Ekonomi

10 Penyebab Penurunan Muka Tanah & Peninggian Permukaan Laut – Menurunnya Tanah Dan Meningginya Lautan Disebabkan Oleh Arogansi, Manipulasi & Keserakahan


Penyebab Penurunan Muka Tanah & Peninggian Permukaan Laut – Menurunnya Tanah Dan Meningginya Lautan Disebabkan Oleh Keserakahan

Setiap tindakan liar akan menghasilkan akibat fatal

Hidup ini seperti hubungan sebab-akibat; setiap tindakan yang ditempuh pasti ada akibat yang turut serta di dalamnya. Segala sesuatu bertali-talian menciptakan kekuatan yang saling mendukung, menopang, menekan dan memberatkan satu sama lain. Setiap tindakan yang digiatkan bisa jadi sebagai suatu hal yang menghancurkan atau membangun kehidupan, bukankah semuanya itu tergantung dari pilihan masing-masing? Apa yang kita pilih mngkin akibatnya cenderung tidak nyata di saat itu juga. Terlebih ketika hal tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ketahuilah bahwa semua hal yang cenderung berada di jalur yang jahat & menyimpang, akan mengarahkan kita pada masa-masa yang sulit dan melelahkan. Mungkin tidak saat ini tetapi di waktu mendatang pasti ya….

Aksinya besar, reaksinya juga gede-gedeaan

Ada banyak orang berpikir bahwa apa yang dilakukannya sudah benar adanya. Sedang ia sendiri mengejar materi dengan kekuatan yang tak terhingga. Mengapa tak terhingga? Sebab mereka memperjuangkannya dengan menghalalkan segala cara. Sadarilah bahwa usaha semacam ini hanya berujung pada masa-masa sial yang kita sendiri tidak mengetahui alasannya. Tetapi, di balik semuanya itu kita dapat memahami mengapa ada orang yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan sesuatu, bukankah itu semata-mata demi hadiah paket kombo yang ditawarkan sistem? Inilah yang dimaksud dengan hubungan antara aksi dan reaksi; saat aksinya besar niscaya reaksi yang dipicunya juga gede-gedean.

Pemilik paket kombo adalah agen utama perusak sumber daya

Mega paket yang dianugerahkan sistem kepada beberapa kalangan telah membuat kekuasaannya luar biasa adanya. Mereka akan menemukan dirinya dalam pemborosan sumber daya sebab uang yang besar di tangan membuatnya bisa membeli berbagai-bagai hal. Kebiasaan membeli dan membeli ini membuat rumahnya kepenuhan dengan berbagai-bagai barang entah berantah sehingga memaksanya untuk membangung dan memperluas hunian. Kebetulan sekali dirinya memiliki uang yang cukup besar sehingga dipakai untuk menebang, menggali dan membelanjakan lebih banyak bahan bangunan. Mereka membangun kemegahan dan kemewahan di atas penindasan terhadap ketamakan akan sumber daya yang tersedia. Membunuh dan menghancurkan semata-mata demi mencapai tujuan yang dikehendakinya.

Penyingkiran hutan membuat tanah terus memadat

Semua penindasan terhadap lingkungan membuat hutan semakin sempit dan hewan liar makin sedikit. Padahal aktivitas yang serakah ini jelas-jelas menjauhkan lingkungan dari paham keseimbangan. Fungsi pepohonan yang tinggi, lebar dan dalam telah digantikan oleh bangunan yang kokoh yang menawan. Hutan digasak habis demi mengeruk lebih banyak potensinya untuk dimanfaatkan membangun kebanggaan duniawi yang nikmatnya sesaat saja. Keadaan ini membuat tanah labil sehingga mudah mengalami pemadatan akibat gerakan rotasi bumi. Gaya sentripetal yang menghasilkan gaya gravitasi secara berangsur-angsur dan pasti memadatkan setiap tanah-tanah yang terdapat di wilayah kosong (non hutan). Terlebih ketika di dalamnya tidak ada hutan melainkan bangunan-bangunan tinggi dan besar terpatri di sana.

Pengertian

Penurunan muka tanah merupakan suatu keadaan meningkatnya kerapatan tanah akibat gangguan keseimbangan lingkungan yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam waktu yang cukup lama tapi pasti. Keadaan ini biasanya diiringi dengan meningginya permukaan lautan yang merupakan suatu keadaan bertambahnya volume air laut secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama tapi pasti. Dua keadaan ini saling berkaitan satu sama lain sehingga tidak mungkin dipisahkan. Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), Jakarta mengalami penurunan muka tanah 5-12 cm per tahun (Detik Finance). Besar kemungkinan keadaan ini tidak hanya terjadi di kota metropolitan melainkan di semua tempat juga bisa terjadi hal yang sama.

Alasan mengapa muka tanah menurun sedang permukaan air semakin naik saja dari tahun ke tahun

Manusia terkadang kelewat batas dalam mengelola sumber daya alam. Terlebih ketika kekuasaan dan uang sudah ada di tangan, segala sesuatu yang dipandangnya menarik akan diembat habis-habisan. Tanpa kita sadari kemampuan finansial yang luar biasa beresiko merusak komposisi alamiah sehingga mengganggu keseimbangan alam. Pada satu sisi keadaan ini menyebabkan melonjaknya kualitas hidup tetapi di sisi lain malahan menimbulkan kerusakan yang berkepanjangan. Yang terkena dampak buruk yang di bawa oleh semua kemajuan yang kita impikan adalah lingkungan sekitar. Akibatnya, keberadaan kita bisa jadi sebagai suatu pemicu masalah yang menimbulkan bencana alam, salah satunya adalah permukaan air yang meninggi. Berikut akan kami jelaskan faktor penyebab yang memacu terjadinya hal tersebut.

  1. Gaya sentripetal (gravitasi).

    Bumi yang terus-menerus berputar dari waktu ke waktu menimbulkan gaya sentripetal. Rotasi ini memang ditengarai oleh inti bumi yang berperan sebagai mesin pendorong sekaligus penggerak aktivitas tersebut. Gaya gravitasi secara perlahan-lahan membuat tekanan yang menuju inti bumi. Tekanan ini akan semakin nyata ketika berat bangunan di lokasi tersebut tergolong besar. Tentu saja penurunan bangunan yang berukuran besar lebih nyata dibandingkan dengan yang kecil terkecuali disebabkan oleh beberapa faktor (misalnya pondasi bangunan yang telah mencapai batuan bumi).

  2. Gangguan keseimbangan alam – Membunuh mekhluk hidup lain.

    Ada beberapa orang yang berpikir bahwa bumi ini adalah milik umat manusia saja. Mereka merasa bahwa ciptaan lainnya adalah persembahan untuk umat manusia sebagai makhluk dengan strata kecerdasan yang sangat tinggi. Argumen liar ateisme semacam ini cenderung membuat manusia semakin membabi buta untuk mengeksploitasi kekayaan sumber daya alam. Menebang pepohonan tanpa memperhatikan keseimbangan alam sehingga mengganggu ekosistem.

    Manfaat utama pepohonan merupakan bahan rajutan alami yang terjalin antara satu pohon ke pohon yang lain. Rajutan akar-akar pohon di bawah tanah yang saling kait mengait bagaikan pondasi yang lebih kuat dari beton apapun. Jalinan akar-akar yang saling terhubung inilah yang membuat hutan tersebut sulit mengalami penurunan muka tanah.

    Faedah keberadaan pohon berikutnya adalah sebagai kartu pos hujan. Masyarakat tidak perlu lagi susah dengan ketersediaan air bersih sebab alam sudah menyediakannya secara alami. Caranya adalah perbanyak kartu pos hujan dan perbanyak hutan-hutan niscaya air dari langit akan jatuh bergelimpangan pada waktu dibutuhkan.

    Makhluk hidup terlebih-lebih pohon adalah wadah penyimpanan air yang terbesar di muka bumi. Sadar atau tidak, satu batang pohon dapat menyerap ratusan liter air sebagai bahan penyusunnya sehingga jika jumlah mereka ada ratusan sampai ribuan bahkan jutaan, alhasil air di laut akan berkurang juga (muka air menurun). Sebab pada hakekatnya, jumlah air selalu sama di bumi, hanya bentuknya saja yang berubah-ubah.

    Jumlah pepohonan yang banyak juga turut membuat bumi ini mendingin dan terbebas dari pemanasan global akibat jumlah atmosfer yang semakin tebal. Akibatnya, es di kutub utara dan selatan akan semakin tinggi dan tebal sehingga muka air menurun yang membuat pulau semakin luas. Bahkan pulau-pulau lain akan kelihatan karena penurunan potensial volume lautan yang menumpuk jadi es di kedua kutub bumi. Kita tidak perlu lagi melakukan reklamasi pulau sebab wilayah negara ini sudah semakin luas termasuk di kota-kota besar.

  3. Gedung-gedung yang dibangun tidak terencana.

    Suatu kota harus dibangun dengan perencanaan yang benar-benar matang. Kita harus mengadopsi sistem pertahanan pohon yang merajut akar-akarnya di bawah tanah sehingga menjadi pondasi terkuat sepanjang masa. Demikian halnya dengan pembangunan gedung-gedung di perkotaan. Setiap pondasi gedung yang satu dengan yang lain harus dihubungkan satu sama lain sehingga terciptalah suatu tatanan perkotaan yang lebar jalinan pondasinya seluas-luasnya (seberapa besar kota tersebut dikembangkan). Nyatalah bahwa prinsip persatuan tidak hanya berguna dalam kehidupan bermasyarakat saja melainkan dalam pembangunan infrastruktur sekalipun selalu dibutuhkan penyatuan.

    Bangunan yang dirancang dengan kebesaran dan ketinggian luar biasa perlu digali pondasi yang lebih dalam. Semakin berat dan tinggi suatu menara maka sudah seharusnya memiliki dasar yang berdekatan dengan struktur batuan di dalam bumi. Pembangunan gedung semacam ini perlu dipertimbangkan berkali-kali agar semuanya tepat guna.

    Pembangunan properti yang bersifat liar diperkotaan merupakan salah satu penyebab utama penurunan muka tanah dalam jangka waktu yang jauh ke depan. Pondasi yang diletakkan asal sudah di satu sisi dan sangat rapi di sisi lain membuat struktur tanah labil dan mudah mengalami pemadatan. Oleh karena itu, perlu pembangunan yang terorganisir dan tidak ditangani secara pribadi lepas pribadi (swasta) melainkan secara menyeluruh dipegang oleh pemerintah (nasionalisasi). Jika kepadatan penduduk cukup tinggi maka pembangunannya akan dialihkan dari atas ke bawah (rumah susun, apartemen) dan bukan lagi melebar dari samping ke samping.

  4. Erosi permukaan.

    Erosi permukaan merupakan bagian dari bencana alam akibat keserakahan umat manusia. Lagi-lagi kita berpikir bahwa keadaan ini adalah sesuatu yang alami karena derasnya air hujan. Padahal semuanya itu untuk mewujudkan nafsu yang tinggi akan kemewahan duniawi dan hidup menyendiri. Penggundulan hutan semakin intens seiring dengan pemanfaatan kayu untuk membangun hunian yang berkelas. Tanda ketamakan itu jelas sekali sebab kita membangun sesuatu yang bahkan tidak dibutuhkan seluruhnya. Rumah-rumah yang dibangun memiliki banyak kamar dan ruang kosong padahal penghuninya hanya dua-tiga orang saja.

    Sebaiknya, setiap lahan kosong diisi dengan berbagai jenis tanaman yang baik untuk melindungi permukaannya dari resiko erosi. Sedang pinggiran pantai dan sungai-sungai yang ada perlu ditanami dengan berbagai pohon akar besar untuk menjamin tanahnya tetap kokoh walau diterjang air yang deras.

  5. Eksploitasi air tanah.

    Saat air permukaan tidak memadai untuk memfasilitasi aktivitas manusia, penggunaan air tanah semakin intens. Tidak membutuhkan biaya besar untuk membuat sumur bor. Hanya membutuhkan beberapa tenaga amatiran maka air berkapasitasi besar akan memenuhi setiap ember, baskom dan bak yang ada di rumah. Biaya pembuatannya juga tergolong murah-meriah bagi kapitalis yang penghasilannya lebih besar daripada kebutuhannya setiap bulan.

    Bila eksploitasi ini dilakukan oleh beberapa keluarga saja, bukan masalah besar! Akan tetapi jika seluruh masyarakat memanfaatkannya secara bersama-sama alhasil hilangnya air tanah sampai beresiko pada turunnya tempat kaki berpijak ini. Volume air tanah yang menghilang bukan lagi sedang-sedang saja tetapi luar biasa besar. Volume bawah tanah yang kebanyakan diisi air telah kosong sehingga beresiko menimbulkan runtuhan. Keadaan ini akan semakin nyata seiring berjalannya waktu yang membuat tanah permukaan semakin turun secara perlahan.

  6. Aktivitas pertanian yang tidak terencana.

    Sadar atau tidak, pertanian yang dilakukan tanpa mempertimbangkan tanah pengganti beresiko menyebabkan semakin berkurangnya bobot tanah di suatu wilayah. Perlu diketahui bahwa setiap tanaman membentuk bagian-bagiannya dari campuran tanah, air dan udara. Mungkin bagian terbesar yang diambilnya adalah tanah itu sendiri (35%-45%) sehingga panen yang dilakukan selama berulang-ulang kali bisa mengurangi bobotnya. Mungkin efek dari berkurangnya volume tanah akan menjadi nyata setelah beberapa tahun atau setelah berulang kali melakukan panen. Oleh karena itu, keadaan ini perlu diantisipasi dengan mengganti tanah yang hilang tersebut dengan pasir dari muara sungai. Simak juga, Kiat mengganti tanah yang hilang dari proses pertanian.

  7. Pertemuan wilayah perairan dan daratan yang tidak dikawal.

    Perlu ada pengawalan ketat di setiap wilayah yang menjadi tempat bertemunya padatan dan cairan. Tanpa pengawal yang kuat pertemuan antara dua ekosistem ini bisa beresiko melemahkan dan menghancurkan yang lainnya. Oleh karena itu setiap pinggir pantai membutuhkan tanaman bakau, kelapa dan tanaman penjaga lainnya. Demikian juga dengan daerah aliran sungat sangat membutuhkan bambu, terang besi dan pohon penopang lainnya. Tidak hanya satu atau dua pohon saja dibutuhkan melainkan sepanjang jalan pertemuan dua dunia tersebut. Pengawalan yang dilakukan tanaman terhadap ekosistem daratan membuat pinggiran pantai/ sungai tetap kokoh walau diterjang oleh arus yang kuat. Para penjaga yang berupaya merajut beronjong di setiap pertemuan dua dunia akan membuat wilayah daratan kuat tidak melembek dan tidak hanyut terbawa aliran air.

  8. Terjadinya banjir.

    Kejadian biasanya menjadi masalah pelik di daerah perkotaan yang sedang berkembang. Terlebih ketika pembangunan pemukiman yang tidak terkontrol dengan baik sehingga membuat areal resapan air hilang karena dijadikan sebagai tempat untuk membangun rumah-rumah mewah yang berkelas. Kejadian ini akan semakin memicu terjadinya banjir ketika kekuatan hujan yang melimpahi permukaan bumi tidak dapat lagi dibendung. Areal lereng-lereng bukit bahkan akan beruntuhan sehingga menyebabkan banjir bandang yang membawa material longsoran ke wilayah yang lebih rendah. Otomatis kejadian semacam ini meningkatkan pengikisan tanah sehingga semakin menurun saja permukaannya.

  9. Gempa bumi.

    Sadar atau tidak bumi ini senantiasa bergoncang akibat rotasi yang terus dilakukannya dari waktu ke waktu. Bukti konkrit dari guncangan alamiah di bumi adalah fenomena gelombang air laut yang tidak pernah berhenti dari waktu ke waktu. Sewaktu dasar sebuat kota tercerai-berai sebab masing-masing bangunan membuat pondasinya sendiri-sendiri. Tidak ada prinsip persatuan antara bangunan yang ditancapkan di atasnya. Dasar yang tercerai-berai ini diperparah dengan hilangnya pepononan yang merupakan pondasi alamiah terkuat yang dirajut oleh alam sendiri. Itulah sebabnya mengapa areal hutan jarang sekali mengalami goncangan dan kerusakan oleh gempa bumi.

    Saat wilayah tertentu kehilangan dasar-dasar potensial dalam perutnya maka cenderung terjadi gempa. Sama halnya saat penyedotan minyak bumi yang terjadi secara terus-menerus. Kekosongan besar yang muncul di dalamnya bisa saja menimbulkan patahan sehingga menyebabkan gempa. Jalan juga lah, Cara menghadapi gempa bumi.

  10. Sampah lingkungan dan polusi udara.

    Mungkin beberapa dari anda merasa aneh karena rasa-rasanya polutan & sampah mustahil mempengaruhi struktur tanah. Sebab yang menghasilkannya adalah kendaraan bermotor, instalasi listrik dan peralatan elektronik lainnya. Semua polutan yang dihasilkan dari pembakaran minyak bumi secara berangsur-angsur akan memenuhi atmosfer. Terlebih lagi jika keadaan ini didorong oleh sikap sadar lingkungan kurang dan hijau alaminya hutan hilang namun minat akan kemewahan pribadi yang sangat tinggi. Orang-orang kaya raya ini lebih suka menggunakan kendaraan pribadi ketimbang memakai transportasi umum.

    Pada dasarnya, tingginya tekanan atmosfer membuat panasnya sinar mataharia meriang-riang. Kebanyakan kita menganggap hal ini sebagai kejadian pemanasan global. Efek globar warming secara nyata adalah suatu keadaan yang membuat intensitas cahaya matahari yang sampai pada permukaan bumi meningkat tajam. Tingginya intensitas cahaya di kutub utara dan selatan bisa saja membuat es di sana mencair. Akibatnya, bukan permukaan tanah yang turun tetapi permukaan air lautlah yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya volume glester yang mencair. Saksikanlah kawan, Kiat mempengaruhi ketinggian air laut.

Pada pemahaman kami, menurunnya pijakan kaki kita adalah suatu hal yang mustahil terjadi. Karena bumi sejak dari awal masa penciptaan telah diciptakan dalam keseimbangan yang membuat setiap komponen yang ada di dalamnya terus bertahan dari waktu ke waktu. Peristiwa land subsidence adalah murni sebagai salah satu gangguan keseimbangan alam yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia yang cenderung arogan, manipulatif dan tamak. Salah satu cara terbaik untuk mengurangi kejadian ini adalah penyatuan seluruh sistem bangunan yang ditancapkan di atas tanah. Pemakaian air tanah yang diminimalisir dengan adanya perusahaan air negara dan hujan yang selalu turun. Reboisasi di seluruh wilayah terutama di daerah bertemunya dua alam yang berbeda (tanah dan air). Selama kita mampu menjaga keseimbangan alam dan membangun pondasi bagai merajut tali penambat alami (pepohonan) dan buatan (gedung-gedung), alhasil bencana ini bisa dicegah sedini mungkin.

Salam, Persatuan tidak hanya dibutuhkan masyarakat,
Gedung-gedung juga membutuhkan kebersamaan,
Saat bersama, kita tidak tenggelam dikuasai lautan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.