Herbal Ajaib

+10 Faktor Penyebab Mulut Pahit – Mengapa Lidah Terasa Pahit?


Faktor Penyebab Mulut Pahit - Mengapa Lidah Terasa Pahit.png

Makhluk hidup teknologi tercanggih sepanjang masa

Tubuh manusia adalah mesin tercanggih yang pernah ada. Sehebat apapuun teknologi robotika, tidak akan mampu melampaui kecanggihannya. Apa yang disebut dengan robot terkesan luar biasa di telinga karena masih baru dan jauh di mata sehingga menimbulkan rasa penasaran. Rasa inilah yang membuat kita takjub namun sesungguhnya semua itu tidak seperti yang diindrakan. Sebab sekalipun ada beberapa perusahaan besar yang mencoba membuatnya, tetap saja fungsinya minimal. Biasanya hanya ditujukan sebagai cemilan yang menghibur untuk mempesona setiap mata yang melihatnya.

Bumi adalah kita

Tubuh kita merupakan miniatur dari bumi itu sendiri. Unsur-unsur bumi terdapat di dalamnya hanya berada pada posisi dan bentuk yang berbeda namun fungsinya sama. Misalnya saja saat hujan turun, sama halnya seperti minum air, kandung kemih sama seperti lautan, pembuluh darah layaknya sungai-sungai di bumi dan lain sebagainya. Hanya dengan memanfaatkan komponen alamiah semata, kita bisa hidup sehat walafiat panjang umur. Hanya saja, beberapa orang terkadang melupakan betapa luar biasanya bumi secara alamiah. Ada yang memilih untuk menikmati berbagai produk kesehatan kimiawi, misalnya saja penggunaan obat-obat farmasi.

Sekilas tentang organ dimaksud

Mulut adalah organ multifungsi yang mana di dalamnya terdapat gigi, lidah dan getah ludah. Rata-rata penggunaannya saat mengonsumsi makanan dan minuman. Sesekali juga gua fleksibel ini digunakan untuk membuang nafas. Sedang fungsinya yang paling banyak adalah untuk berkomunikasi menyampaikan maksud hati secara verbal kepada sesama. Gejala pahit di mulut adalah kondisi dimana gigi, lidah dan air ludah terasa pahit. Penyebab utama dari keadaan ini adalah terjadinya perubahan pH di dalam rongganya sehingga berasa pahit. Pada dasarnya, air liur rasanya ada manis-manisnya yang merupakan ciri khas dari cairan elektroljit.

Alasan mengapa mulut pahit

Pengertian – mulut pahit adalah salah satu gejala penyakit yang disebkan oleh produksi air liur yang berkurang dan pH mulut yang berubah.

Biasanya, keadaan ini sangat dirasakan oleh orang yang sedang dalam masa penyembuhan. Mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu bisa saja mengalaminya. Sebab zat kimia penyembuh dalam obat farmasi tersebut telah dicerna dengan baik sehingga memasuki pembuluh darah merah. Dari pipa merah ini, cairan ekstravaskuler akan melakukan penetrasi sehingga memasuki kelenjar ludah. Kandungan air liur terdiri dari cairan elektrolit yang biasanya ber pH netral (±7). Larutan ini adalah buffer alami sekaligus bermanfaat untuk melunakkan makanan. Juga diketahui bermanfaat untuk mencerna pati (amilum) menjadi gula. Obat-obatan dengan penetrasi tinggi bisa saja masuk ke dalamnya sehingga mengganggu komposisi air liur. Berikut ini akan kami berikan beberapa faktor yang menyebabkan gejala yang agak mengganggu ini.

Berikut adalah beberapa penyebab mulut pahit saat hamil:

Faktor fisiologis

  1. Penuaan (kaum lansia).

    Mereka yang sudah lansia (lanjut usia) biasanya memiliki penyakit pikun. Penyakit inilah yang menjadi penyebab utama gejala lidah yang memahit. Hanya saja hubungannya terjadi secara tidak langsung. Sebab orang yang tua renta lupa mengkonsumsi air sehingga dirinya mengalami dehidrasi kronis. Suatu penyakit kekurangan cairan yang pengaruhnya/ akibatnya bersifat perlahan-lahan dalam waktu lama. Saat orang tua mengalami dehidrasi kronis, besar kemungkinan akan membuat mulut mereka terasa pahit. Keadaan ini diikuti oleh kurangnya nafsu makan.

  2. Efek samping dari kehamilan.

    Kehamilan pada trimester awal biasanya menyebabkan perubahan hormon sehingga memicu gejala mulut terasa pahit. Selama masa kehamilan pergeseran ini mengganggu proses sekresi air liur sehingga membuat lidah memahit. Keadaan ini akan didukung oleh kemauan yang kuat untuk mengonsumsi sesuatu. Hasrat ini dikenal masyarakat dengan istilah ngidam. Apakah Ibu yang sedang hamil mengidamkan sesuatu karena kepahitan di alat rasa itu? Mungkin saja, karena alat rasa tersebut sedang miskin sekresi liur.

    Perlu diketahui juga bahwa Ibu hami membutuhkan lebih banyak asupan cairan daripada orang dewasa pada umumnya (2,5 liter per hari). Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi bukan mustahil lidah tiba-tiba memahit. Sebab tingginya kebutuhan cairan yang tidak terpenuhi dapat mereduksi pasokan cairan pada berbagai kelenjar (termasuk kelenjar air liur).

    Pengaruh penyakit tertentu.

  3. Gigi berlubang.

    Plak dan gigi busuk menunjukkan bahwa aktivitas mikroorganisme di dalam rongga mulut. Mungkin di awal-awal, keadaan ini tidak akan jelas sebab rasa sakitnya lebih nyata tinggi dari sekedar rasa pahit di lidah. Bakteri yang bersarang di dalam gigi yang berlubang bisa turut mempengaruhi pH mulut sehingga penyakit ini nyatalah ke permukaan.

  4. Morning sickness.

    Pahitnya mulut saat hamil juga erat kaitannya dengan gejala morning sickness. Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti yang mengaitkan antara morning sickness dan lidah yang terasa pahit saat hamil, namun diduga hal tersebut dipengaruhi oleh hormon kehamilan yang membuat adanya gangguan indra pengecap.

  5. Penyakit asam lambung.

    Penyakit ini lebih populer di antara masyarakat sebagai GERD (gastroesophageal reflux disease). Keadaan yang terjadi dimana naiknya asam lambung dan enzim pencernaan lainnya dari lambung ke kerongkongan (esofagus). Refluks asam lambung disebabkan oleh melemahnya otot bagian bawah kerongkongan yang berfungsi sebagai sekat untuk menjaga agar makanan dan asam lambung tidak naik ke atas (kerongkongan). Sudah barang tentu, saat pH saluran di bawah lidah (kerongkongan) menjadi asam otomatis pH mulut juga menjadi asam. Biasanya keadaan ini dipengaruhi oleh makanan yang berminyak, kekurangan air, tidur sambil makan dan penyakit lambung lainnya.

  6. Organ penciuman bermasalah.

    Ada hubungan yang intens dan berkelanjutan antara indra penciuman dan pengecap. Misalnya saja, saat hidung lagi mampet atau flu, rasa di lidah saat mengecap makanan menjadi kurang enak sehingga nafsu makan menurun. Jadi, hubungan timbal-balik antara kedua organ ini bisa saja mempengaruhi kinerja yang lainnya. Gejala penyakit yang dialami oleh hidung bisa merembes membuat lidah mengecap makanan pahit adanya.

  7. Penyakit akut dan kronis lainnya.

    Pada dasarnya, hampir semua penyakit, baik akut maupun kronis bisa memahitkan lidah. Ini adalah salah satu gejala yang terakumulasi saat seseorang sedang mengidap penyakit tertentu. Kecenderungan ini biasanya turut memicu pasien kurang nafsu makan. Seorang yang sedang sakit mengalami dehidrasi sehingga produksi kelenjar di berbagai lini turut ditekan. Penyebabnya adalah cairan tubuh dan sel-sel darah sedang dikonsentrasikan untuk menyembuhkan bagian yang sakit. Terlebih lagi saat pasien sedang dalam terapi obat-obatan yang intensif dan berkelanjutan. Proses pencernaan obat dengan konsentrasi tinggi akan menarik elektrolit dari berbagai bagian tubuh (termasuk kelenjar ludah) sebaagai pelarut. Minimnya air ludah jelas bisa membuat mulut menjadi pahit.

    Faktor kebiasaan.

  8. Mengonsumsi makanan terus-menerus (berlebihan).

    Pernahkah anda makan secara terus-menerus? Tarok saja contohnya adalah mengonsumsi cemilan, apa yang terjadi ketika konsumsi terlalu banyak? Jelaslah bahwa ini menimbulkan rasa bosan dimana semuanya itu berawal dari rasanya yang semakin tidak enak. Perlu anda ketahui bahwa makanan di dalam saluran pencernaan membutuhkan pelarut (misal elektrolit, getah lambung, enzim-enzim dan lainnya). Pelarut ini diambil dari cairan tubuh khusus organ pencernaan yang memiliki cadangan dalam jumlah tertentu.

    Saat kita memakan sesuatu secara berlebihan maka pelarut tersebut (cairan elektrolit) akan ditarik sebanyak yang diperlukan dari bagian tubuh yang lain. Salah satu alternatifnya adalah dalam kelenjar air ludah, salah. Otomatis tingginya sinyal akan kebutuhan elektrolit di dalam lambung akan mendorong getah air liur berkurang sehingga mulut miskin ludah. Mulut yang agak kering inilah yang membuat rasa makanan tidak lagi enakan karena lidah mengecap segala yang dimakan pahit adanya (kurang sedap).

  9. Mengonsumsi suplemen multivitamin

    Orang dengan kebutuhan khusus (misalnya mereka yang sedang dalam masa penyembuhan, Ibu hamil dan lainnya) diwajibkan memasok kebutuhan nutrisi termasuk vitamin dan mineral. Sayang, salah satu efek samping suplemen farmasi yang mengandung zat besi adalah menyebabkan mulut menjadi terasa pahit. Di sisi lain keadaan ini bisa juga disebabkan oleh cairan tubuh yang ditarik dari berbagai tempat untuk mencerna suplemen tersebut. Keadaan ini jelas membuat rongga mulut miskin air liur sehingga apa-apa dirasa ada pahit-pahitnya oleh lidah.

  10. Mengonsumsi obat

    Setiap obat farmasi yang kita konsumsi biasanya selalu memiliki manfaat nyata tetapi ada pula dampak negatifnya. Dalam beberapa kasus, efek samping obat tertentu dapat menyebabkan lidah terasa pahit (misalnya anti-tiroid, sediaan Zinc (seng), antibiotik, dan obat syaraf lainnya). Pada dasarnya, kekuatan obat yang menyebabkan aroma pahit di mulut tidak berlangsung lama dan akan hilang dengan sendirinya. Seperti dalam beberapa jenis konsumsi lainnya dimana terjadi penarikan cairan dari berbagai tempat untuk mencerna obat. Keadaan yang memahitkan ini bisa juga ditimbulkan oleh menipisnya cadangan elektrolit dalam kelenjar air ludah karena telah dikirim ke saluran pencernaan.

  11. Mengisap rokok.

    Merokok jelas merusak otak sebab orang yang melakukannya telah menghilangkan fungsi otak untuk berpikir sehingga membuat seseorang lupa minum. Zat candu saat merokok bisa saja membuat pasien berpikir bahwa dirinya sehat padahal tubuhnya sedang kekurangan cairan tetapi informasi tersebut bias. Zat-zat kimiawi berbahaya di dalam batangan rokok bisa saja menghambat dan menggagalkan informasi seputar rendahnya cairan tubuh sehingga pasien tidak haus. Jelaslah bahwa keadaan ini bisa membuat air ludah menipis sehingga mulut terasa pahit. Lagi pula sisa asap dan zat kimia rokok bisa saja masih menempel di dalam rongga mulut.

  12. Mengonsumsi alkohol.

    Tidak hanya rokok saja yang membuat seseorang lupa segala sesuatu, minuman beralkohol juga bisa melakukannya. Amnesia sesaat inilah yang membuat seseorang memilih minum tuak untuk melupakan masalah yang sedang dihadapinya. Nyatanya, semua itu hanya sementara sedang kesusahan hati akibat persoalan hidup yang dihadapi akan kembali mencuat seiring dengan kembalinya kesadaran.

    Dalam bagian yang lainnya, pencernaan alkohol membutuhkan pelarut yang memadai. Saat seseorang sedang mengonsumsinya secara berlebihan, ada kemungkinan berbagai kelenjar dalam tubuh akan memberikan kontribusinya menuju organ pencernaan makanan. Dikirimnya elektrolit air liur ke tempat lain jelas mengurangi jumlah air ludah yang diproduksi sehingga mulut pahit adanya.

  13. Mengonsumsi narkoba.

    Pernahkah terbayangkan dalam benak anda, “mengapa orang yang mengonsumsi narkoba menjadi kurus?” Itu jugalah alasan beberapa orang yang ingin langsing dengan cepat dengan mengonsumsi narkoba. Sebab obat-obatan yang satu ini lagi-lagi menimbulkan amnesia sementara. Memang jelas selama hidup di dunia ini, masa lalu perlu dilupakan tetapi kelupaan yang ditimbulkan narkoba dapat meluas (lupa segala-galanya). Orang tersebut bisa saja lupa minum sehingga cadangan elektrolit dalam kelenjar air liur sangat tipis. Produksinya pun dipastikan akan menurun di bawah ambang batas normal yang membuat mulut terasa pahit.

  14. Menghirup zat berbahaya.

    Orang yang sering menghirup zat yang mengandung merkuri atau pun timbal membuat mulut berubah menjadi terasa pahit. Jadi, hindari menghirup asap dari aktivitas pembakaran, misalnya asap rokok, pembakaran sampah dan lain-lain. Keadaan ini bisa saja terjadi karena dibutuhkan lebih banyak senyawa elektrolit untuk mencarna zat-zat tersebut di dalam tubuh. Salah satu lumbungnya yang terdapat di dalam kelenjar air liur akan dikuras lalu dikirim ke paru-paru dan organ lainnya yang membutuhkan. Jika berbagai zat berbahaya ini tersaturasi dalam darah dan cairan tubuh lainnya, bisa juga membuat lidah memahit.

  15. Kurang minum air.

    Air sangatlah penting bagi kehidupan sebab sekitar tujuh puluh persen dari tubuh kita terdiri dari air. Bisa dikatakan bahwa air lebih banyak dibutuhkan daripada makanan. Orang yang sedang dehidrasi membuat badannya kehilangan banyak cairan penting sehingga beresiko sakit kepala, pingsan hingga kematian. Sayang, beberapa orang sering melupakan rutinitas ini karena sibuknya pekerjaan yang menunggunya. Padahal, kebiasaan buruk lupa minum air dapat menyebabkn gangguan kesehatan yang beragam salah satunya adalah mulut terasa pahit.

  16. Kurang mengonsumsi air garam manis.

    Air yang rasanya ada manis-manisnya ini merupakan suatu mineral ajaib yang multifungsi bagi kesehatan manusia. Lidah yang terasa pahit bisa saja disebabkan oleh kadar elektrolit tubuh yang menurun (kekurangan garam) sehingga nutrisi air liur tidak adekuat. Komposisi air ludah yang tidak adekuat ini bisa saja menimbulkan gejala penyakit pahitnya mulut.

  17. Terlalu sering meludah.

    Ada orang yang terbiasa membuang air liurnya, apakah dirinya tidak paham betapa pentingnya air liur itu? Membuang-buang ludah sama dengan mencampakkan nutrisi yang harusnya bisa menyehatkan. Anda akan terasa kenyang hanya dengan menelan air liur sendiri. Namun beberapa orang mulai lupa dengan aktivitas ini seiring dengan padatnya jadwal tugas (baik tugas kerja, sekolah maupun kuliah). Sadarilah bahwa terlalu sering membuang ludah bisa jadi membuat mulut pahit.

  18. Belum menggosok gigi.

    Membersihkan rongga mulut merupakan salah satu cara membuang sisa-sia makanan yang masih nyangkut. Mikroorganisme yang adalah flora normal di dalamnya akan dengan senang hati memfermentasi sisa cemilan anda. Bakteri akan bergembira tetapi menyakitkan bagi tubuh karena dapat mengubah pH permukaan. Biasanya, perubahan derajat keasaman inilah yang membuat rasa pahit di mulut (rasa aneh lainnya).

Mulut yang terasa pahit jelas membuat kita kurang nyaman saat beraktivitas terutama ketika mengonsumsi sesuatu. Kelenjar air liur merupakan penghasil cairan yang kaya dengan elektrolit yang membuat rongga mulut terasa ada manis-manisnya. Gejala penyakit yang satu ini biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya karena tubuh sedang kekurangan cairan (dehidirasi), tingkat keasaman mulut berubah, bahan kimia obat penetrasi ke dalam air liur dan lain sebagainya. Selama kita mampu mencegah dan mengantisipasi hal tersebut maka selama itu pula terhindar dari rasa yang memahitkan lidah. Oleh karena itu, jaga asupan cairan, rajin menenggelamkan ludah dan selalu aktif bersih-bersih pada area tersebut agar permukaannya tetap sehat.

Salam, Kepahitan tidak hanya di dalam hati,
Mulut memahit makanan terasa basi,
Jaga asupan cairan tetap lestari
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.