Kesetaraan Manusia

+10 Alasan Satelit Ada Atau Tidak? Semakin Licik Orangnya Makin Tebal Uangnya

Alasan Satelit Ada Atau Tidak - Semakin Licik Orangnya Makin Tebal Uangnya

Suatu negara syarat dengan persekongkolan negatif

Dunia ini di bangun di atas manipulasi dari sudut ke sudut. Sebab semakin pintar seseorang mengotak-atik esensi alamiah menjadi sesuatu yang seolah-olah baru makin bertambah-tambah kayalah orang/ pihak/ organisasi/ perusahaan tersebut. Saat orang sudah limpah hartanya, uang di sakunya juga bisa beralih menjadi alat untuk membangun dan menciptakan kekuasaannya sendiri. Inilah yang kami sebut sebagai negara dengan banyak raja sebagai penguasa atau disebut juga multikapitalisme. Yang diinginkan oleh orang-orang ini adalah materi & kemuliaan duniawi agar namanya, nama keluarganya dan nama keturunannya di kenang sepanjang zaman. Ketika mereka tidak menemukan peluang untuk menciptakan hal baru, mulailah berafiliasi dengan banyak pihak lainnya untuk membangun kerajaan sandiwaranya sendiri. Mulai dari sinilah muncul yang namanya konspirasi manipulatif semata-mata demi memunculkan hal-hal baru yang dipaksakan karena dibangun di atas kebohongan.

Ketika penipu dipuja-puji dari segala penjuru sehingga dianggap layak dapat permasur gede

Tiap-tiap manusia dipancing pemerintah dengan megauang/ megagaji/ megabonus semata-mata untuk mengajak masyarakat lebih licik memanfaatkan ilmu pengetahuannya. Dengan semua nilai materi tersebut, orang-orang membeli kehormatan lewat kemewahan, kemegahan, kenyamanan lebay dan pesta-pora dimana-mana. Semua konspirasi dilegalkan oleh mereka asalkan dengan catatan “anda adalah sahabat dan saudara oknum penting yang duduk dikursi pemerintahan.” Mereka rela menciptakan sandiwara dengan penghasilan tinggi untuk kerabatnya. Sekaligus mengambil pamor kebanggaan atas sandiwara tersebut dengan mengumbarnya kepada masyarakat. Sedang rakyat yang mendengarkannya merasa heran sekaligus takjub memberi apresiasi bagi pemerintah yang beberapa oknumnya adalah penipu ulung. Seolah-olah pemerintah kerjanya berat, harus kreatif dan menghasilkan hal-hal baru sehingga layak beroleh pendapatan selangit.

Semakin licik orangnya makin kaya hidupnya

Ternyata, trend semakin licik makin kaya raya ini telah mengglobal dimana-mana. Orang-orang cerdas pun mulai mencari-cari cara untuk menginovasikan, mengkreasikan dan mengadaptasikan berbagai prodak alamiahh menjadi prodak baru yang lebih spesial lalu memberikan namanya pada produk tersebut. Hampir semua orang pintar ini memanipulasi hal alamiah dengan pengetahuannya lalu memberikan nama lain pada prodak tersebut sesuai dengan perusahaannya. Semuanya ini semakin berbahaya ketika yang mereka kejar adalah uang yang banyak. Artinya, untuk mendorong pemakaian produknya, mereka sengaja menimbulkan/ memancing/ memicu masalah tertentu di dalam kehidupan masyarakat sehingga pembelian produknya booming (laku keras). Pada tahapan inilah tingkat manipulasi telah mencapai titik terendah bahkan cenderung membahayakan orang lain.

Ekonomi sandiwara, kebohongan yang diperlakukan seadil-adilnya

Jalan hidup kita adalah aktivitas. Jika hal-hal yang manipulatif bisa membuat kita tetap sibuk maka baiklah untuk terus melakukannya ke arah yang positif. Manipulasi positif yang bertujuan untuk membuat kita tetap bekerja disebut juga sebagai pekerjaan sandiwara. Akan tetapi sikap yang penuh tipu-tipu ini akan semakin berbahaya jika dipancing dengan persaingan sengit demi memperebutkan uang dalam jumlah tak terbatas. Oleh karena itu, marilah bersama-sama memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat agar kebohongan yang kita lakukan sah. Bila kebohongan kita sudah diketahui orang lain tetapi mereka memakluminya toh penghasilan kita pun sama saja dengan mereka niscaya hati masyarakat menerima hal tersebut apa adanya; kita pun bebas dari dosa. Akan tetapi bila aksi tipu-menipu yang dilakukan masih tersembunyi sedang upah yang kita peroleh dari penipuan tersebut selangit, niscaya diri ini akan terkena batunya. Dosa kita akan bertambah-tambah sehingga semakin memberatkan di hari penghakiman kelak.

Faktor penyebab satelit ada atau tidak?

Ada banyak sangat teori konspirasi yang dilakukan oleh oknum kapitalis di berbagai belahan bumi ini, semata-mata demi meraih lebih banyak materi dan kekuasaan. Akan demikian jugalah kehidupan kita saat yang menjadi fokuusnya adalah hal-hal duniawi semata. Saat yang ada di dalam hati adalah bagaimana untuk menjadi mulia di bumi niscaya otak mulai diputar untuk memanipulasi hal-hal sensitif di dalam masyarakat. Kekuatan tipu muslihat ini akan menjadi sangat besar seiring dengan tingginya hadiah yang ditawarkan. Kebohongan akan disebar luaskan untuk meningkatkan efek merusak yang ditimbulkannya sehingga semakin banyak orang yang menjadi korban. Sedang orang-orang yang rela menipu akan diganjar dengan upah sangat tinggi semata-mata untuk membuatnya tutup mulut.

Berikut ini akan kami jelaskan mengapa keberadaan satelit diluar angkasa adalah suatu kegagalan berlogika, demikian selengkapnya.

  1. Luar angkasa, orbital bumi, satelit dan pendaratan di bulan adalah sisa-sisa Perang Dingin.

    Ada perang dingin antara Blok Barat yang liberal dan Blok Timur yang komunis kala itu. Peperangan ini memang tidak melibatkan kekuatan fisik melainkan semata-mata hanya aksi saling pamer untuk menunjukkan betapa hebatnya dirinya. Salah satu usaha mereka adalah dengan menyebarkan ideologi masing-masing ke seluruh dunia. Bahkan Indonesia sendiri pernah menjadi lahan rebutan antara liberalis dan komunis dimana yang menjadi pemenangnya adalah yang paling licik, yakni Blok Barat (Amerika dan kroni-kroninya).

    Peperangan ini juga turut merambah dunia sains yang semakin panas antara Amerika dan Rusia kala itu. Salah satu objek vital sains yang masing-masing dipacu adalah pancapaian zona orbital bumi. Masih ingat dengan proyek Apollo dan Sputnik? Setiap negara berusaha menjadi yang pertama untuk mencapai luar angkasa demi mengorbit bumi. Digembar-gemborkan bahwa Rusia telah terlebih dahulu melakukannya, itulah mengapa Amerika memanipulasi pendaratan di bulan semata-mata untuk menyaingi Blok Timur yang telah menguasai orbital bumi (katanya…). Salah satu perkembangan dari proyek perang dingin yang penuh dengan konspirasi ini adalah adanya satelit. Yakinlah bahwa keberadaan persatelitan di seluruh penjuru bumi adalah bagian dari tipu muslihat tingkat tinggi yang menuai pujian dan apresiasi seluruh masyarakat. Karena masyarakat melongo terheran-heran sekaligus bingung akan pencapaian tersebut makanya banyak negara yang mengaplikasikan konspirasi licik tersebut di wilayahnya masing-masing.

  2. Bumi tidak memancarkan energi apa pun.

    Seperti yang kita yakini bersama bahwa sesungguhnya “yang akan diikuti di seluruh alam semesta adalah yang terbesar dan yang memancarkan energi.” Karena matahari adalah struktur energi terbesar yang memancarkan pengaruhnya ke seluruh penjuru semesta termasuk bumi dan bulan. Energi yang dikirimkannya inilah yang membuat seluruh planet pantas untuk mengitari matahari bukannya bukannya bulan dan matahari yang mengitari bumi. Andai saja planet kita memancarkan suatu energi yang konsisten pada permukaannya maka kami pun akan percaya bahwa tanah yang kita pijak memiliki pengikutnya sendiri, yaitu satelit (bulan mengorbit bumi). Tapi, pada hakekatnya, kita dan seluruh planet lain hanyalah penerima energi belaka yang disumbangsihkan secara gratis dan konsisten oleh matahari. Jadi mustahil planet kita memiliki sesuatu yang disebut medan gaya elektromagnetik sehingga mampu menciptakan lintasan orbital khusus bagi dirinya sendiri.

  3. Tidak ada benda apa pun yang mengorbit bumi bahkan bulan juga tidak mengelilingi kita.

    Kita tidak cukup kuat untuk memaksa sesuatu dan lain hal untuk tunduk mengikuti dari belakang. Justru kita sama saja dengan bulan, yaitu dijatahin oleh matahari pada porsi secukupnya agar beroleh energi dalam jumlah tertentu. Bulan tidak pernah mengikuti kita, justru yang terjadi adalah bumi dan bulan beserta seluruh planet lainlah yang bergerak bersama mengelilingi sang surya. Tidak ada landasan apa pun yang menunjukkan bahwa bumi berada di bawah kendali bulan. Melainkan yang terjadi selama ini adalah kita terjebak dalam asumsi yang salah, merasa diri (bumi) lebih hebat dari bulan. Padahal sesungguhnya keduanya adalah sama dan serupa fungsinya dalam sistem tata surya. Jadi saat anda melihat wajah bulan maka hampir mirip demikianlah wajah bumi saat dilihat dari kejauhan dengan posisi membelakangi matahari. Simak selengkapnya, “Mengapa bulan tidak mengelilingi bumi?”

  4. Bom nuklir pernah luncurkan ke atas atmosfer dan tidak mempan.

    Menurut informasi yang beredar di dunia peronlinan: “selama Perang Dingin, Rusia dan Amerika pernah meluncurkan nuklir ke luar angkasa tetapi tidak mampan. Tidak mampan di sini kami artikan sebagai tidak meledak dan malah terjun bebas untuk jatuh ke permukaan bumi (mungkin di atas lautan). Jadi muncullah suatu teka-teki, mengapa di luar atmosfer, bom maha hebat ini tidak meledak? Alasannya adalah karena di luar atmosfer atau di luar angkasa tidak ada oksigen. “Roket yang ditembakkan itu seperti lilin yang ditutup dengan gelas (menelungkup) dimana lama kelamaan akan mati juga. Demikianlah setiap bom sehebat apa pun tidak akan meledak di luar angkasa karena tidak ada oksigen yang memicu pembakaran ekstra.

  5. Tanpa atmosfer radiasi di siang hari seperti tungku.

    Sadarkah anda bahwa suhu di luar atmosfer sangat membakar? Akan tetapi, kita aman-aman saja oleh karena atmosfer yang terdiri dari molekul air dan nitrogen. Pepohonan hijau yang berhimpitan (hutan) merupakan penghasil utama komponen pendingin tersebut. Semakin tebal keberadaannya makin rendah intensitas cahaya matahari yang sampai ke bumi. Tentu hal ini berbeda saat kita berada di luar atmosfer dimana radiasi sinar matahari sangat tinggi, pastilah akan membakar segala sesuatu. Seandainya terdapat satelit di luar sana niscaya baut-bautnya bahkan badan dan rangkanya yang terbuat dari baja sekali pun akan meleleh dilebur oleh si tungku abadi.

  6. Tanpa atmosfer di malam hari yang tersisa hanya kebekuan.

    Tahukah anda mengapa sebagian besar daerah di bumi tidak membeku di malam hari (terutama khatulistiwa)? Sebab panasnya atmosfer yang terpapar sinar matahari di belahan bumi lainnya mengalir ke belakang sehingga turut menyejukkan suhu di belahan bumi yang tidak terpapar oleh cahaya. Seandainya aliran panas itu tidak ada niscaya saat malam tiba salju ada dimana-mana saat malam tiba.

    Lain halnya ketika sebuah satelit dibiarkan lepas bebas di luar angkasa niscaya setiap komponennya akan membeku, mulai dari bahan bakar hingga prosesor dan kelistrikannya. Jadi, jelas mustahil ada baja terbang di luar angkasa, sekalipun ada berbagai komponennya akan membeku hingga rusak. Sekali pun mereka memiliki penghangat, tetapi bahan bakarnya dimana dan diambil dari mana oksigen yang dimanfaatkan untuk menyalakan mesin tersebut?

  7. Tidak ada mesin yang hidup di atas atmosfer terluar.

    Apa sebabnya, mengapa mesin mati di luar angkasa? Perlu dipahami bahwa semua mesin yang disuplai oleh minyak bumi membutuhkan oksigen untuk melakukan pembakaran. Itulah mengapa bom sehebat apa pun tidak aktif di luar angkasa, demikian juga dengan mesin secanggih apa pun tidak akan pernah bisa hidup tanpa oksigen. Jangankan di luar angkasa, pada ketinggian tertentu saja saat jumlah oksigen mulai menipis, aktivitasnya pasti akan mandek dan terkesan putus-putus hingga mati total sama sekali (gagal mesin akibat pembakaran tidak sempurna) karena kadar oksigen yang tipis. Jadi, bagaimana sebuah satelit dikirim ke luar angkasa jika tidak ada satu pun roket dan tidak ada pula mesin yang bisa hidup di luar sana?

  8. [Andai orbital bumi ada] Mustahil satelit beroperasi di luar angkasa.

    Baiklah, mari kita berandai-andai. Mungkin saja para ilmuan dan profesor di dalam misi tersebut mampu membuat roket berbahan bakar hidrogen plus oksigen yang otomatis bercampur. Sehingga tetap hidup mengantarkan sebuah satelit super canggih ke luar angkasa. Masalahnya sekarang adalah bagaimana lempengan besi terbang tersebut beroperasi dengan maksimal padahal tidak ada oksigen yang mendukung pembakaran mesinnya? Katakan saja bahwa masih ada sisa oksigen yang dibawanya dari bumi untuk membuatnya tetap aktif, tapi sampai kapan itu akan bertahan? Pasti suatu saat akan habis juga sehingga satelit tersebut mati total dan tidak ada gunanya lagi di atas sana.

    Katakan saja bahwa satelit tersebut memiliki panel surya tetapi tidak akan bisa mengopersikan satelit tersebut sebab kapasitas penyimpanannya kurang maksimal. Terkecuali bila panel surya tersebut digunakan untuk memanaskan air yang menghasilkan tenaga uap, namun bagaimana pula membuat mesin semacam ini tetap berputar dalam siklus dan tidak akan habis/ hilang di luar angkasa? Ingatlah bahwa ada zona malam yang akan dialami oleh satelit tersebut sehingga harus memakai energi cadangan sekaligus untuk menghangatkan mesin. Berada pada zona gelap tepat di belakang bumi membuat suhu permukaan satelit mencapai nol derajat.

  9. Sinyal seluler dipancarkan melalui menara BTS.

    Harap diketahui bahwa sinyal seluler (2G, 3G dan 4G) yang kita gunakan sehari-hari tidak menangkap jaringan dari satelit melainkan memperolehnya dari menara BTS terdekat. Lagi pula tidak masuk akal jika sinyal tersebut berasal dari satelit, energi untuk menyebar luaskan sinyal sebesar itu dari mana?

  10. Sinyal televisi digital dipancarkan lewat pantulan ionosfer.

    Televisi yang memakai antena dipancarkan melalui tower terdekat tetapi sinyal receiver yang digembar-gemborkan berasal dari satelit “Telekom dan Palapa” adalah hoax. Sebab semuanya itu dipancarkan lewat gelombang tertentu sehingga mengenai lapisan atmosfer yang kemudian akan dipantulkan ke tempat pemirsa (parabola/ receiver).

  11. [Andai ada satelit di atas kita] Harusnya kepala parabola selalu bergerak dan arahnya ke atas semua (searah).

    Apakah anda memperhatikan kepala parabola anda, tetangga dan satu kampung? Pasti arah dan kemiringannya berbeda-beda sebab mungkin saja sinyal yang diterima berada pada lapisan berbeda atau atau tidak searah atau telah dipantulkan beberapa kali oleh ionosfer.

    Seharusnya jika memang satelit itu ada di atas kita, kepala parabola selalu searah dengan sudut yang sama dalam satu wilayah. Akan tetapi, posisi antena parabola akan selalu berubah-ubah karena orbital elektromagnetik (jika ada) satelit tidak membentuk garis lurus yang melengkung sempurna melainkan memiliki pergeseran hingga beberapa derajat setiap harinya. Namun lihat kenyataannya, kepala parabola kita statis dan digeser sekali setahun saja bahkan lebih jarang lagi. Padahal posisi satelit selalu berubah-ubah tiap harinya seperti layaknya bulan (asumsinya bulan adalah satelit di bawah pengaruh bumi).

    Kami yakin bahwa sinyal parabola (siaran televisi) dipancarkan oleh menara tertentu yang statis. Lihat saja antena parabola kita pun statis terus! Ini memang kebohongan yang mengerikan….

  12. [Andai ada satelit di atas kita] Mustahil satelit bisa mengirim sinyal dari kehampaan, merambat pake apa, sihir? Wkwkwkkkkk…..

    Inilah yang paling meyakinkan kami bahwa mustahil satelit ada di luar angkasa mengorbit bumi sambil mengirim berbagai sinyal-sinyal positif yang kita butuhkan. Dari luar angkasa yang hampa, pakai apa pemancar tersebut merambatkan gelombangnya? Emang itu sinyal bisa melakukan radiasi menembus ruang hampa? Terus perubahannya bagaimana saat melewati udara? Alasan inilah yang jelas-jelas mementahkan keberadaan satelit. Artinya telekom dan palapa di luar angkasa adalah hoax. Sedang yang diterima oleh receiver/ parabola adalah gelombang dengan frekuensi tertentu yang merambat melalui udara dan terpantul oleh lapisan ionesfer yang mengikuti lengkungan bumi.

  13. [Andai ada satelit di atas kita] Sumber energinya dari mana, kirim bahan bakarnya macamana?

    Hidup ini selalu kembali ke masalah energi, dimana-mana energilah yang menentukan kelancaran dari semua aktivitas yang dilakukan, termasuk aktivitas satelit kamuflase hoax. Misalnya saja, kita berandai-anda bahwa bumi memancarkan energi dan memiliki medan elektromagnetik yang membuat benda kecil di sekitarnya mengorbit. Lalu, persoalannya sekarang adalah dari mana satelit tersebut memperoleh energi untuk memancarkan sinyal sebesar itu?

  14. Konspirasi satelit terjadi demi pamor politik.

    Sama seperti abang-kakak kapitalis di zaman perang dingin, manipulasi luar angkasa dijadikan sebagai salah satu kesuksesan politik oleh pemimpin dunia. Popularitas dan pamornya akan melejit kencang sehingga masyarakat akan memilih oknum tersebut sekali lagi bahkan berulang-ulang kali. Sekejam itukah dunia politik yang memanipulasi hal besar apalagi hal-hal kecil?

  15. Konspirasi satelit semata-mata demi pujian dan agar terlihat hebat.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa saat Perang Dingin sedang gencar, pancapaian manusia menuju luar angkasa membuat masyarakat bersorak, bertepuk tangan, memberi pujian dan bangga terhadap para pemimpin dan pejabatnya. Bau kemuliaan inilah yang dirindukan oleh oknum kapitalis pemimpin dunia. Padahal semuanya itu hanya sesaat saja. Sesungguhnya hanya dengan memuji-muji Tuhan di dalam hati juga bisa membuat kita bahagia bila dilakukan secara konsisten. Tidak perlu juga membuat diri sendiri berdosa dihadapan jutaan masyarakat, itu ganjarannya jutaan juga lho…. (persepsi dosa – berapa orang yang kita rugikan maka sebanyak itulah dosa kita).

  16. Konspirasi satelit semata-mata demi kucuran dana besar.

    Biasanya para kapitalis pemimpin dunia sangat tergiur dengan dana besar yang digelontorkan negara untuk peluncuran satelit hoax abal-abal. Sesungguhnya, mereka hanya membeli sebidang tanah, sebuah gedung, membuat menara dengan pengirim sinyal dan sumber daya lainnya. Akan tetapi yang dibayarkan oleh negara untuk proyek tersebut mencapai miliaran bahkan triliunan. Ini jelas-jelas sebagai penggelembungan dana proyek yang bukan main besarnya. Mungkin digunakan juga untuk membiayai berbagai partai politik agar dapat memenangkan kandidatnya saat pilpres/ pilkada/ pileg. Kita doakan aja mereka semoga bertobat dan membayar kembali.

  17. Membongkar konspirasi kapitalisme dasar mencapai kesetaraan.

    Anda sudah bisa membayangkan semua konspirasi ini? Itulah kami menganjurkan kesetaraan power untuk seluruh dunia. Sebab kekuatan pengetahuan, kekayaan dan kekuasaan yang terlalu besar dapat membuat beberapa kalangan memanfaatkannya untuk menipu masyarakat. Ini bukan lagi bercerita tentang menipu dan merugikan satu-dua orang saja melainkan mencapan jutaan jiwa. Jika kekuatan ini disetarakan, masing-masing manusia tidak akan saing-saingan sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai tampuk kepemimpinan. Terus, sudah duduk manis di atasnya malahan dimanfaatkan pula untuk mengorupsikan berbagai uang demi kemewahan, kenyamanan dan foya-foya oknum tertentu dan keluarganya. “Jadilah pejuang sosialis sukarela tidak dengan mengedapankan kekerasan tetapi menebar kebajikan semampunya tapi tetap maksimal.”

Ekonomi sandiwara yang adil

Katakan saja di negara X pemerintahannya doyan berkonspirasi untuk melakukan penipuan demi mempekerjakan sahabat, saudara dan kerabat lainnya. Boleh-boleh saja hal ini terjadi tetapi harus ada keadilan sosiallah. Masakan penipu yang dekat dengan oknum pemerintah pendapatannya lebih tinggi dari orang yang menipu lainnya di luar sana? Sesungguhnya penipuan semacam ini tidak akan menimbulkan dosa jika ada kesetaraan di antara para tukang kibul dan semua tahu kebenarannya. Bukankah semuanya itu semata-mata agar masyarakat selalu aktif bekerja? Di atas semuanya itu, segala bentuk manipulasi ini perlu dikoordinasikan oleh pemerintah agar susunan organisasi dan struktur kerjanya jelas. Semuanya ini dilakukan agar manusia tidak menganut budaya malas dan terlalu konsumtif. Melainkan selain mampu membeli sesuatu, diharapkan kita juga mampu menghasilkan sesuatu lewat aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Kesimpulan

Satelit yang diterbangkan ke luar angkasa adalah berita hoax yang memicu kebanggaan bahkan pujian. Seolah-olah para elit kapitalis tersebut melakukan aktivitas super ajaib yang mampu menembus perisai ion super kuat yang ada di atmosfer. Jutaan tepuk tangan, suitan, sorak-sorai dan pujian mengalir deras selama beberapa hari mungkin juga beberapa minggu. Lalu apa jadinya setelah itu? Rasa bersalah membengkak di hati sehingga ketakutan meradang. Sadarilah bahwa megakonspirasi semacam ini menimbulkan dosa yang sangat banyak. Masakan anda ingin mengorbankan sukacita selamanya di sorga kelak, hanya demi kesenangan dan kemuliaan duniawi selama 70, 80, 90, 100 tahun dst.? Berpikirlah dengan jernih dan gunakan akal sehat, bandingkan kata-kata “selamanya” dengan “puluhan tahun,” lebih penting atau lebih utama yang mana? Jikalau anda sama seperti kami yang memilih untuk memperjuangkan “sorga yang bernilai selamanya” maka tekunilah kebenaran sejatii. Kasihi Tuhan seutuhnya (dalam doa, firman dan nyanyian pujian) serta sesama manusia seadil-adilnya di sela-sela pelajaran dan pekerjaan yang digeluti.

Salam, Satelit hanya khayalan,
demi uang banyak dan kemuliaan.
Lebih baik usahakan kebenaran,
Walau kadang ada pederitaan,
Upahnya kekal tak terbandingkan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.