Kepribadian

+10 Arti Hidup Lebih Berharga Dari Materi – Alasan Hidup Lebih Bernilai dari Kenikmatan dan Kemuliaan Duniawi

Arti Hidup Lebih Berharga Dari Materi - Alasan Hidup Lebih Bernilai dari Kenikmatan dan Kemuliaan Duniawi

Setiap orang terus berubah dari tahun ke tahun, ke arah mana pergerakan anda?

Manusia adalah makhluk yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Ada kekuatan pendorong yang terus-menerus mewujudnyatakan hal tersebut. Salah satu di antara sekian banyak pemicunya adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman. Mungkin ada orang yang tidak menyadari bahwa konsumsi yang dilakukannya dari hari ke hari telah banyak menyebabkan perubahan secara fisik. Ini biasanya baru disadari saat melakukan pengukuran khusus dan ternyata tingginya bertambah, berat badannya bergeser dan berbagai hal lainnya bergerak tumbuh. Secara fisik saja, kita berubah setiap hari terlebih lagi secara mental harusnya semakin dekat kepada hal-hal positif. Jadi, jika anda adalah manusia yang merasa hidup, sudah jelas yang perlu digiatkan adalah berubah menurut pembaharuan budi masing-masing.

Saat kita baru lahir, budi baik dalam diri ini adalah nol dimana pengetahuan juga nol. Dari waktu ke waktu, pengetahuan kita bertambah tetapi akhlak hanya berubah baik saat masih kecil. Anak kecil ini selalu berupaya untuk baik di hadapan orang tuanya tetapi belum tentu di belakang mereka (di luar pengawasan). Si kecil ini memang sangat nyaman dengan pemberian orang tuanya yang baik. Mereka berada dalam zona nyaman di bawah perlindungan orang yang mencintainya. Saat muda, mulai ada rasa yang mendorong untuk ditumpahkan, yaitu hasrat seksual. Kita mengingini hubungan badan dengan lawan jenis dan semakin menggila saat tidak ada aktivitas. Beruntunglah kita ada yang namanya masturbasi, yaitu miniatur dari hubungan seks. Lalu ada yang namanya fokus kepada Tuhan; aktivitas inilah yang benar-benar memperbaharui dan mengarahkan budi (akhlak) kepada kebaikan sejati.

Aktivitas kunci perubahan

Aktivitas yang kita lakukan merupakan pergerakan hidup yang membuat diri ini terus berubah dan berkembang. Ada tiga aktivitas positif dan satu yang terutama adalah fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Serta dua yang lainnya adalah mempelajari sesuatu (berbagai jenis buku, Kitab Suci, buku rohani, buku pelajaran dan lainnya) juga dengan bekerja menyelesaikan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita. Semua aktivitas ini sangat bermanfaat untuk mengarahkan kehidupan pada hal-hal yang baik dan benar. Tentu saja, kita pun jangan pernah lupa untuk berinteraksi dengan sesama sambil berbagi kebaikan. Harus belajar memberi sesuatu dimulai dari yang kecil, misalnya ramah-tamah. Melakukan semuanya itu dengan rendah hati dan ikhlas menerima ujian yang menyertainya.

Hiduplah bergantung kepada Tuhan bukan candu terhadap keduniawian

Hidup yang dekat dengan hal-hal positif merupakan kekuatan yang mendatangkan kelegaan di dalam hati. Orang berhati lega telah belajar mengurangi ketergantungan hidupnya pada hal-hal duniawi. Materi dibutuhkan tetapi alakadarnya saja (kalau ada, ya…. masih belum ada, tidak masalah). Mereka berupaya menggantungkan kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman itu dalam diri sendiri. Artinya,, mereka tidak butuh hal-hal yang terlalu mahal, mewah, berkelas atau  yang terlalu besar nilainya, cukup dengan hal seadanya (apa adanya) saja, suasana hati tetaplah baik. Orang yang mampu mengelola berbagai penyakit hati yang timbul dari dalam dirinya adalah manusia yang luar biasa. Mereka bukannya menolak rasa sakitnya dengan menghindari masalah tetapi belajar ikhlas menerima kenyataan, beradaptasi, terbiasa, bersahabat dan tetap santun.

Pengertian

Hidup dalam pemahaman kami adalah “totalitas dari aktivitas luar-dalam yang meliputi pikiran, perkataan dan perbuatan.” Juga diartikan sebagai “nyawa yang memberi setiap manusia kehidupan yang berasal dari pada Allah.” Memang yang namanya nyawa dibangun dan diturunkan lewat hubungan suami-istri, proses kehamilan serta kelahiran. Namun sejak dari awal di masa penciptaan, Yang Maha Kuasalah yang mengalirkan nafas-Nya ke dalam tubuh kita. Bukan hanya manusia melainkan semua komponen yang kelihatan sampai yang tidak kelihatan telah mendapat hembusan nafas yang menghidupkan tersebut. Berbagai benda yang selama ini kita anggap mati (batu, tanah, air, udara) ternyata secara umum terus beraktivitas namun tak dapat kita amati saking besarnya dimana kita hidup di dalamnya (bumi).

Sayang, ada-ada saja orang yang ingin mengakhiri kehidupannya

Hidup jelas sebagai anugerah Allah, bukan cuman di waktu ini saja melainkan dari awal sampai akhir hingga di pintu sorga kelak, semuanya adalah karena kasih karunia Sang Pencipta. Kasih yang daripada-Nya bukanlah sesuatu yang sifatnya sederhana sebab hal-hal tersebut tidak bisa kita gantikan. Orang yang memahami bahwa kehidupannya di dunia ini tidak tergantikan oleh kekuatan manusia mana pun, pastilah akan menjalani setiap detik dengan sebenar-benarnya. Namun ada saja orang yang tidak mampu memandang betapa besarnya berkat Tuhan yang telah membuatnya seperti sekarang ini. Menyia-nyiakan hidupnya yang adalah karya Allah. Mereka memikirkan untuk mengakhiri kehidupannya dengan sia-sia oleh karena sesuatu yang sepele.

Kita harus mampu berpikir jernih di zaman sekarang. Masakan sebagai ciptaan merusak dirinya sendiri demi alasan duniawi yang kita ciptakan sendiri? Ini seperti tembikar tanah memecahkan dirinya sendiri? Kita tidak perlu khawatir berlebihan sehingga membuat suasana mental penuh tekanan stres. Harus memahami bahwa masalah yang sedang kita hadapi lebih kecil dari diri sendiri. Semua kejadian tersebut adalah latihan yang mengasah kekuatan mental masing-masing orang. Jika anda mampu melewatinya niscaya ada manfaat positif yang dapat dipetik dari semuanya itu. Oleh karena itu, jangan gelisah berlebihan karena fluktuasi duniawi yang terjadi di sekitar kita sebab anugerah Tuhan di dalam kehidupan kita sangat besar. Seperti ada tertulis.

(Matius  6:25) “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Lagi Tuhan berkata,

( Lukas  12:23) Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.

Hidup setara dengan kebenaran

Apa makna kehidupan sebenarnya? Setiap dari kita masing-masing mencari tahu tentang hal-hal tersebut namun sesungguhnya semuanya telah termuat jelas di dalam Alkitab. Tuhan telah mewartakan segala sesuatu yang akan terjadi dalam kehidupan kita agar diri ini semakin yakin bahwa Dialah Tuhan yang benar. Bahwa Allah Israellah yang asli sebab Dia yang telah memberikan kepada kita pengetahuan tentang hal-hal yang akan terjadi kelak. Seperti ada tertulis, “(Yesaya 44:7-8) Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami! Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!

Makna kehidupan ini sama halnya seperti yang dialami dan dilakukan oleh Tuhan Yesus, yaitu dalam hal “syarat mengikut Dia” dan “pencobaan yang dialami-Nya.” Semuanya itu adalah (1) mengasihi Allah seutuhnya, (2) mengasihi sesama seadil-adilnya, (3) mampu menghadapi ujian kehidupan, (4) merendahkan hati, (5) tidak kecanduan dengan kenikmatan duniawi, (6) tidak candu denga kemuliaan dan (7) mampu menerima kenyataan seadanya (tidak mencobai Allah). Ketujuh hal inilah yang menjadi makna kehidupan umat manusia. Artinya, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah jauh-jauh dari poin di atas. Bahkan sudah seharunya bahwa poin-poin tersebutlah yang mengisi kehidupan yang dijalani. Tidak ada kenyamanan di dalam semua hal tersebut melainkan berasa fluktuatif, campur baur antara situasi yang mengenakkan dan menyakitkan. Tetapi mereka yang sudah terbiasa dan bersahabat akan tetap bahagia pada kedua sisinya.

Arti hidup lebih penting dari berbagai gemerlapan duniawi yang kita kejar

Ada orang yang begitu mengagung-agungkan keputusannya untuk mencintai materi sehingga kecintaannya tersebutlah yang beresiko menyusahkan dirinya sendiri. Kebiasaan mereka untuk berharap sangat tinggi kepada hal-hal duniawi telah menjadi jerat yang mengikatnya pada kekecewaan saat keadaan tersebut tidak terwujud. Nafsu duniawi yang tinggi ini jugalah yang membuat beberapa orang rentan stres dan semakin jauh dari kebahagiaan sejati. Mereka sendiri yang secara tidak sadar menginginkan sesuatu tetapi saat hal tersebut tidak tercapai, mulailah suasana mencekam itu muncul dan merugikan dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Berikut ini berbagai hal yang di dambakan oleh manusia tetapi sebenarnya tidak penting. Atau lebih tepatnya beberapa alasan yang membuktikan bahwa kehidupan lebih penting daripada kenikmatan dan kemuliaan duniawi.

  1. Hidup lebih penting daripada pengetahuan yang luas.

    Belajar itu memang diperlukan tetapi semampunya dan seadanya saja. Ada orang yang berusaha untuk memiliki pengetahuan yang luas tentang dunia ini tetapi melupakan makna hidupnya sama sekali. Mereka hanya fokus mengasah ilmunya di bangku sekolah dan perkuliahan tetapi hampir melupakan aktivitas untuk mencintai Tuhan dan sesama manusia. Selama dirinya belum merasa puas dengan ilmu yang dimiliki, selama itu pula ia berusaha keras menguasainya. Berapa pun biaya yang dihabiskan untuk menimba pendidikan akan dikeluarkan. Bahkan sampai menembus luar negeri. Rasa haus akan ilmu ini jugalah yang membuat mereka kecewa dengan kehidupan dimana keinginan hati yang dimiliki berlawanan dengan kebenaran hakiki. Oleh karena kekuatan pengetahuan yang besar, manusia bisa menyombongkan diri dan melupakan Tuhannya (ateis). Mereka bisa saja memanfaatkan hal tersebut untuk memanipulasi/ menipu orang lain.

    Hidup lebih penting dari kenikmatan  duniawi.

  2. Hidup lebih penting dari makanan dan minuman.

    Makanan dan minuman hanyalah hal-hal yang fana. Sebab apa yang kita telan hari ini akan dikeluarkan pada hari berikutnya. Ilmu yang kita dapat bisa saja bertahan lama terlebih ketika ada manfaatnya. Akan tetapi kekuatan makanan hanya bertahan beberapa waktu saja di dalam badan ini. Jadi, sungguh tidaklah wajar jika kita memuaskan isi perut dengan mencurinya dari orang lain. Padahal berkat Tuhan atas negeri kita luar biasa dimana madu dan susu bisa dibuat secara alamiah tanpa beternak terlebih dahulu. Jadi, peroleh makananmu dengan cara yang benar agar dapat menikmatinya dengan sukacita walau tergolong sederhana.

  3. Hidup lebih penting dari pakaian dan busana.

    Kita membutuhkan pakaian tetapi kain yang bermodel-model dengan harga selangit bukanlah pilihan yang selalu baik. Ada orang yang terlalu minder untuk bertemu orang lain karena pakaiannya sederhana sekali. Tetapi di sisi lain, ada pula orang yang menjadikan busana yang digunakannya sebagai simbol arogansi yang menunjukkan bahwa dirinya lebih hebat dari orang lain. Pakaian yang mewah bisa membutakan mata orang sehingga membuat seseorang mudah sekali bercakap sombong. Kasihnya kepada sesama mulai berkurang terlebih ketika dilihatnya pakaian mereka buruk-buruk. Memandang orang-orang tersebut sebelah mata bahkan menindas mereka juga. Penilaian manusia terhadap pakaian yang terlalu berlebihan membuat dirinya pilih-pilih kasih saat berbuat baik.

  4. Hidup lebih penting dari rumah, kendaraan, perabotan yang mewah-mewah.

    Kita bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan fasilitas seadanya saja. Hanya beberapa orang merasa bahwa kemewahan itu teramat penting. Mereka melakukan berbagai aksi manipulasi semata-mata untuk mewujudkan tujuan mencapai gaya hidup glamour. Berusaha untuk menduduki posisi tinggi di dalam masyarakat untuk mencicipi megahnya rumah, mobil yang berkelas dan perabotan lainnya yang sangat banyak lagi mahal. Sedang di sisi lain, dirinya menghina-dinakan orang-orang yang tidak mampu mencapai taraf hidup yang elegan. Padahal tanpa hal-hal yang berlebihan itu pun, kita masih bisa bahagia dan hidup normal asalkan mengikuti jalan hidup Kristus Yesus dan sanggup lulus pada pencobaan yang pernah dialaminya di padang gurun.

  5. Hidup lebih penting dari barang elektronik berteknologi canggih.

    Jangan sampai kita bersusah hati karena belum memiliki HP canggih sama seperti yang ada di televisi. Pula jangan ada orang yang karena belum dibelikan sepeda motor sama orang tua jadi ngambek berhari-hari. Sadarilah bahwa peralatan canggih tersebut hanya pelengkap hidup saja. Masih banyak orang di luar sana yang belum memilikinya tetapi  tetap bahagia dan damai hatinya. Karena mata kita fokus pada iklan Handphone dan motor baru di televisi maka hati pun jadi menginginkannya. Kita terus membayang-bayangkan teknologi tersebut bahkan memimpikannya juga karena terus dipikirkan. Padahal, keuangan orang tua masih belum memadai sehingga besar rasa kecewa di hati saat hal tersebut tidak jadi. Coba kalau selama hidup kita fokusnya kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian), pasti keinginannya tidak macam-macam.

  6. Hidup lebih penting dari emas permata.

    Kalau sanggup membeli perhiasan emas dan berlian silahkan saja. Namun jika tidak sanggup juga tidaklah masalah. Justru harta benda semacam ini beresiko tinggi merusak lingkungan. Mengapa kami berkata demikian? Sebab untuk memperoleh semua semua batu-batu mewah tersebut dibutuhkan penambangan besar-besaran. Orang-orang harus menggali ke dalam bumi lebih dalam untuk beroleh batu mulia itu dalam jumlah yang banyak. Kerusakan permukaan bumi sangatlah kentara akibat penggalian barang tambang yang sifatnya besar-besaran. Padahal bumi adalah komponen penopang hidup selama beraktivitas di dunia ini.

  7. Hidup lebih penting dari jalan-jalan.

    Jangan sampai, hanya karena niat untuk jalan-jalan batal, kita pun langsung ngambek tidak makan seharian. Sadarilah bahwa yang namanya jalan-jalan sama saja. Nafsu ini justru disebabkan oleh karena kita terlalu fokus pada berbagai infotainment yang menunjukkan bagaimana artis menghabiskan hidupnya dengan jalan-jalan. Ada orang yang . segala cara untuk beroleh banyak keuntungan yang menjauhkannya dari kebenaran hakiki. Padahal hidup di dunia ini hanya berlangsung selama beberapa puluh tahun saja, ada yang 70 tahun, 80 tahun dan ada juga yang sampai 120 tahun. Sedang di sorga nanti, keberadaan kita bisa sampai beribu, berjuta, bermiliar tahun bahkan sampai selama-lamanya.

  8. Hidup lebih penting dari warisan.

    Setiap orang tua tidak perlu terlalu jauh memikirkan tentang warisan yang akan ditinggalkan kelak kepada anak-anaknya. Sebab harta warisanlah yang menyebabkan diturunkannya dosa orang tua kepada anak-cucunya. Sebab saat mengumpulkan semuanya itu, pasti terbesit arogansi dan manipulasi. Terlebih saat hal itu tidak sama dengan orang lain karena mestinya masing-masing orang berbagi kasih seadil-adilnya terhadap sesamanya. Jadi, tidak penting apa warisan harta yang bisa anda berikan kepada anak tetapi warisan didikan dan pengetahuan yang baik selama hidup bersama saja sudah cukup.

  9. Hidup lebih penting dari gaji yang banyak-banyak.

    Pendapatan yang tinggi bisa saja menjadi kebanggaan beberapa orang. Mereka cenderung melakukan berbagai aksi yang berlebihan untuk beroleh uang yang banyak, misalnya saja dengan berlaku curang. Oleh karena itu, jangan bersusah hati saat pendapatan anda kecil sebab hal tersebut tidak menentukan kepuasan hidup yang dimiliki. Mereka yang sederhana, ikhlas dan mampu bersyukur pasti akan sanggup menikmati sukacita tanpa hentil. Uang yang kita miliki bukanlah ukuran kebahagiaan manusia. Orang yang uang seorang pengangguran yang pas-pasan seperti kami pun masih bisa tenteram hidupnya asalkan mampu memanajemen pola pikir dan tetap fokus kepada Tuhan serta dengan bekerja juga belajar hal-hal positif.

    Hidup lebih penting dari kemuliaan duniawi.

  10. Hidup lebih penting dari kekuasaan/ jabatan.

    Ada orang yang mengorbankan hidupnya untuk melakukan hal-hal yang salah semata-mata demi jabatan yang besar. Membayar dengan sejumlah uang agar bisa menduduki posisi strategis di dalam sistem pemerintahan. Mereka berusaha keras dengan cara-cara yang menyimpang untuk beroleh kekuasaan. Uang digunakan sebagai sogok dan suap untuk melegalkan keinginannya. Pada hakekatnya jabatan yang dimiliki pun dimanfaatkan untuk menggelapkan dana ini dan itu. Keadaan ini jelas semakin menjauhkannya dari makna kehidupan dan malah mendewakan jabatan yang dimilikinya.

  11. Hidup lebih penting dari penghargaan, kejuaraan, mendali.

    Kami bahkan tidak memiliki penghargaan dan kejuaraan apalagi mendali sampai saat ini. Tetapi masih saja bahagia dan damai menjalani hidup ini. Semuanya itu terjadi karena kami tidak fokus pada hal-hal tersebut melainkan hanya fokus kepada Tuhan dan melakukan kebaikan kepada sesama di sela-sela pekerjaan dan pelajaran yang digeluti. Jangan sampai karena kita iri melihat piagam penghargaan dan mendali yang dimiliki orang lain, pikiran jadi kacau dan dikuasai oleh rasa kesal. Keadaan ini jelas membuat kehidupan seolah tak berarti.

    Justru yang kami rasakan adalah lebih banyak kalah dalam berbagai hal. Kalah dan mengalah pada hal-hal yang bukan menjadi wewenang kami. Membiarkan orang-orang yang punya hak untuk menang sedang kami tidak dianggap sama sekali. Sekali pun dalam posisi kalah, kami tidak kecewa apalagi sedih sebab hati mengabaikan, telah terbiasa dan bersahabat dengan para musuh serta tetap memuji-muji Tuhan di dalam hati.

  12. Hidup lebih penting dari penghormatan.

    Jangan pedulikan apakah anda dihormati orang atau tidak tetapi pedulilah untuk menghormati orang lain. Sikap semacam ini menunjukkan ketidaktergantungan kita terhadap penghormatan dari sesama. Justru memilih untuk menghargai sesama bahkan dengan musuh-musuh sekali pun.  Awalnya menghargai musuh itu berat ya, tetapi lama kelamaan semua jadi terbiasa lepas tanpa beban di dalam hati. Dari sini kami paham bahwa sesungguhnya rasa sakit itu tidak ada bila kita ikhlas apa adanya dan fokus melakukan hal positif (fokus Tuhan, belajar, bekerja).

  13. Hidup lebih penting dari pujian dan popularitas.

    Dulu sewaktu masih remaja, kami pun seorang yang gila pujian dan ingin populer. Akan tetapi setelah memahami firman dan fokus pada hal-hal yang benar, kami mengerti bahwa semuanya itu hanya pesona sesaat. Dipuji orang paling rasa senangnya hanya beberapa detik saja lalu semuanya raib. Justru saat kita terlalu mengejar pujian dan popularitas malah kehidupan ini akan mengarah kepada hal-hal negatif. Seperti yang dialami oleh orang-orang yang rela melakukan perilaku menyimpang di dalam masyarakat semata-mata untuk menambang followers dan likers akun media sosialnnya. Ia membuang kebahagiaan selamanya di sorga demi beberapa followers yang bahkan tidak nyata (namanya juga dunia maya).

    Hidup lebih penting dari masalah.

  14. Hidup lebih penting dari rasa malu.

    Setiap orang pernah salah dan khilaf, kami salah satu yang agak banyak salahnya. Tampil malu-maluin dalam banyak momen yang pada akhirnya membuat kami paham bahwa “semakin tertuju hati kepada hal-hal duniawi, makin banyak keinginan maka makin besar pula potensi untuk dipermalukan oleh orang lain.” Intinya, keinginan kitalah yang membuat diri ini dipermalukan. Akan tetapi, di sisi lain kita harus menjadi orang yang tetap kuat menjalani hidup walau pun diejek saat melakukan yang benar. Beranilah berkata benar pada momen yang tepat.

  15. Hidup lebih penting dari kekecewaan.

    Semakin banyak nafsu maka semakin besar pula potensi untuk dikecewakan. Kami juga memiliki nafsu tetapi tidak fokus kepada hal-hal tersebut. Apa yang kami inginkan seperti terjadi secara spontanitas tanpa direncanakan. Karena telalu banyak kecewa, kami berhenti berharap dan hanya menerima apa yang ada saja. Ini sangat melegakan dan menenteramkan hati asalkan jangan juga mau saja menerima apa yang jahat…. Sesuaikan semuanya dengan standar kehidupan.

    Sadarilah bahwa kecewa adalah secuil masalah saja sedang kehidupan kita adalah anugerah Allah yang begitu besar. Jika anda ikhlas dan selalu fokus pada hal positif pastilah rasa kecewa itu bisa dilupakan sehingga ada cahaya yang memberi kelegaan. Orang yang lulus dari ujian kecewa akan beroleh kekuatan hati yang semakin kokoh saja. Jadi jangan patah semangat ya….

  16. Hidup lebih penting dari patah hati.

    Kejadian patah hati jangan sampai membuat kita stres lalu mengakhiri hidup seperti yang terjadi dalam kisah membosankan antara “Romeo dan Juliet.” Jika kehidupan kita diumpamakan sebagai pohon maka patah hati adalah satu ranting tua yang jatuh ke bawah karena telah membusuk. Sedang di dalam hidup ini masih banyak ranting-ranting lainnya yang memberikan kebaikan kepada diri ini. Oleh karena itu, jangan patah hati saat cinta ditolak sebab saat pintu yang satu ditutup maka pintu yang lain telah dibukakan. Hanya jangan fokus kepada pasangan hidup tetapi fokuslah kepada Tuhan.

  17. Hidup lebih penting dari rasa sakit atau kepahitan.

    Rasa sakit bisa saja timbul akibat diejek, diabaikan, direndahkan, disepelekan, difitnah dan lain sebagainya. Terlebih saat kebaikan yang kita lakukan dibalas orang dengan sikap yang acuh tak acuh pasti rasanya perih. Ketahuilah bahwa hal-hal ini hanya terjadi di awal saja, bila anda ikhlas, terbiasa dan tetap bersahabat dengan orang-orang tersebut pasti semuaanya terasa lega. Jangan jadikan rasa sakitmu sebagai alasan untuk mengakhiri hidup sebab ini hanyalah butiran-butiran masalah yang bisa diatasi, hanya harus sabar menghadapinya dan tekun melakukan kebaikan. Dari pengalamana kami, ramah tamah adalah cara yang paling praktis untuk terbiasa dengan rasa sakit.

  18. Hidup lebih penting dari kebencian kepada musuh.

    Jangan hancurkan hidupmu hanya karena banyaknya musuhmu. Melainkan jangan menganggap siapapun sebagai musuh, anggap semuanya sebagai sesama manusia yang pantas dikasihi. Kita harus mampu bersahabat dengan orang yang kita anggap sebagai musang berbulu domba. Orang yang mampu tetap tenang dalam sarang makhluk buas adalah pemberani sejati. Usahakanlah kebenaran dimana pun anda berada bahkan di antara lawan-lawanmu sekali pun usahakan tetap benar (mengasihi Tuhan seutuhnya dan sesama seperti diri sendiri).

  19. Hidup lebih penting dari pada keadilan sosial.

    Ingatlah bahwa keadilan sosial adalah visi dan untuk mewujudkannya tidak segampang yang dikatakan. Ini jelas butuh proses yang panjang. Kita doakan saja agar para pemimpin di negeri memperhatikan hal ini. Lagipula tujuaannya akan semakin jelas saat dampak lingkungan akibat multikapitalisme merebak dimana-mana. Sebagai seorang sosialis sejati, kita harus bijak dengan bersahabat sama kapitalis.

    Satu yang menjadi penghalang sosialis adalah iri hati. Janganlah anda menjadi sosialis hanya karena iri dengan orang-orang kaya raya. Dasar semacam ini jelas salah dan berpotensi menimbulkan kebencian. Harap dipahami bahwa orang-orang kaya tersebut juga tidak salah karena peraturan tentang kesetaraan tidak ada, jadi sah-sah saja untuk menjadi kaya. Kita juga tidak perlu berdebat terlalu dalam tentang hal tersebut sementara yang membuat peraturannya goyang-goyang kaki di luar sana. Artinya, tidak perlu mempersoalkan kesetaraan jika bukan untuk mengubah aturan (dalam forum khusus).

    Jadilah sosialis yang logis dengan menjadikan kebenaran hakiki (kasihi sesama seadil-adilnya) dan Pancasila khususnya sila ke lima sebagai dasar atas keputusan yang ditempuh. Juga jauhkan rasa dengki itu dari dalam hati dengan senantiasa fokus kepada Tuhan.

  20. Dan lain sebagainya trend duniawi  yang terdapat di sekitar anda.

Alasan hidup kita bernilai karena sikap hati, tutur kata dan perilaku dekat dengan hal-hal yang benar

Kita harus menyangkal diri untuk menekan kesombongan tetapi perlu juga memahami bahwa hidup ini sungguh sangat berarti jika didedikasikan untuk Sang Pencipta. Sadar atau  tidak, kebenaran sejatilah yang membuat kita berarti sebab dari sanalah asal kita, yaitu dari Tuhan yang adalah sumber dari segala sesuatu yang benar. Jadi, mulai sekarang kerjakanlah hal-hal yang dapat anda giatkan untuk mengasihi Allah sepenuhnya dan sesama seadil-adilnya. Seperti ada tertulis.

(Yesaya  43:4a) Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,

Jangan sepelekan hidup ini kawan lalu menganggap bahwa “kita lebih baik mati saja sebab tak ada artinya hidup ini.” [Simak juga, Tetaplah hidup teman] Situasi yang pelik dan pahit memang memilukan hati tetapi cobalah untuk tetap ikhlas dan fokus kepada hal positif (fokus Tuhan, belajar dan bekerja). Keinginan kita menjadi salah satu yang membebani kehidupan ini. Jadi, miliki keinginan namun fleksibellah (dinamis) dalam mewujudkannya (tidak perlu terlalu memaksakan kehendak). Bisa hidup saja di dunia ini itu sudah cukup bagi kita asal dilalui dalam kebenaran hakiki. Selalu berusaha mengasihi Allah seutuhnya, mengasihi sesama manusia sama seperti diri sendiiri, sanggup menghadapi pencobaan dan mampu merendahkan hati. Serta kita pun harus berjuang untuk tidak ketergantungan dengan kenikmatan materi, tidak ketagihan dengan kemuliaan duniawi dan belajar bersikap ikhals menerima kenyataan. Orang bijak akan tetap bahagia walau tersakiti maupun dalam berbagai momen lainnya.

Salam, Hidup lebih penting dari hal-hal duniawi.
Perjuangkanlah kebenaran hakiki.
Tetap fleksibel dalam mengingini
dan bersahabat dengan para penguji
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.