Cerpen

10 Cara Mengelola Negara Seperti Kebun Binatang, Pemerintahan Melakukan Tipu Muslihat Untuk Menjaga Sumber Daya Tetap Utuh (Ada & Seimbang)

Cara Mengelola Negara Seperti Kebun Binatang, Pemerintahan Melakukan Tipu Muslihat Untuk Menjaga Sumber Daya Tetap Utuh (Ada & Seimbang)

Teka teki – Aku adalah hutan tetapi penuh dengan penjara, siapakah aku?

Tidak semuanya mimpi bisa diwujudkan di dunia nyata

Segala hal yang ada di bumi ini, yang tampak dan terasa manfaatnya, ditujukan demi kebaikan umat manusia. Tidak ada satu pun yang bertujuan buruk tetapi kitalah yang terlalu serakah. Anugerah pikiran yang diberikan Tuhan kepada masing-masing orang telah menjadi daya tarik untuk menciptakan hal-hal yang baru. Dorongan untuk membuat ini dan itu, mengaplikasikan imajinasi atau lebih tepatnya mimpi ke dalam kenyataan. Terkadang merupakan suatu hal yang mengakibatkan dampak buruk bagi kehidupan di bumi. Sebab angan-angan kita terlalu tinggi untuk diaplikasikan ke dalam dunia nyata yang pada dasarnya terbatas ketersedian sumber dayanya.

Adalah lebih baik bagi kita untuk memediasi mimpi-mimpi yang dimiliki ke dalam bentuk informasi yang lebih sederhana. Seperti yang kami lakukan, menuliskannya dalam berbagai bentuk cerita (lewat buku atau catatan elektronik), bisa di atas kanvas (menggambar, melukis), membuat miniatur (seni rupa) dan lain sebagainya. Ada juga yang menuliskan kisah mimpinya dengan metoder karikatur sedang yang lain menyusunnya dalam desain grafis yang menawan. Masakan kalau kita memimpikan rumah gede, harus buat rumah? Lebih baik menggambarnya dalam sebuah kanvas. Ketika memimpikan mobil generasi tercanggih, harus beli mobil? Lebih baik membuat miniaturnya dalam seni rupa. Sewaktu memimpikan perang, masakan harus berperang? Lebih baik merangkaikannya dalam bentuk cerita.

Bila semua impian diwujudkan di dunia nyata, bumi ini bisa hancur

Yang hendak kami tegaskan di sini adalah kekuatan imajinasi otak terkadang sangat luar biasa melebihi batas yang bisa wujudkan dalam rupa-rupa kejadian nyata. Lebih baik mulai menyusun beberapa karya untuk mempresntasikan mimpi tersebut sebab sangat tidak relevan jika diwujudnyatakan. Seperti saat kita bermimpi memiliki sebuah rumah megah di pulau terpencil. Masalahnya sekarang seberapa besar uang yang dibutuhkan? Sudah termasuk di dalamnya bahan bakar, transportasi, makanan-minuman, kayu balok, kerikil, pasir, batu, semen dan lain sebagainya. Bukankah itu memakan banyak sumber daya? Tetapi, cobalah melukisnya dalam kanvas dengan begitu kita pun tetap memiliki rumah mewah di pulau terpencil. Bukankah itu sama saja: punya rumah mewah yang menyendiri di dalam lukisan? Ini adalah salah satu cara terbaik menjaga lingkungan tetap tercukupi sumber dayanya sembari mewujudkan semua impian selama ini.

Mengelola kebun binatang, kelebihan populasi akan dilenyapkan secara perlahan tapi pasti

Pernahkah anda ke kebun binatang? Ketahuilah bahwa saat populasi di kebun binatang terlalu berlebihan, para pengelolanya akan membunuh hewan-hewan tersebut secara perlahan-lahan. Ada yang mati dengan pengakuan diterkam hewan lainnya, ada yang karena penyakit dan ada pula yang karena faktor usia. Tahukah anda bahwa di balik semua pengakuan tersebut telah nyata pengelola kebun melakukannya dengan sengaja. Mungkin ada yang sengaja tidak diberi makan, ada yang diberikan makanan yang tidak seharusnya dan ada pula yang diberikan makanan yang berlebihan. Pada dasarnya semua faktor-faktor itu akan membunuh hewan tersebut agar pengelola tidak rugi dengan pengeluaran pembiayaan pangan. Lagipula, bila hewannya terlalu banyak, ruangan yang tersedia di kandang tidak akan mencukupi untuk semua.

Pengelolaan negara dan sistem yang berputar

Sudah seharusnya pengelolaan negara terhadap sumber daya yang ada, dilakukan dengan sistem yang tidak pernah terputus. Suatu upaya untuk membuat sumber daya tersebut selalu diperbaharui sehingga selalu ada dari waktu ke waktu. Perputaran ini perlu diseimbangkan (produksi sama dengan konsumsi) bahkan bila perlu sudah seharusnya kemampuan produksi lebih baik dari konsumsi. Tanpa kemajuan produksi, bisa dipastikan bahwa masing-masing orang akan bersaing mati-matian untuk memperoleh produk yang tersisa. Usaha yang dilakukan cenderung menyimpang bahkan sampai melegalkan segala cara sebab populasi lebih tinggi jumlahnya dengan sumber daya yang tersedia.

Pengelolaan negara dan kebun binatang

Bila pemerintah tidak mampu menahan laju pertumbuhan penduduk agar selalu imbang dan berada di bawah tingkar produksi barang dan jasa, besar kemungkinan akan terjadi pengelolaan kebun binatang. Membunuh penduduk secara terencana dan perlahan-lahan tetapi pasti sehingga jumlah populasi tetap stabil dan sesuai dengan produksi. Pemerintah akan melakukan berbagai manipulasi di satu wilayah semata-mata untuk membuat sakit beberapa orang. Ini bukan lagi suatu tipu muslihat yang sederhana sebab melibatkan banyak pihak sehingga jumlah penduduk tetap terkendali. Di beberapa kesempatan mereka akan melakukannya dengan membiarkan kecelakaan terjadi (kecelakaan kerja dan kecelakaan transportasi). Sedang di sisi lain, beberapa masyarakat akan berakhir nyawanya oleh praktek kejahatan dan kekerasan.

Pengertian – Pengelolaan negara seperti kebun binatang adalah suatu kegagalan sistem yang membuat sumber daya yang tersedia lebih rendah dari jumlah penduduk. Akibatnya, pemerintah akan menjalankan konspirasi yang syarat dengan manipulasi untuk meningkatkan angka kesakitan, kecelakaan dan kekerasan (kriminalitas & terorisme) untuk mengurangi jumlah warganya tetap seimbang.

Cara mengelola negara seperti kebun binatang

Kebun binatang mengelola populasi dengan memanipulasi berbagai faktor hanya untuk mengendalikan jumlah hewan di dalamnya sesuai dengan kemampuan manajemen (pihak pengelola). Praktek semacam ini dilancarkan di negara X  yang mana para pemimpinnya berkonspirasi untuk melemahkan rakyatnya sendiri sehingga kapasitas kehidupan mereka terukur sampai batas tertentu. Semua ini diawali oleh ketidakadilan sistem dalam membagi kekuatan sehingga kelompok tertentu secara perlahan Di sisi lain, para petinggi negeri ini menggunakan sumber daya secara berlebih-lebihan semata-mata demi kebanggaannya dan kebanggaan keluarga.

  1. Memberikan megapaket kekuasaan kepada kelompok tertentu.

    Bukan hanya di dalam hutan, di dalam kebun binatang juga ada yang namanya raja. Demikian juga di negara X tersebut ditetapkan seseorang atau beberapa kelompok yang bertindak sebagai penguasa. Mereka diberikan legalitas yang dijamin tindak tanduknya dari waktu ke waktu. Orang-orang ini beroleh pengetahuan, pendapatan (gaji) dan jabatan yang tinggi. Semuanya ini memberikan mereka jaminan terlaksananya setiap hal yang diinginkannya sekalipun itu berlebihan adanya. Selain itu, aset yang mereka miliki juga memberi jaminan kepada keturunan berikutnya untuk masuk diposisi (jabatan) yang sama. Mereka memasukkan anak-anaknya dalam sekolah yang berbiaya tinggi dimana hal tersebut adalah jaminan mendapatkan posisi yang setara dengan orang tuanya.

  2. Memberikan kelompok lain paket standar.

    Orang yang diberikan penghidupan standar ini biasanya tidak memiliki power yang menguntungkan. Tidak ada kekuatan yang besar, pengetahuan yang dimilikinya standar saja, pendapatannya cukup-cukup makan dan kekuasaannya hanya berlaku di dalam keluarga saja. Orang-orang dengan kekuatan standar ini sangat ketergantungan terhadap sistem dan kurang memiliki kemandirian saat mereka lepas dari pemerintah. Kekuatan ilmu pengetahuan yang dimiliki juga standar saja dimana dirinya dan semua keluarganya menempuh pendidikan di tempat dengan biaya standar. Pekerjaan yang dilakukannya juga hanya suatu rutinitas yang dilakukan tanpa suatu peningkatan jabatan yang jelas.

    Sedang, orang-orang lainnya di luar kelompok ini akan menempati posisi sebagai pembuat gaduh. Mereka adalah preman yang hidup dari memalak. Oknum yang menganggur (tidak memiliki pekerjaan) suka melakukan pencurian, pencopetan, begal motor dan aksi kriminal lainnya. Semua ini semata-mata dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari hari. Dimana ada-ada saja korban yang mengalami kerugian kecil sampai besar lewat tindakan ekstrimis tersebut.

  3. Memberikan kebebasan memboroskan sumber daya.

    Pemborosan sumber daya dilakukan secara tak terkendali. Pemerintah tidak memiliki regulasi untuk mengendalikan aktivitas konsumtif masyarakat kaya raya. Malahan mereka semakin senang saat penduduk tajir tersebut membelanjakan uangnya, baik dengan membeli barang dalam negeri maupun luar negeri. Sebab setiap item yang dibayarkan akan dikenakan pajak sehingga pemerintah turut mendapat manfaat dari proses perdagangan tersebut. Jadi, negara sama sekali tidak membatasi (mempajak) sifat konsumtif oknum konglomerat tersebut sebab mereka sendiri pun konglomerat yang suka belanja. Kepemilikan uang yang banyak membuat kelompok makmur lebay ini terkesan memboros-boroskan sumber daya yang tersedia.

  4. Membiarkan kemewahan dan kemegahan subur.

    Sadar atau tidak kebiasaan hidup mewah satu visi dengan kenyamanan. Saat manusia kaya raya berpikir tentang kenyamanan maka hal tersebut akan berhubungan dengan kebiasaan hidup menyendiri. Mereka akan membangun huniannya, jauh dari pemukiman penduduk dengan kapasitas yang sangat besar, lebih dari yang dibutuhkannya (serakah). Kemegahan gedung-gedung berkelas dengan arsitektur yang indah membuat tempat tinggalnya bak istana yang sangat luas tetapi hanya ditinggali oleh dua-tiga orang saja. Ciri ketamakan ini juga dipertegas dengan koleksi mobil-mobil ternama yang jumlahnya melebihi jumlah anggota keluarga (penghuni). Semua ini masih belum juga membuat dirinya puas dengan membeli berbagai-bagai perabotan dan aksesoris yang senantiasa diperbaharui (beli baru saat model terbaru keluar). Tentu saja pembuatan barang dan jasa ini membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit.

  5. Membiarkan kerusakan lingkungan.

    Kerusakan lingkungan merupakan salah satu efek sampingan dari sikap konsumtif. Memang semua penduduk membeli barang dan jasa sesuaii keperluannya tetapi kelompok menengah ke atas yang jumlahnya relatif kecil tersebut membelelanjakan uang dalam skala yang sangat tinggi. Keadaan ini jelas saja membuat penumpukan sampah dan polusi di lingkungan sekitar.

    Budaya mewah-mewahan telah menjadi perusak yang membuat hutan-hutan tergerus sehingga wilayah hijau tinggallah sedikit saja. Akibatnya, tekanan atmosfer yang meninggi membuat suhu udara bergerak naik (pemanasan global) dari tahun ke tahun. Teknologi yang syarat dengan kenyamanan dan kemewahan telah membuat manusia suka menyendiri memboroskan energi lebih banyak. Mereka candu menggunakan kendaraan pribadi dan enggan menggunakan fasilitas umum (bus kota, kereta api) yang notabene diadakan untuk mempersempit emisi rumah kaca.

    Di sisi lain, pemakaian mesin yang lebih banyak telah membius kehidupan banyak orang. Barang-barang elektronik tersebut memanjakan mereka sehingga tubuh cenderung lemah akibat minimnya aktivitas. Kebiasaan ini membuat masyarakat lemah fisik dan mudah sekali sakit. Sedang emisi yang dihasilkan lewat pengoperasian mesin tersebut telah mengotori udara. Belum lagi masalah sampah yang dihasilkan akibat bangkainya yang mencemari tanah dan air. Buruknya keadaan udara, air dan tanah jelas sekali turut meningkatkan angka kesakitan.

  6. Membiarkan manipulasi tumbuh subur.

    Manipulasi bisa timbul oleh praktek yang sederhana sampai yang kompleks. Biasanya, manipulasi selalu berbicara tentang penyebaran ilmu pengetahuan yang salah. Informasi yang diedarkan di dalam masyarakat menjadi suatu kekuatan untuk melemahkan. Sebab yang terjadi bukannya mendatangkan manfaat positif bagi umat manusia melainkan dampak negatif. Seandainya, mereka memberi ujian (sengaja mencobai dan melatih rakyat) maka selalu ditampilkan kebenaran disisi kejahatan. Tetapi orang yang sengaja menjebak hanya memberikan hal-hal yang salah saja tanpa menunjukkan dimana yang tepatnya.

    Kesalahan ilmu pengetahuan ini, bisa saja membuat seseorang kehilangan hal-hal yang baik di dalam dirinya. Mereka seperti dituntun untuk melalui suatu jalan tetapi jalan tersebut salah sehingga merugikan dirinya sendiri dan orang di sekitarnya juga (orang yang dicintai, kaum keluarga).

    Kegagalan ilmu pengetahuan ini juga bisa menimbulkan sifat konsumtif sebab masing-masing orang diajak untuk membeli ini-itu untuk menyelesaikan masalah dalam hidupnya. Mereka tidak diajarkan untuk mandiri dan menemukan potensinya masing-masing. Tetapi iklan yang ada mengarahkannya untuk ketergantungan dengan barang dan jasa yang dihasilkan oknum kapitalis sempit.

  7. Membiarkan bencana terjadi.

    Bencana yang terjadi adalah wujud nyata pengendalian penduduk oleh pemerintah X. Hal ini disebabkan oleh karena mereka lebih memilih mengarahkan setiap orang untuk menyelesaikan persoalannya dengan memboros-boroskan harta. Lari kepada materi saat pergumulan hidup mendera, justru membuat manusia semakin konsumtif dan terlu rapuh dengan situasi. Penerimaan negara memang besar (pajak) tetapi diiringi dengan pemborosan sumber daya sangat luar biasa. Akibatnya, kekuatan lingkungan untuk menanggung stres yang ditimbulkan oleh polusi dan sampah semakin lemah sehingga muncullah berbagai bencana alam. Masyarakat yang miskin dan tak berdaya hidup di daerah pinggiran akan dikorbankan (kehilangan harta bahkan nyawa juga) dalam situasi tersebut. Simaklah, Kapitalis menginginkan pengorbanan.

    Di sisi lain, bencana juga bisa timbul oleh karena penyebaran penyakit dari satu wilayah ke wilayah lain. Oknum yang tidak dapat mempertahankan dirinya tetap sehat akan dihimpit oleh penyakit tersebut sehingga jatuh sakit sampai kehilangan nyawa pula.

    Bencana bisa juga ditimbulkan oleh kecelakaan kerja dan kecelakaan transportasi. Musibah transportasi akibat manajemen swasta yang buruk membuat intensitasnya tinggi. Pemerintah enggan menghendel pengelolaannya sebab pihak swasta lebih riskan dengan kecelakaan yang selalu mengutamakan hasil daripada proses. Oknum perorangan juga menghemat biaya perawatan kendaraan sehingga resiko celaka kian meninggi. Dua hal ini membuat banyak orang kehilangan nyawanya secara sia-sia yang dianggap sebagai bagian dari seleksi alam.

  8. Membiarkan kekerasan dan jual-beli senjata berbahaya.

    Sikap yang keras merupakan suatu usaha yang membuat masyarakat saling mengendalikan satu sama lain. Lewat ketidakmampuan mengendalikan emosi membuat kehidupan masyarakat berada diambang batas kebersamaan. Masing-masing orang malahan diarahkan untuk egois mementingkan dirinya sendiri dan menentang berbagai hal yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.

    Kebiasaan menyendiri, hidup nyaman dan mewah turut pula meningkatkan angka kekerasan di dalam masyarakat. Mereka-mereka ini rentan sekali terhadap gangguan sosial, sedikit saja ada yang tidak disukainya, langsung menakuti dan menggertak. Bahkan kalangan berduit tebal bisa saja suruh-suruh orang sesuka hati untuk mewujudkan niatnya membalas dendam.

    Keberadaan sikap yang keras ini juga turut didukung oleh karena penjualan senjata yang dilakukan secara bebas. Mereka yang memiliki sejumlah uang bisa saja membelinya sesuka hati demi mengamankan diri. Keadaan ini turut pula meningkatkan resiko pelampiasan dendam dengan cara yang paling kotor dan pengecut dari jarak sangat jauh tanpa sepengetahuan korban. Orang yang meninggal akibat tindakan keji ini sungguh tak terhitung jumlahnya semata-mata demi menjamin ketersedian sumber daya di dalam sistem.

  9. Membiarkan tumbuh subur kelompok garis keras (kekerasan).

    Kelompok garis keras dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan pemusnahan secara besar-besaran terhadap kelompok tertentu. Mereka tidak ada begitu saja tetapi pemerintah memiliki pejabat sayap kiri yang identitasnya dirahasikan. Orang-orang ini berperan penting untuk melatih, mengembangkan dan memajukan kelompok ekstrimis di dalam masyarakat. Mereka juga memiliki fasilitas persenjataan yang sifatnya sangat rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja. Saksikanlah teman, Pemilik modal menginginkan kematian penduduk untuk membuat dirinya tetap jaya.

    Jadi, saat daerah tertentu melaporkan kelebihan penduduk sehingga sumber daya yang tersedia mulai menipis. Mulailah kelompok ekstrimis ini melakukan serangan secara acak dan terorganisir di tempat-tempat umum. Mungkin sasaran mereka akan diarahkan pada kelompok tertentu namun itu hanyalah salah satu bentuk kamuflase agar seolah-olah kejadian tersebut alami tanpa campur tangan kekuasaan (pemerintah).

  10. Menumpuk kesejahteraan kepada penduduk.

    Teknik yang sangat ampuh lainnya yang dilakukan oleh pemerintahan di negara X untuk mengendalikan penduduk adalah mengenyangkan mereka dengan kenikmatan duniawi. Penduduk sengaja diberikan gaji atau pesangon atau pensiunan yang tinggi-tinggi agar mereka bisa konsumtif terus-menerus. Sedang pekerjaan yang dimilikinya cukup minim bahkan tidak ada lagi. Akibatnya, terjadi gangguan keseimbangan antara jumlah konsumsi dengan aktivitas yang dilakukan. Keadaan ini secara berangsur-angsur akan menyebabkan penyakit metabolisme yang bisa beresiko pada kematian.

    Mereka yang tidak paham dengan kesehatan cenderung memakan dan meminum yang enak-enak secara berlebihan. Keadaan ini bisa berujung pada penyakit diabetes, hiperglikemia, asam urat, nyeri sendi, obesitas, jantung koroner, jantung arithmia, darah tinggi, impoten dan lain sebagainya. Orang yang cerdas tidak akan terlena dengan kesejahteraan tersebut melainkan tetap mengendalikan jumlah asupan makanan sesuai dengan saran dokter dan jumlah pekerjaan yang dilakukan. Mereka juga lebih suka bergerak dengan menggunakan kakinya (jalan kaki) dan bersepeda saat kemana-mana. Lebih memilih untuk melakukan pekerjaan secara manual untuk membuat dirinya tetap sibuk.

Mengelola negara seperti mengurus kebun binatang merupakan praktek pemerintahan yang penuh dengan tipu muslihat (manipulasi) yang dilakukan secara bersama-sama (konspirasi). Bukan tidak bisa, tetapi sulit membongkar kejahatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintahan di negara X. Suatu saat, mereka pasti akan diketahui belangnya sebab segala hal yang tersembunyi pasti akan dibukakan kepada masyarakat luas. Tidak ada rahasia yang benar-benar abadi di dunia ini sebab saat menyusun rancangan pemerintahan pastilah dilakukan secara bersama-sama. Bisa saja di antara orang-orang tersebut ada yang membelot lalu membuat pengakuan sebagai anonim untuk menyatakan kebenaran yang selama ini menguntungkan beberapa pihak namun telah merugikan masyarakat luas. Adalah lebih baik, mengelola negara secara bersama-sama dalam kesetaraan memanfaatkan sistem yang berputar sempurna. Sehingga masing-masing orang bisa memberikan kontribusi yang kreatif untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas organisasi (negara).

Salam, Ketidakadilan komunitas layaknya kebun binatang,
yang membuat beberapa kalangan untung,
namun kebanyakan masyarakat dipancung,
secara diam-diam agar sistem tetap imbang
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.