Internet & Media Sosial

10 Alasan Privasi Di Internet & Media Sosial Tidak Ada – Orang Butuh Privasi Tinggi Punya Rahasia Besar

Alasan Privasi (Privat) Di Internet & Media Sosial Tidak Ada – Orang Butuh Privasi Punya Rahasia

Keinginan yang salah dilakukan secara sembunyi-sembunyi

Hawa nafsu merupakan kekuatan yang membuat kita mampu tetap bertahan menjalani hidup untuk berenang dalam gejolaknya yang bergelombang. Karena setiap orang memiliki tujuan akhir, setiap dari kita hendak hidup abadi di sorga yang penuh kebahagiaan bukan selama-lamanya di neraka yang penuh derita, tangisan dan kertak gigi. Ada pula yang berhaluan bukan untuk kepentingan diri sendiri melainkan demi memenuhi keinginan beberapa orang yang dicintainya (keluarga). Sedang yang lainnya menatap masa depan demi memenuhi keinginan akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Kemauan semacam inilah yang kerap kali menawan kehidupan seseorang ke dalam praktek tipu muslihat demi tercapainya tujuan-tujuan duniawi tersebut. Sadar atau tidak, dimulai dari hasrat menipu inilah dikenal yang namanya rahasia.

Pandangan umum tentang rahasia yang membahayakan diri sendiri

Bisa dikatakan bahwa orang yang memiliki rahasia selalu berhubungan dengan hawa nafsu yang salah. Saat anda ingin merahasiakan sesuatu dari orang lain berarti ada yang salah dengan hal tersebut sehingga tidak mau diungkapkan. Kita bergerak di jalan-jalan yang menyimpang sehingga melakukannya secara diam-diam. Tidak ingin gerak-gerik diketahui karena menyadari bahwa apa yang dilakukan jelas-jelas salah. Akibatnya kehidupan kita kurang luwes, seolah ada yang menekan diri ini, padahal itu terjadi akibat kesalahan sendiri. Saat suatu waktu ada yang mengetahui kejadian tersebut, hidup kita ketar-ketir sebab rahasia telah terbongkar dan hidup ada dalam genggaman tangan orang tersebut. Mereka yang mengetahui rahasia kita, dimungkinkan untuk mengendalikan diri ini, sekehendak hatinya. Sehingga kita hidup bukan lagi demi tujuan pribadi saja melainkan karena paksaan (kontrol) dari orang lain.

Semakin jujur hidup, kian tidak butuh sesuatu yang privasi

Hidup terbuka dengan orang lain merupakan suatu pilihan yang tepat untuk dijalani. Tanpa pilihan ini, kehidupan kita tidak bisa luwes seperti kebanyakan orang lainnya. Sebab kita merasa suka dikuntiti oleh karena melakukan aktivitas yang cenderung merugikan diri sendiri maupun orang lain dan lingkungan sekitar. Namun jika saja kita mau menggunakan sesuatu sepositif mungkin niscaya hidup ini lebih terbuka. Bahkan sekalipun banyak pihak yang menguntit dari berbagai penjuru, tetap ada rasa aman dan tenang dalam menghadapinya. Jadi, yang kami maksudkan di sini adalah kejujuran kita adalah penentu kebebasan sendiri. Semakin jujur seseorang, makin tidak butuh dirinya dengan yang namanya privasi. Akan tetapi, semakin manipulatif seseorang, makin tinggi pula rahasianya padahal di internet tidak ada yang namanya privasi.

Mengapa ada hal privat di dunia nyata tetapi tidak di dunia sosial media?

Di dalam kehidupan sehari-hari, yaitu di dunia nyata, masing-masing orang memiliki wilayah privasinya sendiri-sendiri. Suatu wilayah yang hanya bisa dikunjungi oleh dirinya sendiri atau oleh orang-orang yang dipercayainya. Wilayah ini misalnya adalah rumah sendiri dimana yang lebih kecil dan lebih tersembunyi lagi adalah kamar sendiri. Yang lebih tersembunyi lagi dari semuanya itu adalah lekak-lekuk tubuh sendiri tanpa busana. Ini jarang sekali dilihat orang lain kecuali mereka yang hidup bersama sebagai suami-istri. Lain halnya saat kita sudah memasuki jalanan yang padat dan ramai, di sana bukan tempat pribadi karena ada banyak orang dan mungkin saja ada CCTV di sekitarnya. Demikian halnya saat kita berada di pasar, ruang publik (publik space), perkantoran, pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya; kita tidak bisa bebas semau-maunya seperti di rumah sendiri saat berada di tempat umum.

 Di dunia nirkabel, yang menjadi kepunyaan kita hanyalah sebatas komputer-PC, laptop, smartphone, tablet, handphone yang dimiliki. Lebih dari itu, semua fasilitas lainnya adalah milik perusahaan swasta (asing maupun lokal) dan milik pemerintah. Saat kita online, otomatis menggunakan fasilitas yang mereka sediakan yang secara tidak langsung mengharuskan kita untuk melakukan pendaftaran (sing up) atau memasukkan password (login). Aktivitas ini seperti saat kita hendak mengunjungi suatu daerah lalu memilih singgah di sebuah motel atau hotel. Lantas kita menyewa kamar untuk tinggal beberapa malam. Sedang semua pengunjung tahu bahwa pihak manajemen rumah singgah tersebut selalu memiliki kunci seraf untuk berjaga-jaga kalau ada kejadian yang tidak terduga. Demikianlah setiap akun yang kita miliki di dunia maya, pihak pengembang dan pemerintah memiliki kunci seraf untuk memasukinya. Hanya saja, semua itu sebatas melihat-lihat tanpa izin untuk mengubah apapun.

Pengertian (defenisi)

Privasi adalah kebebasan; keleluasaan pribadi. Namun yang dimaksud dengan privat adalah (1) pribadi; (2) tersendiri; (3) partikelir; swasta. Sedangkan rahasia adalah (a) sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain; (b) sesuatu yang belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang; (c) sesuatu yang tersembunyi; (d) cara yang setepat-tepatnya (biasanya tersembunyi atau sukar diketahui); kiat; (e) sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang agar tidak diceritakan kepada orang lain yang tidak berwenang mengetahuinya; (f) secara diam (sembunyi-sembunyi); tidak secara terang-terangan (tentang perkumpulan). Menurut kami, privasi adalah ranah pribadi yang bersifat rahasia dan tidak untuk diketahui secara umum namun masih bisa dipantau oleh kalangan tertentu. Pemantauan dalam hal ini bukan untuk tujuan mengintimidasi melainkan semata-mata untuk mengawasi. Tentu saja aktivitas ini dilakukan atas seizin pemiliknya maupun tanpa sepengatahuan yang empunya.

Faktor penyebab tidak ada sesuatu yang privat (privasi) di internet apalagi media sosial

Di dunia digital, ada yang namanya enkripsi data sehingga privasi susah ditembus. Teknologi enkripsi ini digembar-gemborkan sangatlah mutakhir sebab dapat melindungi data-data tertentu yang dianggap penting dan sangat rahasia. Biasanya, sesuatu yang sudah dienkripsi selalu membutuhkan password alias kata kunci untuk memasukinya. Jadi, bisa dikatakan bahwa segala sesuatu yang dimasuki dengan kata kunci memiliki teknologi khusus untuk menjaga kerahasiaan data-data setiap penggunanya tetap aman pada batas-batas tertentu. Berikut ini akan kami berikan beberapa alasan mengapa kita perlu meragukan hak privasi di dunia maya sehingga perlu memanfaatkannya sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya.

  1. Kita hanya numpang menggunakan infrastruktur pemerintah atau swasta.

    Sebagai masyarakat awam, kita harus tahu diri dan tidak terlalu menganggap segala infrastruktur di dalam gadget adalah milik pribadi. Ketahuilah bahwa yang namanya privat itu hanya sebatas data-data yang disimpan di dalam memori internal atau memori eksternal saja. Sedang begitu memasuki dunia online, kita menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dan/ atau swasta. Jadi, sudah secara otomatis mustahil aktvitas yang digeluti sifatnya rahasia. Sekali pun menurut kita ada privasi di sana namun sesungguhnya pihak ke tiga atau pihak ke empat dapat melakukan pemantauan secara penuh maupun sebagian.

  2. Semua jaringan internet telah diintegrasikan sehingga terhubung satu sama lain.

    Saat menggunakan komputer PC atau laptop sendiri, ada rasa bebas sebab bisa memasukkan apa pun ke dalamnya tanpa diketahui oleh orang lain. Tentu saja ini bisa dijadikan sebagai salah satu tempat teraman untuk menyimpan beberapa dokumen yang dipandang sebagai informasi rahasia. Akan tetapi, begitu kita online di dunia maya sudah otomatis terhubung dengan berbagai perangkat di seluruh dunia sehingga apa yang kita lakukan mungkin saja akan diketahui oleh orang tertentu di tempat lain. Misalnya saja, saat menggunakan akun Facebook atau Google, orang lain bisa mengetahui posisi kita karena telah menautkannya dalam sebuah status. Ini hanya contoh sederhananya saja, para pengembang sosial media tentu saja memiliki aplikasi yang lebih handal terutama saat dihubungkan dengan aksi kriminalitas.

  3. Semua pihak di dunia maya wajib bekerja sama dengan pemerintah setempat.

    Setiap penyedia layanan di internet atau media sosial adalah pihak ke dua yang harus berkemauan kuat untuk bekerja sama dengan pemerintah setempat. Tidak sampai di situ saja, mereka pun diwajibkan untuk mematuhi perundang-undangan yang berlaku terutama yang berhubungan dengan dunia per onlinenan. Bukankah semua ini semata-mata untuk keamanan seluruh elemen masyarakat agar terhindar dari praktek pemanfaatan internet yang kurang tepat?

  4. Pihak penyedia layanan internet memiliki mesin penyaring.

    Kita dijanjikan oleh pihak ke dua bahwa situs media sosial yang kita gunakan dijamin privasinya. Namun, perlu diketahui bahwa setiap pengelola suatu situs media memiliki mesin penyaring dengan kriteria tertentu. Mesin penyaring ini membuat mereka bisa membedakan segala konten yang kita unggah, apakah itu berjenis dokumen, video, audio, gambar dan lain sebagainya. Sekali pun penyaringan ini bersifat umum tetapi setidaknya kita paham bahwa setiap hal yang kita kirimkan ke akun tersebut bisa didiferensiasi dengan cara tersendiri. Ini adalah gambaran umum yang menunjukkan bahwa privasi yang benar-benar terjaga itu memang cukup meragukan.

  5. Pihak penyedia layanan internet memiliki mesin pencari super.

    Mesin pencari super ini seperti suatu program yang dapat menemukan sesuatu yang tidak hanya diunggah secara publik melainkan aktivitas rahasia pun bisa dicarinya. Memang harus diakui bahwa setiap media sosial memiliki fasilitas privat dimana penggunanya dapat melakukan sesuatu tanpa diketahui oleh pengguna lainnya. Namun, ini bisa saja tidak berlaku saat ada pihak berwenang yang sedang melakukan pengawasan dengan kata kunci tertentu. Mereka akan dapat melihat setiap media yang kita kirimkan ke tempat tersembunyi terutama ketika berkaitan dengan kata kunci yang sensitif.

  6. Pemilik website/ oknum swasta/ pemerintah punya kunci second (kunci seraf) untuk membuka akun manapun yang dicurigai.

    Mereka yang disebut sebagai admin selalu memiliki kunci belakang dari rumah online yang kita tinggali. Ini semacam kunci rahasia untuk membuka hal-hal yang dianggap mencurigakan sehingga perlu diamati dan dicermati satu per satu. Tentu saja, penggunaan kunci seraf ini hanya sebatas keperluan tertentu saja (sangat penting) yang tidak dimanfaatkan untuk sekedar ogah-ogahan belaka. Kita perlu juga mengamati dan mempelajari baik-baik bagian yang memberikan petunjuk tentang “syarat dan ketentuan yang berlaku” dalam setiap situs website yang dikunjungi/ disukai. Mungkin saja, di sana telah dituliskan kapan saja pembukaan akun lewat pintu belakang dilakukan secara resmi maupun tidak (diam-diam).

  7. Kita bisa memberi akses yang mengizinkan aplikasi/ ekstensi lain melakukan pemantauan (disengaja atau tidak disengaja).

    Menghubungkan akun media sosial yang dimiliki dengan aplikasi tertentu dapat membuat mereka menelaah setiap aktivitas yang kita lakukan dan tercatat dengan jelas. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat menghubungkan akun anda dengan ekstensi mana pun. Pastikan itu adalah merek dagang yang cukup dikenal atau populer di telinga. Lagipula jika tidak membutuhkannya, untuk apa menghubungkan akun yang menyembunyikan data pribadi pada pihak ke tiga atau ke empat?

  8. Jejak IP bisa ditelusuri oleh pihak yang berkepentingan.

    Nomor IP ada bermacam-macam yang dibedakan menurut wilayah/ daerah/ provinsi/ kota/ negara domisili. Jika seseorang hendak mencari tahu tentang aktivitas yang biasa kita lakukan saat online di internet maka setiap situs yang dikunjungi akan ketahuan. Penelusuran ini biasanya digunakan dalam dunia forensik dalam memecahkan kasus kejahatan yang melibatkan jaringan nirkabel.

  9. Aktivitas nomor seri perangkat bisa ditelusuri oleh pihak lain.

    IP yang tertera dalam setiap langkah klik yang diambil bisa saja sama dengan orang lain yang berdomisili di daerah yang serupa walau tak sama. Akan tetapi, keberadaan kita, aslinya dimana dapat diketahui lewat nomer seri komputer/ laptop/ smartphone/ tablet yang dimiliki. Setiap kejahatan cyber crime yang kita lakukan di situs mana pun pasti akan mencatatkan nomor seri perangkat yang dimiliki sehingga pelaku kejahatan tidak bisa bertekak/ mengelak/ membantah/ menyembunyikannya. Kejahatan online memang tersebar luas dan melimpah jumlahnya di dunia maya tetapi itu hanyalah sekedar penguji belaka. Yang benar-benar menggelutinya secara serius (penipuan nyata-nyata) jarang sekali bahkan mungkin tidak ada sama sekali.

  10. History perangkat bisa diambil/ diunduh baik secara langsung maupun diam-diam.

    Orang tua atau pasangan kita bisa saja mengambil perangkat teknologi tinggi yang kita miliki untuk diketahui apa-apa saja yang kita lakukan selama ini. Apakah ada aktivitas yang mencurigakan, aneh-aneh, lebay dan sesat atau ke arah manakah kita memanfaatkan teknologi tersebut? Histori ini tercatat dengan jelas dalam perangkat yang kita genggam (smartphone, tablet, handphone) terkecuali jika sudah dihapus terlebih dahulu.

    Saat seseorang tersangkut dengan tindakan kriminal yang melibatkan dunia internet dan media sosial. Laptop/ PC/ gadgetnya bisa saja disita untuk diketahui dengan pasti tentang sejarah perjalanannya di dunia maya. Mungkin penelusuran sejarah kehidupan peronlinan semacam ini bisa turut membongkar gurita teror dan kejahatan yang selama ini digelutinya secara berkelompok.

Kesimpulan

Keamanan dan kebebasan dalam bersosial media ada batas-batasnya. Tidak ada yang namanya bebas sebebas-bebasnya dan sesuka-sukanya. Terkadang apa yang menurut kita tertutup malah menjadi sangat terpantau oleh kalangan tertentu. Dengan teknologi internet terbuka yang semakin ekspansif, orang akan semakin mudah mengetahui rahasia orang lain. Oleh karena itu, saran kami jangan simpan hal-hal kotor anda di dunia maya. Sebab bisa saja ada orang lain yang mengetahui noda tersebut lalu mengkopi-pastekannya (di screen shots) untuk dibocorkan kepada khalayak. Ini hanyalah soal waktu saja sampai semuanya bocor (terbongkar sebagian maupun seluruhnya).

Manusia memiliki rahasia adalah sesuatu yang biasa selama berada dalam batas-batas kewajaran. Namun di atas semunya itu, ketahuilah bahwa sekali pun komputer, laptop dan gadget yang dimiliki adalah milik sendiri, privasinya hanya sebatas yang disimpan dalam memori internal dan eksternal saja. Begitu online: menulis status, mengunduh gambar, musik, video dan lainnya ke jaringan, tepat saat itulah ada pihak lain yang mengetahui apa aktivitas yang sedang digeluti. Sebab internet membuat segala sesuatunya terhubung dalam keterbukaan menurut batas-batas tertentu. Oleh karena itu, simpanlah rahasia yang wajar-wajar saja dalam dunia maya, tidak perlu lebay. Media sosial dan situs web lainnya di intenet adalah tempat yang ramai dimana banyak orang berkumpul. Wajar kalau tidak ada yang namanya privat. Jadi minimalisir aktivitas menyimpan rahasia secara online, labih baik lakukan secara offline di rumah atau kamar sendiri. Lagi pula orang yang senantiasa jujur tidak butuh privasi yang besar dan luas. Cukup yang sedang-sedang saja namun rasa puasnya tinggi karena bebas bercengkrama dan berekspresi melakukan hal yang positif.

Salam, Ranah pribadi itu jarang,
Jujurlah biar hati selalu tenang,
Buat segala hal seolah di tempat terang
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.