga dapat dibandingkan dimana yang paling relevan untuk diyakini dan dihidupi. Sebenarnya perdebatan semakin panas karena ada hal-hal yang disembunyikan sekaligus diperebutkan. Sebab suatu argumen bisa saja diarahkan untuk menimbulkan spekulasi manipulatif semata-mata demi menguasai suatu jabatan (kekuasaan). Manusia juga bisa saja membolak-balik spekulasinya semata-mata untuk menyembunyikan dan menyimpan sumber daya yang besar untuk dirinya sendiri juga kelompoknya.

    Tanpa kesetaraan di dalam masyarakat, semakin banyak saja argumen yang dilemparkan semata-mata untuk melindungi suatu kekuasaan. Komentar inilah yang sebenarnya dimanfaatkan untuk memanipulasi keadaan sehingga orang-orang melupakan hak-haknya. Akan tetapi, camkanlah bahwa menyebar kebohongan hanya menghasilkan kebohongan yang lebih besar sehingga rasa bersalah yang ditimbulkannya pun tinggi sekali. Kita jadi ketakutan menghadapi orang lain, bukan karena mereka kuat atau hebat melainkan karena konspirasi yang kita jalankan sangat banyak. Semuanya ini semata-mata dilakukan untuk mempertahankan ketidakadilan sosial di dalam masyarakat.

    Perdebatan yang kita lakukan akan semakin tinggi saat sistem masih jauh dari keadilan. Menghabiskan waktu untuk cuap-cuap yang tak berwujud malah beresiko memperkeruh suasana hati. Jika kita mau berdebat, berdebatlah saat suatu aturan disusun. Sebab mendiskusikan perubahan pada momen yang kurang tepat justru semakin mempertinggi perlawanan tetapi hasilnya sia-sia. Akan tetapi, berdebat pada waktu perencanaan, penyusunan dan peninjauan kembali aturan adalah sesuatu yang berdampak besar bagi kehidupan organisasi (negara).

    Perdebatan sebaiknya tidak ditanggapi dengan sikap yang penuh dengan perlawanan sebab hal ini hanya membuat suasana hati menjadi amburadul. Melainkan, katakan saja hal tersebut, terserah apa tanggapan mereka, toh dalam hal ini kita hanya berteori. Dan sekalipun ada yang menang atau kalah, tidak ada perubahan yang direalisasikan sebab itu hanyalah diskusi biasa yang tidak ada hubungannya dengan pengaturan sistem. Jalan juga ke mari, Menyampaikan komentar dari sudut pandang positif.

  9. Berita hoax – internet dan media sosial.

    Konten hoax di internet tidak ada gunanya dilawan sebab konten semacam ini akan terus bermunculan dari waktu ke waktu sekalipun telah diblokir berulang-ulang kali. Lebih baik belajar untuk menjadi cerdas sehingga dimampukan untuk mengenali apa yang baik dan apa yang salah. Dengan bertebarannya kebohongan di dalam dunia nirkabel, setiap warga net diajak untuk lebih kritis dan selektif menyaring informasi yang tersedia.

    Konten pornografi merupakan salah satu hoax yang sifatnya sangat menggoda. Ketahuilah bahwa video-video tersebut rata-rata dibuat tahun-tahun sebelumnya. Sekalipun ada yang baru, rata-rata hal tersebut adalah hasil reupload (mengunggah kembali). Inilah salah satu ujian terberat di dunia maya, menontonnya untuk menguji diri sendiri merupakan salah satu cara mengurangi kemesuman otak. Asal saja kita tidak lupa bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati, pasti tidak akan terpengaruh. Jujur saja, usia kami kira-kira 27 tahun saat sudah mampu mengatasi kemesuman pikiran dan kebiasaan mengklik (memasuki) situs porno. Kami doakan agar anda mamiliki kekebalan terhadap website penyelia konten porno semuda mungkin (lebih muda dari kami).

  10. Ketakutan dan masa depan – kehidupan.

    Rasa takut merupakan suatu tantangan yang timbul dari dalam diri sendiri. Melawan rasa takut tidak ada habisnya sebab berbagai-bagai hal aneh berseliweran di sekitar kita untuk membuatmu gemetaran. Mengeraskan kepalan tangan, membuat mata melotot dan memperkuat kuda-kuda untuk melawannya merupakan suatu hal yang sia-sia. Melainkan tetap bersahabat dengan orang-orang tersebut tetapi jangan fokus kepada mereka melainkan fokuslah kepada Tuhan. Sambil-sambil belajar juga untuk lebih cerdik dan hati-hati dalam bersikap. Setelah semuanya itu, jangan pernah lupakan untuk berbuat baik kepada mereka (setidak-tidaknya ramah). Selama hidup di dunia ini, kita harus cerdik menanggapi situasi namun tetap tulus berbuat baik kepada lawan-lawan yang menakutkan.

    Ketika, anda ditakuti oleh mimpi-mimpi aneh yang menakutkan, hindari terus-menerus melarikan diri melainkan bersahabat dan rangkullah musuhmu. Lari terbirit-birit terhadap hantu yang diciptakan oleh imajinasi sendiri hanya akan semakin memperbesar kegentaranmu. Melainkan katakan kepada yang menghantuimu itu, “marilah, inilah aku, dekatlah dan tangkaplah aku!” Toh tidak terjadi apa-apa kan? Sebab hantu yang kita bayangkan itu hanyalah khayalan yang tidak nyata. Melainkan teruslah bergerak melakukan aktivitas positif dan fokuslah kepada Tuhan dalam nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya.

    Masing-masing orang memiliki harapan terbaik untuk masa depannya. Mereka merencanakannya dengan matang sehingga menjadi kenyataan. Segala hal mungkin saja bisa kita susun sesuai dengan keinginan sendiri demi masa depan cemerlang. Akan tetapi, sadarilah bahwa kenyataan diatur oleh Yang Maha Kuasa. Jadi, jalankan rencanamu tetapi hasilnya pasrahkanlah kepada Tuhan.

    Mengandalkan kekuatan sendiri untuk membangun masa depan merupakan tindakan yang mustahil. Justru kebiasaan semacam ini akan menimbulkan kekuatiran sebab banyak faktor pengotor yang mempengaruhinya. Kuatir terhadap masa depan merupakan suatu bentuk perlawanan yang merugikan diri sendiri. Ini hanya akan menghasilkan ketakutan selama menjalani hidup yang singkat.

    Terus-menerus mereka-rekakan masa depan di dalam hati merupakan tindakan yang konyol. Sebab masa depan adalah haknya Tuhan, kita hanya diberikan hak untuk mengetahui masa lalu dan masa kini. Pikiran jadi pusing karena kita menghabiskan waktu yang berharga seharian untuk membahas hal-hal yang masih belum jelas.

    Satu hal yang mungkin akan menakutkan kita di masa depan adalah tentang nyawa yang dimiliki. Kita kuatir, ”jangan-jangan nyawa saya cuma sampai segini atau segitu….” Kekuatiran tersebut justru membuat kita menyusun rencana yang terlalu berlebihan dan terkesan memboroskan sumber daya yang ada. Padahal, semua pikirkan yang merepotkan tersebut belum tentu terjadi.

Musuh Yang Selalu Ada Maka Bersahabatlah Dengan Mereka

Tanpa keadilan sosial bagi seluruh rakyat (sila ke lima Pancasila) perlawanan itu semakin tinggi. Manusia akan mengeluarkan banyak tetek-bengek yang tidak bermutu untuk menutupi hak-hak rakyat [Jejaki kawan, Informasi memabukkan membuatmu terlena]. Spekulasi manipulatif semakin meningkat untuk menggambarkan seolah-olah mereka adalah orang yang sibuk dan pantas dibayar dengan gaji tinggi dan fasilitas serba mewah. Sadarilah bahwa ganjaran dosa adalah ketakutan dan rasa itu semakin menumpuk hingga anda terus gentar memandang wajah orang lain dimulai dari kaum keluarga sendiri. Bagi kita, melawan orang-orang ini tidak ada gunanya sebab mereka yang memegang dan membuat aturannya. Kalau Tuhan mau maka Ia bisa menurunkan api dari langit untuk membakar mereka! Melainkan bersahabatlah dengan mereka di dalam hubungan yang direkatkan oleh kebenaran yang hakiki. Sibukkan dirimu dengan melakukan berbagai hal positif seperti fokus kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian). Serta marilah berbuat baik kepada sesama di sela-sela pelajaran dan pekerjaan yang digeluti. Silahkan dilihat juga, Dampak buruk terlalu menaruh perhatian (berlebihan) kepada musuh.

Salam, Harus belajar bersahabat dengan musuh,
Agar kehidupan kita tetap penuh berkah,
Tidak melawan berlebihan agar jauh dari musibah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.