Gado-Gado

+10 Perbedaan & Persamaan Malaikat Dan Iblis – Planet Tempat Pemurnian Sedang Yang Layak Akan Masuk Sorga (Matahari)

Perbedaan & Persamaan Malaikat Dan Iblis – Planet Adalah Pemurnian Sedang Yang Layak Akan Masuk Sorga (Matahari)

Semua yang ada dari, oleh dan untuk kemuliaan nama Tuhan

Segala sesutu yang ada di bumi sampai alam semesta ini adalah dari, untuk dan oleh Allah. Awalnya, “dari Dialah seluruh ciptaan.” Semuanya itu diciptakan-Nya “untuk kemuliaan nama-Nya.” Sedang segala sesuatu yang ada di bumi tempat kita bermukim adalah berlangsung “oleh seizin Tuhan.” Kehidupan kita hanya untuk melaksanakan pekerjaan yang telah dipercayakan Yang Maha Kuasa kepada tiap-tiap pribadi. Pekerjaan tersebut bukan hanya orang yang berprofesi sebagai hamba atau pelayan gerejawi saja, melainkan termasuk juga petani, peternak, pedagang, karyawan, PNS, blogger dan lain sebagainya.

Masih banyak bumi yang lain di luar sana

Sekalipun berbeda profesi, setiap manusia adalah sama di hadapan Sang Pencipta. Dialah yang menciptakan segala sesuatu seperti ini, berbeda-beda fungsi tetapi semuanya bersatu padu dalam kebersamaan untuk memuliakan nama-Nya. Seperti matahari, bumi, bulan (bumi yang lain) dan bintang (bumi yang lain) letaknya sangat berjauh-jauhan tetapi berada dalam satu sistem yang disebut tata surya. Harap diketahui bahwa pada bagian ini kami ingin menegaskan bahwa “bulan tidak mengelilingi bumi tetapi mengelilingi matahari.” Mengapa kami berkata demikian, sebab bumi tidak memancarkan energi apa-apa yang membuatnya mampu memaksa apa pun untuk tunduk di bawahnya (mengorbit).

Awas kapitalis berpotensi memuliakan diri sendiri

Di bulan ada manusia seperti kita yang memiliki masalah yang sama yakni “multikapitalisme yang memuliakan dirinya sendiri.” Inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara malaikat sorga dengan iblis, yang berasal daripada Allah akan memuliakan Sang Khalik sedangkan yang asalnya dari iblis akan mengambil seluruh kemuliaan itu untuk dirinya sendiri. Jadi, berhati-hatilah dalam hidup anda, sebab “segala pujian dan hormat, kemuliaan dan kuasa bagi Tuhan sampai selama-lamanya.” Selalu rendahkan hati dan menyangkal diri, jangan biarkan iblis menghasut anda untuk merasa hebat, terhormat dan terpuji.

Bumi adalah lahan ujian sedang yang lulus akan memasuki firdaus (matahari)

Harap diketahui bahwa bukan hanya ada satu bumi dan alam semesta ini telah berlangsung lebih lama dari umur bumi yang dicatat oleh sejarah manusia. Sorga berada di pusat alam semesta, yaitu matahari sedangkan planet-planet di sekitarnya adalah lahan pengujian iman. Setiap orang yang lulus dari ujian godaan iblis akan dilayakkan untuk menjadi malaikat dan diam bersama-sama dengan Allah di dalam firdaus. Si jahat juga memiliki anak-anak duniawi yang sangat cinta dengan kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang mencoba mempengaruhi setiap orang percaya. Oleh karena itu, kuatkanlah hati kawan, jaangan biarkan kecanduan akan materi dan kemuliaan menahan langkah kaki kita menuju sorga.

Ada tiga pencobaan umum yang terjadi selama hidup kita, yaitu, godaan materi, kemuliaan dan keinginan untuk mencobai Allah (Lukas 4:1-13). Kita memang butuh materi tetapi kecanduan terhadap kenikmatan duniawi merupakan penghalang untuk masuk dalam kerajaan sorga. Sesama manusia bisa saling menghormati tetapi jangan ketagihan dengan penghormatan dan penghargaan dari orang lain. Biasanya orang yang ketergantungan pada keduniawiaan akan berupaya meraihnya lebih banyak lagi sampai kebablasan melegalkan segala cara: melakukan intimidasi, menakuti, menggertak, mengganggu dan lainnya. Hasrat akan hal-hal duniawi yang sangat besar juga bisa membuat manusia merasa berhak memaksa Allah untuk memenuhi hawa nafsunya. Saat kita tidak terjerat oleh godaan ini, niscaya di akhir zaman semoga kita layak memasuki pintu sorga di akhir zaman.

Perbedaan dan persamaan malaikat dan iblis

Hasutan akan kemuliaan kerap kali terdengar di telinga kami yang mengatakan “kamu itu, kamu ini, kamu semuanya!” Berhati-hatilah kawan, ini adalah salah satu cara setan untuk menghasut kita agar memuji dan bangga dengan diri sendiri. Tetapi, janganlah takut dengan kehadirannya sebab Roh Tuhan yang ada di dalam kita lebih kuat daripada segala kekuatan duniawi (termasuk iblis). Lagipula Tuhan Yesus Kristus telah membelenggunya sewaktu Ia masuk ke dalam kerajaan maut selama lebih kurang 3 hari berturut-turut. Kekuatan si jahat yang ada di sekitar kita saat ini hanyalah berupa provokasi dan hasutan untuk berbuat fasik dan menipu.

Berikut akan kami utarakan persamaan dan perbedaan antara iblis dengan malaikat.

Persamaan keduanya.

  1. Sama-sama ciptaan Tuhan.

    Keduanya adalah ciptaan Tuhan tetapi bukan dari hasil sandiwara seperti yang sering sekali kita lihat di televisi dimana sutradara menciptakan sendiri tokoh baik dan tokoh jahatnya. iblis memang ciptaan Tuhan tetapi niat hatinya yang memuliakan dirinya sendiri jelas adalah pilihannya (bukan karena diperintahkan atau disandiwarakan). Harap dipahami bahwa Yang Maha Mulia tidak membentuk si jahat secara sengaja melainkan dia sendirilah yang menjadi sesat oleh hawa nafsu syarat arogansi. Daripada setia dan taat kepada Yang Maha Bijaksana, dia lebih memilih untuk memisahkan diri lalu membangun dinastinya sendiri di antara manusia.

  2. Mereka ada di sekitar kita.

    Malaikat adalah makhluk sorgawi tetapi mereka bisa diutus ke bumi untuk melakukan kehendak Allah. Mereka bisa saja ada di sekitar kita untuk maksud dan tujuan tertentu tetapi kita tidak memahami hal tersebut [seperti dalam kisah “Tindakan Elisa dalam peperangan melawan Aram (II Raja-Raja 6:8-23)” serta “Keledai Bileam dan Malaikat Tuhan (Bilangan 22:21-35)”]. Harap diketahui agar kita tidak gentar terhadap si jahat sebab Roh yang ada pada kita lebih kuat dari kekuatan dunia ini. Tentu saja kekuatan tersebut bukan untuk dipamerkan agar kita bisa memuji diri sendiri, sebab dengan berlaku demikian, kita sama jahatnya dengan iblis.

    Harap dipahami bahwa sekitar kita maksudnya adalah hanya malaikat saja (di luar diri kita) sedangkan iblis adanya di sekitar pikiran/ di dalam hati. Anda janganlah salah pemahaman seperti halnya yang ditunjukkan di film-film dimana setan memiliki wujud yang menakutkan dan berjalan di sekitar kehidupan manusia. Melainkan dia telah diikat (fisiknya, ular tua) di dalam kerajaan maut oleh Yesus Kristus sehingga wujudnya hanya mempengaruhi pikiran.

  3. Kita tidak dapat melihatnya.

    Manusia jelas tidak bisa membedakan kedua makhluk ini sebab kita masih hidup dalam tubuh dan pikiran yang fana. Hanya sesekali saja Allah memperlihatkan keberadaan malaikat kepada manusia sekali pun mereka ada di sekitar kita. Walau pun demikian, kita dapat membedakan mereka dari tujuannya, makhluk sorgawi akan mengarahkan anda untuk memuliakan Sang Khalik sedang si jahat mengarahkan anda untuk memuliakannya (memuji/ membanggakan diri sendiri).

  4. Sama-sama bisa menghasut atau memprovokasi.

    Keduanya sama-sama bisa merasuk ke dalam pikiran untuk mempengaruhi manusia maupun binatang. Tetapi selama Roh Allah ada di dalam mu, akan dimampukan membedakan kekuatan provokasi antara yang baik dan yang jahat tersebut. Perkuatlah keberadaan Roh Allah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya.

    Si jahat bisa mempengaruhi manusia untuk menakuti dan melemahkanmu lewat sikap mereka yang kurang baik. Sadarilah bahwa BUKAN MANUSIANYA MUSUH ANDA TETAPI IBLIS DI DALAM PIKIRANNYA. Jadi, saat ketakutan mencoba menguasaimu lewat orang-orang di sekitar, doakanlah mereka agar bertobat dan bersahabatlah dengan si musang berbulu domba itu, Niscaya jika anda hadir dalam hidupnya, si jahat yang menguasai pikirannya akan berangsur-angsur undur darinya.

    Si jahat juga bisa menguasai pikiran hewan-hewan di sekitar anda. Tetapi jangan kuatir, sekali lagi JANGAN TAKUT! Sebab Roh Tuhan yang ada padamu sanggup mengimbangi bahkan menekan kekuatan dunia ini, termasuk dari hewan di sekitar kita. Ini sama halnya juga dengan manusia yang pikirannya dikuasai oleh si jahat, jangan memusuhi hewan yang otaknya dikuasai iblis dengan membunuhnya. Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa bersahabatlah dengan musang berbulu domba itu. Terkecuali, anda butuh daging dan ingin memakannya pula.

    Perbedaan antara keduanya.

    (Yohanes 8:44) Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

  5. Pendusta ulung.

    Tujuan utama penipuan adalah demi uang (materi lainnya) dan kekuasaan yang besar. Saat di dalam diri ini ada tujuan untuk melakukan tipu muslihat demi menginginkan kemuliaan dan kenikmatan duniawi, sadarilah bahwa kita telah terprovokasi oleh si jahat. Inilah kemampuan iblis untuk mempengaruhi manusia, yang lebih parahnya adalah politik konspirasi manipulasi yang dilakukan oleh banyak orang untuk meninggikan diri dengan memaksa maju harkat dan martabat yang diperoleh.

    Bagaimana dengan sandiwara? Sandiwara bukan dosa kalau semua orang tahu bahwa itu adalah sandiwara. Pekerja di dunia sandiwara juga tidak salah dengan aktivitasnya, hanya saja pendapatan yang besar menimbulkan efek berkelanjutan. Padahal Tuhan telah berpesan untuk “mengasihi sesama seperti diri sendiri.” Kemewahan justru akan memupuk tingginya ego dan sikap individualisme.

    Malaikat adalah makhluk sorgawi yang lurus hatinya dan tidak berdusta. Artinya, apa yang ada di dalam pikirannya itu juga yang keluar daripadanya. Ia pun selalu mengeluarkan perbendaharaan firman yang tepat pada waktu dibutuhkan (tidak menyimpang dari kebenaran).. Sedang kita sebagai manusia harus mendekati kelurusan hati tersebut sekali pun kebohongan sering sekali menyelingi pikiran. Salah satu cara terbaik untuk mencapai kelurusan hati itu adalah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan.

    Cara lainnya untuk tidak menjadi pendusta adalah jangan biarkan arogansi (dosa Adam dan Hawa) menguasai kehidupan kita. Selalu berupaya untuk menyetarakan diri dengan orang lain sebab niat untuk menjadi lebih baik atau lebih unggul bisa dicapai dengan melakukan tipu daya. Praktek manipulasi akan dihalalkan semata-mata untuk mencapai taraf hidup yang lebih hebat.

  6. Tidak hidup dalam kebenaran.

    Si jahat selalu berupaya menjauhkan kita dari kebenaran yang hakiki. Kebenaran paling medasar ada dua, yaitu mengasihi Allah seutuhnya dan sesama seperti diri sendiri. Si iblis sama sekali tidak melakukan kedua hal ini sebab yang ada di dalam dirinya adalah muliakanlah aku dan aku lagi aku. Setan tidak memiliki belas kasihan kepada sesama manusia, maksud hatinya adalah bagaimana agar seseorang jatuh dengan meninggikan dirinya sendiri. Berhati-hatilah, dia juga bisa memprovokasi kita untuk lebih suka bersungut-sungut menyalahkan Yang Maha Tinggi, orang lain dan diri sendiri atas berbagai hal. Keinginan daging yang lebay dan sesat merupakan beberapa ciri khas bahwa si jahat sedang mencoba menguasai manusia. Namun orang yang kuat hatinya dan selalu fokus kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian) pasti akan dimampukan untuk bertahan.

    Malaikat tentu saja hidup dalam kebenaran sebab mereka berada di dalam kerajaan sorga. Mereka patuh dan taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah sesuai dengan firman Tuhan. Seperti yang kita bisa baca di Kitab Wahyu dimana aktivitas penghuni sorgawi adalah memuji-muji Tuhan maka bisa dikatakan bahwa “Cara mendatangkan kerajaan sorga di tengah-tengah kita adalah dengan senantiasa memuliakan Allah di segala waktu.”

  7. Pembunuh manusia.

    Seperti kata Tuhan Yesus Kristus bahwa marah adalah salah satu cara tercepat membunuh sesama (Matius 5:21-22). Demikian juga saat kita menuduh sana-sini jahat, itu adalah pembunuhan lewat perkataan. Pada dasarnya, sikap yang pemarah dan suka menuduh merupakan ciri khas dari menghakimi. Sadarilah bahwa Tuhan tidak menciptakan kita untuk saling menghakimi di bumi ini, hanya anak-anak iblislah yang suka membunuh sejak dari awal (Kain membunuh Habel).

    Tentu saja malaikat tidaklah membunuh manusia tetapi dalam beberapa momen yang melibatkan peperangan besar mereka berperan penting mengacaukan. Tentu saja yang dikacau-balaukan oleh makhluk sorgawi adalah penjahatnya bukan orang benar. Seperti saat tentara raja Asyur dikacau-balaukan bala tentara sorga di luar tembok Yerusalem (Selengkapnya baca II Raja-Raja 19:1-27).

    Sadarilah bahwa kekuatan/ muzizat yang menyertai kita seimbang agar kita tidak menyombongkannya. Saat orang-orang jahat di sekitar kita terlalu kuat, berharaplah kepada Tuhan niscaya bala tentara sorga akan menahan imbang keberadaan mereka. Ingatlah bahwa kekuatan yang terlalu dahsyat belum dinyatakan karena musuh di sekitar kita masih dalam jangkauan kekuatan manusia (masih bisa kita hadapi sambil tetap bersahabat dengan musang berbulu domba). Jika memang, mereka sudah sangat kuat menghimpit kita, niscaya Tuhan pun akan mengutus kekuatan yang setara untuk menghalau mereka. “Selama Tuhan belum mengirimkan malaikat-Nya maka selama itu pula, kita bersama Roh Kudus telah diberi kekuatan untuk menghadapi lawan-lawan di sekitar dengan berkawan.” Hanya saja kiranya kita tetap cerdik tapi tulus dalam bersikap.

  8. Berkata atas kehendaknya sendiri.

    Makhluk yang berbicara ats kehendaknya sendiri adalah iblis sebab perkataannya tidak jauh-jauh dari keinginan untuk dimuliakan. Dia tidak berbicara atas nama kebenaran melainkan berkata-kata membelokkan kebenaran itu sehingga terjadilah perbantahan, pertengkaran dan peperangan. Perselisihan dan konflik yang terjadi dimana-mana merupakan salah satu bentukan dari pengaruh si jahat yang sukses besar.

    Kami juga, dalam blog ini berkata-kata menurut kehendak sendiri sebab apa yang kami tuliskan tidak semuanya benar. Dalam hal pengetikan saja terkadang kami salah. Mungkin saja teori yang kami ajukan juga akan ditolak beberapa tahun yang akan datang sehingga terbukti kesalahannya. Oleh karena itu, kami berharap agar para pembaca selektif dan kritis memahami tulisan ini.

    Malaikat selalu berkata-kata seturut firman Tuhan. Mereka selalu berada dalam ranah kebenaran sebab itulah sumber kekuatan (air dan roti kehiduan – bacalah kitab Yohanes) dan kebahagiaannya (Yesaya 56:2). Mereka juga sebelumnya adalah manusia seperti kita (manusia biasa di planet entah-berantah) namun telah teruji kemurnian hati dan sikapnya kepada Tuhan sehingga layak berevolusi secara fisik menetap dalam kerajaan sorga.

  9. Memuliakan dirinya sendiri (memuji dan membanggakan diri sendiri).

    Tidak ada malaikat yang memuji dirinya sendiri. Selama perjumpaan antara makhluk sorgawi tidak ada yang menyuruh manusia untuk memuliakan dirinya melainkan menyarankan untuk memuliakan Allah. Ini adalah perbedaan mendasar yang tidak dimiliki iblis. Seperti ada tertulis.

    (Hakim-Hakim 13:16) Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Sekalipun engkau menahan Aku di sini, hidanganmu itu tidak akan Kumakan. Tetapi jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran, persembahkanlah itu kepada TUHAN.” Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.

    Tetapi, apa yang dikatakan oleh iblis saat mencobai Tuhan Yesus Kristus di padang gurun, berikut kata firman.

    (Matius 4:9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

    Jadi, dari ulasan di atas dapat kita simpulkan bahwa makhluk sorgawi mengarahkan manusia untuk menyembah/ memuliakan Allah sedangkan iblis menyuruh manusia untuk memuliakan dirinya. Harap diketahui bahwa tubuh kita ini dari tanah yang berada dalam kuat-kuasa iblis. Itulah mengapa alam bawah sadar manusia dikuasai oleh perbuatan daging yang penuh kejahatan. Sehingga satu-satunya cara untuk menekan pengaruhnya adalah dengan melakukan hal-hal yang benar. Yaitu mengasihi Allah (fokus Tuhan) dan mengasihi sesama baik lewat pekerjaan maupun pelajaran.

    Masalahnya sekarang adalah, apakah kita tidak boleh saling menghargai dan menghormati satu sama lain? Tentu saja hal ini diperbolehkan bahkan sangat dianjurkan. Lagipula di dalam hukum Taurat ada poin tentang “hormatilah ayah dan ibumu, berikut firman-Nya.

    (Keluaran 20:12) Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

    Jadi jelaslah bahwa kita wajib hormat-menghormati kepada orang yang selama ini menjadi ibu dan ayah kita. Sedang Tuhan Yesus Kristus mengatakan bahwa ayah dan ibu kita adalah saudara-saudara seiman. Jadi, hormat-menghormatilah antara sesama orang percaya bahkan terhadap semua orang juga. Seperti ada tertulis.

    (Matius 12:48-50) Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

  10. Wujudnya di dalam (kerajaannya di dunia ini) dan di luar diri kita (kerjaannya di sorga).

    Anda harus mengetahui persis bagian ini dan jangan sampai salah kaprah ke dapannya. Ketahuilah bahwa iblis tidak memiliki wujud seperti setan-setan yang digambarkan di televisi dan film layar lebar. Sekali pun ada di sekitar kita yang pernah melihat hantu, itu hanya halusinasi karena dehidrasi atau pengeruh zat-zat toksik lainnya (CO). Jadi, camkanlah bahwa si jahat bisa menguasai sebatas pikiran saja. Oleh karena itulah kami berpesan kepada anda seperti halnya Tuhan Yesus Kristus yang mengatakan “kasihilah musuhmu!” Sebab bukan seluruh tubuhnya yang jahat melainkan hanya pikirannya yang berhasil disesatkan oleh iblis. Semoga saja saat kita bisa berkawan dengan mereka maka muncullah kesadaran dan perubahan.

    Di sisi lain, kemampuan kita untuk tetap cerdik tetapi tulus semakin ditingkatkan saat mampu berkawan dengan orang yang imannya masih belum mantap (musang berbulu domba). Semua keadaan ini mampu meningkatkan kecerdasan intelektuak, emosional dan spiritual yang dimiliki.

    Malaikat memang bisa memprovokasi kita lewat bisikan atau mimpi seperti yang terjadi saat raja Ahab meminta petunjuk kepada para nabinya (Selengkapnya baca I Raja-Raja 22:1-40). Namun pada banyak penglitan nyata, malaikat Tuhan berwujud seperti manusia dan badannya/ pakaiannya memancarkan cahaya. Mereka adalah balatentara sorga yang siap memerangi kekuatan jahat yang sudah tidak mampu dihadapi oleh orang percaya. Oleh karena itu berharap dan berlindunglah kepada Allah dalam setiap nafas hidup ini (Yesaya 31:1).

  11. Yang dirasuki malaikat ke jalan yang benar – dirasuki setan ke jalan yang salah.

    Apa pun rupa makhluk yang ada di sekitar kita, kenali mereka dari buah-buah perbuatannya. Apakah mereka mengarahkan kita pada kebenaran yang tidak jauh-jauh dari nilai firman? Atau jangan-jangan diarahkan kepada keberdosaan secara perlahan-lahan tetapi pasti menjadi jahat. Oleh karena itu, bedakan segala sesuatu berdasarkan buah-buah sikap yang ditunjukkannya. “Tidak ada makhluk sorgawi yang menyuruh manusia untuk melanggar hukum Taurat dan tidak ada setan yang menganjurkan manusia untuk mengejar kebenaran hakiki.” Jadi, setelah kami paparkan perbandingannya, berharap para pembaca sekalian mengetahui dasar perbedaan keduanya.

(Efesus  6:12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Jangan takut apabila merasakan kekuatan iblis di sekitar kita, bersahabatlah dengan mereka. Sadarilah bahwa bukan manusia atau hewan yang menjadi musuh kita melainkan si jahat yang menguasai pikiran mereka. Saat kita memusuhi mereka, justru kuasa si jahat itu akan semakin besar menyelimutinya sehingga bisa saja kehilangan kemanusiawiaannya lalu berlaku keji. Akan tetapi, saat kita bersahabat dengan mereka, moga-moga Roh yang bersama-sama dengan kita mampu mempengaruhi mereka sehingga sikapnya lama kelamaan membaik. Bukankah semuanya ini akan menjadi latihan bagi kita untuk semakin cerdik berpikir namun tetap tulus bersikap dari waktu ke waktu? Di atas semuanya itu, jagalah hati ini kawan, waspadalah kalau-kalau sempat terdengar suara untuk memuji dan membanggakan diri sendiri. Jangan sampai anda fokus hingga ketergantungan dengan kemerduannya. Sadarilah bahwa ini adalah salah salah satu ajakan iblis agar kita memuliakan diri sendiri. Jangan terpengaruh, melainkan muliakanlah Tuhan (fokus Tuhan) di dalam seumur hidup kita!

Salam,
Ada kekuatan jahat yang berusaha mempengaruhi,
Jangan takut Roh Tuhan ada dalam diri ini,
Tetap benar dalam pencobaan misteri,
Hindari memuliakan diri sendiri
!

2 replies »

  1. Tulisan ini..sama seperti pengalaman saya 2 hari belakangan ketika bentrok dg istri sy..akan tetapi sudah baikan kembali. Tulisan ini sy yakin bukan dari pandangn theologis tetapi mungkin dari pengalaman pribadi dan mendapat guncangan dan cobaan kemudian tetap hidup dalam “kasih” (fajar dan terbenamnya matahari) dan dimampukan untuk bertahan. O..iya ni pengalaman sy ketika hidup dalam” kasih” (fajar sampai terbenamnya matahari untuk bertahan sabar, murah hati, lemah lembut…) dn berlangsung lama shngga pd suatu hari ketika ada orang yg marah berlebihan kepada sy, sy seperti merasakan ada suatu seperti roh atau wujud orang itu yg keluar dari dalam dirinya untuk menyerang sy tpi sy tidak merasa takut sedikitpun. Dn pngalaman lainnya ketika sy melakukan “kasih” dan memang berat tekanannya dan jiwa menderita sperti mau mati tidak bisa, hidup tak mampu tetapi mrsakan spertinya ada jalan keluar dari stiap persoalan. Mau menangis tidak bisa tapi menangispun air mata tidak keluar… terkadang air mata keluarpun cuma sebelah mata. Sy meminta terima kasih buat artikel2 yg sy baca bahwa ternyata pemahamanny sperti atau mirip yg sy alami. Terima kasih buat pencerahannya

    Disukai oleh 1 orang

    • Terimakasih kembali teman. Kami menyadari betul bahwa semua yang ditulis ini hanyalah hal-hal murahan yang tidak berharga. Kami percaya agar anda dapat menyusunnya kembali untuk dapat memberi arti bagi kehidupan sendiri.
      Salam jumpa lagi….

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.