Kepribadian

7 Cara Makanan Membunuh Anda! Alasan Makanan Berkuasa Atasmu!


Cara Makanan Membunuhmu, Kuasai Makanan Jangan Biarkan Makanan Berkuasa Atasmu

Teka teki – Ada patung tidur tapi bukan batu yang membeku di dalam kotak kecil di depan, siapakah itu?

Manusia bisa melakukan hal yang lebih baik tetapi bukan berarti sebebas-bebasnya

Tuhan menciptakan manusia dalam bentuk yang segambar dengan-Nya. Suatu perawakan dengan pola-pola organ yang sangat kompleks dan dapat melakukan banyak hal. Tidak sampai di situ saja, bukti tingginya aktivitas manusia dinyatakan pada jumlah persendian yang kita miliki. Jumlahnya yang lebih banyak ketimbang makhluk hidup (khususnya hewan) lain adalah suatu pertanda yang seharusnya menjadi petunjuk aktivitas yang beragam. Kemampuan ini didorong pula oleh kekuatan otak brilian yang melengkapi keberadaan alat gerak dimana salah satu perwujudannya adalah tarian. Keserasian dan keindahan gerakan dalam sebuah tarian menunjukkan betapa cerdasnya manusia. Hewan tidak bisa menari karena jumlah sendinya terbatas dan kecerdasannya juga (walau di film-film ada juga binatang yang melakukan tarian).

Terlalu sombong, kita bisa meracuni diri sendiri

Kita memang unggul dalam banyak hal dengan makhluk hidup lainnya tetapi bukan berarti dapat bertindak sesuka hati. Sebab kita masih sangat membutuhkan keberadaan mereka untuk menopang hidup yang tidakselalu bisa ditangani seluruhnya sendiri. Sama halnya soal makanan, kita bisa mengkonsumsi makanan apa saja tetapi bukan berarti dapat melakukannya secara berlebihan. Justru dalam cara pandang yang lebay menilai makanan, seseorang kehilangan kendali sehingga menciptakan racun bagi dirinya sendiri. Kita tidak mampu lagi membedakan dimana panganan yang baik untuk kesehatan dan dimana pula yang buruk. Sebab tubuh ini meresponnya sebagai salah satu agen asing berbahaya yang beresiko melemahkan kesehatan.

Penyalahgunaan itu awalnya tidak terasa tetapi lama-lama mengejutkan rasa sakit

Aktivitas makan sejatinya sangat bermanfaat untuk membantu manusia untuk tumbuh, membangun, memperbaiki dan berkembang dari waktu ke waktu. Tidak ada yang membatasi kita untuk melakukannya kecual diri sendiri sebab kegiatan konsumsi biasanya dilakukan sendiri-sendiri. Bagi mereka yang menjalaninya bersama keluarga pasti lebih seru dimana ada orang yang mengingatkan kita tentang batas-batas tertentu. Sebab proses makan bisa saja berubah berdampak buruk oleh karena pengendalian diri yang kurang terang. Akibatnya, aktivitas konsumsi berubah membawa petaka yang mungkin di awal-awal masih terasa baik tetapi lama kelamaan akan ada sel-sel yang tertekan sehingga muncullah berbagai keluhan.

Setiap manusia bebas makan apa saja tetapi bukan berarti tidak terarah

Sulit mengendalikan aktivitas yang sifatnya bebas. Masing-masing orang bisa menempatkannya sesuka hati, mereka juga bisa melakukannya dimana saja dan kapan saja. Puncak kebebasan itu pada akhirnya terwujud maksimal saat hanya diri sendiri saja yang ada di situ. Situasi yang sedang menyendiri membuat pikiran yang melayang-layang bisa tertuju ke cemilan tertentu. Tergaet karena warna, bau dan kenikmatan yang terbayang membuat seseorang tidak perlu mikir terlalu lama untuk mewujudkan kehendak hati tersebut. Pikiran yang sedang mengalami kekosongan semakin memungkinkan terjadinya hal tersebut dimana alam bawah sadar yang penuh hawa nafsu akan turut timbul dalam kehidupan. Nafsu yang semakin kuat membuat keinginan untuk ngemil semakin kuat pula.

Koreksi diri, belajar dari pengalaman agar mampu mengendalikan nafsu

Lain halnya ketika kita pernah mengalami pengalaman buruk seputar makanan yang dikonsumsi secara sembarangan. Merasakan sendiri akibat dari tindakan yang berlebihan dapat menjadi peringatan pada kesempatan selanjutnya. Orang yang pernah merasakan parahnya keadaan dan pahitnya rasa sakit akibat perilaku yang liar akan diajari untuk lebih patuh sekaligus keras terhadap kebiasaan buruk itu. Terutama hal ini terjadi saat kita belajar untuk bersikap korektif terhadap masa lalu dan berusaha memahami kegagalan untuk masa depan yang lebih sehat. Orang yang mengingat-ingat pengalaman pahitnya setelah melakukan konsumsi yang berlebihan akan dimotivasi ulang untuk tidak melakukan hal yang sama. “Pengalaman yang buruk adalah awal untuk menjadi cerdik!”

Cara makanan membunuh manusia – Penyebab manusia dikuasai oleh makanannya

Pada kesempatan kali ini kami akan menampilkan beberapa kekuatan negatif yang dimiliki oleh bahan pangan yang kita konsumsi secara tidak terkendali.  Ada beberapa alasan mengapa saat menghadapi situasi tersebut beberapa orang cenderung melakukan penyimpangan. Ini adalah sesuatu yang sudah terpolakan dari awal namun tidak menyadari hal tersebut. Saat suatu aktivitas telah menempati posisi yang baik dalam hati manusia besar kemungkinan akan muncul dorongan alamiah untuk melakukannya lagi dan lagi. Sugesti alam bawah sadar ini bisa saja menguasai kehidupan seseorang terlebih ketika aktivitas sedang tidak ada (tidak ada kerjaan). Berikut akan kami tampilkan beberapa proses pelapukan hidup akibat pengaruh penyalahgunaan aktivitas konsumsi yang tidak benar. Keadaan ini membuat panganan yang kita beli sendiri berkuasa atas diri ini. Demikian beberapa faktor yang menyebabkan semuanya itu.

  1. Mengkonsumsi panganan berlebihan.

    Konsumsi yang kurang membuat seseorang menderita gizi buruk. Kami yakin kalau kejadian semacam ini sangat minim bahkan tidak ada sama sekali karena kita hidup di tanah yang subur daerah tropis. Akan tetapi, yang lebih sering terjadi adalah konsumsi yang berlebihan dan tidak terkendali oleh karena hawa nafsu besar. Saking besarnya itu, jatah teman pun diembat olehnya (serakah). Orang yang suka lebay saat makan bisa mendatangkan bahaya bagi dirinya sendiri, cepat atau lambat. Memang garam bisa membantu melarutkan dan mencerna kelebihan tersebut bahkan membuangnya. Tetapi, tetap saja, pertambahan berat badan itu akan terjadi yang berujung pada obesitas (kelebihan berat badan).

    Hasrat yang kelewat batas seharusnya bisa diarahkan kepada hal-hal yang lebih positif. Biasanya orang yang besar nafsunya, tinggi juga kecerdasannya. Gunakankan energi cerdas ini pada hal-hal positif misalnya dengan fokus kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) dan mengasihi sesama di sela-sela pekerjaan dan pelajaran yang digeluti. Bisa juga dengan berkarya: menulis puisi, cerita, pantun, teka teki, menggambar, memahat dan lain sebagainya.

  2. Mengkonsumsi makanan kurang beragam (variasi).

    Jangan hanya mengkonsumsi nasi saja terus-menerus. Jika ada uang, manfaatkan untuk membeli ikan, daging, buah, sayur, umbi-umbian dan lain sebagainya. Memakan satu jenis panganan membuat nutrisi kurang terpenuhi sehingga beresiko mengganggu keseimbangan mineral di dalam tubuh. Bila keadaan bertambah parah maka keburukan itu akan menjalar ke sel-sel lalu ke jaringan lalu ke organ lalu ke sistem organ lalu komplikasi dan akhirnya menghadap Bapa di sorga yang kekal.

    Konsumsi makanan yang bervariasi dari hari ke hari tidak hanya diperuntukkan agar tubuh sehat tetapi biar lidah tetap segar. Lantas kebiasaan ini membuat kehidupan kita semakin sehat berkualitas dari waktu ke waktu.

  3. Mengkonsumsi panganan tidak fluktuatif.

    Konsumsi yang sifatnya naik turun bermanfaat untuk membuat rasa di lidah tetap baru. Memakan bahan pangan yang itu-itu saja bisa kemungkinan menimbulkan kebosanan sehingga menginginkan sesuatu yang lebih bernilai harganya. Padahal yang sederhana saja sudah mampu menyegarkan lidah, kerongkongan dan perut ini. Bila keinginan untuk mengkonsumsi makanan yang mahal-mahal terus saja timbul bahkan meningkat lagi dan lagi. Seseorang bisa-bisa melakukan penyimpangan dengan mencari uang secara tidak halal, misalnya melakukan penggelapan, korupsi, kongkalingkong dan bentuk KKN lainnya. Pada akhirnya, kebiasaan buruk ini akan membuat kita stres karena diperhadapkan dengan jeruji besi. Hingga pada suatu saat timbullah depresi yang justru mengganggu kesehatan hingga menyebabkan kematian (akibat penyakit metabolik atau melukai diri sendiri).

    Baik bagi kita untuk memakan panganan secara naik-turun, misalnya manis-pahit, enak-asin, asam-sepet, mahal-murah. Ini bermanfaat untuk membuat lidah tetap mencicipi seterang-terangnya berbagai rasa dan untuk mengusir kejemuan rasa yang mungkin timbul.

    Kita juga membutuhkan puasa, jangan terus-menerus konsumtif melainkan berikan beberapa kesempatan bagi tubuh untuk mengalami kekosongan makanan. Mempuasakan diri berarti merefresh dan mengkalibrasi rasa di indra sehingga tetap peka saat digunakan pada waktunya. Simak kawan, Mengapa harus mengkonsumsi makanan naik turun secara fluktuatif?

  4. Memakan makanan cepat saji/ buatan pabrikan maraton.

    Sesekali berkunjung ke restoran fast food untuk menikmati beberapa cemilan atau makan besar, tidak masalah. Kami malahan belum pernah mengunjungi tempat semacam ini selama beberapa tahun. Mencicipi sajian fast food memang membuat lidah bergetar karena kenikmatannya. Tetapi melakukan hal ini secara terus-menerus merupakan suatu tindakan yang merusak kesehatan sendiri. Sebab besar harga yang perlu dibayarkan untuk menetralkan setiap efek buruk dari kelebihan minyak, pewarna, penyedap rasa, pengawet dan berbagai-bagai bahan kimia lainnya.

    Makanan yang dibuat oleh pabrik-pabrik, seperti produk kalengan dan yang dibungkus dalam plastik memiliki kepraktisan yang diingini oleh mereka yang suka serba cepat. Tetapi tetap saja, besar harga yang dibayar oleh tubuh karena panganan tersebut bisa tahan selama bertahun-tahun. Mungkinkah itu soal pengawet, pewarna, penyedap rasa dan lain sebagainya. Oleh karena itu, batas-batasi mengkonsumsi makanan semacam ini. Sebab kalau nafsu tidak bisa dijagal maka panganan tersebut akan menjagal kita lewat penyakit metabolisme.

  5. Mengkonsumsi hal-hal salah yang membuat candu.

    Apa saja hal-hal salah yang membuat ketagihan? Kalau tidak salah beberapa jenisnya adalah minuman beralkohol (miras kecuali obat), merokok, ganja, sabu-sabu, heroin dan berbagai jenis narkotika lainnya. Bahan-bahan ini memang makanan yang pemberiannya biasa diminum (mulut), dihisap (mulut), dihirup (hidung) dan diinjeksi (subkutan – kulit). Penyajiannya yang beragam cara bahkan terkesan ekstrim (injeksi subkutan) menjadi tidak masalah bagi mereka yang telah ketergantungan dengan sensasi nge-fly yang dipicunya. Bila aktivitas ini terus berlanjut akan bergeser ke arah yang lebih parah yaitu overdosis. Oknum yang sudah overdosis dan terlambat penanganan dapat dipastikan akan berakhir dengan menjadi patung tidur yang membeku di dalam kotak kayu kecil (meninggal). Saksikan teman, Mengapa mengkonsumsi narkoba dan barang haram lainnya?

  6. Menjadikan makanan sebagai penghiburan dan kebahagiaan.

    Tidak ada salahnya menganggap aktivitas konsumsi sebagai salah satu dasar kekuatan untuk menjadi senang. Tetapi sampai kapankah hal itu akan berlangsung? Sebab kesenangan sesaat yang ditimbulkan makanan bisa saja membuat seseorang mengkonsumsinya lagi dan lagi. Silahkan nikmati kesenangan saat makan tetapi belajarlah untuk menciptakan penghiburan sendiri. Proses latihan untuk menciptakan kebahagiaan sendiri memang butuh waktu. Ini harus dilakukan agar tidak ketergantungan dengan penghiburan yang ditawarkan makanan.

    Salah satu penghiburan sumber kebahagiaan sejati adalah saat kita melakukan kebenaran. Mengasihi Tuhan dan sesama manusia dalam setiap waktu yang dijalani membuat kita mampu senantiasa merasa bahagia sepanjang waktu. Menggantungkan penghiburan hidup hanya kepada aktivitas konsumsi sama saja dengan membuat kita candu terhadap hal tersebut sehingga beresiko mendatangkan penyakit. Bahkan saat ketergantungan terhadap panganan menggila di luar kendali bisa saja kondisi tersebut membunuh anda.

  7. Menjadikan makanan sebagai pelarian.

    Manusia tidak pernah lepas dari masalah, baik yang ditimbulkan oleh dirinya sendiri maupun yang disebabkan oleh orang lain. Dalam setiap rasa sakit, kita haras menghadapinya dengan ikhlas. Melawan dengan kekuatan jelas tidak ada untungnya, oleh karena itu lebih baik bertahan. Posisi ini sangat membutuhkan kekuatan hati yang terlatih. Orang yang sudah biasa sabar menghadapi goncangan kecil cenderung lebih tabah dan siap untuk bertahan dalam kemelut yang lebih besar.

    Melakukan pelarian dengan mengkonsumsi ini-itu biasanya dilakukan oleh orang-orang cengeng dan manja. Pelarian dari masalah dengan makan-makan justru akan berubah menjadi penyakit metabolik. Jika kebiasaan buruk ini tidak juga dihentikan, bisa dipastikan bahwa pembaringan terakhir kita berada di rumah sakit sepanjang waktu atau langsung ke balik papan (kematian).

Kuasai Makanan Jangan Biarkan Makanan Berkuasa Atasmu!

Nasi, ikan, daging, teri, sayur, buah, sambel, bumbu dan berbagai racikan masakan lainnya ditujukan untuk kebaikan manusia. Sudah seharusnya hal-hal tersebut mendatangkan faedah positif bagi kehidupan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain dan lingkungan sekitar juga. Jika anda sudah dewasa dan pernah mengalami perihnya masa lalu karena menderita penyakit yang membuat makanan menjadi racun bahkan sangat berbahaya. Niscaya di masa-masa sekarang dan yang akan datang akan menjauhi konsumsi yang berlebihan, tidak bervariasi, kurang fluktuatif dan terlalu gemar cepat saji/ pabrikan. Demikian juga kita perlu menjauhi kebiasaan buruk yang menjadikan makanan sebagai subjek utama sumber penghiburan, kebahagiaan dan pelarian di saat ada masalah. Orang yang bijak akan menyelami pengalamannya sehingga mampu memandang bahan  pangan sebagai objek yang bisa dikendalikan. Bukannya malah terbakar hawa nafsu sehingga makananlah yang jadi subjek mengotak-atik kehidupan kita dalam penderitaan dan rasa sakit yang berkepanjangan.

Salam, Makanan positif saat kita berkuasa atasnya.
Dampaknya negatif saat panganan berkuasa atas kita.
Kendalikan nafsu serta belajar dari masa lalu penuh siksa
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.