Kepribadian

10 Alasan Rendah Hati – Mengapa Manusia Harus Merendahkan Hatinya?

Alasan Rendah Hati – Mengapa Manusia Harus Merendahkan Hatinya

Semua manusia angkuh hatinya

Tidak ada manusia yang tidak bisa sombong tetapi cukup susah untuk menjadi rendah hati.” Sebab secara bawaan, sikap yang selalu meninggikan diri telah tertanam dengan rapat bahkan bukan sekedar rapat saja tetapi menyatu dalam setiap sel-sel tubuh kita. Tabiat buruk ini tergabung dalam satu kumplulan istilah yang disebut rasul Paulus sebagai “perbuatan daging.” Namanya juga daging, sudah pasti masing-masing manusia memilikinya sebab kita masih terdiri dari daging dan darah. Moga-moga kita semua masuk sorga kelak sebab tiap-tiap orang benar akan bervolusi maksimal meninggalkan tubuh yang penuh daging dan darah ini. Tidak ada lagi perbuatan daging dan tidak ada lagi nafsu daging sebab semua orang hidup bersama-sama Allah di dalam cahaya (setiap sel kita tersusun dari cahaya).

Perbuatan daging meningkatkan kecanduan akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi sehingga sah-sah saja meraihnya dengan melegalkan segala cara

Kedagingan inilah yang membuat kita hanya melihat diri sendiri karena terlalu fokus kepada “keakuan.” Kita sering sekali merasa diri lebih dari orang lain bahkan sebagai segala-galanya. Sungguh, sifat egois itu membuat kita berpikir sebagai pusat dari segala sesuatu lalu menjadi senang. Ada rasa bangga saat kita menjadi trend setter/ trending topic/ populer yang rasanya amat nikmat walau sesaat. Padahal semuanya itu hanyalah fatamorgana indra yang bisa hilang dan pergi kapan saja. Lantas orang yang ketergantungan menjadi stres sampai berusaha untuk mempertahankannya. Proses mempertahankan inilah yang membutuhkan pengorbanan hingga membuat seseorang menghalalkan segala cara. Artinya, orang yang tinggi hati lebih besar kecenderungannya untuk melakukan kejahatan demi memenuhi ketagihannya akan sesuatu dan lain hal.

Keangkuhan memancing sifat menipu hingga menjadi serakah

Watak sombong adalah suatu masalah yang tidak hanya menjadi beban bagi diri sendiri dan sesama manusia lainnya. Melainkan dapat pula merusak lingkungan alamiah yang tersebar luas di sekitar. Sebab sifat angkuh berhubungan dengan hal yang besar-besar, banyak-banyak, tinggi-tinggi, lebar-lebar dan lain sebagainya. Semua megaukuran yang menandakan ciri khas dari sifat yang lebay merupakan luapan dari hati yang menyombong. Saking inginnya mereka dengan hal-hal luar biasa itu, besarnya pohon pun disaingi dan tingginya burung juga dilampaui. Bukankah semua kisah-kisah pencarian akan kebesaran ini adalah bagian dari sejarah kehidupan manusia? Manusia semakin serakah memanfaatkan ilmu pengetahuannya sehingga ingin mencapai kemuliaan sesaat dengan melakukan manipulasi dan eksplorasi besar-besaran. Itulah kehidupan kita di masa lalu yang tidak perlu dipermasalahkan tetapi marilah bangun hari depan dalam kerendahan hati agar jauh dari praktek tipu muslihat dan ketamakan.

Menjadi tinggi hati setali tiga uang dengan memancing hasrat arogan

Membangun kehidupan dalam kesombongan hanya mendorong reaksi yang sama dari orang lain. Akan tercipta rasa dengki di dalam hati orang lain sehingga mereka pun melakukan hal yang sama bahkan lebih lagi. Artinya, tabiat yang suka angkuh ini dapat menular dari manusia yang satu ke manusia lainnya sehingga dampaknya meluas sangat. Jika orang-orang angkuh berkumpul maka kemudian yang akan dicari oleh mereka adalah “siapa yang lebih baik.” Pencarian akan yang terbaik inilah yang melibatkan pertarungan sengit namun tidak ada apa-apa yang tampak nyata di sekitar. Artinya, orang yang di dalam hatinya sudah terpupuk rasa sombong secara tidak langsung akan membentuk mental iri  sehingga selalu ingin lebih dari sesamanya atau disebut juga sebagai sikap arogan.

Biasanya orang yang arogan sangat konsumtif (banyak belanja agar selalu kelihatan lebih dari sesamanya)

Tabiat yang syarat dengan arogansi membuat seseorang tunduk di bawah komando indranya. Sebab segala sesuatu yang besar, luas, panjang, tinggi, berkilau dan berharga selalu diinginkannya. Orang yang arogan, “tidak bisa melihat kawan lebih dikit, dia juga diam-diam membelinya bahkan bila perlu yang lebih mahal dari itu.” Pribadi arogan inilah yang menjadi sasaran empuk yang mudah sekali tergiur oleh tawaran iklan barang-barang mewah. Artinya, semakin arogan seseorang, makin tinggi nafsu belanjanya sehingga kian konsumtiflah orang tersebut. Jadi, jika saat ini anda merasa bahwa akhir-akhir ini sangat konsumtif (membeli barang-barang terlalu banyak/ berlebihan), sadarilah bahwa hal tersebut terjadi karena anda memelihara dan memupuk baik-baik sisi arogansi sehingga kian menjadi-jadi.

Harga diri dan kesombongan.

Kita perlu belajar dari sekarang untuk menanggalkan sifat-sifat yang tinggi hati ini lalu mulai memakai jubah kerendahan hati. Suatu pakaian yang tidak dibawa sejak dari lahir melainkan harus dilatih dari waktu ke waktu. Bahkan lebih lagi dari itu, yakni rendah diri! Mengapa penting sekali sifat rendah diri ini? Sebab tanpa masuk ke dalam hati masing-masing, ketahuilah bahwa setiap manusia cenderung menganggap dirinya Tuhan yang lebih baik siapa pun. Mental yang selalu merasa lebih baik dari dari segalanya inilah yang selalu memposisikan harga diri kita pada taraf yang sangat tinggi. Orang yang harga dirinya sangat tinggi sifatnya penuh dengan kesombongan. Mereka berpikir bahwa semua yang dilakukan orang lain adalah salah dan yang benar dirinya seorang. Sat mereka salah enggan mengakui kesalahannya, diganggu orang emosi langsung meledak-ledak dan terlalu terburu-buru dalam bertindak hingga cenderung ceroboh.

Semua yang merasa memiliki sifat semacam ini berarti salah satu orang dengan tingkat kesombongan tinggi. Padahal sifat harga diri tinggi ini cenderung membuat kita enggan merasa tersakiti. Pas ada sesuatu yang menyakitkan, kekecewaan dan kehilangan; kita merasakan penderitaan yang sangat menghancurkan hati. Seolah ada sesuatu yang menekan sekaligus megganjal hati sehingga sulit menjadi bahagia hanya karena situasi yang tidak sesuai dengan harapan. Pada titik ini, kita menjadi stres berat hanya karena hal-hal sepele yang seakan menurunkan harga diri sendiri. Sesungguhnya situasi yang buruk tersebut bisa dibawa santai namun karena bawaannya angkuh, kita merasa tidak layak mendapatkannya sehingga berujung depresi. Satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan merendahkan hati bahkan merendahkan diri lalu melakukan kebaikan kecil untuk melayani sesama. Artinya, perlu ada momen dalam hidup ini dimana kita merendah untuk bermanfaat kepada sesama sehingga sifat angkuh yang merasa harga diri tinggi segera terkikis secara perlahan tapi pasti.

Faktor penyebab manusia perlu banyak-banyak merendahkan hatinya

Pengertian – “rendah hati adalah memposisikan hidup pada taraf yang paling minimalis atau paling standar sehingga dapat menyambut segala sesuatu dengan hati ikhlas.” Orang macam ini tidak candu terhadap kenikmatan materi dan kemuliaan duniawSi manapun; apa adanya hidup disyukuri saja. Keadaan ini serta merta membuat orang yang merendahkan hatinya jarang sekali mengalami stres dalam hidupnya. Mereka yang hatinya merendah dikenal juga sebagai orang yang selalu kuat selama menjalani hidup di dunia ini. Orang-orang tersebut dikenal ramah terhadap semua orang sehingga susah sekali untuk dijelek-jelekkan kehidupannya. Oleh karena itu, milikilah hati yang selalu merendah agar kita bisa menghadapi baik buruknya situasi di sekitar. Berikut selengkapnya akan kami jelaskan beberapa manfaat atau alasan mengapa rendah hati itu sangatlah penting.

  1. Kita unggul karena anugerah bukan perbuatan sendiri.

    Ada sesuatu di dalam diri kita yang membuatnya berbeda dari orang lain. Rasa spesial itu tidaklah etis bila diumbar dengan penuh kebanggaan di dalam hati maupun kepada sesama. Sebab sekali pun diri sendiri hebat, bisa saja kehebatan tersebut diambil secara tiba-tiba oleh Tuhan. Lalu bagaimana jadinya suasana hati yang biasanya tinggi selangit tiba-tiba saja terjun bebas karena semuanya itu lenyap? Pastilah hati ini jadi hancur berkeping-keping. Oleh karena itu, jangan pernah sedikit pun berbangga hati oleh karunia apa pun yang anda miliki. Sebab semuanya itu bisa diambil kapan saja. Melainkan rendahkan hati dan jadilah pelayan yang gemar menyelesaikan hal-hal recehan nan bermanfaat bagi sesama.

  2. Kesombongan adalah tabiat awam manusia.

    Alasan pertama dan utama mengapa manusia harus menempuh jalan yang rendah hati adalah karena kita bawaannya selalu ingin meninggikan diri sendiri. Artinya, tanpa disuruh dan tanpa diperintahkan pun, masing-masing orang memiliki kecenderungan memuji dirinya sendiri. Padahal memuji diri sendiri beresiko menciptakan mental sombong yang membuat kita merasa sangat kecewa ketika mengalami cobaan recehan yang datang secara tiba-tiba. Oleh karena itu rendahkanlah hati dengan menyangkal diri tepat saat puji-pujian terhadap diri sendiri menggema di dalam kalbu.

  3. Setiap orang punya kelemahan.

    Bukan hanya anda saja, kami juga memiliki kelebihan yang bisa saja dibangga-banggakan kepada orang lain dan itu ada dasarnya (bukan pepesan kosong). Namun liciknya lawan menyerang bukan lewat kelebihan yang dimiliki tetapi kelemahanmulah yang diinjak-injaknya. Suasana hati yang awalnya melayang-layang tinggi tiba-tiba saja gedebak-gedebuk jatuh, sehingga sakitnya nggak kebayang. Situasi semacam ini jelas memilukan hati. Oleh karena itu, milikilah momen dalam hidu ini dimana kita merendahkan diri dengan melayani orang lain melakukan hal-hal sepele. Kebiasaan menjadi pelayan yang rendah hati membuat harga diri yang terlalu tinggi lenyap sehingga walau direndahkan orang lain, kita bisa menerimanya apa adanya (toh semua orang punya kelemahan).

  4. Tidak bisa melakukan segala hal (multitalent).

    Kita hanya manusia biasa yang memiliki batasan kemampuan (limited skill). Sekali pun unggul saat melakukan ini dan itu, pasti saat melakukan hal lainnya tidak serta merta mampu. Jika kita sempat tinggi hati karena dua tiga hal yang menjadi bakat alamiah yang dimiliki, begitu melihat kelebihan orang lain yang tidak bisa kita lakukan pasti jadi iri hatii. Kita ingin juga memiliki kelebihan seperti yang orang tersebut miliki bahkan bila perlu melebihi dirinya namun nyatanya kita tak mampu. Perasaan semacam ini jelas menimbulkan bantingan di dalam jiwa sehingga besar kekecewaan di dalam hati karena kita tidak mampu melakukannya. Jadi, sehebat apa pun kehidupan anda saat ini hindari membanggakannya melainkan injaklah dirimu di bawah kaki Tuhan dan nikmati itu dengan penuh syukur.

  5. Kita tidak setiap hari atau setiap saat unggul dari sesama.

    Rendah hati itu penting dimiliki oleh setiap orang karena kita tidak setiap hari unggul dari sesama. Seperti kata pepatah “hidup ini seperti roda pedati.” Jika hari ini, unggulnya dirimu dipuja-puji orang lain sehingga merasa hebat sendiri, mungkin saja besok-besok rekanmulah yang ditinggikan. Bagaimana tanggapan anda? Jangan-jangan menjadi tidak cakapan dan jauh-jauhan. Oleh sebab itu, hindarilah sikap “cakap sombong” saat hari ini anda lebih baik dari sesama. Sebab mungkin saja di hari-hari berikutnya dialah yang jauh lebih unggul sehingga kedengkian dan kebencian menyatu sampai membuat pertemanan retak sesak. Oleh karena itu, saat hari ini anda dilebihkan dari orang lain tetap ramah dan berkata-katalah seperti biasanya. Justru baik juga untuk menyangkal kelebihan itu lalu menyadari bahwa kita hanya debu-tanah sampah yang tidak berguna (katakan di dalam hati).

  6. Kita unggul saat bersama bukan saat sendiri.

    Budi adalah seorang kepala (pemimpin) yang menyombongkan diri atas keberhasilan tim melakukan perubahan yang kreatif dan inovatif. Lantas rekan dalam tim tersebut menjadi jengkel sehingga kinerja beberapa orang turun yang berdampak luas terhadap keberhasilan tim. Budi pun kecewa berat terhadap anggota timnya dan menindak mereka dengan sanksi yang berat karena hal tersebut. Padahal sesungguhnya, masalah tidak terletak pada rekan sekerjanya melainkan pada dirinya sendiri. Oleh karena itu, hindari mengambil kehebatan kelompok untuk diri sendiri. Sekali pun peran anda sebagai kepala sangat besar, rendahkanlah hati dengan menganggap kemenangan itu sebagai kekuatan dari kebersamaan.

  7. Mustahil mampu mencukupi kebutuhan sendiri.

    Mandiri itu baik tetapi merasa mampu melakukan segala sesuatu sendiri itu kurang tepat. Sebab sehebat apa pun diri ini selama hidup maka selama itu pula kita membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari sesama. Oleh sebab itu, hindari sikap yang cenderung menyombong dalam menjalani hari-hari di dunia yang fana ini. Melainkan berupayalah untuk merendahkan hati dengan hidup dalam pola-pola yang sederhana sehingga kita tidak terlalu mencolok dimana terlihat sama saja (setara) dengan sesama.

  8. Untuk menanggung derita (masalah).

    Sikap hati yang selalu merendah membuat individu bisa menanggung berbagai kemelut di dalam dunia ini. Seseorang yang rendah hati lebih berlapang dada saat menyambut tekanan hidup dalam setiap hari-harinya. Mereka ikhlas menerima kenyataan sehingga semua bisa dihadapi dengan sukacita. Tidak cukup sampai di situ, orang-orang tersebut pun lebih mampu memaafkan dan menjalin hubungan baik dengan lawan-lawannya. Keadaan ini membuat mereka jarang stres sehingga dalam penderitaan sekali pun tetap ada rasa syukur yang disertai kebahagiaan.

  9. Agar bisa bahagia.

    Orang yang rendah hati keinginannya minimal sehingga kebahagiaannya menjadi maksimal. Mereka tahu dan tidak melupakan apa yang menjadi kebutuhannya seperti orang normal pada umumnya. Namun enggan untuk fokus kepada rupa-rupa keinginan yang muncul tiba-tiba dari dalam hati. Faktor yang mempengaruhi keadaan ini juga salah satunya disebabkan oleh karena mereka yang mau melayani sesama dengan melakukan hal-hal recehan, seperti ramah tamah, bersih-bersih dan lain sebagainya. Ini membantu mereka untuk merendahkan diri sehingga bisa menangkap lebih banyak kebahagiaan dari bawah.

  10. Supaya bisa mengasihi sesama dengan adil (kasih seperti diri sendiri).

    Biasanya kerendahan hati berhubungan erat dengan pola hidup sederhana. Kesehariaannya yang sederhana membuat mereka bisa hidup sama seperti orang lain pada umumnya. Selain itu, mereka pun bisa berbagi dengan sukacita terhadap yang lainnya lewat berkat yang dianugerahkan Allah melalui dirinya. Artinya, ia tidak hanya menimbun berkat tersebut untuk dirinya sendiri melainkan turut menyebar luaskan karunia tersebut semampunya. Lagi pula niat hati mereka bersih dari nafsu arogan (ingin lebih dari yang lain) sehingga mampu mengasihi sesama seadil-adilnya.

    Saat kita mampu bersikap adil kepada sesama terutama sebagai seorang pemimpin, situasi di sekitar lebih adem. Sebab tanpa keadilan masing-masing orang ingin mengejar puncak. Keadaan ini akan diperkuat oleh iri hati sehingga timbullah persaingan. Semakin tinggi hadiah yang diperebutkan semakin gesit persaingan bahkan ada kecenderungan semakin menjadi-jadi menghalalkan segala cara. Jadi, saat kita mampu hidup sederhana menekan arogansi maka hal-hal buruk semacam ini akan dapat ditekan seminimal mungkin.

Tanpa disuruh sekali pun, masing-masing orang secara otomatis akan meninggikan dirinya. Hindari membanggakan diri apalagi sampai cakap sombong terhadap kelebihan tersebut sebab tindakan ini akan menjadi batu sandungan cepat atau lambat. Sadar atau tidak kebiasaan membanggakan diri turut membuat rasa dengki dalam hati membesar. Sehingga saat melihat betapa hebatnya orang lain, kita pun turut menginginkan hal tersebut bahkan ingin pula lebih darinya (arogan). Oleh karena itu, sangkal diri begitu ada suara hati yang memuja-muji diri sendiri. Kedepankanlah kerendahan hati saat menanggapi setiap kelebihan dengan menganggapnya sebagai anugerah Tuhan dan hasil dari kebersamaan yang relevan. Hiduplah sesederhana seperti masyarakat pada umumnya hidup. Rendahkan diri dengan melakukan aktivitas bermanfaat namun terkesan sepele, misalnya ramah-tamah, bersih-bersih, rapi-rapi dan lain sebagainya.

Salam, Merendahkan hati
harus dilatih sampai ahli.
Seumur hidup merendahkan hati.
Sepanjang waktu merendahkan diri.
Untuk menggapai berkat sorgawi
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.