Kecerdasan Manusia

7 Penyebab Gunung Api Meletus –Gunung Berapi Bisa Meletus Karena Batuannya Bahan Pembuat BOM

Penyebab Gunung Api Meletus–Gunung Berapi Bisa Meletus Karena Batuannya Bahan Pembuat BOM

Teka teki – Aku payung tetapi bukan untuk manusia. Aku mengeluarkan ingus tetapi lelehannya merah menyala. Siapakah aku?

Segala sesuatu seimbang dan sempurna adanya

Alam semesta diciptakan dalam keadaan seimbang. Masing-masing komponen berada di sebelah kiri – kanan atau di sisi atas – bawah yang lainnya membentuk pola hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Memang dalam beberapa kesempatan bagian yang satu seolah-olah melemahkan yang lainnya tetapi sesungguhnya itu adalah salah satu bentukan alamiah menjaga keseimbangan alam. Beberapa pola hubungan yang terjadi di lingkungan sekitar kita memang tergolong ekstrim bukankah semuanya itu disebabkan oleh perbedaan kekuatan? Tapi coba perhatikan lebih dekat dan dekat lagi, sebab ada kekuatan lain yang sudah dipersiapakan Tuhan untuk mengimbanginya.

Kita ambil saja contoh beberapa hal, yaitu matahari, suhu yang dipancarkan seharusnya mencapai ribuan derajat celcius. Berkat pertolongan molekul air dan atmosfer yang dihasilkan lautan dan tanaman hijau, semuanya itu bisa ditahan imbang. Sama halnya seperti kekuatan binatang predator terhadap mangsanya, mereka memburu apa yang dibutuhkan saja. Mengambil lebih dari itu malahan bisa sakit akibat kelebihan berat atau karena tubuhnya sendiri kurang mampu mencernanya. Demikian halnya juga dengan manusia, kita bisa memanfaatkan lingkungan sekitar sebaik-baiknya. Akan tetapi saat tindakan yang kita tempuh terlalu lebay, mulailah matahari di atas membakar kita dalam gelombang panasnya, angin di sekitar meluluh lantakkan kita dalam badainya dan bumi di bawah memuntahkan apinya untuk membakar hal-hal yang tersisa.

Arogansi dan ketamakan adalah teman sejoli

Ada dua sampai tiga komponen yang saling bersahut-sahutan di seluruh alam semesta, semuanya sangat membutuhkan yang namanya keseimbangan. Sayang, kita terkadang lebih mementingkan apa yang disebut-sebut sebagai AROGANSI. Selalu ingin lebih dari yang lainnya sehingga memicu dorongan untuk lebih semangat mengeksplorasi lingkungan semata-mata agar terlihat hebat. Kita membanggakan pencapaian materi yang telah diraih, padahal tidak ada seorang pun yang peduli sehingga makin SERAKAHlah sikawan.  Alam semakin dieksploitasi semata-mata untuk membuat hidupnya tetap terlihat meningkat dari orang lain, meninggi dari tahun ke tahun. Ketamakan menguasai kehidupannya dan itu jualah yang membuatnya menyebabkan kerugian bagi orang lain, diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Teori pembentukan bumi

Kami tidak tahu persis tentang nama kimia dari setiap unsur-unsur di dalam bumi dan di seluruh alam semesta tetapi membaginya dalam dua bagian besar. Kalau bisa dikatakan maka seluruh jagad raya terdiri dari bagian yang menyerap energi dan yang memancarkan energi. Bagian yang memancarkan energi terpecah dimana yang paling besar terkonsentrasi di tegah dan menjadi sumber energi utama yaitu matahari. Sedang pecahan lainnya yang lebih kecil berpadu dengan bagian yang menyerap energi dimana bagian tersebut terus-menerus hidup, berkembang dan menebal untuk mendinginkan pemancar di dalamnya sampai sekarang. Jadi bisa dikatakan bahwa energi yang terpancar di dalam setiap inti planet tetap tenang karena planet itu hidup dan selalu mampu mendinginkannya.

Teori gunung sebagai pusat penghasil bom

Kami tidak tahu persis, apakah selama ini publik mengetahui bahwa gunung berapi adalah pusatnya bahan-bahan pembuat bom. Turut pula muncul pertanyaan dalam benak ini, “apakah Amerika memperoleh bahan-bahan pembuat bom Hirosima & Nagasaki dari salah satu gunung berapi yang ada di wilayah mereka?” Intinya adalah, pertemuan lempeng benua berada di banyak wilayah tetapi hanya daerah tertentu saja yang menjadi pusat dapur magma karena hanya daerah tersebutlah yang kaya akan bahan-bahan pembuat bom. Dinding pada dapur magma merupakan bagian pelindung, jika sisi dalam ini mengalami runtuhan dan batuan yang kaya akan bahan-bahan bom atom runtuh maka terjadilah letusan gunung yang sangat dahsyat. Semakin tinggi konsentrasi batuan yang mudah meledak di wilayah tersebut makin besar pula ledakan yang ditimbulkan oleh gunung tersebut.

Pengertian

Mengapa gunung berapi bisa meletus? Pada dasarnya, gunung api bisa meletus oleh karena wilayah tersebut, padat merapat mengandung batuan yang mudah meledak. Jadi, gunung api bisa meledak karena dinding yang mengandung batuan mudah meledak (vulkanis) mengalami longsoran secara perlahan maupun sekaligus ke dalam dapur magma. Bisa dikatakan bahwa sesungguhnya dapur magma hanyalah detonator saja sedang yang membuat gunung tersebut meledak adalah batuan khas berdaya ledak yang terkandung di dalam dan di sekitar gunung tersebut. Semakin tinggi komposisi batuan vulkanis di dalam suatu gunung, pastilah makin tinggi pula kekuatan ledakan, getaran dan limpahnya hempasan lava yang dimuntahkannya.

Ilustrasi dapur magma by ResearchGate dot net

Alasan mengapa gunung berapi bisa meletus

Beberapa orang menganggap bahwa letusan yang memuntahkan lahar, lava dan awan panas adalah bagian dari peristiwa gaib yang ada hubungannya dengan kutukan. Memang hal ini sehubungan dengan topik yang kami angkat yaitu tentang kebiasaan manusia yang mengedepankan arogansi, “bagaimana caranya agar dirinya lebih baik dari orang lain?” Salah satu cara terbaik untuk menempuhnya adalah dengan mengeksplorasi lingkungan alamiah. Manusia pun mulai membabat habis hutan di sekitar gunung untuk dijadikan uang dan bahan bangunan membuat rumah mewah. Sedang yang lainnya memadati wilayah tersebut sebagai areal garapan pertanian. Ada pula yang menjadikannya sebagai area wisata tempat pemandian air panas. Otomatis semua bentuk pemanfaatan alam yang berlebihan ini membuat vegetasi diwilayah tersebut rusak sehingga terjadilah ledakan yang tidak tanggung-tanggung.

Kami pernah membaca suatu artikel yang menyatakan bahwa letusan gunung berapi bisa diprediksi dalam jangka waktu seratus tahun sekali atau seratus dua puluh tahun sekali. Pandangan semacam ini jelas-jelas kurang tepat sebab ledakan tersebut sangat tidak bisa diprediksi dimana semuanya itu tergantung dari banyak faktor. Berikut ini akan kami jelaskan beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut.

  1. Pegunungan tersebut memiliki magma cair.

    Inti bumi adalah komponen yang selalu aktif memancarkan energi tetapi kulit bumi selalu mampu menyerap dan menetralkan kekuatan yang melepaskan sangat banyak panas tersebut. Magma adalah batuan yang mudah terbakar yang sama halnya seperti batu bara. Jadi magma bukanlah bagian dari inti bumi melainkan lelehan batuan yang sangat panas ini hanyalah salah satu jenis batuan khas di bumi yang mudah terbakar dan meleleh.

    Lewat tulisan ini, kami juga tidak mempercayai kisah tentang lempeng vulkanik dan lempeng tektonik atau lempeng-lempeng lainnya. Ini hanya garis khayal yang menghubung-hubungkan gunung api yang ada di wilayah yang satu dan yang lainnya. Nyatanya adalah suatu wilayah menjadi daerah vulkanik akibat batuan khas yang dikandungnya bukan karena lempeng inilah dan lempeng itulah.

    Sesungguhnya teori tentang lempeng-lempeng benua itu hanyalah kamuflase Ini semata-mata dilakukan untuk menyembunyikan asal muasal bahan batuan pembuat bom. Jadi, kalau Indonesia mau membuat bom maka wilayah gunung berapi adalah sumber yang tepat untuk menghasilkan megabom yang bisa meluluh lantakkan wilayah mana pun. Senanglah Indonesia karena memiliki banyak wilayah gunung berapi aktif sebagai sumber bahan peledak di kala perang berkecamuk. Wkwkwkwkkkkkk! Simak juga teman, Perang dunia ke 3, kapan?

  2. Wilayah tersebut penuh dengan batuan eksplosif.

    Banyak wilayah di dunia ini yang menjadi pusat pertemuan antara dua bahkan sampai tiga lempeng benua tetapi tidak seluruhnya menjadi wilayah vulkanis. Hanya beberapa daerah saja yang menjadi pusat gunung berapi karena kaya dengan bahan tambang yang mudah meledak. Daerah vulkanis semacam ini perlu benar-benar diawasi oleh pemerintah bahkan bila perlu sekelilingnya dipagari dengan kawat berduri agar tidak sembarangan orang masuk lalu mengambil beberapa untuk dijadikan bom.

  3. Gaya sentripetal (gravitasi bumi).

    Kepala botak tanpa rambut bisa saja dianggap seksi oleh segelintir orang tetapi gunung api tanpa hutan merupakan ancaman yang hanya menunggu waktu saja. Sebab struktur tanah pada areal tersebut menjadi butiran yang sangat rapuh termasuk di bagian dalam dimana dapur magma selalu aktif. Gaya sentripetal yang terus-menerus terjadi dari waktu ke waktu akan menarik bagian atap dapur magma sehingga timbullah ledakan recehan. Apabila longsoran yang terjadi sangat besar niscaya letusan yang timbul juga dapat meluluh lantakkan wilayah di sekitarnya hingga mencapai radius beberapa kilometer.

    Mengosongkan bagian atap dapur magma yang kaya dengan bahan yang mudah meledak bisa jadi salah satu cara untuk menanggulangi letusan gunung api gundul ini. Tetapi, ini membutuhkan biaya besar dan rawan resiko sebab kita tidak tahu seberapa aktif dan seberapa mudahnya batu-batu tersebut meledak sekalipun hanya dengan percikan api kecil saja. Oleh karena itu, lebih baik mendinginkan dan memperkuat struktur tanahnya dengan menanam lebih banyak pohon dan menjadikan wilayah tersebut sebagai hutan lindung radius tujuh kilometer dari puncaknya.

  4. Pembalakan liar yang merusak hutan.

    Harap diketahui bahwa pepohonan adalah the guardian bagi bumi ini, termasuk dalam hal ini menjadi penyumbat ajaib yang senantiasa mendinginkan suatu gunung api. Areal pegunungan yang hijau dan asri membuat hujan senantiasa turun di wilayah tersebut sehingga tanahnya tetap melekat dan basah. Vegetasi basah semacam ini juga bermanfaat untuk mendinginkan kaldera yang berada di puncak sehingga tetap tenang dan jauh dari suhu yang berpotensi melelehkan batuan vulkanik yang mudah meledak.

  5. Alih fungsi hutan menjadi areal pertanian dan perkebunan.

    Manfaat lainnya dari areal perhutanan di sekitar gunung adalah untuk memperkuat struktur gunung tersebut lewat rajutan tali penambat di bawah tanah. Tali-tali penambat yang tersusun dari akar pohon ini merupakan struktur kompleks yang membuat tanah di wilayah sekitar dapur magma tetap kuat. Kekuatan inilah yang secara tidak langsung membuat dapur magma tidak mudah mengalami longsoran dan jauh sehingga letusan mendadak. Oleh karena itu, sebaiknya areal pertanian dan perkebunan ditarik minimal yang terdekat adalah berada di luar jarak tujuh kilometer. Sedang yang tujuh kilometer tersebut dijadikan sebagai wilayah cagar alam.

  6. Alih fungsi hutan menjadi areal pemukiman.

    Mengapa banyak gunung berapi di Indonesia yang terus saja meletus dari tahun ke tahun? Salah satu yang mungkin masih aktif per tahun dua ribu tujuh belas adalah Gunung Sinabung. Kami yakin bahwa keadaan ini salah satu penyebab utamanya karena daerah sekitar gunung tersebut dijadikan wilayah pemukiman padat penduduk dan areal pertanian palawija (sayur-mayur dan bumbu masak). Akibatnya, tanah sekitar menjadi kering dan berpasir karena kurang curah hujan dan tali kekang yang merekatkan tanah tidak ada. Otomatis keadaan ini membuat dinding pada dapur magma menjadi sangat rapuh sehingga gaya sentripetal (gravitas) secara berangsur-angsur menarik material yang mudah meledak itu ke bawah. Peleburan runtuhan batuan vulkanis inilah yang terus-menerus mengeluarkan asap putih. Selama tanah pada dinding/ atap dapur magma rapuh dah mudah runtuh maka selama itu pula Gunung Sinabung akan terus berasap.

  7. Gempa bumi.

    Getaran gempa yang mungkin terjadi di suatu tempat bisa mempengaruhi suatu gunung api yang berada di sekitarnya. Jika getaran yang kuat ini mampu membuat dinding batuan yang mudah meledak di dalam dapur magma menjadi rapuh maka itu adalah awal dari aktivitasnya. Timbullah keretakan dalam dinding dapur magma yang secara bertahap melepaskan serpihan oleh pengaruh gravitasi. Jikalau longsoran yang mudah meledak ini terus saja jatuh maka kemungkinan akan terjadi gempa susulan sklala kecil yang terjadi secara internal (lokal). Terlebih lagi kalau struktur tanah di daerah vulkanik tersebut sangat rapuh akibat minimnya areal hutan. Akibatnya, lama kelamaan gunung api tersebut pasti akan meletus juga.

Manusia jangan arogan dalam menjalani hidup sebab keadaan ini bisa mendorong banyak orang untuk melakukan eksplorasi besar-besaran yang merusak lingkungan. Terlebih-lebih ketika nafsu serakah telah menguasai kalangan atas yang notabene memiliki kekuatan lebih untuk mengkonversi sumber daya yang tersedia menjadi uang. Pahamilah bahwa uang bukanlah segalanya, untuk apa memiliki uang banyak tetapi matahari membakar di atasmu, badai memutar di sekitarmu dan tanah meletus di bawahmu? Hiduplah dalam kesetaraan dan gunakan uang demi kepentingan bersama sebab saat masing-masing orang menejar kehebatannya, peperangan akan timbul dimana-mana. Apalagi hampir di seluruh Indonesia terdapat gunung berapi aktif, apa susahnya membungkuskan satu batu vulkanis yang mudah meledak untuk dijadikan bom? Konflik bisa peceah dimana-mana hanya karena perebutan kekuasaan dan sumber daya alam. Bukankah lebih baik kalau power disetarakan (pengetahuan, pendapatan, kekuasaan)?

Salam, Gunung berapi bukan karena lempeng,
Tetapi batuannyalah yang mudah meledak,
lalu runtuh & terbakar dalam panasnya magma
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.