Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

+70 Kata-Kata Motivasi & Inspirasi Kehidupan Untuk Bahagia Dunia Dan Akhirat

Kata-Kata Motivasi & Inspirasi Kehidupan Untuk Bahagia Dunia Dan Akhirat

Perjalanan hidup yang mempertemukan kita dengan aturan dan pendorong positif

Saat kita masih kecil, masih butuh arahan dan bimbingan dari orang tua. Kita harus diberi contoh-contoh tentang bagaimana sikap yang baik dalam memperlakukan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Ibu dan Ayah mendidik kita untuk berlaku baik di dalam keluarga, saat di sekolah, di tempat ibadah, di tempat umum dan tempat-tempat lainnya. Akan tetapi, saat kita muda, mulai bisa belajar sendiri tentang aturan-aturan umum dalam kehidupan. Beberapa muda-mudi yang kurang memperhatikan akan terus ditegur dan ditegur karena suatu kesalahan yang diulang-ulang. Namun mereka yang memberi perhatian lebih, mendengarkan suara hatinya, selalu dekat kepada Tuhan dan belajar dari kehidupan orang lain akan menemukan penyemangat positif.

Pengertian – memotivasi diri dengan gemerlapan duniawi melatih sikap arogan

Semangat untuk menjadi pribadi yang positif baik dari segi pikiran, perkataan dan perbuatan adalah motivasi. Seseorang melakukan sesuatu bukan tanpa alasan melainkan ada dasar saat hal-hal tersebut mulai dikerjakan. Mereka yang menemukan alasan yang murni akan terus semangat melakukan hal-hal tersebut sekali pun ada orang-orang yang mencoba menghentikannya. Namun mereka yang menemukan alasan duniawi untuk melanjutkan hidup, akan semakin cinta dengan dunia ini sampai digiring ke dalam hal-hal yang salah. Sebab apa pun yang kita lakukan jika demi materi dan kemuliaan yang melimpah pasti akan terkesan lebay (berlebihan). Sebab pada titik ini, masing-masing orang memupuk sifat arogannya sehingga hati yang kurang puas terus-menerus muncul lalu masih saja ingin lebih dan lebih lagi.

Motivasi adalah semangat untuk menjadi pribadi yang positif baik dari segi pikiran, perkataan dan perbuatan.

Sikap yang selalu ingin lebih unggul, biayanya besar dan kecewanya pun tinggi

Arogansi memang bisa memotivasi kita untuk melakukan hal baik dan juga hal-hal yang jahat. Selain itu, dampak buruk memelihara sikap arogan adalah ketergantungan dan tak akan pernah berhenti rasa itu mencuat dari dalam pikiran sendiri. Sekali pun anda sudah mencapai keinginan ini maka akan muncul keinginan itu lalu muncul lagi nafsu yang lainnya. Semua aktivitas mengejar nafsu untuk menjadi lebih tersebut tidak akan pernah menemukan titik kepuasan sebab trend akan terus bermunculan dari waktu ke waktu. Mereka yang bisa mengikutinya akan merasakan kepuasan sesaat, sedang trend lainnya sudah muncul di depan mata. Akan tetapi, bagi mereka yang tidak dapat mengikuti arus gaya hidup kekinian yang menghanyutkan itu, pasti akan muncul rasa kurang enak/ nyaman dan merasa kalah bahkan merasa malu. Belum lagi kalau timbul kekecewaan besar akibat tingginya animo namun ujung-ujungnya tidak tercapai.

Dorongan dari arogansi lebih banyak mengarahkan kita kepada keburukan (sisi negatif kehidupan)

Mereka yang sudah belajar banyak makan garam di dunia ini akan memahami bahwa sesungguhnya yang namanya nafsu tidak ada matinya. Jika kita menjadikan nafsu yang arogan sebagai motivasi maka kita pasti akan terjebak dalam kungkungan dan aturan duniawi yang mengedepankan prinsip, “siapa kejam, dia menang. Siapa menang, dia licik; siapa licik, dia licin; siapa licin, menjebak diam-diam; siapa diam-diam, menghalalkan segala cara. Sedang orang yang melegalkan segala sesuatu demi mencapai keinginannya cenderung serakah memanfaatkan sumber daya secara berlebih-lebihan.” Dari pada kehidupan kita berubah keji oleh karena memotivasi diri lewat pencapaian keinginan yang tinggi-tinggi (arogan) lebih baik memotivasi diri dengan semangat kebenaran.

Singkat saja, motivasi yang benar dan syarat-syarat untuk hidup dalam kebenaran hakiki

Kebenaran adalah motivasi terhebat yang pernah ada sepanjang masa. Dorongan ini sangat tangguh dan tahan lama untuk dipakai sampai akhir kehidupan. Sayang, memahami, mengerti, melatih dan mengembangkan diri di dalam kebenaran membutuhkan perjuangan dan waktu seumur hidup. Kita mempelajari semangat yang benar dengan membaca Kitab Suci sebagai pegangan dasar. Menggunakan pengalaman sebagai perbandingan awal untuk menemukan panggilan kebenaran hidup yang hakiki. Berusaha untuk fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Melakukan kebaikan kepada sesama semampunya sambil selalu siap menanggung tekanan & celaan atas kebiasaan positif tersebut. Di atas semuanya itu, gunakanlah pakaian sederhana yang penuh kerendahan hati sebab semua yang kita lakukan bukan untuk manusia tetapi semata-mata untuk Tuhan.

Apa yang dilakukan Sang Pencipta kepada kita dan apa yang menjadi tujuan kita?

Tuhan, kita membutuhkan-Nya sekali pun tidak dapat melihat-Nya. Sebab Dialah yang mampu melatih kita untuk menemukan kebahagiaan sendiri. Sungguh Dialah yang membuat kita memahami bahwa saat belajar dan bekerja dengan setulus hati, ada kepuasan setelah melakukannya. Tuhanlah yang mengajari kita untuk tetap tenang sekali pun di tengah kemelut dunia ini. Allahlah yang menuntun kita ke jalan-jalan hidup yang benar. Sekali pun kita penuh dosa dan tidak bisa meninggalkannya karena sering sekali khilaf tidak sadar diri: Ia menebus kita agar layak masuk dalam dunia-Nya yang penuh keajaiban, yaitu sorga yang kekal. Tidak ada seorang pun yang tidak menginginkan tempat yang penuh dengan kedahsyatan itu, karena itulah kami masih terus berjuang sampai sekarang! Oleh karena itu, fokuskan hidup kepada-Nya dalam doa, firman dan nyanyian pujian dan taati syarat-syarat mengikuti jalan-Nya.

Contoh kata-kata motivasi sekaligus sebagai inspirasi kehidupan untuk bahagia dunia dan akhirat

Berikut ini beberapa kalimat motivasi yang kami sadur dan salin dari teks-teks lain termasuk dari dalam Alkitab. Jadi, jangan berpikir bahwa semuanya ini adalah hasil berpikir kami tetapi buku-buku di sekitar kamilah yang menginspirasikan tentang kata-kata indah tersebut. Oleh karena itu, bersamaan dengan ini, kami mengajak para pembaca untuk rajin membaca utamanya adalah Kitab Suci. Selain itu bila ada dana, silahkan belilah berbagai buku positif lainnya di luar sana. Lalu untuk mempertegas apa yang sudah anda serap, silahkan menulis beberapa amsal atau kata-kata bijak tentang kehidupan. Setelah semuanya itu, jangan lupa untuk mengaplikasikan nilai-nilai positif dari buku yang anda pelajari dengan demikian lelahnya kita tidak sia-sia. Harap diingat “hanya nilai-nilai yang benar saja yang harus diterapkan sedang yang tidak cocok dengan standar kebenaran yang dimiliki, silahkan diabaikan!”

  1. Peluang untuk melakukan kebaikan 100% sedang peluang untuk melakukan kejahatan 100%. Masalahnya sekarang adalah kemana hidup ini tertuju?

  2. Ketidakadilan membuat orang yang berpeluang tersisih. Sedang orang yang tersisih tapi memiliki segudang uang akan kembali membuat peluang.
  3. Menciptakan peluang bisa jadi berusaha menemukan hal baru atau malah berkonspirasi memanipulasi masyarakat untuk memaksakan hal baru.

  4. Menuntaskan pekerjaan, rasanya seperti bangun pagi yang melegakan.
  5. Manusia melakukan kesalahan itu wajar, yang tidak wajar itu adalah saat merasa tidak pernah melakukan kesalahan.
  6. Pamer itu pekerjaan artis. Justru orang benar kebaikannya tersembunyi sebab dari Tuhanlah dia mengharap balasannya.
  7. Orang yang menabur kebaikan sambil pamer telah menuai hasilnya lewat pujian yang diperolehnya.

  8. Kebajikan yang dipamerkan mengharap balasan dari manusia. Sedang kebaikan yang terselubung mengharap balasan dari sorga yang kekal.
  9. Pamerisme hanya meningkatkan kesombongan dan meniadakan harta di sorga (pamerisme = sifat pamer, kebiasaan pamer).
  10. Pemberian yang digembar-gemborkan akan menjadi angin tanpa hasil di akhirat. Sedekah yang didiamkan akan menghasilkan harta di sorga.
  11. Memamerkan harta kekayaan sama saja dengan memancing iri hati. Orang bijak bisa menghindari pancingan tetapi tetap memakan umpannya.

  12. Pamer kebanggaan sekaligus akan masak menjadi kesombongan dan kedengkian di dalam masyarakat.
  13. Suka pamer sama dengan membuang berkat kepada dunia ini.
  14. Saat pamer kebaikan kegembiraannya kelihatan meninggi. Yang rendah hati memendam kegembiraannya dengan melakukan kebaikan secara terselubung.
  15. Orang sombong, “tangan kanan memberi, tangan kiri meminta pujian.” Mereka yang rendah hati, “tangan kanan memberi, tangan kiri tidak melihat.”

  16. Saat melakukan yang benar, abaikan reaksi orang lain. Pastikan momennya tepat, terserah reaksinya baik atau agak buruk.
  17. Tidak ada orang yang menolak kebenaran, kecuali mereka sedang menjebak anda.
  18. Tiada pihak yang menentang kebenaran, kecuali mereka sedang menguji anda.

  19. Takkan ada yang menentang kebenaran, kecuali mereka sedang memfitnah anda.
  20. Hati yang tertuju ke sorga, itulah semangat kebenaran hakiki. Hanya saja jangan sampai melupakan hak dan kewajiban anda.
  21. Hak yang terlalu besar, bisa saja membuat manusia berpaling dari kebenaran. Sebab lebih memilih hak terbesar yang tidak adil tersebut daripada kebenaran yang menjunjung tinggi keadilan sosial.
  22. Kebenaran dan keadilan itu sejalan. Tidak mungkin kita merasa benar sedang masyarakat syarat dengan ketidakadilan.

  23. Kebenaran hakiki adalah kasih kepada Allah seutuhnya dan kasih kepada sesama seperti diri sendiri (seadil-adilnya).
  24. Tidak ada kebenaran tanpa keadilan. Bagian luarnya saja yang terasa damai sedang dibalik layar, banyak pihak yang berkonspirasi memanipulasi masyarakat.
  25. Saat bersikap fokuslah kepada diri sendiri tetapi sewaktu mencari pengalaman cermati baik-baik sekeliling anda.

  26. Setiap karya yang kita hasilkan mengekspresikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar dengan sedikit bumbu imajinasi. Seorang seniman sejati mampu menyaring karyanya sehingga ampas terbuang lebih awal.
  27. Mendapatkan makna kehidupan sama artinya dengan menemukan diri sendiri.

  28. Menemukan diri sendiri sama artinya dengan menentukan tujuan hidup.
  29. Mencari jati diri berarti menemukan makna kehidupan.
  30. Menemukan jati diri sama artinya dengan hidup yang sudah sesuai tujuan atau cita-cita yang pernah dicanangkan.
  31. Televisi adalah pencoba yang mendorong penikmatnya untuk cinta: uang, pujian, popularitas dan pengakuan juga menjadi konsumtif. Jika merasakan hal-hal tersebut di dalam diri sendiri, atur, kendalikan dan minimalisir kebiasaan menonton televisi. Hindari terlalu candu dengan pencoba tersebut!
  32. Hidup lebih sederhana jika tujuannya simpel dan bersifat umum (misalnya demi kebajikan dan kebenaran). Tetapi hidup makin rumit saat tujuannya kompleks dan bersifat spesifik (harus menjadi ini, harus menjadi itu, mau punya ini, mau punya itu, jadi seperti ini, jadi seperti itu).

  33. Cara terbaik menghadapi anak dengan menjadi seperti mereka. Sama halnya, cara terbaik mempelajari seseorang dengan memasuki lingkungannya dan menjadi seperti dirinya tanpa harus kehilangan jati diri.
  34. Manusia dikembangkan oleh masalah yang dihadapinya. Jadi, jangan kesal berlebihan menghadapi masalah melainkan jalani, nikmati dan santai saja. Bukankah hal tersebut tidak lebih besar dari hidupmu sendiri?
  35. Mencintai masalah itu bersahabat dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
  36. Perkembangan mental ditempa dari rasa sakit. Cintailah rasa sakit itu lalu bersahabatlah dengan orang-orang yang melakukannya.

  37. Semakin berkembang otak makin banyak keinginan. Namun semakin fokus pada keinginan makin resah hati ini. Bagaimana tidak resah, apa yang diingini masih belum tercapai. Oleh karena itu, selama hidup di dunia ini, hindari fokus pada keinginan tetapi fokuslah pada kebenaran.
  38. Sebisa mungkin, “hindari fokus pada sesuatu yang belum dimiliki melainkan berpuas hatilah dengan apa yang sudah dimiliki.”
  39. Membahas-bahas yang belum dimiliki supaya dimiliki sama dengan menaruh pengharapan pada kekosongan. Lebih baik nikmatilah yang sudah dimiliki apa adanya dengan penuh syukur pasti kebahagiaan pun penuh.

  40. Kinerja yang baik dibangun dari kesungguhan, ketulusan, motivasi, kerja sama, kerja keras, kedisplinan, integritas, ketekunan dan aturan yang adil.
  41. Ada dua jenis racun di dunia ini, yaitu racun pahit dan manis. Manusia lebih banyak jatuh oleh racun manis daripada racun pahit.
  42. Dunia ini menawarkan nikmat dan mulia lewat tindakan tidak adil yang dibalut dalam sandiwara, itulah racun manis. Memang rasanya manis dilangit-langit tetapi sangat menggetarkan hati lagi menakutkan.
  43. Seorang sosialis sejati tidak menjanjikan kesenangan duniawi tetapi rasa sakit. Di atas semuanya itu, Yesus Kristus sudah berjanji, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

  44. Anda tidak bisa merasakan kebahagiaan tanpa mengalami penderitaan.

  45. Mustahil ada kedamaian tanpa gejolak sosial.

  46. Tidak ada ketenteraman hati tanpa berdamai dengan rasa sakit.
  47. Saat merasa sakit, tingkat kepuasan manusia berada pada minus di bawah nol derajat. Namun, saat bersyukur, tingkat kepuasan manusia berada di atas seratus derajat. Jadi bersyukurlah karena masih dikuatkan menghadapi rasa sakit dan puji-pujilah Tuhan di dalam hati. Niscaya, kelegaan dianugerahkan dan solusi diinspirasikan.
  48. Semakin tinggi prestasi makin banyak tekanan untuk membuatmu rendah hati. Hindari mencari penghiburan dengan membanggakan diri sebab anda tidak sempurna dalam segala hal.

  49. Kita bisa unggul di satu sisi tetapi sadarilah bahwa masih banyak sisi kehidupan dimana kita lemah. Orang yang angkuh memuji dirinya sendiri karena unggul dalam satu aspek kehidupan. Mereka yang rendah hati, menyadari betapa lemahnya dirinya tanpa orang lain sebab ia menyangkal kelebihannya menyadari bahwa ada hal-hal lain yang masih belum mampu dijangkaunya.
  50. Ide hanyalah sebutir benih. Anda harus mengusahakannya dengan sabar & tekun hingga menghasilkan sesuatu yang baik.
  51. Kekayaan berlebihan hanya meninabobokan kita. Kemewahan yang lebay membuat kita terkungkung dalam zona nyaman kehidupan.
  52. Persepsi tentang diri sendirilah yang membuat kita kaya atau miskin. Kami memilih untuk memiskinkan keinginan agar kebahagiaan diperkaya.

  53. Ide itu seperti bibit. Anda harus menemukan bidang yang tepat untuk menumbuhkan dan mengembangkannya.

  54. Kapitalis selalu menginginkan pertarungan sehingga ada kesempatannya menang dengan merebut hak orang lain.

  55. Multikapitalisme sengaja menumpuk sumber daya kepada beberapa kalangan untuk melegalkan mereka melakukan seleksi alam.
  56. Saat kita lebih kuat dari orang lain, tidak tertutup kemungkinan kita melemahkan, mencurangi dan merugikan mereka. Mustahil seekor singa terus-terusan diam melongo menatap zebra di depannya.
  57. Sosialis selalu menghendaki keadilan, memang ada pertandingan tetapi bukan untuk mencari pemenang tunggal melainkan semuanya menang.

  58. Manusia biasa jeli melihat kekurangan sesamanya. Mereka yang bijak mampu memaklumi hal tersebut karena paham betul dalam dirinya sendiri juga ada kekurangan, hanya dalam bentuk lain.
  59. Setiap orang memiliki kekurangan. Pemula melihatnya sebagai hambatan. Orang cerdas melihatnya sebagai tantangan. Sedang mereka yang bijaksana melihat kekurangan apa adanya sambil terus melangkah melanjutkan hidup.

  60. Anda tidak perlu berpikir keras, merencanakan kebaikan yang besar. Cukup dengan beramah-tamah, itu kebaikan kecil yang indah!
  61. Menjadi orang baik-baik saja sudah cukup tapi demi menyempurnakan kebaikan tersebut ramah & santunlah dalam bersikap!
  62. Prestasi duniawi tidak sama dengan prestasi sorgawi. Sebab prestasi duniawi seperti seorang yang menimbun sehingga bertambah-tambah kaya, sedang prestasi sorgawi seperti seorang yang sederhana sebab berkat yang ada padanya selalu dibagikan kepada sesama.
  63. Orang dunia melihat kebaikan dari nilai uang sedangkan Tuhan menilai kebaikan dari persenan total yang dimiliki.

  64. Prestasi duniawi selalu bisa diukur dan dapat diumbar kepada orang lain. Sedang prestasi sorgawi ukurannya ada pada Tuhan dan diumbar di akhir zaman kelak.

  65. Dunia melihat kemampuan seseorang berdasarkan jumlah kebaikan yang berhasil dikumpulkan untuk dirinya sendiri. Sorga melihat kemampuan seseorang berdasarkan persenan kebaikan yang berhasil dibagikan kepada sesama.
  66. Dunia menganggap anda sebagai orang beruntung saat berhasil mengumpulkan banyak. Tetapi sorga menganggap anda sebagai orang beruntung saat berhasil memberi banyak.
  67. Bekerja untuk dunia ini, hasilnya langsung kelihatan. Sedang bekerja untuk sorga, hasilnya terlihat nanti diakhirat.

  68. Orang yang tamak terus menumpuk sehingga bertambah-tambah kaya raya. Mereka yang benar terus memberi sehingga tidak kelebihan dan tidak juga kekurangan.
  69. Orang yang serakah merasa senang dengan limpahan materi & kemuliaan yang terpang-pang di depan panca indranya. Mereka yang benar merasa bahagia oleh limpahan kebaikan yang terus berdendang di dalam hatinya.
  70. Kesenangan identik dengan gemerlapan indra tetapi berlangsung sesaat. Kebahagiaan identik dengan pengelolaan hati (manajemen pola pikir) yang berlangsung terus-menerus.

  71. Menyenangkan Tuhan adalah totalitas kehidupan yang dimulai dari dalam pikiran, perkataan dan perbuatan yang selalu dekat dengan firman-Nya.
  72. Terkadang sesuatu yang menyenangkan bagi Tuhan justru kurang menyenangkan bagi manusia lainnya sebab orang tersebut pun tidak mau mengorbankan kesenangannya demi kebaikan orang lain.
  73. Menyenangkan Tuhan sama dengan mengorbankan sebagian kesenangan yang kita miliki kepada orang lain: itulah yang disebut dengan memberi.
  74. Sesungguhnya, manusia bisa bahagia apa pun situasi yang dihadapinya jika saja (a) mengetahui manfaatnya, (b) menyadari situasi tersebut atas izin Tuhan dan (c) tetap tenang menjalani semuanya.

  75. Kesenangan duniawi identik dengan kenikmatan dan kemuliaan duniawi walau pun sesaat. Sedang kesenangan sorgawi identik dengan pengorbanan yang sanggup kita berikan kepada sesama. Artinya, saat menikmati kesenangan duniawi kita tahunya untuk diri sendiri sedang saat menikmati kesenangan sorgawi kita melakukan kebaikan untuk sesama dan diri sendiri juga lingkungan sekitar.
  76. Kebenaran sejati akan semakin tergerus saat orang-orang duniawi mencari untung agar dirinya sendiri lebih baik dari orang lain.
  77. Kesenangan duniawi identik dengan gemerlapan dunia yang mempesona indra. Sedang kesenangan sorgawi adalah penderitaan yang membahagiakan hati.

Salam, Teruslah memotivasi diri,
Mencapai kehidupan abadi,
Bersama Allah sorgawi
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.