Gado-Gado

+10 Alasan Hidup Di Luar Angkasa Mustahil Ada Wahana Antariksa; Stasiun Luar Angkasa Hanya Karya Seni Sekaligus Visi Yang Belum Terwujud

Alasan Hidup Di Luar Angkasa Mustahil Walau Ada Wahana Antariksa – Stasiun Ruang Angkasa Hanya Karya Seni Sekaligus Visi Yang Belum Terwujud

Sebesar apa pun tipu muslihat itu tidak akan menandingi kebenaran

Ada pepatah mengatakan, “kendalikan informasi maka anda akan mengendalikan manusia.” Tetapi harap diingat juga bahwa “kebenaran akan terungkap dimana dosa yang tersembunyi akan disiarkan pada masanya.” Memang jelaslah bahwa manusia telah banyak ditipu oleh berbagai informasi yang diperolehnya dari berbagai-bagai media. Oknum tertentu memanfaatkan informasi yang dibuat seolah-olah besar dan meroket saking besarnya semata-mata demi menghalangi masyarakat agar matanya tidak dicelikkan untuk menyaksikan kebenaran.  Hal-hal yang rasanya luar biasa inilah yang sering sekali digunakan oleh para pembesar untuk menunjukkan seolah-olah mereka terus berprestasi setara dengan nilai gaji dan fasilitas yang diterima selama ini.

Penemuan yang direkayasa semuanya demi imbalan (hadiah), pujian dan ketenaran

Lewat berbagai adegan yang sangat fantastis inilah para petinggi negeri melakukan aksi manipulasi informasi demi mengendalikan anggota kelompok yang berada di bawahnya. Bukankah ini semata-mata agar posisinya yang tinggi dan sangat makmur diawang-awang tidak diganggu-gugat? Agar seolah-olah mereka tetap kelihatan sangat sibuk untuk melakukan berbagai penemuan dan terobosan baru. Padahal, sesungguhnya semua hal besar itu hanyalah rekayasa belaka yang sengaja dibuat-buat biar masyarakat terlena dengan informasi yang sangat memukau tersebut. Disamping itu, informasi penjelajahan baru ke dunia di luar bumi menjadi kekuatan yang asyik digoreng oleh para cendikiawan antariksa sehingga membuat namanya semakin tenar.

Konspirasi manipulatif luar angkasa untuk membuat rakyat takjub dan terlena

Terserah badan apapun di luar negeri yang mengklaim bahwa mereka pernah menginjakkan kaki di bulan. Mereka juga mengaku bahwa telah mengirim orang-orang untuk tinggal di sabuk elektromagnetik bumi. Wilayah dengan gravitasi nol tersebut digembar-gemborkan menjadi tempat para peniliti ilmu perbintangan dan berbagai fenomena yang terjadi di alam semesta. Bahkan  mereka pun mengaku telah mengirim pesawat ulang alik tanpa awak untuk melakukan penjelajahan di bentangan orbit baru yang tak terpetakan yang berhubungan langsung dengan planet-planet di seluruh galaksi. Kami tidak paham, apakah lembaga ini aslinya yang melakukan semua manipulasi informasi tersebut atau hanya nama besarnya saja yang dimanfaatkan oleh oknum kapitalis sempit untuk membuat rakyat takjub. Simak teman, Dapatkah manusia menginjakkan kaki di bulan?

Kebohongan luar angkasa yang hanya karya seni dan visi belaka

Kami pastikan ini hoax sekaligus sebagai sebuah visi yang diharapkan ada. Saat para ilmuan tersebut mengaku telah mampu mengakali berbagai fenomena unik yang terjadi di luar angkasa. Katanya, peneliti telah menyusun berbagai teknologi super canggih untuk membuat manusia dimungkinkan tetap hidup di atas sabuk elektromagnetik bumi. Tim peneliti super elite ini dikatakan telah berhasil membuat dan meluncurkan berbagai wahana antariksa dan menciptakan stasiun luar angkasa bumi. Hebohnya lagi, berbagai stasiun tersebut telah dimuati oleh oknum peneliti dari berbagai negara (kebanyakan negara maju dari Amerika, Eropa, Afrika dan Asia). Lantas, ada-ada saja masyarakat yang mempercayai hal tersebut sebab memberi harapan baru untuk mengatasi lonjakan penduduk bumi yang sangat fantastis dan menipisnya sumber daya dari tahun ke tahun. Padahal stasiun luar angkasa yang digambarkan di film/ sinetron/ iklan yang disaksikan hanyalah kisah fiksi (imaginasi) belaka. Itu memang pantas ditonton dan cukup menghibur apalagi di bagian klimaksnya tetapi selalu sadari bahwa semua aktivitas di luar bumi mustahil bagi teknologi tercanggih sekali pun.

Hidup di luar angkasa kamuflase untuk memboroskan sumber daya

Lagi-lagi isu tentang pesawat ulang alik, wahana antariksa dan stasiun luar angkasa diboncengi oleh berbagai kepentingan ekonomi dan politik. Mereka mencoba menghasut masyarakat agar tidak khawatir dengan lonjakan penduduk bumi dan pemakaian energi yang gila-gilaan. Seolah-olah berita menjanjikan tentang hidup di bulan dan planet mars digoreng habis-habisan agar masyarakat tetap pada kebiasaan hidupnya yang suka mewah, glamour, berfoya-foya dan berpesta pora. Seperti ada yang mengatakan, “ayo minum terus minyak bumi seperti air sebab saat sumber daya di bumi habis, kita bisa tinggal di planet mars untuk melanjutkan hidup!” Hah… Benarkah ini bisa terjadi? Kita akan mengupas hal tersebut pada paragraf selanjutnya.

Alasan mengapa tidak mungkin manusia bisa hidup di luar angkasa sekalipun ditopang oleh teknologi stasiun luar angkasa serba canggih

Satu pertanyaan yang kelihatannya sudah terjawab tetapi ternyata belum sama sekali, yaitu “apakah manusia bisa hidup di luar angkasa?” Memang kalau benar adanya ada orang yang mampu beraktivitas di atas sana, merupakan adikarya yang pantas dibanggakan. Orang-orang cerdas yang menemukan rumusan dan teknologi semacam ini, pantas diacungi jempol dan beroleh seluruh perhatian penduduk bumi. Mereka juga berhak memiliki fasilitas serba elite, mewah, nyaman dan memukau untuk dirinya sendiri dan untuk keluarganya. Namun tahukah anda bahwa tersimpan kemustahilan besar untuk mampu hidup di luar angkasa dalam pesawat ulang alik paling canggih sekali pun? Berikut selengkapnya akan kami paparkan berbagai faktor penyebab kita tidak bisa bebas beraktivitas di luar angkasa nan luas.

  1. Mau melakukan apa di sana?

    Ini adalah pertanyaan paling fundamental yang membuat kita menyadari bahwa hidup di luar angkasa tidak ada untungnya. Padahal, katanya biaya yang dikeluarkan ke sana luar biasa mahal dan manfaatnya kebanyakan cuma buat gaya-gayaan politik saja. Misalnya untuk bikin satu roket, bisa menghabiskan biaya yang setara pembangunan gedung Empire State di Amerika dan itu belum termasuk menerbangkannya. Jadi, dari tujuannya saja nihil karena tidak menghasilkan apa-apa. Kurang cerdaslah kalau ada kapitalis yang mau habis-habisin duitnya untuk suatu tujuan yang kosong/ tidak ada sama sekali.

  2. Ruang angkasa itu hampa (tidak ada apa-apa bahkan udara pun tidak).

    (Ayub 26:7) Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan.

    Jadi bukan kami dan bukan juga NASA yang pertama sekali mengetahui bahwa luar angkasa itu hampa. Fakta ini jelas pertama sekali digambarkan oleh buku yang kita percayai menjadi dasar berbagai ilmu pengetahuan, yaitu Alkitab. Kehampaan di luar angkasa menunjukkan bahwa tidak ada oksigen dan udara fungsional lainnya di atas sana. Jadi, pertanyaannya adalah bagaimana orang bisa hidup selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun di atas sana? Ow… para ilmuan otak encer ini sudah mampu menirukan skema daur ulang oksigen seperti yang dapat dlakukan oleh pohon. Sadarilah teknologi semacam ini hanyalah fiksi belaka sebab apa yang sudah terpakai tidak bisa dikembalikan. Ini seperti saat kita makan lalu keluarlah feses kemudian feses itu diubah kembali menjadi makanan: padahal alam melakukan daur ulang tersebut selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

  3. Tidak ada udara, tidak ada pembakaran.

    Sadarkah anda bahwa pesawat ulang-alik secanggih apapun bisa mati di luar angkasa? Sebab dasar setiap pembakaran yang terjadi di bumi adalah oksigen, karena ada oksigen maka minyak bisa aktif terbakar hingga memberi energi. Lalu bagaimana jadinya mesin-mesin di luar angkasa? Sudah pasti teknologi mesin secanggih apapun akan seperti “lilin yang ditutup dengan gelas kaca,” yaitu akan mati dalam beberapa saat saja. Baiklah mari anggap saja para peneliti tersebut lebih pintar dari kita, mereka akan membawa cadangan oksigen yaang besar ke atas sana. Yakin itu tidak habis dalam beberapa jam untuk membakar roket, pendingin, pemanas dan mesin lainnya? Terus kalau suplainya habis bagaimana selanjutnya? Terkatung-katung tidak jelas ya di ketinggian entah berantah…

  4. Radiasi di siang hari.

    Sinar matahari yang mencapai bumi sangatlah minim karena sebagian besar telah ditahan oleh atmosfer yang tebal. Lapisan udara ini seperti pelidung yang membuat energi foton sebagian besar terhalang sehingga suhu lingkungan cukup adem saat matahari terik. Saat stasiun luar angkasa berada di luar atmosfer pelindung sudah pasti terik mentari sangat panas sepanjang hari. Suhu pada permukaan luar wahana antariksa bisa mencapai ratusan hingga ribuan derajat celcius. Wahana tersebut seperti diletakkan di dalam magma gunung berapi. Adakah logam yang tidak menjadi panas dan memerah bahkan melebur oleh karena suhu yang sangat tinggi tersebut? Itu stasiun luar angkasa yang volumenya meter kubik (puluhan atau ratusan) didinginkan pakai apa? “Oh kan ada nitrogen…. Nitrogen sebanyak itu diambil dari mana setiap hari dalam kehampaan coy ?”

  5. Kebekuan di malam hari.

    Yakinlah bahwa suhu di malam hari pada permukaan luar stasiun luar angkasa tersebut sangatlah dingin, lebih dingin dari kutub utara dan selatan sekali pun. Pertanyaannya adalah apakah mesin-mesinnya tidak membeku saat malam tiba? Demikian juga dengan oli, minyak, air dan fluida lainnya yang ada di sana pastilah semuanya mengeras. Lalu bagaimana mesin canggih tersebut beroperasi? Katakan saja bahwa di sana ada tungku pemanas. Otomatis semakin besar ruangan (volume) maka makin besar juga energi yang dibutuhkan untuk membuatnya tetap hangat. Pertanyaannya adalah darimana bahan bakar sebanyak itu diperoleh? Lagipula bagaimana caranya memanaskan lempengan besi tebal dalam mesin? Apa itu bisa dibakar dari luar atau dari dalam, padahal dengan berlaku demikian mesinnya bisa memuai, aus dan rusak.

  6. Badai elektromagnetik yang mematikan.

    Di beberapa tempat di negara lain pernah terjadi badai elektromagnetik akibat tipisnya atmosfer namun polutan sangat tinggi di wilayah tersebut. Akibat dari keadaan ini adalah listrik padam, sinyal telepon mati, gelombang radio bias, berbagai mesin mati dan masih banyak kejadian buruk lainnya. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana jadinya wahana antariksa yang berada di luar atmosfer berkeliling dalam sabuk elektromagnetik bumi? Mustahil mereka mampu menghindari badai elektromagnetik tersebut di atas sana kecuali dalam khayalan/ imajinasi/ karya seni/ film.

  7. Tidak ada gravitasi, bagaimana beraktivitas?

    Sadarilah bahwa tidak ada yang namanya anti gravitasi dan energi graviton: sebab gravitasi bukanlah sesuatu yang bisa diciptakan. Gravitasi adalah gaya tarik khas yang hanya dimiliki oleh planet (bumi). Inti bumi sebagai pusat dari dunia kita terus aktif berotasi sehingga menarik segala sesuatu yang ada di atasnya ke bawah (menuju pusat). Rotasi ini menghasilkan gaya sentripetal yang lebih dikenal dengan gaya gravitasi. Bagaimana mungkin orang-orang ini dapat beraktivitas secara normal? Setiap orang terus menggantung tanpa bisa berpindah-pindah kecuali dengan merayapi benda-benda di sekitarnya. Ini jelas tidak normal dan beresiko menimbulkan penyakit.

  8. Pembuluh darah pecah.

    Jika memang di luar angkasa tidak ada gravitasi maka dipastikan bahwa jantung para astronot dari bumi akan bekerja sangat cepat di luar angkasa sebab tidak ada energi tarik gravitasi yang membebaninya. Kekuatan jantung yang berlebihan dalam memompa darah memperbesar tekanan yang muncul sehingga berpotensi merusak katup pada biliknya. Jika keadaan ini terus berlanjut maka pembuluh darah yang lebih halus bisa pecah sehingga timbullah pendarahan lokal pada organ tertentu. Sudah pasti keadaan ini hanya akan memperpendek umur manusia di dalam wahana antariksa tersebut.

  9. Jantung melemah.

    Baiklah, mungkin beberapa orang akan terseleksi sehingga tidak mampu bertahan hidup di atas sana. Sedang di sisi lain ada yang mampu menyesuaikan diri dimana irama jantungnya bisa lebih melambat dari biasanya. Akan tetapi hal tersebut justru membuat astronot yang sudah lama tinggal di luar angkasa tidak bisa kembali lagi ke bumi karena otot jantungnya sangat lemah. Pas mereka mencoba kembali ke bumi maka kinerja jantung kembali meningkat. Otot yang biasanya lemah akan dipaksa untuk bekerja keras sehingga terjadi kelebihan beban yang menyebabkan pembengkakan bahkan mengalami kerusakan/ gagal jantung.

  10. Pembentukan urin terganggu dan susah buang air kecil.

    Proses penyaringan darah yang terjadi di dalam ginjal memang dipengaruhi oleh tekanan osmosis. Lagipula di dalam ginjal ada berbagai otot yang siap membantu mendorong cairan ke bagian tertentu untuk menjalani proses filtrasi dan reabsorbsi. Akan tetapi di dalam kantong kemih tidak ada otot khusus yang membuat cairan di dalamnya terdorong ke bawah. Ini membuat proses ekskresi urin dari dalam kantong kemih ke luar (melalui alat vital) sangat sulit karena tidak ada gaya dorong ke bawah (gravitasi). Hal tersebut seperti kencing dengan posisi tidur, pasti mengeluarkannya sangat sulit?

  11. Menelan makanan sulit.

    Astronot yang hidupnya tergantung dalam kehampaan akan lebih sukar dalam menelan makanan dan minuman. Sebab tidak ada lagi gaya graitasi yang membantu mendorong makanan ke bawah lambung. Keadaan ini juga beresiko tinggi membuat astronot tersedak sehingga saat makan harus berhati-hati. Mereka pun harus makan sedikit-sedikit saja seandainya stasiun luar angkasa itu ada (fiksi).

  12. Pencernaan makanan lebih cepat.

    Makanan yang dikonsumsi saat di bumi memiliki berat karena gravitasi. Namun ketika hidup di luar angkasa, berat makanan sama dengan nol sehingga otot pencernaan akan bekerja cepat. Keadaan ini mungkin saja membuat astronot dalam wahana antariksa tersebut semakin cepat lapar padahal aktivitas sangat minim.

  13. Susah buang air besar.

    Bagaimana bisa manusia angkasa luar bisa menikmati kenyamanan selama beberapa menit di toilet untuk buang air besar? Lega rasanya saat semua kotoran yang mengganjal itu bisa keluar. Namun astronot yang sedang buang air besar seperti BAB sambil tidur, memang bisa keluar tapi cirinya akan ngumpul di sekitar pantat (seperti anak bayi saja). Ini memang agak menjijikkan tetapi harus dibiasakan namanya juga imajinasi.

  14. Kaki tidak bisa digunakan.

    Gravitasi membuat kaki kita berfungsi sebagai pusat tumpuan berat badan sekaligus sebagai alat pergerakan. Akan tetapi orang yang berada di luar angkasa seperti tidur terus sepanjang hari dimana kaki tidak difungsikan sama sekali. Memang ada kalanya kaki bisa berjejak di atas lantai tetapi itupun hanya terjadi saat ditempeli sejenis besi/ magnet.

  15. Nyeri punggung.

    Saat berada di bumi, punggung ditegakkan agar selalu aktif menopang badan yang lumayan besar. Akan tetapi, seandainya astronot bisa hidup dalam gravitasi nol maka punggungnya tidak akan pernah lagi digunakan dengan maksimal. Penggunaan otot yang kurang memadai membuat peredaran darah di daerah punggung terganggu. Mereka akan seperti orang yang tidur seharian sehingga punggung beresiko mengalami nyeri.

  16. Nyeri tulang ekor.

    Apa bisa jongkok di luar angkasa? Mungkin saja bisa jika kakinya menempel ke tanah oleh bantuan magnet. Akan tetapi astronot yang tidak rutin melakukan aktivitas ini beresiko mengalami situasi nyeri tulang ekor akibat ketidakseimbangan gerak tubuh.

  17. Naik betis.

    Kaki yang terkulai dan kurang bergerak membuat aliran darah di wilayah tersebut kurang lancar. Jika astronot imajiner tersebut hanya menggunakan kakinya untuk mendorong tubuh bergerak tetapi tidak sering jongkok berpotensi mengalami gangguan keseimbangan gerak sehingga membuatnya sering mengalami naik betis.

  18. Otot dan tulang melemah.

    Hidup di bumi dengan rata-rata gravitasi 10 m/s sungguh jauh berbeda dengan saat hidup di atas luar angkasa yang hampa (gravitasi nol). Adalah lebih baik tumbuh dan berkembang di bumi yang permai daripada bertempat di wilayah yang tidak mengenal masa. Orang yang tidak memiliki berat akan lebih mudah bergerak sehingga membuat beban otot dan tulang lebih ringan. Di satu sisi keringanan ini cukup baik tetapi di sisi lain kemudahan tersebut mengurangi ketangguhan otot dan tulang yang dimiliki (otot lemah & tulang rapuh).

  19. Kanker kulit.

    Radiasi yang tinggi bila tidak diantisipasi beresiko membuat kulit yang terpapar mengalami kelainan. Sel-sel yang awalnya ramah melindungi anda akan menggila dan merusak jaringan lainnya. Bila tumor di daerah kulit sudah menjadi kanker maka akan bertebaran di seluruh tubuh.

  20. Tidak boleh banyak makan.

    Nafsu makan saat di luar angkasa imajinasi harus di tekan serendah-rendahnya. Ini berhubungan erat dengan aktivitas yang sangat mudah untuk dilakukan. Saat melumpat di medan gaya nol pasti ketinggian dan jarak yang ditempuh sangatlah jauh. Jelaslah bahwa orang yang hobinya makan dilarang keras menjadi astronot khayalan.

  21. Tidak ada istilah menikmati hidup.

    Ucapkan selamat tinggal untuk menikmati hal-hal duniawi sebab luar angkasa jauh dari bumi itu sendiri. Sudah pasti orang-orang yang ke sana akan dilatih terlebih dahulu untuk menghilangkan ketagihannya akan berbagai materi yang berseliweran.

  22. Nihil variasi aktivitas.

    Bagi orang yang cepat bosan dilarang keras memasuki pesawat ulang alik untuk tinggal di stasiun luar angkasa (space station). Hidup di atas aset jutaan dolar memang bisa dibanggakan di Facebook, Twitter dan Instagram. Akan tetapi, orang yang pernah ke sana akan merasakan betul bagaimana miskinnya variasi aktivitas di ruang hampa entah berantah.

  23. Rentan stres bahkan depresi.

    Astronot sekaligus ilmuan bermental kece jelas tidak akan diutus untuk memasuki wahana antariksa imajiner. Sebab hanya orang-orang yang tangguh mentalnya sajalah yang akan naik ke atas sana. Tingkat tekanan hidup dalam minimnya kegiatan semakin menggila bahkan membuat seseorang depresi. Jadi mungkinkan manusia bisa menetap hidup lebih lama di luar angkasa?

  24. Tidak bisa kembali ke bumi.

    Seandainya saja ada orang yang hidup di luar angkasa (ini hanya seandainya – khayalan) bisa dipastikan bahwa orang tersebut tetap akan ada di sana. Sebab saat dirinya kembali ke bumi, hidup akan terasa lebih berat karena dibebani gravitasi (dari tempat yang tidak bergravitasi ke tempat bergravitasi). Demikian sebaliknya saat ada orang bumi yang ke luar angkasa pasti saat bergerak terlalu mudah sehingga sering tercampak dan terbanting kemana-mana (dari tempat bergravitasi ke tempat yang tidak bergravitasi).

  25. Dan lain-lain silahkan cari sendiri.

Satu saja pertanyaan penting yang perlu kita jawab, “ngapain ke luar angkasa?” Ini jelas sebagai suatu pekerjaan yang tidak ada faedahnya. Sehebat apapun teknologi manusia tidak dapat membuat miniatur dari bumi ini (wahana antariksa) jika tujuannya semata-mata demi arogansi, manipulasi dan keserakahan. Keburukan ini adalah kesalahan yang berulang kali terjadi sejak dari awal nenek moyang kita, Adam dan Hawa diciptakan. Stasiun luar angkasa hanyalah kamuflase agar budaya kemewahan, kenyamanan dan foya-foya tetap diteruskan sebab saat sumber daya habis di bumi maka ada pikiran untuk tinggal di luar angkasa. Sadarilah bahwa bumi dengan segala apa yang ada di dalamnya adalah fasilitas alamiah penyokong, penopang dan pendukung kehidupan umat manusia. Oleh karena itu, mari jaga, pelihara dan lestarikan bumi ini untuk kita dan untuk anak cucu kita.

Salam, Hidup di luar angkasa adalah mustahil,
Berpikir datang ke sana adalah irasional,
Ayo lestarikan bumi secara global
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.