Ekonomi

10 Cara Mengurangi Air Laut – Menurunkan Ketinggian Muka Air Laut Untuk Mengubah Lautan Menjadi Daratan


Cara Mengurangi Air Laut – Menurunkan Ketinggian Muka Air Laut Untuk Mengubah Lautan Menjadi Daratan

Kita adalah satu dengan semesta, hidup bersama dalam satu sistem

Seperti lingkaran roda sepeda yang berputar-putar di atas jalan raya demikianlah semua hal di alam semesta selalu terangkai dalam satu siklus yang tidak pernah berakhir. Satu bagian berkaitan dengan bagian lainnya, saling mempengaruhi, mendukung dan menekan satu-sama lain. Tidak ada komponen yang dapat berdiri sendiri walau masing-masing berjalan sendiri-sendiri hanya saja aktivitas yang ditempuhnya berkaitan dengan kehidupan yang lainnya.  Satu sama lain saling membutuhkan namun mereka tidak menyadari hal tersebut. Setiap kekuatan yang ada saling mengimbangi, suatu jalinan kasih harmonis yang terus terjalin dari waktu ke waktu. Kemampuan menjaga keseimbangan satu sama lain terlalu kompleks untuk dijelaskan seperti hubungan antara orang tua dan anak.

Alam semesta saling mengasihi

Telah terjalin kedekatan kasih yang intens atas dasar kebutuhan terhadap energi di antara seluruh bagian alam semesta. Bumi membutuhkan energi matahari khususnya tanaman berklorofil dan mikroorganisme lautan untuk tumbuh dan bereproduksi. Sebaliknya, setiap unsur hidrogen murni akan kembali ke arah matahari yang senantiasa dihasilkan oleh bumi ini. Hewan-hewan membutuhkan tanaman sebagai sumber bahan pangan, sebaliknya mereka memberikan kotorannya (urin dan feses) untuk menjadi bahan pupuk. Manusia memelukan hewan, kita pun memeliharanya; memerlukan tanaman, kita pun merawat dan memberi pupuknya (kotoran sebagai bakal pupuk). Sebaliknya, ketika tumbuhan, hewan dan manusia meninggal dunia, mikroorganisme akan mencerna jasadnya menjadi gas yang beberapa dikembalikan lagi ke arah matahari.

Gangguan terbesar ditimbulkan oleh manusia

Pada mulanya, jalinan kasih antara bagian-bagian ini telah terwujud entah bagaimana caranya. Sudah direncanakan dan ditetapkan dari awal masa penciptaan dimana tidak mungkin bisa dipisahkan. Tidak ada kesadaran di antara mereka, prosesnya terjadi begitu saja. Satu-satunya komponen alam semesta yang diberikan kesadaran dan kehendak bebas untuk memilih adalah manusia. Kita jugalah yang berpotensi besar untuk mengganggu keseimbangan sistem yang sudah berlangsung dari zaman ke zaman tersebut. Salah satu bukti konkrit gangguan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap ekosistem hayati yang seimbang adalah pemanasan global dan berbagai bencana alam yang menyertainya.

Kisah manusia yang sadar, arogan, manipulatif dan serakah

Kekuatan sadar yang dimiliki oleh umat manusia merupakan suatu kelebihan sekaligus berpotensi menjadi kelemahan yang menghancurkan sistem. Kita menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk mencapai kehidupan yang jauh lebih baik dari semua orang bahkan kita ingin mencapai puncak tertinggi melebihi pepohonan. Masing-masing orang saling bersaing menduduki kelas sosial yang nyata sambil melepaskan rumus-rumus manipulatif untuk melemahkan pihak lainnya sedang dirinya sendiri terus diuntungkan. Manusia merasa bahwa kemudahan dan kemewahan teknologi serta kenyamanan materi lainnya adalah tumpuan hidup, naasnya kebiasaan ini malah membawa kita pada pemborosan terhadap sumber daya yang ada (tamak).

Kita masih belum sadar dari penyimpangan yang dilakukan. Membuat sistem ekonomi yang memuaskan oknum kapitalis saja, menyusun sistem politik dimana keturunan kita terjamin jabatannya, membentuk lembaga pendidikan untuk mendidik anak-anak kita menjadi lebih jahat & licik berkonspirasi dari orang tuanya. Kekayaan yang dimiliki dijadikan sebagai kebanggaan untuk menghibur diri dari setiap ujian kehidupan yang ditujukan ke kita. Akibatnya, lingkungan tidak lagi menjadi sahabat melainkan musuh yang kerap menentang keberadaan kita. Tanah di bawah kita menjadi tungku batu sedang udara di atas kita bagaikan perapian sehingga hidup dihimpit di dalam perapian yang membuat gerah.

Bukannya berpikir untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan, malahan yang kita lakukan adalah bertahan dari kesalahan tersebut dengan mengedepankan teknologi. Mesin-mesin yang diandalkan malahan mendorong kita untuk kecanduan terhadap energi. Saat minyak bumi dikonsumsi layaknya orang yang sedang kehausan, ketersediaannya mengalami krisis. Belum lagi masalah polusi dan sampah yang ditimbulkannya, dimana berkontribusi langsung pada jumlah kejadian bencana alam. Demikian juga ketika krisis minyak bumi sudah di depan mata, banyak oknum pemerintahan yang akan melakukan konspirasi untuk membunuh rakyatnya sendiri. Mereka akan memanipulasi banyak hal untuk melemahkan masyarakat tertentu agar energi tetap mencukupi bagi semua orang. Sedang pemerintahan yang merasa dirinya kuat akan melakukan konspirasi melemahkan bahkan memerangi negara lain (secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi). Saksikan juga, Memanajemen negara kebun binatang.

Pengertian

Menurunkan ketinggian air laut merupakan tindakan rekonservasi terhadap keseimbangan alam yang sempat terganggu oleh pengaruh keberadaan kita. Kita harus memahami bahwa pada dasarnya setiap makhluk hidup terdiri dari kandungan air dan elektrolit yang sering diartikan sebagai garam. Artinya, satu spesies makhluk hidup berperan penting mengurangi sejumlah volume lautan. Semakin banyak makhluk hidup maka semakin banyak pula jumlah air laut yang berkurang volumenya. Sekarang, masalahnya adalah makhluk hidup seperti apa yang keberadaannya mampu mengurangi volume lautan dan menimbunnya di dalam dirinya? Apakah itu manusia yang harus diperbanyak jumlahnya? Atau hewan dan mungkin saja tumbuhan yang perlu diperbanyak populasinya?

Kita harus memahami bahwa bumi tempat kita berdiri dan bernaung merupakan lingkungan yang sangat membutuhkan keseimbangan. Jika sekiranya, jumlah manusia bertambah maka sudah seharusnya hewan dan tumbuhan juga bertambah sehingga terciptalah sistem yang berimbang. Akan tetapi, yang terjadi belakangan ini justru sebaliknya. manusia terus bertambah-tambah tetapi hewan dan tumbuhan malahan semakin menyusut. Di sinilah peran kita sebagai pengendali yang ahli memanajemen perlu direkonstruksi. Jangan hanya fokus terhadap kelompok dan spesies sendiri. Melainkan perlu juga memperhatikan keberlangsungan hidup makhluk lainnya. Biasanya keadaan yang membuat kita kurang memberi kesempatan untuk berkembang terhadap makhluk lain adalah kecenderungan hidup mewah dan megah sendiri.

Defenisi – menurunkan permukaan air laut adalah mengalihkan volume air laut dari wadahnya di tengah samudera ke komponen hidup. Sebab masing-masing makhluk hidup menyimpan lautan dalam tubuhnya pada kadar tertentu. Sasaran utama yang merujuk pada pengembangan organisme hidup adalah tumbuhan hijau sebab mampu membawakan dirinya sebagai wadah lautan dengan kapasitas terbesar di antara seluruh makhluk hidup.

Cara mengurangi air laut

Bumi ini adalah satu organisme yang mencerminkan makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang di dalamnya. Jika bumi memiliki lautan sebagai wadah maka seharusnya demikianlah juga setiap makhluk hidup yang ada mampu menampung sejumlah besar air laut di dalam tubuhnya. Jadi, jika selama ini, kita lebih suka melihat mesin-mesin dan benda hasil tambang di sekitar, akan digantikan dengan keberadaan makhluk hidup. Jadi, ide kami adalah menyimpan air laut di dalam sebanyak-banyaknya makhluk hidup. Tentu saja, tidak sembarangan makhluk hidup yang akan dikembangkan oleh sistem melainkan yang bermanfaat dan wadahnya besar. Berikut ini akan kami tampilkan beberapa langkah untuk mempraktekkannya.

  1. Pemberlakuan kesetaraan kekuatan (pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan).

    Sadar atau tidak, hilangnya makhluk hidup dari muka bumi ditengarai oleh sumber daya lebih yang dimiliki oleh oknum kapitalis dan keinginan kelompok lainnya di dalam masyarakat untuk menjadi kapitalis yang punya kuasa lebih. Tanpa paham kesetaraan, besar kemungkinan kehidupan kita mengarah serakah sebab kelebihan materi yang dimiliki akan dipakai untuk memperbanyak-mempermegah rumah, meluaskan taman pribadi, memproduksi teknologi kemudahan, membangun apartemen serba otomatis dan lain sebagainya. Semua keadaan ini cenderung merusak hutan sehingga aktivitas menyimpan air dan garam terhenti.

    Tanpa keadilan sosial di bidang pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan, besar kemungkinan lingkungan menjadi anti hujan. Keadaan ini jelas telah mengurangi secara drastis kapasitas awan yang dibentuk dari molekul pintar air laut. Lagipula tanah yang hanya berisi bangunan dan kota yang megah saja, menyimpan sangat sedikit air mineral. Kebanyakan cairan di dalamnya telah mengarah ke lautan semuanya.

    Meniadakan kapitalisme swasta lalu membulatkan semuanya menjadi milik pemerintah (nasionalisme perusahaan) menjadikan pemerintah sebagai kapitalis tunggal. Ini adalah awal pembentukan sistem sosialis yang diperuntukkan demi kepentingan bersama. Mereka yang memiliki jumlah uang yang berlebihan justru akan menggunakannya untuk mengeruk, menyingkirkan dan merusak lebih banyak lingkungan hidup.

  2. Menganut sistem ekonomi yang berputar sempurna.

    Sistem ekonomi yang menumpuk-numpuk ala kapitalisme merupakan suatu pertanda buruk yang sengaja menciptakan manusia tamak. Mengapa kami berkata demikian? Sebab sekalipun gaji yang dimiliki oleh orang-orang ini cukup besar bahkan melebihi yang lain, mereka tetap merasa kurang dan melakukan praktek manipulasi.

    Kekuatan materi yang tidak terbatas membuat mereka kehilangan arah sehingga cepat sekali bosan. Mereka selalu ingin memiliki rumah seperti di televisi. Terobsesi untuk menjadi terkenal, suka meniduri artis-artis terkenal, haus akan uang yang bahkan tidak dapat dihabiskannya. Bagaimana pula orang-orang tersebut masih melakukan korupsi sedang gaji yang diterima saja tidak habisnya? Bahkan sekalipun dipuas-puaskan untuk jalan-jalan selama bertahun-tahun jumlah uang yang dikorupsi tersebut tidak akan habis. Ini jelas sebagai salah satu bentuk kekuatiran yang kelewat batas sehingga menjadi serakah.

    Oleh karena itu, sistem ekonomi yang berputar menjamin korupsi tidak akan terjadi lagi. Sebab semua orang yang meninggal, hartanya akan dikembalikan kepada negara dan keluarganya akan ditanggung oleh negara. Syarat mengembalikan kekayaan kepada negara merupakan satu kebijakan yang membatasi seseorang agar tidak korupsi sebab dikorupsi pun, semua akan jelas terbuka saat aset yang dimilki terlalu besar saat dikembalikan.

    Ini juga demi alasan kemanusiaan sebab meninggalkan aset yang terlalu besar kepada anak-anak cenderung membuat mereka tidak manusiawi. Berkepribadian aneh, suka menyendiri, sombong, tidak suka diganggu, tidak bisa diteguh, suka membalas, gemar kekerasan dan lain sebagainya.

  3. Menanam kembali pepohonan.

    Pohon merupakan salah satu media penanaman air laut yang sangat besar kapasitasnya. Sebab masing-masing popohonan dapat tumbuh lebih tinggi dan tinggi lagi melebihi apapun juga. Batang, akar, dahan dan dedaunan  juga bagian-bagian lainnya memang dibangin dari berbagai mineral yang terkandung di dalam tanah. Tetapi, bersamanya terdapat juga unsur-unsur lautan, di antaranya adalah natrium dan air. Saat ukuran pepohonan semakin bertambah-tambah tinggi, semakin besar juga volume air dan garam yang terkandung di dalamnya. Jika jumlahnya ada banyak sampai jutaan, pastilah akan mampu mengurangi volume air laut. Saat tinggi dan besarnya meningkat, bertambah pula volume air yang tersimpan di dalam tubuhnya.

    Akar pepohonan juga bermanfaat besar untuk menyimpan lebih banyak air dan mineral di dalam tanah. Kemampuan tanah mengikat hujan yang turun menjadi lebih baik sehingga siklusnya melambat dan fokus di bawah tanah. Aliran air yang baik di dalam tanah membuat lajunya tertahan sehingga tidak seluruhnya kembali ke lautan.

    Di sisi lain, udara lebih cepat mendingin membuat hujan turun lebih banyak di dalam hutan. Air tawar bersama garam ini akan didepositokan di dalam tanah maupun di atas permukaan bumi (di awan). Bila keadaan ini terus terjaga selama bertahun-tahun niscaya permukaan lautan bisa semakin menurun.

    Ketebalan atmosfer yang semakin baik di seluruh penjuru bumi membuat atmosfer di kutub utara dan selatan semakin tebal. Akibatnya, penumpukan es terus saja meningkat dari hari ke hari karena suhu dingin yang nyata. Bukankah daerah kutub ini tidak berpenghuni? Kalau memang ada penghuninya maka sebaiknya mereka diungsikan di wilayah yang lebih hangat. Keadaan ini nyatanya dapat mengurangi volume air laut secara berangsur-angsur tapi pasti.

  4. Membiarkan hewan liar hidup.

    Harap selalu perhatikan keseimbangan. Hutan-hutan kosong yang tidak memiliki penghuni justru akan menjadi tempat habitat serangga yang lebih ganas dan buas dari hewan besar di alam rimba. Oleh karena itu, reproduksi hewan liar tidak dihambat dan ditahan-tahan melainkan membiarkan mereka tumbuh di alam rimba. Sebab di alam, yang berlaku adalah hukum rantai makanan dimana jumlah predator selalu akan lebih sedikit dari mangsanya. Akan tetapi, bila yang terjadi malah sebaliknya, pemburu berjumlah sama dengan korbannya, besar kemungkinan akan terjadi kanibalisme di antara predator tersebut.

    Walau bobotnya tidak begitu besar, hampir-hampir bersamaan dengan volume tubuh manusia, tetap saja hewan-hewan merupakan wadah terbaik untuk menyimpan lautan. Jadi, membiarkan hewan hidup di alam rimba merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi ketinggian muka air laut.

  5. Mengubah daerah gurun dan padang rumput menjadi hutan.

    Selama ini, padang gurun merupakan salah satu lokasi yang paling sedikit menyerap air laut. Sekalipun hujan turun di sana, tidak akan mampu menahannya lama melainkan semua akan diarahkan ke selokan, gorong-gorong, sungat dan muara.

    Langkah pertama untuk menanam di padang gurun adalah dengan memelihara tanaman perintis, yaitu rumput yang sangat muda. Setelah permukaan tanah mulai mengeras, barulah tanaman lainnya bisa tumbuh. Penanaman bisa dimulai dengan spesies yang biasanya tumbuh di daerah tundra. Kemudian ketika kondisinya semakin baik akan dilanjutkan dengan tanaman tropis. Tentu saja semua upaya ini membutuhkan air dan garam.

    Jika seluruh padang gurun di dunia ditanami dengan pepohonan, niscaya ada berjuta liter air laut yang akan ditransformasikan ke daratan dalam bentuk tanaman dan hewan. Tentu saja, cita-cita semacam ini membutuhkan waktu bertahun-tahun dan regulasi antar negara yang tepat.

  6. Memanfaatkan lahan kosong sebaik mungkin.

    Lahan-lahan kosong yang tidak dimanfaatkan sebaiknya diubah menjadi lahan hutan lindung dengan menanam tumbuhan hijau kecil sampai besar di dalamnya. Memanfaatkan tempat lowong ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan volume lautan yang ditransformasi ke daratan dalam bentuk tanaman. Tidak mudah untuk menumbuhkan pohon di wilayah yang sudah tandus duluan. Dibutuhkan jumlah garam dan air yang tepat untuk melakukan semuanya ini.

  7. Meruntuhkan bangunan mewah yang tidak efisien.

    Merobohkan bangunan mewah yang terlalu besar tetapi tidak ditempati oleh banyak orang merupakan salah satu cara menciptakan lebih banyak ruangan kosong untuk menumbuhkan pepohonan. Masing-masing akan diberikan tenggak waktu yang menentukan batas akhir penghancuran yang bila tidak dipatuhi akan dilakukan sendiri oleh pemerintah. Daripada mengizinkan pendirian bangunan yang sangat megah dan tinggi, alangkah lebih baik jika menanam pepohonan yang ukurannya lebih tinggi daripada kita. Cara ini juga sekaligus dijadikan sebagai salah satu upaya untuk memindahkan bobot samudera raya ke atas tanah dalam wujud tanaman besar.

  8. Menggunakan teknologi bersama-sama (memakai fasilitas umum).

    Pemakaian teknologi secara bersama-sama merupakan salah satu cara untuk menghemat energi sekaligus memperkecil polusi udara. Sebab polusi udara turut menggeser/ menyingkirkan posisi molekul pintar dari air dan garam. Situasi ini akan diikuti dengan upaya netralisasi polutan oleh alam lewat peristiwa badai. Semakin sering terjadi badai, menunjukkan keadaan lautan yang tidak stabil. Air pasang akan naik bahkan gelombang laut menjadi sangat tinggi. Artinya, badai bukan lagi menurunkan permukaan tetapi meningkatkan permukaan lautan sembari mendatangkan bencana.

    Penggunaan teknologi secara bersama-sama merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir emisi gas rumah kaca sekaligus menghemat penggunaan energi (bahan bakar minyak). Kebiasaan baik semacam ini tidak hanya menyehatkan lingkungan melainkan turut pula menyehatkan mental (pikiran), fisik dan sosial.

  9. Memilih tinggal di apartemen (rumah susun).

    Siapa yang paling banyak menggunakan lahan di dunia ini? Orang kaya raya yang memiliki uang setebal koper tetapi tidak pernah puas. Mereka akan mendirikan berbagai gedung mewah yang dipersembahkan untuk meningkatkan kebanggaan hati. Orang-orang yang menjadi gila oleh karena pengaruh materi dan berpikir bahwa hal tersebut bisa memuaskan hatinya. Mereka mendirikan rumah yang gede-gede, memakai lahan yang sangat luas, bahkan membuat dirinya sendiri super hebat, tidak tersentuh dan kebal hukum.

    Membangun hunian yang luar biasa megah semata-mata untuk membuat dirinya sendiri terpandang sambil berkata dalam hatinya “ha… ha… ha… punyaku jauh lebih mewah dari semuanya!, bersukacitalah hatiku dan berbanggalah karena hal itu” Orang-orang yang suka membanggakan diri terhadap materi yang dimiliki cenderung mengikuti sifat aslinya yang menggilai kemewahan dan kenyamanan duniawi. Siapa yang bisa melarangnya? Toh itu uangnya kan?

    Kalau ketamakan orang-orang ini tidak dihentikan, besar kemungkinan wilayah  pemukiman semakin luas saja dari waktu ke waktu. Hutan-hutan akan disingkirkannya untuk meletakkan bangunan yang didirikan di atas arogansi dan keserakahan. Oleh karena itu, aktivitas ini harus segera dihentikan dan mereka diwajibkan untuk memiliki rumah seperti rakyat lainnya di dalam apartemen atau rumah susun. Hunian yang ditatar ke atas ini akan mempersempit luasnya lahan perumahan dan meningkatkan kesempatan untuk ditanami berbagai jenis pohon.

  10. Teknologi rumah pohon.

    Sudah saatnya, manusia membuat hunian yang benar-benar efektif dan tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri melainkan baik juga untuk lingkungan. Rumah yang dimiliki oleh rata-rata manusia dibuat dari batu, tanah, kerikil, semen dan berbagai bahan lainnya. Tetapi, manusia yang hidup secara alami mampu membangun hunian di tengah-tengah kealamian, bukan hasil kocokan pasir, kerikil semen; melainkan dari anugerah alam. Pepohonan sebaiknya dibiarkan tumbuh bersama-sama dengan tanaman rambat lainnya untuk membuat struktur akarnya lebih kuat. Ketika batangnya telah berukuran sampai bermeter-meter, biasanya bagian tengah itu kosong. Bagian tengah yang kosong inilah yang kemudian akan dipahat sesuai bentuk yang dikehendaki sehingga bisa menjadi rumah

    Butuh bertahun-tahun untuk membuat pepohonan berdiameter sangat besar sehingga bagian tengahnya bisa dibuat sebagai hunian. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk membuat hunian yang benar-benar hijau di masa depan. Bila kita tidak mampu beradaptasi dengan kehidupan lingkungan yang keras, jangan pernah berharap untuk hidup bersama. Hidup di dalam pohon, selain bermanfaat untuk menekan pemakaian bahan bangunan yang ditebang maupun yang ditambang juga membuat situasi tetap asri alami sepanjang masa. Tentu saja faedah utamanya adalah meningkatkan volume samudera yang dikonversikan dalam bentuk tanaman hijau besar.

Mustahil air laut bisa dibuang dari bumi ini. Volume lautan pada dasarnya konstan, yang bisa kita lakukan adalah memindahkan wadahnya dari tengah samudera raya ke dalam tubuh setiap makhluk hidup. Menyingkirkan makhluk hidup dari bumi ini lalu mengaturnya untuk ditempatkan properti hasil teknologi hasil menebang dan menggali sama saja dengan memperberat muka tanah. Lagi pula, kekuatan teknologi yang berlebihan hanya meningkatkan sampah dan polutan sedang minyak bumi diboros-boroskan. Semua keadaan yang kelihatannya menguntungkan ini hanya akan membuat manusia semakin jauh dari ekosistem alamiahnya. Hutan semakin tersingkir: tanaman dan binatang liar bisa dihitung dengan jari sedang kepadatan penduduk luar biasa banyaknya. Keadaan ini akan semakin memperjelas situasi yang membuat air dan garam terkonsentrasi secara melimpah di samudera sehingga muka laut makin tinggi [Simak juga, Mengapa muka tanah terus turun?]. Oleh karena itu, lakukan konservasi terhadap lingkungan dan ekosistem alamiahnya, alhasil tanah kering semakin luas karena muka air telah ditransformasi ke dalam tubuh makhluk hidup dan ke kutub utara juga selatan.

Salam, Penindasan terhadap ekosistem hayati,
membuat permukaan laut semakin tinggi,
Lakukan konservasi & hidup dalam ekosistem alami,
Pasti daratan semakin luas untuk ditempati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.