Konflik Horizontal

+10 Alasan Bulan Mengelilingi Bumi – Bulan & Bintang Adalah Planet Lain Yang Mengitari Matahari Dan Tidak Mengorbit Bumi

Alasan Bulan tidak Mengorbit Bumi - Bulan & Bintang Adalah Planet Lain Yang Mengitari Matahari Dan Tidak Mengelilingi Bumi

Tata surya karya seni termegah yang menimbulkan banyak spekulasi

Alam semesta sebagai karya ciptaan Tuhan, menyimpan rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Suatu struktur yang sangat kental dengan penyebaran dan perolehan energi merata ke seluruh bagian-bagiannya. Teori-teori yang bersebaran di dunia maya tentang tata surya lebih banyak bersifat hoax belaka. Bisa jadi semuanya itu hanyalah kamuflase semata untuk menutupi rahasia sesungguhnya dari seluruh jagad raya ini. Tapi, apapun itu sudah sempat mempengaruhi kami. Ini terbukti dari beberapa tulisan yang diterbitkan sebelumnya ada yang bertentangan dengan tulisan yang terakhir ini. Dahulu kami tidak memahami konteksnya dan pola sebaran energi sehingga penjelasannya pun hanya yang dicuri-curi dari blog-blog dan media-media besar.

Ada keseimbangan di seluruh jagad raya tetapi kapitalis bertopeng bisa mengintimidasinya

Segala sesuatu di alam raya adalah seimbang adanya. Kekuatan yang satu tidak terlalu besar sehingga tidak sampai merusakkan komponen lainnya. Atau sekali pun sangat besar, bagian tertentu memiliki teknik tersendiri untuk mengantisipasi tekanan yang kuat dari bagian yang lainnya. Misalnya saja, untuk menanggung besarnya energi foton maka tiap-tiap planet/ bumi/ bulan memiliki air (uap air) yang bertindak sebagai atmosfer. Sedang tanaman selalu memproduksi dan siap sedia menghasilkan komponen nitrogen untuk menjaga lingkungan tetap sejuk. Nitrogen yang terkandung dalam garam ini jugalah yang dimanfaatkan para peneliti untuk membuat hujan. Dan nitrogen dalam garam ini jugalah yang bisa dilepas melayang agar bertebaran di atas atmosfer untuk membuat udara sangat dingin sehingga es bisa turun di daerah yang tidak seharusnya di suatu kota yang sedang panas.

Ada dua bagian besar di alam semesta

Harap diketahui bahwa alam semesta terdiri dari dua komponen besar, yaitu bagian yang menyerap dan bagian yang memancarkan energi. Matahari sebagai pusat tata surya memiliki kendali penuh terhadap seluruh komponen yang ada di seluruh tata surya. Sebagai pengendali sudah pasti keunggulan alias kelebihannya sangat mencolok dibandingkan bagian lainnya. Di antaranya dalam hal ukuran yang tiada taranya. Tetapi kita melihatnya cukup kecil karena jarak yang sangat jauh. Kapasitas energi foton yang dilepas oleh matahari sangat besar sehingga dapat memaksa dan menyeret setiap planet untuk mengelilinginya. Keahlian planet yang jumlahnya tidak terhitung ini adalah menyerap apa yang dilepas oleh sang surya sehingga tidak ada satu pun energi foton yang dilepas sia-sia.

Cahaya abadi menebar kekuatan secara merata dalam kehampaan

Matahari adalah tanur berapi tanpa residu asap atau polutan. Perapian yang terus berlangsung di dalamnya adalah pembakaran sempurna. Kekuatan yang sangat nyata dari sang mentari telah disebar secara merata ke seluruh jagad raya sehingga tidak ada satu pun cahaya yang dilepaskannya terbuang sia-sia melainkan semuanya diserap oleh bermacam-macam planet. Harap diketahui bahwa kekuatan planet, baik ukuran maupun kapasitas lainnya adalah serupa satu sama lain. Tiap-tiap bumi, bulan dan bumi yang lain mendapatkan intensitas cahaya yang sama, baik yang jauh maupun dekat. Sebab di ruang angkasa tidak ada penghalang yang membatasi laju sinarnya sedang di bumi, ada atmosfer yang manjadi tabir menghambat intensitas cahaya yang dilepaskan. Itulah mengapa saat berdiang di dekat api rasanya semakin panas saat dekat dan semakin sejuk saat jauh karena dihalangi oleh udara; ini tidak berlaku di alam semesta yang hampa (tanpa udara).

Ada jalinan kasih yang saling memberi dan menerima di seluruh jagad raya

Ada hubungan ketergantungan antara matahari dengan seluruh planet (bumi = bulan = bumi yang lain). Mentari mensuplai radiasi cahaya dalam intensitas tinggi sedang berbagai komponen dalam bumi, terutama lautan maupun daratan menyumbangkan hidrogen dari proses pembusukan. Hubungan timbal balik yang seimbang ini berlangsung dari waktu ke waktu, sampai masa yang tidak ditentukan kapan akan berakhir. Bahkan sekali pun itu jutaan, miliaran, triliunan tahun ke depan. Sebab setiap komponen di dalamnya hidup seperti siklus yang berputar-putar. Hanya manusia sajalah di alam semesta ini yang selalu ingin lebih dan lebih lagi (arogan). Sehingga membuat kita saling gigit dan telan karena tingginya ilmu pengetahuan itu sendiri. Dimana pada akhirnya, lingkungan yang adalah penopang hidup menjadi musuh bebuyutan yang menginginkan kematian kita dalam gulungan bencana alam. Oleh karena itu, stop arogansi dan perjuangkan kesetaraan.

Pengertian

Bulan adalah bumi yang lain yaitu satu di antara planet-planet yang berjalan bersama umat manusia (bumi) secara beriringan. Saat anda menatap planet yang kadang bewarna keputih-putihan, kuning dan merah ini, mungkin saja salah satu penghuninya melakukan hal yang sama. Kita seolah-olah bercermin setiap melihatnya sebab yang kita amati di malam gelap itu adalah diri kita sendiri. Mungkin saja di sana orang-orang di dalamnya juga mengalami kemelut yang sama seperti yang kita alami. Mereka memiliki kekurangan yang sama dan momok yang sama yang menekan kehidupannya, yaitu multikapitalisme yang merajalela. Para kapitalis ini, hampir-hampir saja seperti binatang, terutama di zaman kegelapan (bukan sekarang). Mereka akan saling menggigit, menelan, mengorbankan dan membinasakan semata-mata untuk memenuhi sumber daya yang menyuplai kemewahan, kemegahan, kenyamanan dan kemudahan yang berlebih-lebihan. Begitulah dunia ini tanpa keadilan sosial seperti kata firman berikut ini.

Galatia 5:14:15) Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Ilustrasi yang menegaskan bulan tidak mengorbit bumi

Sebagai pengangguran kelas berat, pekerjaan kami hanya melongo saja, kadang menulis, kadang main laptop, kerap main internet dan lebih banyak bersih-bersih sana-sini. Suatu saat, ada seekor kucing tetangga yang mampir ke rumah minta-minta makanan ke kami, katanya “meong-meong-meong.” Ia mengulang-ngulang suara serak miaunya, kami sendiri heran “mengapa pulak ada kucing yang suaranya serak?” wkwkwkkkkk Ia patroli, mengendus dan keliling-keliling di sekitar tetapi karena kami tidak memiliki sesuatu yang lezatos, akhirnya ia pergi juga. Makhluk hidup saja keliling-keliling dan menetap di sekitar kita pasti karena di beri makan. Tetapi kalau makhluk tersebut tidak memperoleh keinginannya/ kebutuhannya, pastilah tanpa disuruh pun dia akan pergi dari sisi kita.

Satu saja pertanyaan kami, “bumi kasih makanan apa ke bulan sehingga membuatnya harus mengorbit bumi?” Ini adalah logika yang sederhana sebab di seluruh alam semesta yang pantas diikuti hanyalah matahari. Dia menyuplai seluruh planet termasuk bumi dan bulan dengan energi foton yang luar biasa. Sedang dunia kita, tidak memancarkan apa pun ke luar angkasa terkecuali pantulan cahaya dan hidrogen dari hasil demineralisasi. Semua yang kita keluarkan dari dalam perbendaharaan bumi tidak mampu memberi makan apa pun bahkan sekalipun hanya batu terbang sekecil kerikil. Penyataan ini juga sekaligus menyatakan bahwa sesungguhnya “konspirasi peluncuran satelit ini dan satelit itu, pesawat ulang-alik ini dan itu ke luar angkasa adalah hoax, bohong belaka.”

Faktor penyebab bulan tidak mengorbit bumi

Dunia ini penuh dengan konspirasi manipulatif untuk menebar hasutan di antara masyarakat. Semuanya ini dilakukan semata-mata demi arogansi sehingga posisi mereka terus menang dari orang lain. Masyarakat disodori dengan berita-berita palsu semata-mata untuk menunjukkan bahwa mereka adalah pekerja yang sangat gigih sehingga pantas digaji tinggi dan beroleh kekuasaan besar. Padahal pekerjaan yang mereka lakukan sama saja dengan pekerjaan terkecil yang dilakukan oleh cleaning service dan penyapu jalanan, yaitu berputar di situ-situ saja. Jadi mengapa oknum pejabat dan pemimpin itu layak di gaji dan kuasanya besar? Intinya adalah karena mereka pandai menipu masyarakat sehingga terus saja unggul. Kita doakan saja semoga oknum kapitalis manipulatif semacam ini semakin berkurang bahkan hilang dari negeri tercinta.

Berikut akan kami jelaskan sebisanya, alasan mengapa bulan tidak mengorbit/ mengelilingi bumi.

  1. Kesaksian Alkitab.

    Segala sesuatu di alam semesta diciptakan berpasang-pasangan. Seperti kata firman.

    (Kejadian 1:27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

    Bahkan Tuhan Yesus Kristus juga menyuruh murid-muridnya untuk mengabarkan injil berdua-duaan.

    (Markus  6:7) Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,

    Kitab Suci menunjukkan kepada kita sebuah pola kehidupan yang tidak saja hanya berlaku di antara manusia melainkan dalam skala besar sekali pun, yakni di antara planet. Di antara mereka tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah, yang satu tidak mengendalikan yang lainnya sebab keduanya setara. Demikianlah juga dengan bulan dan bumi yang berjalan beriringan tetapi tidak ada yang mengelilingi/ mengorbit siapapun. Melainkan kita secara sama-sama mengitari matahari (berevolusi).

    Dua planet yang sejajar akan saling memantulkan sinarnya untuk memberi tanda sehingga masing-masing merasa mengikuti yang lain padahal keduanya sama-sama berputar mengelilingi sumber cahaya abadi. Sedang di sisi-sisi lainnya masih banyak yang berseliweran.

  2. Yang pantas diikuti adalah yang memancarkan energi.

    Segala sesuatu di alam semesta adalah berbagi energi. Pihak yang suka membagi-bagikan kekuatannya kepada yang lain, dialah yang pantas diorbit. Demikian juga bumi tidak memancarkan energi yang intens ke luar dirinya, sekalipun ada, itu hanyalah hasil dari memantulkan cahaya matahari. Satu-satunya sumbangsih asli planet kita bagi alam semesta adalah hidrogen aktif yang selalu dilepas menuju matahari. Jadi, mustahil bulan punya alasan khusus untuk memutarinya. Bumi tidak memiliki energi yang cukup besar untuk membuat bulan tunduk di bawah kendalinya sebab keduanya adalah sejajar, yaitu sama-sama sebagai komponen penyerap energi.

  3. Bulan adalah gambaran dari bumi itu sendiri.

    Secara substansial keduanya adalah sama, komponen yang terkandung di dalamnya juga sama, misalnya udara, air, tanah, batuan dan lain sebagainya. Hanya, mungkin saja bentukan benua dan pulau di dalamnya berbeda-beda. Saat kita melihat bulan, warnanya putih keabu-abuan (bisa juga merah atau kuning), demikian jugalah saat ada orang di luar sana yang melihat planet bumi, bentuknya bulat dengan warna putih/ kuning/ merah keabu-abuan.

    Jadi bentuk bumi yang dapat dilihat dari luar tidak sama seperti yang selama ini ditunjukkan oleh badan antariksa nasional maupun internasional. Juga tidak sama degan yang beredar di internet dimana digambarkan bahwa bumi itu planet biru saat dilihat dari jauh. Semuanya itu hoax (kebohongan belaka) sebab dari jauh warna bumi kita putih keabu-abuan atau kuning keabu-abuaan atau merah keabu-abuaan.

  4. Pantulan cahaya bulan seperti cermin.

    Cahaya matahari kaya akan energi foton sehingga penyebarannya sangat luas dan lebar. Sedangkan penyebaran cahaya bulan sangatlah sempit dan terbatas dengan berfokus ke arah tertentu saja. Perbedaan ini seperti antara cahaya lampu (mentari) dan cermin (bulan). Itulah mengapa saat planet ini bersinar yang dapat mengamatinya tidak di setengah belahan bumi kita. Dimana bagian yang tampak di tiap-tiap wilayah berbeda-beda bentuk dan ukurannya (sabit, purnama dan lain-lain). Sedangkan saat sang surya bersinar, cahayanya menyebar rata di setengah belahan bumi.

  5. Bulan terlihat karena sejajar dengan bumi

    Ada banyak planet besar di sekitar kita tetapi tidak semuanya dapat diamati karena arah pantulan atmosfernya jauh melenceng dari bumi. Sedang satu-satunya yang sejajar di belakang kita adalah bulan sedang yang sejajar di depan kita adalah planet cakram. Mengapa kami katakan planet cakram? Sebab planet tersebut kelihatan tembus pandang bagian tengahnya sedangkan pinggirannya terlihat putih serupa cincin di siang bolong. Hanya dua planet inilah yang dapat kita amati karena keduanya dapat memposisikan diri dalam keadaan sejajar sehingga pantulannya jatuh ke bumi. Akan tetapi keadaan ini tidak dapat kita amati setiap hari sebab rotasi setiap planet membuatnya bergerak dengan arah yang terukur. Simaklah, Alam semesta tidak pernah sejajar.

  6. Bintang = bulan = bumi adalah planet yang dihuni oleh manusia lain.

    Seperti yang sudah-sudah, kami pun masih meyakini pernyataan ini sebab hanya ada dua komponen di alam semesta. Sementara bumi, bintang dan bulan adalah sama-sama penyerap. Ini seperti orang di antara kita, memang masing-masing orang memiliki watak, kebiasaan, penampilan dan wajah yang berbeda-beda namun sama-sama manusia.

    Jangan biarkan indra membatasi kita untuk memahami semesta yang luas. Juga jangan mau ditipu oleh perbedaan yang ditimbulkan oleh indra sehingga kita mengagumi yang satu dan merendahkan yang lain. Namanya boleh berbeda tetapi peran dan fungsinya tetap sama. Sama halnya saat anda liburan ke pantai di belakang rumah dengan liburan ke pantai terkenal; memang namanya saja yang berlainan. Tetapi yang terhampar di depan mata sama-sama lautan asin yang sangat luas dan tanah pijakan yang berpasir.

  7. Inti planet lebih keras dari batu (tidak ada inti cair).

    Mari ambil beberapa perumpamaan, saat kita mengkonsumsi apel, pastilah intinya, yaitu bijinya teramat keras dari dagingnya. Ketika mengkonsumsi durian, sekalipun kulitnya agak keras tetapi bijinya jauh lebih padat dan keras. Sewaktu mengkonsumsi buah apa pun itu namanya, bagian tengahnya selalu lebih keras dari kulit maupun dagingnya, itulah bijinya. Bahkan di dalam tubuh manusia sekali pun, bagian tengahnya pun keras, yaitu tulang. Memang ada beberapa tulang yang memiliki sum-sum tepi tidak semuanya. Sedang kita tahu sendiri bahwa sesungguhnya setiap makhluk hidup adalah miniatur dari bumi itu sendiri.

    Kami juga sempat percaya akan hal ini bahwa inti bumi sifatnya cair dan sangat aktif menggerakkan kita untuk berotasi dan berevolusi. Padahal mana mungkin di dalam bumi itu ada api sedang oksigen tidak ada di sana. Hidrogen juga tidak ada di dalam sana, sekali pun ada pastilah akan habis dan tidak tergantikan lagi (hidrogen matahari disuplai oleh ratusan/ ribuan/ jutaan planet di sekelilingnya bahkan lebih lagi).

    Tahukah anda bahwa magma di dalam gunung berapi selalu panas membara karena kontak dengan oksigen? Sekali pun di dalam inti planet kita ada batuan atau cairan yang sangat mudah terbakar tetapi dia tidak akan menimbulkan panas sebab oksigen permukaan tidak dapat menerobos masuk mencapai kedalaman tersebut.

    Prinsip magma di dalam gunung berapi yang terus-menerus mengeluarkan api serupa dengan TEKNOLOGI NUKLIR. Para ilmuan mengisolasi berbagai batuan khas di dalam gunung berapi untuk menghasilkan panas sampai habis. Sedang saat bahan tersebut didinginkan dengan teknologi tertentu bisa didaur ulang untuk menghasilkan energi yang serupa. Daur ulang energi panas di dalam perut bumi terus ada dari waktu ke waktu telah menjadi dasar yang diterapkan dalam teknologi nuklir.

  8. Kutub-kutub planet saling bertemu sehingga saling menarik dan tolak-menolak satu sama lain.

    Angker juga ya kalau misalnya suatu planet tiba-tiba terjatuh lalu bertubrukan dengan yang lainnya. Tetapi hal ini mustahil bisa terjadi sebab kutub planet yang sejajar atau berdekatan saling bersamaan. Kejadian ini sama halnya pada fenomena tarik-menarik dan tolak-menolak antara magnet. Misalnya planet A kutubnya “U – S” sedang planet B yang sejajar di dekatnya memiliki kutub sama “Utara-Selatan.” Harap dipahami bahwa di alam semesta tidak ada yang namanya atas-bawah maupun kiri-kanan sebab masing-masing sisinya sama (bulat sempurna). Oleh karena itu, secara alami kutub-kutub setiap planet yang berdekat-dekatan adalah sama dan saling berlawanan menghindari terjadinya adhesi destruktif. Misalnya dalam posisi naik-turun adalah “U-S : S-U : U-S.” Sedang dalam posisi menyamping  :  :   fenomena berdekatannya kutub yang sama semata-mata untuk meningkatkan gaya tolak-menolak, kalau-kalau keduanya sangat dekat. Semuanya ini betujuan agar tidak terjadi sentuhan yang berujung tabrakan dan kehancuran. Demikianlah bulan tidak mengorbit/ mengelilingi bumi dan tidak akan bertabrakan dengannya melainkan keduanya selalu berjalan beriringan.
    Hubungan AntarPlanet Dan Medan Magnetik Yang Saling Tarik-Menarik Dan Tolak-Menolak

  9. Pasang naik saat bulan dekat.

    Naiknya permukaan air laut jelas sekali menunjukkan bahwa sesungguhnya struktur atau susunan antara bulan dan bumi adalah serupa. Dimana sebagian besar permukaannya terdiri dari perairan. Kesamaan inilah yang secara tidak langsung membuat permukaan laut saling tarik-menarik sehingga naiklah air pasang. Akan tetapi keduanya masih saling jaga jarak dan jauh-jauhan karena kutub-kutubnya saling tolak-menolak. Jadi bukan satelit inilah yang mengorbit bumi melainkan keduanya berjalan berbarengan untuk mengitari matahari (berevolusi)

  10. Bintang-bulan-bumi digerakkan oleh atmosfer panas.

    Udara panas pada lapisan terluar atmosfer akan terus bergerak dan berputar seperti air yang mendidih. Memang udara panas inilah yang berperan seolah-olah sebagai roda yang sangat banyak sehingga membuat bumi, bulan dan planet dapat berotasi sampai berovolusi mengelilingi matahari. Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa udara di sekitar kita tergolong sejuk? Sebab udara panas yang terletak di bagian atas itu telah dihambat sebagian besar oleh udara di bawahnya. Ini seperti saat kita berdiang di dekat api unggun, semakin dekat jaraknya maka makin panas-meriang kulit ini. Akan tetapi semakin jauh dari pusat perapian, makin sejuklah badan ini. Semuanya itu karena jumlah udara yang menahan pengaruhnya kian tebal saja. Terlebih lagi jika di sekitar kita terdapat nitrogen, yaitu komponen udara yang berfungsi mendinginkan permukaan. Biasanya ntrogen sejuk tersebut dihasilkan oleh tumbuhan hijau.

  11. Peristiwa badai adalah petunjuk yang menandakan bahwa atmosfer itu berputar.

    Kejadian akumulasi badai yang menyebabkan angin berputar kencang adalah salah satu petunjuk yang menggambarkan betapa kuatnya putaran angin pada permukaan luar atmosfer. Polutan yang umumnya terdiri dari mineral bumi (metal) memiliki kemampuan untuk menahan dan menyimpan panas lebih lama dibandingkan udara normal yang hanya terdiri dari air. Mineral logam yang bercampur dalam udara yang berputar-putar menjadi lempeng energi yang menggerakkan badai tersebut. Semakin banyak gas polutan di dalamnya maka makin besarlah badai tersebut dengan daya hancur satu desa atau satu kecamatan bahkan satu kota. Hal ini jugalah yang terjadi di permukaan atmosfer paling luar, yaitu udara panas yang senantiasa berputar sehingga putaran inilah yang secara langsung membuat bumi, bulan dan planet lain melakukan rotasi dan revolusi.

  12. Wajah bulan berbeda-beda.

    Kami yakin sekali bahwa sesungguhnya saat bulan bersinar terang perbandingan dan bentuk bagian yang cerah serta gelap yang terlihat selalu berbeda dari waktu ke waktu. Sebab yang berotasi bukan hanya bumi saja melainkan planet sahabat juga mengalaminya. Jika tidak percaya, silahkan saja bandingkan permukaannya saat baru kelihatan di awal malam dan menjelang subuh di pagi hari, pastilah ada perbedaan. Gunakan kamera dengan perbesaran lensa yang tinggi sehingga permukaannya terlihat jelas dan dapat dibedakan.

  13. Perbedaan warna bulan.

    Warna bisa jadi sebagai sebuah petunjuk pencemaran pada suatu planet. Bisa jadi planet tersebut sedang mengalami krisis energi akibat multikapitalisme yang merajalela bak binatang kehausan darah. Kita tahu bersama bahwa oknum kapitalis picik, tamak dan arogan menggunakan gaya hidup bermewah-mewahan sebagai kebanggaannya dimana semuanya itu mengedepankan kekuatan mesin. Keberadaan mesin yang lebay inilah (sapu, pel, cuci piring, masak, jalan otomatis). Warna putih atau kekuningan mungkin menggambarkan planet yang bersih dari polutan beracun sebab sebagian besar terdiri dari air. Sedangkan warna merah merupakan suatu pertanda tingginya kandungan zat-zat berbahaya di atmosfer planet tersebut.

    Di satu sisi keadaan ini bisa juga disebabkan oleh pembiasan sinar matahari oleh karena cahaya terhalang atmosfer tepi bumi itu sendiri. Ini terutama terjadi saat bulan berada dekat dengan garis bayang-bayang bumi. Cahaya matahari yang melalui tepi terluar atmosfer akan terhalang sebagian sedang yang dibiarkan lolos hanyalah sinar dengan gelombang terpanjang saja, yaitu kuning, pinang masak dan merah saja.

  14. Bagian yang gelap pada bulan.

    Bagaimana rupa bumi kita saat dilihat oleh manusia di planet lain (alien)? Bentuk dan rupanya seperti bulan hanya saja komposisi bagian terang dan gelapnya berbeda-beda. Bila dalam teori konspirasi bagian yang gelap itu dinyatakan sebagai kubah sebab dalam pemahaman mereka tidak ada yang namanya atmosfer di planet sahabat tersebut. Akan tetapi setelah kita paham bahwa sesungguhnya atmosfer setiap planet itu sangat tebal sehingga mustahil bisa melihat permukaannya. Sedang atmofer itu sendiri sama faedahnya dengan cermin yang memantulkan setiap cahaya bagaikan lampu sorot (tidak melebar dan tidak meluas). Jadi, kira-kira mengapa udara bisa kurang kemampuannya memantulkan cahaya?

    Baiklah, menurut kami atmosfer yang tebal kaya molekul udara akan memantulkan cahaya secara lebih jelas dan terang. Sebab atmosfer yang tebal biasanya terdiri dari uap air sehingga fungsi cerminnya akan secara total dalam memantulkan cahaya. Sedang saat atmosfernya tipis, fungsi cerminnya tidak secara keseluruhan permukaannya merefleksikan cahaya sehingga kelihan keabu-abuaan. Sekarang pertanyaannya adalah “mengapa atmosfer di suatu wilayah sangat tipis? Bisa jadi keadaan tersebut disebabkan oleh asap pabrik-pabrik (lingkungan industri), polutan mode transportasi, pemukiman mewah (berkelas), pemukiman padat penduduk dan gurun pasir. Jadi bisa dikatakan bahwa semakin luas bagian yang hitam pada suatu planet maka semakin banyak wilayahnya yang mengandung atmosfer yang tipis. Tentu saja atmosfer yang tipis ini tidaklah baik bagi kesehatan makhluk hidup di dalamnya sebab wilayah tersebut syarat dengan lingkungan yang tercemar.

  15. Waktu yang dibutuhkan untuk berevolusi mengelilingi matahari.

    Apakah kecepatan dan arah rotasi juga revolusi setiap planet konstan? Seharusnya, jika menganut prinsip alam semesta yang seimbang maka kecepatan dan arah rotasi juga revolusi setiap planet adalah sama. Sedang interaksi magnetik antarplanet yang berdekatan itulah yang membuat langit senantiasa berubah-ubah coraknya di malam hari. Artinya setiap bola atmosfer ini berputar dan berkeliling di sekitar matahari dipengaruhi oleh interaksi medan magnet antar planet. Akan terjadi reaksi tarik-menarik dan juga tolak-menolak sehingga timbullah variasi langit di malam hari. Semua planet akan bergerak secara serentak dengan lintasan konsiten sampai waktu yang tidak ditentukan.

    Masalah yang kemudian muncul adalah sampai berapa lama suatu planet dapat mengitari matahari 3600? Sebenarnya fakta mengenai hal ini tidak ada yang tahu bahkan sekali pun saat ini kita mengatakan bahwa bumi mengelilingi matahari selama satu tahun, itu belum pasti! Sebab di alam semesta tidak ada yang namanya arah dan tidak ada kompas. Seluruh sisinya adalah sama dan serupa, mungkin saja kita mengelilingi matahari kurang dari setahun atau lebih dari setahun, tidak ada yang tahu pasti tentang kenyataan tersebut. Apa yang dilakukan seluruh umat manusia sampai saat ini adalah menebak.

  16. Gerhana matahari dan cincin lingkaran bulan di siang hari.

    Pernahkah anda mengamati cincin lingkaran bulan yang seperti cakram di pagi atau siang hari? Keadaan ini bisa saja terjadi karena bukan hanya dibelakang kita ada planet tetapi di depan juga ada planet yang berdekatan. Artinya, kita dikelilingi oleh planet lainnya di semua jurusan (muka, belakang, kanan, kiri, atas, bawah dalam mode tiga dimensi). Namun yang dapat kita lihat hanyalah bumi lain yang ada di muka dan di belakang karena kebetulan dapat berada pada posisi sejajar sehingga cahaya atmosfer mereka terpantul ke bumi kita.

    Khusus untuk planet yang ada di depan kita, keberadaannya dapat menimbulkan gerhana matahari dan bulan cincin di siang hari. Keberadaan gerhana matahari sudah jelas, yakni bayang-bayang bumi yang lain berada sejajar di depan bumi kita sehingga terjadi gelap-gulita sesaat saja. Akan tetapi, fenomena keberadaan bulan cincin di siang bolong merujuk kepada sinar atmosfer terluar yang dapat ditembus cahaya sehingga terlihat seperti cincin. Mengapa bagian tengahnya tidak kelihatan? Sebab bagian tengahnya tidak dapat ditembus oleh cahaya sehingga membaur dengan situasi lingkungan sekitarnya.

  17. Gerhana bulan, bulan sabit dan lainnya di malam hari.

    Sekali pun dalam pemahaman awam kita menganggap bahwa bulan di malam dan di siang hari itu sama, pada kenyataanya keduanya berbeda. Sebab adalah suatu kemustahilan ada batu terbang berukuran luar biasa yang berotasi mengelilingi bumi padahal tanah yang kita pijak tidak memancarkan energi sama sekali. Jadi sekali pun dalam bagian ini kita menyamakan sebutan “bulan” di siang dan malam hari tetap pahamilah bahwa yang kami maksudkan adalah planet yang berbeda.

    Gerhana dan bulan sabit maupun bentuk lainnya timbul akibat suatu planet berada dalam posisi sejajar dengan bumi di belakang matahari. Keadaan ini membuat planet tersebut mampu memantulkan berkas sinar matahari yang diterimanya secara penuh (purnama) maupun sebagian (sabit dan bentuk lainnya). Akan tetapi, sinar ini tidak seluruhnya di terima oleh sisi malam bumi melainkan hanya bagian tertentu saja. Sebab sinarnya seperti lampu sorot yang fokus mengarah ke tempat tertentu sedang daerah lain dapat melihatnya berbeda (bentuk sinar bulannya lain) atau malah tidak ada sama sekali.
    Manusia Bumi Hanya Bisa Mengamati Planet Di Depan Dan Di Belakangnya

  18. Zona rotasi setiap planet.

    Harap dipahami bahwa rotasi tiap-tiap planet tidaklah sesempurna yang ditampilkan dalam beberapa ilustrasi dimana strukturnya stabil sedang lintasannya mengelilingi matahari bulat atau bulat lonjong yang sempurna. Dalam pemahaman kami, setiap planet adalah “setengah bola panas” (frase ini bukan kiasan) yang atmosfernya berputar-putar sehingga membuatnya mampu berotasi. Akan tetapi karena di luar angkasa tidak ada medan magnet bebas maka perputarannya sekaligus membuatnya bergerak ke sana – ke kemari sambil berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Perputaran yang diiringi dengan gerakan melingkar yang teratur inilah yang membuat penerimaan sinar bulan (termasuk kejadian gerhana, sabit, cincin) berbeda-beda bentuknya. Sekali pun demikian gerakan melingkar sambil berotasi ini dibatasi oleh medan magnet planet lain yang saling bertolak-tolakan.
    Gerakan Planet Melingkar Sambil Berotasi Dan Berevolusi Mengelilingi Matahari Jadi, jika selama ini yang kita pahami adalah matahari menarik bumi dan planet lain untuk berevolusi mengelilinginya. Pada kesempatan ini, kami menyanggah kata-kata tentang “menarik.” Harap diketahui bahwa matahari tidak memiliki gaya apa pun di dalamnya untuk menarik planet-planet di sekitarnya. Medan elektromagnetik yang membuat gaya orbital melengkung, elips atau bulat cuma imajinasi belaka. Di atas semua itu, tugas sang surya hanyalah memanaskan atmosfer setiap planet sehingga semuanya bergerak melingkar sambil berotasi dan sambil berovolusi secara bersama-sama mengelilingi sumber cahaya itu sendiri. Artinya, tidak ada yang namanya lintasan planet berevolusi mengelilingi matahari dalam bentuk bulat, lonjong atau elips sempurna. Sebab sambil berevolusi, mereka juga melakukan gerakan melingkar dan berotasi.

    Reaksi dari medan magnetik antar planetlah yang membatasi gerakan melingkar (tiga dimensi) sehingga tidak ada batu terbang yang saling bertabrakan satu sama lain.pengaruh medan magnet ini lebih jauh dari atmosfer terluar sekali pun. Medan magnet yang saling menarik dan tolak-menolak ini jugalah yang menciptakan jarak yang sangat jauh antarplanet yang satu dengan planet yang lainnya.

Manusia dibatasi oleh indranya dalam memahami alam semesta. Kita mungkin bisa menjengkali berbagai-bagai hal di sekitar namun jagad raya adalah struktur yang rumit. Kerumitannya karena kita tidak mampu mengawasinya 24 jam penuh bahkan dengan CCTV tercanggih sekali pun sebab setiap bagian di dalamnya seolah sedang bermain tebak-tebakan. Hal-hal yang dahulu diungkapkan sudah tidak dipakai lagi saat ini sebab penjelasannya terlalu jauh dan contoh kecilnya tidak ada di sekitar kita. Misalnya saja tentang medan elektromagnetik yang membuat sesuatu mengelilingi yang lainnya dalam lintasan yang sangat teratur (bulat, lonjong, elips). Sesungguhnya peristiwa kecil di sekitar kita bisa menggambarkan struktur tata surya. Bumi dan bulan adalah setara, sama-sama beriringan dimana setengah atmosfernya berada pada suhu tinggi karena selalu dipanaskan. Sedang planet lainnya berkeliaran di sekeliling kita (muka, belakang, atas, bawah, kiri, kanan). Lantas kita hanya mengeneralisasikan dua nama untuk semuanya, yaitu bulan dan bintang, padahal masing-masing berbeda-beda satu sama lain. Planet terdekat yang dapat kita amati hanyalah yang sejajar dengan sumber cahaya abadi, yaitu yang berada di muka dan di belakang. Yang berada di belakang kita selalu menunjukkan sinar bulan dalam berbagai bentuk (gerhana bulan, purnama, sabit dan lainnya). Sedang yang berada di depan kita mempu membuat gerhana matahari dan bulan cincin. Namun planet lainnya yang ada di sekeliling kita tidak teramati oleh panca indra sebab pantulan mereka juga mengarah ke tempat lain. Sedang bintang-bintang yang kita lihat dari jauh adalah kebetulan pantulannya mengarah ke bumi walau dalam intensitas rendah (bentuknya lebih kecil) karena jaraknya yang sangat berjauhan.

Salam, Alam semesta main tebak-tebakan,
Pecahkan berdasarkan hal-hak kecil disekitaran
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.