Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

Perbuatan Daging, Pengertian, Asal, Jenis & Contohnya

Perbuatan Daging, Pengertian, Asal, Jenis & Contohnya

Tempat dengan perkembangan mental dan fisik paling progresif adalah wilayah musuh

Muncul satu pertanyaan yang sangat menggelitik benak kami, “mengapa Tuhan menciptakan dan mengambil anak-anak-Nya dari wilayah musuh?” Ada apa dengan Sang Pencipta, “apa Dia kurang kuat dan ajaib untuk langsung menciptakan malaikat yang setia dalam sekejap mata?” Awalnya kami tidak mengerti tentang berbagai pertanyaan yang mengherankan ini. Akan tetapi, lewat kisah-kisah hidup yang dialami sendiri, akhirnya kami memahami hal tersebut. Sebab wilayah iblis di bumi dipakai Tuhan untuk memurnikan kehidupan manusia dari kejahatan dan sebaliknya membuat mereka semakin dekat dengan kebenaran hakiki. Hanya manusia yang hatinya tertuju kepada Tuhan sajalah yang mampu menanggung beratnya pencobaan tersebut. Bahkan bisa dikatakan bahwa di tengah deritalah kecerdasan otak berkembang dan semakin bijaksana dari dalam menjalani hari lepas hari.

Manusia tidak mampu memungkiri kedagingan dalam dirinya sendiri

Manusia terdiri dari daging dan darah, ini adalah kenyataan yang tak tersangkali oleh teori mana pun. Suatu esensi yang menandakan bahwa kita adalah makhluk yang asalnya dari dunia ini dimana bagian-bagian tubuh kita dapat didapati di lingkungan sekitar dalam keadaan bebas maupun terikat oleh senyawa lain. Sehingga bisa dikatakan bahwa “manusia adalah miniatur dari bumi itu sendiri.” Jadi, itulah mengapa sampai sekarang ada beberapa orang yang masih ditawan oleh keinginan-keinginan duniawi yang fana ini. Semua kenyataan yang kita temukan memastikan bahwa mustahil kita mampu menyangkal betapa butuhnya diri ini akan hal-hal materi. Sayang, ada-ada saja manusia yang tidak bisa membedakan dengan akal sehatnya, mana yang merupakan keinginan dan mana pula kebutuhan yang sesungguhnya.

Inti dari kedagingan adalah hasrat yang kuat akan materi dan manusia yang memuliakan dirinya sendiri

Selama kita masih hidup di bumi ini, jelaslah bahwa masih membutuhkan hal-hal duniawi. Tetapi orang yang dipenuhi dengan perbuatan daging telah ketagihan dengan kenikmatan dan kemuliaan duniawi tersebut. Hatinya terlalu lemah sedang panca indranya terlalu fokus (banyak melihat, banyak menonton, banyak menyaksikan) gemerlapan duniawi. Keadaan ini semakin diperparah oleh karena hatinya tidak condong kepada kebenaran melainkan lebih suka membahas-bahas bagaimana cara memiliki materi dan kehormatan di mata orang-orang di sekitarnya. Artinya, dengan seluruh daya upaya dan keilmuan yang dimiliki, bagaimana caranya agar dirinya kaya raya dan kenamaan di bumi. Mereka bukan mencari kemuliaan bagi nama Tuhan tetapi bagi dirinya sendiri itulah ciri khas orang yang keinginan dagingnya besar.

Terlalu fokus ke indra hanya mendatangkan bencana alam dan bencana kemanusiaan

Perilaku yang menyimpang ini memang sangat digemari oleh orang-orang duniawi yang hidupnya didedikasikan untuk senang-senang sesaat. Karena hanya sementara saja, mereka pun mencarinya dengan susah payah bahkan sampai memanipulasi dan menghalalkan segala cara. Ditambah lagi ketika muncul rasa ketergantungan yang membuat keinginan terhadap uang semakin menjadi-jadi. Mereka diikat (dibebani) oleh hawa nafsunya padahal sesungguhnya tidak membutuhkan hal-hal tersebut. Di samping itu, sampah-sampah menumpuk, pencemaran udara meninggi dan lingkungan menjadi rusak akibat perilaku yang serakah memanfaatkan sumber daya. Cepat atau lambat, masyarakat yang hidup dalam perbuatan daging suatu saat nanti akan dihempaskan oleh bencana alam dan dihantam oleh bencana kemanusiaan.

Kecintaan kita akan gemerlapan duniawi hanya mendatangkan kehancuran. Sedang kecintaan kita kepada Tuhan yang adalah kebenaran sejati mendatangkan damai sejahtera.

Terdapat di alam bawah sadar

Perbuatan daging adalah satu kesatuan yang telah terpatri dengan baik di dalam diri setiap umat manusia sejak dari dalam kandungan. Sifat-sifat jahat ini seolah sudah tercetak sejak dari lahirnya sehingga manusia tidak butuh diajari untuk melakukannya. Artinya, keburukan sikap bisa saja diekspresikan oleh seseorang secara tiba-tiba sebab dorongan tersebut asalnya murni dari dalam hati sendiri. Memang kapasitas sikap yang negatif bisa dipengaruhi oleh indra tetapi sifatnya minimalis. Kunci keberadaan potensi negatif ini adanya di alam bawah sadar masing-masing. Jadi jika pikiran kita kebanyakan dikuasai oleh alam bawah sadar niscaya sifat-sifat buruk itu pun mulai bermunculan. Biasanya alam bawah sadar ini aktif saat pikiran sedang kosong atau saat kita sedang tidak memiliki kesibukan apa pun.

Tidak ada aktivitas yang positif, kedagingan bangkit pula

lMateri pembentuk tubuh kita, itulah yang terus-menerus meminta sesuatu untuk dipenuhi. Daging dan darah inilah yang secara tidak langsung mendorong kita untuk menginginkan berbagai kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang memesona panca indra. Semakin lemah hati dan makin menurun kemampuan pikiran untuk fokus niscaya pesona yang menggerayangi indra dapat menjauhkan kita dari kebenaran hakiki. Satu-satunya yang dapat membatasi kita dari keterpurukan ini adalah aktivitas positif yang dilakukan dari waktu ke waktu. Artinya, tanpa fokus kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian), belajar dan bekerja; besar kemungkinan hidup ini akan secara berangsur-angsur jatuh dalam keinginan daging yang merusak.

Keutuhan sikap yang syarat kedagingan

Yang kami maksudkan di sini adalah ketika satu saja sikap buruk tersebut berhasil menguasai kehidupan kita secara diam-diam, besar kemungkinan sifat-sifat lainnya akan bermunculan. Sebab kedagingan manusia merupakan satu kesatuan yang saling sambung-menyambung, begitu anda menarik keluar satu maka yang lainnya akan berangsur-angsur ikut diekspresikan. Misalnya saja, (a) saat kita tinggi hati besar kemungkinan akan dengki terhadap orang yang lebih hebat dari diri ini, lalu muncullah yang namanya persaingan tidak sehat untuk jadi yang terbaik. Contoh lainnya lagi adalah (b) saat muncul prasangka buruk, akan timbul rasa kesal terhadap orang tersebut. Kemudian bisa saja, kita memfitnah, mengejek dan menghakiminya hanya karena suudzon tidak jelas. Oleh karena itu, jangan pernah biarkan satu saja pikiran kotor/ kebiasaan buruk mengakar dalam diri ini. Sebab yang satu itu saja sudah bisa membuat hidup terus-menerus berkembang menjadi sangat jahat.

Cara terbaik menahahan nafsu daging

Salah satu cara yang dilakukan umat manusia khususnya “orang percaya” untuk membatasi dirinya dari perilaku jahat dan keji ini adalah dengan membatasi dirinya dari nafsu itu sendiri. Aktivitas menahan dan membatasi diri untuk memenuhi keinginan selama beberapa waktu disebut juga puasa. Ada banyak jenis-jenis saat berpuasa dimana yang paling populer adalah menahan diri untuk tidak makan dan minum selama belasan jam. Hal ini umum dilakukan untuk merendahkan hati di dalam kesederhanaan hidup. Beberapa orang juga mampu terbiasa membatasi indra pada hal-hal yang menggoda lainnya, misalnya puasa teknologi, jalan-jalan, belanja, puasa menonton televisi dan lain sebagainya. Aktivitas menahan diri seperti  ini sifatnya dapat dimanfaatkan untuk membatasi hasrat terhadap sesuatu (misalnya saja hasrat seksual).

Pengertian

Menurut pencetusnya sendiri, yakni rasul Paulus perbuatan daging adalah “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya” (bnd Galatia 5:19-21). Menurut kami perbuatan daging adalah pikiran yang dikuasai oleh alam bawah sadar sehingga cenderung membahas-bahas hal yang buruk bahkan sampai diikuti oleh perkataan dan perilaku yang negatif pula. Sebab tidak ada orang dengan pikiran negatif yang membuahkan hal-hal positif. Melainkan saat pusat kendali kehidupan negatif, suatu saat nanti hal-hal buruk tersebut pun akan meluap, merugikan orang lain, diri sendiri dan lingkungan alamiah.

Jenis dan contoh tabiat yang kental dengan daging busuk

Kami akan mencoba menguraikan dan membagi perbuatan negatif ini di dalam beberapa kelompok kecil dan besar. Sekali pun demikian, kami harus mengakui bahwa sesungguhnya pembagian yang kami lakukan sangatlah dangkal sebab pada dasarnya perilaku tersebut saling kait-mengait satu sama lain dan bisa muncul secara tiba-tiba. Berikut selengkapnya beberapa bentuk dan contoh dari perbuatan daging yang mungkin pernah anda alami atau pernah melihatnya diekspresikan oleh orang-orang di sekitar. Bantu mereka untuk mengatasi hal tersebut setidak dalam doa. Sekaligus pada bagian ini akan kami berikata kata-kata bijak yang berhubungan dengan watak buruk tersebut.

  1. Egoisme (memikirkan diri sendiri).

    Mereka yang memikirkan diri sendiri tidak tahu bahwa di sekitarnya ada orang lain yang sama pentingnya dengan diri sendiri.

    • Hawa nafsu (keinginan).

      Memenuhi kebutuhan itu wajib tetapi keinginan yang liar memicu keganasan.

      • Arogansi (ingin lebih dan lebih lagi).

        Saat semua orang ingin lebih dari sesamanya, siapa lagi yang akan melayani? Padahal orang yang dengan sukarela melayani adalah yang terbesar dari semuanya (bnd Lukas 22:26).

      • Serakah (ketamakan).

        Ciri khas ketamakan adalah “sesuatu yang tidak dibutuhkan menjadi keinginan yang diperjuangkan agar terpenuhi.”

      • Pemborosan (mubazir).

        Orang yang boros membelanjakan lebih banyak daripada yang bisa dihabiskannya dan membangun lebih banyak daripada yang mampu dipakainya.

      • Foya-foya (menghambur-hamburkan).

        Orang yang menghambur-hamburkan uang semudah membalikkan telapak tangan, memperolehnya dengan cara yang tidak halal.

    • Pemaksaan (memaksakan kehendak).

      Lebih baik hidup dengan rekan yang mematuhi peraturan daripada menjadi orang kepercayaan bos yang suka memaksa-maksa.

      • Perkosaan (pelecehan seksual).

        Birahi seksual berawal dari pikiran yang mesum. Orang bijak akan menyibukkan dirinya dengan hal-hal positif untuk mengusir kemesuman.

      • Pornografi & pornoaksi (kemesuman).

        Lebih baik melihat dedaunan yang bergoyang menyambut semilih angin daripada melihat goyangan di ranjang. Jauh lebih baik melihat semut di dinding saling bersalaman daripada melihat manusia salaman panjang di ranjang. Lebih baik menghitung kendaraan yang lewat di jalan daripada melongo dalam hitungan jam menonton film porno.

      • LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

        Kejahatan itu dimulai dari dalam, LGBT berawal dari dalam pikiran dan semua manusia memilikinya. Bijak-bijaklah menangkal pengaruhnya dengan aktivitas positif. Fokus Tuhan selalu agar pikiran negatif ditepis.

      • Pedofil (penyuka anak-anak).

        Semua orang suka anak-anak tetapi pedofil menyukai anak-anak yang bisa dipengaruhi dan berada di bawah kekuasaannya.

    • Tidak peduli (apatis, antipati).

      Saat kita masih kecil, orang lainlah yang peduli kepada kita. Tetapi saat muda belia, kita mulai belajar untuk memedulikan sesama.

    • Keras kepala (tegar tengkuk).

      Keras itu baik: Keraskan tekad agar terus berjuang menjalani hidup. Sayang keras itu jahat: Keraskan kepala niscaya semua perjuangan sia-sia.

  1. Rasa Benci – rasa kesal.

    Hati yang penuh benci membuat kita jauh-jauhan dari orang lain, sekali pun dia ada dekat-dekatan di sekitar kita.

    • Amarah (marah-marah; emosian).

      Panasnya amarah bisa membakar siapa saja. Merasa kalahlah kawan! Itu jalan tercepat memadamkannya.

    • Kesombongan (tinggi hati – kebanggaan).

      Sikap hati yang meninggi lebih mudah dijatuhkan tetapi orang yang merendah bagaimana bisa jatuh?

    • Kedengkian (iri hati).

      Kedengkian hanya menyakiti hati sendiri. Lebih baik akuilah keberadaannya sehingga hati lega rasanya.

    • Persaingan (saing-saingan).

      Orang yang bersaing memperebutkan hadiah di bumi. Mengapa kita tidak bersaing menebarkan kebaikan agar memperoleh hadiah di sorga?

    • Perselisihan (pertikaian – pertengkaran).

      Selisih membuat pemula bertikai. Orang cerdas mengambil jalan tengah. Sedang mereka yang bijak mau mengalah.

    • Pemberontakan (melawan terus-menerus).

      Pemberontak melawan kenyataan dan mengusir kedamaian.

  2. Sungut-sungut.

    Orang yang bersungut-sungut memutari kesusahan hatinya sendiri.

    • Mengeluh (keluh kesah).

      Berkeluh-kesah kepada sesama malahan bebannya semakin berat. Sedang berkeluh kesah kepada Tuhan niscaya bebannya terasa ringan hilang.

    • Menuduh orang lain.

      Mengkambing hitamkan orang lain sama dengan tidak mengakui kesalahannya dan belum bertobat dari dosa yang telah dibuatnya.

    • Menyalahkan Tuhan.

      Kitalah yang terjebak dalam kesalahan sendiri karena tidak menujukan hati kepada-Nya padahal Dia sangat dekat.

    • Mempersalahkan lingkungan

      Lingkungan alamiah bisa terus hidup tanpa manusia tetapi manusia mustahil bisa hidup tanpa lingkungan alamiah.

  3. Ketergantungan (kecanduan – ketagihan).

    Orang yang mabuk tidak mampu lagi mengendalikan dirinya. Mereka akan diseret dalam sikap konsumtif gila.

  4. Kemalasan (malas beraktivitas: fokus Tuhan, belajar & bekerja).

    Pemalas mengejar kenyamanan. Artinya, berhati-hatilah dengan kenyamanan yang dimiliki, itu bisa membuat anda bermalas-malasan.

  5. Prasangka buruk (suudzon).

    Berprasangka buruk hanya mengotori pikiran. Hati yang bersih tidak fokus kepada prasangka melainkan fokus kepada Tuhan.

  6. Kejahatan lainnya.

    Melakukan kejahatan kepada sesama berarti menebar undangan agar orang lain membalaskannya kepada kita.

    • Tipu muslihat (kebohongan – manipulasi).

      Penipu suka bersilat lidah menyembunyikan banyak hal namun suatu saat nanti akan terungkap juga.

    • Pencurian (pencopetan – penjambretan).

      Orang yang mencuri menginginkan terlalu banyak dari apa yang dibutuhkannya.

    • Kekerasan (anarkisme).

      Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah melainkan membuatnya semakin sukar.

      Sikap yang keras hanya akan membuat masalah semakin terbagi-bagi hingga jalur penyelesaiannya semakin panjang.

      • Kekerasan verbal.

        Kata-kata kotor tidak menyelesaikan masalah, justru membuat persoalan tersebut semakin terbakar.

      • Juga kekerasan fisik.

        Kekerasan tidak menyelesaikan masalah secara total melainkan hanya menundanya hingga terakumulasi pada satu titik menjadi masalah yang lebih besar.

    • Pembunuhan (mengakhiri nyawa).

      Orang yang membunuh menggadaikan nyawanya ke neraka: nyawa ganti nyawa.

    • Penyesatan (menyesatkan, membodohi)

      Pihak yang menyesatkan ada dimana-mana. Orang bijak menyaring segala sesuatu agar bisa membuang dan menyisihkan kesesatan tersebut.

    • Fitnah (tuduhan palsu).

      Pemfitnah tidak akan berhenti sebelum anda mendiamkan semua fitnahannya.

    • Penghinaan (merendahkan, mengejek).

      Pengejek akan selalu ada saat anda tertekan karena ejekannya. Jadilah kuat, terbiasa dan rendahkan diri sampai sampai tidak ada lagi ejekan yang keluar dari dirinya.

    • Bully (gangguan sosial).

      Gangguan akan mengasah kecerdasan jika mampu mengabaikannya sambil-sambil melakukan aktivitas positif. Pengganggu akan merasa bangga mengganggu jika anda gelisah karenanya, niat mereka akan menciut sendiri jika aktivitas anda berjalan lancar.

Perbuatan daging akan terus ada dan tetap ada dalam diri setiap manusia, siapa pun orangnya. Sebab manusia dilahirkan di wilayah yang syarat dengan kejahatan dan tipu muslihat. Semakin sering pikiran ini kosong tiada berisi, makin besar pula kemungkinan bagi alam bawah sadar yang negatif tersebut untuk menguasai kehidupan kita. Oleh karena itu, berupayalah untuk membuat pikiran tetap aktif dengan memfpkuskannya kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian) serta dapat pula dengan senantiasa tekun bekerja dan mempelajari hal-hal positif lainnya. Jadi awal penguasaan diri adalah mencari kesibukan positif yang turut mengaktifkan pikiran sehingga ide-ide gila tersebut ditekan serendah-rendahnya. Sedang persepsi positif akan di dorong keluar seiring dengan nyanyian yang kita lantunkan kepada Sang Khalik (bisa juga dengan berdoa, membaca-mempelajari firman). Sambil-sambil melakukan kebaikan kepada sesama di sela-sela proses belajar dan bekerja yang ditekuni.

Salam, Tidak ada yang bebas dari kedagingan,
Jangan lelah memperjuangkan kebenaran,
Semua berawal dari aktivitas berkesinambungan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.