Kesehatan

7 Cara Menghilangkan Ketergantungan Garam – Kiat Melepaskan Diri Dari Kecanduan Terhadap Natrium (Sodium)


Cara Menghilangkan Ketergantungan Garam – Kiat Melepaskan Diri Dari Kecanduan Terhadap Natrium (Sodium)

Umur sodium lebih tua dari umat manusia

Garam adalah komoditas tertua sepanjang masa sebab dalam teori penciptaan, bumi ini awalnya terdiri dari air. Cairan ini masih memenuhi bumi dan tidak ada wilayah yang memiliki daratan. Kemudian Allah memisahkan bagian yang kering dengan bagian yang basah, memberi nama daratan untuk yang kering dan lautan untuk wilayah basah. Jadi bisa dikatakan bahwa sejak awal penciptaan, daratan dan lautan (kaya natrium) telah dibentuk dan dipersiapkan untuk menopang kehidupan manusia di bumi. Dari sini bisa kita pahami bahwa segala sesuatu sudah tepat porsinya masing-masing, sayang terkadang kita masih kurang mampu memahami. Namun dengan belajar dari firman, kehidupan dan pengalaman sehari-hari, pikiran terbuka dan mampu memahami banyak hal.

Ada peran ciptaan lainnya yang membuat kita hidup, jangan egois sempit!

Pada satu kesempatan kita mengerti bahwa alam semesta adalah kita. Manusia bukan saja sebagai pemain kecil di seluruh jagad raya melainkan kita sangat menentukan maju-mundurnya kehidupan di bumi ini. Sekalipun peran manajemen/ mengelola bumi bermanfaat untuk menunjukkan betapa berkuasanya kita, sayang ada beberapa orang yang salah paham. Mereka berpikir bahwa ciptaan lainnya secara langsung dan tidak langsung dipersembahkan kepada kita sebagai makhluk tercerdas yang menginjakkan kaki di tanah pertiwi. Padahal semuanya itu diadakan Tuhan untuk menopang dan menjaga manusia tetap hidup dalam keseimbangan yang terjalin dari waktu ke waktu. Saat kita mengabaikan peran ciptaan lainnya mendukung keseimbangan, tepat saat itulah bencana terjadi.

Ada alam semesta di dalam diri setiap manusia

Manusia adalah alam semesta dan alam semesta adalah manusia. Ini adalah rangkaian yang tidak bisa diputuskan antara orang ke orang. Sebab kita adalah bagian dari semesta sedang semesta itu sendiri ada di dalam diri kita. Sekarang mari memahami fakta ini bahwa sekalipun bumi adalah asal daging kita dibentuk tetapi sesungguhnya ada bumi di dalam diri kita. Mengapa kami berkata demikian? Sebab lebih kurang 70% masa air dalam tubuh manusia setara dengan jumlah luas permukaan air laut yaitu lebih kurang 70% dari seluruh permukaan bumi. Jikalau di bumi ini ada yang namanya lautan dimana tempat tersebut dikenal sebagai pusat garam dunia maka di dalam tubuh kita juga ada komponen spesial yang senantiasa menghasilkan garam.

Sesaat saja dibaca, beberapa orang mungkin tak bisa memahami situasi ini. Kami juga pada awalnya bingung dengan fakta tersebut namun lama kelamaan memahaminya juga lewat serentetan peristiwa yang menyakitkan. Sedikit ada penggambaran dari beberapa informasi yang diperoleh lewat internet, film, televisi, radio, buku, koran, majalah dan lain sebagainya. Penghasil natrium di dalam tubuh kita adalah kelenjar air ludah. Jadi, jika bumi memiliki lautan untuk menetralkan polutan di dalamnya manusia juga memilikinya. Kita memiliki laut di dalam tubuh ini, yaitu segenap cairan darah. Dari cairan inilah kita bisa menghasilkan mineral sendiri lewat makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Salah satu penghasil aktif yang menggarami tubuh adalah air iiur.

Cara mengatasi bahkan menghilangkan kecanduan garam

Kapi-kapitalis yang berkuasa bisa saja mempermain-mainkan anda sehingga mengirimkan mineral ajaib yang sudah diracuni ke pasar-pasar. Akibatnya, ada orang-orang tertentu yang berhenti mengkonsumsi garam hanya karena mengetahui akibatnya yang sangat nyata. Saat orang yang biasanya mengkonsumsi sodium tiba-tiba berhenti mengkonsumsinya sama sekali, cenderung akan muncul ketidakstabilan pada jantung. Detak jantung yang tidak stabil dan agak nyeri ini sangat intens terjadi sesaat setelah mengkonsumsi sesuatu. Akibatnya, kita pun membatasi konsumsi makanan dan minuman karena takut terkena serangan jantung. Keadaan ini jelas membuat kita lemah tidak karu-karuan. Oleh karena itu, kami akan mengajarkan anda beberapa tips penting saat menghadapi ketergantungan natrium yang tiba-tiba dihentikan. Berikut selengkapnya apa yang harus dilakukan saat tidak ada lagi natrium.

  1. Mengurangi jumlah makanan konsumsi.

    Saat sodium dikurangi bahkan ditiadakan dari dalam sistem secara tiba-tiba, pastilah akan timbul semacam tekanan yang membuat anda terkesan konyol. Sebab makanan yang biasanya dikirim ke dalam tubuh dalam pH tertentu tiba-tiba dikirim dalam pH entah berantah karena garamnya tidak lagi diikutkan. Keadaan pencernaan akan berubah banyak oleh karena pengaruh yang sudah terbiasa namun dihentikan. Kami sendiri mengalami guncangan keras saat mengalaminya dan segera mengurangi jumlah konsumsi. Sebab tubuh yang biasanya ramah terhadap konsumsi besar/ berlebihan, itu semua karena pencernaan dibantu oleh natrium yang banyak. Saat kita kehilangan bantuan pencernaan tersebut maka mulailah jumlah makanan dikurangi agar beban organ cerna lebih sehat dan ringan.

  2. Berolahraga dan Beraktivitas sambil berdiri.

    Untuk membantu tubuh agar mampu menyerap semua bahan pangan yang dikonsumsi tanpa menyisakannya di dalam darah, kita perlu beraktivitas sesuai dengan jumlah makanan. Tentulah orang yang makannya banyak harus beraktivitas lebih banyak pula tetapi yang makannya sedikit, kegiatannya juga lebih minimal. Oleh karena itu, langkah selanjutnya setelah menyesuaikan porsi makanan dengan kegiatan yang dilakukan adalah berolahraga. Anda bisa melakukannya dengan menyediakan waktu khusus, beberapa orang mewujudkannya dengan senam sehat. Ada juga yang menggantinya dengan senantiasa berjalan kaki dan naik sepeda saat hendak pergi kemana-mana. Kami sendiri menghabiskan kalori dengan cara bekerja sambil berdiri. Ini cukup menyita kalori sehingga energi makanan dapat terpakai semuanya dan tidak ditumpuk dalam darah. Biasanya penumpukan bahan-bahan tertentu di dalam darah menyebabkan penyakit metabolik, misalnya diabetes, kolesterol, asam urat, nyeri sendi dan lain sebagainya.

  3. Mengkonsumsi herbal ajaib.

    Untuk menjaga kesehatan tubuh tanpa garam, kami juga mengkonsumsi herbal ajaib: bawang putih, bawang merah dan jahe. Tiga bumbu dapur ini dikenal sebagai tanaman yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh sampai kepada batas teratas. Membantu sistem imun untuk menekan keberadaan bakteri, virus dan jamur. Juga dikenal mampu menjaga tubuh dari penyakit kegilaan sel (tumorisasi atau kankerisasi). Kami sendiri lebih suka mengkonsumsinya mentah-mentah dengan memotongnya kecil dan mencampurnya dengan makanan. Lagipula dengan mencampurkan makanan dengan bumbu dapur, membuat rasanya lebih gurih walau sedikit pedas.

  4. Mengkonsumsi buah-buahan.

    Jelaslah bahwa makanan yang kita konsumsi tidak hanya didominasi oleh nasi tok. Jenis yang cenderung sama melulu membuat tubuh tidak memperoleh variasi vitamin dan mineral yang dibutuhkannya. Konsumsilah buah-buahan seadanya, mulai dari yang paling mudah dan murah yaitu jeruk nipis, nanas, salak, sirsak, langsat, rambutan dan lain-lain. Biasanya buah-buahan yang baik bagi kesehatan adalah yang asam-asam. Penting untuk mengkonsumsi buah sebab diketahui memiliki kandungan vitamin C yang bermanfaat untuk menjaga sistem imun tetap baik.

  5. Memakan sayuran.

    Bagian lainnya yang terpenting saat tidak ada garam adalah sayuran. Ada beberapa vitamin dan kaya mineral dalam bahan yang umumnya hijau-hijau ini. Konsumsilah ini setiap kali makan untuk menambah kompleksitas makanan agar tidak hanya mengisi kekosongan energi tetapi memperbaiki dan membangun sel-sel yang rusak juga. Lagipula kandungan mineral di dalamnya membantu anda untuk memenuhi kebutuhan mineral harian dimana beberapa di antaranya adalah natrium (garam), magnesium, klor, kalsium dan lain sebagainya.

  6. Mengunyah makanan sampai lembut dan cair.

    Ini adalah bagian yang paling penting saat kita kehilangan garam dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Sebab selama ini pH tubuh kita telah menyesuaikan diri dengan pH natrium yang membantu mengadaptasikan makanan yang dikonsumsi. Saat sodium tidak ada maka kita perlu menggantikan perannya dengan memproduksinya sendiri. Sayang, produksi air liur sifatnya lambat sehingga kita diharuskan untuk mengunyah lebih lama lagi agar setiap panganan yang dimaksukkan ke dalam lambung dilapisi terlebih dahulu dengan garam alami buatan sendiri.

    Masukkan panganan ke dalam mulut tidak sampai penuh (sedikit-sedikit, secukupnya saja). Anda harus sabar mengunyah makanan agar potongannya benar-benar menghasilkan ukuran yang lebih kecil semungil-mungilnya dan menjadi basah. Basahan yang kami maksudkan di sini bukanlah basah yang padat seperti lumpur tetapi basahan yang berair dan cair. Harap diketahui bahwa setiap air liur yang kita produksi dalam rongga mulut merupakan pelapis anti racun yang menjalankan fungsi detoksifikasi terhadap semua antigen yang masuk (salah satunya makanan).

    Kita tidak hanya perlu melapisi makanan yang terdiri dari padatan dengan air liur tetapi kita juga perlu melapisi setiap minuman yang dikenali rentan dengan ludah. Mungkin saat mencoba pertama kali mencicipi dan menguji suatu minuman apakah beracun atau tidak, kita perlu benar-benar membolak-baliknya di dalam mulut sehingga rasanya sudah sesuai karena telah tercampur dengan air liur baru ditelan.

    Ini adalah satu-satunya cara untuk mengobati ketergantungan yang ditimbulkan lewat konsumsi garam. Jika biasanya makanan yang kita masukkan ke dalam mulut disesuaikan pH-nya dengan natrium buatan, maka saat yang buatan itu dihentikan asupannya saatnya menggantikannya dengan yang alami. Sayang produksi garamnya ludah tidak secepat dan semudah yang buatan. Anda harus berusaha sabar dan meremas panganan tersebut sampai kecil, halus dan berair. Kebiasaan ini telah membuat kami lepas dari instabilitas jantung (arithmia) yang menakutkan saat makan. Baca juga, Kiat mengunyah makanan.

  7. Mengisap ludah sendiri.

    Manfaat utama air ludah adalah melapisi setiap bentuk yang kecil dari makanan dengan elektrolit sehingga memudahkan terhadap proses cerna selanjutnya. Selain itu larutan ini juga merupakan salah satu cara pertama bagi daya tahan tubuh untuk mengenali suatu antigen sebagai kerabat bukan sebagai musuh. Seperti kebanyakan bahan makanan, tiap-tiap jenis memiliki pH sendiri-sendiri. Saat pH yang berbeda-beda itu dimasukkan ke dalam tubuh terlebih jika ada yang kaya minyaknya, alhasil akan membuat jantung berdetak dengan cepat dan tidak stabil (arithmia).

    Kepentingan kita mengisap ludah sendiri merupakan salah satu bentuk menetralkan pH tubuh sekaligus melakukan aksi detoksifikasi dasar. Saat rutin mengisap ludah sendiri dengan mengemut lidah membuat pH saluran di bawahnya menjadi netral. Sebab pH lambung adalah asam dan saat yang asam ini refluks ke atas beresiko membuat kerongkongan mengalami sariawan. Rasa panas di bagian tenggorokan/ kerongkongan bisa diredakan oleh air liur yang pH-nya netral adanya.

    Kebiasaan mengisap ludah sendiri juga membantu anda mengurangi jumlah minuman yang dikonsumsi. Anda yang biasanya mengkonsumsi air saat haus justru tidak akan haus lagi sebab aktivitas ini seperti memutar cairan di dalam tubuh. Dimana larutan yang sudah terserap akan dikirim lagi kembali ke kelenjar ludah untuk disekresikan secara rutin. Tetapi jangan sampai tidak minum sama sekali melainkan tetaplah berupaya untuk mengkonsumsi air 2 liter setiap harinya.

    Mengemut ludah sendiri merupakan salah satu kecanggihan teknologi penghasil garam alamiah di dalam diri manusia. Kami sendiri bisa terlepas dari kecanduan terhadap garam buatan karena keberadaan air elektrolit alami tersebut. Anda harus terus merangsang kelenjar ludah untuk senantiasa bereproduksi sehingga tubuh tetap sehat dan segar sekalipun natrium telah ditahan oleh oknum kapitalis tengik.

Kami baru sadar bahwa sesungguhnya garam dapur bisa menimbulkan sifat ketagihan di dalam diri ini. Perasaan gelisah dan jantung arithmia (berdetak cepat) saat tidak mengkonsumsinya akan timbul lebih sering. Tetapi sungguh Allah Maha Besar dan Maha Mulia, Agung dan Dahsyat bahkan Sempurna Karya-Nya di dalam kehidupan setiap ciptaan. Ternyata bahwa “manusia adalah miniatur dari bumi itu sendiri!” Jika dunia ini bisa menggarami dirinya niscaya kita pun secara personal mampu menggarami diri sendiri. Aktivitas menggarami diri ini nyatanya terjadi di dalam mulut masing-masing dimana air ludah adalah agent garam utama untuk seluruh tubuh anda. Oleh karena itu, rajin dan sabarlah saat mengunyah makanan bahkan minuman sekali pun perlu anda lapisi dengan natrium alamiah dengan mengaduk-aduknya sendiri di mulut menggunakan lidah. Ini merupakan upaya detoksifikasi yang paling utama dan paling mendasar saat mengkonsumsi panganan apapun. Lagipula kebiasaan mengunyah makanan lebih lama membantu anda membedakan dimana makanan yang berpotensi sebagai racun dan dimana pula yang tidak. Jadi, isap terus ludah sendiri kawan demi kualitas kesehatan yang lebih baik. Jalan juga dimari, Khasiat luar biasa mengunyah makanan dan minuman.

Salam, Garam tidak hanya ada di bumi,
Natrium dihasilkan oleh diri sendiri,
Aktivasi dengan mengunyah lagi & lagi
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.