Kepribadian

Yesus Kristus Membayar Pajak Ke Negara Dan Gereja – Ada Oknum Jahat Tetapi Bukan Berarti Semuanya Jahat (Lembaganya Buruk Sama Sekali)

Yesus Kristus Membayar Pajak Terhadap Negara Dan Gereja - Ada Oknum Yang Jahat Tetapi Bukan Berarti Semuanya Jahat

Orang paling bijaksana sepanjang masa

Menurut anda, siapakah tokoh yang paling bijaksana di dalam sejarah umat manusia? Memang dalam perjanjian lama dikatakan bahwa tidak ada orang yang sebijksana raja Salomo, baik sebelum dia maupun sesudah dia. Penyataan ini jelas tertulis dalam kitab 2 Tawarikh 1:12d yang berkata demikian “sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.” Di zamannya perkataan ini memang benar adanya terutama berlaku di antara kalangan para pembesar negeri. Akan tetapi, di Perjanjian Baru telah terjadi perubahan besar dimana raja Salomo bukan lagi orang yang paling tinggi kebijaksanaannya melainkan Yesus Kristuslah orang yang paling berhikmat sepanjang masa. Dari sini kita bisa memahami bahwa “ajaran kristen dan kehidupan kekristenan di masa Perjanjian Baru harus berbeda dari masa Perjanjian Laru.” Seperti ada tertulis.

(Matius  12:42) Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!”

Beberapa ide Tuhan yang awalnya tidak masuk di akal tetapi sangat berdaya guna dalam menyelesaikan masalah kehidupan

Memang benar adanya bahwa Yesus Kristus adalah sepenuhnya Tuhan dan sepenuhnya manusia. Kami memang belum pernah menyaksikan bagaimana tampang dan penampilannya tetapi lewat sikap hidup dan ajaran-Nya, tersembunyi ilmu pengetahuan sekaligus pesan-pesan moral yang tidak terduga, Ambil saja contoh tentang manfaat garam sebagai pupuk (bnd Lukas 14:35), siapa yang pernah menduga hal ini sebelumnya? Demikian juga soal “mengasihi musuh,” siapa orang yang cukup culun untuk melakukan hal ini? Dipikirkan aja ogah apalagi dilakukan. Sama halnya saat Tuhan membasuh kaki murid-murid-Nya. Padahal di masanya perbudakan masih kental dan orang-orang besar ingin dipuji-sanjung oleh sesamanya. Ini adalah aksi merendahkan diri yang paling mengherankan.

Ilmu pengetahuan Tuhan tentang pertanian dan perkebunan

(Lukas 14:34-35) “Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

 Ilmu pengetahuan yang dimiliki Yesus Kristus pastilah telah dibagi-bagikan kepada semua orang yang mengikuti-Nya selama pelayanan-Nya di bumi ini terutama para rasul. Saat penulis Lukas mengumbar manfaat garam sebagai pupuk, seolah-olah penulis mendesainnya untuk tidak diketahui orang. Sebab disebutkan sebagai anti manfaat yang disajikan terbalik. Bahkan seolah-olah dari pemahaman cepat, “garam itu tidak baik bagi ladang maupun untuk pupuk.” Tetapi setelah berulang-ulang dibaca barulah makna dari kalimat itu nyata dalam hidup kita. Jadi, secara eksplisit manfaat garam itu tidak disebutkan bahkan yang ada justru disangkal. Akan tetapi, saat diperhatikan baik-baik secara implisit nyatalah kepada kita bahwa sebenarnya “natrium bisa dimanfaatkan untuk kesehatan ladang, yaitu sebagai pupuk.”

Gagasan Tuhan tentang kebaikan

(Matius 5:40-42) Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Saat kita berbuat baik terkadang sangat perhitungan sehingga cenderung menjadi pelit. Kebiasaan sangat perhitungan dan tidak mau rugi saat berbagi kepada sesama membuat kebaikan hati kita semakin kerdil saja. Jangan kebaikan yang besar, saat beramah tamah saja kesan pelitnya sangat terasa kentara. Akibatnya, saat masuk dalam permainan komunikasi kita terjebak dalam rasa kesal yang makin sakit karena tidak fokus kepada Tuhan. Semuanya ini semata-mata karena kebiasaan kikir dalam berkata-kata. Padahal kata-kata yang keluar dari bibir ini adalah pengorbanan yang sangat sederhana tetapi kita tidak mampu merelakannya karena kepelitan yang kronis (berlangsung bertahun-tahun). Jika saja masing-masing orang mempunyai niat yang tulus untuk melepaskan kata-katanya secara gamblang tanpa mengharapkan balasan, pastilah keramahan itu tetap bisa dibagikan pada momen yang tepat walau kadang tidak ditanggapi.

Anjuran Yesus Kristus untuk mengasihi musuh

(Matius 5:39) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

(Lukas 6:35) Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Jangankan musuh, ada manusia yang mudah kesal sama orang yang tidak dikenalnya karena perilakunya kurang baik, pastilah akan dijauhi. Kami dahulu merupakan orang yang suka membenci mereka yang memusuhi diri ini, tetapi tidak secara nyata-nyata melainkan diam-diam dipendam dalam hati. Akan tetapi kebiasaan ini berubah saat kami mulai menujukan hati hanya kepada Tuhan di segala waktu yang memungkinkan. Harap diketahui bahwa saat kita berbuat baik kepada lawan-lawan di sekitar, ada perasaan positif yang terbentuk di dalam hati. Suatu rasa yang disebut dengan “merasa tidak memiliki musuh sekali pun dikelilingi musuh.” Perasaan yang sangat baik inilah yang menjadi pembebas di dalam pikiran kita sehingga tidak takut berlebihan. Sebab saat kita merasa memiliki musuh, tingkat kewaspadaan cenderung berlebihan sampai kebablasan. Kita suudzon terus kepada orang lain padahal tidak terjadi apa-apa, semua baik dan lancar saja. Prasangka buruk ini akan berlalu saat kita mampu mengasihi musuh terserah tanggapannya baik atau kurang.

Kemampuan mengasihi musuh juga berhubungan langsung dengan sisi keikhlasan dari dalam hati. Suatu kekekuatan berlapang dada dalam menerima pahit-manisnya kehidupan. Artinya, hanya orang yang ikhlaslah yang sanggup berbuat baik kepada lawannya. Melatih kebiasaan membalas kejahatan dengan kebaikan merupakan suatu tantangan yang cukup besar. Mereka yang selalu melakukannya sudah mampu menyangkal egonya dan bersikap rendah hati di semua lini kehidupan. Lagi pula semuanya ini membawa kita dalam latihan kesabaran jiwa sehingga dapat tegar menghadapi ujian yang lebih berat. Selalu ingatlah bahwa kejahatan musuh-musuh kita tidaknya sampai membuat diri ini meneteskan darah (bnd Ibrani 12:4) sebab semua itu hanya berupa gangguan dan pengabaian. Tentu saja, kalau lawan mulai bertindak menyerobot hak-hak yang dimiliki, ada jalur hukum negara yang bisa ditempuh.

Nasihat supaya merendahkan diri

(Yohanes 13:4-5) Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

(Yohanes 13:7) Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

Kami awalnya kurang paham dengan maksud dari tindakan Yesus Kristus ini. Rasa-rasanya, ini salah satu tindakan yang tidak logis lainnya yang dilakukan-Nya. Akan tetapi, belakangan kami baru memahami arti dari perilaku tersebut. Aktivitas ini menandakan suatu niat untuk merendahkan diri atau lebih tepatnya menurunkan harga diri. Ada banyak momen dalam kehidupan ini ketika kebanggaan muncul dari dalam hati terlebih ketika pujian dari orang lain mulai bersarang di indra. Situasi tersebut membuat harga diri kita meninggi sehingga merasa tidak layak melakukan hal-hal kecil, tidak layak dipermainkan, tidak layak diuji dan tidak layak mendapatkan hal buruk lainnya. Sadar atau tidak, harga diri tinggi inilah yang merusak hubungan kita dengan sesama. Terlalu respek terhadap kesalahan kecil yang terjadi sehingga bersikap lebay. Pelit saat berbuat baik karena takut dicobai orang, tidak mau diperlakukan buruk karena merasa terhormat dan lain sebagainya.

Kita tidak sadar bahwa kesombongan itu sudah bersarang di dalam hati. Harga diri tinggi adalah salah satu indikator betapa tingginya keangkuhan tersebut. Jadi, kita perlu menirukan tindakan Tuhan Yesus Kristus ini dalam kehidupan sehari-hari. Perlu ada momen dalam kehidupan dimana kita merendahkan diri dan melayani orang lain. Salah satu cara untuk merendahkan diri adalah dengan beramah tamah. Kami sendiri suka melakukan pekerjaan kecil-kecil di rumah seperti menyapu, menyuci piring dan lain-lain juga suka duduk dilantai. Saat ada orang yang tidak santun, kami tetap membalasnya dengan santun. Ketika ada yang mempermainkan komunikasi, kami berusaha menjawab semuanya tanpa mengabaikan satu pun. Kami mengakui bahwa semua tindakan ini telah membuat harga diri ini turun drastis, tetapi justru hal tersebut membuat hati lega sebab perasaan harga diri yang terinjak-injak tidak muncul lagi saat ada masalah. “Anda pun perlu membuat cara sendiri dalam upaya untuk menginjak harga diri yang syarat dengan keangkuhan tersebut.

Tuhan Yesus Kristus berniat membayar pajak kepada negara

(Markus 12:14-17) Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!” Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

Sekali pun bangsa Israel bahkan Yesus Kristus sendiri berada dalam jajahan Roma, Tuhan tidak membenci mereka. Padahal, ada banyak orang yang tidak menyukai aktivitas penjajahan yang sedang dilakukan oleh kekaisaran romawi pada waktu itu. Namun Tuhan menyarankan orang-orang untuk membayar pajak sesuai dengan nilai yang ditetapkan oleh pemerintah. Dari sini sudah jelas bahwa orang percaya tidak bertujuan untuk melawan negara. Sekali pun pemerintah masih belum memberlakukan keadilan sosial, tetap saja kita harus patuh pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah. Bukankah semuanya itu demi kebaikan bersama? Anak Allah saja yang mengawali perjuangan terhadap kesetaraan tidak datang dengan kekuatan super untuk menundukkan pemerintah. Tetapi takluk di bawah pemerintahan yang membela hak-hak sipil warganya.

Tidak ada alasan bagi kita untuk melawan negara sebab Tuhan sendiri tidak menentang pemerintah selama melayani di bumi. Sebab itu, hindari mengedepankan pola-pola kekerasan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat agar mau diterima dan disetujui oleh pemerintah. Tidak perlu mengadakan pemberontakan yang malah mendorong kita untuk mengorbankan nyawa orang lain demi ambisi yang haus akan harta kekayaan, jabatan dan kekuasaan. Melainkan di atas semuanya itu, tempuhlah cara-cara damai dalam membawa perubahan yaitu dengan memberi pengertian. Mengapa sesuatu itu harus diubah? Apa keuntungan dan apa kerugiaannya? Juga apa pula kebobrokan dari sistem pemerintahan sebelumnya (kapitalisme/ liberalisme).

Tuhan Yesus membayar pajak ke Gereja

(Matius 17:24-27) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?” Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

Lagi-lagi suatu tindakan yang tidak terduga yang ditunjukkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Padahal Ia sangat mencela perilaku para hamba Tuhan di gereja tetapi tetap patuh terhadap gereja. Kecenderungan ini menunjukkan bahwa sekalipun Tuhan tidak menyukai perilaku beberapa oknum di dalam gerejanya  bukan berarti menentang semua yang ada di dalamnya. Artinya, kita bisa memberi saran hingga mengkritik oknum tertentu tetapi jangan membenci apalagi menjauhi lembaga yang menaunginya secara keseluruhan. Sebab masih banyak hal-hal baik lainnya yang termuat di dalamnya. Oleh karena itu, baiklah kita menaruh percaya pada kuasa dan kekuatan kasih Tuhan dalam mengubahkan gereja-Nya. Hindari sikap yang memaksakan kehendak sebab Roh Allah bekerja dalam rupa-rupa yang luar biasa untuk mendatangkan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Nantikanlah Dia dengan sabar, harapkanlah pembaharuan yang dimulai dari dalam hati setiap pemimpin gerejawi.

Ada Oknum Yang Jahat Tetapi Bukan Berarti Lembaganya Buruk Sama Sekali

Di sekitar kita mungkin saja ada orang yang berafiliasi dengan organisasi tertentu yang perilakunya jahat. Bukan berarti oknum jahat tersebut merepresentasikan organisasinya secara keseluruhan. Saat hanya satu-dua orang yang berlaku busuk bukan berarti sekelompok orang tersebut busuk semuanya. Oleh karena itu, kritik oknum tertentu saja tetapi jangan melawan organisasi tersebut secara keseluruhan. Kita harus mampu bersikap bijaksana dalam menanggapi perilaku manusia secara pribadi. Motivasinya melakukan keburukan tersebut mungkin saja karena alasan ekonomi, dendam pribadi dan kebutuhan lainnya. Jadi, silahkan berikan masukan, baik kritik maupun saran kepada orang per orang dalam paguyuban tertentu, bukan kepada seluruh anggotanya. Berpikir positiflah, satu orang salah bukan berarti merepresentasikan kegagalan semua orang.

Kesimpulan – kritik oknumnya tetapi jangan melawan institusinya

Sungguh pun Tuhan Yesus Kristus sangat getol  dalam menjalankan misi-Nya untuk menuntun umat manusia kepada cara hidup yang benar. Tetapi semangat itu tidak sampai dengan memaksakan kehendak agar gaya hidup-Nya dan ajaran-Nya langsung diterapkan oleh umat manusia. Kesalahan sistem yang dirasakan-Nya di antara masyarakat kala itu, tidak mendorong-Nya untuk menjadi seorang pemberontak yang berlaku anarkis. Saran dan kritik dilepaskan kepada oknum tertentu tetapi bukan dalam arti melawan lembaganya  secara keseluruhan. Sebab masiih ada hal-hal baik dan masih ada orang-orang benar di dalam pemerintahan dan gereja dimaksud. Jika memang tidak ada lagi hal baik niscaya api akan turun ke atasnya untuk membakar semua yang ada di dalamnya. Saat ini, setiap orang percaya malahan dianjurkan agar karib dengan siapa pun termasuk orang-orang berdosa. Di atas semuanya itu, “jangan lupa untuk memenuhi setiap tanggung jawab dan kewjiban yang dibebankan oleh pemerintah dan gereja kepada masing-masing kita.”

Salam, Lawan orangnya
tetapi jangan lembaganya.
Komentari dan kritik oknumnya
tetapi jangan cemarkan lembaganya.
Masih banyak kebaikan di dalamnya.
Kalau tidak, tentu Tuhan memusnahkannya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.