Kesehatan

+10 Penyebab Jantung Berdebar, Mengapa Jantung Deg-Degan (Aritmia)

Alasan Jantung Deg-Degan, Faktor Yang Mempengaruhi Jantung Berdebar-Debar (Aritmia)

Kondisi tubuh yang prima adalah tangga pertama menikmati hidup.

Kesehatan adalah sangat penting. Bahkan bisa dikatakan bahwa menjadi sehat lebih penting dari uang sebesar apa pun. Itulah yang membuat banyak orang tajir berdompet tebal rela mengeluarkan harga sebesar apa pun demi membuat dia dan keluarganya bebas dari penyakit. Sebab kehidupan tanpa kesehatan adalah tekanan yang sangat berat sebab banyak hal baik yang ada di sekitar tidak bisa dinikmati semaksimal mungkin. Jelaslah bahwa tidak ada satu orang pun dari kita yang tidak ingin tersakiti. Walau sudah berusaha sebaik-baiknya untuk menjaga kesehatan, masih saja ada kesempatan dimana mental atau fisik ini mengalami guncangan berat. Di saat-saat seperti itu hanya keikhlasan hati dan rasa syukur kepada Tuhan yang melegakan hati.

Secara pikiran – mental (rohani)

Satu sisi sehat dapat dinilai dari kondisi mental. Mereka yang secara psikis baik, kondisi kejiwaannya stabil sakelipun tergadi gelombang masalah dari yang kecil sampai besar di sekitarnya. Orang yang memiliki tingkat kesabaran besar sangat tangguh menghadapi kemelut kehidupan yang mengundang emosi. Ego yang dapat dikendalikan membuatnya mampu terbiasa hidup bersama-sama dengan orang berbeda kepentingan. Niat hati yang benar dan lurus membuatnya semakin matang dalam bersikap dengan penuh semangat. Jiwa yang tenang walau hidup bergelora lebih berharga dari emas bahkan dari intan sekali pun. Sebab ada banyak orang kaya yang rela membangun rumah mewah berharga selangit untuk membuat dirinya merasa tenang tetapi jiwa yang tenang tetap stabil walau sekitarnya tidak bisa dikendalikan sepenuhnya.

Secara fisik – badani (jasmani)

Sisi lainnya dari kesehatan adalah fisik yang prima. Tanpa fisik yang baik, kita tidak mampu beraktivitas seperti orang normal lainnya. Dukungan sel-sel yang dapat bekerja sesuai fungsinya merupakan kekuatan gabungan yang membuat tubuh dapat bergerak melakukan banyak hal positif. Sekali pun niat hati baik kepada sesama tetapi bila tidak diikuti dengan dukungan fisik yang memadai, semuanya itu akan menguap. Kekuatan tubuh dari tingkat sel, jaringan, organ hingga sistem organ merupakan suatu hubungan yang saling kait-mengait. Artinya, ketika satu saja bagian tubuh ini yang menderita pasti bagian lainnya turut terjerembab dalam rasa yang sama. Setidak-tidaknya otak akan mengidentifikasikan kekurang nyamanan di daerah tertentu. Mungkin salah satu kekurang nyamananan itu adalah jantung yang deg-degan.

Sekilas tentang pusat irigasi tubuh

Jantung adalah pompa yang bekerja untuk mengairi seluruh tubuh. Selain menyebarkan komponen darah, organ ini juga akan mentranser suplai nutrisi dan oksigen ke berbagai bagian. Tindak hanya di tempat-tempat besar yang penting seperti otak, mata, mulut, tangan dan kaki melainkan sampai bagian yang tak kasat mata sekali pun. Pompa otomatis ini memiliki bilik-bilik yang dibatasi oleh selaput tipis. Apabila konsentrasi, pH dan kepadatan darah meningkat atau terlalu rendah, akan terjadi gangguan jantung deg-degan, nyeri, terasa dikebat, jantung mengipas dan lain sebagainya. Biasanya, keadaan ini turut dipengaruhi oleh organ itu sendiri, aktivitas dan lingkungan sekitar dimana yang paling penting adalah asupan makanan juga minuman sehari-hari.

Pengertian (Defenisi)

Sebenarnya bahasa deg-degan atau berdebar hanyalah kalimat awam sedang dalam bahasa kedokterannya, penyakit ini sering disebut dengan jantung aritmia. Merupakan perubahan pH darah yang memicu meningkatnya kinerja jantung memompa demi menetralkannya kembali. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keadaan ini. Pada umumnya adalah perubahan pH oleh karena tingginya sisa metabolit yang di sekresi oleh sekelompok sel dalam jumlah besar (misalnya organ gerak khususnya sel-sel otot). Bisa juga disebabkan oleh kekurangan oksigen dan keracunan. Semua keadaan ini membuat darah kotor (pH lebih rendah atau tinggi dari nilai normal).  Kinerja jantung yang berlebihan secara langsung akan terasa bantingannya, tepatnya pada rongga dada sebelah kiri atas. Darah kotor akan dikirim bagai roller coaster merah ke hati untuk di detoksifikasi kemudian ke organ ginjal hingga diekskresi ke bendungan kemih .

Faktor penyebab jantung deg-degan (berdebar-debar)

Darah dan jantung adalah dua sejoli yang tidak bisa dipisahkan oleh apa pun juga, sebab jika salah satunya hilang maka yang lainnya tidak lagi berfungsi apa-apa. Kekuatan organ ini sangat ditentukan oleh dua hal penting yaitu air dan garam. Keduanyalah yang menjaga pemompaan darah dalam keadaan yang stabil. Saat darah terlalu kental, air bisa mengencerkannya. Ketika pH darah terlalu tinggi atau rendah, garam bisa menetralkannya. Jadi, bisa dikatakan bahwa dua komponen ini merupakan kekuatan yang sangat menentukan kerja pompa otomatis tersebut. Berikut akan kami jelaskan beberapa alasan mengapa jantung anda menjadi deg-degan tidak karuan.

  1. Sedang kuatir dan gelisah.

    Penyebab yang satu ini ditimbulkan oleh buruknya manajemen pola pikir. Saat pikiran terus mereka-rekakan masa depan yang adalah rahasia, bisa saja kekuatiran dan keputus asaan menghujam secara tiba-tiba. Suasana hati yang sedang tidak baik ini cenderung membuat perasaan tidak enak sehingga kurang semangat. Pada momen tertentu, kesusahan hati yang menyebar secara meluas di dalam otak akan mempersempit daya ingat. Banyaknya masalah yang menyusahkan hati membuat seseorang setengah sadar sehingga kehilangan kesadaran nafas. Biasanya orang yang sedang gelisah lupa bernafas sehingga tubuh kekurangan oksigen yang langsung berpengaruh terhadap pH darah. Instabilitas keasaman darah yang terganggu menjadi penyebab utama jantung berdebar-debar (deg-degan).

    Terkadang juga ada orang yang gelisah hatinya termenung lesu kurang aktif bergerak sehingga tubuh menjadi kaku. Sedang otot-ototnya menjadi tegang, sel-sel melepaskan lebih banyak sisa metabolit ke dalam darah lalu merubah kadar keasaman darah. Sehingga racun metabolit tersebut segera diangkut ke bagian lain (hati & ginjal) dalam kecepatan tinggi. Aliran darah malah menendang, jantung berdebar lebih cepat sehingga terasa pada dada sebelah kiri atas.

  2. Gugup (demam panggung).

    Mungkin karena belum terbiasa berada di depan umum, seseorang begitu segan melihat kerumunan yang tumpah ruah. Keadaan ini biasanya dialami oleh anak kecil atau pemuda yang baru pertama tampil di depan kelas. Alasan paling logis yang menjadi faktor pemicu jantung bisa deg-degan saat demam panggung adalah ketakutan mendadak. Orang yang sedang takut, konsentrasinya buyar sehingga melupakan hal-hal penting dalam kehidupan ini, salah satunya adalah lupa menghirup dan menghembuskan nafas. Akibatnya, dada kiri bagian atas berdebar-debar bahkan lupa mau mengatakan apa sehingga jadi malu-malu sendiri.

    Faktor penyebab lainnya dari keadaan ini adalah otot yang terlalu tegang sehingga sisa metabolisme menumpuk dalam darah lalu merubah keasamannya. pH darah yang berubah mendadak inilah yang menyebabkan pompa daging otomatis tersebut deg-degan tak karuan. Santai aja kawan, hampir semua orang pernah merasakan hal ini. Kami juga mengalami gugup ketika masih kecil. Akan tetapi, lambat laun semuanya pasti berlalu seiring dengan semakin intensnya aktivitas serupa.

  3. Tubuh kelelahan.

    Keadaan ini khususnya dialami oleh orang yang kekurangan cairan ditambah lagi kadar elektrolit tubuh rendah. Sebab cairan dan elektrolit adalah dua faktor yang sangat menentukan stabilitas keasaman darah anda. Saat mereka kelelahan jantung berdebar-debar rasanya walau pekerjaan yang dilakukan sedikit saja. Ketika otot bekerja bersama untuk melakukan sesuatu, limpah sisa metabolit yang dilepaskan di dalam darah. Keadaan inilah yang membuat keasaman darah menyimpang dari nilai normal. Sedikit saja bekerja, orang yang kekurangan garam (elektrolit) bisa merasakan jantung deg-degan.

  4. Ketergantungan obat.

    Obat farmasi tertentu atau dari jenis jamu bisa saja menstabilkan pH darah pada kadar tertentu. Saat konsumsinya mulai berkurang maka kestabilan tersebut terganggu sehingga faktor kecil saja dari luar dapat menimbulkan perubahan keasaman. Misalnya saja saat beraktivitas, makan, minum dan lain sebagainya. Obat-obatan yang dapat mengubah lalu menjaga stabilitas pH darah dapat menjadi penyebab kecanduan. Sebab saat kita menghentikan konsumsi, otomatis makan dan minum saja bisa membuat jantung deg-degan. Contoh obat-obatan ini adalah obat pelangsing, obat asma, suplemen herbal dan lain-lain.

  5. Kurang minum air.

    Cairan jernih tak berwarna ini memiliki pH netral sehingga secara langsung bisa berpengaruh terhadap roller coster merah dalam daging ini. Larutan air dapat tersuspensi dalam darah sehingga keasamannya tetap netral sampai batas tertentu. Ketika ada kiriman metabolit dari berbagai sel, pH darah tetap bisa dijaga pada keadaan stabil. Demikian juga saat ada makanan atau minuman lain yang masuk ke dalam tubuh, netralitas darah terjaga. Akan tetapi saat asupan cairan berkurang, bisa dipastikan bahwa aktivitas otot dan konsumsi dapat membuat jantung deg-degan. Biasanya konsumsi air yang normal adalah sekitar 2 liter per hari atau 8-10 gelas. Tetapi jangan juga berlebihan sebab dapat membuat mineral tubuh larut dan terbuang sia-sia.

  6. Kurang mengkonsumsi garam.

    Natrium atau dikenal juga sebagai potasium (dalam bahasa Inggris) merupakan mineral ajaib yang sangat stabil. Kemampuannya menjaga stabilitas keasaman darah telah membuatnya menjadi salah satu faktor penting penyehat jantung setelah air. Stabilitas garam dapat mempengaruhi darah sehingga menjadi larutan buffer yang sangat baik. Artinya, sekalipun dari lingkungan luar (makanan dan minuman) dan dalam (sisa metabolisme sel) banyak yang mencoba mengubah kadarnya, tetap tidak akan bisa. Ketika kita kekurangan asupan garam maka jantung mudah sekali berdebar-debar (deg-degan) karena lama beraktivitas dan mengkonsumsi panganan.

  7. Terlalu banyak makan.

    Jumlah konsumsi yang berlebihan membuat konsentrasi darah meningkat drastis. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa roller coaster merah tak berujung tersebut sehingga timbullah rasa berdebar-debar di dada kiri ini. Keadaan ini tidak akan menjadi pemicu saat kekuatan darah menjaga stabilitasnya (buffer) tinggi. Akan tetapi, saat kapasitas buffernya rendah, konsumsi makanan yang kaya karbohidrat dan minyak akan menjadi penyebab jantung deg-degan. Oleh karena itu, hindari menjadikan makanan sebagai pelarian saat stres.

  8. Kebiasaan merokok.

    Para perokok yang sudah ketergantungan sulit untuk melepaskannya karena ketika ditinggalkan jantung menjadi deg-degan. Kondisi ini dipengaruhi oleh karena rokok tersebut telah diberikan gram isotonik berasa manis nikmat. Saat anda merasai bahwa rokok tersebut agak manis, itu adalah garam. Jadi, orang yang mengisapnya akan sekaligus menambahkan natrium ke dalam darahnya sehingga stabilitasnya sangat terjaga. Ketika konsumsi menurun maka secara otomatis bafferitas larutan darah menurun drastis. Akibatnya, lelah sedikit atau makan beberapa suap saja sudah bisa membuat pompa dada kiri atas berdebar-debar tak menentu.

    Jantung deg-degan hanyalah ancaman yang masih jauh tetapi rasa ilfil terhadap para perokok lebih cepat membunuh kita. Mengapa kami mengatakan hal seperti ini? Sebab rasa kesal melihat orangnya lebih merusak pikiran yang bereaksi cepat menimbulkan kekerasan. Akan tetapi, asap beracunnya belum tentu bisa mempengaruhi diri ini terlebih ketika stabilitas keasaman darah terjaga.

  9. Kebiasaan mengkonsumsi alkohol.

    Miras lebih banyak mempengaruhi darah saat konsumsinya berlebihan. Adalah baik untuk mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan ini sebab dapat menjadi penyebab jantung berdebar. Memang efeknya tidak langsung sebab alkoholisme membuat seseorang cenderung lupa mengkonsumsi hal-hal penting dalam hidup, salah satunya air. Jelaslah bahwa seseorang yang dehidrasi, kekentalan darahnya cenderung memadat. Akibatnya, beraktivitas sedikit saja sudah bisa membuat jantungnya berdebar. Mungkin ini juga yang membuat kebanyakan dari penderita alkoholisme mudah sekali lelah sehingga lebih suka malas-malasan, ternyata penyebabnya lupa mengkonsumsi air putih.

  10. Polutan yang tinggi.

    Polusi berbagai jenis asap bisa saja mempengaruhi keasaman darah sebab udara kotor mungkin tersuspensi di dalamnya melalui organ pernapasan. Pengaruh ini akan semakin kentara saat pH darah kurang stabil sehingga kotoran sedikit saja dapat membuat jantung berdebar. Akan tetapi penyebab yang lebih parahnya lagi adalah saat kita membatasi jalan nafas. Artinya, kita terlalu takut sehingga membatas-batasi bahkan berhenti menghirup udara sehingga kekurangan oksigen. Oleh karena itu, biasa saja saat ada asap dan debu, lakukan antisipasi awal seperti memakai masker duduk berlawanan dengan arah angin, minum air, garam manis isotonik dan lain sebagainya.

  11. Keracunan lainnya.

    Toksin yang terdapat pada makanan dan minuman, bisa secara langsung mempengaruhi keasaman darah. Adalah baik bagi kita untuk selalu mengonsumsi panganan secara perlahan. Tidak perlu makan terburu-buru sebab kita sedang tidak dalam “lomba makan kerupuk, tujuhbelasan udah lewat kemarin….” Jumlahnya yang memadai akan meningkatkan toksisitas sehingga begitu zat kimiawi tersebut memasuki darah akan segera bereaksi cepat. Keasamannya telah menyimpang dari biasanya karena racun tersuspensi di dalamnya. Jantung akan melakukan pompa maksimal dalam usaha untuk mengirimkan racun tersebut ke hati untuk dinetralisasi (dotoks). Pekerjaan bertekanan kuat inilah yang membuat dada kiri atas berdebar tak menentu. Beberapa contohnya adalah MSG dan kopi (zat lainnya).

  12. Lemah jantung.

    Penyakit lemah jantung diakibatkan oleh banyak faktor, salah satunya karena obat-obatan, toksin tertentu dan komplikasi penyakit lainnya. Biasanya racun yang menyebabkan melemahnya pompa otomatis ini menciptakan penumpukan cairan pada kaki bagian bawah. Saat keadaan tersebut menimpa anda, sadarilah bahwa ada sesuatu yang salah. Segera periksakan diri ke instalasi kesehatan agar gejala penyakit ini dapat segera disembuhkan.

  13. Penuaan (lansia).

    Orang tua yang sudah ubanan memiliki satu kebiasaan buruk yang membuatnya beresiko mengalami jantung deg-degan. Kelupaan kronis yang diderita membuat mereka lupa mengonsumsi air putih dalam jumlah memadai (kira-kira dua liter per hari atau delapan sampai sepuluh gelas). Timbullah dehidrasi sehingga stabilitas darah menurun. Dehidrasi ini jugalah yang menyebabkan gejala aritmia. Besar kemungkinan, salah satu hal yang membuat manusia lebih cepat keriput (penuaan dini) adalah karena kurang mengkonsumsi air putih.

  14. Udara dingin.

    Saat kapasitas cairan dan elektrolit (garam) tubuh lebih rendah dari normal, udara dingin di malam hari dapat membuat jantung berdebar-debar. Keadaan ini dipicu oleh karena tubuh memetabolis cadangan lemak menjadi kalor (panas tubuh) sedang sisa metabolit tersebut akan dilepaskan ke dalam darah. Sisa inilah yang bisa mengubah pH darah terlebih ketika suasana sangat dingin seperti saat berkendara di malam hari dan waktu subuh.

  15. Berolahraga terburu-buru.

    Bagi mereka yang suka aktif seperti kami, mungkin saja pernah mengalami jantung deg-degan setelah berolahraga. Penyebab utama keadaan ini adalah menumpuknya senyawa sisa metabolit di dalam sungai merah di bawah kulit dan dalam daging. Keasamannya akan terpengaruh sehingga berada di luar batas normal. Keadaan inilah yang secara langsung menyebabkan debar-debar pada dada kiri atas itu. Sebenarnya ini tidak akan terjadi jika kita berolahraga dengan melakukan pemanasan bertahap. Tidak perlu memaksakan diri langsung ke tahapan yang memberatkan otot melainkan mulailah dengan gerakan kecil-kecil dahulu. Baru setelah itu keluarkan gerakan yang lebih menguras tenaga secara bertahap.

  16. Gigitan serangga dan hewan berbisa.

    Ini hanya terjadi saat tubuh kekurangan air dan garam. Bafferitas darah menjadi tidak stabil sehingga ketika cairan tubuh kita bercampur dengan cairan asing (dari hewan dan serangga) pH darah langsung guncang. Jantung akan memompa darah lebih kencang semata-mata untuk mengirim senyawa asing (bisa makhluk lain) tersebut ke hati untuk di detoksifikasi (dihilangkan sifat racunnya sehingga tidak berbahaya). Kerja keras yang berlebihan inilah yang menyebabkan jantung deg-degan.

  17. Penyakit tiroid.

    Penyakit yang satu ini disebabkan oleh karena kekuangan elektrolit tubuh sehingga mudah sekali mengganggu stabilitas jantung.

  18. Kadar gula darah yang rendah,

    Tubuh membutuhkan energi untuk beraktivitas, saat kita kehilangan apa yang diperlukan maka aktivitas jantung pun mudah berdebar. Sebab tubuh akan memakai lemak untuk dijadikan sebagai sumber energi yang menghasilkan pengotor darah (sisa metabolisme).

  19. Kurang darah (anemia).

    Anemia pun masuk sebagai kekuatan yang menjerumuskan. Saat kita kurang darah besar kemungkinan mengalami jantung berdebar, akibat kehilangan zat besi sehingga jantung membutuhkan kekuatan lebih untuk melaksanakan fungsinya. Dinginnya tangan dan kaki para penderita anemia bisa juga turut memicu terjadinya jantung semakin deg-degan.

  20. Tekanan darah rendah,

    Pompa otomatis ini membutuhkan kecepatan dan kekuatan denyut yang lebih tinggi saat tekanan darah rendah. Sehingga terasa berdebar dari luar. Oleh karena itu, perkayalah konsumsi yang dilakukan (tetapi jangan berlebihan)).

  21. dan lain sebagainya.

Deg-degan atau berdebar-debar adalah bahasa awam dari jantung aritmia. Gejala penyakit ini disebabkan oleh karena darah kotor akibat tingkat keasaman darah yang berubah drastis. Penyimpangan tersebut dipengaruhi oleh sisa metabolit, kekurangan oksigen, kelebihan konsumsi, keracunan, dehidrasi dan amineralitas. Akibatnya, aliran darah bagai roller coaster yang sangat cepat untuk ditembakkan menuju hati sehingga dapat segera dihilangkan senyawa berbahaya dari dalamnya. Sedang mesin yang memompa aksi berlebihan ini akan kembang-kempis sampai terasa berdebar di dada bagian kiri atas. Pada hakikatnya, hanya ada dua faktor penyebab inti dari penyakit tersebut, yakni kekurangan air dan garam. Selama kita mampu memenuhi kebutuhan harian air dan garam (9 gram per hari atau kira-kira dua sendok teh), selama itu pula dapat terhindar dari penyakit jantung aritmia.

Salam, Tubuh yang sehat,
berawal dari jantung yang kuat
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.